IUs#1. Ustadzah Mardiyana: Santri TPA Al Barokah, Belajarlah Kesabaran dari Nabi Yunus!

ALBA News | Kamis, 15 Februari 2018. aman Pendidikan Al Barokah (TPA) Al Barokah Winongan Sirnoboyo Pacitan Jawa Timur, meluncurkan Program “Ibuku Ustadzahku”.  Pada edisi Ibuku Ustadzahku #1 ini diisi oleh Ustadzah Mardiyana Damayanti. Mardiyana yang akrab dipanggil Nana ini adalah ibu dari dua santri di TPA Al Barokah.

TPA Al Barokah Winongan Sirnoboyo sebagai salah satu lembaga pendidikan mempunyai peran ini. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Program Ibu Ustadzahku. Dalam kegiatan ini, orang tua (ibu) berperan sebagai ustadzah selama ±40 menit. Ada beberapa pilihan yang dapat dilakukan oleh orang tua. Orang tua bisa, 1) bercerita, 2) membacakan buku cerita, 3) mendongeng, 4) berbagi pengalamannya waktu masih kecil, 5) memberi motivasi, 6) memberikan game edukatif, atau 7) memberikan tausiyah kepada para santri. Pendek kata, orang tua dapat memberikan materi apa saja dengan tetap dalam bingkai pendidikan anak islam dalam waktu yang telah ditentukan.

Baca: TPA Al Barokah Luncurkan Program Ibuku Ustadzahku

Dalam kesempatan ini, Ustadzah Nana menceritakan tentang kisah perjuangan Nabi Yunus. Dalam cerita itu, ia juga mengajak santri untuk mengambil teladan dari perjuangan Nabi Yunus. “Adik-adik harus belajar sabar dari Nabi Yunus, bagaimana tidak, selama masa dakwahnya yang lama, ia hanya mendapat dua pengikut”, jelasnya. Ia menambahkan, “ini adalah buah dari kesabaran Nabi Yunus dalam berdakwah”

Namanya Yunus bin Matta. Ia diutuskan Allah untuk mendakwahi penduduk di sebuah daerah yang bernama Ninawe di daerah Mosul, Irak.  Yunus menemui mereka yang masih berada di dalam kebodohan, dan kekafiran. Mereka menyembah berhala menyekutukan kepada Allah.

Yunus menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah utusan Allah untuk menuntun dan meluruskan akidah kaumnya. Ia menyampaikan kepada mereka untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan segala perilaku jahat dan maksiat.

Yunus menasehati dengan bahasa lemah lembut, Namun kelembutannya tidak dihiraukan oleh kaumnya. Hanya olokan dan cacian yang ia dapatkannya. Selama lebih tiga puluh tahun menyeru kebaikan, dia hanya memperoleh dari dua orang, yakni Rubil dan Tanukh. Kisah Nabi Yunus merupakan kisah penghibur bagi nabi Muhammad dan para kaumnya bahwa pekerjaan dakwah bukan perkara yang mudah.

Afid Burhanuddin, ketua pengelola TPA memaparkan, “Paparan dari Ustadzah Mardiyana Ini menjadi pelajaran berharga bagi para calon generasi penerus dakwah dari TPA Al Barokah di masa depan agar senantiasa sabar dalam menghadapi rintangan yang menghadang”, paparnya.

 

Satu komentar pada “IUs#1. Ustadzah Mardiyana: Santri TPA Al Barokah, Belajarlah Kesabaran dari Nabi Yunus!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s