Arsip Kategori: Zakat-KU

Kotak Infak Tematik, Konkretkan Arah Perjalanan Uang Infak

Penampakan Kotak Infak Tematik Mushola ALBA

ALBA News | Senin, 21 Januari 2019. Takmir Mushola Al Barokah Winongan Sirnoboyo Pacitan Jawa Timur, masih berupaya untuk menginovasi program kerja. Inovasinya seputar kotak infak.

Baca juga: Kotak Infak Sembako, Alternatif Dibalik Dominasi Uang

Jika pada artike sebelumnya, ada kotak infak sembako. kali ini, program Takmir Mushola adalah menyediakan kotak infak tematik.

Pada kotak infak tematik, terpampang program kerja takmir mushola. Yang sedang atau yang akan dilaksanakan. Jika dulu kotak infak hanya bertuliskan ‘Kotak Infak’, maka sekarang tidak. Ada kalimat lain selain kata itu. Lanjutkan membaca Kotak Infak Tematik, Konkretkan Arah Perjalanan Uang Infak

Program Subsidi Sembako Subuh di Mushola Al Barokah

Pembagian 14 paket subsidi sembako subuh

ALBA News | Jumat, 28 September 2018. Dakwah adalah seni untuk mengajak warga menuju jalan kebaikan. Filosofi ini yang berusaha dipahami oleh Takmir Mushola Al Barokah Sirnoboyo Pacitan.

Beragam pendekatan sudah dilakukan. Aneka program kegiatan sudah dicanangkan. Salah satunya adalah Program Subsidi Sembako.

Program ini lahir dari obrolan para takmir di group WhatsApp. Meski mereka bukan terlahir dari jaman ‘now’, tapi mereka berusaha menyelami teknologi di zaman ‘now’ ini. Dari obrolan inilah tercetus, Program Subsidi Sembako. Lanjutkan membaca Program Subsidi Sembako Subuh di Mushola Al Barokah

Nasi Berkat untuk Pejuang Subuh Pagi Ini Dibiayai dari Uang Receh

Uang recehan dari para dermawan

ALBA News | Ahad, 16 September 2018. Uang receh. Kata ini tidaklah asing. Ya, receh. Uang receh biasa didapat dari kembalian belanja, kembalian parkir dan lainnya.  Keberadaannya sering tidak dipandang dengan dua mata. Ia sering dipandang dengan sebelah mata. Teronggok di meja. Berserakan di laci. Dpakai kerokan saat masuk anginBahkan anak sekolah jaman now ini, sudah tidak mau lagi diberi uang saku dengan recehan. Malu, katanya.

Ini adalah ironi. Nasib buruk yang dialami oleh si recehan. Tidak seperti saudara kandungnya, uang kertas.  Padahal, dalam undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, tidak pernah ada disebut uang receh. Hanya disebutkan ‘uang’. Tanpa embel-embel ‘receh’. Uang ya uang. Uang dengan berbagai nominal pecahannya. Lanjutkan membaca Nasi Berkat untuk Pejuang Subuh Pagi Ini Dibiayai dari Uang Receh