Latihan Soal: Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!

  1. Jelaskan mengapa dibutuhkan pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1?
  2. Jelaskan hal-hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian!
  3. Hal yang utama dalam penelitian adalah sumber data. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber data tersebut!
  4. Jelaskan siapa saja yang menjadi sumber data pada sebuah penelitian!
  5. Ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian. Jelaskan pernyataan tersebut!
  6. Observasi adalah salah satu teknik dalam pengumpulan data penelitian. Apa yang dimaksud dengan observasi tersebut!
  7. Mengapa observasi penelitian harus dilaksanakan secara sistematis. Jelaskan!
  8. Jelaskan manfaat dari observasi penelitian!
  9. Observasi akan diperoleh informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian. Jelaskan jenis informasi-informasi apa saja yang dimaksud dalam pernyataan tersebut!
  10. Jelaskan objek-objek dalam observasi penelitian!
  11. Jelaskan tahapan-tahapan dalam observasi penelitian!
  12. Terdapat dua jenis observasi, yakni observasi partisipan dan observasi nonpartisipan. Jelaskan perbedaan keduanya!
  13. Salah satu teknik pengumpulan data adalah wawancara. Jelaskan apa yang dimaksud dengan wawancara tersebut!
  14. Terdapat dua jenis wawancara, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Jelaskan keduanya!
  15. Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan wawancara!
  16. Jelaskan jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara!
  17. Jelaskan tips-tips dalam melakukan wawancara!
  18. Alat bantu apa saja yang harus dibutuhkan dalam melakukan kegiatan wawancara!
  19. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Jelaskan pengertian dari dokumentasi tersebut!
  20. Jelaskan manfaat dari dokumentasi dalam penelitian pendidikan!
  21. Jelaskan pengertian dari Focus Group Discussion (FGD) dalam sebuah pengumpulan penelitian!
  22. Jelaskan ciri-ciri FGD dalam penelitian!
  23. Jelaskan kelebihan dan kekurangan FGD dalam pengumpulan data penelitian!
  24. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dengan melalui angket. Jelaskan pengertian dari angket tersebut!
  25. Jelaskan ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan!
  26. Terdapat dua jenis angket, yakni angket tertutup dan angket terbuka. Jelaskan perbedaan keduanya!
  27. Salah satu teknik pengumpulan data adalah tes. Jelaskan pengertian dari tes tersebut!
  28. Jelaskan jenis-jenis tes dalam penelitian pendidikan!
  29. Bentuk-bentuk tes terbagi menjadi dua, yakni tes objektif dan tes subjektif. Jelaskan perbedaan keduanya!
  30. Jelaskan tahapan-tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian!

38 tanggapan untuk “Latihan Soal: Sumber dan Teknik Pengumpulan Data”

  1. Nama : Rustiya Pangestuti
    NIM : 1886206040
    Prodi : PGSD
    TK / SMT/ Kelas : 2/3/B
    No Genap

    2. Terdapat dua hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian, yaitu ;
    a. kualitas instrumen penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian yang berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data yang berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen penelitian kuantitatif dapat berupa test, pedoman wawancara, pedoman observasi dan kuesioner. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu, peneliti sebagai instrumen juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian baik secara akademikmaupun logistiknya.
    b. kualitas pengumpulan data, dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan langkah yang strategis atau cocok dalam penelitian, karena pada dasarnya tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data itu sendiri dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber dan cara atau teknik. Dilihat melalui settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, dirumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi dan lain sebagainya. Dilihat dari sumbernya, pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer (sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data) dan sumber sekunder (sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen tertentu). Ketika dilihat dari segi cara atau teknik pengumpul data, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), kuesioner (angket), dokumen dan gabungan keempatnya.

    4. Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan data, maka sumber data disebut dengan responden. Responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis ataupun lisan. Dan apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau suatu proses tertentu. Sumber data dalam penelitian kualitatif dapat dibedakan menjadi empat, yaitu : 1). Narasumber (responden), yaitu orang yang memberikan tanggapan atau respon terhadap apa yang diminta atau ditentukan oleh peneliti dan orang yang memberikan informasi yang akurat, 2). Peristiwa atau aktivitas. Dari suatu peristiwa atau aktivitas, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung. Dengan mengamati sebuah peristiwa atau aktivitas, peneliti dapat melakukan cross check terhadap informasi verbal yang diberikan oleh subyek yang diteliti, 3). Tempat atau lokasi. Informasi tentang kondisi dari lokasi peristiwa bisa digali melalui sumber lokasinya, baik yang merupakan tempat ataupun lingkungannya, 4). Dokumen atau arsip. Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas. Dokumen atau arsip bisa berupa suatu rekaman atau dokumen tertulis.

    6. Yang dimaksud dari observasi ialah suatu aktivitas pengamatan terhadap suatu objek secara cermat dan langsung di lokasi penelitian, serta mencatat secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Kegiatan observasi ini, merupakan kegiatan yang direncanakan dan dicatat secara sistematis serta dapat dikendalikan keandalannya (reliabilitas) dan kesahihannya (validitas).

    8. Manfaat dari observasi penelitian adalah ;
    a. suatu hasil observasi dapat dikonfirmasi dengan hasil penelitian
    b. deskripsi dalam observasi dapat menjelaskan atau memperkirakan mengenai dunia nyata
    c. memungkinkan orang lain untuk menafsirkan hasil penemuan dan bagaimana akan diinterpretasikan
    d. observasi dapat menjelaskan mengenai suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya, serta menimbulkan spekulasi tentang peristiwa tersebut dalam aturan nyata
    e. observasi dapat mencatat indikasi yang terkadang tidak nyata berlangsungnya
    f. proses observasi dapat mencatat keadaan yang tidak dapat direplikasikan dalam suatu eksperimen
    g. suatu peristiwa dapat dicatat secara kronologis sehingga berurutan
    h. suatu observasi dapat dikombinasikan dengan menggunakan sistem lainnya

    10. Objek-objek observasi penelitian
    a. Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut
    b. Kegiatan, menyangkut hal apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut dan apa akibat dari kegiatan tersebut
    c. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka dan gerak tubuh
    d. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung
    e. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati
    f. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan dan kegunaan benda atau alat yang dipakai ketika pengamatan

    12. a. Observasi Partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi. Observer bertindak sungguh-sungguh seperti anggota dari kelompok yang akan diobservasi.
    b. Observasi Non Partisipan adalah suatu proses pengamatan dimana observer tidak ikut didalam kehidupan orang yang akan diobservasi, dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat. Dalam hal ini, observer hanya bertindak sebagai penonton saja tanpa harus ikut terjun langsung ke lapangan.

    14. a. Wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan. Dalam wawancara terstruktur peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah dipersiapkan. Dalam wawancara ini, responden diberikan pertanyaan yang sama.
    b. Wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan. Tujuannya untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak narasumber diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara ini, pendengar secara teliti dalam mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber.

    16. Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara
    a. Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, narasumber bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    b. Pertanyaan hipotik terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    c. Pertanyaan langsung. Dalam pertanyaan langsung dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan kata Ya atau Tidak.
    d. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi narasumber dalam menjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Narasumber tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada yang disukai oleh narasumber.
    e. Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi narasumber. Disebabkan tidak ada jawaban yang benar tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional.
    f. Pertanyaan terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan terpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    g. Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawaban pun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olah yang bertanya itu bukan dia.
    h. Pertanyaan penyelidik adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering. Dengan menggunakan contoh anggapan.
    Patton dikutip Melleong (dalam Sugiyono, 2011 : 322-324) menggolongkan 6 jenis pertanyaan, yaitu :
    a. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman
    b. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
    c. Pertanyaan yang berkaitan dengan pertanyaan
    d. Pertanyaan tentang pengetahuan
    e. Pertanyaan yang berkaitan dengan indera
    f. Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi

    18. Alat bantu yang digunakan saat wawancara ialah buku, daftar pertanyaan, alat tulis, alat perekam, dan kamera (kalau diperlukan dokumentasi).

    20. Manfaat dari dokumentasi dalam penelitian sebagai penyedia informasi untuk kebutuhan penelitian. Data atau informasi yang terlampir didalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

    22. FGD (Focus Group Discussion) biasa disebut juga dengan Diskusi Kelompok Terarah adalah suatu metode atau teknik dalam mengumpulkan data kualitatif di mana sekelompok orang berdiskusi tentang suatu fokus masalah atau topik tertentu secara spesifik dan dipandu oleh seorang fasilitator atau moderator.
    Ciri-ciri Focus Group Discussion (FGD) ialah ;
    a. FGD di ikuti oleh suatu kelompok yang idealnya terdiri dari 7 sampai dengan 11 orang. Kelompok tersebut harus cukup kecil agar memungkinkan setiap individu mendapat kesempatan mengeluarkan pendapatnya, sekaligus agar cukup memperoleh pandangan dari anggota kelompok yang bervariasi. Jumlah kelompok diusahakan ganjil dengan tujuan manakala FGD harus mengambil keputusan yang akhirnya perlu voting, maka dengan jumlah yang ganjil tersebut dapat membantu kelompok dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
    b. Peserta FGD terdiri dari orang-orang yang memiliki ciri yang sama (ciri yang sama misalnya ialah persamaan gender, tingkat pendidikan, pekerjaan atau persamaan lainnya) atau relatif homogen yang ditentukan berdasarkan tujuan dan kebutuhan studi atau proyek.
    c. FGD merupakan sebuah proses pengumpulan data, oleh karena itu yang diutamakan adalah sebuah proses (proses dalam penelitian atau pengumpulan data tersebut).
    d. FGD adalah sebuah metode dan teknik pengumpulan data kualitatif, oleh karena itu di dalam metode FGD digunakan pertanyaan terbuka (open ended) yang memungkinkan peserta dapat memberikan jawaban dengan penjelasannya.
    e. FGD ialah diskusi terarah. Maka topik diskusi harus ditentukan terlebih dahulu dan pertanyaan dikembangkan sesuai dengan topik serta disusun secara berurutan atau teratur alurnya agar mudah di pahami oleh peserta. Fasilitator mengarahkan diskusi dengan menggunakan panduan pertanyaan tersebut.
    f. Lama waktu yang dibutuhkan berkisar antara 60 sampai dengan 90 menit. Kegiatan FGD yang pertama biasanya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan FGD selanjutnya. Karena pada FGD pertama sebagian besar informasinya baru.
    g. Lazimnya FGD dilakukan beberapa kali. Jumlahnya tergantung pada tujuan dan kebutuhan serta pertimbangan teknis.
    h. FGD dilaksanakan di suatu ruang atau tempat yang disesuaikan dengan pertimbangan utama bahwa peserta dapat secara bebas dan tidak merasa takut untuk mengeluarkan pendapatnya
    .
    24. Angket atau kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan atau pernyataan secara tertulis dan untuk dijawab juga secara tertulis oleh responden. Definisi lain dari angket ialah suatu kumpulan pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dri responden tentang diri pribadi atau hal – hal yang ia ketahui.

    26. Perbedaan Angket Tertutup dan Angket Terbuka
    a. Angket Tertutup ialah angket yang didalamnya telah terdapat alternatif jawaban yang telah ditentukan. Jawaban tersebut bisa berupa jawaban yes or no atau pilihan ganda sehingga responden tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawabannya sendiri.
    b. Angket terbuka yaitu angket yang sistem menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda atau yes or no. Sehingga responden bisa leluasa memberikan jawaban sesuai dengan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternatif jawaban dari angket tersebut.

    28. Jenis – jenis tes dalam penelitian pendidikan
    1. Dari segi bentuk pelaksanaannya
    a. Tes Tertulis (paper and pencil test)
    Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada penggunaan kertas dan pensil sebagai instrumen utamanya.
    b. Tes Lisan (oral test)
    Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara tatap muka antara guru dan siswa (face to face).
    c. Tes Perbuatan (performance test)
    Tes perbuatan mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu.
    2. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya
    a. Tes Essay (uraian)
    Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes essay ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dalam bahasa sendiri.
    b. Tes Objektif
    Tes objektif adalah tes yang telah disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawabannya. Misalnya, tes betul salah (true false), tes pilihan ganda (multiple choice), tes menjodohkan (matching), dan tes analisa hubungan (relationship analysis).
    3. Dari segi fungsi tes di sekolah
    a. Tes Formatif
    Tes Formatif yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran
    b. Tes Summatif
    Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu. Tes sumatif dilaksanakan pada tengah atau akhir semester.
    c. Tes Penempatan
    Tes penempatan adalah tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar.
    d. Tes Diagnostik
    Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis penyebab kesulitan yang dihadapi seseorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dan lain -lain yang mengganggu kegiatan belajarnya.

    30. Tahapan – tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian antara lain ;
    a. Mendefinisikan tes, adalah membatasi skup dan tujuannya, serta tahu perbedaan alat ukur yang akan dibuat dengan alat ukur yang ada sebelumnya.
    b. Memilih metode skala. Tujuan tes psikologi adalah penugasan angka-angka kepada jawaban-jawaban tes sehingga jawaban itu bisa dinilai baik atau buruk dari apa yang diukur. Aturan penandaan angka itu disebut dengan metode skala. Pemilihan skala tergantung kepada kecocokan skala itu dengan apa yang diukur, jadi tidak ada istilah “bahwa skala yang satu lebih baik dari skala yang lain”. Dalam skala ini memperlukan pemahaman yang baik bagi penyusun.
    c. Menyusun item. Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan item yaitu:
    1. Apakah item yang ditulis bervariasi atau homogen ?
    2. Berapa rentang tingkat kesulitan yang ingin dicakup ?
    3. Berapa banyak item awal yang ingin dibuat ?
    4. Proses kognitif apa yang ingin dicapai ?
    5. Jenis item seperti apa yang ingin dibuat ?
    d. Menguji item.
    1. Tingkat kesulitan item. Tingkat kesulitan item hanya untuk item dalam tes kognitif.
    2. Reliabilitas item. Reliabilitas item adalah mencari sejauhmana item-item dalam sebuah tes memiliki konsistensi internal yang tinggi. Item-item dalam sebuah tes adalah mengukur perilaku yang sama sehingga item-item tersebut secara logis adalah homogen. Untuk mengetahui homogenitas item adalah dengan mengorelasikan skor item dengan skor total tes. Korelasi yang digunakan adalah korelasi point-biserial untuk item dikotomi dan korelasi product-moment untuk item multikotomi. Item yang dianggap memiliki konsistensi internal dengan tes tersebut adalah yang memiliki korelasi ³ 0,30.
    3. Validitas item
    Kalau relibilitas item adalah dengan mengorelasikan skor item dengan skor total tes itu sendiri, sedangkan validitas item adalah mengorelasikan skor item tersebut dengan skor kriteria. Skor kriteria ini adalah tes lain yang berkaitan dengan tes yang diuji.
    e. Merevisi tes. Tujuan analisis item adalah mengetahui item-item yang tidak produktif sehingga bisa direvisi. Item-item yang direvisi adalah item-item yang masih ditoleransi kesalahannya.
    f. Menerbitkan tes

  2. 1. Dengan memahaminya maka mahasiswa akan mudah dalam proses analisinya, dengan pemahaman yang benar maka bisa mendapatkan data yang valid dan kesimpulan dari penelitian tersebut tidak diragukan kebenarannya.
    2. Sumber data merupakan suatu cara untuk memperoleh suatu data atau informasi yang diperlukan dalam suatu penelitian, yang biasa disebutkan seperti melalui wawancara, observasi, tes maupun melalui dokumentasi.
    3. Dalam memilih sumber data suatu penelitian kita harus teliti agar tepat dan tidak salah, dengan memilih sumber data yang tepat maka akan timbul hasil data yang bagus pula.
    4. Karena dalam observasi penelitian seorang peneliti harus meneliti sendiri, yang artinya tidak ada responden. Dan melalui observasi penelitian ini seorang peneliti akan lebih paham tentang isi data yang diteliti karena dapat meneliti secara langsung dan hasilnya pun juga memungkinkan kebenarannya.
    5. Dalam observasi penelitian akan mendapatkan informasi yang akan menunjang hasil penelitian , seperti jelasnya tempat penelitian, pelakunya hingga kejadiannya. Karena peneliti dapat terlibat langsung di tempat penelitian untuk mengamatinya sehingga peneliti mampu memahami dan tau secara detail bagaimana alurnya.
    6. Pada tahapan pertama yaitu observasi deskriptif, yang artinya seorang peneliti belum menemukan masalah untuk diteliti dan masih melakukan pengamatan umum melalui pendeskripsian tentang apa yang dilihat dan didengar. Pada tahap kedua yaitu observasi terfokus, yang artinya peneliti telah menemukan objek yang akan diteliti dan fokus pada objek tersebut. Pada tahap ketiga yaitu observasi terseleksi, yang artinya peneliti sudah menemukan inti dari hasil penelitian tersebut sudah terjawab semua atau bisa dikatakan peneliti sudah mendapatkan informasi atau pengamatan yang benar sehingga memperoleh data yang terinci.
    7. Wawancara merupakan cara untuk memperoleh informasi atau jawaban dengan cara Tanya jawab bersama responden.
    8. Dalam wawancara seorang penanya harus menentukan siapa yang menjadi target wawancara, menyiapkan bahan atau topic pembicaraan untuk mempermudah penyampaian dan mulai melakukan wawancara kemudian memastikan hasil kesimpulan dari wawancara.
    9. Pada saat wawancara seorang penannya harus memulai wawancara dengan baik dan sopan, memulai pertanyaan dengan yang mudah dulu, bertanya berdasarkan informasi fakta. Seorang penannya juga tidak boleh bertanya soal pribadi narasumber, selalu berikan kesan yang positif untuk menghargai narasumber, jika sudah selesai pengulangan pertanyaan bisa dilakukan sebagai bentuk klarifikasi dari pertanyaan sebelumnya.
    10. Pengumpulan data melalui dokumentasi dapat diartikan bahwa seorang peneliti melakukan penelitian menggunakan catatan atau dokumen yang berguna untuk bahan analisis atau penelitian.
    11. Focus Group Discussion (FGD) dalam pengumpulan data merupakan pemerolehan data dengan cara diskusi atau interaksi kelompok dengan kelompok atau kelompok dengan individu untuk menemukan sebuah pemahaman dari suatu permasalahan yang di pimpin oleh seorang moderator.
    12. Kelebihan dari FGD yaitu tidak memakan waktu yang banyak, dengan waktu yang sedikit atau singkat maka akan membuat peserta tidak akan mudah merasa bosan, dan metode ini bisa untuk menggali keyakinan dan penilaian dari suatu kelompok. Sedangkan kekurangan dari FGD yaitu terkadang peserta sulit dikendalikan ketika diskusi berlangsung, kadang salah satu siswa gagal mengungkapkan pendapatnya karena merasa pendapat teman yang lain lebih baik.
    13. Dalam suatu angket bisa berisikan tentang pertanyaan ataupun pernyataan, jawaban di isi oleh responden dan pengumpulan data melalui angket ini seorang peneliti tidak langsung bertatap muka dengan responden karena pengumpulan data sudah berupa tulisan.
    14. Tes merupakan sebuah pengumpulan data berupa pertanyaan yang diberikan untuk seseorang yang kemudian orang tersebut memberikan respon atau jawaban. Dalam tes ini bisa lansung secara tatap muka maupun dalam teks tulisan atau tidak langsung berbicara dengan responden.
    15. Pada tes objektif atau disebut juag tes dengan jawaban singkat yang mana jawaban dari tes ini hanya berupa tanda silang, lingkaran, atau memberi warna hitam pada opsi jawaban, dan jawabannya sudah pasti satu yang mungkin benar. Sedangkan tes subjektif yaitu dimana jawaban dari tes ini beragam isinya bahkan susunan katanya. Untuk tes ini pertanyaan biasa disusun dengan esai, kata Tanya, jawaban pendek maupun melengkapi suatu pernyataan atau kalimat.

  3. Nama :Tuty Mirda Mufidah C S
    NIM : 1886206042
    Prodi: PGSD
    TK/SMT/kelas : 2/3/B
    Nomor genap
    (2).Ada dua hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Dua hal itu adalah: 1) kualitas instrumen penelitian dan 2) kualitas pengumpulan data.
    Adapun yang mempengaruhi pada penelitian kuantitatif adalah: (a) Kualitas instrumen: berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan (b) Kualitas pengumpulan data: berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data

    Sedangkan yang mempengaruhi pada penelitian kualitatif adalah:
    Instrumen penelitian: peneliti itu sendiri
    Instrumen penelitian pada penelitian kualitatif
    Pada penelitian kualitatif, instrumen penelitian adalah: peneliti itu sendiri sehingga validasi dilakukan oleh peneliti sendiri dengan memperhatikan hal-hal diantaranya: a) Pemahaman peneliti terhadap metode penelitian kualitatif. B) Penguasaan wawasan peneliti terhadap bidang yang diteliti, dan c) Kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian secara akademik maupun logistik
    Instrumen penelitian pada penelitian kualitatif
    Pada penelitian Kualitatif, permasalahan di awal penelitian belum jelas dan pasti, maka instrumen yang paling tepat adalah peneliti itu sendiri.
    Setelah masalah sudah mulai jelas, maka dapat dikembangkan sebagai instrumen yang sederhana yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang ditemukan melalui observasi dan wawancara.

    (4). Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.
    Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang meresponatau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan.

    (6).Teknik observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data kualitatif yang dianjurkan untuk mendapatkan data-data deskriptif. T_eknik observasi berasal dari kata observation yang berarti pengamatan. Teknik observasi digunakan untuk memahami pola, norma, dan makna perilaku dari informan yang diteliti.Observasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengenal oranglain dengan lebih mendalam dalam kehidupan sehari – hari. Yang dimaksud observasi adalah suatu aktivitas mengamati tingkah laku individu. Biasanya diakhiri dengan mencatat hal – hal yang dianggap penting sebagai penunjang informasi mengenai individu.

    (8). Manfaat observasi adalah yang Pertama, menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu gerakan tingkah laku seseorang. Yang dimaksud disini adalah sebelum kita melakukan observasi kita tidak mengetahui tindakan apa yang dilakukan seseorang. Tetapi setelah kita melakukan observasi kita menjadi tahu apa arti tindakan yang dilakukan seseorang. Kedua, Hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian. Ketiga, deskripsi memberikan gambaran dunia nyata. Keempat, memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan. Kelima, dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kuwalitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya. Keenam, dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya. Ketujuh, mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen. Kedelapan, kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut. Kesembilan, peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen. Kesepuluh, observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.

