Khutbah Jumat: Energi Sabar

ALBA News | Kamis, 21 Januari 2021. Berikut ini naskah khutbah Jumat untuk bulan November 2020. Sekiranya ada yang berlebih, dikurang. Ada yang kurang boleh di tambah. Semoga bermanfaat:

Unduh naskah versi pdf pada tautan ini:

Khutbah Jumat 2021_Energi Sabar (pdf)

 

___________________________________

Energi Sabar

Afid Burhanddin

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah, dengan mencermati semua perbuatan yang akan kita lakukan. Sekiranya itu perintah Allah, maka laksanakan. Jika itu larangan Allah, maka batalkan. Dengan bertakwa, insyallah kita akan menjadi manusia yang bahagia. Dunia maupun di akhirat.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Jika diperhatikan dengan seksama, sesungguhnya Allah Swt mencintai kita. Kecintaan itu, diwujudkan dengan datangnya ujian atau cobaan yang bertubi-tubi menimpa kita.

Ujian itu ada yang dihadirkan berwujud harta. Ada yang berwujud pekerjaan. Ada pula berupa keluarga. Bahkan ada ujian yang berupa sakit yang mendera tubuh kita. Entah kepala kita yang sakit. Kaki kita yang sakit. Atau organ penting di dalam tubuh kita yang sakit.

Allah Swt dalam Surah Al-Baqarah ayat 214 berfirman:

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira, bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan Serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Kapan datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Kehadiran ujian atau cobaan yang berulang-kali, tidak otomatis membuat semua manusia sadar. Ada yang tetap dengan kesombongannya. Tabiat buruk tidak segera diubah. Padahal beberapa organ penting di dalam tubuhnya, sedang tidak seperti kala ia muda.

Ada yang tetap enggan berzakat dan bersedekah, padahal Allah telah cukupkan harta dan kekayaan kepadanya. Semakin tua semakin merasa tidak cukup. Semakin tua semakin menimbun harta.

Ada yang lupa mengajak anggota keluarganya, untuk memakmurkan Masjid dan Mushola. Enggan mendatangi sholat berjamah, padahal Allah telah cukupkan nikmat yang tiada tara, berupa keluarga yang bahagia.

Ada yang lupa jika dulu pernah berdoa. Minta diberikan pekerjaan. Tapi setelah Allah mengabulkan doanya, pekerjaan diterimanya, ia justru terlena. Tenggelam dalam pekerjaannya. Lalu lupa kepada Sang Pencipta.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Bahwa pada hakikatnya, segala yang hadir menyertai kita adalah sebuah ujian. Ujian kehidupan. Apakah kita akan lulus dalam ujian itu, atau justru kita gagal menjalaninya.

Ada manusia yang sadar jika Allah mengujinya. Tetapi tidak sedikit pula yang tidak sadar, bahwa ia sedang menjalani ujian.

Rasullullah Saw. bersabda:

اِذَا اَحَبَّ اللهُ عَبْدًا اِبْتَلَاهُ, فَاِنْ صَبَرَ اجْتَبَاهُ وَانْ رَضِيَ اصْطَفَاهُ

“Jika Allah Swt mencintai seseorang, maka Ia akan mengujinya. Kalau orang itu sabar, maka Allah akan menjadikannya mujtaba. Dan jika ia ridha/rela, maka Allah akan menjadikannya sebagai mustofa.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Berdasarkan hadits tersebut, ada dua kelompok yang akan dicintai oleh Allah. Karena telah berhasil menjalani ujian. Satu kelompok menghadapi ujian itu dengan kesabaran. Dan satu kelompok lainnya, menghadapinya dengan kerelaan.

Mereka yang mampu menghadapi ujian dengan kesabaran, itulah para mujtaba. Yang berarti, manusia yang mulia.

Dan mereka yang menghadapinya dengan kerelaan, itulah mustofa. Yang artinya, manusia pilihan yang istimewa.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Seperti apa sosok mustofa itu? Figur mustofa telah ada dalam diri Rasulullah Saw. Dialah Nurul Musthafa. Cahaya pilihan.

Ia adalah manusia sempurna, yang rela di lempari kotoran unta oleh kaumnya. Padahal ia memiliki pilihan untuk membalas. Sebagaimana yang ditawarkan oleh malaikat Jibril. Tapi, pilihan itu tidak ia manfaatkannya.

Ia rela menggembala kambing. Padahal ia adalah manusia yang paling berwibawa. Di dalam budaya Arab saat itu, pekerjaan penggembala kambing, memiliki derajat yang rendah diantara pekerjaan lainnya.

Dialah manusia yang rela diusir dari tanah kelahirannya. Lalu memutuskan hijrah menuju Madinah.

Dialah yang rela menahan tentara untuk tidak menyerang Mekah dan memilih menyetujui perjanjian Hudzaibiyyah. Meski berkali-kali dikhianati.

Sungguh gelar mustofa memang layak disandang olehnya. Rela menerima ujian dan cobaan dalam bentuk apa saja, yang ditimpakan kepadanya.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Lalu bagaimana dengan mujtaba? Kita bisa mendapat predikat mujtaba, jika kita mampu sabar dalam menjalani segala ujian, yang menimpa diri kita.

Setidaknya ada tiga macam jenis sabar. Pertama, sabar menjalani kewajiban kepada Allah. Kedua, sabar menghindar dari larangan Allah. Ketiga, sabar manakala ditimpa musibah dari Allah.

Sampai kapan kita bisa dikatakan sebagai seorang yang sabar? Dan apa indikatornya bagi orang yang telah berlaku sabar?

Jamaah Jumat rohimakumullah

Bagi yang telah menjalankan sabar, akan terasa kedamaian dalam hatinya. Inilah indikator sabar yang sebenarnya. Diri sendirilah yang bisa mengukurnya.

Sabar akan menjadikan para pelakunya, memiliki hati yang lapang. Yang berakibat pada kehidupan yang lebih tentram.

Apa yang kita miliki, pada hakikatnya akan kembali kepada Allah. Ini seperti disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 156:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kita semua pasti akan kembali.”

Jamaah Jumat rohimakumullah

Mari kita kembalikan semuanya kepada Allah. Segala peristiwa yang terjadi pada diri kita, pastilah atas sepengetahuan Allah. Karena itu, mari perkuat sikap husnudzan atau berbaik sangka kepada Allah. Allah tentu telah menyiapkan semua yang terbaik untuk kita.

Apa yang baik menurut Allah, belum tentu baik menurut prasangka kita. Apa yang kita rasa baik, belum tentu ridha Allah menyertainya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.  أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيـِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ (أَمَّا بَعْدُ)

فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين. اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فَلِسْطِينَ. اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ. اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ . اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّين.  بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا, رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَآ أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s