Pemilu ALBA

ALBA News | Selasa, 23 Juni 2020. Bukan ketua. Bukan pula koordinator. Mereka mintanya presiden.

Bukan seksi-seksi. Bukan pula devisi. Mereka mintanya menteri.

Lebih keren katanya. Santri Taman Pendidikan Al Quran Mushola Al Barokah (TPA ALBA) Sirnoboyo Pacitan ini, memang memiliki cara sendiri untuk menentukan istilah pemimpinnya.

Sekilas seperti lelucon. Bawa-bawa nama presiden. Soksok-an pakai istilah menteri. Tapi, inilah model pembelajaran politik yang sesuai dengan kadar logika mereka.

Inilah cara pembelajaran demokrasi bagi mereka yang umurnya baru berdigit satu. Juga bagi mereka yang umurnya baru saja menginjak kepala satu.

Anak-anak memang perlu mendapatkan pelajaran tentang politik semenjak dini. Melalui musyawarah, segala hal dapat lebih terarah. Melalui mufakat, segala perbedaan dapat diikat kuat. Dan inilah inti dari kata politik itu.

Persoalan politik itu kotor, yang kotor adalah oknumnya. Bukan sistemnya. Jika semenjak kecil dibiasakan dengan yang bersih, kelak di usia dewasa, mereka akan jijik dengan segala hal yang kotor-kotor.

Tanggal 1 Dhuqoidah 1441 H, Pemilu ALBA digelar. Hanya para pejuang subuh saja yang memiliki hak memilih dan dipilih. Mereka yang tidak terbiasa sholat subuh berjamaah di Mushola ALBA, tidak boleh memilih dan dipilih. Sekalipun kualitasnya lebih baik.

Ada 24 anak yang memiliki hak itu. Laki-lakinya 13 orang. Perempuannya 11 orang. Kesemuanya merupakan pejuang subuh di Mushola ALBA. Usianya diinterval 8-14 tahun.

Hasilnya, Gian Veto Nur Aisy terpilih sebagai presiden. Fadhil Arvian Candra Adhiyatma sebagai wakilnya. Veto berusia 14 tahun. Dan Fadil, berusia satu tahun lebih muda.

Pemilihannya menggunakan musyawarah mufakat. Bukan dengan voting. Gian Veto dipilih karena ini. Fadhil dipilih karena itu. Ini dan itunya telah dipaparkan oleh mereka yang berhak memilihnya.

Presiden ALBA membawahi delapan kementerian. Yakni: 1) Kementerian Kesekretariatan; 2) Kementerian Keuangan; 3) Kementerian Agama; 4) Kementerian Pendidikan; 5) Kementerian Bakat dan Olahraga; 6) Kementerian Komunikasi Media dan Informasi; 7) Kementerian Kewirausahaan dan Usaha Kreatif; 8) Kementerian Lingkungan Hidup.

Tiap kementerian dipimpin oleh seorang menteri. Dibantu oleh satu orang wakil dan staf menteri.

(Baca juga: Susunan Kabinet Subuh TPA ALBA)

Kabinet ini bernama kabinet subuh. Jadi, jika para anggotanya tidak mampu istiqomah sholat subuh berjamaah tanpa ada alasan yang jelas, ia harus rela mundur dari jabatannya. Termasuk presidennya.

Satu komentar pada “Pemilu ALBA”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s