Pengertian dan Unsur-unsur Pendidikan

Dalam kehidupan manusia tidak akan lepas dari yang namanya pendidikan. Pendidikan merupakan modal dasar dalam mencapai kehidupan yang sejahtera. Pendidikan adalah proses belajar menuju kehidupan yang lebih baik dari hal-hal yang terkecil hingga terbesar dengan cara mentransfer keilmuan untuk mencerdaskan siswa dalam memperbaiki akhlak siswa. Pendidikan bekal untuk mengejar semua yang ditargstkan oleh seseorang dalam hidupnya sehingga tanpa pendidikan, maka logikanya semua yang diimpikannya akan menjadi sangat sulit untuk dapat diwujudkan. Faktanya , memang tidak semua orang yang berpendidikan sukses dalam perjalanan hidupnya, tetapi jika dilakukan perbandingan maka orang yang berpendidikan tetep jauh lebih banyak yang bisa mengecap kesuksesan dari pada orang yang tidak pernah mengecap pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal.

Pendidikan adalah alat untuk pengembangan diri, mental, pola pikir yang juga kualitas diri seseorang. Jika orang yang sudah dibekali ilmu saja terbukti masih ada atau bahkan banyak yang mengalami kegagalan, lalu bagaimana dengan dengan mereka yang tidak dibekali ilmu sama sekali? Logikanya sudah pasti mereka yang lebih kesulitan dalam mengembangkan hal-hal yang diminatinya dengan tujuan untuk mendapatkan level kehidupan yang lebih baik. Proses hidup membutuhkan teori, dan dengan pendidikan teori tersebut bisa didapatkan. Apapun alasanya, setiap orang tetap membutuhkan pendidikan. Meskipun pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, namun pendidikan akan membekali kualitas diri yang lebih baik sehingga akan lebih berpeluang untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan.pendidikan adalah prioritas untuk merealisasikan semua impian. Dalam pendidikan terdapat beberapa aspek yang dapat memengaruhi perkembangan perilaku dan pribadi suatu individu yang harus dipahami bersama diantaranya adalah pendidikan fisik dan psikomotorik.

 

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN PENDIDIKAN
    1. Pengertian Pendidikan Secara Luas

Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Segala situasi hidup yang mempelajari pertumbuhan individu, suatu proses pertumbuhan dan perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir.

  1. Pengertian Pendidikan Secara Sempit

Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal, segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.

  1. Definisi Pendidikan Berdasarkan Fungsi

1)      Pendidikan Sebagai Proses Transfarmasi Budaya

Sebagai proses transfarmasi budaya dari satu generasi ke generasi yang lain, nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transfarmasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga bentuk transfarmasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab dan lain-lain.

2)      Pendidikan Sebagai Proses Pembentukan Pribadi

Sebagai proses pembentukan pribadi pendidikan diartikan suatu kegiatan yang sistematik dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa dan oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri.

3)      Pendidikan Sebagai Proses Penyiapan Warga Negara

Diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.

4)      Pendidikan Sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Diartikan sebagai kegiatan membimbing  peserta didik sehingga memiliki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan dan ketrampilan kerja pada calon luaran.

  1. Definisi Pendidikan Menurut GBHN

GBHN 1988(BP 7 pusat, 1990: 108) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk meningkatkan  kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

  1. Pendidikan Menurut Para Ahli

1)      Plato (filosof Yunani yang hidup dari tahun 429 SM-346 M) mengatakan bahwa: “pendidikan itu ialah membantu perkembangan masing-masing dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang memungkinkan tercapainya kesempurnaan”.

2)      Aristoteles (filosof terbesar Yunani yang lahir pada tahun 384SM-322 SM) mengatakan bahwa: “ pendidikan itu ialah menyiapkan akal untuk pengajaran”.

3)      Ibnu muqaffa (salah seorang tokoh bangsa Arab yang hidup tahun 106 H-143 H) mengatakan bahwa: “pendidikan itu ialah yang kita butuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani.”.

