Kekurangan Dan Kelebihan Teori Behavioristik Dan Humanistik

Teori belajar merupakan hal yang mendasar dari proses pembelajaran. Proses ini dimulai dari lahir sampai akhir hidup (long life education). Teori belajar adalah pemahaman awal seorang pendidik sebagai acuan dalam memberikan pengetahuan dan pendidikan. Dengan demikian, seorang pendidik diharapkan dapat memberikan bimbingan yang tepat kepada peserta didiknya. Dimulai dari pendidikan yang bersifat ilmu pengetahuan sampai pendidikan karakter. Karena setiap peserta didik cara belajarnya berbeda-beda, maka seorang pendidik harus mampu memilih teori belajar yang tepat atau berinisiatif dengan pembelajaran PAKEM. Dalam teori behavioristik dan humanistik terdapat perbedaan yg sangat mendasar atau bisa dikatakan berkebalikan. Teori behavioristik adalah teori belajar yang menekankan pada tingkah laku manusia sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Sedangkan teori humanistik tertuju pada masalah bagaimana tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud – maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman- pengalaman mereka senidri.

 

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Menurut teori behavioristik, proses pembelajaran lebih menekankan pada proses pemberian rangsangan (stimulus) dan respon yang dilakukan oleh siswa. Stimulus adalah apa pun yang diberikan pendidik kepada peserta didik. Sedangkan respons merupakan reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh pendidik. Hal ini dapat diartikan bahwa peserta didik diajarkan materi sebanyak-banyaknya agar mereka paham karena teori ini menganggap peserta didik belum tahu apa-apa. Pendidik sangat berpengaruh dalam proses belajar ini dan stimulus yang diberikan melalui pembiasaan yang berupa ‘ceramah’.

  1. Prinsip-Prinsip Teori Behavioristik

 

  1. Obyek psikologi adalah tingkah laku

Berarti bahwa seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku.

 

  1. Semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek

Artinya bahwa timgkah laku seseorang ditentukan oleh respon-respon yang diberikan melalui stimulus.

 

  1. Mementingkan pembentukan kebiasaan

Proses kerja teori ini adalah pembiasaan yang terus menerus diberikan sehingga dengan kebiasaan itulah apa yang diberikan dapat tersimpan dengan baik.

 

  1. Cara Kerja Teori Behavioristik

 

Contoh : anjing, lonceng, dan makanan

 

Pertama, anjing diberi makan dia datang karena sudah terbiasa mencium aroma makanan. Kedua anjing dibunyikan lonceng dia tidak datang karena belum terbiasa dengan bunyi lonceng. Kemudian anjing diberi makan dengan dibunyian lonceng dia datang. Awalnya kedatangannya karena ada makanan. Apabila hal ini dilakukan terus menerus maka jika hanya dibunyikan lonceng anjing itu akan datang. Pembiasaan ini adalah untuk melatih perkembangan otak anjing dengan stimulus dan respon.

Itu adalah salah satu contoh cara kerja teori behavioristik yang ternyata juga berlaku pada manusia.

 

  1. Kekurangan dan Kelebihan Teori Behavioristik

 

  1. Kekurangan

 

1)        Pembelajaran peserta didik hanya perpusat pada guru

Peserta didik hanya mendapatkan pembelajaran berdasarkan apa yang diberikan guru. Mereka tidak diajarkan untuk berkreasi sesuai dengan perkembangannya. Peserta didik cenderung pasif dan bosan.

 

2)        Peserta didik hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru

Pembelajaran seperti bisa dikatakan pembelajaran model kuno karena menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. Penggunaan hukuman biasanya sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan.

 

3)      Peserta didik tidak bebas berkreasi dan berimajinasi

Karena menurut teori ini belajar merupakan proses pembentukan yang membawa peserta didik untuk mencapai target tertentu. Apabila teori ini diterapkan terus menerus tanpa ada cara belajar lain, maka bisa dipastikan mereka akan tertekan, tidak menyukai guru dan bahkan malas belajar.