    (10). Objek penelitian adalah isu, problem, atau permasalahan yang dibahas, dikaji, diteliti dalam riset sosial. Dari definisi tersebut, kita langsung bisa menangkap bahwa objek penelitian memiliki cakupan luas sejauh masih berhubungan dengan topik penelitian.
    Namun demikian, objek penelitian sosial bisa kita klaim sangat mungkin melibatkan individu, kelompok, atau masyarakat sejauh objek tersebut merupakan permasalahan yang akan diteliti. Di sinilah, kerancuan penggunaan istilah bisa muncul dalam riset sosial.
    Ketika kita memposisikan masyarakat sebagai objek penelitian, maka masyarakat tersebut diposisikan sebagai bagian dari permasalahan penelitian itu sendiri

    (12). Observasi non-partisipan
    Pada observasi non-partisipan, peneliti mengumpulkan data yang dibutuhkannya tanpa menjadi bagian dari situasi yang terjadi. Peneliti memang hadir secara fisik di tempat kejadian, namun hanya mengamati serta melakukan pencatatan secara sistematis terhadap informasi yang diperolehnya. Observasi jenis ini harus dilakukan dalam suatu periode yang panjang agar seluruh data yang dibutuhkan benar-benar terkumpul secara lengkap, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Contoh dari jenis ini ialah pengamatan peneliti pada aktivitas di suatu perusahaan untuk mencatatkan aktivitas harian para manajer. Peneliti tidak terlibat dalam aktivitas tersebut, namun dapat memperoleh data.
    Observasi partisipan
    Peneliti juga dapat mengambil peran dalam situasi yang berlangsung. Pada jenis ini, peneliti menjadi salah satu orang yang melakukan aktivitas yang diteliti. Dengan demikian, peneliti mendapatkan pengalaman secara langsung dari aktivitas tersebut sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih mendalam. Contohnya, seorang peneliti ikut tinggal bersama suatu suku tertentu untuk mengetahui bagaimana adat dan kebiasaan suku tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

    (14). 1. Wawancara Terstruktur
    Wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
    2. Wawancara Tidak Terstruktur
    Wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan.

    (16). Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
    1.Pertanyaan Terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.

    2.Pertanyaa Hipotik Terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara. Contoh : ‘’Tdi saudara jelaskan bahwa saudara tidak tahu menahu tentang penyelewengan yang dilakukan oleh bawahan saudara. Sepengetahuan saya, sistem pengawasan melekat di kantor saudara selam ini sudah ada, Apkah ada hambatan dalam pelaksanaanya ?

    3.Pertanyaan Langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja. Misal : ‘’Apakah saudara ikut dalam rombingan presiden ke China beberapa waktu lalu ?. Pertanyaan yang hanya menghendaki jawaban ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’ juga bisa disebut pertanyaan BI-POLAR.

    4.Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada ayng disukai oleh penjawab. Misal : ‘’Bagiaman ukuran prusahan yang sedang saudara pimpin sekarang, perusahan besar, menengah, atau kecil ?’’

    5.Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang benarm tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab. Mial : ‘’Kalau bendungan yang direncanakan ini gagal, apakah anda akan mengundurkan diri dari Dirjen Perairan ?’’.

    6.Pertanyaan Terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan trpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya. Misal : ‘’Saya melihat di daerah ini banyak sekali industri kecil yang mempunyai semangat kerja tinggi. Bagaimana dalam bentuk apa Anda dapat memberikan bantuan kepada mereka ?

    7.Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olaj yang bertanya itu bukan dia. Misal : ‘’Beberapa pemimpin mahasiswa menginginkan adanya kebebasan berbicara di kampus ini, mnurut mereka, selama Anda menjadi pembantu rektor bidang kemahasiswaan, kebebasan berbicara itu banyak dikekang. Bagaimana tanggapan Anda ?

    8.Pertanyaan Penyelidik. Adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering. Dengan menggunakan contoh anggapan. Misal : pertanyaan penyelidik ini bisa berbunyi ‘’Mengapa Anda anggarkan 20% lebih besar untuk perjalanan dinas tahun depan Pak ?

    (18.) Alat perekam / buku tulis , daftar pertanyaan, bolpen

    (20.)Ditinjau dari aspek penelitian, dokumentasi bermanfaat sebagai penyedia data untuk keperluan penelitian. Data atau informasi yang tercantum dalam sebuah berkas dapat di pergunakan untuk keperluan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan

    (22.) Ciri khas metode riset FGD yang tidak dimiliki oleh metode penelitian kualitatif lain (baik wawancara mendalam maupun observasi) adalah adanya interaksi.
    FGD adalah Group, bukan individu. Sehingga, agar dinamika kelompok berjalan lancar, setiap anggota kelompok terlibat secara aktif.
    Ciri-ciri nya : FGD diikuti oleh suatu kelompok 7-11 orang. FGD ialah diskusi terarah. Lama waktu yang dibutuhkan berkisar 60-90. FGD dilaksanakan di suatu ruang dan tempat

    24. Pengertian angket berdasarkan depdikbud tahun 1975 adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapat jawaban.
    Angket adalah suatu alat yang dignakan untuk mengumpulkan data dengan cara membuat daftar pertanyaan secara tertulis dan lalu oleh narasumber (read : responden) akan diisi dengan cara tertulis pula. Oleh masyarakat luas, angket sering kali juga disebut dengan sebutan Quesioner

    26 . Angket tertutup
    Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban yes or no, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.
    Angket terbuka
    Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.

    28. Tes tulis (paper and pencil test)
    Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil/pulpen sebagai media utama. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).
    Tes lisan (oral test)
    Tes lisan atau oral test pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites).
    Tes perbuatan (performance test)
    Performance test (tes perbuatan) merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan/kerja. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa.

    30. Macam-macam teknik pengumpulan data antara lain: (1) interview (wawancara); (2) kuesioner (angket); (3) observasi (pengamatan); (4) dokumentasi; dan (5) Tes.
    Interview (Wawancara)
    Wawancara menurut Satori & Komariah (2011: 130) adalah suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab.
    Wawancara Terstruktur
    Wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.
    Wawancara Tidak Terstruktur
    Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya
    Kuesioner (angket)
    Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010: 199).
    Observasi (pengamatan)
    Pengertian observasi menurut Satori & Komariah (2011: 105) adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian.
    Tes
    Tes digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan obyek yang diteliti (Arikunto, 2006: 223).
    Triangulasi
    Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono, 2010: 330

  4. Nama : slamet pujiati
    NIM : 1886208041
    Prodi : PGSD/II/3

    2. Dua hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Yang pertama yaitu kualitas instrumen penelitian yang berkenaan dengan validitas dan realibitas instrumen dan yang kedua yaitu kualitas pengumpulan data yang berkenaan dengan ketepatan atau cara – cara yang digunakan untuk mengumpulkan data.

    4. Penelitian kuantitatif lebih bersifat explanation (menerangkan dan menjeleskan), karena itu bersifat to learn about the people (masyarakat objek), sedangkan penelitian kualitatif lebih bersifat understanding (memahami) terhadap fonemena atau gejala sosial, karena bersifat to learn about the people (masyarakat sebagai subyek).
    Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.
    Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon dan menjawab pertanyaan si peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun secara lisan. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau proses tertentu. Jadi yang dimaksud sumber data diatas yaitu subyek penelitian dimana data menempel. Sumber data dapat berupa benda, gerak, manusia, tempat dan sebagainya
    Sedangkan sumber data dalam PSBK adalah merupakan data yang diperoleh yang berkaitan dengan penelitian sosial budaya keagamaan itu sendiri baik dengan metode kuisioner maupun observasi. Ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh. jenis sumber data terutama alam penelitian kualitatif dapat diklasifikassikan sebagai berikut:
    -Narasumber (informan)
    Dalam penelitian kuantitatif sumber data ini disebut”Responden”, yaitu orang yang memberikan respon atau tanggapan terhadap apa yang diminta atau ditentukan oleh peneliti. Sedangkan pada penelitian kualitatif posisis narasumber sangat penting, bukan sekedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi. Informan (orang yang memberikan informasi, sumber informasi, sumber data) atau disebut juga subyek yang diteliti. Karena ia juga aktor atau pelaku yang ikut melakukan berhasil tidaknya penelitian berdasarkan informasi yang diberikan.
    -Peristiwa Atau Aktivitas
    Data atau informasi juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap peristiwa atau aktivitas yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Dari peristiwa atau kejadian ini, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung.
    Dengan mengamati sebuah peristiwa atau aktivitas, peneliti dapat melakukan cross check terhadap informasi verbal yang diberikan oleh subyek yang diteliti.
    -Tempat Atau Lokasi
    Tempat atau lokasi yang berkaitan dengan sasaran atau permasalahan penelitian juga merupakan salah satu jenis sumber data. Informasi tentang kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasi peristiwa atau aktivitasyang dilakukan bisadigali lewat sumber lokasinya, baik yang merupakan tempat maupun tempat maupun lingkungnnya.
    -Dokumen atau Arsip
    Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dokumen tertulis seperti arsip data base surat-surat rekaman gambar benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa.

    6. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti biasanya telah memiliki dugaan berdasarkan teori yang ia gunakan, dugaan tersebut disebut dengan hipotesis. Untuk membuktikan hipotesis secara empiris, seorang peneliti membutuhkan pengumpulan data untuk diteliti secara lebih mendalam. Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka, bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data asalkan dapat kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian, ataupun suatu konsep. Data dapat dibedakan dalam beberapa kategori. Jenis-jenis data dapat dikategorikan sebagai berikut :
    – Menurut cara memperolehnya
    Data primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian.Data sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek penelitian.
    – Menurut sumbernya
    Data internal, yaitu data yang menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam sebuah organisasiData eksternal, yaitu data yang menggambarkan duatu keadaan atau kegiatan di luar sebuah organisasi
    – Menurut sifatnya
    Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka pasti Data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka
    -Menurut waktu
    Cross section (insidentil), yaitu data yang dikumpulkan hanya pada suatu waktu tertentu Data berkala atau time series, yaitu data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan, peristiwa, kegiatan.

    8. Manfaat observasi adalah menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu gerakan tingkah laku seseorang. Yang dimaksud disini adalah sebelum kita melakukan observasi kita tidak mengetahui tindakan apa yang dilakukan seseorang. Tetapi setelah kita melakukan observasi kita menjadi tahu apa arti tindakan yang dilakukan seseorang, hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian, deskripsi memberikan gambaran dunia nyata, memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan, dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kuwalitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya, dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya, mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen, kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut, peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen, observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.

    10. Objek penelitian pada hakikatnya adalah topik permasalahan yang dikaji dalam penelitian. Namun demikian, pengertian objek penelitian sering kali tertukar dengan subjek penelitian. Hal ini tentu saja membingungkan terutama bagi peneliti pemula sebab definisi antara objek dan subjek riset memang berhubungan namun khususnya dalam riset sosial keduanya tidak sama. Subjek adalah informan atau narasumber yang menjadi sumber data riset. Objek adalah permasalahan yang diinvestigasi dalam penelitian, begitu pengertian singkatnya. Kekeliruan penggunaan kedua istilah tersebut sangat mungkin terjadi karena salah satu dari keduanya memang tidak bisa eksis tanpa adanya yang lain. Subjek penelitian tidak bisa eksis tanpa adaya objek penelitian, begitu pula sebaliknya. Alasan penyebutan istilah yang berkebalikan ini wajar saja jika kita mau memahami bahwa dalam riset eksak atau ilmu-ilmu alam, manusia, orang, individu, atau masyarakat memang tak jarang menjadi objek, alih-alih subjek. Manusia menjadi objek eksperimen sering muncul dalam riset eksak. Sebagai contoh, lihatlah riset perencanaan wilayah atau kedokteran, misalnya jika kita menelusuri perdebatan ini, kita akan sampai pada diskusi ontologis dan episetemologis dalam filsafat pengetahuan. Dalam sosiologi sendiri, aliran positivisme tak jarang masih memposisikan individu sebagai objek. Max Weber adalah salah satu campaigner pentolan yang menegaskan perlunya menekankan unsur subjektivitas dalam ilmu-ilmu sosial.

    12. Observasi Partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi. Observer berlaku sungguh-sungguh seperti anggota dari kelompok yang akan diobservasi. Apabila observer hanya melakukan pura-pura berpartisipasi dalam kehidupan orang yang akan diobservasi tersebut dinamakan Quasi Partisipant Observation. Dalam observasi partisipan perlu diperhatikan beberapa hal untuk meningkatkan kecermatan. Pertama adalah persoalan pencatatan yang harus dilakukan diluar pengetahuan orang-orang yang sedang diamati. Pencatatan yang diketahui akan menimbulkan kecurigaan bahwa pencatat bukan anggoa kelompok tersebut. Bilaman terjadi hal seperti itu kerap kali obyek yang diamati akan bertingkah laku tidak wajar karena mengetahui mereka sedang diamati. Kemungkinan ingkah lakunya dibuat-buat supaya dicatat sebagai tingkah laku yang baik atau sebaliknya dibuat-buat agar dikategorikan buruk.
    Observasi Non Partisipan adalah dimana observer tidak ikut di dalam kehidupan orang yang akan diobservasi, dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat. Di dalam hal ini observer hanya bertindak sebagai penonton saja tanpa harus ikut terjun langsung ke lapangan.

    14. Wawancara Terstruktur adalah wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan wawancara Tidak Terstruktur adalah wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan

    16. Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
    -Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    -Pertanyaan hipotik terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    – pertanyaan langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung  mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja.
    -pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada ayng disukai oleh penjawab.
    – pertanyaan beban adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang  benarm tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab.
    – pertanyaan terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan trpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    – pertanyaan orang ketiga, maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olaj yang bertanya itu bukan dia.
    – pertanyaan penyelidik adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering.
    Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara yaitu :
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
    -Pertanyaan tentang pengetahuan
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan indera
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi.

    18. Alat-alat wawancara yaitu buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.

    20. Aspek pendidikan, suatu informasi atau berkas jika didokumentasikan bermanfaaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari informasi berkaitan dengan data tentang kronologis perkembangan pelayanan  kebidanan yang sudah di berikan kepada pasien.

    22.Karakteristik Diskusi Kelompok Terarah adalah :
    -Jumlah peserta Diskusi terbatas, dengan tujuan agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk berbicara, mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi.
    -Peserta diskusi berasal dari satu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen, dengan ciri-ciri yang sama, ditentukan dari tujuan.
    Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion merupakan suatu proses pengumpulan informasi mengenai suatu masalah tertentu yang sangat spesifik (Irwanto, 2007).
    Henning dan Columbia (1990) menjelaskan bahwa diskusi kelompok terarah adalah wawancara dari sekelompok kecil orang yang dipimpin seorang narasumber atau moderator yang mendorong peserta untuk berbicara terbuka dan spontan tentang hal yang dianggap penting dan berkaitan dengan topik saat itu.
    Menurut Andi Prastowo (2008) Diskusi Kelompok Terarah merupakan suatu bentuk penelitian kualitatif dimana sekelompok orang dimintai pendapatnya mengenai suatu produk, konsep, layanan, ide, iklan, kemasan atau situasi kondisi tertentu.
    Tujuan dari Diskusi Kelompok Terarah itu sendiri adalah untuk memperoleh masukan atau informasi mengenai permasalahan yang bersifat lokal dan spesifik. Penyelesaian masalah ini ditentukan oleh pihak lain setelah informasi berhasil dikumpulkan dan dianalisis.
    Menurut Andi Prastowo (2008), prinsip yang harus dipegang teguh dalam Diskusi Kelompok Terarah adalah:
    -FGD adalah Kelompok Diskusi, bukan wawancara atau obrolan. Ciri khas metode riset FGD yang tidak dimiliki oleh metode penelitian kualitatif lain (baik wawancara mendalam maupun observasi) adalah adanya interaksi.
    -FGD adalah Group, bukan individu. Sehingga, agar dinamika kelompok berjalan lancar, setiap anggota kelompok terlibat secara aktif.
    -FGD adalah diskusi terfokus, bukan diskusi bebas. Tidak hanya terfokus pada Interaksi dan Dinamika Kelompok, namun pula terfokus pada Tujuan Diskusi.
    Ada beberapa alasan mengapa Diskusi Kelompok Terarah dipilih adalah:
    Adanya keyakinan bahwa masalah yang diteliti tidak dapat dipahami dengan metode survei atau wawancara.Untuk memperoleh data kualitatif yang bermutu dalam waktu yang relatif singkat.Sebagai metode yang dirasa cocok bagi permasalahan yang bersifat sangat lokal dan sepesifik oleh karena itu FGD yang melibatkan masayarakat setempat dipandang sebgai pendekatan yang paling serasi.Untuk menumbuhkan peranan memilih dari masyarakat yang diteliti, sehingga pada peniliti memberikan rekomendasi, dengan mudah masyarakat mau menerima rekomendasi tersebut.

    24. Angket (kursioner) merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yag akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Berdasarkan bentuk pertanyaannya, kuesioner dapat dikategorikan dalam dua jenis, yakni kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka adalah kuesioner yang memberikan kebebasan kepada objek penelitian untuk menjawab. Sementara itu, kuesioner tertutup adalah kuesioner yang telah menyediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian. Seiring dengan perkembangan, beberapa penelitian saat ini juga menerapkan metode kuesioner yang memiliki bentuk semi terbuka. Dalam bentuk ini, pilihan jawaban telah diberikan oleh peneliti, namun objek penelitian tetap diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan kemauan mereka.

    26. Angket terbuka yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka dipergunakan apabila peneliti belum dapat memperkirakan atau menduga kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden. Angket tertutup yaitu angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden tinggal memberikan tanda centang (V) pada kolom atau tempat yang sesuai.

    28. Jenis – jenis tes :
    Tes dapat dibedakan dengan berbagai cara, misalnya berdasarkan, bentuk pelaksanaan, bentuk soal dan kemungkinan jawaban, fungsi bagi sekolah, pengukuran terhadap aspek-aspek individu, dan ranah yang diukur.

    -Jenis tes berdasarkan bentuk pelaksanaan:
    Bila didasarkan pada bentuk pelaksanaannya maka tes dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
    a. Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil atau pulpen sebagai media utama. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).
    b. Tes lisan atau oral test pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites).
    c. Performance test (tes perbuatan) merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan atau kerja. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa.
    d. Tes berdasarkan bentuk soal dan kemungkinan jawaban dapat dibedakan menjadi dua golongan. Pertama tes non objektif, seringkali pula disebut sebagai soal uraian. Tes uraian banyak disukai oleh guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam tes uraian (non-objektif) ini siswa seringkali diminta untuk mengorganisasikan jawaban pertanyaannya dalam bentuk baru atau bahasanya sendiri. Disebut-sebut sebagai tes non-objektif karena penskorannya seringkali dipengaruhi oleh pemberi skor (ada kemungkinan pemberi skor memberikan skor berbeda kepada dua jawaban yang notabene sama). Hal ini terjadi karena penskoran tes uraian jauh lebih sulit dan memakan waktu lebih lama dibanding tes objektif. Untuk mengurangi ketidakobjektifan pemberi skor (guru yang mengoreksi hasil tes), maka perlu dibuat pedoman penskoran yang baik. Kedua tes objektif adalah tes yang memungkinkan (memberikan kemudahan) kepada pemberi skor atau pengoreksi (dalam hal ini guru) untuk dapat memberi skor secara objektif kepada seluruh peserta tes. Tes objektif memiliki banyak variasi bentuk soal, misalnya soal Benar – Salah, soal pilihan ganda biasa, soal pilihan ganda bervariasi, soal Sebab – Akibat, isian singkat, dan menjodohkan (matching). Tes objektif kadangkala memerlukan pemikiran lebih mendalam bagi pembuatnya jika ingin digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kecenderungan di lapangan, tes objektif lebih banyak digunakan hanya untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat rendah seperti ingatan (hafalan) siswa.

    -Jenis tes berdasarkan fungsi untuk sekolah: Berdasarkan fungsinya untuk sekolah, tes dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu:
    a. Tes formatif adalah tes yang berfungsi untuk memonitor kemajuan belajar siswa selama atau setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. Tes formatif mempunyai manfaat penting tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi guru  dan siswa itu sendiri, misalnya untuk mengetahui apakah mereka sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran, merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa itu sendiri terhadap materi pelajaran yang telah dibelajarkan kepada mereka, tes formatif juga memungkinkan siswa mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dengan mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasai.
    b. Tes summatif di sekolah-sekolah biasanya berbentuk ulangan tengah semester (UTS), ulangan akhir semester (UAS). Tes summatif berfungsi untuk mengetahui sejauh mana penguasaan atau pencapaian siswa dalam bidang-bidang atau mata pelajaran tertentu. 
    c. Tes penempatan adalah tes yang berfungsi untuk membantu penentuaan jurusan yang akan dimasuki siswa, atau dapat juga digunakan untuk menentukan pada kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki seorang siswa dalam proses belajar mengajar.
    d.Tes diagnostik fungsinya adalah untuk menemukan atau mencari penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa, apakah karena faktor intelektual, emosi, fisik dan atau faktor-faktor lainnya yang mengganggu kegiatan belajar, sehingga dapat diberikan solusi untuk memperbaiki kesulitan belajar.

    -Berdasarkan pengukuran terhadap aspek-aspek individu.
    tes dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
    a. Tes prestasi belajar (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk memperoleh keterangan tentang hal-hal yang telah dicapai seseorang (prestasi belajar).
    b. Tes beracuan konten (content-referenced test) atau tes beracuan kriteria (criterion-referenced test) mengukur pencapaian penguasaan suatu standar tingkah laku (pengetahuan atau keterampilan khusus dalam pelajaran tertentu).
    c. Jenis tes beracuan norma (norm-referenced test) merupakan tes yang berfungsi dalam hal membandingkan prestasi kelompok dalam pelajaran tertentu, misalnya antara beberapa daerah atau kota.
    d. Tes bakat, digunakan untuk melihat kemungkinan keberhasilan seseorang dalam belajar sesuatu di masa-masa yang akan datang.
    e. Tes minat atau dikenal juga dengan istilah skala minat dapat dipergunakan misalnya untuk mengetahui jenis pekerjaan atau subjek yang disenangi oleh seseorang.

    30. Tahapan – tahapan dalam penyususnan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian yaitu menentukan persiapan dan tujuan mengadakan tes, pemilihan materi dan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan, menentukan bentuk dan jenis tes, merumuskan tujuan instruksional khusus dari tiap bagian bahan, menderetkan semua TIK dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah laku terkandung dalam TIK itu. Tabel ini digunakan untuk mengadakan identifikasi terhadap tingkah laku yang dikehendaki, agar tidak terlewati, menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut. Uraian secara terinci tentang tabel spesifikasi, akan disajikan pada bab berikutnya, menentukan jumlah butir tes dan menuliskan butir-butir soal yang didasarkan atas TIK-TIK yang sudah dituliskan pada tabel TIK dan aspek tingkah laku yang dicakup, menentukan skor, membuat kisi-kisi, menyusun tes berdasarkan kisi-kisi.

  5. Nama: Melina Yuli Kartika
    NIM: 1886206031
    Prodi: PGSD
    Semester: III
    Kelas: II B

    Nomor Genap:
    2. Terdapat dua hal yang mempengaruhi kualitas hasil penelitian, yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrument. Sedangkan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data.

