Khidmat-nya Lina Erviana

ALBA News | Kamis, 14 Maret 2019. Beberapa waktu terakhir ini. Saya tidak lagi jumpa dengan Lina Erviana. Teman satu ruangan kerja. Hanya dipisahkan bilik. Setinggi dada orang dewasa.

Rasanya ada yang kurang. Biasanya di sebelah kanan bilik saya. Ada Lina Erviana. Saat ini, tidak lagi bisa tukar ilmu. Tidak lagi ada obrolan ilmiah antar bilik. Antar saya dan Lina

Bilik di kanan saya. Sudah sepi. Sunyi.

Meski sudah berkawan lama. Lina Erviana tetap tidak mau berjabat tangan dengan saya. Maunya hanya berjabat dengan para wanita saja. Semacam Vit Ardhiantama. Rekan sehari-harinya.

Konsep muhrim dan bukan muhrim. Rupanya ia pahami dengan seksama.

Ia hanya mau bicara yang penting-penting saja. Lebih banyak diam. Jika pembicaraan saya sudah menyasar kemana-mana.

Siang-siang begini. Biasanya ada yang seger-seger. Yang bisa disruput. Juga yang ‘kriuk-kriuk’. Yang disediakan cuma-cuma di mejanya.

Kali ini tidak. Saya tidak bisa berharap lebih. Tidak ada lagi makanan yang saya ambil di mejanya. Biliknya sepi. Menyisakan taplak meja. Dan beberapa alat peraga. Hasil pengumpulan tugas. Dari para mahasiswanya.

Kemana gerangan Lina Erviana?

Selidik demi selidik. Rupanya Lina sudah mengundurkan diri. Untuk sementara waktu. Cuti satu semester.

Lina Erviana memberanikan diri masuk ke ranah dakwah siyasi. Sebagai penyeimbang dakwah kulturan yang sudah lama digeluti. Menjadi pengasuh beberapa majelis taklim. Dari tempat satu. Ke tempat lain.

Lina Erviana rupanya telah ber-khidmat. Bersedia dicalonkan menjadi calon anggota legislatif. Mengemban amanah yang berat. Di daerah pemilihan Pacitan 1. Dengan cakupan Kecamatan Pacitan dan Pringkuku. Dari Partai Keadilan Sejahtera.

Politik tidak selamanya buruk. Karena ia hanyalah cara. Siasat untuk mengatur. Menuju yang lebih teratur. Setidaknya seperti ini yang Lina pahami.

Inilah alam demokrasi. Yang membolehkan warganya untuk memilih dan dipilih. Yang kebebasannya dijamin oleh undang-undang.

Takut berpijak di dua kaki. Tak mau memanfaatkan diri. Mendulang suara dari mahasiswa. Lina Erviana mundur. Untuk sementara waktu tidak menemani belajar mahasiswanya.

Seperti inilah yang seharusnya. Mundur jika saatnya harus mundur. Cuti jika memang harus cuti.

Tidak memanfaatkan fasilitas lembaga. Pun tidak berusaha membirukan. Atau menghijaukannya.

Satu semester genap ini. Ruang dosen PGSD. Yang mejanya ada 9 biji. Bakalan berkurang satu penghuninya. Menyisakan 8 meja. Tanpa Lina.

Selamat berkhitmat Lina Erviana!

Satu komentar pada “Khidmat-nya Lina Erviana”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s