Konsep Dasar Filosofi Munculnya Manajemen Pendidikan

Manusia itu sifatnya rasional, logik, dan selalu berkembang. Oleh karena adanya sifat yang ingin terus berkembang muncullah ide-ide inovasi dari berbagai kelompok manusia itu sendiri. Secara tidak langsung dan dalam kurun waktu tertentu ide-ide tersebut akan terkumpul melalui media yang ada dan menjadi suatu bahan pemikiran sekelompok manusia. Ide-ide yang ada dimungkinkan memiliki gagasan yang sama dan mengarah pada tujuan dan ambisi yang sama pula.

Dengan adanya tujuan yang sama dalam proses meraih sebuah pencapaian dibutuhkan suatu kerja sama dan wadahnya yaitu sebuah organisasi. Dimana kerjasama diharapkan akan melengkapi kekurangan yang satu dengan yang lainnya. Kerjasama yang terdiri dari pemikiran-pemikiran yang berbeda, di situlah akan tertuang pendapat-pendapat yang memiliki kekuatan dan prinsip masing-masing. Di satu sisi bagi sebuah organisasi, kerjasama merupakan kunci sukses karena sangat menentukan kelancaran kinerja organisasi yang bersangkutan.

Dalam suatu organisasi, muncullah keluhan-keluhan yang sering dikeluarkan oleh sementara orang yang mendapatkan layanan dari kinerja organisasi tersebut antara lain urusannya lambat karena pengaturannya buruk, agar usahannya dapat maksimal perlu pengaturan terlebih dahulu dan suatu perusahaan yang kacau itu artinya salah urus.

Berangkat dari keluhan-keluhan di atas dan pendapat-pendapat yang tersirat akan disatukan untuk dijadikan satu kekuatan besar dalam peraihan tujuan. Untuk mengedalikan kekuatan tersebut perlu adanya pengaturan demi jalannya kerjasama yang lancar. Pengaturan yaitu suatu pedoman atau aturan yang berfungsi mengatur hal-hal yang merupakan keharusan atau wajib dilakukan yang telah disepakati secara bersama. Dari hal tersebut muncullah istilah asing dalam bahasa Inggris manage yang berarti mengatur dan management berarti pengaturan. Dalam bahasa Indonesia dari unsur serapan asing tersebut muncullah istilah manajemen.

Istilah manajemen memiliki makna mengatur yang menunjuk kepada usaha kerja sama antara dua orang atau lebih dalam sebuah organisasi. Berkembang ke berbagai bidang organisasi sosial, pemerintahan dan pendidikan. Lebih lanjut spesifikasi pembahasan mengenai manajemen pendidikan. Manajemen pendidikan merupakan istilah yang belum lama didengar oleh masyarakat awam. Mengenal kosa kata baru berarti mempelajari hal baru. Semenarik apa hal tersebut akan dibahas.

Terkait manajemen pendidikan  akan lebih afdol dan lazim diketahui asal mula istilah manajemen pendidikan, konsep dasar manajemen penddidikan, bagaimana manajeman itu dapat dijalankan, fungsi-fungsi yang tercakup di dalamnya, tujuan pokok yang mengarah pada pendidikan serta bagaimana perkembangannya sebagai penunjang kelancaran dalam dunia pendidikan. Hal yang paling utama adalah mengetahui munculnya manajemen pendidikan itu sendiri yang terfokus pada satu tujuan yang ditetapkan. Manajemen di sini dilihat sebagai suatu sistem yang setiap komponennya menampilkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan terutama perkembangan pendidikan yang dituntut dalam setiap tahunnya. Untuk memperjelas manajemen pendidikan perlu penjelasan lain yang lebih bervariasi mengenai maknanya. Bagaimana dalam mengatur rangkaian rencana kegiatan, mengelola atau pelaksanaannya hingga sampai pada pengawasan atau penilaiannya sebagai berikut:

PANDANGAN TENTANG MANAJEMEN DAN PENDIDIKAN

  1. A.      Definisi Manajemen

Telah disinggung pada pendahuluan bahwa manajemen adalah pengaturan yang ada di dalam suatu organisasi atau lembaga yang di dalamnya melibatkan dua orang atau lebih. Meskipun cenderung mengarah pada satu fokus tertentu, para ahli masih berbeda pandangan dalam mendefinisikan manajemen dan karenanya belum dapat diterima secara unuversal. Namun demikian terdapat konsensus bahwa manajemen menyangkut derajat keterampilan tertentu. Untuk memahami istilah manajemen pendekatan yang dipergunakan antara lain:

  1. Berdasarkan pengalaman manajer, manajemen merupakan suatu proses sedangkan manajer dikaitkan dengan aspek organisasi (orang –  struktur – tugas – teknologi) dan bagaimana mengaitkan aspek yang satu dengan yang lain serta bagaimana mengaturnya sehingga tercapai tujuan sistem. (Fattah, 2009: 1).
  2. Pengertian lain dari manajemen berasal dari bahasa Inggris administration sebagai the management of executive affairs. Dengan batasan seperti ini maka manajemen disinonimkan dengan management suatu pengertian lebih luas (Encyclopedia Americana, 1978, p. 171). Dalam pengertian ini, manajemen bukan hanya pengaturan yang terkait dengan pekerjaan tulis-menulis, tetapi pengaturan dalam arti luas. (Arikunto, 2008: 2).

 

  1. B.       Definisi Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang prosesnya dimulai sejak usia dini. Di usia yang masih belum banyak memiliki memori-memori, sangat jernih dan mudah untuk menerima pelajaran dan pengalaman baru. Dalam Dictionary of Education dinyatakan bahwa pendidikan adalah: (a) proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup, (b) proses sosial yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol khususnya yang datang dari sekolah, sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Dengan kata lain pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang sifatnya permanen atau tetap dalam tingkah laku, pikiran, dan sikapnya.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat didefinisikan beberapa ciri pendidikan, yaitu:

  1. Pendidikan mengandung tujuan, yaitu kemampuan untuk berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidup.
  2. Untuk mencapai tujuan itu, pendidikan melakukan usaha yang terencana dalam memilih isi atau materi, strategi, dan teknik penilaiannya yang sesuai.
  3. Kegiatan pendidikan dilakukan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat (formal dan non formal).

Pendidikan berusaha mengembangkan potensi agar mampu berdiri sendiri. Untuk itu individu perlu diberi berbagai kemampuan dalam pengembangan berbagai hal, seperti; konsep, prinsip, kreativitas, tanggung jawab, dan keterampilan. Dengan kata lain perlu mengalami perkembangan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Demikian pula individu juga makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan lingkungan sesamanya. Semua itu dapat terwujud melalui pendidikan.

 

KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN

 

  1. A.      Kerangka Konsep

Shrode Dan Voich (1986), menyatakan bahwa kerangka dasar manajemen meliputi; philosophy, asumtions, principles, and theory, which are basic to the study of any discipline of management. Secara sederhana dikatakan bahwa falsafah merupakan pandangan atau persepsi tentang kebenaran yang dikembangkan dari berpikir praktis. Bagi seorang manajer falsafah merupakan cara berpikir yang telah terkondisikan dengan lingkungan, perangkat organisasi, nilai-nilai dan keyakinan yang mendasari tanggung jawab seorang manajer. Falsafah seorang manajer dijadikan dasar untuk membuat asumsi-asumsi tentang lingkungan, peran organisasinya dan dari asumsi ini lahir prinsip-prinsip yang dihubungkan dengan kerangka atau garis besar untuk bertindak. Seperangkat prinsip yang berkaitan satu sama lain dikembangkan dan diuji dengan pengalaman sebelum menjadi suatu teori. Untuk seorang manajer, suatu teori tentang manajemen sangat berfungsi dalam memecahkan masalah-masalah yang timbul. Oleh karena itu, falsafah, asumsi, prinsip-prinsip, dan teori tentang manajemen merupakan landasan yang manajerial yang harus dipahami dan dihayati oleh manajer. Keterkaitan cara pandang tentang manajemen, falsafah, asumsi, dan prinsip, serta teori dijadikan dasar kegiatan manajerial.