    4. Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah:
    a. Narasumber (informan)
    Dalam penelitian kuantitatif sumber data ini disebut”Responden”, yaitu orang yang memberikan “respon” atau tanggapan terhadap apa yang diminta atau ditentukan oleh peneliti. Sedangkan pada penelitian kualitatif posisis nara sumber sangat penting, bukan skedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi.
    Karena itu, ia disebut informan (orang yang memberikan informasi, sumber informasi, sumber data) atau disebut juga subyek yang diteliti. Karena ia juga aktor atau pelaku yang ikut melakukan berhasil tidaknya penelitian berdasarkan informasi yang diberikan.
    b. Peristiwa Atau Aktivitas
    Data atau informasi juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap peristiwa atau aktivitas yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Dari peristiwa atau kejadian ini, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung.
    Dengan mengamati sebuah peristiwa atau aktivitas, peneliti dapat melakukan cross check terhadap informasi verbal yang diberikan oleh subyek yang diteliti.
    c. Tempat Atau Lokasi
    Tempat atau lokasi yang berkaitan dengan sasaran atau permasalahan penelitian juga merupakan salah satu jenis sumber data. Informasi tentang kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasi peristiwa atau aktivitasyang dilakukan bisadigali lewat sumber lokasinya, baik yang merupakan tempat maupun tempat maupun lingkungnnya.
    d. Dokumen atau Arsip
    Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dokumen tertulis seperti arsip data base surat-surat rekaman gambar benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa.

    6. Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera, bisa penglihatan, penciuman, pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Ada beberapa bentuk observasi, yaitu:
    a. Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penginderaan di mana peneliti terlibat dalam keseharian informan.
    b. Observasi tidak terstruktur ialah pengamatan yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman observasi, sehingga peneliti mengembangkan pengamatannya berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan.
    c. Observasi kelompok ialah pengamatan yang dilakukan oleh sekelompok tim peneliti terhadap sebuah isu yang diangkat menjadi objek penelitian.

    8. Manfaat observasi adalah:
    a. Menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu gerakan tingkah laku seseorang.
    b. Hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian.
    c. Deskripsi memberikan gambaran dunia nyata.
    d. Memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan.
    e. Dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kuwalitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya.
    f. Dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya.
    g. Mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen.
    h. Kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut.
    i. Peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen.
    j. Observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.

    10. Obyek penelitian kualitatif yang diobservasi dinamakan situasi sosial, yang terdiri atas 3 komponan yaitu tempat, pelaku, dan aktivitas. Tempat dimana interaksi dalam situasi sosial sedang berlangsung. Pelaku atau orang-orang yang sedang memainkan peran teretntu. Kegiatan yang dilakukan oleh aktor dalam situasi sosial yangs sedang berlangsung.

    12. Observasi partisipan dan observasi non-partisipan:
    a. Observasi partisipan
    Peneliti juga dapat mengambil peran dalam situasi yang berlangsung. Pada jenis ini, peneliti menjadi salah satu orang yang melakukan aktivitas yang diteliti. Dengan demikian, peneliti mendapatkan pengalaman secara langsung dari aktivitas tersebut sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih mendalam. Contohnya, seorang peneliti ikut tinggal bersama suatu suku tertentu untuk mengetahui bagaimana adat dan kebiasaan suku tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
    b. Observasi non-partisipan
    Pada observasi non-partisipan, peneliti mengumpulkan data yang dibutuhkannya tanpa menjadi bagian dari situasi yang terjadi. Peneliti memang hadir secara fisik di tempat kejadian, namun hanya mengamati serta melakukan pencatatan secara sistematis terhadap informasi yang diperolehnya. Observasi jenis ini harus dilakukan dalam suatu periode yang panjang agar seluruh data yang dibutuhkan benar-benar terkumpul secara lengkap, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Contoh dari jenis ini ialah pengamatan peneliti pada aktivitas di suatu perusahaan untuk mencatatkan aktivitas harian para manajer. Peneliti tidak terlibat dalam aktivitas tersebut, namun dapat memperoleh data.

    14. Wawacara terstruktur dan wawancara tidak tersturktur:
    a. Wawancara Terstruktur
    wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah dipersiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data mencatatnya.
    b. Wawancara Tidak Terstruktur
    Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

    16. Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
    a. Pertanyaan Terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    b. Pertanyaa Hipotik Terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    c. Pertanyaan Langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja.
    d. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada yang disukai oleh penjawab.
    e. Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang benar tetapi menuntut jawaban emosional. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab.
    f. Pertanyaan Terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan trpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    g.Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olaj yang bertanya itu bukan dia.
    h. Pertanyaan Penyelidik. Adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering. Dengan menggunakan contoh anggapan.

    18. Alat yang dibutuhkan dalam wawancara:
    a. Daftar pertanyaan; sebelum melakukan wawancara, pewawancara harus menyiapkan susan/daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber.
    b. Catatan/notes dan alat tulis; buku catatan berguna untuk mencatat poin-poin penting yang diperoleh dari narasumber/wawancara.
    c. Perekam; untuk merekam hasil wawancara.

    20. Manfaat dokumentasi dalam penelitian adalah sebagai penyedia informasi untuk kebutuhan penelitian. Data atau informasi yang terlampir di dalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

    22. Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti.

    24. Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab oleh responden. Angket merupakan kumpuan pertanyaan yang tertuls yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui.

    26. Angket tertutup dan angket terbuka:
    a. Angket tertutup
    Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban yes or no, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.
    b. Angket terbuka
    Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.

    28. Jenis tes dalam penelitian:
    a. Jenis Tes Berdasarkan bentuk pelaksanaan
    – Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil/pulpen sebagai media utama. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).
    – Tes lisan (oral test) pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites).
    – Tes perbuatan (performance test) merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan/kerja. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa.
    b. Jenis Tes Berdasarkan bentuk soal dan kemungkinan jawaban
    – Tes non objektif seringkali pula disebut sebagai soal uraian. Tes uraian banyak disukai oleh guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam tes uraian (non-objektif) ini siswa seringkali diminta untuk mengorganisasikan jawaban pertanyaannya dalam bentuk baru atau bahasanya sendiri.
    – Tes objektif adalah tes yang memungkinkan (memberikan kemudahan) kepada pemberi skor atau pengoreksi (dalam hal ini guru) untuk dapat memberi skor secara objektif kepada seluruh peserta tes. Tes objektif memiliki banyak variasi bentuk soal, misalnya: (a) soal Benar – Salah; (b) soal pilihan ganda biasa; (c) soal pilihan ganda bervariasi; (d) soal Sebab – Akibat; (e) isian singkat; dan (f) menjodohkan (matching).
    c. Jenis Tes Berdasarkan Fungsi untuk Sekolah
    – Tes formatif adalah tes yang berfungsi untuk memonitor kemajuan belajar siswa selama/setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. Tes formatif mempunyai manfaat untuk: (a) mengetahui apakah siswa sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran; (b) merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa itu sendiri terhadap materi pelajaran yang telah dibelajarkan kepada mereka; (c) tes formatif juga memungkinkan siswa mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dengan mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasai.
    – Tes summatif di sekolah-sekolah biasanya berbentuk ulangan tengah semester (UTS), ulangan akhir semester (UAS). Tes summatif berfungsi untuk mengetahui sejauh mana penguasaan atau pencapaian siswa dalam bidang-bidang atau mata pelajaran tertentu.
    -Tes penempatan adalah tes yang berfungsi untuk membantu penentuaan jurusan yang akan dimasuki siswa, atau dapat juga digunakan untuk menentukan pada kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki seorang siswa dalam proses belajar mengajar.
    – Tes diagnostik, berfungsi untuk menemukan/mencari penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa, apakah karena faktor intelektual, emosi, fisik dan atau faktor-faktor lainnya yang mengganggu kegiatan belajar, sehingga dapat diberikan solusi untuk memperbaiki kesulitan belajar tersebut.
    d. Jenis Tes Berdasarkan Pengukuran Terhadap Aspek-Aspek Individu
    -Tes prestasi belajar (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk memperoleh keterangan tentang hal-hal yang telah dicapai seseorang (prestasi belajar).
    – Tes beracuan konten (content-referenced test) atau tes beracuan kriteria (criterion-referenced test) mengukur pencapaian penguasaan suatu standar tingkah laku (pengetahuan atau keterampilan khusus dalam pelajaran tertentu).
    – Tes beracuan norma (norm-referenced test) merupakan tes yang berfungsi dalam hal membandingkan prestasi kelompok dalam pelajaran tertentu, misalnya antara beberapa daerah atau kota.
    – Tes Bakat (Aptitude Test), digunakan untuk melihat kemungkinan keberhasilan seseorang dalam belajar sesuatu di masa-masa yang akan datang.
    – Tes minat atau dikenal juga dengan istilah skala minat dapat dipergunakan misalnya untuk mengetahui jenis pekerjaan atau subjek yang disenangi oleh seseorang.
    e. Jenis Tes Berdasarkan Ranah Yang Diukur
    Berdasarkan ranah (domain) yang diukur, tes dapat dibedakan menjadi: (1) tes kognitif; (2) tes psikomotor; dan (3) tes afektif.

    30. Langkah menyusun tes:
    a. Menetapkan tujuan penilaian atau tujuan tes. Setiap orang yang akan melakukan kegiatan penilaian harus sadar tujuan akan penilaian tersebut.
    b. Menguraikan materi tes dan kompetensi. Dalam menguraikan isi tes, harus menjaga agar tes yang ditulis itu tidak keluar lingkup materi yang telah ditentukan oleh batasan kawasan ukur tetapi juga menjaga agar tidak ada bagian isi yang penting yang terlewatkan dan tidak tertuang dalam tes. Materi tes haruslah komprehensif dan berisi butir-butir yang relevan. Dalam hal ini yang perlu dilakukan antara lain:
    – Penguraian materi berdasarkan bagian-bagiannnya, yakni penguraian disandarkan pada topic-topik dalam kurikulum atau bab-bab buku acuan pengajaran atau berdasarkan bahasan selama proses pembelajaran.
    – Pemberian bobot tes sesuai dengan kepentingannya. Semakin tinggi bobot bagian suatu materi semakin banyak ia harus dituangkan dalam bentuk itemdan semakin rendah nsuatu bobot maka semakin sedikit ia harus dituangkan dalam bentuk item.
    c. Mengembangkan kisi-kisi. Kisi-kisi adalah matrik atau format yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman oleh penulis soal untuk menulis soal menjadi tes. Adapun langkah-langkah penyusunan kisi-kisi untuk menentukan proporsi materi dan kompetensi adalah sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi pokok-pokok materi yang akan diujikan dengan memebrikan imbangan bobot untuk masing-masing bahasan, (2) Mengidentifikasi tingkatan ranah kognitif yang termuat dalam rumusan indikator dam memberikan imbangan bobot untuk masing-masing tingkatan ranah, (3) Memasukkan ranah dan pokok-pokok materi yang telah teridentifikasi ke dalam table spesifikasi, (4) Memperinci banyaknya butir soal dalam setiap pokok materi dan ranah yang akan di capai.
    d. Pemilihan bentuk tes. Pimilihan ini didasarkan pada beberapa faktor seperti: tujuan tes, jumlah peserta tes, waktu yang tersedia untuk memeriksa lembar jawaban tes, cakupan materi tes, dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan.
    e. Panjang tes. Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah jumlah soal yang akan diujikan dalam suatu ujian. Ada 3 hal utama yang perlu diperhatikan dalam menentukan jumlah soal yang diujikan, yaitu: bobot masing-masing bagian yang telah ditentukan dalam kisi-kisi, keandalan yang diinginkan dan waktu yang tersedia. Analisis rasional adalah menganalisis kembali soal yang telah dirumuskan, ditimbang, baik oleh sendiri maupun orang lain dengan berpedoman pada kisi-kisi dan aturan penulisan soal.

  6. Nama : Diana Ambar Wati
    Nim : 1886206017
    Prodi : PGSD
    Semester/kelas : 3/A
    (Nomor Ganjil)
    1. Agar Mahasiswa dapat memahami teknik yang benar dalam penelitian ,dan tidak terjadi kesalahan yang dilakukan dalam proses pengumpulan data yang akan membuat proses analisis menjadi sulit. Apabila Mahasiswa memahami sumber data dan teknik pengumpulan data didalam penelitiannya akan mendapatkan hasil dan kesimpulan yang baik dan benar. Maka dari itu sangat dibutuhkannya Mahasiswa harus memahami sumber dan teknik pengumpulan data.
    3. Sumber data merupakan suatu data yang diperoleh dengan menggunakan metode akurat yang meliputi wawancara, kuisioner, angket, tes dan observasi dengan menggunakan instrumen-instrumen yang sesuai.
    5. Mengacu pertanyaan diatas, Dalam suatu penelitian seorang peneliti harus memiliki ketelitian yang tepat dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, dengan memilih sumber data yang tepat dan akurat akan mendapat hasil dan kesimpulan yang baik dan benar.
    7. Karena penelitian yang sistematis atau berurut akan membuat hasil dan kesimpulan penelitian yang jelas dan dapat membantu pembaca lebih memahami hasil penelitiannya tersebut.
    9. Observasi penelitian akan mendapatkan informasi yang dapat membantu meningkatkan hasil penelitian yang relevan, meliputi sumber data, pelaku dan kejadian yang dialami, karena peneliti akan melakukan tindakan secara langsung, yang membuat peneliti dapat memahami alur pengamatan tersebut.
    11. – Menentukan tujuan penelitian yang akan dilakukan dengan observasi.
    – Menentukan perilaku yang akan diobservasi.
    – Mendefinisikan perilaku yang akan diamati
    – Menjabarkan pengertian perilaku atau konstruk yang akan diobservasi dalam satuan indikator yang lebih mudah untuk diamati.
    – Menentukan metode observasi yang akan digunakan.
    – Menentukan situasi atau setting observasi.
    – Menentukan jumlah observer apabila akan digunakan observasi dengan observer lebih dari 1.
    – Menentukan teknik pencatatan.
    – Menyusun panduan observasi.
    – Menginterpretasikan hasil observasi dan menyusun laporan observasi.
    13. Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara.
    15. -Menentukan topik wawancara.
    – Menentukan narasumber.
    – Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H).
    – Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    – Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
    – Menulis laporan hasil wawancara.
    17. -Berpenampilan yang rapi dan sesuai kebutuhan.
    – Menjaga sikap dan sopan santun.
    – Berjabat tangan sebelum melakukan sesi pertanyaan.
    – Terlihat antusias dan kurangi rasa gugup.
    – Siapkan kalimat perkenalan yang menarik.
    – Siapkan pertanyaan untuk narasumber.
    – Mengakhiri wawancara dengan baik.
    19. Dokumentasi adalah sebuah cara yang dilakukan untuk menyediakan dokumen-dokumen dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan sumber-sumber informasi.
    21. FGD didefinisikan sebagai suatu diskusi yang dilakukan secara sistematis dan terarah mengenai suatu isu atau masalah tertentu.
    23. – Kelebihannya dalam memberikan kemudahan dan peluang bagi peneliti untuk menjalin keterbukaan, kepercayaan, dan memahami persepsi, sikap, serta pengalaman yang dimiliki informan.
    – Kekurangannya peserta seringkali tidak mewakili seluruh kelompok sasaran, hasil dan kesimpulan diskusi dapat dipengaruhi oleh pandangan atau pendekatan dari moderator dan tidak mempunyai data statistik.
    25. Ciri ciri angket meliputi cara pengumpulan data yang melalui daftar pertanyaan tertulis disusun dan disebarkan kepada responden untuk mendapatkan keterangan data dan informasi.
    27. Tes merupakan suatu metode penelitian untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan seseorang.
    29. Perbedaan tes objektif dan tes subjektif, tes objektif merupakan tes yang jawabannya secara singkat, contohnya seperti tanda silang, lingkaran, atau centang pada opsi jawaban tes tersebut. Sedangkan tes subjektif merupakat suatu tes yang jawabannya relatif beragam atau susunan kata yang digunakan bisa panjang bisa pendek, tes subjektif diuraikan dalam bentuk esay yang biasanya menerapkan 5W+1H atau tanda tanya(?) yang relevan.

  7. Nama : Adira Eki Rindiati
    Nim : 1886206007
    Prodi : PGSD 3 A
    ( Nomer Ganjil )
    1). Supaya mahasiswa dapat memahami teknik yang benar dan teratur. Selain itu juga untuk meminimalisir terjadinya kesalahan pengumpulan data atau pencarian sumber data. Dengan memahami teknik tersebut mahasiswa pun merasa mudah untuk memahaminya. Hasil data yang di peroleh juga akan mudah dipahami oleh orang lain karena sudah tertata dalam penyusunannya.
    3). Sumber data yang dimaksud yaitu sasaran atau subjek dari mana data tersebut dapat diperoleh.
    5). Ketepatan pemilihan dan menentukan sumber data sangat penting dilakukan dalam melaksanakan penelitian karena dalam suatu penelitian haruslah kita pahami betul sumber data yang akan kita teliti dengan seperti itu maka cakupan atau kekayaan data yang kita peroleh akan sesuai dengan tema yang kita buat.
    7). Sistematis yaitu teratur atau tertata. Observasi menggunakan cara ini supaya dapat melakukannya secara teratur atau tertata mulai dari tahapan pertama dan terakhir, agar mudah dipahami oleh orang lain.
    9). Informasi yang diperoleh dari observasi yaitu mengetahui tempat yang akan diteliti, identitas pelaku yang diteliti, kegiatan yang diteluti, objek yang diteliti, perbuatan yang diteliti, kejadian atau peristiwa yang terjadi di dalam penelitian, waktu dan suasana saat pelaksanaan penelitian.
    11). Tahapan – Tahapan Yang akan dilakukan yaitu
    * pemilihan masalah
    * pemilihan kerangka
    * menyusun penyelidikan atau percobaan
    * memilih proses atau teknik sampling
    * menyusun alat atau instrument
    * melakukan anlisis data
    * melaporkan hasil penelitian
    13). Wawancara yaitu sebuah percakapan antara dua orang atau lebih Yang melibatkan narasumber Dan pewawancara tujuannya agar informasi Yang diperoleh dipercaya kebenarannya. Wawancara dilakukan dengan penyampaian pertanyaan Yang dilakukan oleh pewawancara kepada narasumber .
    15). Langkah – Langkah Wawancara
    *Menentukan topik wawancara
    *Menentukan narasumber
    *Menyusun daftar pertanyaan
    *Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    *Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber.
    *Menulis laporan hasil wawancara
    17). Tips Wawancara
    * Menggunakan kata kata yang baik
    * Menjaga perilaku atau sikap selama melakukan wawancara
    * Penyampaian pertanyaan dengan sopan
    19). Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dalam bentuk catatan. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dapat berupa gambar, buku, cerita dan lain lain.
    21). FGD (Focus Group Discussion)yaitu suatu forum atau grup yang terarah dan difokuskan untuk berdiskusi tentang masalah – masalah tertentu yang berkaitan dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan suasana informal dan santai.
    23). – kelebihan FGD
    * Memberikan kemudahan peneliti untuk menjalin keterbukaan antar peserta grub atau kelompok
    * memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta
    – kekurangan FGD
    * tidak dapat menggali lebih dalam masalah yang akan diteliti oleh individu
    * individu kemungkinan tidak mengungkapkan pendapat sesuai dengan yang diinginkan
    25). Ciri – Ciri Angket
    * berisi pertanyaan – pertanyaan yang singkat
    * alat yang digunakan secara tertulis yang diisi oleh responden
    * dapat dikatakan pengumpulan data yang tidak langsung
    * penyusunan kalimat yang sederhana
    27). Tes adalah alat pengukuran kemampuan seseorang Yang dapat digunakan sebagai alat ukur kemampuan pengetahuan, kemampuan keterampilan Dan juga sebagai alat untuk mendapatkan informasi tentang individu.
    29). Tes objektif Yaitu suatu tes Yang sudah memiliki standart atau memiliki pilihan jawabannya dengan itu sorang testee dapat memilih jawabannya dengan jawaban Yang sudah disediakan. Tes objektif merupakan tes dengan jawaban yang berupa pilihan ganda.
    Sedangkan Tes subjektif Yaitu suatu tes yang menuntut individu untuk menjawab atau mengemukakan pendapatnya sendiri sesuai dengan kemampuan pemahaman soal dan kemampuan pengetahuan yang dimiliki individu tersebut. Tes subjektif merupakan tes dengan jawaban yang berupa essay atau uraian .

  8. Nama : FABRIAN ROY HARTADI
    Nim : 1886206024
    Prodi : PGSD B smt III
    2. jelaskan hal-hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian!
    hal hal yang mempengaruhi dari data penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya.Teknik pengumpulan data sangat ditentukan oleh metodologi penelitian, apakah kuantitatif atau kualitatif. Dalam penelitian kualitatif dikenal teknik pengumpulan data: observasi, focus group discussion (FGD), wawancara mendalam (indent interview), dan studi kasus (case study). Sedangkan dalam penelitian kuantitatif dikenal teknik pengumpulan data: angket (questionnaire), wawancara, dan dokumentasi.
    4. jelaskan siapa siapa yang menjadi sumber data pada sebuah penelitian
    a. Narasumber!
    Orang yang memberikan “Respon” atau tanggapan terhadap apa yang diminta atau ditentukan oleh peneliti. Sedangkan pada penelitian kualitatif posisis narasumber sangat penting, bukan sekedar memberi respon, melainkan juga sebagai pemilik informasi.
    b. Peristiwa/Aktivitas
    dengan metode ini peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung.
    Dengan mengamati sebuah peristiwa atau aktivitas, peneliti dapat melakukan cross check terhadap informasi verbal yang diberikan oleh subyek yang diteliti.
    c.Dokumen atau Arsip
    Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dokumen tertulis seperti arsip data base surat-surat rekaman gambar benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa.
    6. Observasi adalah salah satu teknik dalam pengumpulan data penelitian. Apa yang dimaksud dengan observasi tersebut!
    Observasi adalah suatu kegiatan pengamatan terhadap suatu objek secara cermat dan langsung di lokasi penelitian, serta mencatat secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti.
    8. Jelaskan manfaat dari observasi penelitian!
    • Suatu hasil observasi dapat dikonfirmasi dengan hasil penelitian.
    • Deskripsi dalam observasi dapat menjelaskan atau memperkirakan mengenai dunia nyata.
    • Memungkinkan orang lain untuk menafsirkan hasil penemuan dan bagaimana akan diinterpretasikan.
    • Observasi dapat menjelaskan mengenai suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya, serta menimbulkan spekulasi tentang peristiwa tersebut dalam aturan nyata.
    • Observasi dapat mencatat indikasi yang terkadang tidak nyata berlangsungnya.
    • Proses observasi dapat mencatat keadaan yang tidak dapat direplikasikan dalam suatu eksperimen.
    • Suatu peristiwa dapat dicatat secara kronologis sehingga berurutan.
    • Suatu observasi dapat dikombinasikan dengan menggunakan sistem lainnya.
    10. jelakan objek objek dalam observasi penelitian!
    a. Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut
    b. Kegiatan, menyangkut hal apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut dan apa akibat dari kegiatan tersebut
    c. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka dan gerak tubuh
    d. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung
    e. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati
    f. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan dan kegunaan benda atau alat yang dipakai ketika pengamatan
    12. Terdapat dua jenis observasi, yakni observasi partisipan dan observasi nonpartisipan. Jelaskan perbedaan keduanya!
    1.Observasi Partisipan
    Observasi Partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi.
    2.Observasi Non Partisipan
    observer tidak ikut di dalam kehidupan orang yang akan diobservasi, dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat.
    14. Terdapat dua jenis wawancara, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Jelaskan keduanya!
    • Wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan secara langsung dengan berpedoman pada pedoman wawancara yang telah disiapkan. Pedoman wawancara dalam proses wawancara terstruktur sangat penting untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.
    • Wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman wawancara. Peneliti dapat memodifikasi proses wawancara sesuai situasi dan kondisi sehingga Iebih fleksibel.
    16. Jelaskan jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara!
    a. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    b.Pertanyaan hipotik terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    c.pertanyaan langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja.
    d.pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada ayng disukai oleh penjawab.
    e.pertanyaan beban adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang benarm tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab.
    f.pertanyaan terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan trpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    g. pertanyaan orang ketiga, maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olaj yang bertanya itu bukan dia.
    h.pertanyaan penyelidik adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering.
    Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara yaitu :
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman.
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
    -Pertanyaan tentang pengetahuan
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan indera
    -Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi.
    18. Alat bantu apa saja yang harus dibutuhkan dalam melakukan kegiatan wawancara!
    buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.
    20. Jelaskan manfaat dari dokumentasi dalam penelitian pendidikan!
    • Membantu pelayanan di bidang dokumentasi
    • Menerbitkan jurnal publikasi dokumentasi
    • Mengadakan konferensi seminar ilmiah
    • Membantu perkembangan ilmu pengetahuan
    • Membuat dan mengembangkan metode pengolahan dokumen
    • Membuat dan mengembangkan katalog
    22. Jelaskan ciri-ciri FGD dalam penelitian!
    jumlah peserta dalam kelompok cukup 7–10 orang, namun dapat diperbanyak hingga 12 orang, sehingga memungkinkan setiap individu untuk mendapat kesempatan mengeluarkan pendapatnya serta cukup memperoleh pandangan anggota kelompok yang bervariasi. Peserta harus mempunyai ciri-ciri yang sama atau homogen. Ciri – ciri yang sama ini ditentukan oleh tujuan atau topik diskusi dengan tetap menghormati dan memperhatikan perbedaan ras, etnik, bahasa, kemampuan baca-tulis, penghasilan dan gender.
    24. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dengan melalui angket. Jelaskan pengertian dari angket tersebut!
    angket adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.

