Khutbah Idul Fitri: Energi Ikhlas

ALBA News | Senin, 11 Mei 2020. Berikut ini naskah khutbah Idul Fitri 1441 H bertema Covid19. Naskah ini untuk dibaca pada tanggal 1 Syawal 1441 H/2020 M. Sekiranya ada yang berlebih, dikurang. Ada yang kurang boleh di tambah. Semoga bermanfaat:

Unduh naskah lengkap di sini:
Khutbah Idul Fitri_2020_Energi Ikhlas

________________________________________

Energi Ikhlas

اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرْ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ,  اَللهُ أَكْبَرُ,  اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Jamaah Sholat Ied Rohimakumullah

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah, dengan mencermati semua perbuatan yang akan kita lakukan. Sekiranya itu perintah Allah, maka laksanakan. Jika itu larangan Allah, maka batalkan. Dengan bertakwa, insyallah kita akan menjadi manusia yang bahagia. Dunia maupun di akhirat.

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Di pagi hari ini, dengan penuh semangat melawan keraguan, kita berhasil mendatangi Mushola Al Barokah Sirnoboyo. Lalu berkumpul, menata shof, dan meluruskan barisan. Bahkan, sebagian para jamaah, rela tidak mendapatkan tempat yang lebih layak. Ikhlas untuk duduk di atas tikar di halaman Mushola. Demi menjalankan sholat Ied, secara bersama-sama.

Sudah lebih dari sebulan, kita dirundung rasa was-was yang teramat dalam. Ramadhan telah kita lalui dengan penuh waspada. Hadirnya Covid19 telah meruntuhkan sebagian keberanian kita. Dan sisa-sisa keberanian inilah, yang akhirnya mengantarkan raga kita, di Mushola Al Barokah tercinta.

Karena Covid19 pula, kita rela menutup sebagian muka dengan masker. Hadirnya Covid19, telah menyadarkan kita, pentingnya hidup bersih. Menyadarkan kita, pentingnya cuci tangan. Menyadarkan kita, pentingnya menjaga jarak.

Bukankah Islam telah mengatur yang demikian ini, jauh-jauh hari sebelum hadirnya virus corona. Melalui tata cara wudhu. Melalui perintah menutup aurot. Melalui aturan hubungan muhrim dan bukan muhrim. Tetapi, hati kita terlanjur tidak banyak melihat nilai hikmahnya.

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Semalam suntuk, gema takbir telah menggema. Mengagungkan nama Allah yang tiada dua. Menderaskan tangis mereka yang sedang di perantauan, yang hari ini, tidak bisa pulang, untuk sungkem kepada orang tua.

Hadirnya pandemi Covid19, telah berhasil memperpanjang rindu para orang tua kepada anaknya, kepada cucunya, yang terpaksa tidak pulang ke kampung halaman. Melalui hari yang fitri ini, mari kita ikhlaskan semuanya. Kita kembalikan kepemilikannya kepada Allah Swt. Bahwa anak, hanyalah titipan-Nya kepada kita.

Uang yang biasanya digunakan untuk pulang kampung, biar bisa digunakan oleh mereka, untuk menunjang hidupnya, di tengah situasi yang serba tidak menentu seperti ini.

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Momentum Idul Fitri tahun ini memang terasa berbeda. Nuansa kesederhanaan lebih nampak daripada tahun-tahun sebelumnya. Covid19 telah merubah semuanya, menjadi lebih sederhana. Lebih bersahaja. Lebih apa-adanya.

Inilah Islam. Islam tidak pernah mengajarkan bermewah-mewahan. Selama hidupnya, Nabi Muhammad Saw telah menyuguhkan keteladanan. Selama itupula, ia dikenal dengan pribadi yang sangat sederhana.

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Bersyukurlah kita tergolong dalam orang yang tidak terlalu berharta. Dengan ketidakpunyaan itu, kita lebih mudah menjadi seorang dermawan. Yang hatinya senantiasa berbalut energi ikhlas yang demikian kuat.

Sebagai permisalan, jika kita hanya memiliki harta berupa dua ekor ayam, diminta separuhnya, untuk kepentingan dakwah, pastilah kita akan memberi satu ekor itu dengan ikhlas. Tetapi, jika harta kita berupa dua ekor sapi limusin seharga 75 juta, diminta separuhnya, tentulah proses ikhlasnya, tidak akan sama pada saat kita hanya memiliki harta, dua ekor ayam. Padahal pembagiannya sama-sama 50%-nya.