 

  1. B.        Deskripsi Konsep Sumber Daya Pendidikan

Banyak  sumber daya manajemen yang terlibat dalam organisasi atau lembaga-lembaga termasuk lembaga pendidikan, antara lain; manusia, sarana dan prasarana, biaya, teknologi, dan informasi. Namun demikian sumber daya yang paling penting dalam pendidikan adalah sumber daya manusia. Bagaimana manajer menyediakan tenaga, bakat kreativitas dan semangatnya bagi organisasi. Karena itu, tugas terpenting dari seorang manajer adalah menyeleksi, menempatkan, melatih dan mengembangkan sumber daya manusia. Persoalannya pengembangan sumber daya manusia mempunyai hubungan yang positif dengan produktivitas dan pertumbuhan organisasi, kepuasan kerja, kekuatan dan profesionalitas manajer.

Yang dimaksud dengan sumber daya manusia, menurut Shetty dan Vernon B. Bucher (1985) terkandung aspek; kompetensi, keterampilan/skill, kemampuan, sikap, perilaku, motivasi dan komitmen. Dalam pendidikan, jenis sumber daya berdasarkan ruang lingkup keterlibatannya ke dalam penyelenggaraan pendidikan dikelompokkan ke dalam SDM pendidikan dalam sekolah dan SDM pendidikan luar sekolah. Apabila dilihat dari segi tugas pokoknya, dibedakan menurut tenaga teknis, tenaga administratif dan tenaga penunjang. Selanjutnya dalam PP 38/1992 tentang Tenaga Kependidikan ditegaskan pengelompokkannya menjadi tenaga pendidik, (pembimbing, pengajar, pelatih, pengelola, pengawas, laboran, sumber belajar, peneliti dan penguji.

Persoalan pokok dalam pembinaan tenaga kependidikan adalah pembinaan etos kerja. Etos kerja adalah sikap mental untuk menghasilkan produk kerja yang baik, bermutu tinggi baik barang maupun jasa. Menurut Mochtar Buchari (kompas, 17 April 1993) etos kerja dipengaruhi oleh variabel sikap, pandangan, cara-cara dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang ada pada seseorang, suatu kelompok atau bangsa. Pembinaan etos kerja ini merupakan bagian dari pembinaan tata nilai (value system) dan dalam dunia pendidikan masalah ini tidak cukup diperhatikan. Pada pengembangan mutu SDM ini yang paling banyak dilakukan pembinaan keterampilan untuk melakukan sesuatu yang nyata seperti keterampilan komputer, menjahit, akuntansi dan sebagainya. Akan tetapi membentuk keinginan bagaimana melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sebaik-baiknya kurang diperhatikan. Tentunya hal ini hanya dapat terwujud jika kemampuan menghasilkan sesuatu yang bermutu itu ditunjang oleh etos kerja, motivasi tinggi untuk berprestasi. Bagaimana caranya memupuk etos kerja, yaitu salah satu usaha dengan menciptakan suasana kerja yang mengantarkan perilaku karyawan/guru ke arah yang lebih produktif secara langsung mengubah sikap, pandangan, harapan dan keterampilan/keahlian yang lebih efektif yang sekarang sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Dan ini merupakan tantangan para manajer/pimpinan pendidikan.

 

  1. C.      Muncullnya Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan suatu cabang ilmu yang usiannya relatif masih muda. Istilah lama yang sering digunakan adalah administrasi. Di UNY dahulu terdapat dua jurusan yang namanya menggunakan istilah administrasi yaitu jurusan Administrasi Perkantoran yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) pada tahun 2005 berganti nama menjadi (FISE) dan jurusan Administrasi Pendidikan yang merupakan salah satu jurusan di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Bagi orang-orang yang belum tahu betul keadaan dan misi kedua jurusan tersebut menganggap bahwa kedua jurusan itu sama, dan sering keliru menyebut atau keliru masuk. Sejak tahun 2005, jurusan Administrasi Pendidikan di FIP berubah nama menjadi Manajemen Pendidikan.

Dalam membicarakan batasan dan ruang lingkup Manajemen Pendidikan, akan makin jelas antara kedua juruasan itu. Istilah administrasi lebih cenderung menunjuk pada pekerjaan tulis menulis seperti pengurusan surat menyurat. Sedangkan manajemen menunjuk pada rangkaian kegiatan dari perencanaan akan dilaksanakannya kegiatan sampai penilaiannya. Lebih rinci kegiatan manajemen yaitu mengatur dan mengelola kelancaran kegiatan, mengatur kecekatan personil yang melaksanakan, pengaturan sarana pendukun, pengaturan dana dan lain-lain.