    26. Terdapat dua jenis angket, yakni angket tertutup dan angket terbuka. Jelaskan perbedaan keduanya!
    • Angket terbuka merupakan daftar pertanyaan yang memberi kesempatan kepada responden untuk menuliskan pendapat mengenal pertanyaan yang diberikan peneliti.
    • Angket tertutup merupakan daftar pertanyaan yang alternatif jawabannya telah disediakan oleh peneliti.
    28.jelaskan jenis-jenis tes dalam penelitian pendidikan!
    Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil/pulpen sebagai media utama. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).
    Tes lisan atau oral test pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites).
    tes perbuatan merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan/kerja. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa.
    30. Jelaskan tahapan-tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian!
    a. Pilih materi atau topik yang tepat untuk diangkat menjadi bahan ujian;
    b. Tentukan dari materi atau topik terpilih tersebut, bagian mana yang tepat untuk dijadikan soal dengan bentuk pilihan ganda atau benar-salah atau isian, atau uraian, atau ujian praktek;
    c. Buat kisi-kisi soalnya yang disesuaikan dengan indikator capaian dalam setiap materi atau topik terpilih;
    d. Tulis soal mengacu pada indikator sebagaimana dituangkan dalam kisi-kisi;
    e. Tulis kunci jawaban (untuk soal selain uraian) atau pedoman penskoran (untuk soal uraian);
    f. Penelaahan dan perakitan soal beserta kunci jawaban atau pedoman penskorannya

  9. Nama : Agustri Wulandari
    NIM : 1886206008
    Prodi : PGSD 3A
    (nomor ganjil)

    1. Dibutuhkan pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1, karena pemahaman sumber data itu sangat penting sebagai bahan awal dalam kegiatan penelitian untuk mendapatkan data yang valid, serta tekniknya juga diperlukan untuk mempermudah dan memperlancar proses penelitian, sehingga hasil penelitian tidak akan diragukan kebenerannya.
    3. Sumber data adalah hal yang utama dalam penelitian, maksudnya adalah sumber data itu sangat penting bagi seorang peneliti karena ketepatan dalam memlilih dan menetukan sumber data akan menetukan kekayaan data atau informasi yang diperoleh pada suatu penelitian. .
    5. Ketepatan memilih dan menetukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian. Hal tersebut benar, karena semakin banyak sumber data yang benar dan tepat dapat menghasilkan hasil penelitian yang baik dengan banyak informasi-informasi yang akurat dan juga menambah kepercayaan pembaca terhadap hasil penelitian tersebut.
    7. Observasi penelitian harus dilaksanakan secara sistematis karena suatu penelitian akan lebih jelas tahapannya, lebih teratur, dan lebih mudah dipahami oleh pembaca apabila dalam penataanya tersistematis atau terstruktur. Selain itu juga, observasi penelitian yang sistematis dapat dikaji kembali oleh peneliti.
    9. Informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian adalah informasi yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti. Jenis informasi-informasi tersebut antara lain objek-objek, kegiatan, waktu, tempat, pelaku, dan peristiwa yang diteliti. Semua jenis informasi ini dapat digunakan sebagai pelengkap dalam penelitian dan menunjang sebuah penelitian berlangsung.
    11. Tahapan-tahapan dalam observasi penelitian ada 3, yaitu tahapan observasi deskriptif, tahapan observasi terfokus, dan tahapan observasi terseleksi.
    – Tahapan observasi deskriptif, pada tahap ini peneliti belum menemukan masalah yang akan diteliti, maka peneliti harus melakukan penjelajahan umum dan menyeluruh dengan melakukan deskripsi terhadap semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan.
    – Tahapan observasi terfokus, pada tahap ini peneliti melakukan observasi yang dipersempit untuk difokuskan pada aspek penelitian tertentu.
    – Tahapan observasi terseleksi, pada tahap ini peneliti telah menjabarkan fokus yang ditemukan, sehingga datanya lebih rinci. Dengan melakukan analisis pada aspek yang ditentukan, peneiti telah menemukan karakterisktik,perbedaan dan persamaan antar kategori, serta menemukan hubungan antar satu kategori dengan kategori yang lain.
    13. Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi lisan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber. Wawancara juga merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang terstruktur dengan cara melakukan penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber berdasarkan panduan wawancara.
    15. Langkah-langkah dalam melakukan wawancara harus terstruktur agar wawancara yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Langkah-langkah dalam melakukan wawancara antara lain yaitu, mencari atau mempersiapkan suatu hal yang akan menjadi bahan wawancara, memilih dan menetapkan siapa yang akan menjadi narasumber, mengawali kegiatan wawancara dan dilanjut menyampaikan beberapa pertanyaan kepada narasumber, mengakhiri kegiatan wawancara, mencatat hasil wawancara, dan terakhir mengidentifikasi tidak lanjut dari wawancara tersebut.
    17. Tips-tips dalam melakukan wawancara adalah petunjuk untuk mempermudah pewawancara agar wawancara tidak berbelit-belit dan digunakan saat wawancara berlangsung. Adapun tips-tips saat wawancara yaitu, mengawali wawancara dengan pertanyaan yang biasa atau mudah, tidak menanyakan pertanyaan pribadi kepada narasumber, berikan kesan positif terhadap narasumber, dan jangan bertanya dengan kata-kata yang berbelit atau sulit dipahami.
    19. Dokumentasi adalah bukti fisik atau catatan suatu kejadian yang diperoleh dari suatu peristiwa telah terjadi. Dokumentasi berbentuk tulisan, gambar, video, dan audio.
    21. FGD dalam sebuah pengumpulan penelitian adalah salah satu metode yang dilakukan secara sistematis pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema melalui interaksi dan diskusi kelompok.
    23. Kelebihan FGD dalam pengumpulan data penelitian adalah ada moderator sebagai pemimpin/pemandu dalam proses diskusi, meningkatkan keterbukaan, kepercaaan, dan penilaian sebuah kelompok. Selain itu juga, waktu yang digunakan cukup singkat dan efisiensi biaya.
    Kekurangan FGD dalam pengumpulan data penelitian adalah peserta diskusi tidak mewakili seluruh objek penelitian, sulit dalam hal pengendalian proses diskusi, hasil dan kesimpulan diskusi dipengaruhi oleh padangan dari moderator, dan tidak memiliki data statistik.
    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan adalah cara pengumpulan data secara tidak langsung dan dapat berupa pertanyaan maupun pernyataan tertulis yang diisi oleh responden. Pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam angket biasanya sudah tersedia pilihan jawabannya atau memberikan kesempatan kepada responden menjawab secara bebas. Angket adalah jenis pengumpulan data secara tidak langsung.
    27. Tes merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang berisi beberapa pertanyaan tertulis untuk dijawab atau direspon dalam rangka pemerolehan informasi yang diperlukan.
    29. Perbedaan tes objektif dan tes subjektif
    Tes objektif adalah tes jawaban singkat, bersifat pasti (benar atau salah).
    Tes subjektif adalah tes jawaban uraian, baik uraian bebas maupun uraian terbatas.

  10. Nama : ENDAH NURFINA
    Nim : 1886206022
    Prodi : PGSD 3A
    (Soal nomor ganjil)

    1. Karena agar seorang mahasiswa dapat memahami teknik yang benar dalam sebuah penelitian, dan agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pengumpulan data yang akan bisa membuat proses analisis menjadi sulit. Dan apabila seorang mahasiswa mampu memahami sumber data dan teknik pengumpulan data dengan baik didalam penelitiannya maka akan mendapatkan hasil dan kesimpulan yang baik dan benar, dengan begitu mahasiswa harus mampu memahami sumber data dan teknik pengumpulan data.
    3. Sumber data di dalam penelitian adalah subjek atau pokok bahasan dari mana data itu dapat diperoleh.
    5. Didalam suatu penelitian data-data yang sudah diperoleh yang berdasarkan jenis sumber data sudah sesuai dengan apa yang diteliti. Ketepatan memilih dan menetukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian. Karena semakin banyak sumber data yang benar dan tepat dapat menghasilkan hasil penelitian yang baik dengan banyak informasi yang akurat dan juga menambah kepercayaan pembaca terhadap hasil penelitian tersebut.
    7.karena di dalam penelitian yang sistematis tersebut dapat diulang kembali oleh si peneliti dan hasil dari observasi tersebut kemungkinan dapat untuk ditafsirkan secara ilmiah dan dilakukan tanpa mengajukan pertanyaan. Dan selain itu dengan membuat hasil dan kesimpulan penelitian dengan jelas akan membantu pembaca lebih memahami hasil penelitiannya tersebut.
    9.Observasi penelitian akan mendapatkan sebuah informasi yang dapat membantu untuk meningkatkan hasil penelitian yang relevan yaitu meliputi sumber data pelaku dan kejadian-kejadian yang dialami, karena peneliti akan melakukan tindakan langsung atau observasi yang akan membuat peneliti memahami jalan atau alur pengamatan tersebut.
    11. Tahap-tahap di dalam observasi yaitu,
    -Observasi deskriptif
    Peneliti belum mendapatkan atau menemukan masalah yang diteliti itu secara jelas dan peneliti melakukan pencarian atau penjelajahan secara umum dengan melakukan deskribsiatau pemaparan dengan semua apa yang dia lihat dan apa yang di dengar.
    -Observasi terfokus
    Observasi ini tidak terlalu luas karena dipersempitnya pada aspek-aspek yang tertentu atau yang sudah ditentukan.
    -Observasi terseleksi
    Observasi ini peneliti sudah mengurangi fokus atau pandangan yang sudah ditentukan, dan sehingga diperoleh lah data-data yang sudah lebih rinci. Peneliti juga telah menemukan karakteristik, perbedaan dan persamaan antar kategori di dalam observasinya tersebut.
    13. Wawancara adalah sebuah proses dimana dapat memperoleh keterangan untuk tujuan dalam penelitian dengan cara bertatap muka antar penanya dan penjawab dengan memanfaatkan media yang sudah di siapkan dengan bedasarkan panduan wawancara.
    15. langkah-langkah wawancara, yaitu :
    -Menentukan narasumber yang akan diwawancari
    -Mentukan tema atau pokok masalah yang akan di bicarakan
    -Mempelajari masalah yang berkaitan dengan tema yang akan di buat wawancara
    -Menyusun pertanyaan yang akan diajukan dalam wawancara
    -Mengawali atau memulai sesi wawancara
    -Mencatat pokok-pokok dalam wawancara tersebut
    -Menyusun laporan dalam hasil wawancara
    -Dan mengidentifikasi tindak lanjut dari hasil wawancara
    17. Tips-tips dalam wawancara, yaitu :
    -Memulai dengan prtanyaan-pertanyaan yang mudah
    -Menyertakan dengan informasi yang fakta atau sebenarnya
    -Tidak menanyakan pertanyaan pribadi
    -Mengulangi kembali jawaban untuk memberikan klarifikasi
    -Memberikan kesan yang positif
    -Dapat mengkontrol emosi yang negatif
    19. Dokumentasi adalah sebuah cara yang dilakukan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen atau catatan peristiwa yang sudah berlalu atau yang sudah pernah ada. Dokumentasi ini dapat berbentuk dalam tukisan, gambar,video dan audio.
    21. Fokus grub discussion (FGD) adalah sebagai suatu diskusi yang dilakukan oleh suatu kelompok secara sistematis dan terarah mengenai suatu isu atau masalah tertentu.
    23. Kelebihan FGD :
    -Efesiensi pada waktu atau waktu yang digunakan itu sangat singkat
    -Biayanya relatif murah
    -Adanya moderator dalam kelompok sebagai pimpinan diskusi
    -Dapat digunakan untuk menggali dalam kebiasaan, keyakinan, dan penilaian dari sebuah kelompok
    -Mampu meiliki perhatian yang penting tidak pernah muncul dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam melalui diskusi kelompok ini dapat dimunculkan
    Kelemahan FGD :
    -Peserta sering kali tidak mewakili seluruh kelompok sasaran atau objek penelitian
    -Sulit untuk mengendalikan pada saat proses diskusi berlangsung
    -Hasil dan kesimpulan pada saat diskusi bertumpu pada moderator
    -Tidak mampu menghasilkan data statistik
    25. ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan , yaitu meliputi cara dalam pengumpulan data yang bisa berupa daftar pertanyaan tetulis yang disusun atau pernyataan dan disebarkan kepada responden untuk mendapatkan keterangan data dan informasi.
    27.Tes adalah suatu metode atau alat untuk memperoleh sejumlah pernyataan atau informasi tentang berbagai aspek seseorang dari tingkah laku dan kehidupannya.
    29. Perbedaan tes objektif dan tes subjektif yaitu, Tes objektif adalah tes yang dilakukan dengan cara menggunakan ukuran-ukuran yang sudah ditentukan. Contohnya seperti soal pilihan ganda.Tes subjekif adalah tes yang dilakukan dengan ukuran-ukuran yang bedasarkan kategori. Contohnya seperti tes essay atau soal uraian.

  11. 1). Supaya mahasiswa mampu memahami sumber data dalam penelitian dan dapat mencapai tujuan dari penelitian. Karena apabila tidak memahami sumber data dalam penelitian hasil penelitian tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan.
    3). Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data diperoleh.
    5). Ketepatan dalam memilih dan menentukan sumber data sangat penting dan harus di perhatikan dalam melaksanakan penelitian, karena hal tersebut akan akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian. Maka kita harus betul-betul memperhatikan hal tersebut.
    7). Sistematis berarti teratur atau memiliki sistem. Ovservasi penelitian dilakukan secara sistematis supaya memakai sistem dengan cara yang sudah diatur dengan baik sehingga akan menghasilkan data yang sesuai.
    9). Ovservasi akan mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat bagi penelitian dan membantu mendapatkan hasil penelitian yang sesui dengan apa yang ada di lapangan. Jenis informasi-informasi tersebut adalah tempat, pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, peristiwa, waktu. Itulah beberapa jenis informasi yang bermanfaat bagi penelitian.
    11). Tahap-tahap Observasi yaitu :
    – Observasi Deskriptif : ini adalah awal dimana peneliti belum menemukan masalah yang di teliti dengan jelas, disini peneliti harus melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi terharap semua yang dilihat dan didengar.
    – Observasi Terfokus : pada tahap ini Observasi peneliti akan dipersempit dan akan difokuskan terhadap masalah tertentu.
    – Observasi Terseleksi : disini peneliti telah menguraikan fokus yang di temukan, sehingga data yang diperolehnya data yang rinci. Di tahap ini juga peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan dan persamaan antar kategori.
    13). Wawancara adalah sebuah cara untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara bertatap muka dan bertanya jawab antara peneliti dan narasumber.
    15). Langkah wawancara yang pertama adalah mencari narasumber, yang kedua menyiapkan pokok permasalahan yang akan di bicarakan nanti, selanjutnya membuka wawancara, melangsungkan alur wawancara, mengonfirmasi kesimpulan hasil wawancara dan mengakhirinya, mencatat atau menulis hasil wawancara dan yang terakhir adalah mengidentifikasi tidak lanjut dari wawancara.
    17). Tips dalam wawancara antara lain. Memulai dengan pertanyaan yang mudah, ketika bertanya hindari pertanyaan yang susah ditafsirkan oleh narasumber, jangan menanyakan pertanyaan pribadi, berikan kesan positif dan kontrol emosi negatif terhadap narasumber, ketika narasumber sudah memberikan jawaban ulang kembali jawaban untuk klarifikasi.
    19). Dokumentasi adalah suatu catatan dari suatu peristiwa yang telah terjadi yang tersaji dalam bentuk tulisan, gambar, audio, video.
    21). FGD dalam suatu pengumpulan penelitian adalah proses pengumpulan data yang sistematis mengenai permasalahan tertentu yang tujuannya untuk menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok dan dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian bertujuan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap masalah yang sedang diteliti dengan cara interaksi dan diskusi.
    23). Kelebihan FGD yaitu waktu dan biaya yang digunakan lebih efisien, adanya moderator sebagai pemimpin didalam diskusi, mampu menggali kebiasaan, keyakinan, dan penilaian sebuah kelompok. Sedangkan kekurangan FGD yaitu didalam proses diskusi peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian, proses diskusi sulit dikendalikan, bertumpu pada moderator, tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.
    25). Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan yaitu angket terdiri dari pertanyaan-pertanyaan atau bisa juga pertanyaan yang berisi beberapa kemungkinan jawaban untuk dipilih tetapi bisa juga harus dijawab dengan memberikan penjelasan yang mungkin singkat mungkin panjang, untuk angket tertutup pengolahan dan analisis kuantitatif akan lebih mudah dilakukan hasil angket akan tetapi untuk angket terbuka sulit untuk mengolah dan menganalisis hasilnya.
    27). Tes adalah sejumlah pertanyaan yang di berikan kepada seseorang untuk diberikan suatu jawaban.
    29). Perbedaan tes objektif dan tes subjektif yaitu jika tes objektif menggunakan suatu pertanyaan dengan jawaban benar dan salah, pilahan ganda, dan lainnya. Akan tetapi untuk tes subjektif mengunggunak pertanyaan dengan jawaban uraian, baik uraian bebas dan terbatas

  12. 1.Dibutuhkan pemahaman sumberdata bagi setiap penelitiuntuk melakukan metode penelitian yang menggunakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan maksud dan tujuan serta kegunaan sesuai yang diharapkan bagi peneliti. Menggunakan cara ilmiah yang bercirikan keilmuan secara rasional, empiris, dan sistematis. Rasional: Kegiatan penelitian dengan sebuah cara yang bisa di nalar manusia atau masuk akal. Empiris: Suatu cara yang diterapkan dapat dilihat melalui panca indra, sehingga orang lainpun dapat mengamati serta mengetahui cara-cara yang dilakukan. Sistematis : Menggunakan sebuah proses suatu penelitian menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis .Logis yang dimaksud adalah sesuatu yang diterima oleh akal dan sesuai dengan logika, atau benar menurut penalaran .
    Tehnik pengumpulan data bagi mahasiswa S1 :
    – Mahasiswa dapat mengerti sumber data dalam penelitian pendidikan sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan.
    – Mahasiswa dapat dimengerti dan paham teknik pengumpulan data dalam penelitian sesuai tahapan pendidikan.

    3. Sumber data dalam sebuah penelitian dapat diperoleh melalui subjek data. Diperoleh bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi(foto,benda,dokumen). Sumber data ada dua sumber data Internal dan sumber data Eksternal. Data internal data yang menggambarkan situasi dan kondisi internal yang didapat dari lingkup dalam ( contohnya keuangan ). Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi dari luar (contohnya persebaran penduduk).

    5. Setiap peneliti selalu mencari bahan atau bukti data sebanyak-banyaknya agar memperkuat dan memperkaya data agar semakin berkualitas ada beberapa hal yang mempengaruhi kualitas data yang diteliti yaitu : 1) kualitas instrumen penelitian 2) kualitas pengumpulan data. Instrumen merupakan suatu alat yang mempengaruhi persyaratan akademis, sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Teknik pengumpulan diperkaya dengan cara : observasi, wawancara,dokumentasi,Focus Group Discussion (FGD),Angket,dan adapun melalui tes.

    7. Observasi dilakukan secara sistematis karena agar dapat kembali diteliti, tahapan-tahapannya agar dapat diulangi oleh yang akan meneliti. Hasil yang diteliti secara observasi dapat memberikan kemungkinan untuk dipahami secara ilmiah. Dilakukan dengan cara tidak memberikan pertanyaan.

    9. Informasi yang dapat diperoleh dari hasil observasi : Ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, perasaan.

    11. Tahapan-tahapan observasi antaralain : Observasi Deskriptif : 1)Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas, 2)Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat dan didengar. 3)observasi terfokus : Observasi dipersempit pada aspek tertentu. 4)Observasi Terseleksi : Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga memperoleh data yang lebih rinci. 5)Peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan, dan persamaan antar kategori.
    Jenis observasi :
    Partisipan : Observasi dilakukan oleh peneliti yang dilakukan secara langsung.
    Non Partisipan : Observasi tidak dilakukan peneliti secara langsung, tidak terlibat langsung.
    Observasi Partisipan : Peneliti turut ambil bagian dalam keadaan suasana maupun obyek yangdiamati. Observasi Non Partisipan : Observer hanya sebagai pengamat.

    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara :
    Proses memperoleh keterangan untuk suatu tujuan observer memilih dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan menggunakan media pendukung antara penanya dan penjawab berdasarkan panduan wawancara melalui teks wawancara.

