Guru Hasan

ALBA News | Senin, 13 Juli 2020. Umurnya baru genap 32 tahun. Tapi, larinya demikian cepat.

Gelar doktor dari Universitas Darussalam Gontor, tinggal menunggu waktu. Meski rasanya baru kemarin ia lulus sarjana strata satu.

Dulu, ia yang sering bertanya: ‘bagaimana?’. Saya yang menimpali: ‘begini saja’.

Kini, pola itu berubah. Sayalah yang lebih sering bertanya “bagaimana?’. Ia yang menjawab: “begini saja”.

Ia menjadi salah satu guru saya dalam hal mengelola TPA ALBA. Sebuah Taman Pendidikan Al Quran milik Mushola Al Barokah Sirnoboyo.

Perpaduan ilmu dari dua pesantren besar, Tremas dan Gontor, ada padanya. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak kata ‘begini saja’ yang keluar dari lisannya. Tak terhitung pula berapa jumlah kata ‘bagaimana’ yang keluar dari mulut saya. Yang saya tujukan padanya.

Rupanya mengelola TPA ALBA, tidak bisa sendiri. Butuh campur tangan yang muda, seperti Hasan Khalawi ini.

Mirip hubungan Mike Tyson dengan Constantino D’Amato. D’Amato yang membisikkan ide, Tyson yang mengeksekusinya.

Tyson yang bertanya ‘bagaimana’, D’Amato menjawab ‘begini saja’. Peran D’Amato nyaris tidak dikenal orang lain. Padahal, Tyson bukan siapa-siapa tanpa ada D’Amato di belakangnya.

Ada celah yang tak terlihat oleh Tyson, tapi terlihat jelas oleh D’Amato. Mata Tyson telah berkali-kali dihantam oleh musuh. Hingga tidak lagi jeli saat digunakan untuk melihat celah kelemahan musuh.

Emosinya terkuras saat di atas ring. Strategi D’Amato-lah yang menstabilkan emosinya.

Pun dengan Guru Hasan dan TPA ALBA.

Ia memang tidak banyak tahu masa lalu TPA ALBA. Tapi, dengan ‘begini saja’-nya telah membuat TPA ALBA tidak hanya menjadi cerita masa lalu saja.

Ia tidak mengerti banyak sumber daya di TPA ALBA. Tapi, dengan ‘begini saja’-nya menciptakan sumber daya yang baru di TPA ALBA.

Ia tidak banyak tahu cita-cita berdirinya TPA ALBA. Tapi, dengan ‘begini saja’-nya menjadikan cita-cita itu tidak hanya menggantung di angkasa.

Pelan-pelan, saya pahami ‘begini saja’-nya.

Pelan-pelan, saya modifikasi ‘begini saja’-nya.

Pelan-pelan, saya terapkan ‘begini saja’-nya.

Menghadapi mereka yang muda, bersinergi menjadi solusinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s