Jika kita punya uang Rp50.000, diminta setengahnya untuk kepentingan umat, pastilah kita akan mau memberikan Rp25.000 dengan ikhlas. Namun, pada saat kita punya uang Rp100.000.000, diminta separuhnya, Rp50.000.000,- untuk kepentingan umat, ceritanya tidak akan sama, saat kita hanya punya uang Rp50.000. Padahal ukurannya sama-sama 50%-nya.

Inilah mengapa, di masa pandemi Covid19 seperti ini, energi ikhlas perlu kita bangkitkan kembali. Hingga tidak ada lagi rasa waswas yang terlalu dalam, menyelimuti kehidupan kita.

Energi ikhlas seperti inilah, yang tidak dimiliki oleh Tsa’labah Ibn Hathib al-Anshari. Hidup Tsa’labah teramat miskin. Bahkan karena kemiskinnya, pakainpun harus bergantian dengan istrinya.

Tsa’labah dikenal sebagai salah satu sahabat nabi yang tekun beribadah. Tetapi mengapa di akhir hayatnya, justru Allah geram dengan sifatnya. Bahkan, empat ayat diturunkan Allah untuk mengingatkannya dan mengingatkan umat Muslim yang lainnya.

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Suatu hari, Tsa’labah datang menghadap Rasullah. Ia memohon agar beliau berkenan mendoakannya, untuk menjadi orang kaya. Tetapi Rasulullah menolak mendoakan. Tsa’labah tidak gentar. Ia kembali datang. Bahkan untuk meluluhkan hati Rasulullah, Tsa’labah kemudian mengucap sumpah.

Allah abadikan kisah ini dalam dalam Surat At Taubah ayat 75:

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.”

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Singkat cerita, terkabullah harapan Tsa’labah menjadi orang yang kaya. Bermula dari satu ekor kambing, lalu beranak-pinak menjadi banyak. Namun, hadirnya kambing menjadikannya berpaling. Ia tidak lagi tekun ibadah. Hari-harinya disibukkan untuk mengurusi harta.

Saat kambingnya berjumlah 40 ekor, datanglah utusan Rasulullah untuk meminta zakat 1 ekor. Tetapi Tsa’labah tidak berkenan. Ia merasa kambingnya belum banyak. Saat kambingnya mencapai 80 ekor, utusan Rasulullah kembali datang untuk meminta zakat 2 ekor. Ia tetap tidak mau. Alasannya masih sama.

Allah berfirman dalam Surat At Taubah ayat 103:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Saat kambingnya mencapai ratusan jumlahnya, utusan Rasulullah kembali datang untuk menuntut kewajiban. Semakin banyak harta, semakin banyak pula zakat yang harus dibayarnya. Karena itulah, Tsa’labah lalu mengatakan kepada utusan: “Ini pemerasan”.

Kisah ini sejenis dengan ilustrasi di awal khutbah tadi. Perbandingan pemilik dua ekor ayam dan pemilik dua ekor sapi limusin. Yang sama-sama diminta 50%-nya, tetapi meninggalkan cerita keikhlasan yang berbeda. Padahal, kewajiban zakat tidak sampai 50% dari jumlah keseluruhan harta.

Allah berfirman dalam Surat At Taubah ayat 76-77:

فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ. فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Maka setelah Allah memberikan kepada mereka, sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka, Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka, sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri, apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya, dan juga, karena mereka selalu berdusta.”

Allah Akbar (3x) Walillahilham

Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah. Walaupun kita sedang berada pada masa-masa sulit seperti ini. Kita semua terdampak pandemi Covid19. Tapi, jangan pernah berhenti untuk mensucikan harta kita. Mari bangkitkan energi ikhlas dalam diri kita, melalui zakat dan sedekah. Merekalah yang akan menjadi teman, di hari setelah kematian.

Situasi ini, jangan sampai mengantarkan diri kita, menjadi Tsa’labah di era modern. Yang pandai berucap janji, saat usahanya terdampak pandemi, lalu mengingkari, saat situasinya tidak lagi seperti ini.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.  أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرْ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ

الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيـِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ (أَمَّا بَعْدُ)

فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا, رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَآ أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s