    15. Langkah-langkah melakukan wawancara
    1). Membuat teks wawancara 2). Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan 3). Menyiapkan pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan 4). Mengawali atau membuka wawancara 5). Memberikan informasi kesimpulan dari apa yang didapat dalam wawancara dan mengakhirinya 6). Menuliskan hasil wawancara 7). Melakukan identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

    17. Tips Wawancara :
    -Memulai dengan pertanyaan yang mudah
    -Menyerahkan dengan informasi bersifat fakta yang benar-benar terjadi
    -Hindari petanyaan yang beda pemahaman atau tafsiran
    -Tidak menanyakan pertanyaan pribadi
    -Ulang kembali jawaban untuk klarifikasi
    -Berikan kesan positif
    -Dapat mengontrol emosi diri yang bersifat negatif.

    19. Dokumentasi adalah sebuah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Yang terdiri dari tulisan, gambar,audio, atau karya monumental. Yang merupakan sumber informasi penting.

    21. FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok ,yaitu dengan cara :
    1) Dilakukan pada penelitian kulitatif ,
    2) Tujuannya menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok,
    3) Dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian,
    4) Dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang sedang diteliti,
    5) Ada proses interaksi dan diskusi.

    23. Kelebihan dan kekurangan FGD
    Kelebihan :
    – Lebih efisien waktu
    – Lebih efisien biaya
    – Memiliki moderator sebagai pemimpin jalannya diskusi
    – Dapat menggali kebiasaan, keyakinan, dan dapat memberikan penilaian kepada sebuah kelompok.
    Kekurangan :
    – Peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian
    – Sungkar dalam mengendalikan jalannya diskusi
    – Yang lebih dominan moderator
    – Tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan :
    -Sering kali menggunakan pertanyaan ataupun pernyataan,
    -memiliki Instrumen tertulis yang diisi oleh responden,
    -Merupakan jenis pengumpulan data secara tidak langsung.

    27. Pengertian Tes adalah sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang kepada orang lain untuk mendapatkan respon atau jawaban . Tujuannya untuk menggali sebuah informasi yang diinginkan .

    29. Perbedaan tes obyektif dan subyektif :
    Tes Obyektif :
    – Tes dengan menentukan benar dan salah
    – Tes menggunakan soal pilihan ganda
    – Tes dengan teknik menjodohkan
    – Tes dengan menggunakan bentuk melengkapi
    Tes Subjektif :
    – Menggunakan uraian bebas
    – Menggunakan uraian terbatas
    4)

  13. 1.Dibutuhkan pemahaman sumberdata bagi setiap penelitiuntuk melakukan metode penelitian yang menggunakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan maksud dan tujuan serta kegunaan sesuai yang diharapkan bagi peneliti. Menggunakan cara ilmiah yang bercirikan keilmuan secara rasional, empiris, dan sistematis. Rasional: Kegiatan penelitian dengan sebuah cara yang bisa di nalar manusia atau masuk akal. Empiris: Suatu cara yang diterapkan dapat dilihat melalui panca indra, sehingga orang lainpun dapat mengamati serta mengetahui cara-cara yang dilakukan. Sistematis : Menggunakan sebuah proses suatu penelitian menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis .Logis yang dimaksud adalah sesuatu yang diterima oleh akal dan sesuai dengan logika, atau benar menurut penalaran .
    Tehnik pengumpulan data bagi mahasiswa S1 :
    – Mahasiswa dapat mengerti sumber data dalam penelitian pendidikan sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan.
    – Mahasiswa dapat dimengerti dan paham teknik pengumpulan data dalam penelitian sesuai tahapan pendidikan.

    3. Sumber data dalam sebuah penelitian dapat diperoleh melalui subjek data. Diperoleh bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi(foto,benda,dokumen). Sumber data ada dua sumber data Internal dan sumber data Eksternal. Data internal data yang menggambarkan situasi dan kondisi internal yang didapat dari lingkup dalam ( contohnya keuangan ). Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi dari luar (contohnya persebaran penduduk).

    5. Setiap peneliti selalu mencari bahan atau bukti data sebanyak-banyaknya agar memperkuat dan memperkaya data agar semakin berkualitas ada beberapa hal yang mempengaruhi kualitas data yang diteliti yaitu : 1) kualitas instrumen penelitian 2) kualitas pengumpulan data. Instrumen merupakan suatu alat yang mempengaruhi persyaratan akademis, sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Teknik pengumpulan diperkaya dengan cara : observasi, wawancara,dokumentasi,Focus Group Discussion (FGD),Angket,dan adapun melalui tes.

    7. Observasi dilakukan secara sistematis karena agar dapat kembali diteliti, tahapan-tahapannya agar dapat diulangi oleh yang akan meneliti. Hasil yang diteliti secara observasi dapat memberikan kemungkinan untuk dipahami secara ilmiah. Dilakukan dengan cara tidak memberikan pertanyaan.

    9. Informasi yang dapat diperoleh dari hasil observasi : Ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, perasaan.

    11. Tahapan-tahapan observasi antaralain : Observasi Deskriptif : 1)Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas, 2)Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat dan didengar. 3)observasi terfokus : Observasi dipersempit pada aspek tertentu. 4)Observasi Terseleksi : Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga memperoleh data yang lebih rinci. 5)Peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan, dan persamaan antar kategori.
    Jenis observasi :
    Partisipan : Observasi dilakukan oleh peneliti yang dilakukan secara langsung.
    Non Partisipan : Observasi tidak dilakukan peneliti secara langsung, tidak terlibat langsung.
    Observasi Partisipan : Peneliti turut ambil bagian dalam keadaan suasana maupun obyek yangdiamati. Observasi Non Partisipan : Observer hanya sebagai pengamat.

    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara :
    Proses memperoleh keterangan untuk suatu tujuan observer memilih dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan menggunakan media pendukung antara penanya dan penjawab berdasarkan panduan wawancara melalui teks wawancara.

    15. Langkah-langkah melakukan wawancara
    1). Membuat teks wawancara 2). Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan 3). Menyiapkan pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan 4). Mengawali atau membuka wawancara 5). Memberikan informasi kesimpulan dari apa yang didapat dalam wawancara dan mengakhirinya 6). Menuliskan hasil wawancara 7). Melakukan identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

    17. Tips Wawancara :
    -Memulai dengan pertanyaan yang mudah
    -Menyerahkan dengan informasi bersifat fakta yang benar-benar terjadi
    -Hindari petanyaan yang beda pemahaman atau tafsiran
    -Tidak menanyakan pertanyaan pribadi
    -Ulang kembali jawaban untuk klarifikasi
    -Berikan kesan positif
    -Dapat mengontrol emosi diri yang bersifat negatif.

    19. Dokumentasi adalah sebuah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Yang terdiri dari tulisan, gambar,audio, atau karya monumental. Yang merupakan sumber informasi penting.

    21. FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok ,yaitu dengan cara :
    1) Dilakukan pada penelitian kulitatif ,
    2) Tujuannya menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok,
    3) Dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian,
    4) Dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang sedang diteliti,
    5) Ada proses interaksi dan diskusi.

    23. Kelebihan dan kekurangan FGD
    Kelebihan :
    – Lebih efisien waktu
    – Lebih efisien biaya
    – Memiliki moderator sebagai pemimpin jalannya diskusi
    – Dapat menggali kebiasaan, keyakinan, dan dapat memberikan penilaian kepada sebuah kelompok.
    Kekurangan :
    – Peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian
    – Sungkar dalam mengendalikan jalannya diskusi
    – Yang lebih dominan moderator
    – Tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan :
    -Sering kali menggunakan pertanyaan ataupun pernyataan,
    -memiliki Instrumen tertulis yang diisi oleh responden,
    -Merupakan jenis pengumpulan data secara tidak langsung.

    27. Pengertian Tes adalah sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang kepada orang lain untuk mendapatkan respon atau jawaban . Tujuannya untuk menggali sebuah informasi yang diinginkan .

    29. Perbedaan tes obyektif dan subyektif :
    Tes Obyektif :
    – Tes dengan menentukan benar dan salah
    – Tes menggunakan soal pilihan ganda
    – Tes dengan teknik menjodohkan
    – Tes dengan menggunakan bentuk melengkapi
    Tes Subjektif :
    – Menggunakan uraian bebas
    – Menggunakan uraian terbatas

  14. 1.Dibutuhkan pemahaman sumberdata bagi setiap penelitiuntuk melakukan metode penelitian yang menggunakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan maksud dan tujuan serta kegunaan sesuai yang diharapkan bagi peneliti. Menggunakan cara ilmiah yang bercirikan keilmuan secara rasional, empiris, dan sistematis. Rasional: Kegiatan penelitian dengan sebuah cara yang bisa di nalar manusia atau masuk akal. Empiris: Suatu cara yang diterapkan dapat dilihat melalui panca indra, sehingga orang lainpun dapat mengamati serta mengetahui cara-cara yang dilakukan. Sistematis : Menggunakan sebuah proses suatu penelitian menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis .Logis yang dimaksud adalah sesuatu yang diterima oleh akal dan sesuai dengan logika, atau benar menurut penalaran .
    Tehnik pengumpulan data bagi mahasiswa S1 :
    – Mahasiswa dapat mengerti sumber data dalam penelitian pendidikan sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan.
    – Mahasiswa dapat dimengerti dan paham teknik pengumpulan data dalam penelitian sesuai tahapan pendidikan.

    3. Sumber data dalam sebuah penelitian dapat diperoleh melalui subjek data. Diperoleh bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi(foto,benda,dokumen). Sumber data ada dua sumber data Internal dan sumber data Eksternal. Data internal data yang menggambarkan situasi dan kondisi internal yang didapat dari lingkup dalam ( contohnya keuangan ). Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi dari luar (contohnya persebaran penduduk).

    5. Setiap peneliti selalu mencari bahan atau bukti data sebanyak-banyaknya agar memperkuat dan memperkaya data agar semakin berkualitas ada beberapa hal yang mempengaruhi kualitas data yang diteliti yaitu : 1) kualitas instrumen penelitian 2) kualitas pengumpulan data. Instrumen merupakan suatu alat yang mempengaruhi persyaratan akademis, sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Teknik pengumpulan diperkaya dengan cara : observasi, wawancara,dokumentasi,Focus Group Discussion (FGD),Angket,dan adapun melalui tes.

    7. Observasi dilakukan secara sistematis karena agar dapat kembali diteliti, tahapan-tahapannya agar dapat diulangi oleh yang akan meneliti. Hasil yang diteliti secara observasi dapat memberikan kemungkinan untuk dipahami secara ilmiah. Dilakukan dengan cara tidak memberikan pertanyaan.

    9. Informasi yang dapat diperoleh dari hasil observasi : Ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, perasaan.

    11. Tahapan-tahapan observasi antaralain : Observasi Deskriptif : 1)Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas, 2)Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat dan didengar. 3)observasi terfokus : Observasi dipersempit pada aspek tertentu. 4)Observasi Terseleksi : Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga memperoleh data yang lebih rinci. 5)Peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan, dan persamaan antar kategori.
    Jenis observasi :
    Partisipan : Observasi dilakukan oleh peneliti yang dilakukan secara langsung.
    Non Partisipan : Observasi tidak dilakukan peneliti secara langsung, tidak terlibat langsung.
    Observasi Partisipan : Peneliti turut ambil bagian dalam keadaan suasana maupun obyek yangdiamati. Observasi Non Partisipan : Observer hanya sebagai pengamat.

    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara :
    Proses memperoleh keterangan untuk suatu tujuan observer memilih dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan menggunakan media pendukung antara penanya dan penjawab berdasarkan panduan wawancara melalui teks wawancara.

    15. Langkah-langkah melakukan wawancara
    1). Membuat teks wawancara 2). Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan 3). Menyiapkan pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan 4). Mengawali atau membuka wawancara 5). Memberikan informasi kesimpulan dari apa yang didapat dalam wawancara dan mengakhirinya 6). Menuliskan hasil wawancara 7). Melakukan identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

    17. Tips Wawancara :
    -Memulai dengan pertanyaan yang mudah
    -Menyerahkan dengan informasi bersifat fakta yang benar-benar terjadi
    -Hindari petanyaan yang beda pemahaman atau tafsiran
    -Tidak menanyakan pertanyaan pribadi
    -Ulang kembali jawaban untuk klarifikasi
    -Berikan kesan positif
    -Dapat mengontrol emosi diri yang bersifat negatif.

    19. Dokumentasi adalah sebuah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Yang terdiri dari tulisan, gambar,audio, atau karya monumental. Yang merupakan sumber informasi penting.

    21. FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok ,yaitu dengan cara :
    1) Dilakukan pada penelitian kulitatif ,
    2) Tujuannya menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok,
    3) Dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian,
    4) Dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang sedang diteliti,
    5) Ada proses interaksi dan diskusi.

    23. Kelebihan dan kekurangan FGD
    Kelebihan :
    – Lebih efisien waktu
    – Lebih efisien biaya
    – Memiliki moderator sebagai pemimpin jalannya diskusi
    – Dapat menggali kebiasaan, keyakinan, dan dapat memberikan penilaian kepada sebuah kelompok.
    Kekurangan :
    – Peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian
    – Sungkar dalam mengendalikan jalannya diskusi
    – Yang lebih dominan moderator
    – Tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan :
    -Sering kali menggunakan pertanyaan ataupun pernyataan,
    -memiliki Instrumen tertulis yang diisi oleh responden,
    -Merupakan jenis pengumpulan data secara tidak langsung.

    27. Pengertian Tes adalah sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang kepada orang lain untuk mendapatkan respon atau jawaban . Tujuannya untuk menggali sebuah informasi yang diinginkan .

    29. Perbedaan tes obyektif dan subyektif :
    Tes Obyektif :
    – Tes dengan menentukan benar dan salah
    – Tes menggunakan soal pilihan ganda
    – Tes dengan teknik menjodohkan
    – Tes dengan menggunakan bentuk melengkapi
    Tes Subjektif :
    – Menggunakan uraian bebas
    – Menggunakan uraian terbatas
    4)
    arian susana
    20/10/2019 pukul 05:17

    1.Dibutuhkan pemahaman sumberdata bagi setiap penelitiuntuk melakukan metode penelitian yang menggunakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan maksud dan tujuan serta kegunaan sesuai yang diharapkan bagi peneliti. Menggunakan cara ilmiah yang bercirikan keilmuan secara rasional, empiris, dan sistematis. Rasional: Kegiatan penelitian dengan sebuah cara yang bisa di nalar manusia atau masuk akal. Empiris: Suatu cara yang diterapkan dapat dilihat melalui panca indra, sehingga orang lainpun dapat mengamati serta mengetahui cara-cara yang dilakukan. Sistematis : Menggunakan sebuah proses suatu penelitian menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis .Logis yang dimaksud adalah sesuatu yang diterima oleh akal dan sesuai dengan logika, atau benar menurut penalaran .
    Tehnik pengumpulan data bagi mahasiswa S1 :
    – Mahasiswa dapat mengerti sumber data dalam penelitian pendidikan sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan.
    – Mahasiswa dapat dimengerti dan paham teknik pengumpulan data dalam penelitian sesuai tahapan pendidikan.

    3. Sumber data dalam sebuah penelitian dapat diperoleh melalui subjek data. Diperoleh bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi(foto,benda,dokumen). Sumber data ada dua sumber data Internal dan sumber data Eksternal. Data internal data yang menggambarkan situasi dan kondisi internal yang didapat dari lingkup dalam ( contohnya keuangan ). Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi dari luar (contohnya persebaran penduduk).

    5. Setiap peneliti selalu mencari bahan atau bukti data sebanyak-banyaknya agar memperkuat dan memperkaya data agar semakin berkualitas ada beberapa hal yang mempengaruhi kualitas data yang diteliti yaitu : 1) kualitas instrumen penelitian 2) kualitas pengumpulan data. Instrumen merupakan suatu alat yang mempengaruhi persyaratan akademis, sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Teknik pengumpulan diperkaya dengan cara : observasi, wawancara,dokumentasi,Focus Group Discussion (FGD),Angket,dan adapun melalui tes.

    7. Observasi dilakukan secara sistematis karena agar dapat kembali diteliti, tahapan-tahapannya agar dapat diulangi oleh yang akan meneliti. Hasil yang diteliti secara observasi dapat memberikan kemungkinan untuk dipahami secara ilmiah. Dilakukan dengan cara tidak memberikan pertanyaan.

    9. Informasi yang dapat diperoleh dari hasil observasi : Ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, perasaan.

    11. Tahapan-tahapan observasi antaralain : Observasi Deskriptif : 1)Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas, 2)Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat dan didengar. 3)observasi terfokus : Observasi dipersempit pada aspek tertentu. 4)Observasi Terseleksi : Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga memperoleh data yang lebih rinci. 5)Peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan, dan persamaan antar kategori.
    Jenis observasi :
    Partisipan : Observasi dilakukan oleh peneliti yang dilakukan secara langsung.
    Non Partisipan : Observasi tidak dilakukan peneliti secara langsung, tidak terlibat langsung.
    Observasi Partisipan : Peneliti turut ambil bagian dalam keadaan suasana maupun obyek yangdiamati. Observasi Non Partisipan : Observer hanya sebagai pengamat.

    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara :
    Proses memperoleh keterangan untuk suatu tujuan observer memilih dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan menggunakan media pendukung antara penanya dan penjawab berdasarkan panduan wawancara melalui teks wawancara.

    15. Langkah-langkah melakukan wawancara
    1). Membuat teks wawancara 2). Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan 3). Menyiapkan pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan 4). Mengawali atau membuka wawancara 5). Memberikan informasi kesimpulan dari apa yang didapat dalam wawancara dan mengakhirinya 6). Menuliskan hasil wawancara 7). Melakukan identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

    17. Tips Wawancara :
    -Memulai dengan pertanyaan yang mudah
    -Menyerahkan dengan informasi bersifat fakta yang benar-benar terjadi
    -Hindari petanyaan yang beda pemahaman atau tafsiran
    -Tidak menanyakan pertanyaan pribadi
    -Ulang kembali jawaban untuk klarifikasi
    -Berikan kesan positif
    -Dapat mengontrol emosi diri yang bersifat negatif.

    19. Dokumentasi adalah sebuah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Yang terdiri dari tulisan, gambar,audio, atau karya monumental. Yang merupakan sumber informasi penting.

    21. FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok ,yaitu dengan cara :
    1) Dilakukan pada penelitian kulitatif ,
    2) Tujuannya menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok,
    3) Dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian,
    4) Dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang sedang diteliti,
    5) Ada proses interaksi dan diskusi.

    23. Kelebihan dan kekurangan FGD
    Kelebihan :
    – Lebih efisien waktu
    – Lebih efisien biaya
    – Memiliki moderator sebagai pemimpin jalannya diskusi
    – Dapat menggali kebiasaan, keyakinan, dan dapat memberikan penilaian kepada sebuah kelompok.
    Kekurangan :
    – Peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian
    – Sungkar dalam mengendalikan jalannya diskusi
    – Yang lebih dominan moderator
    – Tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan :
    -Sering kali menggunakan pertanyaan ataupun pernyataan,
    -memiliki Instrumen tertulis yang diisi oleh responden,
    -Merupakan jenis pengumpulan data secara tidak langsung.

    27. Pengertian Tes adalah sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang kepada orang lain untuk mendapatkan respon atau jawaban . Tujuannya untuk menggali sebuah informasi yang diinginkan .

    29. Perbedaan tes obyektif dan subyektif :
    Tes Obyektif :
    – Tes dengan menentukan benar dan salah
    – Tes menggunakan soal pilihan ganda
    – Tes dengan teknik menjodohkan
    – Tes dengan menggunakan bentuk melengkapi
    Tes Subjektif :
    – Menggunakan uraian bebas
    – Menggunakan uraian terbatas

  15. Nama : ARIAN SUSANA
    Nim : 1886206010
    Prodi : PGSD A3
    SOAL : Ganjil

    1.Dibutuhkan pemahaman sumberdata bagi setiap penelitiuntuk melakukan metode penelitian yang menggunakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan maksud dan tujuan serta kegunaan sesuai yang diharapkan bagi peneliti. Menggunakan cara ilmiah yang bercirikan keilmuan secara rasional, empiris, dan sistematis. Rasional: Kegiatan penelitian dengan sebuah cara yang bisa di nalar manusia atau masuk akal. Empiris: Suatu cara yang diterapkan dapat dilihat melalui panca indra, sehingga orang lainpun dapat mengamati serta mengetahui cara-cara yang dilakukan. Sistematis : Menggunakan sebuah proses suatu penelitian menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis .Logis yang dimaksud adalah sesuatu yang diterima oleh akal dan sesuai dengan logika, atau benar menurut penalaran .
    Tehnik pengumpulan data bagi mahasiswa S1 :
    – Mahasiswa dapat mengerti sumber data dalam penelitian pendidikan sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan.
    – Mahasiswa dapat dimengerti dan paham teknik pengumpulan data dalam penelitian sesuai tahapan pendidikan.

    3. Sumber data dalam sebuah penelitian dapat diperoleh melalui subjek data. Diperoleh bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi(foto,benda,dokumen). Sumber data ada dua sumber data Internal dan sumber data Eksternal. Data internal data yang menggambarkan situasi dan kondisi internal yang didapat dari lingkup dalam ( contohnya keuangan ). Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi dari luar (contohnya persebaran penduduk).

    5. Setiap peneliti selalu mencari bahan atau bukti data sebanyak-banyaknya agar memperkuat dan memperkaya data agar semakin berkualitas ada beberapa hal yang mempengaruhi kualitas data yang diteliti yaitu : 1) kualitas instrumen penelitian 2) kualitas pengumpulan data. Instrumen merupakan suatu alat yang mempengaruhi persyaratan akademis, sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Teknik pengumpulan diperkaya dengan cara : observasi, wawancara,dokumentasi,Focus Group Discussion (FGD),Angket,dan adapun melalui tes.

    7. Observasi dilakukan secara sistematis karena agar dapat kembali diteliti, tahapan-tahapannya agar dapat diulangi oleh yang akan meneliti. Hasil yang diteliti secara observasi dapat memberikan kemungkinan untuk dipahami secara ilmiah. Dilakukan dengan cara tidak memberikan pertanyaan.

    9. Informasi yang dapat diperoleh dari hasil observasi : Ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, perasaan.

    11. Tahapan-tahapan observasi antaralain : Observasi Deskriptif : 1)Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas, 2)Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat dan didengar. 3)observasi terfokus : Observasi dipersempit pada aspek tertentu. 4)Observasi Terseleksi : Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan sehingga memperoleh data yang lebih rinci. 5)Peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan, dan persamaan antar kategori.
    Jenis observasi :
    Partisipan : Observasi dilakukan oleh peneliti yang dilakukan secara langsung.
    Non Partisipan : Observasi tidak dilakukan peneliti secara langsung, tidak terlibat langsung.
    Observasi Partisipan : Peneliti turut ambil bagian dalam keadaan suasana maupun obyek yangdiamati. Observasi Non Partisipan : Observer hanya sebagai pengamat.

    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan cara :
    Proses memperoleh keterangan untuk suatu tujuan observer memilih dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan menggunakan media pendukung antara penanya dan penjawab berdasarkan panduan wawancara melalui teks wawancara.

