Refleksi Setahun Banjir: Jamaah Subuh Melonjak Seribu Persen

ALBA News | Rabu, 28 November 2019. Bencana selalu menyisakan cerita. Sudah berlalu satu tahun, namun suka dukanya selalu menarik untuk bahan cerita.

Baca juga: Air Setinggi Tiga Meter Membanjiri Mushola Al Barokah Sirnoboyo

Refleksi kali ini akan mengulas tentang jamaah subuh di Mushola Al Barokah. Mushola yang setiap hari digunakan mengaji oleh santri  Taman Pendidikan Al Quran Mushola Al Barokah (TPA ALBA) Winongan Sirnoboyo Pacitan Jawa Timur.

Kala itu, hanya ada lima hingga enam orang yang rutin ikut jamaah subuh di Mushola ALBA. Tidak nambah-nambah. Kadangkala, yang adzan itu imamnya. Yang iqomah, dia. Yang menjadi makmum, dia. Yang mengucap ‘sawu sufufakum’, dia. Dia pula yang menjawab ‘samikna wa atokna’.

Tapi itu dulu. Sudah satu tahun ini tidak terdengar imamnya adzan. Apalagi iqomah. Apalagi merangkap menjadi makmum.

Sekarang, jamaah subuh di Al Barokah sudah mencapai 50-an orang. Kadang lebih sedikit. Kadang kurang sedikit.

Peningkatannya drastis. Dari lima menjadi lima puluh. Capaiannya seribu persen jika dibulatkan. Dalam setahun.

Baca juga: Peta Dakwah Kampung ALBA

Bencana banjir telah membolak-balikkan hati para warga. Skenario Allah telah tepat. Banjir membuat warga kembali ke jalan yang benar. Sebagaimana yang dimaksud dalam Surat Ar Rum ayat 41:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, Supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Bencana telah membuat jamaah kembali. Meski banyak juga yang belum. Jumlah 50-an itu terdiri dari jamaah laki-laki, jamaah perempuan, juga anak-anak.

Jika dihitung secara matematis. Satu kali bajir, jamaah subuhnya bisa naik 1.000%. Berarti jika dua kali banjir, naiknya bisa 1.000% lagi. Menjadi 2.000%. Atau 100 orang.

Jika ingin menyamai jamaah subuh di bulan Ramadhan, kira-kira butuh berapa kali banjir? Selama jumlahnya masih berpaut jauh dari bulan Ramadhan, potensi peringatan yang sama akan senantiasa tiba. Dan keriuhan di tanggal 27-28 November 2017 akan kembali berulang.

Mari saling mengingatkan kembali. Ajak keluarga tercinta. Bujuk suami. Rayu istri. Seperti rayuan kala mengajaknya ke kursi pelaminan.

Mari bujuk juga anak-anak kita. Seperti kala kita membujuknya agar mau makan suapan nasi dari kita.

Menuju angka 2.000% di bulan November tahun 2019, jika harus melalui banjir seperti tahun itu, terlalu mahal. Terlalu melelahkan. Terlalu beresiko.

Cukuplah di tahun itu, November 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s