Sang Penyamar

ALBA News | Selasa, 19 Maret 2019. Entah apa yang diperbuat oleh Tim 15 ini. Hingga membuat Nun Sukun dan Tanwin selalu menyembunyikan identitasnya. Kala bertemu mereka.

Nun dan tanwin adalah dua sahabat. Sejak kecil ia sudah berteman. Rahasia Nun Sukun, Tanwin tahu. Kekurangan Tanwin, Nun Sukun-pun tahu. Mereka sahabat sejati. Yang mau bersama bukan saat suka saja. Tapi saat duka melanda. Ia mau menanggungnya bersama.

Ia tidak hanya hadir saat dibutuhkan. Silaturahminya murni. Tidak pernah ia berdalih silaturrahmi hanya untuk memuaskan diri. Atau untuk pinjam uang semata. Ia sadar. Persahabatan yang didasari oleh keikhlasan. Melahirkan sebuah keabadian.

Ketakutan mereka berdua begitu kuat. Jati diri aslinya tidak berani ditampilkan. Ia hanya berani tampil samar. Di depan Tim 15 itu.

Padahal saat bertemu Tim 6, tim Idhar. Ia tidak begini. Ia berani menampilkan diri. Bahkan sangat percaya diri.

Ada apa gerangan si Nun Sukun dan Tanwin ini?

Saya beranikan diri bertanya ke Nun Sukun. Siapa Tim 15 itu. Dan tampil samar yang seperti apa yang dimaksud mereka. Saya makin penasaran.

Rupanya, Tim 15 itu bernama Tim Ikhfa Hakiki. Dinamakan tim 15 karena jumlah anggotanya lima belas.
Mereka adalah:  ت, ث, د, ذ, ز, س, ش, ص, ض, ط, ظ, ف, ق, ك

Barangkali karena jumlahnya banyak ini, Nun Sukun dan Tanwin menjadi minder. Terpaksa menyamarkan diri secara sungguh-sunggu. Saat bertemu diantara lima belas anggota itu.

Nun Sukun dan Tanwin sepakat untuk menyembunyikan suara ‘n’ menjadi ‘ng’. Bahkan pengucapan ‘ng’-nya itu ditahan sampai tiga ketukan. Tuk tuk tuk. Ada rahasia dibalik semua ini yang saya tidak mengerti.

Misalnya, saat mengucapkan kata اِنَ الْاِنْسَانَ (innalinsaana). Ia bunyikan menjadi ‘innalinngsaana’. Nun Sukun tidak berani berucap ‘innalinsaana’. Wujud dirinya disamarkan. Suara ‘in’ bersembunyi di balik ‘ing’. Dengan panjang tiga ketukan. Tuk tuk tuk.

Demikian pula dengan si Tanwin. Ia samarkan bunyi ‘bun’ menjadi ‘bung’. Dalam kalimat: عَذَابٌ شَدِيْدٌ. ‘Bung’-nya ia panjangkan tiga ketuk juga. Tuk tuk tuk.

Inilah kehidupan sang penyamar. Yang selalu menyisakan tanya dan penasaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s