Latihan Soal: Sasaran dan Pengembangan Sikap Profesional

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!

  1. Apa yang dimaksud dengan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005?
  2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Jelaskan ketujuhnya!
  3. Jelaskan kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005!
  4. Jelaskan prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005!
  5. Bagaimana bentuk pemberdayaan profesi guru yang disebut dalam UU nomor 14 tahun 2005!
  6. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005. Jelaskan!
  7. Terdapat 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005. Jelaskan!
  8. Jelaskan hak-hak guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005!
  9. Jelaskan kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005!
  10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan. Jelaskan!
  11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi. Jelaskan!
  12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah. Jelaskan!
  13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik. Jelaskan!
  14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat. Jelaskan!
  15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa. Jelaskan!

27 tanggapan untuk “Latihan Soal: Sasaran dan Pengembangan Sikap Profesional”

  1. 1.) Apa yang dimaksud dengan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005?
    Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

    2.) Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Jelaskan ketujuhnya!
    1. Pengertian Mendidik : 1. Mendidik dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Oleh karena itu “Mendidik” dikatakan sebagai upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak anak didik.
    2. Mengajar adalah segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.
    3. Membimbing merupakan suatu kegiatan tertentu dan mengarahkan anak didik sesuai dengan tingkat perkembangannya, baik perkembangan emosi, minat, kecerdasan maupun sosial. Membimbing juga berarti membantu memecahkan persoalan-persoalan atau kesulitan yang dihadapi anak didik sehingga mencapai perkembangan yang lebih baik.
    4. Mengarahkan berarti memberi petunjuk kemana anak didik akan menuju dan menghasilkan tujuan apa yang akan dicapai, dalam hal ini mengarahkan berhubungan dengan kegiatan menghadapkan anak didik pada situasi dan kondisi yang berkaitan dengan proses untuk mencapai tujuan.
    5. Melatih adalah kegiatan membiasakan anak didik agar memperoleh ketrampilan dasar yang bermanfaat sesuai dengan tingkat kemampuannya.
    6. Menilai berarti menyimpulkan dan mengolah informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. menilai dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester atau ulangan kenaikan kelas. Menilai digunakan untuk memulai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.
    7. Mengevaluasi berarti mengukur suatu kegiatan untuk mengetahui perubahan perilaku yang terjadi pada anak didik. Mengevaluasi dapat juga diartikan suatu keseluruhan kegiatan pengukuran, apakah proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah berhasil atau belum. Ukuran keberhasilan adalah peserta didik mengalami perubahan dari belum tahu menjadi tahu, dari belum paham menjadi paham.

    3.) Jelaskan kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005!
    Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

    4.) Jelaskan prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005!
    1. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
    2. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
    3. memiliki kualifikasi akademik atau latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
    4. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
    5. memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesioanlan.
    6. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    7. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    8. memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
    9. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

    5.) Bagaimana bentuk pemberdayaan profesi guru yang disebut dalam UU nomor 14 tahun 2005!
    diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi .

    6.) Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005. Jelaskan!
    1. Memiliki kualifikasi akademik.
    alam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Kualifikasi akademik diartikan sebagai tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undanangan yang berlaku ( Pasal 28 ayat 2 ).

    2. Memiliki Kompetensi.
    Dalam pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.

    3. Memiliki Sertifikat pendidik.
    Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai Pemegang peranan Penting dalam pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dengan Guru yang bersetifikat Pendidik melalui program Sertifikasi guru merupakan salah satu langkah pemerintah dalam membangun pendidikan yang berkulitas dan berkompeten baik di saat sekarang atau di masa yang akan datang.

    4. Sehat jasmani dan rohani.
    Sehat jasmani serta rohani yaitu kondisi kesehatan fisik serta mental yang memungkinkan seorang guru bisa menjalankan tugas dengan baik. Seorang pendidik merupakan petugas lapangan dalam hal pendidikan sehingga kesehatan jasmani adalah faktor yang akan menentukan lancar dan tidaknya proses pendidikan. Guru yang menderita penyakit menular tentu akan sangat membahayakan murid.

    5. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    • Kemampuan Dasar Mengajar.
    Guru atau pengajar pada umum memberikan pemahaman ilmu pengetahuan terhadap peserta didik. Untuk menciptakan tujuan pendidikan nasional diperlukanlah kemampuan dasar dalam mengajar, mengapa jika kita tidak memiliki dasar dalam hal mengajar tentu kita tidak tahu akan kemana arah tujuan pendidikan ini.
    • Kemampuan Menjelaskan Materi.
    Menjelaskan suatu materi tentunya harus didasari dengan kemampuan mengajar, mengapa? Sebab didalam pemyampaian materi tentunya kita harus memahami apa isi dari materi apa yang akan disampaikan kepada peserta didik.
    • Kemampuan Mengelola Kelas.
    Kelas adalah suatu tempat dimana guru dan siswa melakukan kegiatan aktivitas belajar dan mengajar, erat kaitannya kemampuan ini dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebab kelas
    • Kemampuan Memberikan Pemahaman.
    Mengapa? Sebab didalam memberikan pemahaman kepada peserta didik dimana mereka yang sebelumnya belum memahami bagaimana cara memandang belajar efektif dan efisien dalam mencapai cita-citanya, justru tentunnya kita juga perlu memberikan pemahaman perbedaan yang sifatnya positif dan yang mana negatif harus ditinggalkan.
    • Kemampuan Memberikan Motivasi.
    Hubungan motivasi dengan tujuan pendidikan tentu saling berkaitan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sebab dimana motivasi berperan memberikan pengetahuan dan penyemangat didalam peserta didik dalam mewujudkan cita-citanya.

    7.) Terdapat 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005. Jelaskan!
    Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    1. Kompetensi pedagogik.
    • Perencanaan Pembelajaran dimana Merencanakan program pembelajaran merupakan antisipasi dan perkiraan apa yang akan dilakukan dalam pengajaran, sehingga tercipta situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar yang dapat mengantarkan siswa mencapai tujuan yang diharapkan.
    • Pelaksanaan pembelajaran selayaknya berpegang pada apa yang tertuang dalam perencanaan ,namun situasi yang dihadapi guru dalam melaksanakan pengajaran mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar itu sendiri.oleh sebab itu guru sepatutnya peka terhadap berbagai situasi yang di hadapi ,sehingga dapat menyesuaikan pola tingkah lakunya dalam mengajar dengan situasi yang dihadapi.

    2. Kompetensi kepribadian.
    • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, social dan budaya bangsa.
    • Penampilan yang jujur, berakhlak mulia, teladan bagi peserta didik dan masyarakat.
    • Menampilkan dirisebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa.
    • Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri.
    • Menjunjjung tinggi kode etik profesi guru.

    3. Kompetensi sosial.
    • Bersikap inkulif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agara, raskondisifisik, latar belakang keluarga, dan status sosial keluarga.
    • Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
    • Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman social budaya.
    • Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan.

    4. Kompetensi profesional.
    • Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pelajaran yang dimampu.
    • Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang dimampu.
    • Mengembangkan materi pembelajaran yang dimampu secara kreatif.
    • Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif
    • Memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangakan diri.

    8.) Jelaskan hak-hak guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005!
    1. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    2. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
    3. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
    4. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
    5. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
    6. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.
    8. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
    9. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
    10. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
    11. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.
    12. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

    9.) Jelaskan kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005!
    1. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    2. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    3. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar
    belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    5. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    6. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

    10.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan. Jelaskan!
    1. Peraturan perundang-undangan.
    Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Karena itu, guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan, sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut.
    2. Oraganisa profesi.
    Guru secara bersama-sama memelihara dan meningktkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
    3. Teman Sejawat.
    Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahawa “Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.” Ini berarti bahwa: (1) Guru hendaknya menciptakan dan memlihara hubngan sesama guru dalam lingkungan kerjanya, dan (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya.
    4. Anak Didik.
    Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa: Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
    5. Tempat Kerja.
    suasana yang baik di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh seetiap guru, dan guru berkewajiban menciptakan suasana yang demikian dala lingkungannya.
    6. Pemimpin.
    Sebagai salah seorang anggota organisasi, baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar, guru akan berada dala bimbingan dan pengawasan pihak atasan.
    7. Pemimpin.
    Profesi keguruan berhubungan dengan anak didik, yang secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan. Tugas melayani orang yang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, terutama bila berhubungan dengna peserta didik yang masih kecil.

    11.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi. Jelaskan!
    1. Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    2. Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    3. Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    4. Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    5. Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    6. Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    7. Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    8. Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    12.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah. Jelaskan!
    1. Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    2. Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    3. Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    4. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    5. Menghormati rekan sejawat.
    6. Saling membimbing antar sesama rekan sejawat.
    7. Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    8. Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    9. Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesional.
    10. Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    11. Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah.
    12. Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    Mengoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    13. Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    14. Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    15. Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    16. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    17. Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.

    13.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik. Jelaskan!
    1. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas men didik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    2. Membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    3. Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    4. Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    5. Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    6. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    7. Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    8. Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    9. Menjunjung tinggi harga diri , integritas , dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    10. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    11. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    12. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    13. Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    14. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    15. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    16. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

    14.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat. Jelaskan!
    1. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    2. Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    3. Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    4. Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    5. Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    6. Memberikan pandangan profesional.
    7. Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    8. Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    9. Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.

    15.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa. Jelaskan!
    1. Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orang tua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    2. Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    3. Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    4. Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    5. Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    6. Menjunjung tinggi hak orang tua/ wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    7. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  2. 1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Tugas guru menurut UU nomor 14 tahun 2015 diantaranya :
     Tugas Guru Mendidik,
    Mendidik adalah mengajak, memotivasi, mendukung, membantu dan menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain atau lingkungan. Mendidik lebih menitikberatkan pada kebiasaan dan keteladanan.
     Tugas Guru Mengajar
    Mengajar adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh guru untuk membantu atau memudahkan siswa melakukan kegiatan belajar. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
     Tugas Guru Membimbing
    Suatu proses yang dilakukan oleh guru untuk menyampaikan bahan ajar untuk mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan pendekatan tertentu yang sesuai dengan karakter siswa. Membimbing juga dimaksudkan untuk membantu siswa agar menemukan potensi dan kapasitasnya, menemukan bakat dan minat yang dimilikinya sehingga sesuai dengan masa perkembangan dan pertumbuhannya.
     Tugas Guru Mengarahkan
    Mengarahkan adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik agar dapat mengikuti apa yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai. Mengarahkan bukan berarti memaksa, kebebasan peserta didik tetap dihormati dengan tujuan agar tumbuh kreativitas dan inisiatif peserta didik secara mandiri.
     Tugas Guru Melatih
    Menurut Sarief (2008), melatih pada hakekatnya adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang lain (atlet) mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia pendidikan tugas guru adalah melatih siswa terhadap fisik, mental, emosi dan keterampilan atau bakat.
     Tugas Guru Menilai
    Menurut (BSNP 2007: 9), penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Tugas guru adalah menilai siswa pada aspek keterampilan, sikap dan pengetahuan. Tujuannya untuk mengukur sejauhmana kompetensi siswa setelah proses belajar mengajar selesai dilaksanakan.
     Tugas Guru Mengevaluasi
    Mengevaluasi dapat dimaknai sebagai suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai (Gronlund, 1985, dalam Djaali dan Pudji M). Evaluasi ditujukan untuk mendapatkan data dan informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian.
    3. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
    4. Prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005.
     Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism.
     Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
     Memiliki kualifikasi akademik atau latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
     Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
     Memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesioanlan.
     Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
     Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
     Memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
     memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat guru serta perannya sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sejalan dengan fungsi tersebut, kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
    6. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005. Diantaranya :
    a) Kualifikasi akademik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat.
    b) Kompetensi guru, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    c) Sertifikat pendidik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikat pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
    d) Sehat jasmani dan rohani
    e) Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    7. Terdapat 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005
    a) Kompetensi Pedagogik
    Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
    b) Kompetensi Kepribadian
    Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
    c) Kompetensi Profesional
    Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
    d) Kompetensi Sosial
    Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
    8. Hak-hak guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005
    a) Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial;
    b) Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;
    c) Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual;
    d) Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi;
    e) Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan;
    f) Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan;
    g) Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas;
    h) Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi;
    i) Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan;
    j) Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau
    memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya
    9. Kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005
    a) Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
    b) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
    c) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
    d) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan estetika; dan memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan. seperti :
    a) Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    b) Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    c) Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    d) Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    e) Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi. seperti :
    a) Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    b) Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru
    c) Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    d) Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    e) Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    f) Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    g) Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    h) Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah. seperti :
    a) Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    b) Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    c) Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    d) Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    e) Menghormati rekan sejawat.
    f) Saling membimbing antarsesama rekan sejawat.
    g) Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    h) Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    i) Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial.
    j) Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    k) Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah.
    l) Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    m) Menkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    n) Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    o) Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    p) Tidak boleh mengoreksi tindakan professional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    q) 17. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    r) Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik. seperti :
    a) Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugasmendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    b) Membimbing peserta didik untukmemahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    c) Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    d) Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    e) Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    f) Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    g) Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negative bagi peserta didik.
    h) Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    i) Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    j) Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    k) Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    l) Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    m) Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    n) Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    o) Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    p) Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat. seperti :
    a) Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    b) Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    c) Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    d) Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    e) Melakukan semua usaha untuk secara bersamasama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    f) Memberikan pandangan professional.
    g) Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    h) Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    i) Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa. Seperti :
    a) Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    b) Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    c) Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    d) Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    e) Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    f) Menjunjung tinggi hak orang tua/ wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    g) Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan.