 

 

  1. Kelebihan

 

1)        Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan

Dengan bimbingan yang diberikan secara terus menerus akan membuat peserta didik paham sehingga mereka bisa menerapkannya dengan baik.

 

2)        Materi yang diberikan sangat detail

Hal ini adalah proses memasukkan stimulus yang yang dianggap tepat. Dengan banyaknya pengetahuan yang diberikan, diharapkan peserta didik memahami dan mampu mengikuti setiap pembelajarannya.

 

3)        Membangun konsentrasi pikiran

Dalam teori ini adanya penguatan dan hukuman dirasa perlu. Penguatan ini akan membantu mengaktifkan siswa untuk memperkuat munculnya respon. Hukuman yang diberikan adalah yang sifatnya membangun sehingga peserta didik mampu berkonsentrai dengan baik.

 

 

TEORI BELAJAR HUMANISTIK

 

Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia atau proses belajar dianggap berhasil jika peserta didik memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori ini mengajarkan peserta didik untuk berkreasi dan berinofasi sebebas-bebasnya untuk menemukan hal-hal baru sebagai latihan. Peran guru disini tidak begitu banyak karena guru hanya membimbing dan mengarahkan bukan mengatur peserta didik. Guru hanya membantu peserta didik untuk mengenal dirinya juga lingkungannya. Teori ini lebih mementingkan apa yang dipelajari bukan bagaimana cara belajarnya. Humanistik sangat bertentangan dengan behavioristik karena menurutnya manusia bukan gelas yang siap diisi dengan apa saja. Pembelajaran ini biasanya menciptakan suasana yang menyenangkan agar peserta didik tidak bosan dan dapat membangkitkan semangat belajar mereka.

 

  1. Pinsip-Prinsip Teori Humanistik

 

  1. Peserta didik mempunyai cara belajar yang alami

Cara belajar ini biasanya lebih cepat dalam memahami materi karena peserta didik menangkap pemahaman berdasarkan apa yang dilihat, didengar dan menemukan kreatifitasnya.

 

  1. Belajar yang melibatkan peserta didik seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam

Keterlibatan peserta didik dalam proses belajar adalah cara yang cukup tepat guna melatih kemampuannya. Potensi-potensi akan muncul seiring dengan berjalannya pembelajaran. Disinilah peserta didik mulai mengenali dirinya dan lingkungan yang berpengaruh terhadapnya.

 

  1. Kritis terhadap lingkungan disekitarnya

Teori ini membangun pola pikir yang logis dan berwawasan. Keingintahuan yang besar cukup membuatnya penasaran dan selalu mencari tahu. Disinilah pola pikir itu dilatih untuk mengkritisi hal-hal di sekitarnya yang menurutnya kurang sesuai dengan apa yang diketahuinya.

 

  1. Nilai-Nilai Penting yang ditumbuhkembangkan dalam Pendidikan Humanisme

 

  1. Kejujuran (tidak menyontek, tidak merusak, dan bisa dipercaya).
  2. Menghargai hak orang lain (menerima dan menghormati perbedaan individu yang ada, mau mendengarkan orang lain, menolong orang lain, dan bisa berempati terhadap problem orang lain).
  3. Menjaga lingkungan (menghemat penggunaan listrik, gas, kayu, logam, kertas, dll. Menjaga barang milik sendiri ataupun milik orang lain).
  4. Perilaku (mau berbagi, menolong orang lain, ramah terhadap orang lain, dan berlaku pantas didepan publik).
  5. Perkembangan pribadi (menjalankan tanggung jawab, menghargai kesehatan dan kebersihan fisik, mengembangkan bakat yang dimiliki secara optimal, mengembangkan rasa hormat dan rasa bangga terhadap diri sendiri, mengontrol perilaku, memiliki sikap berani, terhormat dan patriotik, serta menghargai keindahan).

 

  1. Kekurangan dan Kelebihan Teori Humanisik

 

  1. Kekurangan

 

1)      Pemahaman yang kurang jelas dapat menghambat pembelajaran

Guru biasanya tidak memberikan informasi yang lengkap sehingga peserta didik yang kurang referensi akan kesulitan untuk belajar.