Pada waktu ini istilah-istilah yang digunakan dalam menunjuk pekerjaan pelayanan kegiatan adalah manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam. Beberapa definisi dan kutipan dari suatu sumber sebagai beikut:

  1. Menurut Leonard D. White, manajemen adalah segenap proses, biasanya terdapat pada semua kelompok baik usaha negara, pemerintah atau swasta, sipil atau militer secara besar-besaran atau secara kecil-kecilan.
  2. Menurut The Liang Gie, manajemen adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  3. Menurut Sondang Palan Siagian, manajemen adalah keseluruhan prose kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
  4. Menurut Pariata Westra, manajemen adalah segenap rangkaian perbuatan penyelengaraan dalam setiap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  5. Dalam kurikulum 1975 yang disebutkan dalam buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum IIID, baik untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menegah Atas, manajemen ialah segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam pengertian manajemen selalu menyangkut adanya tiga hal yang merupakan unsur penting, yaitu; usaha kerjasama, oleh dua orang atau lebih dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jika pengertian ini diterapkan pada usaha pendidikan maka sudah termuat hal-hal yang menjadi objek pengelolaan atau pengaturan. Lebih tepatnya, definisi manajemen pendidikan adalah sebagai berikut:

 

  1. 1.    Manajemen pendidikan adalah rangkaian segala kegiatan yang menunjuk kepada usaha kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
  2. 2.    Manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasai pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

RUANG LINGKUP MANAJEMEN PENDIDIKAN

Dalam membicarakan ruang lingkup Manajemen Pendidikan berikut terdapat empat sudut pandang, yaitu dari sudut wilayah kerja, obyek garapan, fungsi atau urutan kegiatan dan pelaksana.

  1. 1.    Ruang Lingkup Menurut Wilayah Kerja

Sistem pendidikan di negara Republik Indonesia adalah sistem sentralisasi. Kebijakan pendidikan dilakukan oleh pemerintah pemerintah pusat yang berkedudukan di Jakarta sebagai ibu kota negara. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merupakan pejabat yang memikul tanggungjawab kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan di seluruh negara. Pelaksana kebijakan dibantu oleh pemerintah propinsi, kabupaten, kecamatan serta unit-unit kerja.

Berdasarkan tinjauan wilayah kerja, maka ruang lingkup manajemen pendidikan dipisahkan menjadi:

  1. Manajemen Pendidikan Seluruh Negara, yaitu manajemen pendidikan untuk urusan nasional. Yang ditangani dalam lingkup ini bukan hanya pelaksanaan pendidikan di sekolah saja tetapi juga pendidikan luar sekolah, pendidikan pemuda, penyelenggaraan latihan, penelitian, pengembangan masalah-masalah pendidikan serta meliputi pula kebudayaan dan kesenian.
  2. Manajemen Pendidikan Satu Propinsi, yaitu manajemen yang meliputi wilayah kerja satu propinsi yang pelaksanaannya dibantu lebih lanjut oleh petugas manajemen pendidikan di kebupaten dan kecamatan.
  3. Manajemen Pendidikan satu Kabupaten/Kota, yaitu manajemen pendidikan yang meliputi wilayah kerja satu kabupaten/kota, meliputi semua urusan pendidikan memuat jenjang dan jenis.
  4. Manajemen Pendidikan Satu Unit Kerja, pengertian dalam unit ini lebih dititikberatkan pada satu unit kerja yang langsung mengenai pekerjaan mendidik misalnya; sekolah, pusat latihan, pusat pendidikan dan kursus-kursus.
  5. Manajemen Kelas, sebagai suatu satu kesatuan kegiatan terkecil dalam usaha pendidikan yang justru merupakan dapur inti dari seluruh jenis manajemen pendidikan. Dalam manajemen kelas inilah kemudian terdapat istilah pengelolaan kelas baik yang bersifat instruksional maupun manajerial.

 

  1. 2.    Ruang Lingkup Menurut Objek Garapan

Yang dimaksud dengan obyek garapan manajemen pendidikan dalam uraian ini adalah semua jenis kegiatan manajemen yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kegiatan mendidik. Sebagai titik pusat pandangan adalah kegiatan mendidik di sekolah. Namun karena kegiatan di sekolah tersebut tidak dapat dipisahkan dari jalur-jalur lingkungan formal maupun non-formal, maka tentu saja juga dibahas lingkup sistem pendidikan sampai ke tingkat pusat.

