Iming-iming

ALBA News | Sabtu, 29 Februari 2020. Kisah ini masih berkaitan dengan Pefi. Pakai ‘f’, bukan ‘v’. Saya telah salah menuliskan namanya pada catatan sebelumnya. Yang telah membuahkan sulung ALBA. (Baca juga: Sulung ALBA)

Pefi cerita (31/01), jika kegiatan BKPRMI masuk ke dalam agenda Hari Jadi ke-275 Kabupaten Pacitan. Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Wilayah Pacitan itu hendak mengadakan Seminar Al Quran. Pembicaranya dua orang. Ketuanya sendiri, Erwin Hadi Kusuma, dan sang aktor Tausiyah Cinta.

Nama aktor itu, Zaky Ahmad Rivai. Google membantu saya mengenalkan pembicara yang kedua ini. Maklum, tidak ada televisi di rumah. Jarang tahu perkembangan infotainment. Termasuk baru tahu juga jika Bunga Citra Lestari menikah dengan Ashraf Sinclair. Itupun setelah Ashraf tercinta meninggal dunia.

Pefi butuh santri TPA ALBA untuk membuka kegiatan dengan bacaan Al Quran. Acaranya tanggal 23 Februari 2020. Di Gedung Karya Dharma, kompleks kantor Bupati Kabupaten Pacitan. Saya menyanggupi.

Sayembara saya umumkan di group WhatsApp. Seluruh wali santri TPA ALBA membaca. Juga saya sampaikan langsung kepada seluruh santri ALBA. Isi sayembaranya: setiap santri boleh ikut ngaji di ‘rumah’ Bupati, tapi harus dengan password. Yakni: Hafalan Surat An Nas s/d Al Insiqoh.

Saya mengira, hanya Suci, Syafa, Alifia, Lafrista, Labib dan Cahyo saja yang bakal lolos. Enam anak itu sudah setor hafalan lebih awal. Tidak disangka, Aril mengejar. Gara-gara sayembara ini, ia bisa menambah hafalan dua surat. Al Buruj dan Al Insiqoq. Ia setor, lulus.

Dibelakang Aril ada Sukma. Ia terus mengejar. Bahkan larinya sangat kencang. Kecepatannya delapan kali lipat dibanding Aril. Ia lebih cepat. Jika Aril dua, Sukma enam belas surat. Dalam interval waktu 22 hari. Dari Surat Al Adiyat hingga Al Insiqoq. Ia setor, lulus.

Sukma setoran tanpa Al Fajr. Surat itu sudah ia setorkan lebih dulu (17/01). Saat ada iming-iming tampil bagi mereka yang sudah hafal surat Al Fajr di Cangkrukan Milenial Cinta Al Quran (19/01). Penyelenggaranya, komunitas One Day One Juz (ODOJ) di serambi Masjid Agung Pacitan. Lantaran Pefi juga.

Baca juga: Sukma Ayu, Sabet Juara 3 dalam Cabang Tahfidz pada Ajang Prestasi Siaga

Dulu, saat Muzammil Hasballah hadir ke Pacitan. Tanggal  26 Juli 2019. Syafa dan Alifia mengalamai seperti Aril dan Sukma. Berlari kencang juga. Hasilnya, Syafa tambah dua surat. Alifia tambah tiga surat. Keduanya berhasil mendapatkan password hafal tujuh surat panjang. Surat Al Insiqoh hingga An Naba.

(Baca juga: Lebih Dekat)

Pun dengan Labib, yang merengek-rengek minta foto berdua dengan Muzamill. Tapi, gagal. Idolanya tidak berkenan melayani satu persatu. Waktunya sudah terlalu malam.

Rengek-rengeknya hilang, saat ada iming-iming Lomba Adzan. Ia bangkit untuk mencapai asanya. Iming-iming membuatnya tak bergeming.

Dan berhasil. Justru, Muzammil-lah yang akhirnya memanggil namanya dengan pelantang suara. Menyerahkan piagam dan piala. Lalu foto berdua.

(Baca juga: Makin Dekat)

Anak seusia Aril dan Sukma memang gampang goyah. Gampang terpengaruh. Cepat ambyar. Seperti ‘sego kucing ilang karété’. Keinginannya sesaat. Tapi, sekali dipicu, ia berkali-kali terpacu. Yang terlihat oleh indra, itulah yang dipinta.

Guru-guru TPA/TPQ perlu menyadari ini. Perlu banyak mencarikan momen. Menyuguhi iming-iming. Yang langsung bisa dinikmati oleh mereka. Hari itu juga. Bukan hanya imbalan pahala, nanti saat di Surga.

Inginnya anak itu sekarang. Tidak nanti-nanti. Lalu dengan perlahan, guru memasukkan faktor Allah di sela-sela ia menggapai iming-imingnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s