TPA Al Barokah Sirnoboyo Gelar Trauma Healing dan Pengajian Umum untuk Wali Santri

ALBA News | Ahad, 31 Desember 2017 TPA Al Barokah menyelenggarakan kegiatan Trauma Healing dan Pengajian Umum yang ditujukan kepada wali santri, jamaah mushola dan warga di lingkungan Mushola Al Barokah. Kegiatan ini mengambil tema “Bencana Banjir sebagai sarana untuk instrospeksi diri guna menyiapkan generasi yang berakhlak Al Quran”.

Kegiatan ini diisi oleh Ustads Erwin Hadi Kusuma, ketua Yayasan Khoriul Ummah Pacitan. Ustads Erwin berpesan kepada para jamaah agar mengambil hikmah dibalik terjadinya peristiwa bencana bulan lalu. “Dibalik bencana pasti ada hikmah, tinggal kita bisa memaknai dari mana”, paparnya.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir setinggi tiga meter telah menerjang Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan tanggal 28-29 November 2017. Banjir itu menyisakan trauma yang berkepanjangan bagi anak, remaja hingga orang tua.

Baca: Banjir Tiga Meter Desa Sirnoboyo

Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan terlebih dahulu sholat berjamaah bersama. Kemudian dilanjutkan dengan penapilan santri TPA Al Barokah yang telah hafal Surat An Naba. Santri tersebut adalah Dias A. Nugroho, Labib Haidarrauf, dan Affan T. Muhammad. Dilanjutkan dengan penampilan seluruh santri yang dimulai dengan menyanyikan mars TPA, tepuk semangat, menyanyikan lagu peta hidup kita dan lagu rukun islam.

Kegiatan yang bertepatan dengan akhir tahun 2017 ini berakhir dihadiri sedikitnya 150 orang jamaah, Afid Burhanuddin, ketua pengelola TPA Al Barokah saat ditemui menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan siraman rohani dan bimbingan mental bagi para wali santri, jamaah, dan para warga di lingkungan Mushola Al Barokah. “Ya sekalian memberikan warna yang berbeda mas, dari pada mengikuti budaya barat dengan meniup terompet dan menyalakan kembang api pada saat malam tahun baru, mending kami bikin pengajian saja”, ujarnya.  “Kami berharap, kegiatan ini tidak berhenti di malam ini saja, tapi bisa berlanjut di waktu-waktu yang akan datang”, tambahnya.

Ustads Erwin menjelaskan pula tentang pentingnya menyiapkan kader-kader berakhlak Qurani di masa depan. Salah satu caranya adalah dengan mengelola TPA secara baik. “Jika mushola ini ada suara anak, maka itu menandakan mushola itu sehat, namun jika tidak ada suara anak-anak di mushola, bisa dikatakan kaderisasi generasi Quran macet”, paparnya.

Tepat pukul 22.00 WIB kegiatan ini berkahir dengan lancar. Harmuji, salah satu wali santri berharap bahwa kegiatan semacam ini dapat dirutinkan dan tidak hanya berhenti pada malam hari ini saja. “Nggih nek saget di jadwal malih mas, ampun mandek ing ndalu meniko”. pintanya. []

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s