Tanda Dibalik Gerhana

ALBA News | Senin, 15 Juli 2019. Berikut ini adalah petikan naskah khutbah gerhana bulan pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019. Sebagai berikut:

Malam ini kita saksikan secara bersama-sama, bahwa telah terjadi gerhana bulan. Karena kejadian inilah, kita berkumpul di Mushola Al Barokah Winongan Sirnoboyo dengan niat yang sama. Yakni melaksanakan sholat khusuf (الخسوف). Sholat gerhana bulan.

Gerhana bulan pada dini hari ini, Rabu 17 Juli 2019, merupakan gerhana parsial. Tidak sampai total. Sebagian sinar bulan masih nampak. Sekitar lima jam lamanya kita menyaksikan sebuah tanda-tanda alam.

Siklus gerhana diawali dengan fase penumbra. Yang dimulai pukul 01.42 WIB. Kemudian dilanjut dengan fase umbra. Yang dimulai pukul 03.01 WIB. Dan dilanjutkan dengan fase gerhana parsial. Yang dimulai pukul 03.01 WIB.

Puncak gerhana terjadi pada pukul 04.30 WIB.  Bulan hanya nampak separuhnya. Setelah fase puncak itu, bulan masuk ke dalam fase umbra. Yang terjadi hingga pukul 05.59 WIB.

Siklus gerhana diakhiri dengan fase penumbra akhir. Yang terjadi hingga pukul 07:18 WIB.

Sudah tidak masanya lagi menganggap gerhana bulan adalah ulah dari Bethorokolo yang sedang lapar. Lalu beramai-ramai orang memukul kentongan. Agar Sang Bethorokolo takut. Dan pergi tidak jadi memakannya. Bukan. Gerhana bulan bukan perbuatan tangan Bethorokolo.

Pun, tidak elok rasanya memahami gerhana bulan, hanya semata-mata karena siklus alam. Yang disebabkan karena bulan berada pada satu garis lurus dengan matahari dan bumi.

Ada kekuatan yang lebih besar. Yang menutup cahaya bulan. Yang awalnya purnama. Lalu tersisa separuhnya. Hanya dalam satu malam.

Allah Swt berfirman dalam surat Fushilat ayat 37

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.”

Fenomena gerhana ditunjukkan kepada manusia sebagai bentuk ketundukan bulan kepada Allah. Mengapa Allah menundukkan bulan? Jawabannya adalah, agar manusia dapat menyaksikan kuasa-Nya.

Allah berfirman dalam Surat Al Mulk ayat 23

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

“Katakanlah: ‘Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati’. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.”

Berdasarkan ayat di atas, ada tiga modal yang diberikan Allah kepada manusia, yaitu: pendengaran, penglihatan, dan hati. Maka, Allah perlihatkan gerhana ini agar manusia dapat melihat dengan mata, mendengar dengan telinga dan merasakan dengan hati.

Etika di dalam Islam, untuk melihat, mendengar dan merasakan terjadinya gerhana adalah dengan sholat gerhana.

Andai gerhana bulan ada efek yang langsung bisa dilihat, didengar, dan dirasakan oleh manusia, maka, di malam ini, tidak ada yang berani keluar rumah untuk berfoto. Mengabadikan momen. Memanfaatkan bulan yang sedang berkurang ukurannya, sebagai background foto. Lalu mengunggahnya di media sosial. Semua orang akan hadir membersamai kita. Di Mushola Al Barokah ini.

Tetapi, Allah tidak memberikan efek langsung setelah terjadinya gerhana bulan. Karena inilah, tidak banyak orang yang menyadari bahwa gerhana ini merupakan bukti kekuasaan Allah.

Bulan adalah makhluk Allah. Yang selalu taat dengan perintah-Nya. Agar bergerak pada porosnya. Berkeliling pada garis edarnya.

Allah Swt., berfirman dalam surat Ibrahim ayat 33:

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ

Dan Dia (Allah) telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.

Hanya Allah sajalah yang bisa berkomunikasi dengan bulan. Ini menjadi tanda bahwa bulan tetap tunduk dan sujud dengan apa yang Allah amanatkan.

Gerhana ini sebagai wujud dari ayat kauniyahnya Allah. Juga sebagai dalil aqli. Agar manusia mau berpikir terhadap apa yang mereka alami. Allah telah memberikan pertanda bahwa peristiwa ini adalah sebagian kecil yang bisa dikerjakan oleh Allah. Namun tidak banyak orang yang menyadari bahwa ini adalah sebuah pertanda.

Dibalik gerhana, pasti terselip sebuah tanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s