Belajar Tajwid, Sulitnya Seperti Mencari Jalan Jaksa Agung Suprapto

Santri ALBA sedang belajar tajwid

ALBA News | Kamis, 22 November 2018. Siapa yang tidak tahu letak alun-alun Pacitan. Semua orang Pacitan, pastilah tahu lokasi ini. Letaknya di pusat kota. Tempat rekreasi keluarga yang murah meriah. Untuk sekedar melepas lelah.

Bersih. Ada zona untuk anak-anak. Ragam kulinernya banyak. Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini, ada penampakan baru. Air mancur menari. Juga ada sangkar lampu di sudut tenggaranya. Bisa menari juga. Gemerlapan di kala malam tiba.

Lalu, siapa yang tahu dimana letak jalan Jaksa Agung Suprapto? Tidaklah mudah menemui orang Pacitan yang tahu letak jalan ini. Termasuk orang-orang yang sedang bergerombol menyaksikan tarian air mancur dan lampu sangkar di alun-alun itu.

Pun dengan perempatan Penceng. Tanpa ragu orang mudah menyebutkan letaknya. Tetapi tidak untuk jalan Basuki Rahmad.

Rumah masa kecil SBY. Presiden ke-6 Republik Indonesia. Pastilah orang Pacitan tahu. Tapi, tidak otomatis untuk jalan Jendral Gatot Subroto. Keraguan mulai muncul saat ditanya tentang jalan itu.

Orang akan mudah menunjuk letak Toserba Enggal 2. Bahkan seragam karyawannyapun terbayang. Batik motif warna merah jambu. Tetapi tidak untuk jalan Jendral Sudirman.

Inilah tajwid. Sulitnya belajar tajwid itu ibarat menghafal nama-nama jalan itu. Tahu lokasinya. Tetapi tidak tahu nama jalannya.

Bisa bacanya. Tapi tidak bisa menyebutkan hukum bacaannya. Tahu ketukan panjangnya. Tetapi ragu menyebut hukum mad-nya. Makin dipikir, makin terasa sulit.

Barangkali inilah yang dirasakan oleh santri  Taman Pendidikan Al Quran Mushola Al Barokah (TPA ALBA) Winongan Sirnoboyo Pacitan Jawa Timur. Saat sesi ujian tajwid. Mau naik tingkat. Tidak lulus semua.

Betul dengungnya. Tepat samarnya. Jelas jelasnya. Tetapi tidak yakin saat menyebutkan alasan mengapa dengung. Mengapa samar. Mengapa jelas.

Jalan yang ditempuh oleh TPA ALBA adalah remidi. Tetapi yang remidi bukan santrinya. Ustadznya yang harus diremidi. Pengelolanya yang harus remidi.

Pasti ada yang salah pada metode pembelajaran tajwidnya. Hingga tidak menyisakan satu santripun yang lulus.

Rapat via WA ditempuh. Hasilnya, ganti program. Ganti metode. Ganti teknik pembelajaran. Tidak menununggu sampai tahun 2019. Terlalu lama. Mulai Kamis (22/11), TPA ALBA berikhtiar meremidi pembelajaran tajwidnya. Nama programnya: Bisa Tajwid.

Agar santri bisa lulus saat ujiannya.

Agar mereka tidak seperti kebanyakan orang.

Yang bisa menunjuk alun-alun Pacitan, tetapi tidak untuk jalan Jaksa Agung Suprapto.

Yang tahu perempatan Penceng, tetapi tidak untuk jalan Basuki Rahmad.

Yang tahu toserba Enggal 2, tetapi tidak untuk jalan Jenderal Sudirman.

Yang tahu rumah masa kecil Presiden SBY, tetapi tidak  untuk jalan Jendral Gatot Subroto.

 

Afid Burhanuddin
Pengajar di TPA ALBA Pacitan

Satu komentar pada “Belajar Tajwid, Sulitnya Seperti Mencari Jalan Jaksa Agung Suprapto”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s