Pengelolaan Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan

Sekolah dan masyarakat merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan. Karena keduanya saling membutuhkan. Sekolah ada karena masyarakat. Dan masyarakatlah yang berpartisipasi dalam pendidikan di sekolah. Keterlibatan masyarakat dalam pendidikan akan mempengaruhi pendidikan itu sendiri. Maju dan tidaknya pendidikan tergantung dari bagaimana dan sejauh mana masyarakat memandang pendidikan. Partisipasi dari merekalah yang membuat pendidikan penting. Banyak sekali hal yang dapat dilakukan masyarakat dalam pendidikan.

Partisipasi masyarakat dalam pendidikan, tidak hanya dalam hal mendidik anak belak. Apalagi orang tua dan sekolah bersama-sama untuk mencerdaskan mereka. Tetapi banyak hal dan hubungan yang dapat dilakukan bersama-sama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mendidik anak-anak yang nantinya akan hidup sebagai anggota masyarakat yang terdiri atas bermacam-macam golongan, jabatan, status sosial dan bermacam-macam pekerjaan, sangat memerlukan adanya adanya hubungan kerjasama itu.Selain itu, partisipasi masyarakat juga diharapkan dalam hal perubahan dalam pendidikan. Masyarakat diharapkan dapat memberikan kritik dan saran yang membangun dalam pendidikan di sekolah demi majunya sebuah pendidikan. Karena masyarakat juga menginginkan agar sekolah bisa memberi pengaruh positif terhadap perkembangan masyarakat terutama untuk meningkatkan perkembangan putra-putri mereka. Maka dari itu, perlu adanya pengelolaan yang baik dalam hubungan antara masyarakat dan sekolah. Agar tercipta pendidikan yang baik dan berkualitas.

 

Hakikat dan Definisi

Pandangan filosofis tentang hakikat sekolah dan hakikat masyarakat dan bagaimana hubungan antara keduanya.

  1. Sekolah adalah bagian yang integral dari masyarakat; ia bukan merupakan lembaga yang terpisah dari masyarakat.
  2. Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat.
  3. Sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota-anggota masyarakat dalam bidang pendidikan.
  4. Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkorelasi; keduanya salng membutuhkan.
  5. Masyarakat adalah pemilik sekolah; sekolah ada karena masyarakat memerlukannya.

 

Dari pandangan filosofis tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sekolah merupakan bagian dari masyarakat. Karena sekolah berfungsi untuk melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Dan keduanya saling membutuhkan. Sekolah ada karena masyarakat membutuhkannya. Masyarakat harus dan wajib membantu dan bekerjasama dengan sekolah agar apa yang diolah dan dihasilkan sekolah sesuai dengan apa yang dikehendaki dan dibutuhkan masyarakat. Selain itu, antara sekolah dan masyarakat terjadi komnikasi dua arah untuk bisa saling memberi dan saling menerima. Komunikasi tersebut bertujuan untuk saling memberi informasi dan berrpartisipasi memina pendidikan. Jones (1969, h.388 ) menyambut hubungan  dengan masyarakat itu sebagai hubungan dua arah tempat memadu ade antara sekolah dengan masyarakat untuk melahirkan saling pengertian. Jadi, masyarakat yang mempunyai kepentingan denagn pendidikan, memberikan ide atau informasi tertentu kepada sekolah. Hal tersebut dilakukan agar dapat meningkatkan produktifitas pendidikan. Selain itu, agar sekolah dapat menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kondisi daerah tempat sekolah tersebut berada.

 

 

Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pendidikan

Partisipasi masyarakat dalam pendidikan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.

Pertama, partisipasi finansial yang diwujudkan berupa dukungan dana sesuai dengan kekuatan dan kemampuan masyarakat. Termasuk juga orangtua secara kolektif dapat mendukung dana yang diperlukan sekolah, yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan untuk keberhasilan pendidikan. Selain itu, lembaga bisnis dan industri diharapkan dapat menyisihkan anggaran untuk pemberian beasiswa pendidikan.

Kedua, partisipasi material yang diwujudkan dengan sumbangan bahan-bahan yang berkenaan dengan material bangunan, untuk penyempurnaan bangunan ruang dan tempat untuk kegiatan belajar agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Demikian juga masyarakat mendukung terciptanya lingkungan fisik yang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

Ketiga, partisipasi akademik yang ditunjukkan dengan kepedulian masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan akademik yang lebih berkualitas. Dukungan dapat diwujudkan dengan dukungan orangtua dan masyarakat untuk mengawasi dan membimbing belajar anak di rumah. Selain itu banyak lembaga-lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan yang dapat memberikan kesempatan untuk praktek atau magang. Hal ini dilakukan untuk memberikan wawasan secara nyata kepada peserta didik.