    15. Langkah-langkah melakukan wawancara
    1). Membuat teks wawancara 2). Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan 3). Menyiapkan pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan 4). Mengawali atau membuka wawancara 5). Memberikan informasi kesimpulan dari apa yang didapat dalam wawancara dan mengakhirinya 6). Menuliskan hasil wawancara 7). Melakukan identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

    17. Tips Wawancara :
    -Memulai dengan pertanyaan yang mudah
    -Menyerahkan dengan informasi bersifat fakta yang benar-benar terjadi
    -Hindari petanyaan yang beda pemahaman atau tafsiran
    -Tidak menanyakan pertanyaan pribadi
    -Ulang kembali jawaban untuk klarifikasi
    -Berikan kesan positif
    -Dapat mengontrol emosi diri yang bersifat negatif.

    19. Dokumentasi adalah sebuah catatan peristiwa yang sudah berlalu. Yang terdiri dari tulisan, gambar,audio, atau karya monumental. Yang merupakan sumber informasi penting.

    21. FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok ,yaitu dengan cara :
    1) Dilakukan pada penelitian kulitatif ,
    2) Tujuannya menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok,
    3) Dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian,
    4) Dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang sedang diteliti,
    5) Ada proses interaksi dan diskusi.

    23. Kelebihan dan kekurangan FGD
    Kelebihan :
    – Lebih efisien waktu
    – Lebih efisien biaya
    – Memiliki moderator sebagai pemimpin jalannya diskusi
    – Dapat menggali kebiasaan, keyakinan, dan dapat memberikan penilaian kepada sebuah kelompok.
    Kekurangan :
    – Peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian
    – Sungkar dalam mengendalikan jalannya diskusi
    – Yang lebih dominan moderator
    – Tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan :
    -Sering kali menggunakan pertanyaan ataupun pernyataan,
    -memiliki Instrumen tertulis yang diisi oleh responden,
    -Merupakan jenis pengumpulan data secara tidak langsung.

    27. Pengertian Tes adalah sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang kepada orang lain untuk mendapatkan respon atau jawaban . Tujuannya untuk menggali sebuah informasi yang diinginkan .

    29. Perbedaan tes obyektif dan subyektif :
    Tes Obyektif :
    – Tes dengan menentukan benar dan salah
    – Tes menggunakan soal pilihan ganda
    – Tes dengan teknik menjodohkan
    – Tes dengan menggunakan bentuk melengkapi
    Tes Subjektif :
    – Menggunakan uraian bebas
    – Menggunakan uraian terbatas

  16. 1.) Dibutuhkannya pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data ialah untuk mendapatkan keakuratan data dengan cara membandingkan sumber data dengan teknik pengumpulan data agar data yang diperoleh benar-benar valid.

    3.) Yang dimaksud dengan sumber data adalah subyek dari mana data tersebut dapat diperoleh. Jika penelitian menggunakan wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut dengan responden (orang yang menjawab pertanyaan peneliti. Jika penelitian menggunakan observasi, maka sumber data berupa benda, gerak atau proses tertentu. Sedangkan jika penelitian menggunakan dokumentasi sumber datanya berupa benda, dokumen, dan foto. Maka dapat disimpulkan yang dimaksud sumber data ialah subjek penelitian yang dapat berupa manusia, benda, gerak, dan gambar.

    5.) Ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian, maksudnya adalah jika seorang peneliti mampu memilih dan menentukan jenis sumber data maka akan semakin banyak data yang diperoleh yang dapat menghasilkan berbagai macam informasi akurat yang berguna bagi pembaca maupun peneliti.

    7.) Observasi penelitian harus dilaksanakan secara sistematis, karena perencanaan observasi penelitian dilakukan sesuai prosedur dan aturan-aturan tertentu sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti yang memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah dengan tidak mengajukan pertanyaan.

    9.) Informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian yaitu informasi yang berkaitan dengan hasil dari observasi yang sedang diteliti. Informasi-informasi tersebut adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu dan perasaan.

    11.) Tahapan-tahapan dalam observasi terdiri dari 3 tahap, yaitu observasi deskriptif, observasi terfokus, dan observasi terseleksi.
    – Observasi dikriptif, yaitu peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas yang hanya melakukan penjelajahan umum melalui deskripsi yang dilihat atau didengar.
    – Observasi terfokus, yaitu observasi yang dipersempit pada aspek tertentu
    – Observasi terseleksi,yaitu observasi dimana Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga diperoleh data yang lebih rinci dengan menemukan karakteristik, perbedaan dan persamaan antar kategori

    13.) Yang dimaksud dengan wawancara ialah proses memperoleh keterangan untuk tujuan dalam suatu penelitian dengan cara tanya jawab dan bertatap muka berdasarkan panduan wawancara (interview guide) yang telah dirancang sebelumnya

    15.) Langkah-langkah dalam melakukan wawancara ada 7 langkah, yaitu :
    – Peneliti menetapkan kepada siapa awancara akan dilakukan
    – Peneliti menyiapkan terlebih dahulu pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
    – Sebelum memulai wawancara mampu mengawali atau membuka wawancara
    – Melangsungkan alur wawancara
    – Mengonfirmasikan kesimpulan hasil dari wawancara dan mengakhirinya
    – Peneliti Menuliskan hasil wawancara
    – Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara

    17.) Dalam melakukan wawancara suatu penelitian berjalan lancar dan sesuai keinginan peneliti maka harus memperhatikan beberapa tips dalam wawancara. Tips-tips tersebut ialah :
    – Memulai dengan pertanyaan yang mudah
    – Menyertakan dengan informasi fakta
    – Menghindari pertanyaan yang bias penafsiran
    – Tidak menanyakan pertanyaan yang bersifat pribadi
    – Mengulangi kembali jawaban untuk klarifikasi
    – Memberikan kesan positif
    – Mampu mengontrol emosi negatif

    19.) Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan dokumentasi. Dokumentasi ialah teknik pengumpulan data berupa catatan peristiwa yang sudah berlalu dalam bentuk tulisan, gambar, audio, video, atau karya monumental.

    21.) Yang dimaksud Focus Group Discussion (FGD) merupakan metode riset pada penelitian kualitatif yang membahas suatu masalah tertentu tujuannya menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok yang dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian, dimaksudkan untuk menghindari permaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti melibatkan terjadinya proses interaksi dan diskusi.

    23.) Focus Group Discussion (FGD) dalam sebuah penelitian memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan FGD yaitu :
    a. Efisiensi waktu
    b. Efisiensi biaya
    c. Ada moderator sebagai pemimpin diskusi
    d. Mampu menggali kebiasaan, keyakinan, dan penilaian sebuah kelompok.

    Sedangkan kekurangannya yaitu
    a. Peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian
    b. Sulit mengendalikan proses diskusi
    c. Bertumpu Pada moderator
    d. Tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25.) Ciri-ciri angket dalam suatu penelitian pendidikan adalah dapat berupa pertanyaan atau pernyataan, instrumen datanya diisi oleh responden, dan merupakan jenis pengumpulan data tidak langsung. dalam penelitian pendidikan angket sangat sangat membantu memperoleh hasil penelitian yang relevan.

    27.) Salah satu teknik pengumpulan data yang lain adalah tes. Tes merupakan alat yang digunakan dalam teknik pengumpulan data suatu penelitian yang berupa pertanyaan yang diberikan kepada seseorang untuk diberi respon atau dijawab. Tes dapat berupa tes objektif maupun tes subjektif.

    29.) Bentuk tes terbagi menjadi dua yaitu tes objektif dan tes subjektif. Tes objektif yaitu bentuk tes yang menggunakan ukuran yang telah ditentukan dan dilakukan secara objektif, seperti tes benar salah, tes pilihan ganda, tes menjodohkan, dan tes melengkapi. Sedangkan tes subjektif yaitu bentuk tes yang memiliki jawaban berdasarkan kemampuan dari responden, penilaiannya ditentukan berdasarkan kategori pembuat tes. Tes subjektif terdiri dari uraian bebas dan uraian terbatas.

  17. Nama : RETNO ANDHITA ANANDA
    NIM : 1886206036
    Prodi : PGSD
    Tk/Smt : 2/3 B
    JAWABAN SOAL : SUMBER DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA

    2. Hal yang mempengaruhi kualitas data penelitian adalah :
    -Kualitas instrumen penelitian yang berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen, oleh karena itu instrumen harus digunakan secara tepat dalam pengumpulan data. Instrumen penelitian kualitatif dapat berupa tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, dan kuisioner.
    -Kualitas pengumpulan data yang berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber, dan cara.

    4. Yang menjadi sumber data pada sebuah penelitian adalah sumber primer yaitu langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder yaitu tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data misal lewat orang lain atau dokumen. Jenis sumber data diantaranya:
    -Narasumber, yaitu orang yang bisa memberikan informasi lisan tentang sesuatu yang ingin kita ketahui. Seorang informan bisa saja menyembunyikan informasi penting yang dimiliki oleh karena itu peneliti harus pandai-pandai menggali data dengan cara membangun kepercayaan, keakraban dan kerjasama dengan subjek yang dieteliti di samping tetap kritis dan analitis.
    -Peristiwa atau aktifitas, data atau informasi juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap peristiwa atau aktifitas yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Dari peristiwa atau aktivitas ini, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung.
    -Tempat atau lokasi, informasi kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya, baik merupakan tempat maupun linkungannya. Dari pemahaman lokasi dan lingkungan, peneliti bisa secara cermat mengkaji dan secara kritis menarik kemungkinan kesimpulan.
    -Dokumen, merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktifitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dukomen tertulis seprti arsip, database, surat-surat, rekaman, gambar, benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa. Banyak peristiwa yang telah lama terjadi bisa diteliti dan dipahami atas dasar dukumen atau arsip.

    6. Yang dimaksud dengan obeservasi adalah salah satu teknik pengumpulan data yang sangat lazim dalam metode penelitian kualitatif, pada hakikatnya observasi merupakan kegiatan dengan menggunakan panca indera untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian secara langsung. Observasi dilakukan untuk mendapat gambaran riil suatu peristiwa untuk menjawab pertanyaan penlitian.

    8. Manfaat dari observasi penelitian adalah :
    – Hasil observasi dapat dikonfirmasi dengan hasil penelitian.
    – Deskripsi dalam observasi dapat menjelaskan dan memperkirakan tentang dunia nyata.
    – Memungkinkan orang lain untuk bisa menafsirkan hasil penemuan yang akan diinterpretasikan.
    – Dapat menjelaskan suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya dan dapat menimbulkan spekulasi mengenai peristiwa tersebut di dunia nyata.
    – Dapat mencatat indikasi yang terkadang tidak nyata berlangsungnya.
    – Suatu peristiwa dapat dicatat dengan cara kronologis sehingga berurutan.
    – Observasi dapat dikombinasikan dengan sistem lainnya.

    10. Objek-objek dalam observasi penelitian :
    – Pelaku atau partisipan, meyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka, dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut.
    – Kegiatan, menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut, dan apa akibat kegiatan tersebut.
    – Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, dan gerak tubuh.
    – Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung.
    – Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati.
    -Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat-alat yang dipakai pada saat kegiatan diamati.

    12. Perbedaan observasi partisipan dan nonpartisipan :
    – Observasi partisipan adalah peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi ini data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.
    – Observasi nonpartisipan adalah peneliti tidak terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati dan hanya sebagai pengamat independen. Dengan observasi ini peneliti tidak akan mendapatkan data yang mendalam dan tidak sampai pada tingkat makna.

    14. Perbedaan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur :
    – Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Jadi dalam wawancara peneliti telah menyiapkan pertanyaan tertulis yang alternatif jawabnnya telah dipersiapkan, setiap responden diberi pertanyaan sama dan peneliti mencatat data.
    – Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara hanya berupa garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

    16. Jenis pertanyaan dalam wawancara :
    – Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas, jadi penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    – Pertanyaan hipotik terbuka , penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan situasi wawancara.
    – Pertanyaan langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawa dengan “Ya” atau “Tidak”
    – Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia, penjawab tinggal menentykan salah satu pilihan jawaban itu.
    – Pertanyaan beban, adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab, disebabkan tidak ada jawaban yang benar tetapi menuntut jawaban emosional.
    – Pertanyaan terpimpin, merupakan pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban, hal ini sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapat atau pandangan penanya.
    – Pertanyaan orang ketiga, maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawaban pun sepertinya untuk orang ketiga.
    – Pertanyaan penyelidik, adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup bahkan telah sering.

    18. Alat bantu yang diperlukan saat wawancara yaitu kamera, tape recorder, dan buku catatan.

    20. Manfaat dokumentasi dalam penelitian pendidikan adalah :
    – Aspek administrasi, bermanfaat untuk mencatat dikarenakan berkas yang didokumentasikan memiliki nilai identitas, tanggal masuk dan keluar serta data akses.
    – Aspek pendidikan, bermanfaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari informasi berakaitan dengan data tentang kronologis perkembangan.
    – Aspek penelitian, bermanfaat sebagai media informasi yang terlampir dalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
    – Aspek manajemen, informasi yang lengkap dan disimpan dengan benar menunjukkan adanya manajemen yang benar.

    22. Ciri-ciri FGD dalam penelitian adalah :
    – Jumlah peserta diskusi terbatas dengan tujuan supaya peserta mendapat kesempatan untuk berbicara mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi.
    – Peserta diskusi berasal dari satu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen dengan ciri yang sama ditetntukan dari tujuan penelitian.

    24. Angket atau kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan data memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik ini sangat efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Angket cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.

    26. Perbedaan angket tertutup dan terbuka adalah :
    – Angket tertutup adalah angket yang menyajikan pertanyaan dan pilihan jawaban sehingga responden hanya dapat memberikan tanggapan terbatas pada pilihan yang diberikan.
    – Angket terbuka adalah angket yang memberikan kebebasan bagi responden untuk memberikan jawaban atau tanggapan, biasanya diberikan sebuah pertanyaan dan responden dapat menulis sendiri jawabannya berupa uraian.

    28. Jenis- jenis tes dalam penelitian pendidikan :
    – Dari segi bentuk pelaksanaannya :
    • Tes tertulis, dalam pelaksanaannya menekankan pengguanaan kertas dan pensil sebagai instrumen utama.
    • Tes lisan, dilakukan dengan wawancara tatap muka.
    • Tes perbuatan, mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja.
    – Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya :
    • Tes essay, adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan dengan bahasa sendiri.
    • Tes objektif, adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan altermatif jawabannya yang terdidri dari tes betul-salah, tes pilihan ganda, tes menjodohkan dan tes analisa hubungan.
    – Dari segi tes di sekolah :
    • Tes formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung.
    • Tes sumatif, diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu.
    • Tes penempatan, adalah tes yang diberikan dalam rangka menetukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik.
    • Tes diagnostik, adalah tes yang digunakan untuk mendiagnosis penyebab kesulitan yang dihadapi seorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dll.

    30. Tahap penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian yaitu :
    – Merumuskan atau menentukan tes.
    – Mengidentifikasi hasil belajar yang hendak diukur dengan tes.
    – Menandai hasil belajar yang spesifik dan merupakan tingkah laku atau aktifitas yang bisa diamati dan sesuai dengan TIK.
    – Merinci mata pelajaran atau bahan pelajaran yang akan diukur.
    – Menyiapkan tabel spesifikasi.
    – Menggunakan tabel spesifikasi sebagai dasar penyusunan tes.

  18. Nama : Nur Hana Yulisarani
    NIM : 1886206005
    Prodi : PGSD
    TK / SMT/ Kelas : 2/3/A
    No Ganjil

    1. Jelaskan mengapa dibutuhkan pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1?
    Agar pada saat nanti hasil dari pengumpulan data selesai hasilnya dapat dipercaya dan tidak menjadi rancu atau membingungkan

    3. Hal yang utama dalam penelitian adalah sumber data. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber data tersebut!

    Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.

    5. Ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian. Jelaskan pernyataan tersebut!
    Ketepatan dalam memilih dan menentukan sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian.. dalam hal ini memang ketepatan dalam memilih dan menentukna sumber data sangatlah penting.. karena apabila pemilihan tidak tepat, maka penelitian tidak akan berhasil atau data yang diperoleh kurang benar

    7. Mengapa observasi penelitian harus dilaksanakan secara sistematis. Jelaskan

    Karena penelitian yg sistematis atau berurut dan jelas dapat membantu pembaca lebih memahami hasil penelitiannya

    9. Observasi akan diperoleh informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian. Jelaskan jenis informasi-informasi apa saja yang dimaksud dalam pernyataan tersebut!

    Informasi tentang data data atau segala hal yang berhubungan dengan sebuah penelitian

    11. Jelaskan tahapan-tahapan dalam observasi penelitian!

    Menentukan tujuan observasi.
    Menentukan perilaku yang akan diobservasi,
    Mendefinisikan perilaku yang akan diamati,
    Menjabarkan pengertian perilaku
    Menentukan metode observasi yang akan digunakan
    Menentukan situasi atau setting observasi
    Menentukan jumlah observer
    Menentukan teknik pencatatan
    Menyusun panduan observasi,
    Membuat format pencatatan,
    Mengadakan pengarahan pada para observer
    Mengestimasi reliabilitas dan validitas observasi.
    Menginterpretasikan hasil observasi dan menyusun laporan observasi.

    13. Salah satu teknik pengumpulan data adalah wawancara. Jelaskan apa yang dimaksud dengan wawancara tersebut!

    Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau skype.

    15. Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan wawancara!

    Langkah-langkah wawancara:

    Menentukan topik wawancara.
    Menentukan narasumber/ responden.
    Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H).
    Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
    Menulis laporan hasil wawancara.

    17. Jelaskan tips-tips dalam melakukan wawancara!

    1. Menghubungi orang yang akan diwawancara, baik langsung maupun tidak langsung dan pastikan kesediaannya untuk diwawancarai.
    2. Persiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok-pokok masalah yang akan ditanyakan dalam wawancara. Persiapkan daftar pertanyaan secara baik dengan memperhatikan 6 unsur berita, yaitu 5W + 1H. Pada saat kegiatan wawancara berlangsung usahakan tidak terlalu bergantung pada pertanyaan yang telah disusun.
    3. Berikan kesan yang baik, misalnya datang tepat waktu sesuai perjanjian.
    4. Perhatikan cara berpakaian, gaya bicara, dan sikap agar menimbulkan kesan yang simpatik.

    19. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Jelaskan pengertian dari dokumentasi tersebut!

    adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:

    21. Jelaskan pengertian dari Focus Group Discussion (FGD) dalam sebuah pengumpulan penelitian!

    Pengertian FGD FGD secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu diskusi yang dilakukan secara sistematis dan terarah mengenai suatu isu atau masalah tertentu. Irwanto (2006: 1-2) mendefinisikan FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. a. Diskusi (bukan wawancara atau obrolan); b. Kelompok (bukan individual); c. Terfokus/Terarah (bukan bebas). Artinya, walaupun hakikatnya adalah sebuah diskusi, FGD tidak sama dengan wawancara, rapat, atau obrolan beberapa orang di kafe-kafe. FGD bukan pula sekadar kumpul-kumpul beberapa orang untuk membicarakan suatu hal. Banyak orang berpendapat bahwa FGD dilakukan untuk mencari solusi atau menyelesaikan masalah. Artinya, diskusi yang dilakukan ditujukan untuk mencapai kesepakatan tertentu mengenai suatu permasalahan yang dihadapi oleh para peserta, padahal aktivitas tersebut bukanlah FGD, melainkan rapat biasa. FGD berbeda dengan arena yang semata-mata digelar untuk mencari konsensus. Sebagai alat penelitian, FGD dapat digunakan sebagai metode primer maupun sekunder. FGD berfungsi sebagai metode primer jika digunakan sebagai satu-satunya metode penelitian atau metode utama (selain metode lainnya) pengumpulan data dalam suatu penelitian. FGD sebagai metode penelitian sekunder umumnya digunakan untuk melengkapi riset yang bersifat kuantitatif dan atau sebagai salah satu teknik triangulasi. Dalam kaitan ini, baik berkedudukan sebagai metode primer atau sekunder, data yang diperoleh dari FGD adalah data kualitatif.

    23. Jelaskan kelebihan dan kekurangan FGD dalam pengumpulan data penelitian!

    Not as In Depth
    Dibandingkan dengan wawancara individual, Focus group tidak seefisien dalam mencakup kedalaman maksimum pada masalah tertentu. Kerugian tertentu dari Focus group adalah kemungkinan bahwa anggota mungkin tidak mengungkapkan pendapat jujur dan pribadi mereka tentang topik yang ada. Mereka mungkin ragu mengekspresikan pemikiran mereka, terutama saat pikiran mereka bertentangan dengan pandangan peserta lain.

    Moderator Bias
    Moderator dapat sangat mempengaruhi hasil diskusi kelompok. Mereka mungkin dengan sengaja atau tidak sengaja, menyuntikkan bias pribadi mereka ke dalam pertukaran gagasan para peserta. Ini dapat mengakibatkan hasil yang tidak akurat. Moderator juga dapat memimpin peserta focus group untuk mencapai asumsi atau kesimpulan tertentu tentang sebuah gagasan atau produk. Karena takut menentang pendapat moderator, atau bahkan karena takut mengecewakan moderator, peserta mungkin tidak mengungkapkan pendapat mereka yang sebenarnya dan jujur.

    25. Jelaskan ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan!
    1. Angket tertutup

    Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban yes or no, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.

    2. Angket terbuka

    Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.

    3. Kombinasi angket terbuka dan angket tertutup

    Jenis angket ini yaitu gabungan dari kedua jenis angket sebelumnya, maksudnya dalam angket ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan alternative jawabannya, namun terdapat pula pilihan alternative bagi responden (narasumber) untuk membuat jawabannya sendiri untuk mengemukakan pendapatnya apa bila didalam pilihan jawaban yang disediakan oleh pembuat angket tersebut tidak terdapat jawaban seperti yang responden inginkan.

    4. Angket langsung

    Angket langsung yaitu angket yang berisi daftar pertanyaan yang berhubungan dengan respondens (jawaban tentang diri responden, missal jumlah anak, jumlah penghasilan,dll)

    5. Angket tidak langsung

    Angket tidak langsung yaitu angket yang berisi daftar pertanyaan tentang orang lain dan diisi oleh responden yang mengetahui tentang orang tersebut (dimana responden menjawab pertanyaan tentang orang lain

    27. Salah satu teknik pengumpulan data adalah tes. Jelaskan pengertian dari tes tersebut!

    Tes umumnya bersifat mengukur, walaupun beberapa bentuk tes psikologis
    terutama tes kepribadian banyak yang bersifat deskriptif, tetapi deskripsinya
    mengarah kepada karakteristik atau kualifikasi tertentu sehingga mirip
    dengan interpretasi dari hasil pengukuran. Tes yang digunakan dalam
    pendidikan biasa dibedakan antara tes hasil belajar (achievement tests) dan
    tes psikologi (psychological tests). Dalam penelitian ini akan
    menggunakan tes hasil belajar yang mengukur hasil belajar yang dicapai
    siswa.