Ditinjau dari obyek garapan manajemen pendidikan, maka sekurang-kurangnya ada delapan obyek garapan yaitu: 1) manajemen siswa, 2) manajemen personil sekolah baik tenaga kependidikan maupun tenaga manajemen, 3) manajemen kurikulum, 4) manajemen sarana atau material, 5) manajemen tata laksana pendidikan atau ketatausahaan sekolah, 6) manajemen pembiayaan atau anggaran, 7) manajemen lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi pendidikan, 8) manajemen hubungan masyarakat atau komunikasi pendidikan.

 

  1. 3.    Menurut Fungsi atau urutan Kegiatan

Selanjutnya ruang lingkup manajemen pendidikan dalam bagian ini akan ditinjau dari fungsi atau urutan kegiatan pengelolaan. Dalam definisi manajemen terdapat istilah rangkaian kegiatan yang dilakukan pertama sampai kepada hal yang dilakukan terakhir. Orang sering menyebut urutan kegiatan ini sebagai fungsi administrasi. Adapun fungsi manajemen atau pengelolaan ini adalah; merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengawasi atau mengevaluasi.

 

  1. 4.    Menurut Pelaksana

Terakhir, ruang lingkup manajemen pendidikan ditinjau dari pelaksanaan. Banyak orang mengira bahwa yang bertanggungjawab melaksanakan manajemen pendidikan hanyalah kepala sekolah dan staf tata usaha. Pandangan itu tentu saja keliru. Manajemen adalah suatu kegiatan yang stafnya melayani. Dalam kegiatan belajar mengajar, manajemen berfungsi untuk melancarkan jalannya proses tersebut, atau membantu terlaksananya kegiatan mencapai tujuan agar diperoleh hasil secara efektif dan efisien.

Selain para administrator di sekolah seperti guru dan kepala sekolah, masih ada lagi pelaksana manajemen pendidikan yaitu orang-orang yang bekerja di kantor-kantor pendidikan dan pusat-pusat latihan atau kursus. Pelaksana manajemen di pusat latihan dan kursus mempunyai peranan dan tugas seperti pelaksana di sekolah. Tetapi pelaksanaan manajemen di kentor-kantor pendidikan agak berbeda dengan manjemen di sekolah. Pelaksanaan manajemen di kantor-kantor pendidikan merupakan pelayanan tidak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar. Kegiatannya adalah mengurus kurikulum, sarana, personil, siswa, biaya dan lain-lain kegiatan yang bersifat memperlancar pekerjaan guru dan siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan mendidik.

FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN

Fungsi-fungsi manajemen ini dikenal dan dipelajari oleh semua program yang menelaah masalah manajemen. Kejelasan tentang apa pengertiannya, mengapa perlu adanya fungsi-fungsi, dan bagaimana implementasi fungsi-fungsi tersebut, kiranya perlu difahami oleh semua orang yang terlibat di dalam manajemen. Adapun penjelasan dari masing-masing fungsi adalah sebagai berikut:

  1. 1.    Planning/Perencanaan

Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan serangkaian keputusan untuk mengambil tindakan di masa yang akan datang yang diarahkan kepada tercapainya tujuan-tujuan dengan sarana yang optimal. Perencanaan ini menyangkut apa yang akan dilaksanakan, kapan dilaksanakan, oleh siapa, di mana dan bagaimana pelaksanaannya.

Dalam pendidikan, ada beberapa manfaat adanya perencanaan seperti; menghasilkan rencana yang dapat dijadikan kerangka kerja dan pedoman penyelesaian penidikan, rencana menentukan proses yang paling efektif dan efisien untuk mencapai untuk mencapai tujuan pendidikan, dengan adanya rencana setiap langkah dapat diukur atau dibandingkan dengan hasil yang seharusnya dicapai, mencegah pemborosan uang, tenaga dan waktu serta mempersempit timbulnya gangguan atau hambatan.