  3. 1. Menurut UU Nomor 14 tahun 2005 ( guru dan dosen pasal 1) yang dimaksud dengan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

    2. Menurut UU no 14 tahun 2005 ( guru dan dosen pasal 1) , tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Adapun penjelasan dari masing-masing tugas guru adalah:
    a. Mendidik
    Heageveld mengatakan mendidik adalah membantu anak dalam mencapai kedewasaan. Mendidik adalah proses membuat tunas berkembang baik dan menjadi besar. Karenanya mengawali pendidikan anak dengan proses yang benar adalah awal perjalanan. Awal yang baik pendidikan dini adalah setengah dari perjalanan hidup anak di masa depan. Mendidik adalah mengajak (memotivasi, mendukung, membantu, menginspirasi, dst) orang lain untuk melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain (lingkungan).
    b. Mengajar
    Usman (1994:3) mengemukakan mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan terjadinya proses belajar.
    Tardif (dalam Adrian, 2004) mendefinisikan, mengajar adalah any action performed by an individual (the teacher) with the intention of facilitating learning in another individual (the learner), yang berarti mengajar adalah perbuatan yang dilakukan seseorang (dalam hal ini pendidik) dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain (dalam hal ini peserta didik) melakukan kegiatan belajar.
    Zamroni (2000:74) mengemukakan mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang cukup berat. Berhasilnya pendidikan pada siswa sangat bergantung pada pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan tugasnya.
    c. Membimbing
    Membimbing: Jika ditinjau dari segi isi, maka membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu kalau dilihat dari strategi dan metode yang digunakan, maka membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan.
    d. Mengarahkan
    Mengarahkan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh instruktur atau pembina atau pelatih atau guru kepada peserta didik agar dapat mengikuti apa yang kita perintahkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
    e. Melatih
    Melatih: Melatih bila ditinjau dari segi isi adalah berupa keterampilan atau kecakapan hidup (life skills). Bila ditinjau dari prosesnya, maka melatih dilakukan dengan menjadi contoh (role model) dan teladan dalam hal moral dan kepribadian. Sedangkan bila ditinjau dari strategi dan metode yang dapat digunakan, yaitu melalui praktik kerja, simulasi, dan magang.
    Menurut Sarief (2008), melatih pada hakekatnya adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang lain (atlet) mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu.
    f. Menilai
    Menurut (BSNP 2007: 9), penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk , menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Jadi penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memperoleh informasi untuk dijadikan sebagai pengambil keputusan tentang hasil belajar peserta didik.
    Nana Sudjana (1995: 3) menyatakan bahwa penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Proses pemberian nilai tersebut berlangsung dalam bentuk interpretasi yang diakhiri dengan judgment. Interpretasi dan judgment merupakan tema penilaian yang mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteria dan kenyataan dalam konteks situasi tertentu.
    Jadi menilai adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran.
    f. Mengevaluasi
    Evaluasi yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah Evaluation adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai (Gronlund, 1985, dalam Djaali dan Pudji M).
    Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Wrightstone, dkk (1956) yang mengemukakan bahwa evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
    Evaluasi dapat juga diartikan sebagai proses menilai suatu berdasarkan kriteria atau tujuan yang telah ditetapkan yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atas obyek yang dievaluasi. Sebagai contoh evaluasi proyek, kriterianya adalah tujuan dari pembangunan proyek tersebut, apakah tercapai atau tidak, apakah sesuai dengan rencana atau tidak, jika tidak mengapa terjadi demikian, dan langkah-langkah apa yang ditempuh selanjutnya. Hasil dari kegiatan evaluasi adalah bersifat kualitatif. Sudijono (1996) mengemukakan bahwa evaluasi pada dasarnya adalah merupakan penafsiran atau interpretasi yang bersumber pada data kuantitatif sedang data kualitatif merupakan hasil dari pengukuran. (Djaali dan Pudji M., 2008)
    Evaluasi menurut Suharsimi A. (2004) adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.

    3. Menurut UU Nomor 14 tahun 2005 ( guru dan dosen pasal 2 ayat 1), guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dapat dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

    4. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 ( guru dan dosen pasal 7) prinsip-prinsip profesional guru adalah :
    a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
    b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
    c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan dengan bidang tugas.
    d. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
    e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.
    f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dan
    i. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

    5. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 ( guru dan dosen pasal 7), bentuk pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.

    6. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 pasal 8, syarat menjadi guru adalah:
     Memiliki kualifikasi akademik
     Memiliki kompetensi
     Memiliki sertifikat pendidik
     Sehat jasmani rohani
     Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

    7. 4 kompetensi guru menurut pasal 10 UU no 14 tahun 2005 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

    8. Menurut UU no 14 tahun 2005 pasal 14 hak-hak guru adalah
    a. Memperoleh penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja
    c. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual
    d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi
    e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan
    f. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian, dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.
    g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas
    h. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi
    i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan
    j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi
    k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

    9. Kewajiban guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah :
    a. Merencanakan pembelajaran , melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

    10.Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan, yaitu:
    a. Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    b. Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    c. Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    d. Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    e. Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.

    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi, yaitu:
    a. Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    b. Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    c. Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    d. Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    e. Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    f. Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    g. Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    h. Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah, yaitu :
    a. Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    b. Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    c. Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    d. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    e. Menghormati rekan sejawat.
    f. Saling membimbing antarsesama rekan sejawat.
    g. Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    h. Membantu rekan junior nya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    i. Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial.
    j. Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    k. Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah.
    l. Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    m. Mengkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    n. Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    o. Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    p. Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    q. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    r. Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.

    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik, yaitu :
    a. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas men didik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    b. Membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    c. Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    d. Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    e. Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    f. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    g. Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    h. Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    i. Menjunjung tinggi harga diri , integritas , dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    j. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    k. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    m. Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    n. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    o. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    p. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat, yaitu:
    a. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    b. Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    c. Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    d. Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    e. Melakukan semua usaha untuk secara bersama- sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    f. Memberikan pandangan profesional.
    g. Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    h. Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    i. Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.

    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa, antara lain:
    a. Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    b. Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    c. Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    d. Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    e. Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    f. Menjunjung tinggi hak orang tua / wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    g. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi

  4. 1. Guru menurut UU no 14 tahun 2005 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. a. Mendidik : Seorang guru harus mendidik peserta didiknya untuk belajar mengikuti aturan tata tertib di sekolah serta mendidik moral dan akhlak peserta didiknya.
    a. b. Mengajar : Seorang guru wajib memberikan materi atau bahan ajar berupa ilmu pengetahuan dengan cara mempraktikan keterampilan atau kegiatan yang belum diketahui oleh peserta didiknya.
    b. Membimbing : Seorang guru harus membimbing peserta didiknya pada hal-hal yang bersifat positif serta selalu memberikan motivasi dan pembinaan kepada peserta didiknya.
    c. Mengarahkan : Seorang guru harus bisa mengarahkan peserta didiknya melakukan hal positif dan bermanfaat.
    d. Melatih : Proses kegiatan untuk membantu seseorang mempersiapkan diri dengan baik untuk mencapai tujuan tertentu seperti melatih membaca dan menulis.
    e. Menilai : Memberikan nilai yang diambil atau diperoleh berdasarkan hasil yang dicapai dari suatu proses kegiatan yang dikerjakan.
    f. Mengevaluasi : Memberikan tugas akhir yang digunakan untuk mengukur seberapa besar pemahaman dan kemampuan peserta didik terhadap materi yang telah diajarkan guru.
    3. Kedudukan guru menurut UU no 14 tahun 2005 guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan peundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
    4. Prinsip profesionalitas guru menurut UU no 14 tahun 2005 :
    a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme.
    b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
    c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
    d. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
    e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesian.
    f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
    i. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6. A. Kualifikasi akademik yang diperoleh melalaui pendidikan tinggi program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4) .
    Kompetensi meliputi :
    a. Kompetensi pedagogik adalah pemahaman guru terhadap peserta didiknya serta selalu memantau perkembangan peserta didiknya terhadap pemahaman materi yang sudah diajarkan.
    b. Kompetensi kepribadian adalah seorang guru harus bisa menjadi contoh maupun teladan bagi peserta didiknya meliputi : sikap, perilaku, penampilan dalam berpakaian, tingkah laku yang sesuai dengan profesi dan jabatannya.
    c. Kompetensi sosial adalah guru harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan peserta didiknya, lingkungan maupun masyarakat sekitar sekolah. Guru juga harus dapat mengikuti perkembangan teknologi agar dapat memberikan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif, sehingga peserta didik tidak cepat merasa bosan dan senang ketika belajar.
    B. Sertifikat pendidik yang wajib dimiliki setiap guru, sehingga guru dapat dikatakan sebagai guru profesional.
    C. Sehat jasmani dan rohani adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh seorang guru.
    D. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang lebih maju dan bermutu.
    7. a. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan seorang guru dalam memahami sebuah materi dan peserta didiknya serta mempunyai wawasan pendidikan yang luas.Guru juga harus memanfaatkan teknologi yang ada untuk proses pembelajaran supaya lebih efektif.
    b. Kompetensi kepribadian adalah seorang guru harus bisa menjadi tauladan yang baik bagi peserta didiknya.Guru harus berakhlak mulia yang meliputi beberapa sikap diantaranya adalah bijaksana, jujur, sportif, demokratif dll.
    c. Kompetensi Profesional adalah seorang guru harus dapat menguasai materi dengan baik dan dapat menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami oleh peserta didiknya.Guru juga harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada dengan kreatifitas sehingga memberikan suasana belajar yang lebih semangat sehingga peserta didik tidak cepat bosan.
    d. Kompetensi Sosial adalah seorang guru harus bisa menjadi pendengar yang baik bagi peserta didiknya. Dapat membaur dengan lingkungan sekitar sekolah, masyarakat juga orang tua wali murid secara akrab.

    8. Hak-hak guru menurut pasal 14 UU nomor 14 tahun 2005 :
    a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
    c. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
    d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
    e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
    f. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undanagan.
    g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
    h. Memiliki kebebasan untuk bersefrikat dalam organisasi profesi.
    i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
    j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.
    k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

    9. Kewajiban guru menurut pasal 14 UU nomor 14 tahun 2005 :
    a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
    c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. a. Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU dan ketentuan lainnya.
    b. Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    c. Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    d. Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    e. Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
    11. a. Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    b. Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    c. Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    d. Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    e. Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif indidvidual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    f. Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesi.
    g. Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    h. Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.
    12. a. Memelihara dan meningkatkan kinerja prestasi, dan reputasi sekolah.
    b. Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    c. Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    d. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    e. Menghormati rekan sejawat.
    f. Saling membimbing antarsesama rekan sejawat.
    g.Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    h. Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    i. Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesional.
    j. Membasiskan diri pada nilai agama, moral dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    k. Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah.
    l. keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalannya.
    m. Mengkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan dan martabatnya.
    n. Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    o. Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    p.Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
    q. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    r. Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
    13. a. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    b. Membimbing peserta didik untuk memahami,menghayati dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    c. Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    d. Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    e. Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    f. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    g. Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    h. Secara langsung mencurahkan usaha profesionalannya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    i. Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    j. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    k. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    m. Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    n. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannnya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    o. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalannya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    p. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

    14. a. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    b. Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    c. Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    d. Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    e.Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    f. Memberikan pandangan profesional.
    g. Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    h. Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    i. Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. a. Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    b. Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orangtua/wali siwa mengenai perkembangan peserta didik.
    c. Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/wali.
    d. Memotivasi orangtua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    e. Berkomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    f. Menjunjung tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    g. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  5. 1. Guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi:
    a. Mendidik
    Sebagai seorang pendidik profesional, guru memiliki tugas utama yaitu mendidik peserta didikya. Seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan kepribadian peserta didik serta mampu membina budi pekerti yang baik yang dimiliki peserta didik. Selain itu guru harus mampu mengarahkan peserta didik agar menjadi peserta didik yang berkarakter dan berbudi luhur. Mendidik tidak akan berhasil apabila seorang guru itu sendiri memiliki sifat dan karakter yang kurang baik. Oleh karena itu guru sebagai teladan peserta didik harus mampu menjadi contoh yang baik serta dapat memotivasi peserta didiknya menjadi siswa yang baik, berkarakter dan berbudi luhur.
    b. Mengajar
    Mengajar adalah memberikan ilmu kepada peserta didik. Seorang guru profesional harus mampu mengajar secara efektif. Mengajar bukan hanya sekedar mentransfer ilmu akan tetapi berupanya agar ilmu tersebut dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Guru dikatakan berhasil mengajar apabila peserta didik mengerti akan apa yang telah dijelaskan.
    c. Membimbing
    Membimbing adalah proses yang dilakukan oleh guru untuk mentransfer ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi dengan pendekatan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi, bakat serta minat peserta didik sehingga seorang guru dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik tersebut.
    d. Mengarahkan
    Mengarahkan adalah kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik untuk mengikuti segala hal untuk mencapai tujuan pendidikan. Mengarahkan bukan berarti memaksakan. Peserta didik perlu diberi kebebasan untuk memacu inisiatif serta kreativitas peserta didik secara mandiri. Sehingga peserta didik tidak hanya bergantung terus menerus kepada seorang guru.
    e. Melatih
    Melatih adalah salah satu tugas guru untuk mengarahkan peserta didik pada penguasaan keterampila, baik keterampilan fisik maupun intelektual. Saat melatih guru memberikan rangsangan agar muncul respon dari peserta didik. Contohnya di awal pelajaran seorang guru memberikan pertanyaan kepada peserta didiknya untuk memancing peserta didik berfikir serta merespon dengan menjawab pertanyaan tersebut. Upaya ini melatih peserta didik untuk belajar berfikir.
    f. Menilai
    Guru memiliki tugas memberikan nilai kepada peserta didiknya. Menilai disisni bukan hanya yang berkaitan tentang ilmu pengetahuan akan tetapi juga menilai sikap serta keterampilan peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kompetensi peserta didik. Selain itu hal ini juga menjadi tolak ukur bagi seorang guru apakah proses pembelajaran tersebut berhasil atau tidak. Dalam hal ini guru harus adil dan jujur. Adil dan jujur dimaksudkan memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan peserta didik atau tidak mengistimewakan salah satu peserta didik karena ada kedekatan tertentu.
    g. Mengevaluasi
    Mengevaluasi adalah proses untuk menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini digunakan sebagai bahan untuk mengetahui kemajuan, perkembangan dan pencapaian peserta didik serta untuk mengetahui keefektifan pengajaran guru.

    3. Kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 pasal 2 ayat 1 yaitu guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan serifikat pendidik.
    4. Prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme
    b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia
    c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas
    d. Memiliki kompetensi yang diperlukan. Sesuai dengan bidang tugas
    e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas Keprofesionalan
    f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
    g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
    h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
    i. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 bentuk pemberdayaan profesi guru yaitu diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu:
    a. Memiliki Kualifikasi akademik
    Kualifikasi akademik disini diperoleh melalui pendidikan tinggi minimal program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4)
    b. Memiliki Kompetensi
    Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Semua kompetensi ini wajib dikuasai oleh guru sebagai seorang pendidik.
    c. Memiliki Sertifikat pendidik
    Serifikat pendidik merupakan salah satu bukti bahwa guru tersebut merupakan guru profesional. Guru yang sudah mendapat Sertifikat Pendidik berarti sudah di anggap profesional dalam menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Sehingga Guru tersebut diharapkan mampu membawa perubahan pendidikan menjadi pendidikan yang berkualitas.
    d. Sehat jasmani dan rohani
    Seorang guru harus memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik. Karena seorang guru tidak dapat menjalankan tugasnya apabila dalam kondisi sakit. Hal ini dapat memicu ketidak berhasilan pembelajaran.
    e. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    Tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Seorang guru harus mampu untuk berusah mewujudkan hal tersebut tidak hanya mengajar dan tidak memperdulikan apakah peserta didik telah memahami apa yang telah ia sampaikan.
    7. Terdapat 4 kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    a. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
    b. Kompetensi kepribadian artinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
    c. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
    d. Sedangkan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
    8. Dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 disebutkan bahwa hak-hak guru adalah:
    a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
    c. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
    d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
    e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
    f. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundan-undangan.
    g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselarnatan dalam melaksanakan tugas.
    h. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
    i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
    j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.
    k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya.
    9. Kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan yaitu:
    a. Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program npembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    b. Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    c. Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    d. Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    e. Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.