    29. . Bentuk-bentuk tes terbagi menjadi dua, yakni tes objektif dan tes subjektif. Jelaskan perbedaan keduanya!

    – Tes objektif Tes objektif adalah tes yang dilakukan dengan menggunakan ukuran-ukuran yang sudah ditentukan. Contohnya multiple choice (pilihan ganda).

     Dalam tes objektif ini siswa tinggal memilih beberapa opsi sesuai dengan pertanyaan yang disediakan. Dari opsi tersebut ada jawaban breaker, satu jawaban yang mirip dengan jawaban yang benar.

     -Tes subjektif adalah tes yang dilakukan dengan ukuran-ukuran berdasarkan kategori. Contohnya tes essay atau uraian.

     Tes uraian menuntut siswa untuk menjawab soal dengan kemampuan yang ia miliki. Tidak masalah apakah ia menjawab panjang atau pendek. Penilaian tes subjektif dilakukan berdasarkan kategori yang ditentukan oleh pembuat soal. Walaupun jawabannya panjang tapi tidak sesuai dengan kategori yang ditentukan pembuat soal, maka skornya belum tentu tinggi

  19. Nama : Dina Anugerah Susianti
    NIM : 1886206018
    Prodi : PGSD
    Kelas : 3A

    1. Karena dalam memperoleh sumber data harus tepat dan teknik pengumpulan data sesuai dengan metode-metode agar mendapatkan data yang valid, sehingga hasil dan kesimpulan penelitian tidak akan diragukan kebenarannya.

    3. Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.

    5. Dalam suatu penelitian data-data yang diperoleh sesuai jenis sumber data dengan teknik pengumpulan data berdasarkan subjek yang diteliti.

    7. Observasi harus sistematis agar dapat diulang kembali oleh peneliti, hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah dilakukan dengan tidak mengajukan pertanyaan.

    9. Observasi partisipan : observer turut ambil bagian berada dalam keadaan obyek yang di observasi, observer terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
    Observasi nonpartisipan : observer tidak terlibat langsung dalam kehidupan orang yang diobservasi, observer berkedudukan sebagai pengamat.

    11. Observasi Deskriptif : peneliti belum menemukan masalah yang diteliti
    secara jelas, peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat/didengar.
    Observasi Terfokus : observasi dipersempit pada aspek tertentu.
    Observasi Terseleksi : peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga diperoleh data yang lebih rinci, peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan dan persamaan antar kategori.

    13. Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka atau dengan memanfaatkan media antara penanya dengan penjawab berdasarkan panduan wawancara (interview guide).

    15. – Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan.
    – Menyiapkan pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.
    – Mengawali atau membuka wawancara.
    – Melangsungkan alur wawancara.
    – Mengonfirmasikan kesimpulan hasil wawancara dan mengakhirinya.
    – Menuliskan hasil wawancara.
    – Identifikasi tindak lanjut hasil wawancara.

    17. – Mulai dengan pertanyaan yang mudah.
    – Sertakan dengan informasi fakta.
    – Hindari pertanyaan yang bias penafsiran.
    – Tidak menanyakan pertanyaan pribadi.
    – Ulang kembali jawaban untuk klarifikasi.
    – Berikan kesan positif.
    – Kontrol emosi negatif.

    19. Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu dalam bentuk tulisan, gambar, audio, video, atau karya monumental.

    21. Focus Group Discussion (FGD) yaitu dilakukan pada penelitian kualitatif yang bertujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok dan dihadiri oleh para ahli sesuai dengan pokok masalah dalam penelitian untuk menghindari permaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti dan ada proses interaksi dan diskusi.

    23. Kelebihan FGD : efisiensi waktu, efisiensi biaya, ada moderator sebagai pemimpin diskusi, mampu menggali kebiasaan, keyakinan, dan penilaian sebuah kelompok.
    Kelemahan FGD : peserta tidak mewakili seluruh objek penelitian, sulit mengendalikan proses diskusi, bertumpu pada moderator, tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. Ciri-ciri angket : bisa berupa pertanyaan atau pernyataan, instrumen tertulis yang diisi oleh responden, merupakan jenis pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden).

    27. Tes yaitu sejumlah pertanyaan yang diberikan kepada seseorang untuk diberi respon atau dijawab.

    29. Objektif : tes benar salah, tes pilihan ganda, tes menjodohkan, tes melengkapi.
    Subjektif : uraian bebas, uraian terbatas.

  20. Nama : Dini Anugerah Susianti
    NIM : 1886206019
    Prodi : PGSD
    Kelas : 3A

    1. Dalam memilih sumber data harus benar-benar berpikir mengenai kelengkapan informasi yang akan dikumpulkan. Penelitian memiliki proses pengumpulan data yang berbeda-beda. Semua bergantung pada jenis penelitian yang akan dibuat. Cara pengumpulan data penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena ada teknik yang harus diikuti. Pengumpulan data dan teknik pengumpulan data harus valid agar kesimpulan dan hasil data tidak diragukan kebenarannya.

    3. Sumber data adalah subyek dari mana data-data diperoleh.

    5. Karena di dalam sebuah penelitian data-data yang diperoleh berdasarkan jenis sumber data, dan harus sesuai dengan subyek yang diteliti.

    7. – Penelitian yang dilakukan secara sistematis atau berurut dapat membantu pembaca untuk lebih memahami hasil penelitiannya dengan jelas.
    – Penelitian yang dihasilkan dapat diulangi kembali oleh peneliti.
    – Agar hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.
    – Dapat dilakukan dengan tidak mengajukan pertanyaan.

    9. Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari. Orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Sedangkan non participant observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.

    11. A. Observasi deskriptif, dilakukan oleh peneliti saat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang pertama. Peneliti melakukan analisis domain, sehingga dapat mendeskripsikan terhadap semua yang ditemui.
    B. Observasi terfokus, analisis taksonomi dilakukan oleh peneliti untuk dapat menemukan fokus serta menghasilkan kesimpulan-kesimpulan.
    C. Observasi terseleksi, menemukan karakteristik kontras-kontras atau perbedaan dan kesamaan antar kategori, serta peneliti menemukan hubungan antara satu kategori dengan kategori yang lain.

    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan bertatap muka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan langsung kepada narasumber.

    15. – Memilih dan menetapkan kepada siapa wawancara tersebut akan dilakukan.
    – Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan dijadikan sebagai bahan pembicaraan.
    – Mengawali alur wawancara.
    – Menginformasikan iktisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
    – Menulis semua hasil wawancara ke dalam catatan lapangan.
    – Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.

    17. ● Memberikan kesan positif kepada narasumber
    ● Memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mudah terhadap narasumber
    ● Memberikan informasi yang fakta
    ● Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang bisa penafsiran
    ● Tidak memberikan pertanyaan yang bersifat pribadi
    ● Mengulang kembali jawaban-jawaban untuk diklarifikasi
    ● Tetap mengontrol emosi negatif di depan narasumber

    19. Dokumentasi adalah suatu cara untuk mencatat peristiwa atau dokumen yang sudah berlalu dengan menggunakan bukti yang biasanya berbentuk tulisan, gambar, atau audio.

    21. FGD (Fokus Group Discussion) atau diskusi kelompok terarah adalah suatu proses pengumpulan informasi terhadap masalah tertentu melalui kegiatan diskusi kelompok yang dilakukan pada penelitian kualitatif, bertujuan menemukan makna di dalam sebuah tema, dengan menghadirkan para ahli yang sesuai dengan pokok masalah untuk menghindari permaknaaan yang salah, dan ada proses interaksi di dalam diskusi.

    23. Kelebihan FGD yaitu efisiensi waktu; efisiensi biaya; ada moderator sebagai pemimpin diskusi; mampu menggali kebiasaan, keyakinan, dan penilaian sebuah kelompok.
    Kelemahan FGD yaitu tidak semua peserta ikut mewakili dalam seluruh objek penelitian; sulit mengendalikan atau mengontrol proses diskusi; bertumpu pada moderator; tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. ● Angket tertutup adalah angket yang didalamnya terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pembuat angket yang jawabannya bisa berupa yes or no atau pilihan ganda sehingga narasumber tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawabannya sendiri.
    ● Angket terbuka adalah angket yang sistem menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga narasumber bisa bebas mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawabannya sendiri.

    27. Tes adalah sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada seseorang untuk memberikan respon atau jawaban.

    29. Tes objektif berupa tes benar salah, tes pilihan ganda, tes menjodohkan, dan tes melengkapi. Sedangkan tes subjektif berupa uraian bebas dan uraian terbatas.

  21. Nama : Dini Anugerah Susianti
    NIM : 1886206019
    Prodi : PGSD
    Kelas : 3A

    1. Dalam memilih sumber data harus benar-benar berpikir mengenai kelengkapan informasi yang akan dikumpulkan. Penelitian memiliki proses pengumpulan data yang berbeda-beda. Semua bergantung pada jenis penelitian yang akan dibuat. Cara pengumpulan data penelitian tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena ada teknik yang harus diikuti. Pengumpulan data dan teknik pengumpulan data harus valid agar kesimpulan dan hasil data tidak diragukan kebenarannya.

    3. Sumber data adalah subyek dari mana data-data diperoleh.

    5. Karena di dalam sebuah penelitian data-data yang diperoleh berdasarkan jenis sumber data, dan harus sesuai dengan subyek yang diteliti.

    7. – Penelitian yang dilakukan secara sistematis atau berurut dapat membantu pembaca untuk lebih memahami hasil penelitiannya dengan jelas.
    – Penelitian yang dihasilkan dapat diulangi kembali oleh peneliti.
    – Agar hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.
    – Dapat dilakukan dengan tidak mengajukan pertanyaan.

    9. Dalam participant observation, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan sehari-hari. Orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data. Sedangkan non participant observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.

    11. A. Observasi deskriptif, dilakukan oleh peneliti saat memasuki situasi sosial tertentu sebagai objek penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang pertama. Peneliti melakukan analisis domain, sehingga dapat mendeskripsikan terhadap semua yang ditemui.
    B. Observasi terfokus, analisis taksonomi dilakukan oleh peneliti untuk dapat menemukan fokus serta menghasilkan kesimpulan-kesimpulan.
    C. Observasi terseleksi, menemukan karakteristik kontras-kontras atau perbedaan dan kesamaan antar kategori, serta peneliti menemukan hubungan antara satu kategori dengan kategori yang lain.

    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan bertatap muka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan langsung kepada narasumber.

    15. – Memilih dan menetapkan kepada siapa wawancara tersebut akan dilakukan.
    – Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan dijadikan sebagai bahan pembicaraan.
    – Mengawali alur wawancara.
    – Menginformasikan iktisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
    – Menulis semua hasil wawancara ke dalam catatan lapangan.
    – Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.

    17. – Memberikan kesan positif kepada narasumber
    – Memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mudah terhadap narasumber
    – Memberikan informasi yang fakta
    – Menghindari pertanyaan-pertanyaan yang bisa penafsiran
    – Tidak memberikan pertanyaan yang bersifat pribadi
    – Mengulang kembali jawaban-jawaban untuk diklarifikasi
    – Tetap mengontrol emosi negatif di depan narasumber

    19. Dokumentasi adalah suatu cara untuk mencatat peristiwa atau dokumen yang sudah berlalu dengan menggunakan bukti yang biasanya berbentuk tulisan, gambar, atau audio.

    21. FGD (Fokus Group Discussion) atau diskusi kelompok terarah adalah suatu proses pengumpulan informasi terhadap masalah tertentu melalui kegiatan diskusi kelompok yang dilakukan pada penelitian kualitatif, bertujuan menemukan makna di dalam sebuah tema, dengan menghadirkan para ahli yang sesuai dengan pokok masalah untuk menghindari permaknaaan yang salah, dan ada proses interaksi di dalam diskusi.

    23. Kelebihan FGD yaitu efisiensi waktu; efisiensi biaya; ada moderator sebagai pemimpin diskusi; mampu menggali kebiasaan, keyakinan, dan penilaian sebuah kelompok.
    Kelemahan FGD yaitu tidak semua peserta ikut mewakili dalam seluruh objek penelitian; sulit mengendalikan atau mengontrol proses diskusi; bertumpu pada moderator; tidak mampu menghasilkan data statistik tentang objek.

    25. – Angket tertutup adalah angket yang didalamnya terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pembuat angket yang jawabannya bisa berupa yes or no atau pilihan ganda sehingga narasumber tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawabannya sendiri.
    – Angket terbuka adalah angket yang sistem menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga narasumber bisa bebas mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawabannya sendiri.

    27. Tes adalah sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada seseorang untuk memberikan respon atau jawaban.

    29. Tes objektif berupa tes benar salah, tes pilihan ganda, tes menjodohkan, dan tes melengkapi. Sedangkan tes subjektif berupa uraian bebas dan uraian terbatas.

  22. Nama : Roky Prima Utama
    NIM : 1886206004
    Prodi : PGSD (2/3/A)
    GANJIL

    1. supaya hasil dari pengumpulan data menjadi sebuah hasil yang bisa ditanggungjawabkan dan tidak menjadi rancu.
    3. subyek dari mana data itu diperoleh.
    5. ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data sangat berpengaruh dalam sebuah penelitian sebab dengan kedua hal tersebut penelitian akan mempunyai kekayaan data dan menentukan keberhasilan dalam membuat penelitian.
    7. Penyusunan penelitian sama saja kita sedang melakukan uji dari sebuah masalah dan berkaitan juga dengan teori yang sudah ada. Penyusunan penelitian harus sistematis dengan langkah-langkah yang tepat dan juga ada bukti fisis. Kemudian didukung juga dengan bukti-bukti yang kuat.
    9. informasi-informasi penting yang menyangkut dengan data penelitian yang dilakukan seorang peneliti.
    11. Menentukan tujuan observasi, atau tujuan penelitian yang akan dilakukan dengan observasi.
    Menentukan perilaku yang akan diobservasi, apakah seluruh peristiwa, atau hanya sebagian peristiwa, atau kita batasi hanya satu perilaku tertentu saja.
    Mendefinisikan perilaku yang akan diamati, pengertian yang jelas batas-batasnya atau yang disesuaikan dengan teori. (Kalau banya teori, boleh menggunakan satu saja).
    Menjabarkan pengertian perilaku atau konstruk psikologi yang akan diobservasi dalam satuan indikator yang lebih mudah untuk diamati.
    Menentukan metode observasi yang akan digunakan (apakah dengan intervensi atau tanpa intervensi). Jika dengan intervensi, apakah menggunakan metode partisipan, sistematik, atau eksperimen.
    Menentukan situasi atau setting observasi (meliputi skenario apabila menggunakan observasi dengan intervensi) waktu, durasi orang-orang yang terlibat, dan sebagainya. (Kalau setting alamiah biarkan saja).
    Menentukan jumlah observer apabila akan digunakan observasi dengan observer lebih dari 1.
    Menentukan teknik pencatatan, dengan check list, anecdotal record, narrative recording, interval recording, rating scale, dan lain-lain.
    Menyusun panduan observasi, agar observasi berjalan standar, meskipun dilakukan beberapa kali atau oleh orang yang berbeda.
    Membuat format pencatatan, dimana dalam pembuatannya dapat menggunakan salah satu metode penggabungan beberapa metode, atau modifikasi beberapa teknik pencatatan.
    Mengadakan pengarahan pada para observer (apabila observer lebih dari satu) agar maksud observasi “dipahami sama” oleh semua observer.
    Mengestimasi reliabilitas dan validitas observasi.
    Menginterpretasikan hasil observasi dan menyusun laporan observasi.
    13. Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau skype. Wawancara terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
    15. Menentukan topik wawancara.
    Menentukan narasumber/ responden.
    Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H).
    Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
    Menulis laporan hasil wawancara.
    17. Wawancara yang baik adalah wawancara yang mengalir. Interview sebaiknya dilihat sebagai sebuah percakapan ketimbang interogasi. Untuk melakukan interview secara mengalir, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Berikut ini beberapa tips yang saya ambil dari pengalaman saya melakukan wawancara penelitian.
    Pertama, peneliti kepo tentang kepribadian calon narasumber. Proses kepo bisa dilakukan melalui media digital atau orang ketiga jika memungkinkan. Tak ada salahnya peneliti mencari akun digital calon narasumber untuk mengamati apa saja yang berhubungan dengan calon narasumber. Tujuan kepo ini tak lain adalah mendapatkan gambaran awal tentang seperti apa orang yang akan diinterview. Pengetahuan hasil kepo tidak selalu benar, namun cukup ampuh untuk membantu self-positioning peneliti ketika bertemu narasumber nanti.
    Kedua, pancing narasumber untuk banyak bicara sejak awal dengan pertanyaan basa-basi singkat tapi relevan. Misalnya, ”sering ke tempat ini?”, ”sudah lama menunggu?”, ”asli sini?” dan sebagainya.
    Ketiga, apabila narasumber sedikit bicara sejak awal, pancing dengan curhat kecil ketika wawancara. Keputusan kita melakukan curhat memberi pesan implisit pada narasumber bahwa kita bersikap terbuka tanpa harus meminta informan secara langsung untuk terbuka. Keterbukaan kita biasanya memancing narasumber untuk bersikap terbuka pula. Narasumber yang terlalu pendiam tidak boleh dipaksa untuk terbuka. Biarkan apa adanya, catat saja karakter pendiam narasumber dalam catatan penelitian. Namun perlu diingat, narasumber tetap merupakan sosok yang lebih banyak bicara ketimbang kita. Bukan sebaliknya.
    Keempat, hal yang perlu diketahui adalah proses wawancara tidak seperti mengekstrak informasi dari interviewer sebagaimana dokter gigi mencabut gigi. Proses wawancara adalah seperti dua orang menari dengan menyesuaikan irama sehingga tercipta gerak yang harmonis. Artinya, satu orang berbicara, yang lain mengikuti secara berirama. Pewawancara siap menjadi pemecah kesunyian agar hening tak berlangsung lama.
    Kelima, perbanyak pertanyaan terbuka. Pertanyaan terbuka juga harus disampaikan secara luwes. Ciri khas pertanyaan terbuka bisa dimulai dengan narasi informal berikut:

    Ceritakan dong tentang pengalaman kamu …

    Bisakah kamu deskripsikan tentang …

    Ceritakan lagi tentang …

    Gimana ceritanya kok bisa …
    Keenam, ketika bertanya pada informan, posisikan informan sebagai seorang guru yang mengajarkan kamu sesuatu.
    19. Dokumentasi menurut Sugiyono (2015: 329) adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. D
    okumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah.
    21. menurut Irwanto (2006: 1-2) mendefinisikan FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. jadi FGD digunakan untuk mendiskusikan suatu masalah dalam penelitian untuk mencapai suatu kesepakatan ataupun jalan keluar masalah.
    23. Kelebihan:
    Direct Interaction
    Focus Groups memungkinkan untuk secara langsung terlibat dengan pelanggan mereka. Mampu tatap muka dengan berbagai orang, demografi yang berbeda dapat memberikan wawasan yang lebih ‘nyata’ dan membantu untuk lebih mengenal pelanggan mereka.
    Not just words or speech (in person only)
    Dapat melihat peserta dan memonitor bahasa tubuh mereka dan tindakan lain dapat bermanfaat tergantung pada alasan di balik penelitian. Mereka juga akan dapat memberikan jawaban yang lebih mendalam dan lebih jelas daripada yang secara tertulis.
    Time and Money Saving
    Mewawancarai kelompok besar sekaligus lebih hemat biaya daripada mewawancarai secara individu. Anda tidak hanya menghemat waktu dengan mewawancarai beberapa orang sekaligus, tetapi Anda akan mendapat manfaat dari hanya memiliki satu sesi daripada beberapa sesi.Pengumpulan data lebih cepat.
    Kekurangan:
    Not as In Depth
    Dibandingkan dengan wawancara individual, Focus group tidak seefisien dalam mencakup kedalaman maksimum pada masalah tertentu. Kerugian tertentu dari Focus group adalah kemungkinan bahwa anggota mungkin tidak mengungkapkan pendapat jujur dan pribadi mereka tentang topik yang ada. Mereka mungkin ragu mengekspresikan pemikiran mereka, terutama saat pikiran mereka bertentangan dengan pandangan peserta lain.
    Moderator Bias
    Moderator dapat sangat mempengaruhi hasil diskusi kelompok. Mereka mungkin dengan sengaja atau tidak sengaja, menyuntikkan bias pribadi mereka ke dalam pertukaran gagasan para peserta. Ini dapat mengakibatkan hasil yang tidak akurat. Moderator juga dapat memimpin peserta focus group untuk mencapai asumsi atau kesimpulan tertentu tentang sebuah gagasan atau produk. Karena takut menentang pendapat moderator, atau bahkan karena takut mengecewakan moderator, peserta mungkin tidak mengungkapkan pendapat mereka yang sebenarnya dan jujur.
    25. Angket tertutup
    Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban yes or no, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.
    Angket terbuka
    Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.
    Kombinasi angket terbuka dan angket tertutup
    Jenis angket ini yaitu gabungan dari kedua jenis angket sebelumnya, maksudnya dalam angket ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan alternative jawabannya, namun terdapat pula pilihan alternative bagi responden (narasumber) untuk membuat jawabannya sendiri untuk mengemukakan pendapatnya apa bila didalam pilihan jawaban yang disediakan oleh pembuat angket tersebut tidak terdapat jawaban seperti yang responden inginkan.
    Angket langsung
    Angket langsung yaitu angket yang berisi daftar pertanyaan yang berhubungan dengan respondens (jawaban tentang diri responden, missal jumlah anak, jumlah penghasilan,dll)
    Angket tidak langsung
    Angket tidak langsung yaitu angket yang berisi daftar pertanyaan tentang orang lain dan diisi oleh responden yang mengetahui tentang orang tersebut (dimana responden menjawab pertanyaan tentang orang lain)
    27. Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan.
    29. TES OBJEKTIF
    Tes objektif bisa disebut juga sebagai tes jawaban singkat (short answer test). Sesuai dengan namanya, tes jawab singkat menuntut peserta didik hanya dengan memberikan jawaban singkat, bahkan hanya dengan memilih kode-kode tertentu yang mewakili alternatif jawaban yang telah disediakan, misalnya dengan memberikan tanda silang, melingkari, atau menghitamkan opsi jawaban yang dipilih.
    TES SUBJEKTIF
    Tes dikategorikan sebagai tes subjektif apabila penskoran pekerjaan peserta tes tidak mungkin dilakukan secara objektif dan hanya dapat dilakukan secara subjektif. Pertanyaan dan tugas yang diberikan dalam tes itu dirumuskan sedemikian rupa sehingga mengundang jawaban dan pelaksanaan tugas peserta tes yang beragam dalam fokus, isi, susunan kata-kata, dan panjang sedemikian rupa sehingga mengundang jawaban dan pelaksanaan tugas peserta tes yang beragam dalam fokus, isi, susunan kata-kata, dan panjang – pendeknya jawaban.