4)      Rousseau (filosof Prancis, 1712-1778 M) mengatakan bahwa: “pendidikan ialah pembekalan diri kita dengan sesuatu yang belum ada pada kita sewaktu masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya diwaktu dewasa”.

5)      James mill (filosof Inggris, 1773-1836) mengatakan bahwa: “pendidikan itu harus menjadikan seseorang cakap, agar dia menjadi orang yang senantiasa berusaha mencapai kebahagiaan untuk dirinya terutama dan untuk orang lain selainnya”.

6)      John dewey (filosof Chicago, 1859 M-1952 M) mengatakan bahwa: “ pendidikan adalah membentuk manusia baru melalui perantaraan karakter dan fitrah, serta dengan mencontoh peninggalan-peninggalan budaya lama masyarakat manusia”.

7)      Jean-jacques rousseau (filosof swiss 1712-1778) menurutnya: “pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, tetapi kita membutuhkannya diwaktu dewasa.”

8)      Langeveld adalah seorang ahli pendidikan bangsa Belanda ahli ini merumuskan pengertian pendidikan sebagai berikut: “pendidikan adalah bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dangan bantuan orang lain”.

9)      Ki hajar dewantara (bapak pendidikan nasional indonesia, 1889-1959) merumuskan pengertian pandidikan sebagai berikut: “pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan badi pekerti (karakter, kekuatan batin), pikiran dan jasmani anak-anak selaras dangan alam dan masyarakatnya”.

10)  Darnelawati (1994) berpendapat bahwa pendidikan formal adalah pendidikan disekolah yang berlangsung secara teratur dan bertingkat mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat. Tujuan pendidik adalah untuk memperkaya budi pekerti, pengetahuan dan untuk menyiapkan seseorang agar mampu dan trampil dalam suatu bidang pekerjaan tertentu.

 

2. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN

Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:

  1. Subyek yang dibimbing (peserta didik).
  2. Orang yang membimbing (pendidik).
  3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif).
  4. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan).
  5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan).
  6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode).
  7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan).

Penjelasan:

a)      Peserta didik

Peserta didik berstatus sebagai subyek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subyek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:

  • Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik.
  • Individu yang sedang berkembang.
  • Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.
  • Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.

b)      Orang yang membimbing (pendidik)

Yang dimaksud pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan dan masyarakat.

c)      Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif)

Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.

d)     Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan)

  • Alat dan metode

Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efesiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.

  • Tempat peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan)

Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

 

 

 

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN:

Pendidikan adalah suatu konsep dasar yang bersifat atau bertujuan mengarahkan membimbing dan membina dari suatu hal yang tidak diketahui menjadi suatu hal yang diketahui baik secara umum maupun pribadi. Dengan struktur, arahan, sarana dan prasarana yang telah terencana sehingga mendukung proses pendidikan tersebut dan dapat dihasilkan suatu serapan materi yang penting. Biasanya hal ini berkaitan dengan landasan dan ketulusan hati sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara terbuka. Jadi pendidikan itu adalah suatu hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua imdera kita seperti makanan dan minuman, dengan yang lebih kita butuhkan untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani.batasan pendidikan yang dibuat oleh para ahli yang beraneka ragam dan kandungannya berbeda yang satu dangan yang lain. Perbedaan tarsebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan atau karena falsafah yang melandasinya, dan unsur-unsurnya:

  1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).
  2. Orang yang membimbing (pendidik).
  3. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif).
  4. Kearah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan).
  5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan).
  6. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode).
  7. Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan).

 

  1. SARAN
    1. Bagi calon pendidik

Berusaha mengedepankan pendidikan agar pendidikan bisa berjalan dengan baik.

  1. Bagi calon pendidik

Supaya memilih metode yang tepat agar proses pendidikan dapat dengan mudah diterima peserta didik.

  1. Bagi lembaga pendidikan

Berusaha mengkoordinasi sistem pendidikan agar pendidikan dari tahun ke tahun dapat menunjukkan keunggulannya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Tirtaraharja, 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Ihsan, 2008. Dasar-dasar Kependidikan. Bandung: Rineka Cipta

Notoadmojo, 2003. Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

 

Fitrotul Mabruroh, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Pengantar Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M. Pd.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s