    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi, yaitu:
    a. Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    b. Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    c. Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    d. Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    e. Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    f. Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    g. Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    h. Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.

    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah, seperti:
    a. Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    b. Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    c. Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    d. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    e. Menghormati rekan sejawat.
    f. Saling membimbing antar sesama rekan sejawat.
    g. Menjunjung tinggi martabat profesionalismen dan hubungan kesejawatan.
    h. Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    i. Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial.
    j. Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan..
    k. Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    l. Menkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    m. Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    n. Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    o. Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    p. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    q. Tidak bolehmenciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.

    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik, seperti:
    a. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    b. Membimbing peserta didik untukmemahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    c. Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    d. Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    e. Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien
    f. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    g. Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    h. Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    i. Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    j. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    k. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    m. Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    n. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    o. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    p. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra atau masyarakat, yaitu:
    a. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    b. Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    c. Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    d. Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    e. Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    f. Memberikan pandangan profesional.
    g. Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    h. Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    i. Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.

    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap guru terhadap orang tua atau wali siswa, seperti:
    a. Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orang tua atau wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    b. Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua atau wali mengenai perkembangan peserta didik.
    c. Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua atau walinya.
    d. Memotivasi orang tua atau wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    e. Berkomunikasi secara baik dengan orang tua atau wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    f. Menjunjung tinggi hak orang tua atau wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    g. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua atau wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi

  6. 1. Pengertian guru menurut UU nomor 14 tahun 2005adalah seorang tenaga profesional yang harus memiliki kualifikasi akademik, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional serta memiliki sertifikat pendidik dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dengan tujuan untuk memajukan pendidikan nasional pada jalur pendidikan formal baik pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar maupun menengah.
    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi :
    a) Mendidik adalah suatu usaha yang dilakukan seorang guru untuk membuat peserta didiknya berfikir dewasa dengan memberi motivasi atau menginspirasi untuk terus belajar dan bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain dikemudian hari.
    b) Mengajar adalah kegiatan belajar mengajar untuk membimbing atau memberi pengetahuan kepada peserta didik dengan suasana kelas yang kondusif sehingga terjadi interaksi antara guru dengan peserta didiknya.
    c) Membimbing adalah proses menyampaikan atau mentransfer ilmu pengetahuan menggunakan metode yang menarik dan disampaikan secara jelas serta menilai kelancarannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setiap peserta didiknya.
    d) Mengarahkan adalah suatu proses untuk membantu peserta didik memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi, mengarahkan dalam mengambil keputusan terutama yang berkaitan dengan pendidikan serta mengarahkan dalam mengembangkan potensi yang dimiliknya untuk mempersiapkan diri mencapai tujuan atau cita – cita yang diinginkan.
    e) Melatih adalah hal yang dilakukan seorang guru agar peserta didiknya mampu memahami kompetensi dasar sesuai dengan potensi yang dimilikinya dan memberikan peluang kepada peserta didiknya untuk mengembangkan sendiri metode pembelajaran sebagai latihan untuk mencapai hasil sesuai yang dinginkan.
    f) Menilai adalah suatu tindakan yang dilakukan guru terhadap tingkat pencapaian pembelajaran peserta didiknya dengan mengikuti prosedur yang ada dan jelas sehingga seorang guru juga harus memiliki kesiapan, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang adil dalam memberikan nilai terhadap peserta didiknya.
    g) Mengevaluasi adalah proses yang dilakukan untuk menyimpulkan informasi tentang metode pembelajaran yang telah dilakukan, baik menentukan keberhasilan peserta didiknya dalam menyerap materi yang telah diberikan menentukan keberhasilan terhadap guru itu sendiri terhadap kinerjanya dalam melaksanakan proses belajar mengajar apakah sudah sesuai dengan perencanaannya.
    3. Kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 :
    Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional melalui jalur pendidikan formal baik pada jenjang anak usia dini, dasar maupun menengah sesuai dengan peraturan perundang – undangan dengan dibuktikan sertifikat pendidik. Seorang guru yang telah memiliki sertifikat mengajar dinyatakan sebagai ahli dalam bidang akademis yang telah diselesaikan pada saat di perguruan tinggi mempunyai kecakapan dalam menyiapkan materi atau melaksanakan penyajian materi. Dalam hal ini guru mempunyai tugas untuk meningkatkan atau mewujudkan mutu pendidikan nasional, agar peserta didik menjadi manusia yang takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif, gigih, dan bertanggung jawab.
    4. Prinsip Profesionalitas UU No. 14 tahun 2005 :
    a) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
    b) Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
    c) Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
    d) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    Pada kesimpulannya guru sebagai tenaga profesional yang ahli dalam bidangnya ditandai dengan memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan yang berwenang. Seorang guru yang telah memiliki sertifikat mengajar berhak mengajar sesuai dengan bidang akademisnya. Secara akademis seorang guru harus memiliki keahlian dalam mempersiapkan materi yang menjadi acuan dalam pembelajaran, melaksanakn evaluasi, serta memperlakukan peserta didiknya secara adil yang tidak melanggar peraturan yang ada.
    5. Bentuk pemberdayaan profesi guru yang disebut dalam UU nomor 14 tahun 2005 :
    Bentuk pemberdayaan profesi guru dilakukan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi. Hal ini bisa membuat seorang guru terlibat, berbagi dan mempengaruhi yang akan berdampak positif. Pemberdayaan guru akan berakibat meningkatnya sikap dan kemampuan peserta didiknya. Guru harus mampu memberi pertimbangan baik buruknya cara mengajar, mampu mengambil keputusan sendiri dalam menyelesaikan permasalahan cara mengajar didalam kelas. Pemberdayaan ini akan membuat guru mempunyai ide baru tentang proses belajar mengajar dan cara mengaplikasikannya.
    6. Persyaratan guru dalam pasal 8 menurut UU No. 14 tahun 2005 :
    a) Memiliki kualifikasi akademik. Seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4 dibuktikan dengan ijazah atau surat yang relevan sesuai dengan ketentuan perundang – undangan. Kualifikasi akademik adalah ijazah yang harus dimiliki seorang guru sesuai dengan jenis atau jenjang yang telah ditempuh.
    b) Memiliki kompetensi yaitu guru memiliki keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang baik dalam menjalankan tugas keprofesionalannya. Kompetensi ini meliputi kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional dan sosial.
    c) Memiliki sertifikat pendidik. Seorang guru harus memiliki sertifikat pendidik yang sudah ditanda tangani oleh perguruan tinggi sebagai bukti formal pengakuan guru sebagai tenaga yang profesional dan berhak mempunyai kualifikasi mengajar.
    d) Sehat jasmani dan rohani. Disini dimaksudkan dengan kondisi kesehatan seorang guru baik fisik atau mental yang memungkinkan guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Faktor kesehatan jasmani dan rohani akan menentukan lancar tidaknya proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Guru juga harus sehat rohani yang berhubungan dengan moral yang tentunya akan menjadi panutan peserta didiknya.
    e) Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Guru harus mampu untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional serta mengembangkan kemampuan membentuk watak, peradaban bangsa yang bermatabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa agar peserta didik menjadi manusia yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kreatif dan bertanggungjawab.
    7. Terdapat 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005 :
    a) Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang dimiliki guru dalam memahami peserta didiknya yang meliputi pemahaman, perancangan dan pelaksanaan pendidikan, mengevaluasi dan mengetahui perkembangan peserta didiknya dengan kemampuan yang dimilikinya.
    b) Kompetensi kepribadian adalah sikap atau tindakan yang mencerminkan kepribadian dari seorang guru dengan bersikap dewasa, arif, berwibawa, dan berakhlak mulia sehingga bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya.
    c) Sosial adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalin hubungan dengan peserta didiknya, tenaga pendidikan atau orang tua / wali anak didiknya. Bersikap obyektif, tidak diskriminatif, berkomunikasi yang baik menggunakan lisan atau tulisan dan beradaptasi yang baik ketika ditempatkan di lingkungan yang baru.
    d) Kompetensi Profesional adalah kemampuan guru dalam memahami materi secara meluas atau memahami materi yang akan diberikan. Seorang guru mampu menguasai materi yang akan disampaikan serta mengembangkannya dengan kreatif, serta memanfaatkan teknologi sebagai media untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
    8. Hak-hak guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 :
    Hak – hak guru yaitu memiliki kebebasan dalam memberikan kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan dan memberi sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang – undangan. Guru diberi hak kebebasan dalam segala hal jika hal tersebut tidak bertentangan dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas. Rasa aman dan jaminan keselamatan sangat penting dan harus sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh guru. Hak yang lain yaitu memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi, berperan dalam menentukan kebijakan pendidikan, memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi, serta memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. Hak tersebut merupakan gambaran bagi seseorang yang telah memilih guru sebagai profesinya dan jika hal tersebut dijalankan dengan baik maka peran seorang guru diharapkan akan lebih baik juga.
    9. Kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 Tahun 2005 :
    Kewajiban seorang guru adalah merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Pembelajaran yang bermutu tergantung dengan pemilihan media pembelajaran yang akan disampaikan serta kesiapan peserta didik dalam menerima materi baik secara fisik atau psikis. Selain itu guru juga harus meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Dalam hal ini guru harus bersifat obyektif, tidak diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin, suku, agama, ras, kondisi fisik tertentu, latar belakang keluarga, dan status sosial dalam pembelajaran. Disini guru wajib memahami perbedaan peserta didiknya demi tercapainya kesuksesan dalam pembelajaran. Guru wajib menjunjung tinggi peraturan perundang – undangan, hukum, kode etik, dan nilai – nilai agama dan etika. Kewajiban ini harus dilakukan guru untuk menjaga persatuan bangsa serta mewujudkan rasa solidaritas dan nasionalisme yang tinggi. Kewajiban yang lain adalah guru memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa bisa dipupuk jika ada wadah untuk melakukan pembinaan agar tumbuh rasa kebersamaan untuk membangun yang utuh dan berprestasi. Sebagai guru juga harus bersedia untuk mendedikasikan diri dalam menjalankan tugasnya dimanapun diperlukan sekalipun di tempat yang terpencil atau dipedalaman demi mengabdi kepada bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan. :
    Guru harus bersikap profesional terhadap tanggung jawabnya sesuai dengan peraturan perundang – undangan dalam melaksanakan program pendidikan, karena hal tersebut menjadi perhatian masyarakat luas. Untuk saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijaksanaan yang berhubungan dengan pendidikan dan kebijaksanaan tersebut bersifat wajib yang wajib ditaati oleh seorang guru sehingga sebagai guru harus cermat dalam menanggapi kebijaksanaan tersebut. Disini sikap profesional guru bisa dilihat dari pembawaannya ketika mengajar dan memberi dampak positif kepada peserta didiknya karena guru merupakan abdi negara yang mempunyai tujuan untuk memajukan pendidikan. Seorang guru juga tidak boleh menghindari kewajibannya yang telah dibebankan oleh pemerintah.
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi :
    Guru secara bersama – sama dalam suatu organisasi harus berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dan martabat profesinya, misalnya melalui organisasi PGRI. Organisasi PGRI merupakan organisasi yang berperan sebagai wadah dan sarana pengabdian seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Dalam organisasi ini juga membutuhkan pembinaan agar seorang guru berhasil membawakan misi profesi guru. Namun hal tersebut akan berhasil jika seorang guru sadar akan tugas organisasi profesi sebagai bentuk tanggung jawab dan inisiatif dalam tindakan – tindakan profesionalnya, tidak melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya, tidak boleh bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya, serta tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah :
    Seorang guru profesional tidak boleh mengoreksi tindakan profesional teman sejawat tanpa bukti yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, tidak boleh membuka rahasia teman sejawatnya, tidak menciptakan kondisi yang akan memunculkan konflik, harus meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah. Hal tersebut dapat membuat keharmonisan di sekolah menjadi lebih baik. Guru harus menciptakan suasana yang bisa menunjang proses belajar mengajar menggunakan metode pembelajaran yang sudah direncanakan. Selain itu sikap profesional lain guru adalah sikap bekerja sama, saling menghargai dan bertanggungjawab. Jika hal ini terjadi guru akan menyadari akan pentingnya kerjasama dan tidak mementingkan diri sendiri.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik :
    Guru dalam menjalankan tugasnya secara tidak langsung mencurahkan usaha profesionalnya dalam membantu peserta didiknya mengembangkan kemampuannya termasuk kemampuan untuk berkarya, menjunjung tinggi harga diri dan tidak merendahkan martabat peserta didiknya, bertindak adil, berperilaku taat kepada hukum dengan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak peserta didiknya, membuat usaha yang tidak menghambat proses belajar atau melindungi peserta didiknya yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan dan keamanan, serta tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pedindikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan. Dalam hal ini guru seharusnya tidak hanya mengutamakan ilmu pengetahuan atau perkembangan intelektualnya saja, agar peserta didik mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya. Peserta didik juga tidak bisa dipandang sebagai objek yang harus patuh terhadap kehendak guru.
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat :
    Guru melakukan semua usaha bersama masyarakat berperan secara aktif dalam meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya, menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat, tidak membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat dan tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat. Sebagai pendidik profesional guru mempunyai citra yang baik bagi masyarakat, jika bisa menunjukkan sikap yang bisa menjadi panutan masyarakat disekitarnya. Masyarakat sekitar pasti akan memperhatikan bagaimana sikap sehari – sehari seorang guru, misalnya dilihat dengan bagaimana seorang guru memberi motivasi kepada peserta didiknya, cara berpakaian, berbicara atau bergaul dengan peserta didiknya, teman seprofesinya serta dengan masyarakat itu sendiri.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa :
    Seorang guru harus berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kemajuan peserta didiknya, menjunjung tinggi hak orang tua/ wali siswa untuk saling sharing mengenai perkembangan peserta didiknya dan guru tidak boleh melakukan tindakan profesional dengan orang tua/wali siswa untuk memperoleh keuntungan. Jika guru dengan orang tua/wali siswa bisa saling mengenal dan saling memberi kepercayaan akan memberi pengaruh yang baik terhadap nilai akademis peserta didiknya. Ada cara yang bisa dilakukan antara guru dan orang tua/wali siswa untuk berkomunikasi, misalnya menjadikan orang tua sebagai contoh ketika sedang memberikan materi atau dengan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas perkembangan anak ketika disekolah. Disini orang tua bisa menyampaikan kritik, saran dan harapan kepada seorang guru terkait dengan proses pembelajaran putra – putrinya.

  7. 1) Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

    2) a. Mendidik berarti juga harus bisa menanamkan nilai – nilai kebaikan didalam diri siswa itu sendiri, membentuk dan menggembleng manusia agar memiliki sopan santun dan memiliki kerendahan hati.
    b. Mengajar, mengaja disini lebih mengarah kedalam lingkup akademis siswa.Misalnya mengajarkan ilmu pengetahuan.
    c. Membimbing adalah proses yang dilakukan untuk menyampaikan bahan ajar untuk mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Membimbing juga dimaksudkan untuk membantu siswa agar menemukan potensi dan kapasitasnya, menemukan bakat dan minat yang dimilikinya sehingga sesuai dengan dengan masa perkembangan dan pertumbuhannya.
    d. Mengarahkan adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik agar dapat mengikuti apa yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai.
    e. Melatih adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang lain mempersiapkan diri dengan sebaik – baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu atau biasanya bersangkutan untuk melatih siswa terhadap fisik, mental, emosi, dan keterampilan atau bakat.
    f. Menilai merupakan kegiatan untuk memperoleh, menganalisa, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik.
    g. Mengevaluasi ditujukan untuk mendapatkan data dan informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa serta keefektifan pengajaran guru.

    3) Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga professional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang – undangan.
    4) a. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    b. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    c. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan

    5) Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.

    6) Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

    7) A. Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
    B. Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
    C. Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
    D. Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

    8) Salah satu hak guru yaitu memperoleh penghasilan artinya dalam melaksanakan tugasnya tersebut guru mendapatkan gaji atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan.

    9) Salah satu kewajiban guru yatitu merencanakan pembelajaran artinya setiap guru mampu mengembangkan potensi yang dimilinya untuk melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

    10) Telah disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alenia 4 yang salah satu tujuannya yaitu Mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka disini guru berperan penting membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak – anak bangsa yang kelak dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    11) Guru mampu menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas – tugas organisani profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya. Guru berusaha aktif dalam melaksanakan program organisasi.Hal ini bertujuan untuk meningkatkan karir, memajukan profesi, meningkatkan wawasan dan melakukan pengabdian masyarakat.

    12) Guru mampu memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah serta menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.

    13) Artinya guru mampu menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang atau dengan kata lain guru tidak boleh pilih kasih atau berat sebelah artinya harus seimbang. Dan menghindarkan diri dari tindakan kekerasan fisik yang diluar batas kaidah pendidikan.

    14) Guru mampu menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif, dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan. Karena kalau di lingkungan guru juga merupakan bagian dari masyarakat. Guru harus melindungi profesinya agar tidak mencemari jabatannya sebagai guru.

    15) Guru diharapkan mampu menjunjung tinggi hak orang tua/wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita – cita anak akan pendidikan. Disini guru dan orang tua/wali harus bekerja sama untuk membantu anak dalam menemukan jati dirinya.

  8. Arian Indah Nua Wulan/ PBI/ 1688203002

    1. UU nomor 14 tahun 2005: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi:
    a. Mendidik. Sebagai seorang pendidik profesional, guru memiliki tugas utama yaitu mendidik peserta didikya. Seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan kepribadian peserta didik serta mampu membina budi pekerti yang baik yang dimiliki peserta didik. Selain itu guru harus mampu mengarahkan peserta didik agar menjadi peserta didik yang berkarakter dan berbudi luhur. Mendidik tidak akan berhasil apabila seorang guru itu sendiri memiliki sifat dan karakter yang kurang baik. Oleh karena itu guru sebagai teladan peserta didik harus mampu menjadi contoh yang baik serta dapat memotivasi peserta didiknya menjadi siswa yang baik, berkarakter dan berbudi luhur.
    b. Mengajar adalah memberikan ilmu kepada peserta didik. Seorang guru profesional harus mampu mengajar secara efektif. Mengajar bukan hanya sekedar mentransfer ilmu akan tetapi berupanya agar ilmu tersebut dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Guru dikatakan berhasil mengajar apabila peserta didik mengerti akan apa yang telah dijelaskan.
    c. Membimbing adalah proses yang dilakukan oleh guru untuk mentransfer ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi dengan pendekatan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi, bakat serta minat peserta didik sehingga seorang guru dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik tersebut.
    d. Mengarahkan adalah kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik untuk mengikuti segala hal untuk mencapai tujuan pendidikan. Mengarahkan bukan berarti memaksakan. Peserta didik perlu diberi kebebasan untuk memacu inisiatif serta kreativitas peserta didik secara mandiri. Sehingga peserta didik tidak hanya bergantung terus menerus kepada seorang guru.
    e. Melatih adalah salah satu tugas guru untuk mengarahkan peserta didik pada penguasaan keterampila, baik keterampilan fisik maupun intelektual. Saat melatih guru memberikan rangsangan agar muncul respon dari peserta didik. Contohnya di awal pelajaran seorang guru memberikan pertanyaan kepada peserta didiknya untuk memancing peserta didik berfikir serta merespon dengan menjawab pertanyaan tersebut. Upaya ini melatih peserta didik untuk belajar berfikir.
    f. Menilai. Guru memiliki tugas memberikan nilai kepada peserta didiknya. Menilai disisni bukan hanya yang berkaitan tentang ilmu pengetahuan akan tetapi juga menilai sikap serta keterampilan peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kompetensi peserta didik. Selain itu hal ini juga menjadi tolak ukur bagi seorang guru apakah proses pembelajaran tersebut berhasil atau tidak. Dalam hal ini guru harus adil dan jujur. Adil dan jujur dimaksudkan memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan peserta didik atau tidak mengistimewakan salah satu peserta didik karena ada kedekatan tertentu.
    g. Mengevaluasi adalah proses untuk menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini digunakan sebagai bahan untuk mengetahui kemajuan, perkembangan dan pencapaian peserta didik serta untuk mengetahui keefektifan pengajaran guru.
    3. UU nomor 14 tahun 2005 pasal 2 ayat 1: Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan serifikat pendidik.
    4. prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism;
    b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
    c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
    d. Memiliki kompetensi yang diperlukan. Sesuai dengan bidang tugas;
    e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
    f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
    g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
    h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
    i. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 bentuk pemberdayaan profesi guru yaitu diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu:
    a. Memiliki Kualifikasi akademik. Kualifikasi akademik disini diperoleh melalui pendidikan tinggi minimal program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4);
    b. Memiliki Kompetensi. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Semua kompetensi ini wajib dikuasai oleh guru sebagai seorang pendidik.
    c. Memiliki Sertifikat pendidik. Serifikat pendidik merupakan salah satu bukti bahwa guru tersebut merupakan guru profesional. Guru yang sudah mendapat Sertifikat Pendidik berarti sudah di anggap profesional dalam menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Sehingga Guru tersebut diharapkan mampu membawa perubahan pendidikan menjadi pendidikan yang berkualitas.
    d. Sehat jasmani dan rohani. Seorang guru harus memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik. Karena seorang guru tidak dapat menjalankan tugasnya apabila dalam kondisi sakit. Hal ini dapat memicu ketidak berhasilan pembelajaran.
    e. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Seorang guru harus mampu untuk berusah mewujudkan hal tersebut tidak hanya mengajar dan tidak memperdulikan apakah peserta didik telah memahami apa yang telah ia sampaikan.
    7. Terdapat 4 kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    a. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
    b. Kompetensi kepribadian artinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
    c. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
    d. Sedangkan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
    8. Dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 disebutkan bahwa hak-hak guru adalah:
    a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
    c. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
    d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
    e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
    f. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundan-undangan.
    g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselarnatan dalam melaksanakan tugas.
    h. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
    i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
    j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.
    k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya.
    9. Kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan yaitu:
    a. Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    b. Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    c. Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    d. Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    e. Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi, yaitu:
    a. Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    b. Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    c. Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    d. Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    e. Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    f. Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    g. Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    h. Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah, seperti:
    a. Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    b. Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    c. Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    d. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    e. Menghormati rekan sejawat.
    f. Saling membimbing antar sesama rekan sejawat.
    g. Menjunjung tinggi martabat profesionalismen dan hubungan kesejawatan.
    h. Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    i. Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial.
    j. Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    k. Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    l. Menkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    m. Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    n. Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    o. Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    p. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    q. Tidak bolehmenciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik, seperti:
    a. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    b. Membimbing peserta didik untukmemahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    c. Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    d. Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    e. Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien
    f. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    g. Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    h. Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    i. Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    j. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    k. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    m. Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    n. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    o. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    p. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra atau masyarakat, yaitu:
    a. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    b. Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    c. Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    d. Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    e. Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    f. Memberikan pandangan profesional.
    g. Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    h. Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    i. Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap guru terhadap orang tua atau wali siswa, seperti:
    a. Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orang tua atau wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    b. Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua atau wali mengenai perkembangan peserta didik.
    c. Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua atau walinya.
    d. Memotivasi orang tua atau wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    e. Berkomunikasi secara baik dengan orang tua atau wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    f. Menjunjung tinggi hak orang tua atau wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    g. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua atau wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  9. 1. UU nomor 14 tahun 2005: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi:
    a. Mendidik. Sebagai seorang pendidik profesional, guru memiliki tugas utama yaitu mendidik peserta didikya. Seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan kepribadian peserta didik serta mampu membina budi pekerti yang baik yang dimiliki peserta didik. Selain itu guru harus mampu mengarahkan peserta didik agar menjadi peserta didik yang berkarakter dan berbudi luhur. Mendidik tidak akan berhasil apabila seorang guru itu sendiri memiliki sifat dan karakter yang kurang baik. Oleh karena itu guru sebagai teladan peserta didik harus mampu menjadi contoh yang baik serta dapat memotivasi peserta didiknya menjadi siswa yang baik, berkarakter dan berbudi luhur.
    b. Mengajar adalah memberikan ilmu kepada peserta didik. Seorang guru profesional harus mampu mengajar secara efektif. Mengajar bukan hanya sekedar mentransfer ilmu akan tetapi berupanya agar ilmu tersebut dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Guru dikatakan berhasil mengajar apabila peserta didik mengerti akan apa yang telah dijelaskan.
    c. Membimbing adalah proses yang dilakukan oleh guru untuk mentransfer ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi dengan pendekatan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi, bakat serta minat peserta didik sehingga seorang guru dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik tersebut.
    d. Mengarahkan adalah kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik untuk mengikuti segala hal untuk mencapai tujuan pendidikan. Mengarahkan bukan berarti memaksakan. Peserta didik perlu diberi kebebasan untuk memacu inisiatif serta kreativitas peserta didik secara mandiri. Sehingga peserta didik tidak hanya bergantung terus menerus kepada seorang guru.
    e. Melatih adalah salah satu tugas guru untuk mengarahkan peserta didik pada penguasaan keterampila, baik keterampilan fisik maupun intelektual. Saat melatih guru memberikan rangsangan agar muncul respon dari peserta didik. Contohnya di awal pelajaran seorang guru memberikan pertanyaan kepada peserta didiknya untuk memancing peserta didik berfikir serta merespon dengan menjawab pertanyaan tersebut. Upaya ini melatih peserta didik untuk belajar berfikir.
    f. Menilai. Guru memiliki tugas memberikan nilai kepada peserta didiknya. Menilai disisni bukan hanya yang berkaitan tentang ilmu pengetahuan akan tetapi juga menilai sikap serta keterampilan peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kompetensi peserta didik. Selain itu hal ini juga menjadi tolak ukur bagi seorang guru apakah proses pembelajaran tersebut berhasil atau tidak. Dalam hal ini guru harus adil dan jujur. Adil dan jujur dimaksudkan memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan peserta didik atau tidak mengistimewakan salah satu peserta didik karena ada kedekatan tertentu.
    g. Mengevaluasi adalah proses untuk menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini digunakan sebagai bahan untuk mengetahui kemajuan, perkembangan dan pencapaian peserta didik serta untuk mengetahui keefektifan pengajaran guru.
    3. UU nomor 14 tahun 2005 pasal 2 ayat 1: Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan serifikat pendidik.
    4. prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism;
    b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
    c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
    d. Memiliki kompetensi yang diperlukan. Sesuai dengan bidang tugas;
    e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
    f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
    g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
    h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
    i. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 bentuk pemberdayaan profesi guru yaitu diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu:
    a. Memiliki Kualifikasi akademik. Kualifikasi akademik disini diperoleh melalui pendidikan tinggi minimal program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4);
    b. Memiliki Kompetensi. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Semua kompetensi ini wajib dikuasai oleh guru sebagai seorang pendidik.
    c. Memiliki Sertifikat pendidik. Serifikat pendidik merupakan salah satu bukti bahwa guru tersebut merupakan guru profesional. Guru yang sudah mendapat Sertifikat Pendidik berarti sudah di anggap profesional dalam menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Sehingga Guru tersebut diharapkan mampu membawa perubahan pendidikan menjadi pendidikan yang berkualitas.
    d. Sehat jasmani dan rohani. Seorang guru harus memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik. Karena seorang guru tidak dapat menjalankan tugasnya apabila dalam kondisi sakit. Hal ini dapat memicu ketidak berhasilan pembelajaran.
    e. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Seorang guru harus mampu untuk berusah mewujudkan hal tersebut tidak hanya mengajar dan tidak memperdulikan apakah peserta didik telah memahami apa yang telah ia sampaikan.
    7. Terdapat 4 kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    a. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
    b. Kompetensi kepribadian artinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
    c. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
    d. Sedangkan kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
    8. Dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 disebutkan bahwa hak-hak guru adalah:
    a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
    c. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
    d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
    e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
    f. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundan-undangan.
    g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselarnatan dalam melaksanakan tugas.
    h. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
    i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
    j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.
    k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya.
    9. Kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan yaitu:
    a. Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    b. Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    c. Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    d. Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    e. Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi, yaitu:
    a. Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    b. Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    c. Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    d. Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    e. Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    f. Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    g. Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    h. Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah, seperti:
    a. Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    b. Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    c. Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    d. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    e. Menghormati rekan sejawat.
    f. Saling membimbing antar sesama rekan sejawat.
    g. Menjunjung tinggi martabat profesionalismen dan hubungan kesejawatan.
    h. Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    i. Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial.
    j. Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    k. Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    l. Menkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    m. Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    n. Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    o. Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    p. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    q. Tidak bolehmenciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik, seperti:
    a. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    b. Membimbing peserta didik untukmemahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    c. Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    d. Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    e. Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien
    f. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    g. Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    h. Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    i. Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    j. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    k. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    l. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    m. Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    n. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    o. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    p. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra atau masyarakat, yaitu:
    a. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    b. Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    c. Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    d. Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    e. Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    f. Memberikan pandangan profesional.
    g. Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    h. Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    i. Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap guru terhadap orang tua atau wali siswa, seperti:
    a. Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orang tua atau wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    b. Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua atau wali mengenai perkembangan peserta didik.
    c. Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua atau walinya.
    d. Memotivasi orang tua atau wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    e. Berkomunikasi secara baik dengan orang tua atau wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    f. Menjunjung tinggi hak orang tua atau wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    g. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua atau wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  10. 1. Menurut UU Nomor 14 tahun 2005 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan.
    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi, penjelasannya yaitu :
    • Mendidik : Menurut Jean-Jacques Rousseau dalam Closson (1999), mendidik adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak tapi dibutuhkan pada masa dewasa. Dapat diartikan juga sebagai proses untuk mengajak, memotivasi, mendukung, membantu dan menginspirasi peserta didik untuk melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya, orang lain dan lingkungan.
    • Mengajar : Menurut Usman (1994:3), yaitu membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar atau mengandung pengertian bahwa mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan terjadinya proses belajar.
    • Membimbing adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru untuk membantu siswa agar menemukan potensi dan kapasitasnya, menemukan bakat dan minat yang dimilikinya sehingga sesuai dengan masa perkembangan dan pertumbuhannya.
    • Mengarahkan adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik agar dapat mengikuti apa yang harus dilakukan agar tujuan dapat tercapai dan mengarahkan ini bukan berarti memaksa kebebasan peserta didik tetapi dihormati dengan tujuan agar tumbuh kreativitas dan inisiatif peserta didik secara mandiri.
    • Melatih : Menurut Sarief (2008), melatih padaa hakekatnya adalah suatu proses kegiatan untuk membantu orang lain (atlet) mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam usahanya mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia pendidikan tugas guru adalah melatih siswa terhadap fisik, mental, emosi dan keterampilan atau bakat.
    • Menilai : Menurut (BSNP 2007:9) penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Tugas guru adalah menilai siswa pada aspek keterampilan, sikap dan pengetahuan tujuannya untuk mengukur sejauhmana kompetensi siswa setelah proses belajar mengajar selesai dilaksanakan.
    • Mengevaluasi : Menurut (Gronlund, 1985, dalam Djaali dan Pudji M) mengevaluasi dapat dimaknai sebagai suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan program telah tercapai. Evaluasi ditunjukkan untuk mendapatkan data dan informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.
    3. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 kedudukan guru yaitu sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
    4. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 prinsip-prinsip profesionalitas guru yaitu:
    • Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
    • Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
    • Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
    • Memiliki kompetensi yang diperlukan. sesuai dengan bidang tugas.
    • Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.
    • Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    • Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    • Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dan
    • Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 bentuk pemberdayaan profesi guru yaitu diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi .
    6. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 pasal 8 syarat menjadi guru yaitu :
    • Memiliki kualifikasi akademik.
    • Memiliki Kompetensi.
    • Memiliki Sertifikat pendidik.
    • Sehat jasmani dan rohani.
    • Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    7. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 pasal 10 terdapat 4 (empat) kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    8. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 pasal 14 hak-hak guru yaitu :
    • Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    • Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
    • Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
    • Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
    • Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
    • Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.
    • Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
    • Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
    • Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
    • Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.
    • Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.
    9. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 pasal 14 kewajiban guru yaitu :
    • Merencanakan pembelajaran , melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    • Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    • Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    • Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    • Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan, antara lain:
    • Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    • Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    • Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    • Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    • Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi, antara lain :
    • Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    • Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    • Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    • Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    • Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    • Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    • Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    • Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah, antara lain :
    • Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    • Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    • Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    • Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    • Meng hormati rekan sejawat.
    • Saling membimbing antarsesama rekan sejawat.
    • Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    • Membantu rekan junior nya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    • Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial.
    • Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    • Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah.
    • Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    • Mengkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    • Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    • Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    • Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    • Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    • Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik, antara lain :
    • Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas men didik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    • Membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    • Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    • Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    • Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    • Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    • Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    • Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    • Menjunjung tinggi harga diri , integritas , dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    • Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    • Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    • Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    • Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    • Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    • Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    • Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat, antara lain :
    • Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    • Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    • Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    • Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    • Melakukan semua usaha untuk secara bersama- sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    • Memberikan pandangan profesional.
    • Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    • Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    • Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa, antara lain:
    • Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    • Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    • Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    • Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    • Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    • Menjunjung tinggi hak orang tua / wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    • Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi

  11. 1.) Guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2.) Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi:
    a. Mendidik
    Sebagai seorang pendidik profesional, guru memiliki tugas utama yaitu mendidik peserta didikya. Seorang guru dituntut untuk mampu mengembangkan kepribadian peserta didik serta mampu membina budi pekerti yang baik yang dimiliki peserta didik. Selain itu guru harus mampu mengarahkan peserta didik agar menjadi peserta didik yang berkarakter dan berbudi luhur. Mendidik tidak akan berhasil apabila seorang guru itu sendiri memiliki sifat dan karakter yang kurang baik. Oleh karena itu guru sebagai teladan peserta didik harus mampu menjadi contoh yang baik serta dapat memotivasi peserta didiknya menjadi siswa yang baik, berkarakter dan berbudi luhur.
    b. Mengajar
    Mengajar adalah memberikan ilmu kepada peserta didik. Seorang guru profesional harus mampu mengajar secara efektif. Mengajar bukan hanya sekedar mentransfer ilmu akan tetapi berupanya agar ilmu tersebut dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik. Guru dikatakan berhasil mengajar apabila peserta didik mengerti akan apa yang telah dijelaskan.
    c. Membimbing
    Membimbing adalah proses yang dilakukan oleh guru untuk mentransfer ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi dengan pendekatan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi, bakat serta minat peserta didik sehingga seorang guru dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik tersebut.
    d. Mengarahkan
    Mengarahkan adalah kegiatan yang dilakukan guru kepada peserta didik untuk mengikuti segala hal untuk mencapai tujuan pendidikan. Mengarahkan bukan berarti memaksakan. Peserta didik perlu diberi kebebasan untuk memacu inisiatif serta kreativitas peserta didik secara mandiri. Sehingga peserta didik tidak hanya bergantung terus menerus kepada seorang guru.
    e. Melatih
    Melatih adalah salah satu tugas guru untuk mengarahkan peserta didik pada penguasaan keterampila, baik keterampilan fisik maupun intelektual. Saat melatih guru memberikan rangsangan agar muncul respon dari peserta didik. Contohnya di awal pelajaran seorang guru memberikan pertanyaan kepada peserta didiknya untuk memancing peserta didik berfikir serta merespon dengan menjawab pertanyaan tersebut. Upaya ini melatih peserta didik untuk belajar berfikir.
    f. Menilai
    Guru memiliki tugas memberikan nilai kepada peserta didiknya. Menilai disisni bukan hanya yang berkaitan tentang ilmu pengetahuan akan tetapi juga menilai sikap serta keterampilan peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kompetensi peserta didik. Selain itu hal ini juga menjadi tolak ukur bagi seorang guru apakah proses pembelajaran tersebut berhasil atau tidak. Dalam hal ini guru harus adil dan jujur. Adil dan jujur dimaksudkan memberikan nilai yang sesuai dengan kemampuan peserta didik atau tidak mengistimewakan salah satu peserta didik karena ada kedekatan tertentu.
    g. Mengevaluasi
    Mengevaluasi adalah proses untuk menentukan sejauh mana tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini digunakan sebagai bahan untuk mengetahui kemajuan, perkembangan dan pencapaian peserta didik serta untuk mengetahui keefektifan pengajaran guru.

    3.) Kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 pasal 2 ayat 1 yaitu guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan serifikat pendidik.
    4.) Prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
    b. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
    c. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
    d. Memiliki kompetensi yang diperlukan. Sesuai dengan bidang tugas.
    e. Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas Keprofesionalan.
    f. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    g. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    h. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
    i. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5.) Menurut UU nomor 14 tahun 2005 bentuk pemberdayaan profesi guru yaitu diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6.) Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu:
    a. Memiliki Kualifikasi akademik
    Kualifikasi akademik disini diperoleh melalui pendidikan tinggi minimal program sarjana (S1) atau program diploma empat (D4)
    b. Memiliki Kompetensi
    Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Semua kompetensi ini wajib dikuasai oleh guru sebagai seorang pendidik.
    c. Memiliki Sertifikat pendidik
    Serifikat pendidik merupakan salah satu bukti bahwa guru tersebut merupakan guru profesional. Guru yang sudah mendapat Sertifikat Pendidik berarti sudah di anggap profesional dalam menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Sehingga Guru tersebut diharapkan mampu membawa perubahan pendidikan menjadi pendidikan yang berkualitas.
    d. Sehat jasmani dan rohani
    Seorang guru harus memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik. Karena seorang guru tidak dapat menjalankan tugasnya apabila dalam kondisi sakit. Hal ini dapat memicu ketidak berhasilan pembelajaran.
    e. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    Tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Seorang guru harus mampu untuk berusahs mewujudkan hal tersebut tidak hanya mengajar dan tidak memperdulikan apakah peserta didik telah memahami apa yang telah ia sampaikan.
    7.) Terdapat 4 kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    a. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
    b. Kompetensi kepribadian artinya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
    c. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
    d. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
    8.) Dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 disebutkan bahwa hak-hak guru adalah:
    a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
    b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
    c. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
    d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
    e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
    f. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundan-undangan.
    g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselarnatan dalam melaksanakan tugas.
    Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
    h. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
    i. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi.
    j. Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya.
    9.) Kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 yaitu:
    a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan, antara lain :
    a. Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana
    ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    b. Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    c. Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    f. Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    g. Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.

    11.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi, antara lain :
    1. Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanaka program organisasi.
    2. Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru
    3. Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    4. Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    5. Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    6. Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    7. Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    8. Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    12.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah, antara lain :
    1. Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    2. Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif
    3. Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    4. Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    5. Menghormati rekan sejawat.
    6. Saling membimbing antarsesama rekan sejawat.
    7. Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    8. Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan
    9. Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial
    10. Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan
    11. Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah
    12. Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya
    13. Menkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya
    14. Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat
    15. Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    16. Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    17. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    18. Tidak bolehmenciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.

    13.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik, antara lain :
    1. Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugasmendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    2. Membimbing peserta didik untukmemahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggotamasyarakat.
    3. Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    4. Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    5. Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien
    6. Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    7. Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
    8. Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    9. Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    10. Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    11. Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    12. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    13. Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    14. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan
    kemanusiaan.
    15. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    16. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

    14.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat, antara lain:
    1. Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    2. Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    3. Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    4. Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    5. Melakukan semua usaha untuk secara bersamasama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    6. Memberikan pandangan profesional
    7. Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    8. Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    9. Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.

    15.) Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa, antara lain :
    1. Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    2. Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    3. Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    4. Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    5. Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    6. Menjunjung tinggi hak orang tua/ wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    7. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  12. 1. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi.
    a) Tugas guru dalam mendidik adalah peran seorang guru harus mampu mendidik dengan cara membina peserta didik kepada hal yang positif dan bermanfaat, dapat menjadikan peserta didik yang bersikap buruk menjadi baik dan yang baik menjadi lebih baik lagi. Memberikan peran tauladan yang baik untuk pesera didik sehingga seorang guru berkewajiban memberikan contoh yang baik untuk peserta didiknya dalam membangun generasi muda untuk masa depan.
    b) Tugas utama guru dalam mengajar adalah seorang guru dapat menguasai materi yang akan diberikan, membuat perencanaan materi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran yang akan diajarkan. Seorang guru mampu memberikan atau mentransfer ilmunya utuk diberikan kepada peserta didiknya yang akan menunjang siswa dalam memahami materi yang akan diberikan. Sehingga Peserta didik juga dituntut untuk bisa kreatif, dan berinovasi dalam proses pembelajaraan.
    c) Tugas utama guru dalam membimbing adalah memberikan suatu arahan menuju hal yang baik kepada peserta didiknya. Pendidik selain melakukan pembimbingan ilmu juga dituntut untuk memberikan suatu tekanan kepada peserta didik untuk memberikan tugas, pendidik juga memberikan bantuan kepada siswa yang bermasalah dan pemecahan masalah karena hal tersebut menyangkut dengan pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai para siswa.
    d) Tugas utama guru dalam mengarahkan adalah memberikan suatu didikan yang baik dan memberikan arahan yang benar. Hal tersebut dapat memicu perilaku siswa menjadi pribadi yang baik sehingga siswa tentu dapat menaati peraturan di sekolah atau tata tertib yang berlaku di sekolah.
    e) Tugas utama guru dalam melatih adalah seorang pendidik dalam memberikan proses pembelajaran memerlukan sebuah latihan dan pemahaman kepada peserta didik dalam mewujudkan motivasi siswa yaitu dengan cara memberikan soal latihan di dalam pembelajaran, melakukan suatu praktek secara langsung dan tidak hanya menerapkan materi saja. Sehingga hal tersebut dapat mengetahui seberapa banyak ilmu yang diperoleh dan skills peserta didik.
    f) Tugas utama guru dalam menilai adalah memberikan suatu penilaian terhadap peserta didiknya di dalam kelas atau aktivitas sekolah. Penilaian bisa diambil dari sikap atau attitude, kehadiran masuk sekolah, keaktifan dalam proses pembelajaran, karakter peserta didik, evaluasi dan juga penilaian terhadap tugas-tugas yang diberikan sebagai motivasi siswa.
    g) Tugas utama guru dalam mengevaluasi adalah seorang pendidik memberikan evaluasi hasil kegiatan belajar dari awal pembelajaran hingga akhir untuk mengetahui atau mengukur seberapa banyak materi pembelajaran yang sudah diserap atau dipahami oleh peserta didik.

    3. Kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional adalah dimana seorang guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk meningkatkan martabat dan juga peran guru sebagai agen pembelajaran disekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan agar dapat melaksakan sistem pendidikan nasional dan dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional itu sendiri. Kedudukan guru meliputi pada jenjang pendidikan dasar yaitu guru pada penddikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yaitu dengan dibuktikan sertifikat pendidik.

    4. Prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah
    a) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme. Seorang guru harus memiliki bakat atau kemampuan di dalam bidangnya dan memiliki panggilan jiwa atau keyakianan atau keinginan untuk menumbuhkan kesadaran diri sendiri untuk dapat mentransfer ilmunya yang akan diberikan kepada peserta didiknya . Seorang guru harus memiliki idealisme atau melakukan suatu tindakan yang tepat atau benar sehingga akan memperoleh apa yang diinginkannya atau guru dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan keinginannya.
    b) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak yaitu guru harus berkomitmen untuk benar-benar memotivasi dirinya di dalam keputusan atau apa yang dipilihnya. Hal tersebut harus dapat dilakukan dan dapat diterapkannya dengan baik di dalam mutu pendidikan terutama proses KBM, didalam keimanan terhadap tuhan YME dan akhlak baik yang dapat dicontoh.
    c) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas yaitu untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki kualitas akademik yang dibutuhkan untuk para pendidik yaitu dengan cara memiliki sertifikat pendidik minimal S1 atau D4.
    d) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas yaitu seorang guru harus memiliki kompetensi di dalam keahliannya yaitu pedagogik, sosial, kepribadian dan profesional.
    e) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalitas yaitu seorang guru harus melakukan apa yang menjadi tanggung jawab terhadap komitmen didalam pelaksanaan bidangnya.

    5. Pemberdayaan profesi guru yaitu diselenggarakan melalui pengembangan diri secara bertahap yang dilakukan dengan cara demokratis yaitu melakukan sesuatu sesuai perudang-undangan, berkeadilan melakukan sesuatu dengan adil sesuai dengan hak dan kewajibannya, tidak diskriminatif yaitu antar sesama guru harus saling adil dan tidak membeda-bedakan, dan guru dalam mengajar atau mendidik kepada peserta didik harus berkelanjutan tanpa henti didalam mendidik, memberikan arahan yang baik dan juga membimbing peserta didik yaitu dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.

    6. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah seorang pendidik yang harus memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D4, memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yaitu kompetensi pedagogik atau seorang pendidik dalam kemantapan materi dan bagaimana mendidik, kemampuannya mengavaluasi, bagaimana mengajar dengan baik kepada peserta didiknya, selain memberikan materi guru juga dapat mengembangkan pribadi kepada peserta didik. memiliki sikap dan kepribadian yang baik. Sosial atau seorang pendidik harus mampu berorganisasi dengan baik, dan profesional untuk pemahaman dalam bidang yang sudah ditekuni , sudah disiapkan dan siap diterapkan dan diajarkan kepada peserta didik dan yang terakhir memiliki sertifikat pendidik yang minimal S1 atau D4.

    7. Terdapat 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik yang dimaksud adalah memiliki kemampuan pemantapan materi dan bagaimana cara menyampaikannya kepada peserta pendidik, memberikan pemahaman kepada peserta didik dan juga memiliki kemampuan dalam mengevaluasi dan menilai. Kompetensi kepribadian yaitu pendidik harus memiliki sikap yang baik, menjadi teladan dan dapat di contoh untuk peserta didiknya agar menjadi generasi muda yang berkarakter dan memiliki tata krama yang baik. Kompetensi sosial seorang pendidik harus mengikuti organisasi. Mampu berorganisasi dengan baik dan saling menguntungkan organisasi, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi ialah dapat menguasai apa yang menjadi tanggung jawabnya seperti pemahaman dalam suatu bidang yang ditekuni,dan yang sudah disiapkan.

    8. hak-hak guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah:
    a) Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial. Penghasilan yang diterimakan kepada guru berupa sejumlah penghasilan yang mampu mempengaruhi kebutuhan hidup minimum, atau berupa pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup guru dan keluarganya secara wajar, baik sandang pangan, tempat, kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan jaminan pada masa tua.
    b) Guru mendapatkan promosi dan penghargaan sejumlah apreasi yang diberikan untuk guru dengan apa yang menjadi prestasi dan kerja dibidangnya.
    c) Guru profesional memperoleh atau mendapatkan jaminan untuk suatu perlindungan yang layak dalam melaksanakan tugas dan hak atas kerjanya.
    d) Setiap guru juga memiliki hak untuk kesempatan dalam meningkatkan dan mengembangkan berbagai ilmu kompetensi untuk menunjangnya dan dapat menjalankan keprofesionalitasnya untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
    e) Dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik guru bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di satuan pendidikan yang diguunakan untuk membantu kelancaran proses pembelajaran yang guru lakukan.
    f) Guru diberikan kewenangan untuk memberikan penilaian hasil belajar pada peserta didik dan guru juga berperan dalam penentuan kelulusan peserta didik.selain itu guru memiliki kewenangan untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik yang memiliki prestasi baik serta guru juga perlu memberikan hukuman atau sanksi kepada siswa yang berperilaku buruk atau yang melanggar tata tertib.
    g) Guru dalam melaksanakan tugasnya memperoleh jaminan keselamatan . Misalnya ketika guru tersebut mengajar atau mendapat tugas di daerah rawan misal, rawan bencana atau rawan konflik.
    h) Guru memiliki kebebasan untuk menjadi anggota suatu organisasi profesi. Misalnya menjadi anggota PGRI.
    i) Guru berhak memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya dalam rangka untuk menentukan kebijakan pendidikan.
    j) Memiliki dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi yang dimilikinya.
    k) Guru berhak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan pengembangan profesi untuk lebih meningkatkan keterampilan profesinya sebagai guru.

    9. kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah
    a) seorang pendidik sebelum mengajar harus melakukan perencanaan dalam proses pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu atau sesuai dengan rancangan pembelajaran dan tidak berbelit-belit dalam mengajar, serta selain memberikan ilmu seorang guru juga melakukan penilaian terhadap tugas dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi yang dimiliki secara berkelanjutan terus menerus tanpa ada keraguan untuk berhenti yaitu sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    c) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif berlaku saling menghormati satu sama lain dan tidak membeda-bedakan atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran
    d) Selalu bersikap menjunjung tinggi terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, terhadap hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika
    e) Pendidik harus mewujudkan sikap yang dapat Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan yaitu
    Seorang yang telah menjadi guru atau pendidik harus Memiliki komitmen yang kuat dan dapat melaksanakan tugasnya seperti program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya, guru harus senantiasa ikut berpartisipasi untuk membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan berbudaya, memiliki sifat atau rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan pancasila dan UUD 1945, guru harus menjalankan amanat pemerintah dan berkewajiban untuk melaksanakannya karena untuk kemajuan pendidikan dan juga pembelajaran, dan tidak menciptakan sesuatu yang menimbulkan efek atau sikap buruk yang dapat menyebabkan masalah dan kerugian terhadap negara.

    11. sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi yaitu
    a) Menjadi suatu anggota organisasi profesi guru harus saling membantu,berbaur satu sama lain, selalu aktif dalam organisasi dan juga berperan penting dalam pelaksanaan organisasi.
    b) Memberikan kemantapan dan dapat memajukan organisasi profesi guru menjadi lebih baik.
    c) Dapat mengembangkan organisasi profesi guru menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan dan dapat terciptanya organisasi profesi menjadi lebih baik untuk kepentingan guru itu sendiri.
    d) Untuk memutuskan suatu hal secara pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi harus dapat mempertanggung jawabkan dan penuh pertimbangan agar semua yang terjadi berjalan dengan baik
    e) Melakukan suatu tindakan yang tidak menimbulkan dampak negatif atau menimbulkan kerusakan di dalam eksistensi organisasi profesinya seperti merendahkan organisasi profesi.
    f) Mampu bertanggung jawab terhadap tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    g) Tidak boleh mementingkan keuntungan atau urusan pribadi dan bersaksi palsu dari organisasi profesinya.
    h) Mengatakan sebab dan alasan disertai bukti yang jelas jika keluar dalam organisasi profesi.

    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah antaranya yaitu :
    a) memberikan kinerja yang baik, memperoleh prestasi, dan nama baik reputasi sekolah.
    b) Memotivasi diri dan rekan sejawat untuk berperan aktif dan selalu berinovasi.
    c) Guru harus mementingkan bersama tidak mementingkan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain.
    d) Saling menghargai dan pengertian kepada satu sama lain dengan rekan sejawat.
    e) Memiiliki rasa tanggung jawab dan hubungan yang baik kepada anak didik maupun pendidik lainnya.
    f) Saling mendorong kemajuan dalam bidang profesi dan menghargai setiap karya.

    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik adalah
    a) Guru dapat mengajarkan atau menjelaskan pembelajaran terhadap anak didik secara profesional dengan materi yang telah ditetapkan dan sesuai aturan
    b) Memberikan pembelajaran dan metode pembelajaran yang aktif terhadap anak didik yang dapat menunjang keaktifan anak didik.
    c) Melatih peserta didik untuk berfikir kritis dan mengarahkan anak didik dalam kemandirian. Dalam hal ini guru menuntut anak didik untuk selalu kreatif dan berinovasi.
    d) Guru bersikap baik dan juga menjadi teman antar anak didik dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik setiap anak didik.
    e) Guru menciptakan suasana yang kondusif di kelas agar anak didik dapat melaksanakan proses pembelajaran secara efektif.
    f) Guru harus bersikap profesioal dalam mengajar yaitu dengan tidak membawa urusan pribadi dalam proses pembelajaran di kelas.

    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra atau masyarakat adapaun contohnya sebagai berikut :
    a) Dapat berhubungan baik dengan lingkungan sekitar atau masyarakat. Guru dan masyarakat saling berkomunikasi dengan baik dan saling bergotong royong sesama.
    b) Guru ikut berpartisipasi dengan masyarakat sekitar dan bekerja sama dengan baik.
    c) Melakukan semua usaha dengan kebersamaan dan berperan aktif untuk meningktkan kesejahteraan.
    d) Guru mengetahui tentang perkembangan dan perubahan di masyarakat.
    e) Guru tidak membocorkan mengenai teman sejawat dan peserta didik di masyarakat.
    f) Guru memberikan arahan pandangan yang benar secara profesional, menjunjung tinggi nilai moral, kesopanan, agama didalam masyarakat.

    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua atau wali siswa.
    a) Melakukan komunikasi yang efektif terhadap orang tua atau wali siswa.
    b) menjalin hubungan yang baik dan saling bekerja sama terhadap orang tua atau wali dalam melaksanakan proses pendidikan.
    c) Memberitahukan perkembangan peserta didik di sekolah dengan jujur.
    d) Merahasiakan informasi tentang peserta didik selain orang tua atau wali siswa.
    e) Membantu orang tua atau wali peserta didik untuk berkonsultasi terhadap masalah yang dialami baik keinginan peserta didik terhadap pendidikan, cita-cita, kemajuan dan permasalahan lainnya yang sulit untuk dipecahkan.
    f) Memberikan motivasi terhadap orang tua atau wali peserta didik dalam memajukan dan berkembangnya pendidikan.
    g) Membantu orang tua atau wali peserta didik dalam mendidik anaknya mengenai apa yang menjadi tugas peserta didik.
    h) Guru tidak mengambil keuntungan pribadi atau untuk dirinya sendiri dari orang tua atau wali.

  13. 1. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Tugas guru menurut UU nomor 14 tahun 2015 diantaranya :
    a) Guru Sebagai Pendidik
    Guru sebagai pendidik adalah “mereka yang terlibat langsung dalam membina, mengarahkan dan mendidik peserta didik, waktu dan kesempatannya dicurahkan dalam rangka mentranspormasikan ilmu dan menginternalisasikan nilai termasuk pembinaan akhlak mulia dalam kehidupan peserta didik.“
    b) Guru Sebagai Pengajar
    Guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum diketahuinya, membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari. Guru sebagai pengajar, harus terus mengikuti perkembangan teknologi, sehinga apa yang disampaikan kepada peserta didik merupakan hal-hal yang uptodate dan tidak ketinggalan zaman.
    c) Guru Sebagai Pembimbing
    Guru sebagai pembimbing dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya yang bertanggung jawab. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan, menetapkan jalan yang harus ditempuh, menggunakan petunjuk perjalanan serta menilai kelancarannya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
    “jika guru mampu menyajikan kegiatan pembelajaran yang menarik, menantang dan menyenangkan maka anak tidak akan ramai sendiri. Anak akan tertarik dan memusatkan perhatian pada kegiatan pembelajarannya”
    d) Guru Sebagai Pengarah
    Guru adalah seorang pengarah bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua. Sebagai pengarah guru harus mampu mengarkan peserta didik dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, mengarahkan peserta didik dalam mengambil suatu keputusan dan menemukan jati dirinya.
    e) Guru Sebagai Pelatih
    Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan ketrampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih, yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-masing peserta didik. Pelatihan yang dilakukan, disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya. Untuk itu guru harus banyak tahu, meskipun tidak mencakup semua hal dan tidak setiap hal secara sempurna, karena hal itu tidaklah mungkin.
    f) Guru Sebagai Penilai
    Penilaian perlu dilakukan karena “dalam penilaian guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan anak terhadap materi pelajaran, serta ketepatan metode yang digunakan, serta untuk mengetahui kedudukan anak didalam kelompok atau kelasnya”. Sebagai suatu proses, penilaian dilaksanakan dengan prinsip-prinsip dan dengan teknik yang sesuai, mungkin tes atau non tes. Teknik apapun yang dipilih, penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
    g) Guru Sebagai Pengevaluasi
    Guru harus memahami teknik evaluasi, baik tes maupun non tes yang meliputi jenis masing-masing teknik, karakteristik, prosedur pengembangan, serta cara menentukan baik atau tidaknya ditinjau dari berbagai segi, validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran soal.
    3. Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
    4. Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut :
    • memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme;
    • memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia;
    • memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
    • memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
    • memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
    • memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
    • memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
    • memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
    • memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Pemberdayaan profesi guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6. Sebagai seorang pendidik, guru harus memiliki persyaratan sebagaimana disebutkan dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005. Diantaranya :
    • Kualifikasi akademik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat.
    • Kompetensi guru, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    • Sertifikat pendidik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikat pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi pendidik dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
    • Sehat jasmani dan rohani
    • Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    7. Terdapat 4 (empat) kompetensi guru dalam pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005. Antara lain :
    a) Kompetensi Pedagogik
    Kompetensi ini menyangkut kemampuan seorang guru dalam memahami karakteristik atau kemampuan yang dimiliki oleh murid melalui berbagai cara. Cara yang utama yaitu dengan memahami murid melalui perkembangan kognitif murid, merancang pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi hasil belajar sekaligus pengembangan murid.
    b) Kompetensi Kepribadian
    Kompetensi kepribadian ini adalah salah satu kemampuan personal yang harus dimiliki oleh guru profesional dengan cara mencerminkan kepribadian yang baik pada diri sendiri, bersikap bijaksana serta arif, bersikap dewasa dan berwibawa serta mempunyai akhlak mulia untuk menjadi sauri teladan yang baik.
    c) Kompetensi Sosial
    Kompetensi sosial adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik melalui cara yang baik dalam berkomunikasi dengan murid dan seluruh tenaga kependidikan atau juga dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
    d) Kompetensi Profesional
    Kompetensi profesional adalah salah satu unsur yang harus dimiliki oleh guru yaitu dengan cara menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam.
    8. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak :
    a) memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial;
    b) mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;
    c) memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual;
    d) memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi;
    e) memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan;
    f) memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan;
    g) memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas;
    h) memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi;
    i) memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan;
    j) memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau
    k) memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.
    9. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban :
    a) merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
    b) meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
    c) bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
    d) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan estetika; dan
    e) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa;
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan. seperti :
    • Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    • Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    • Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    • Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    • Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi. seperti :
    • Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    • Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru
    • Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    • Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    • Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    • Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    • Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    • Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah. seperti :
    • Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    • Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif.
    • Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif.
    • Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    • Menghormati rekan sejawat.
    • Saling membimbing antarsesama rekan sejawat.
    • Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    • Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    • Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial.
    • Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    • Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah.
    • Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
    • Menkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya.
    • Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat.
    • Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    • Tidak boleh mengoreksi tindakan professional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    • 17. Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    • Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik. seperti :
    • Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugasmendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    • Membimbing peserta didik untukmemahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    • Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    • Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    • Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    • Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    • Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negative bagi peserta didik.
    • Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    • Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    • Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    • Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    • Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    • Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    • Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    • Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    • Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat. seperti :
    • Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    • Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    • Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    • Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    • Melakukan semua usaha untuk secara bersamasama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    • Memberikan pandangan professional.
    • Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    • Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    • Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa. Seperti :
    • Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    • Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    • Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    • Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    • Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    • Menjunjung tinggi hak orang tua/ wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    • Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  14. 1. Apa yang dimaksud dengan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005?
    Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah
    Mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. Jelaskan ketujuhnya!
    a. Mendidik adalah sebagai usaha seorang pendidik mengantarkan ppeserta didik kearah kedewasaan yang baik secara jasmani maupun rohani, ketika tunas dididik dengan baik maka akan menjadi sebuah pohan yang baik pula, maka ketika peserta di didik dengan baik maka dewasa nanti akan menjadi baik dan bermanfaat bagi orang lain.
    b. Mengajar adalah suatu kegiatan menyampaikan wawasan ilmu terhadap murid , dalam menyampaikan ilmu harus seorang guru harus menciptakan suasana yang kondusif sehingga ilmu yang di sampaikan bisa di terima oleh murid dengan baik.
    c. Membimbing merupakan suatu kegiatan tertentu dan mengarahkan anak didik. Sesuai tingkat kedewasaan anak didik yang kita bimmbin, karena setiap anak didik mempunyai cara yang berbeda.
    d. Mengarahkan adalah suatu tindakan yang di lakukan guru dengan memberi petunjuk kepada anak didik agar dapat mengikuti dengan tujuan supaya anak didik mencapai tujuanya.
    e. Melatih adalah suattu kegiatan atau proses untuk mempersiapkan diri dengan sebaik –baiknya dalam usaha mencapai sutu tujuan tertentu.
    f. Menilai adalah menyimpulakn serangkaian kegiatan untuk pencapaian hasil belajar peserta didik. Tujuanya untuk mengukur sejauh mana kompetensi anak didik setelah proses pembelajaran selesai.
    g. Mengevaluasi adalah mengukur suatu kegiatan untuk mengetahui perubahan belajar anak didik dengan tujuan supaya anak didik mencapai hasil belajar.
    3. Jelaskan kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005!
    Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan seorang guru professional dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
    4.Jelaskan prinsip-prinsip profesionalitas guru menurut UU nomor 14 tahun 2005!
    a. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.yaitu dengan bakat dan minat yang timbul sendiri bukan paksaan maka dalam melakukan tugas dengan sungguh-sungguh
    b. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Guru harus meningkatkan mutu pendidikan sehingga pendidika di Indonesia semakan baik, dan guru harus mempunayi keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sehingga anak didik secara meniru perilaku baik seorang pendidik dan pendidik akan di permudah masalahnya oleh tuhan yang maha esa
    c. memiliki kualifikasi akademik atau latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. Yaitu dengan kualifikasi akademik yang sesuai minat terhadap bidang yang disukai sehingga perkembangan atau mutu pembelajaran akan menngkat.
    d. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. Dengan kompetensi yang sudah dimiliki maka seorang guru akan mudah menyerap materi yanag akan di sampaikan kepada anak didik
    e. memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesioanlan. Dengan tanggung jawab yang baik seorang pendidik dapat menyelesaikan suatu maslah dengan cepat dan tujuan tertentu akan tercapai.
    f. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    g. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    h. memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
    5. Bentuk pemberdayaan profesi guru yang disebut dalam UU nomor 14 tahun 2005 :
    Bentuk pemberdayaan profesi guru dilakukan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi. Sehingga seorang pendidik akan berdampak mempengaruhi anak didik kearah yang positif.
    6. Persyaratan guru dalam pasal 8 menurut UU No. 14 tahun 2005 :
    a) Memiliki kualifikasi akademik. Seorang guru harus memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4 dibuktikan dengan ijazah atau surat. Kualifikasi akademik adalah ijazah yang harus dimiliki seorang guru sesuai dengan bidang yang tekuni dan mendapat suatu bukti yang berua ijazah.
    b) Memiliki kompetensi yaitu guru harus memiliki kempampuan atau potensi diri
    c) Memiliki sertifikat pendidik. Seorang guru harus memiliki sertifikat pendidik\ yang sudah diakui oleh dinas pendidikan sehingga dengan sertifikat pendidik tersebut bahwa guru itu menyampaikan wawasan.
    d) Sehat jasmani dan rohani yaitu dengan sehat jasmani maka seorang guru akan mudah menyampaikan wawasan dan dengan rohani yang sehat giruu tidak akan melakukan tindakan yang akan merugikan.
    e) Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Guru harus memiliki kemampuan yang tinggi sehingga mutu pendidikan di Indonesia akan meningkat dan tidak kalah dengan mutu pendidikan di Negara yanag maju.
    7. Terdapat 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005 :
    a) Kompetensi pedagogik adalah kemampuan yang dimiliki guru dalam memahami peserta didiknya yang meliputi pemahaman, perancangan dan pelaksanaan pendidikan, mengevaluasi dan mengetahui perkembangan peserta didiknya dengan kemampuan yang dimilikinya.
    b) Kompetensi kepribadian adalah sikap atau tindakan yang mencerminkan kepribadian dari seorang guru dengan bersikap dewasa, arif, berwibawa, dan berakhlak mulia sehingga bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya.
    c) Sosial adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang guru menjalin hubungan dengan peserta didiknya, tenaga pendidikan atau orang tua / wali anak didiknya. Bersikap obyektif, tidak diskriminatif, berkomunikasi yang baik menggunakan lisan atau tulisan dan beradaptasi yang baik ketika ditempatkan di lingkungan yang baru.
    d) Kompetensi Profesional adalah kemampuan guru dalam memahami materi secara meluas atau memahami materi yang akan diberikan. Seorang guru mampu menguasai materi yang akan disampaikan serta mengembangkannya dengan kreatif, serta memanfaatkan teknologi sebagai media untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

    8. Menurut UU no 14 tahun 2005 pasal 14 hak-hak guru adalah
    a. Memperoleh penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan social menurut saya seorang guru mendapat jaminan kebutuhan hidup tapi tidak berlebihan dan juga mendapat kesejahteraan sosial
    b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja
    c. memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual yaitu soeorang guru mendapat perlindungan sesuai peraturan undang-undang yang berlaku.
    d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi menurut saya guru mendapat kesempatan meningkatkan kompetensi atau wawasan supaya mutu pendidik semakin meningkat.
    e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan
    f. Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian, dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan dari hal itu seorang guru dapat memberikan penilaian, ikut menentukan kelulusan , penghargaan dan sanksi.
    g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas maksudnya seorang guru dalam melaksanakan tugas di jamin rasa aman dan keselamatanya.
    h. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi guru di beri kebebasan mau ikut organisasi profesi yang diinginkan.
    i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan yaitu seorang pendidik memiliki kesempatan dalam menetukan kebijakan pendidikan supaya.
    j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi maksudnya pendidik memiliki kesempatan mengembangkan dan meningkatkan kualitas akademik.
    k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya yaitu mempunyai hak pelatihan dan mengembangkan profesi dalam bidang yang diampu.
    9. Jelaskan kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005!
    a. Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    b. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
    c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latarbelakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika.
    f. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan. Jelaskan!
    a). Peraturan perundang-undangan.
    Guru merupakan unsur masyarakat yang membantu Negara dalam bidang pendidikan. Karena itu, guru perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam kemajuan bidang pendidikan, sehingga dapat melaksanaka tugas dengan baik dan tujuan tertentu. Guru juga berperan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi. Jelaskan!
    a). Guru setelah menjadi anggota organisasi guru harus berperan
    aktif pada semua program organisasi dan mengembangkan organisasi supaya organisasi menjadi pusat informasi pendidikan.

    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah. Jelaskan!
    a). guru mempunyai banyak tugas selain menigkatkan kinerja, prestasi dan reputasi sekolah guru juga harus membuat lingkungan sekolah menjadi teman atau keluarga sehingga menciptakan suasana yang kondusif.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik. Jelaskan!
    a). Dengan menciptakan suasan belajar yang nyaman, menyenangkan dan membimbing anak didik berbuat positif itu adalah tugas guru ketika menyampaikan pembelajaran supaya pembelajaran tersebut tidak membosankan dan membuat peserta didik nyaman
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat. Jelaskan!
    a). menjalin hubungan kerja sama dan komunikasi supaya dalam mengembangkan pendidikan supaya berjalan lancer dan cepat secara efisien.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa. Jelaskan!
    a). Guru berperan sangat penting dalam menjalin hubungan antara wali siswa, ketika hubungan terjalin baik maka pendidikan akan maju , dan juga dengan adanya komunikasi antara wali dengan guru bisa bertukar pendapat dengan anak didik tentang kemajuan dalam belajar.

  15. 1. Menurut UU Nomor 14 Tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Tugas guru di antaranya adalah sebagai berikut:
    1) Mendidik
    Mendidik lebih mengacu pada karakter atau sikap pada peserta didik (siswa).
    Dengan tujuan bahwa guru harus memahami bagaimana karakter setiap siswanya guna memudahkan guru untuk memberikan materi yang akan disampaikan. Sebagai contoh, apabila ada salah satu siswa yang mempunyai sikap kurang baik (misalnya malas memperhatikan dan suka ramai sendiri) maka guru harus bisa menarik perhatian dalam arti bagaimana agar siswa tersebut mampu memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru. Guru tidak bisa marah kepada siswa tersebut, karena bisa jadi siswa tersebut semakin tidak suka dengan guru. Maka guru harus melakukan hal misalnya menyuruh siswa maju untuk mengungkapkan kembali tentang materi yang sudah disampaikan.
    2) Mengajar
    Mengajar adalah kegiatan mentransfer ilmu pada peserta didik. Guru harus memberikan materi yang seharusnya diberikan. Tidak seharusnya guru menyembunyikan materi karena guru dituntut untuk bisa menjadikan siswanya paham dengan apa yang disampaikan guru.
    3) Membimbing
    Membimbing adalah kegiatan memberikan bimbingan guna peserta didik mampu mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam sekolah tersebut. Apabila ada siswa yang melanggar maka tugas guru harus membimbing supaya tidak terulang kejadian yang sama. Tidak hanya guru bimbingan konseling yang berkewajiban untuk memberikan bimbingan namun guru kelas ataupun yang lain juga harus bisa memberikan bimbingan kepada setiap siswanya.
    4) Mengarahkan
    Mengarahkan berarti memberi arahan pada siswa guna mencapai keberhasilan dalam melakukan suatu hal. Dalam hal ini, guru dapat memberikan arahan melalui ucapan ketika siswa melakukan suatu aktivitas.
    5) Melatih
    Kegiatan latihan yang diberikan oleh guru dapat memberikan kemampuan pada siswa. Guru dapat melatih beberapa hal yang diperlukan oleh siswa, misalnya guru melatih siswa bidang olahraga ketika ada jam olahraga maupun di saat siswa akan melakukan kompetisi non akademik.
    6) Menilai
    Dalam hal ini, diharapkan guru harus bisa memberikan nilai yang adil pada siswa. Adil di sini memiliki arti bahwa guru harus memberikan nilai sesuai dengan kemampuan siswanya. Dengan demikian, guru harus bisa memahami sampai di mana kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
    7) Mengevaluasi
    Guru dapat melakukan evaluasi setelah proses pembelajaran atau dalam waktu yang lain. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh manakah kemampuan siswa menerima materi yang disampaikan guru. Selain guru mampu menilai kemampuan siswa, guru juga mampu memberikan solusi pada siswa dalam proses pembelajaran. Dalam arti guru bisa mengambil kesimpulan tentang bagaimana cara agar proses pembelajaran setelahnya dapat lebih baik lagi.
    3. Kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005:
    Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sesuai dengan uraian tersebut, guru berkedudukan sebagai tenaga kerja yang bersifat profesional yang memiliki sertifikat pendidik. Guru bekerja dalam bidang formal sesuai jenjang yang ditentukan.
    4. Profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut:
    a. memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
    b. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
    c. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
    d. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.
    e. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.
    f. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    g. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.
    h. memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
    i. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
    5. Bentuk pemberdayaan profesi guru dalam UU nomor 14 tahun 2005, diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6. Persyaratan yang harus dimiliki guru dalam pasal 8 menurut UU nomor 14 tahun 2005
    1) Kualifikasi akademik
    Guru harus memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D4 agar guru memiliki gelar sarjana.
    2) Kompetensi
    Guru harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
    3) Sertifikat pendidik
    Sebagai bukti bahwa guru tersebut telah resmi menjadi pegawai negeri profesional. Walaupun sebenarnya guru honorer atau guru tidak tetap belum memiliki sertifikat pendidik, mereka tetap bisa mengajar di sekolah. Menurut UU No. 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Pasal 11 ayat 1 Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Sertifikat pendidik adalah sebuah sertifikat yang ditandatangani oleh perguruan tinggi. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan.
    4) Sehat jasmani dan rohani
    Syarat ini merupakan pokok bagi guru karena tidak mungkin mereka yang tidak sehat dapat mengajar para peserta didik. Dan pemerintah pun tidak memperbolehkan jika kesehatan jasmani dan rohaninya terganggu.
    5) Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    Dalam UU No. 20, Tahun 2003, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan demikian, semua guru harus mewujudkan tujuan tersebut.
    7. 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 UU nomor 14 tahun 2005
    1. Kompetensi Pedagogik
    Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Termasuk ke dalam kemampuan ini antara lain sub-sub kemampuan:
    a. Menata ruang kelas.
    b. Menciptakan iklim kelas yang kondusif.
    c. Memotivasi siswa agar bergairah belajar.
    d. Memberi penguatan verbal maupun non verbal.
    e. Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas kepada siswa.
    f. Tanggap terhadap gangguan kelas.
    g. Menyegarkan kelas jika kelas mulai lelah.
    2. Kompetensi Kepribadian
    Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Termasuk dalam kemampuan ini antara lain sub-sub kemampuan :
    a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    b. Memahami tujuan pendidikan dan pembelajaran.
    c. Memahami diri (mengetahui kelebihan dan kekurangan dirinya).
    d. Mengembangkan diri.
    e. Menunjukkan keteladanan kepada peserta didik.
    f. Menunjukkan sikap demokratis, toleran, tenggang rasa, jujur, adil, tanggung jawab, disiplin, santun, bijaksana dan kreatif.
    3. Kompetensi Sosial
    Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua / wali peserta didik dan masyarakat sekitar. Termasuk ke dalam kemampuan ini adalah sub-sub kompetensi :
    a. Luwes bergaul dengan siswa, sejawat dan masyarakat.
    b. Bersikap ramah, akrab dan hangat terhadap siswa, sejawat dan masyarakat.
    c. Bersikap simpatik dan empatik.
    d. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.
    4. Kompetensi Profesional
    Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan, .mata pelajaran, atau kelompok mata pelajaran yang diampu. Konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, secara konseptual koheren dengan satuan pendidikan.
    8. Hak-hak guru dalam pasal 14 UU nomor 14 tahun 2005
    1) Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan
    2) Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas
    3) Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi
    4) Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan
    5) Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi
    6) Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya
    9. Kewajiban guru dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005
    1) Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
    2) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
    3) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran
    4) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika
    5) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru terhadap perundang-undangan
    1) Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya
    2) Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    3) Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
    4) Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran
    5) Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.
    11. Sasaran sikap profesional guru terhadap organisasi profesi
    1) Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi
    2) Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru
    3) Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat
    4) Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya
    5) Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya
    6) Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya
    7) Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya
    8) Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru terhadap sekolah
    1) Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah
    2) Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif
    3) Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif
    4) Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah
    5) Menghormati rekan sejawat
    6) Saling membimbing antar sesama rekan sejawat
    7) Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan
    8) Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan
    9) Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesional
    10) Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan
    11) Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah
    12) Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya
    13) Mengoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya
    14) Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat
    15) Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya
    16) Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya
    17) Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum
    18) Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat
    13. Sasaran sikap profesional guru terhadap anak didik
    1) Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran
    2) Membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    3) Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran
    4) Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan
    5) Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien
    6) Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan
    7) Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik
    8) Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    9) Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    10) Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    11) Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya
    12) Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    13) Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    14) Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    15) Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    16) Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
    14. Sasaran sikap profesional guru terhadap mitra/masyarakat
    1) Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    2) Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    3) Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    4) Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    5) Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    6) Memberikan pandangan profesional
    7) Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    8) Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    9) Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. Sasaran sikap profesional guru terhadap orang tua/wali siswa
    1) Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orang tua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    2) Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    3) Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    4) Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    5) Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    6) Menjunjung tinggi hak orang tua/ wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    7) Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  16. AISYAH NUR AINI

    1. Menurut UU Nomor 14 Tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Mendidik ; seorang guru ialah mendidik siswanya dan meniapkan nya menjadi generasi muda penerus bangsa yang terdidik.
    mengajar : guru bukan hanyamendidik tetapi juga mengajar yaitu melaksanakan pembelajaran dengan baik dan efektif.
    melatih : guru hendaknya melatih ketrampilan siswanya contohnya pelatihan soal untuk mengukur seberapa besar kemampuan siswa memahami materi.
    membimbing : guru sebagai mentor yang membimbing siswanya dalam proses belajarnya,
    mengarahkan : guru hendaknya mengarahkan siswanya agar berkepribadian baik dan patuh pada peraturan.
    menilai : guru juga harus memberikan penilaian trhadap sikap dan karakter siswa. selain itmemberikan nilai terhadap tugas yang bisa memotivasi siswa.
    mengevaluasi : yang terakhir evaluasi terhadap siswa selama ia dalam proses belajar.
    3. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 kedudukan guru yaitu sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
    4. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 prinsip-prinsip profesionalitas guru yaitu:
    • Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme.
    • Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
    • Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.
    • Memiliki kompetensi yang diperlukan. sesuai dengan bidang tugas.
    • Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.
    • Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja.
    • Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dan
    • Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan nya.
    5. Bentuk pemberdayaan profesi guru dalam UU nomor 14 tahun 2005, diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6.menurut UU NO.14 Tahun 2005 pasal 8 syarat menjadi guru adalah memilii kualifikasi akademik,sertifikat pendidik minimal S1/D4,Sehat jasmanirohani,memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
    7.Kompetensi guru ada 4 yaitu :
    1. Pedagogik :memahami karakter peserta didik.
    2. Sosial : menerapkan prinsip persaudaraan dan kebersamaan.
    3. Kepribadian : menjadi teladan yang baik bagi peserta didik.
    4. Profesional : menguasai materi sesuai bidangnya.
    8. Hak-hak guru dalam pasal 14 UU nomor 14 tahun 2005 adalah.
    1) Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan
    2) Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas
    3) Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi
    4) Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan
    5) Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi
    6) Memperoleh pelatihan dan pengembangan. profesi dalam bidangnya
    9. Kewajiban guru dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005 adalah :
    1) Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
    2) Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
    3) Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran
    4) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika
    5) Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10.Sikap profesionalitas guru terhadap perundang undangan adalah sebagai berikut :
    1) Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya
    2) Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    3) Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    11. Sikap profesionalitas guru terhadap organisasi profesi adalah sebagai berikut :
    1) Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi
    2) Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru
    3) Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat
    4) Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya
    5) Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    12. Sikap profesional guru terhadap sekolah diantaranya :
    1) Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah
    2) Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif
    3) Menciptakan dan melaksanakan proses belajar yang kondusif
    4) Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah
    5) Menghormati rekan sejawat dan saling membimbing antar teman sejawat.
    7) Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    13. Sikap profesional guru terhadap anak didik diantaranya :
    1) Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran
    2) Membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    3) Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran
    4) Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan
    5) Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    14. Sikap profesionalisme guru terhadap masyarakat antara lain sebagai berikut ;
    1) Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    2) Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    3) Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    4) Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    5) Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    15. Sikap profesionalisme guru terhadap orang tua siswa diantaranya :
    1) Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orang tua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    2) Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    3) Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    4) Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
    5) Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.

  17. Terima kasih. Jawaban saudara sudah saya terima dan saya koreksi

  18. 1. Guru menurut UU Nomor 14 Tahun 2005
    Pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
    2. Menurut UU nomor 14 tahun 2005, tugas guru diantaranya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
    a. Tugas guru diantaranya yang pertama mendidik. Guru bertugas wajib mendidik siswanya bukan hanya dalam hal akademik tetapi juga mendidik siswa agar memiliki karakter yang baik dalam lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
    b. Tugas guru yang kedua yaitu mengajar. Guru bertugas mengajar siswa-siswanya tentang apa yang harus diajarkan pada siswanya sesuai dengan kemampuan siswanya juga sesuai dengan silabus yang telah dibuat sebelum melaksanakan proses mengajar. Guru wajib mengajar semua siswanya hingga siswa mampu memahami materi yang diberikan oleh guru, tidak membeda-bedakan mengajar siswa yang pintar maupun tidak. Guru wajib menyamakan kedudukan siswanya.
    c. Tugas guru yang ketiga yaitu membimbing. Guru wajib membimbing siswa agar siswa tidak terjerumus dalam hal-hal/pergaulan yang salah dalam lingkungan sekolah. Guru harus bias membimbing siswanya agar dapat membedakan mana pergaulan yang baik dan tidak sehingga siswa dapat berfikir dahulu sebelum melakukan hal-hal yang buruk.
    d. Tugas guru yang keempat mengarahkan. Guru harus bias mengarahkan siswanya melakukan hal-hal yang positif. Mengarahkan siswa untuk mengembangkan diri mereka di sekolah, guru mengarahkan siswa untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan bakat yang dimiliki. Contoh siswa yang nakal sering berkelahi, guru seharusnya dapat mengarahkan siswa tersebut untuk mengikuti extra kulikuler silat. Sehingga siswa tersebut menyalurkan kenakalannya menjadi hal yang positif di extra kulikuler tersebut.
    e. Tugas guru yang kelima yaitu melatih. Guru wajib melatih siswa dalam segala hal semampu guru. Contoh melatih siswa untuk mengerjakan soal-soal agar dapat mengerjakan soal ulanga dengan lancar dan mendapatkan nilai yang memuaskan.
    f. Tugas guru yang keenam yaitu menilai. Guru wajib menilai segala hal siswanya, misalnya menilai karakter siswanya, nilai dari tes yang telah diujikan oleh guru dan guru wajib menilai bagaimana karakter serta nilainya sesuai dengan kemampuan siswanya secara objektif.
    g. Tugas guru yang terkahir yaitu mengevaluasi. Guru harus bias menyevaluasi hasil dari siswanya. Mengevaluasi apa yang harus ditingkatkan dan apa yang harus dihilangkan dalam proses belajar mengajar.

  19. 3. Kedudukan guru menurut UU nomor 14 tahun 2005
    Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik.

  20. 4. Prinsip Profesionalitas
    (UU No 14/2005/Guru dan Dosen Pasal 7)
    • Memiliki Bakat, Minat ,panggilan jiwa, dan idealism
    • Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia
    • Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas
    • Memiliki kompetensiyang diperlukan. sesuai dengan bidang tugas
    • Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesional.
    5. Bentuk pemberdayaan profesi guru yang disebut dalam UU nomor 14 tahun 2005 diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, kemajemukan bangsa, dan kode etik profesi.
    6. Guru Wajib Memiliki ….
    (UU No 14/2005/Guru dan Dosen Pasal 8)
    • Kualifikasi akademik
    Seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik minimal D3/S1. Mengapa kualafikasi sangat penting dan menjadi persyaratan yang wajib dimiliki karena jika seorang guru tidak memiliki kualifikasi akademik yang baik (D3/S1), akan menimbulkan kurang kepercayaan siswa/orang tua siswa terhadap kualitas atau cara mengajarnya. Kualifikasi akademik menjadi syarat wajib juga karena semakin baik kualifikasi akademiknya akan semakin dapat menjadi guru yang profesional.
    • Kompetensi
    Syarat wajib kedua yang wajib dimiliki oleh guru yaitu kompetensi. Seorang guru harus berkompeten dalam mengajar contoh : guru harus mengajar sesuai dengan bidang yang dimilikinya agar hasilnya maksimal.
    • Sertifikat pendidik
    Seorang guru harus memiliki syarat wajib memiliki sertifikat pendidik. Guru harus dapat menunjukan sertifikat pendidik nya karena untuk dijadikan pertimbangan apakah pantas menjadi guru/tidak. Krena dari sertifikat pendidik kualitas seorang guru dapat dilihat.
    • Sehat jasmani dan rohani
    Menjadi seorang guru harus memiliki syarat sehat jasmani dan rohani agar dapat menyampaikan materi pada siswa secara maksimal tanpa ada gangguan/halangan,
    • Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
    Menjadi seorang guru wajib memiliki syarat atau cita-cita untuk dapat kemauan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional semakin baik juga melakukan inovasi agar dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

  21. 8. Hak-hak guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 14 tahun 2005
    • Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/ atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundan-undangan
    • Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas
    • Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi
    • Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan
    • Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi
    • Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

  22. 9. Kewajiban guru yang disebutkan dalam pasal 14 menurut UU nomor 20 tahun 2005
    • Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
    • Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
    • Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
    • Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, Dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika
    • Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
    10. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap perundang-undangan
    • Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945, UU, dan ketentuan lainnya.
    • Membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya.
    • Menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    • Tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran.
    • Tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara
    11. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap organisasi profesi
    • Menjadi anggota organisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program organisasi.
    • Memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru.
    • Mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat.
    • Menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas organisasi profesi dan bertanggung jawab atas konsekuensinya.
    • Menerima tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya.
    • Tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensi organisasi profesinya.
    • Tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya.
    • Tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
    12. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap sekolah.
    • Memelihara dan meningkatkan kinerja, prestasi, dan reputasi sekolah.
    • Memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif
    • Menciptakandan melaksanakan proses belajar yang kondusif
    • Menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah.
    • Menghormati rekan sejawat.
    • Saling membimbing antar sesamarekan sejawat.
    • Menjunjung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan.
    • Membantu rekan juniornya untuk tumbuh secara profesional dan memilih jenis pelatihan yang relevan.
    • Menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapat profesionial
    • Membasiskan diri pada nilai agama, moral, dan kemanusiaan dalam setiap tindakan.
    • Memiliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan kualitas sekolah
    • Keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas profesionalnya
    • Menkoreksi tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidah agama, moral, kemanusiaan, dan martabatnya
    • Tidak boleh mengeluarkan pernyataan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat
    • Tidak boleh melakukan tindakan dan pendapat yang merendahkan martabat pribadi dan sejawatnya.
    • Tidak boleh mengoreksi tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa/masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    • Tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum.
    • Tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat.
    13. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap anak didik
    • Berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih , menilai , dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
    • Membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
    • Mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan berhak atas layanan pembelajaran.
    • Menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan.
    • Menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien.
    • Menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan.
    • Berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap yang dapat mempengaruhi perkembangan negative bagi peserta didik.
    • Secara langsung mencurahkan usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
    • Menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya.
    • Bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil.
    • Berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
    • Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya.
    • Membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan keamanan.
    • Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
    • Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
    • Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan pribadi.
    14. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap mitra/masyarakat.
    • Menjalin komunikasi dan kerja sama yang harmonis, efektif dan efisien untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.
    • Mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.
    • Peka terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat.
    • Bekerja sama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan martabat profesinya.
    • Melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan secara aktif meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya.
    • Memberikan pandangan profesional.
    • Menjunjung tinggi nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.
    • Tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
    • Tidak boleh menampilkan diri secara eksklusif dalam kehidupan masyarakat.
    15. Sasaran sikap profesional guru adalah sikap terhadap orang tua/wali siswa.
    • Berusaha membina hubungan kerja sama yang efektif dan efisien dengan orangtua/wali siswa dalam melaksanakan proses pendidikan.
    • Memberikan informasi secara jujur dan objektif kepada orang tua/ wali mengenai perkembangan peserta didik.
    • Selalu merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orang tua/walinya.
    • Memotivasi orang tua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpartisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan
    • Berkomunikasi secara baik dengan orang tua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya.
    • Menjunjung tinggi hak orang tua/ wali siswa untuk berkonsultasi dengannya berkaitan dengan kesejahteraan, kemajuan, dan cita-cita anak akan pendidikan.
    • Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orang tua/ wali siswa untuk memperoleh keuntungan pribadi.

  23. 7.Terdapat 4 (empat) kompetensi guru menurut pasal 10 menurut UU nomor 14 tahun 2005 Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
    Kompetensi yang pertama yaitu kompetensi pedagogik.
    Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan;
    Pemahaman terhadap peserta didik;
    Pengembangan kurikulum atau silabus;
    Perancangan pembelajaran;
    Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis;
    Pemanfaatan teknologi pembelajaran;
    Evaluasi hasil belajar; dan
    Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

  24. Kompetensi yang kedua yaitu kompetensi kepribadian.
    Beriman dan bertakwa
    Berakhlak mulia
    Arif dan bijaksana;
    Demokratis;
    Mantap
    Berwibawa;
    Stabil;
    Dewasa;
    Jujur;
    Sportif;
    Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;
    Secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri;
    Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
    Kompetensi yang ketiga yaitu kompetensi social.
    Berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun;
    Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional;
    Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik;
    Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; dan
    Menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.

    Kompetensi yang keempat yaitu kompetensi profesional. Penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s