Hasil Karya Media Dua Dimensi Kelas A Prodi PGSD STKIP Pacitan

Iklan

THE EDUCATIONAL VALUES IN THE LIFE OF WONG SIKEP BLORA

Daily practices in Wong Sikep Blora are laden with meaning. Meaning is implied through action in their lives. Recent development in education has heightened the need for analysing such educational values practiced by Wong Samin community in Blora. For this study, qualitative analysis method and phenomenology approach were used to explore the subsurface of the proper values. The results of this study indicate that there are four values of Wong Sikep community life, namely: 1) the honesty, 2) the patience, and 3) the freedom, 4) and the brotherhood. Those fourth mentioned values are reflected through speech, action, respect, and the attitude of their style (Wong Sikep). Although, surveillance and preservation on their culture are still always being tested.

Keywords: Wong Sikep, Educationand Blora

Link Download, here

Pengembangan Muatan Lokal Berbasis Ajaran Samin Surosentiko

Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat. Kurikulum muatan lokal bertujuan untuk meningkatkan relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Daerah yang dimaksud dalam kajian ini adalah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Blora adalah sebuah kota kecil yang terletak di ujung timur Propinsi Jawa Tengah. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Grobogan, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Rembang, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur), dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi (Jawa Timur). Kota ini terletak di zona pegunungan Kendeng Utara yang didominasi oleh materi batuan nepal, batu gamping, batu lempung, dan batu pasir dengan ketinggian antara 30 meter sampai 280 meter di atas permukaan laut. Susunan batuan tanahnya terdiri atas 56 % gromosom, 39 % mediteran, dan 5 % alluvial. Keberadaan masyarakat Samin menjadi sebuah potensi bagi Kabupaten Blora. Potensi ini berkenaan dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh pimpinannya, Samin Surosentiko. Meski bertahun-tahun yang lalu, samin diidentikkan dengan masyarakat yang primitif, bodoh, senantiasa memberontak, namun pada kenyataannya menyimpan potensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah ajaran luhur. Ajaran inilah yang menjadikan dasar dari pengembangan kurikulum muatan lokal dalam kajian ini.

Selengkapnya dapat dilihat di tautan berikut ini

ide kita untuk kita

%d blogger menyukai ini: