Intip Perbekalan Mabit Santri TPA ALBA di Malam Tahun Baru Yuk!

Perbekalan Mabit Santri TPA ALBA

ALBA News | Selasa, 1 Januari 2018. Gelara mabit sudah usai. Malam pergantian tahun berhasil mereka lewati dengan kegiatan bermanfaat. Santri  Taman Pendidikan Al Quran Mushola Al Barokah (TPA ALBA) Winongan Sirnoboyo Pacitan Jawa Timur berhasil mengukir cerita. Cerita yang berbeda dengan kebanyakan anak-anak seusianya.

Tidak ada pesta, Tidak ada kembang api. Tidak ada tiupan terompet. Pun tidak ada hentakan musik yang memekikkan telinga. Juga mendebarkan isi dada.

Baca juga: Santri TPA ALBA Mabit di Malam Pergantian Tahun 2019

Lalu, perbekalan apa yang santri bawa kala mabit di malam pergantian tahun? Inilah jawabnya:

Perlengkapan sholat adalah bekala utama yang mereka bawa. Sarung dan peci bagi yang laki-laki. Mukena bagi yang putri. Ini akan mereka gunakan saat sholat. Baik sholat wajib maupun sunah.

Piranti untuk mengaji menjadi bekal yang kedua. Kitab Al Quran bagi yang sudah Kelas Quran. Kitab Tilawati bagi yang masih duduk di kelas Pra-Quran. Tentu lengkap dengan kartu prestasi dan kalamnya.

Alat tulis menjadi bekal ketiga. Sudah menjadi tradisi mabit di TPA ALBA. Selalu ada sesi untuk menulis kesan-kesan. Kadangkala juga menulis surat untuk orang tuanya.

Perlengkapan tidur bekal keempatnya. Selama lebih dari dua belas jam, mereka akan terpisah dengan orang tuanya. Terpisah di sepanjang malam. Tikar atau kasur tipis harus mereka bawa. Lantai keramik mushola Al Barokah terlalu dingin untuk punggung mereka. Bantal, guling, selimut sebagai pelengkapnya.

Perlengkapan gosok gigi bekal kelimanya. Mabit akan ada sesi gosok gigi sebelum dan sesudah tidur. Maka sikat dan pastanya menjadi bekal wajib yang harus mereka bawa.

Kaos ganti untuk tidur bekal keenamnya. Harus dibedakan mana baju untuk sholat dan baju untuk tidur. Harus beda. Agar sopan saat sholat. Sopan juga saat tidur.

Krim anti nyamuk menjadi bekal ketujuhnya. Antisipasi gigitan nyamuk itu perlu. Maka krim ini harus mereka siapkan. Apapun mereknya. Apapun wadahnya. Bisa botol, semprot atau sasetan.

Makan malam adalah saat yang ditunggu. Makan bersama teman-teman adalah kenikmatan yang tidak bisa tergantikan. Lauknya sederhana, tapi terasa nikmat. Bekal kedelapan inilah yang mereka bawa. Tentu sapu paket dengan minum dan makanan kecilnya.

TPA ALBA menganjurkan mereka membawa makanan dan minuman yang buatan sendiri. Tidak diperkenankan minuman berasa yang buatan pabrik. Bersoda-pun tidak. Apalagi berbau alkohol.

Inilah perbekalan mereka. Semua harus dibawa. Agar mabit semakin mengena.

Agar yang ikut merasakan sensasinya bukan hanya mereka. Tapi juga orang tuanya. Inilah bentuk dakwah. Karena dakwah tidak harus dengan ceramah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s