Keempat, partisipasi kultural yang diwujudkan dengan perhatian masyarakat terhadap terpeliharanya nilai kultural dan moral yang terdapat di lingkungan sekitar sekolah sehingga sekolah mampu menyesuaikan diri dengan budaya setempat.

Kelima, partisipasi evaluatif, yang diwujudkan dengan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengendalian dan kontrol terhadap penyelenggaraan pendidikan, sehingga masyarakat dapat memberikan umpan balik  dan penilaian terhadap kinerja lembaga pendidikan. Selain itu, masyarakat juga dapat berperan dalam penyusunan atau pemberi masukan dalam penyusunan kurikulum bagi sekolah. Agar kurikulum itu sesuai dengan kebutuhan siswa.

 

Pengelolaan Partisipasi Masyarakat Dalam Pendidikan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan sekolah atau lembaga pendidikan agar partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan semakin baik. Antara lain :

  1. Menjalin Komunikasi yang Efektif dengan Orang Tua dan Masyarakat.

Partisipasi orang tua dan masyarakat akan tumbuh jika orang tua dan masyarakat juga merasakan manfaat dari keikutsertaanya dalam program sekolah. Manfaat dapat diartikan luas, termasuk rasa diperhatikan dan rasa puas karena dapat menyumbangkan kemampuannya bagi kepentingan sekolah. Jadi prinsip menumbuhkan hubungan dengan masyarakat adalah  saling memberikan kepuasan. Salah satu jalan penting untuk membina hubungan dengan masyarakat adalah menetapkan komunikasi yang efektif.

2. Melibatkan Masyarakat dan Orang Tua dalam Program Sekolah

Disni sekolah harus memperkenalkan program dan kegiatan sekolah kepada masyarakat. Agar masyarakat lebih mengenal dan dapat membantu program tersebut. Selain itu, hal ini dilakukan agar hubungan masyarakat dan sekolah menjadi erat. Diharapkan juga masyarakat dan sekolah mengadakan kerjasama dalam hari-hari besar agama. Selain itu juga, sekolah perlu memberi tahu masyarakat tentang program unggulan sekolah agar menarik minat masyarakat.

3. Mengundang masyarakat dalam rapat tahunan sekolah.

Masyarakat perlu terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan. Dalam hal ini tentu sekolah harus transparan dalam hal kurikulum pembelajaran sekolah dan juga tentang biaya penyelenggaraan sekolah. Hal ini dimaksudkan agar orang tua tidak hanya menerima informasi dari sekolah. Tetapi masyarakat juga bisa memberikan informasi yang berkaitan dengan peserta didik agar pendidikan daptat berjalan dengan lancar. Selain itu, sekolah juga dapat melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan kebutuhan operasional maupun non operasional sekolah. Di forum ini masyarakat dan sekolah saling bertukar fikiran, mengeluarkan ide atau gagasan dan juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi baik oleh orang tua murid ataupun sekolah.Jadi sekolah dan masyarakat dapat saling bahu membahu dalam mengembangkan pendidikan.

 

Kesimpulan

Akhirnya dapat kita sadari bahwa partisipasi masyarakat dapat memberikan pengaruh dalam peningkatan kualitas pendidikan. Karena pendidikan adalah dari dan untuk masyarakat. Jadi tidaklah salah jika sekolah memberikan peluang sebesar-besarnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan. Selain daripada itu, sekolah juga harus menyikapi dengan bijak partisipasi masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dengan sekolah. Sekolah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi team yang solid dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah dan masyarakat diharapkan pula untuk dapat saling bertukar informasi, ide maupun gagasan demi kemajuan peserta didik dan pendidikan. Karena majunya pendidikan berarti semakin maju pula masyarakatnya.

 

 

 

Daftar Pustaka

Drs. M Purwanto, Ngalim.( 1991 ). Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

DR. Pidarta, Made. ( 1986 ). Pengembangan Supervisi Pendidikan, Bandung : Sarana Press.

DR. H. Sagal, Syaiful. ( 2009 ). Administrasi Pendidikan, Bandung : ALFABETA.

 

 

__________________________

 

Oleh : Tiyas Rusita

Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013 / 2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

STKIP PGRI PACITAN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s