Reuni Tercepat

ALBA News | Selasa, 2 Juli 2019. Ini reuni tercepat yang pernah saya hadiri. Berpisahnya baru enam hari. Namun, sudah reuni.

(Baca Catatan Harian 24 Juni 2019: Kambing Hitam)

Dua belas orang (mantan) peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Pacitan itu, mendapat undangan khusus. Langsung dari Kepala Desa Tamanasri, Tjahjo Eko Juono. Undangannya berbunyi: mohon hadir pada saat pelantikan perangkat desa. Tanggal 1 Juli 2019.

Terlantiknya dua orang. Satu pada posisi Sekretaris Desa. Satunya di Kasi Pelayanan. Keduanya buah dari seleksi. Tanggal 20 Juni 2019 lalu.

(Baca Catatan 21 Juni 2019: E-Filantropi)

Prosesinya sederhana. Tapi penuh makna. Para terlantik: Eko Feri Nugroho dan Joko Santoso. Menggunakan setelan jas hitam. Berpadu baju putih dan dasi merah. Menambah kesan muda dan bersahaja.

Pelantiknya, Tjahjo Eko Juono. Mengenakan setelan serba putih. Jas putih. Celana putih. Sepatu putih. Menguatan simbol kewibawaan yang harus dimiliki oleh seorang kepala desa.

Rohaniawannya, pejabat dari Kantor Urusan Agama Pringkuku. Dia mengenakan pakaian hitam. Sejenis toga wisuda. Dihadirkan sebagai peneguh sumpahnya Feri dan Joko.

Saya merinding saat Pak Tjahjo menyisipkan ayat Quran pada prosesi pelantikannya. Ia bacakan Surat Al Bqoroh ayat 224. Yang artinya: jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan islah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Sumpah ini mudah diucap dilisan. Namun, tidak mudah untuk melaksanakan.

Seisi ruangan hening. Saya sempat melirik istrinya Mas Fery. Begitu tegangnya. Orang tuanya juga. Mereka bangga. Bahwa anaknya, mampu melanjutkan pengabdian kakeknya. Sebagai sekretaris desa. Di desa yang sama.

Di sisi sebelah kiri saya. Ada keluarga Mas Joko. Hanya ada orang tua dan keluarga dekatnya. Istrinya belum ada. Mertuanya belum ada. Kasak-kusuknya, sebentar lagi, akan ada undangan akad nikah. Untuk saya, Seto dan teman-temannya.

Momen inilah yang mereka gunakan untuk reuni. Seto, Melani, Rendi, Wulan, Eka, Ely, Dani, Luthfi, Muslikhah, Puspa, Rudi, dan Yeliko, kembali menyapa warga. Memeluk Mbah Siwir. Induk semangnya. Membuka tirai kamar tempat tidur mereka. Mengintip dapur belakang. Hingga ke kamar kecilnya.

Tiap momen ada kesannya.
Tiap kesan ada momennya.
Tiap perjumpaan ada perpisahan
Tiap perpisahan ada perjumpaan

Reuni, telah mengulang masa-masa itu.

2 tanggapan untuk “Reuni Tercepat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s