 

2)      Kebebasan yang diberikan akan cenderung disalahgunakan

Misal saja guru menugaskan peserta didik untuk berdiskusi sesuai kelompok, pasti ada beberapa peserta didik yang mengandalkan teman atau tidak mau bekerja sama.

 

3)      Pemusatan pikiran akan berkurang

Dalam hal ini guru tidak sepenuhnya mengawasi karena system belajar yang seperti ini adalah siswa yang berperan aktif menggali potensi, sehingga peserta didik akan memanfaatkan keadaan yang ada. Misal dalam mencari referensi menggunakan internet peserta didik malah bermain game atau mengaktifkan akun sosial media. Secara otomatis pemusatan pikiran dalam belajar akan terganggu.

 

4)      Kecurangan-kecurangan yang semakin menjadi tradisi

Dalam pembuatan tugas peserta didik yang malas akan berinisiatif mengcopy pekerjaan temannya. Ini akan mengurangi kepercayaan guru maupun temannya.

 

 

  1. Kelebihan

 

1)      Tumbuhnya kreatifitas peserta didik

Dengan belajar aktif dan mengenali diri maka kreatifitas ang sesuai dengan karakternya akan muncul dengan sendirinya. Dengan begitu akan muncul keragaman karya. Jika berlanjut kepada nilai jual misalnya maka itu juga akan menambah pemasukan atau paling tidak ada perasaan senang karena karyanya dihargai.

 

2)      Semakin canggihnya teknologi maka akan semakin maju perkembangan belajarnya

Canggihnya teknologi ternyata mampu membangun motivasi dalam diri peserta didik untuk belajar. Hal inilah yang membuat pikirannya terasah untuk menemukan pengetahuan baru.

 

3)      Tugas guru berkurang

Dengan peserta didik yang melinbatkan dirinya dalam proses belajar itu juga akan mengurangi tugas guru karena guru hanylah failisator peserta didik. Guru tidak lagi memberikan ‘ceramah’ yang panjang, cukup dengan memberikan pengarahan-pengarahan.

 

4)      Mendekatkan satu dengan yang lainnya

Bimbingan guru kepada peserta didik akan mempererat hubungan antar keduanya. Seringnya berkomunikasi akan menciptakan suasana yang nyaman karena peserta didik tidak merasa takut atau tertekan. Begitupun antar peserta didik. Berdiskusi atau belajar kelompok akan membuat persahabatan semakin erat, memahami satu sama lain, menghargai perbedaan dan menumbuhkan rasa tolong menolong.

PENUTUP

Belajar adalah cara seseorang untuk tahu dan untuk bisa mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Hasil yang dicapai tidak lepas dari proses, sumber belajar dan sarana prasarana yang mendukungnya serta teori dan praktek sebagai acuan atau panduan untuk membantu pencapaian tersebut. Teori belajar pun tidak ada yang sempurna, pasti ada unsur kurang dan lebihnya. Oleh karenanya seorang pendidik dan peserta didik harus mampu menerapkan berbagai macam teori belajar agar pembelajaran yang dilakukan bisa optimal.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. “TeoriBelajarHumanistik”.2009.http://www.trimanjuniarso.files.wordpress.com/2008/…/teoribelajar-humanistik. Di download pada tanggal 3 Mei 2014 pukul 15.29 WIB.
  2. “TeoriBelajarHumanisme”.http://edukasi.kompasiana.com/2011/10/24/teoribelajar-humanisme. Di download pada tanggal 3 Mei 2014 pukul 15.32 WIB.
  3. Wardani, Muhammad.2013.”Teori Belajar Humanisme.” http://www.teoribelajarhumanisme.com. Di download pada tanggal 3 Mei 2014 pukul 15.23 WIB.

 

___________

Disusun Oleh:

Eltiana Laudia

 

Advertisements

One thought on “Kekurangan Dan Kelebihan Teori Behavioristik Dan Humanistik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s