 

  1. 2.    Organizing/Pengorganisasian

Dalam definisi manajemen disebutkan adanya usaha bersama oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan mendayagunakan sumber-sumber yang ada agar dicapai hasil yang efektif dan efisien. Pendayagunaan sumber-sumber yang ada inilah yang disebut manajemen, sedangkan usaha untuk mewujudkan kerjasama antar manusia yang terlibat kerjasama ini adalah pengorganisasian.

Di dalam manajemen terdapat adanya kepemimpinan, yaitu kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bersedia menyumbangkan pikiran dan tenaganya untuk mencapai tujuan bersama. Dalam pengorganisasian terdapat suatu arti penyatuan atau penghimpunan pikiran dan tenaga orang-orang yang tergabung dalam organisasi.

Sebagai langkah pertama diwujudkan dalam bidang-bidang organisasi usaha merupakan unit-unit yang ditangani secara khusus oleh orang-orang yang menguasai masalahnya. Pembidangan, pengunitan, dan pembagian tugas inilah yang akhirnya melahirkan sebuah susunan kesatuan-kesatuan kecil yang membentuk satu kesatuan besar dan dikenal dengan nama struktur organisasi yang menggambarkan posisi setiap unit yang menunjukkan keseluruhan dengan bagian-bagiannya.

 

  1. 3.    Actuanting/Pengarahan

Yang dimaksud dengan pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan untuk memberikan penjelasan, petunjuk serta bimbingan kepada orang-orang yang menjadi bawahannya sebelum dan selama melaksanakan tugas. Pengarahan dilakukan sebelum memulai bekerja berguna untuk menekankan hal-hal yang perlu ditangani, urutan prioritas, prosedur kerja dan lain-lainnya agar pelaksanaan pekerjaan dapat efektif dan efisien. Pengarahan yang dilakukan selama melaksanakan tugas bagi orang-orang yang terlibat dimaksudkan untuk mengingatkan atau meluruskan apabila terjadi penyelewengan atau penyimpangan.

 

  1. 4.    Controlling/Pengawasan

Pengawasan adalah usaha pimpinan untuk mengetahui semua hal yang menyangkut pelaksanaan kerja, khususnya untuk mengetahui kelancaran kerja pegawai dalam melakukan tugas mencapai tujuan. Kegiatan pengawasan sering disebut kontrol, penilaian, penilikan, monitoring, supervisi dan sebagainya. Tujuan utama pengawasan adalah agar dapat diketahui tingkat pencapaian tujuan dan menghindarkan terjadinya penyelewengan. Oleh karena itu pengawasan dapat diartikan sebagai pengendalian.

PENUTUP

Dari uraian yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa konsep dasar filosofi munculnya manajemen pendidikan berawal dari tahun 2005, jurusan Administrasi Pendidikan di FIP berubah nama menjadi Manajemen Pendidikan dan dalam kurikulum 1975 yang disebutkan dalam buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum IIID, baik untuk Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menegah Atas, manajemen ialah segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber (personil maupun materiil) secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

Dengan pengertian, Manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasai pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

RUANG LINGKUP MANAJEMEN PENDIDIKAN

  1. Lingkup Menurut Wilayah Kerja
  2. Ruang Lingkup Menurut Objek Garapan
  3. Menurut Fungsi atau urutan Kegiatan
  4. Menurut Pelaksana

FUNGSI MANAJEMEN PENDIDIKAN

  1. Planning/Perencanaan
  2. Organizing/Pengorganisasian
  3. Actuanting/Pengarahan
  4. Controlling/Pengawasan

Sebagai manusia yang memiliki sifat tidak pernah puas, pemikirannya yang terus berkembang dan menginginkan hal yang selalu lebih seperti halnya teknologi terus melakukan inovasi. Harapan dari terselesaikannya makalah ini adalah dapat menambah referensi dan inspirasi baru bagi seluruh pembaca untuk melakukan inovasi yang efektif dan efisien dalam bidang manajemen pendidikan. Kritik dan saran selalu penulis tampung demi perubahan yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Fattah, Nanang.  2009.  Landasan Manajemen Pendidikan.  Bandung:  PT Remaja

Rosdakarya.

Arikunto,  Suharsimi dan Yuliana,  Lia.  2008.  Manajemen Pendidikan.

Yogyakarta:  Aditya Media.

 

Pacitan, 20 Desember 2013

*) Erni Widiyawati, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas C semester 5. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Manajemen Pendidikan tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s