Ada Skenario Allah Pada Peristiwa Gempa Bumi

ALBA News | Kamis, 4 Oktober 2018. Rentetan gempa bumi yang terjadi pada beberapa pekan ini menjadi peringatan untuk kita. Lombok belum usai, muncullah Palu. Tentu, ini bukan hanya sebatas bencana alam semata. Ada campur tangan Allah dalam hal ini. Fenomena ini menjadi tema menarik untuk disampaikan dalam khutbah Jumat.

Berikut adalah naskah dari khutbah ini:

Judul:
Ada Skenario Allah
Pada Peristiwa Gempa Bumi

Versi pdf: Khutbah Jumat 2018_Ada skenario Allah dalam Gempa Bumi

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. 

Jamaah Jumat rohimakumullah

Mari kita bersama-sama meningkatkan takwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Kita jauhi segala larangannya. Dan kita laksanakan segala yang menjadi ketentuannya.

Akhir-akhir ini, kita dapat menyaksikan. Di berbagai media cetak. Juga di televisi. Gempa berkekuatan 7,7 SR, mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. Pada hari Jumat 28 September 2018.

Hingga Kamis kemarin, korban meninggal sejumlah 1.407 jiwa. Luka berat sejumlah 2.459 orang. 113 orang dinyataakan hilang. 152 orang masih tertimbun. Sejumlah 65.733 rumah rusak berat. Dan 70.821 warga mengungsi di 141 titik.

Kita bisa membayangkan bagaimana dahsyatnya bencana yang terjadi menjelang waktu magrib itu. Gempa bumi. Ditambah tsunami. Dan diperparah dengan fenomena tanah gerak. Tanah amblas. Atau dalam bahasa ilmiahnya, proses likuifasi.

Likuifaksi atau tanah gerak ini jika diibaratkan seperti saat kita sedang mengetuk-ngetuk toples untuk memasukkan suatu benda supaya ada banyak yang masuk ke dalamnya. Ini menyebabkan cairan atau material halus yang berada di bawah, naik ke atas. Inilah yang kemudian membuat tanah bercampur air, menjadi lumpur keluar dari dalam perut bumi Palu.

Gempa. Tsunami. Tanah gerah. Apa cukup di sini penderitaan warga Palu? Tidak. Bencana selanjutnya adalah penjarahan. Dalam situasi yang sedemikian genting, masih ada orang yang tega melakukan hal ini. Tidak berusaha bertaubat. Tidak menyesali perbuatan dosanya. Kondisi lapar, membuat orang semakin nampak watak aslinya. Bantuan yang harusnya sampai ditempat tujuan, dibegal oleh orang di jalanan.

Orang-orang yang lemah iman memanfaatkan situasi ini untuk memperkaya diri. Mengambil apapun yang bisa diambil. Tidak hanya sebatas makanan dan minuman. Tapi juga alat-alat elektronik hingga suku cadang mobil.

Jamaah Jumat rohimakumullah

Jika kita melihat kisah yang ada di dalam Al Quran, ada berbagai umat yang telah dimusnahkan melalui gempa bumi.

  1. Musnahnya Kaum Sodom

Kaum Sodom adalah umatnya Nabi Luth. Dalam Al Quran disebutkan, musnahnya umat Nabi Luth adalah karena gempa bumi. Anjuran dari Nabi Luth untuk meninggalkan homoseksual, lesbian, dan LGBT tidak dihiraukan oleh mereka. Puncaknya, Allah memusnahkan mereka dengan gempa bumi yang dahsyat, disetai angin kencang dan hujan batu. Kisah ini diabadikan dalam Surat Al Hijr 73-74

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ

“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.”

  1. Musnahnya Kaum Madyan dan Aikah

Kaum Madyan dan Aikah adalah umatnya Nabi Syuaib. Di saat itu, mereka senantiasa melakukan penipuan atau kecurangan dalam perdagangan. Mereka selalu mengurangi timbangan dan takaran. Peringatan dari Nabi Syuaib tidak dihiraukan. Akhirnya Allah memusnahkannya dengan gempa bumi yang dahsyat pula. Kisah ini diabadikan dalam Surat Al’Ankabuut: 37

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

“Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka”

  1. Musnahnya Kaum Tsamut

Kaum Tsamud adalah umat Nabi Saleh. Allah memusnahkan mereka dengan gempa bumi juga. Hal ini dikarenakan mereka tidak mempercayai Nabi Saleh AS sebagai seorang utusan Allah. Mereka ditimpakan azab berupa gempa, suara petir yang menggelegar yang menghancurkan rumah-rumah mereka. Kisah ini diabadikan dalam Surat Al-A’raf Ayat 78.

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

“Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.”

Jamaah Jumat rohimakumullah

Secara teori, gempa terjadi karena tumbukan dua lempeng bumi yang menimbulkan gelombang seismik.

Sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh memaknai hanya sebatas ini. Sebagaimana kisah yang terjadi pada kaum Sodom, Madyan, dan Tsamud, gempa dahsyat terjadi akibat tingkah polah manusia yang telah melampaui batas.

Kondisi Pacitan hampir sama dengan di Palu. Kemungkinan terjadi gempa besar bisa terjadi kapan saja. Sudah ada beberapa riset yang membahas tentang aktivitas tektonik di sekitar sesar Grindulu.

Sekali lagi, gempa bukan hanya fenomena alam saja. Ada skenario Allah di balik semua ini. Sebagaimana Surat Al Anfal 33

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”

Jamaah jumat rahimakumullah

Dari kisah ini. Mari kita ambil pelajaran. Kita ramaikan Masjid dan Mushola di lingkungan kita. Berlomba-lomba mengelola Masjid dan Mushola menjadi lebih baik. Kita kelola keuangan takmir dengan baik. Bukan hanya sebatas untuk melengkapi sarana fisik semata. Tetapi juga membangun sumber daya jamaahnya. Menyusun program untuk menarik anak agar betah di Masjid dan Mushola. Semoga pengelolaan Masjid Ainul Yaqin, Mushola Ar Rohim, dan Mushola Al Barokah bisa menjadi percontohan bagi masjid dan mushola di Desa Sirnoboyo ini.

Cukulah Allah menegur dengan air banjir pada November tahun lalu. Cukuplah sekali itu saja, kita menjadi pengungsi. Benar-benar mengalamai masa dimana uang tidak ada harganya. Harta benda hilang. Ternak mati. Dagangan ludes. Dalam satu malam. Pastilah kita masih ingat itu. Kecuali jika banjir tahun lalu belum menyadarkan kita. Belum menggerakkan kaki kita ke serambi masjid atau mushola. Jika hati kita belum tergerak, pastilah Allah akan menegur dengan bencana yang lebih dahsyat lagi.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

 Khutbah ke dua

الْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمُتَعَالِيْ عَنِ الْمُشَارَكَةِ وَالْمُشَاكَلَةِ لِسَائِرِ الْبَشَرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْمُعْتَبَرُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيـِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ (أَمَّا بَعْدُ)

فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَغَافِرَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطِيْئَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَآ أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s