  23. Nama : Ulfa Tiana Dayanti
    Nim : 1886206043
    Prodi : PGSD
    Tk/Smt/Kelas : II/III/B

    2. Ada dua hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian, baik kualitatif maupun kuantitatif, yaitu :
    a. Kualitas instrumen penelitian, berkenaan dengan validasi dan reliabilitas instrumen. karena itu instrumen yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu menghasilkan sebuah data yang valid atau reliabel,apabila instrumen itu tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya.
    b. Kualitas pengumpulan data, berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Karena kualitas pengumpulan data merupakan sebuah langkah yang paling utama dalam proses penelitian, sebab tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data. Kualitas pengumpulan data yang diperlukan disini adalah pengumpulan data mana yang paling tepat, sehingga benar-benar didapat sebuah data yang valid dan reliable.
    4. Yang menjadi sumber data pada sebuah penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Jika penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data tersebut disebut responden, yakni orang yang merespon atau menjawab pertanyaan penelitian, baik itu pertanyaan tertulis maupun lisan.
    6. Observasi merupakan suatu aktivitas pengamatan terhadap suatu objek secara cermat dan langsung di lokasi penelitian, serta mencatat secara sistematis mengenai suatu gejala-gejala yang diteliti untuk mendapatkan informasi atau membuktikan kebenaran suatu penelitian. Proses observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Kegiatan ini sudah direncanakan dan dapat dikendalikan keandalannya ( reliabilitas) dan kesahihannya (validitas).
    8. Berikut adalah beberapa manfaat dari observasi penelitian :
    a. Hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian.
    b. Deskripsi memberikan gambaran dunia nyata.
    c. Memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan.
    d. Dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kualitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya.
    e. Dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya.
    f. Mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen.
    g. Kronologi peristiwa dapat dicatat dengan berurutan.
    h. Peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen.
    i. Observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.
    10. Objek-objek dalam observasi penelitian pada hakikatnya adalah topik permasalahan yang dikaji dalam penelitian. Objek penelitian adalah isu, problem, atau permasalahan yang dibahas, dikaji,diteliti dalam riset sosial. Dari definisi tersebut, objek penelitian memiliki cakupan luas sejauh masih berhubungan dengan topik penelitian. Objek penelitian sangat memungkinkan melibatkan individu, kelompok ataupun masyarakat sejauh objek tersebut merupakan sebuah permasalahan yang akan diteliti. Disinilah kerancuan penggunaan istilah bisa muncul dalam riset sosial. Ketika memposisikan masyarakat sebagai sebuah objek penelitian, maka masyarakat tersebut diposisikan sebagai bagian dari permasalahan penelitian itu sendiri.
    12. Observasi partisipan merupakan sebuah observasi dimana peneliti ikut terlibat secara langsung di dalam kegiatan pengamatan di lapangan. Peneliti akan bertindak sebagai observer dan akan menjadi bagian dari kelompok yang ditelitinya. Sedangkan observasi nonpartisipan merupakan observasi yang yang ketika pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti sebagai observer atau kelompok yang diteliti, penelitian jenis ini juga banyak dilakukan dimasa kini, hanya saja kelemahannya adalah kehadiran pengamatan dikhawatirkan dapat mempengaruhi perilaku atau sikap orang yang diteliti.
    14. Wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dilakukan secara langsung dan dengan berpedoman pada pedoman wawancara yang telah disiapkan. Pedoman wawancara pada proses wawancara terstruktur sangatlah penting untuk memperoleh sebuah informasi yang dibutuhkan. Sedangkan wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang dilakukan tanpa menggunakan sebuah pedoman wawancara. Sehingga peneliti dapat memodifikasi proses wawancara sesuai dengan situasi dan kondisi yang lebih fleksibel.
    16. Berikut adalah jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara :
    a. Pertanyaan terbuka, yaitu sebuah pertanyaan yang menghendaki sebuah jawaban yang lebih luas dan bebas. Yang artinya, seorang narasumber bisa menentukan sendiri bagaimana mereka menjawab dan sepanjang apa jawaban itu diberikan.
    b. Pertanyaan hipotik terbuka, sebenarnya hampir sama dengan jenis pertanyaan terbuka tetapi yang membedakan hanya pada struktur pertanyaannya. Pada pertanyaan hipotik terbuka seorang penanya dapat membuat pertanyaan yang lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    c. Pertanyaan langsung, pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang dapat dijawab ” ya” ataupun “tidak”. Pertanyaan langsung sangat berharga karena dapat langsung mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban secara singkat, akan tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja.
    d. Pertanyaan tertutup,merupakan pertanyaan yang membatasi jawaban seorang narasumber, dan kemungkinan jawaban narasumber telah tersedia dan narasumber tinggal menentukan pilihan jawaban yang sudah ada. Kekuatan dari pertanyaan ini adalah jawaban sangat mudah dipahami dan sangat menghemat waktu. Kelemahannya sendiri adalah pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang disediakan tidak ada yang disukai oleh narasumber.
    e. Pertanyaan beban, adalah pertanyaan yang akan menimbulkan beban berat bagi seorang narasumber. Karena tidak ada jawaban yang benar tetapi menuntut jawaban yang emosional. Pertanyaan beban ini jarang digunakan karena akan menimbulkan emosional pada pewawancara dan narasumber.
    f. Pertanyaan terpimpin, sebuah pertanyaan yang diskusi dengan arahan jawaban. Pertanyaan terpimpin ini sangat membantu dalam mengetahui sejauh mana narasumber setuju dengan pendapat dan pandangan penanya.
    g. Pertanyaan orang ketiga, maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabannya pun sepertinya untuk orang ketiga. Pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olah yang bertanya itu bukan dia.
    h. Pertanyaan penyelidik,adalah pertanyaan yang sering mengikuti pertanyaan langsung dan tertutup. Dengan menggunakan contoh anggapan.
    18. Alat bantu yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan wawancara yaitu buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.
    20. Manfaat dari dokumentasi dalam penelitian pendidikan sebagai penyedia informasi untuk kebutuhan penelitian. Data maupun informasi yang ada di dalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
    22. Ciri-ciri FGD yaitu :
    a. Jumlah kelompok terbatas. Hanya terdiri 7 sampai 11 orang.
    b. Anggota kelompok terdiri dari orang yang memiliki ciri yang sama. Persamaan gender, persamaan tingkat pendidikan, persamaan tingkat pekerjaan dan sebagainnya.
    c. Mengutamakan proses pengumpulan data.
    d. Menggunakan pertanyaan terbuka dalam pengumpulan data.
    e. FGD merupakan diskusi terarah yang harus menentukan topik terlebih dahulu.
    f. Lama waktu yang dibutuhkan terbatas 60-90 menit.
    g. Dilakukan beberapa kali.
    h. Dilakukan di suatu ruang atau tempat yang disesuaikan dengan pertimbangan bahwa peserta dapat secara bebas dalam mengeluarkan pendapat.
    24. Angket atau kuesioner merupakan instrumen penelitian yang berupa daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden. Angket dapat disebut sebagai wawancara tertulis karena isi kuesioner merupakan satu rangkaian pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden dan diisi sendiri oleh responden.
    26. Angket tertutup merupakan angket yang di dalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pembuat angket. Jawaban tersebut bisa berupa jawaban ya ataupun tidak, ataupun pilihan ganda narasumber (responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri. Sedangkan angket terbuka merupakan angket yang sistem menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun ya ataupun tidak sehingga responden bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.
    28. Jenis-jenis tes dalam dalam penelitian pendidikan :
    a. Dari segi bentuk pelaksanaanya
    – Tes tertulis (paper and pencil rest) dalam pelaksanaanya lebih menekankan pada penggunaan kertas dan pencil sebagai instrumen utamanya.
    – Tes lisan (oral test) dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara tatap muka antara guru dan murid.
    – Tes perbuatan (performance test) mengacu pada proses penampilan seseorang. Tes perbuatan mengutamakan pelaksanaan perbuatan peserta didik.
    b. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya.
    – Tes essay (uraian) adalah sebuah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan jawaban dengan bahasa sendiri. Manfaatnya untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dengan bahasa sendiri.
    – Tes objektif adalah sebuah tes yang telah disusun dan telah disediakan jawabannya. Tes objektif memiliki banyak variasi bentuk soal.
    c. Dari segi fungsi tes di sekolah.
    – Tes formatif adalah tes yang berfungsi untuk memonitor kemajuan belajar siswa selama atau setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes formatif mempunyai manfaat penting tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi guru dan siswa itu sendiri.
    – Tes summatif, di sekolah biasanya berbentuk ulangan tengah semester (UTS), ulangan akhir semester ( UAS). Tes summatif berfungsi untuk mengetahui sejauh mana penguasaan atau pencapaian siswa dalam bidang-bidang atau mata pelajaran tertentu.
    – Tes penempatan adalah tes yang berfungsi untuk membantu penentuan jurusan yang akan dimasuki siswa, atau dapat juga digunakan untuk menentukan pada kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki seorang siswa dalam proses belajar mengajar.
    – Tes diagnostik,fungsinya adalah untuk menemukan atau mencari penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa. Sehingga dapat diberikan solusi untuk memperbaiki kesulitan belajar tersebut.
    30. Langkah-langkah penyusunan tes :
    a. Menetapkan tujuan penilaian atau tujuan tes. Setiap orang yang akan melakukan kegiatan penilaian harus sadar tujuan akan penilaian tersebut.
    b. Menguraikan materi tes dan kompetensi. Materi tes haruslah komprehensif dan berisi butir-butir yang relevan. Dalam hal ini perlu dilakukan yaitu penguraian materi berdasarkan bagiannya, pemberian bobot tes sesuai dengan kepentingannya.
    c. Mengembangkan kisi-kisi. Kisi-kisi adalah matrik atau format yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman oleh penulis soal untuk menulis soal menjadi tes.
    d. Pemilihan bentuk teks. Pemilihan ini didasarkan pada beberapa faktor.
    e. Panjang tes yang dimaksudkan dalam hal ini adalah jumlah soal yang akan diujikan dalam suatu ujian.

  24. NAMA : AZZAHRA NANDA KITNASARI NIM : 1886206015 PRODI : PGSD TK/SMT/KELAS : 2/3/A berkata:

    NAMA : AZZAHRA NANDA KITNASARI
    NIM : 1886206015
    PRODI : PGSD
    TK/SMT/KELAS : 2/3/A
    1.Alasan dibutuhkan pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1 adalah karena dalam teknik pngumpulan data dibutuhkan sebuah data yang objektif yang dapat dijadikan landasan dalam memecahkan masalah dalam suatu hipotesis dan tekhnik pengumpulan data sangatlah penting agar data yang dihasilkan adalah benar adanya sesuai yang telah diteliti.
    3. Hal yang utama dalam penelitian adalah sumber data, yang dimaksud dengan sumber data adalah sesuatu yang dibicarakan yang dapat memuat informasi /data yang ingin diperoleh. Sumber data memunculkan sebuah informasi yang dapat memunculkan sebuah penyelesaian yang ada dalam sebuah hal yang kita butuhkan sebagai penerima informasi.
    5. Ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian yaitu seoran g peneliti dapat menemukan informan yang sesuai dengan jenis data yang diteliti sehingga data yang diminta dapat membuahkan hasil bagi penelitian yang sudah sesuai dengan sebuah kejadian yang dapat disaksikan yang akan menambah sebuah isi dari data yang dicarinya, dan sebagai peneliti dapat menjelaskan menerangkan sebuah hal yang ditemuinya dalam mendukung berbobotnya data yang diperoleh.
    7. Alasan mengapa observasi penelitian harus dilaksanakan secara sistematis adalah supaya memudahkan peneliti dalam menemukan solusi dari masalah yang diteliti dengan memberikan sebuah urutan yang dapat mempermudah untuk dipahaminya.
    9. Observasi akan diperoleh informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian. Jelaskan jenis informasi-informasi apa saja yang dimaksud dalam pernyataan tersebut 1). Observasi terstruktur. Observasi ini disebut juga observasi sistematis. Observasi jenis ini dilakukan berdasarkan pola yang ditentukan oleh peneliti. 2). Observasi tidak terstruktur. Observasi ini disebut juga observasi eksperimental, eneliti mencatat seluruh informasi yang didapatkan pada saat pelaksanaan observasi.
    11. Tahapan-tahapan dalam observasi penelitian yaitu :
    1. Mengetahui/memperoleh pengetahuan yang akan diobservasi.
    2. Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus.
    3. Membuat tata cara observasi (metode apa, alatnya apa).
    4. Membatasi dengan tegas hal-hal yang akan diobservasi.
    5. Melakukan observasi dengan secermat-cermatnya.
    6. Membuat hasil catatan-catatan/observasi.
    7. Memahami pencatatan dan penggunaan alat
    13. Salah satu teknik pengumpulan data adalah wawancara yaitu Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Dan dapat dilakukan dengan menggunakan media misalnya telepon.
    15. Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan wawancara
    1. Menentukan topik wawancara.
    2. Menentukan narasumber/ responden.
    3. Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H).
    4. Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    5. Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
    6. Menulis laporan hasil wawancara.
    7. Menentukan topik wawancara.
    8. Menentukan narasumber/ responden.
    9. Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H).
    10. Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    11. Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
    12. Menulis laporan hasil wawancara.
    17. Tips-tips dalam melakukan wawancara yaitu
    1. Jelaskan dulu identitas Anda sebelum wawancara dimulai dan kemukakan tujuan wawancara.
    2. Mulai wawancara dengan pertanyaan yang ringan dan bersifat umum. Lakukanlah pendekatan tidak langsung pada persoalan, misalnya lebih baik tanyakan dulu soal kesenangan atau hobi tokoh. Jika dia sudah asyik berbicara, baru hubungkan dengan persoalan yang menjadi topik Anda.
    3. Sebutkan nama narasumber secara lengkap dan bawalah buku catatan, alat tulis, atau tape recorder saat melakukan wawancara.
    4. Dengarkan pendapat dan informasi secara saksama, usahakan tidak menyela agar keterangan tidak terputus. Jangan meminta pengulangan jawaban dari narasumber. 5. Hindari pertanyaan yang berbelit-belit.
    19. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dokumentasi yaitu salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain tentang subjek
    21. Pengertian dari Focus Group Discussion (FGD) dalam sebuah pengumpulan penelitian yaitu dapat diartikan sebagai suatu diskusi yang dilakukan secara sistematis dan terarah mengenai suatu masalah. Bahkan bentuk penelitian kualitatif yang didalam kelompoknya peserta dapat bertanya tentang sikap mereka terhadap masalah dalam topik yang dibahas
    23. Kelebihan dan kekurangan FGD dalam pengumpulan data penelitian
    -Kelebihan FGD dalam pengumpulan data penelitian yaitu GD mampu mengantarkan peneliti kepada kondisi yang lebih realistis dalam masyarakat, sehingga dapat memunculkan pendekatan yang berbeda dan lebih inovatif dalam penelitian, serta mampu digunakan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif
    -Kekurangan FGD dalam pengumpulan data penelitian yaitu membatasi pengumpulan informasi berbasis apa yang diketahui peneliti, pengaruh interaksi terhadap keputusan cukup besar, memerlukan biaya dan waktu yang banyak, serta adanya ketidakpastian
    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan :
    – Data dieroleh sesuai objek pendidikn
    – angket menyangkut subjek dalam bidang pendidikan
    – Pertanyaan berisi jawabannya yang singkat
    – menggunkan media kertas
    27. Salah satu teknik pengumpulan data adalah tes. Jelaskan pengertian dari tes tersebut. Test merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan seseorang, dengan menggunakan pengukuran yang menghasilkan suatu deskripsi
    29.Tahapan-tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian yaitu Menentukan persiapan dan tujuan mengadakan tes.
    1. Pemilihan materi dan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan.
    2. Menentukan bentuk dan jenis tes.
    3. Merumuskan tujuan instruksional khusus dari tiap bagian bahan.
    4. Menderetkan semua TIK dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah laku terkandung dalam TIK itu. Tabel ini digunakan untuk mengadakan identifikasi terhadap tingkah laku yang dikehendaki, agar tidak terlewati.
    5. Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut. Uraian secara terinci tentang tabel spesifikasi, akan disajikan pada bab berikutnya.
    6. Menentukan jumlah butir tes dan menuliskan butir-butir soal
    7. Menentukan skor.
    8. Membuat kisi-kisi.
    9. Menyusun tes berdasarkan kisi-kisi.

  25. NAMA : HARDIANSAH
    NIM : 1886206027
    PRODI : PGSD
    Smt/tk : 3/2 b
    no. genap

    2. terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya.

    4. Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan data, maka sumber data disebut dengan responden. Responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis ataupun lisan. Dan apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau suatu proses tertentu. Sumber data dalam penelitian kualitatif dapat dibedakan menjadi empat, yaitu : 1). Narasumber (responden), yaitu orang yang memberikan tanggapan atau respon terhadap apa yang diminta atau ditentukan oleh peneliti dan orang yang memberikan informasi yang akurat, 2). Peristiwa atau aktivitas. Dari suatu peristiwa atau aktivitas, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung. Dengan mengamati sebuah peristiwa atau aktivitas, peneliti dapat melakukan cross check terhadap informasi verbal yang diberikan oleh subyek yang diteliti, 3). Tempat atau lokasi. Informasi tentang kondisi dari lokasi peristiwa bisa digali melalui sumber lokasinya, baik yang merupakan tempat ataupun lingkungannya, 4). Dokumen atau arsip. Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas. Dokumen atau arsip bisa berupa suatu rekaman atau dokumen tertulis.

    6. Yang dimaksud dari observasi ialah suatu aktivitas pengamatan terhadap suatu objek secara cermat dan langsung di lokasi penelitian, serta mencatat secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Kegiatan observasi ini, merupakan kegiatan yang direncanakan dan dicatat secara sistematis serta dapat dikendalikan keandalannya (reliabilitas) dan kesahihannya (validitas).

    8.Manfaat observasi adalah:
    a. Menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu gerakan tingkah laku seseorang.
    b. Hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian.
    c. Deskripsi memberikan gambaran dunia nyata.
    d. Memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan.
    e. Dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kuwalitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya.
    f. Dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya.
    g. Mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen.
    h. Kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut.
    i. Peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen.
    j. Observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.

    10. Objek-objek observasi penelitian
    a. Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut
    b. Kegiatan, menyangkut hal apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut dan apa akibat dari kegiatan tersebut
    c. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka dan gerak tubuh
    d. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung
    e. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati
    f. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan dan kegunaan benda atau alat yang dipakai ketika pengamatan

    12.Observasi Partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi. Observer bertindak sungguh-sungguh seperti anggota dari kelompok yang akan diobservasi.
    b. Observasi Non Partisipan adalah suatu proses pengamatan dimana observer tidak ikut didalam kehidupan orang yang akan diobservasi, dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat. Dalam hal ini, observer hanya bertindak sebagai penonton saja tanpa harus ikut terjun langsung ke lapangan.

    14. a. Wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan. Dalam wawancara terstruktur peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah dipersiapkan. Dalam wawancara ini, responden diberikan pertanyaan yang sama.
    b. Wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan. Tujuannya untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak narasumber diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara ini, pendengar secara teliti dalam mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber.

    16.Jenis pertanyaan dalam wawancara :
    – Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas, jadi penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    – Pertanyaan hipotik terbuka , penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan situasi wawancara.
    – Pertanyaan langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawa dengan “Ya” atau “Tidak”
    – Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia, penjawab tinggal menentykan salah satu pilihan jawaban itu.

    18.alat bantu untuk melakukan wawancara bisa buku, alat tulis, alat perekam,(handphone, recorder)

    20. Manfaat dari dokumentasi

    Ditinjau dari aspek administrasi, dokumentasi bermanfaat sebagai sebuah catatan, karena berkas tersebut mengandung nilai identitas, tanggal masuk dan keluar serta data akses.
    Ditinjau dari aspek hokum, dokumentasi bermanfaat sebagai alat bukti yang sah, isi sebuah berkas menyangkut adanya jaminan kepastian hokum atas dasar keadilan brlangsung
    Ditinjau dari aspek pendidikan, suatu berkas catatan bermanfaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari berkas dokumentasi menyangkut data atau informasi tentang kronologis perkembangan pelayanan kebidanan yang telah di berikan kepada pasien.
    Ditinjau dari aspek penelitian, dokumentasi bermanfaat sebagai penyedia data untuk keperluan penelitian. Data atau informasi yang tercantum dalam sebuah berkas dapat di pergunakan untuk keperluan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.
    Di tinjau dari aspek ekonomi, suatu berkas bermanfaat untuk mendokumentasikan besarnya dana yang harus di keluarkan, sehingga mengurangi terjadinya pemborosan, isi dari sebuah berkas dapat di jadikan bahan untuk menetapkan pembayaran pelayanan di sebuah institusi pelayanan kesehatan. Tanpa adanya bukti pencatatan sebuah tindakan, maka pembayaran atas tindakan tersebut tidak dapat di pertanggung jawabkan.
    Di tinjau dari aspek managemen catatan yang lengkap dan di simpan dengan baik menunjukkan adanya managemen yang baik pula. Suatu berkas pencatatan merupakan keseluruhan arus data dan informasi dalam system informasi kesehatan. Berkas ini digunakan dalam pelaporan dan penyusunan program sebagai pelaksanaan keputusan pimpinan.

    22.FGD (Focus Group Discussion) biasa disebut juga dengan Diskusi Kelompok Terarah adalah suatu metode atau teknik dalam mengumpulkan data kualitatif di mana sekelompok orang berdiskusi tentang suatu fokus masalah atau topik tertentu secara spesifik dan dipandu oleh seorang fasilitator atau moderator.
    Ciri-ciri Focus Group Discussion (FGD) ialah ;
    a. FGD di ikuti oleh suatu kelompok yang idealnya terdiri dari 7 sampai dengan 11 orang. Kelompok tersebut harus cukup kecil agar memungkinkan setiap individu mendapat kesempatan mengeluarkan pendapatnya, sekaligus agar cukup memperoleh pandangan dari anggota kelompok yang bervariasi. Jumlah kelompok diusahakan ganjil dengan tujuan manakala FGD harus mengambil keputusan yang akhirnya perlu voting, maka dengan jumlah yang ganjil tersebut dapat membantu kelompok dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
    b. Peserta FGD terdiri dari orang-orang yang memiliki ciri yang sama (ciri yang sama misalnya ialah persamaan gender, tingkat pendidikan, pekerjaan atau persamaan lainnya) atau relatif homogen yang ditentukan berdasarkan tujuan dan kebutuhan studi atau proyek.
    c. FGD merupakan sebuah proses pengumpulan data, oleh karena itu yang diutamakan adalah sebuah proses (proses dalam penelitian atau pengumpulan data tersebut).
    d. FGD adalah sebuah metode dan teknik pengumpulan data kualitatif, oleh karena itu di dalam metode FGD digunakan pertanyaan terbuka (open ended) yang memungkinkan peserta dapat memberikan jawaban dengan penjelasannya.
    e. FGD ialah diskusi terarah. Maka topik diskusi harus ditentukan terlebih dahulu dan pertanyaan dikembangkan sesuai dengan topik serta disusun secara berurutan atau teratur alurnya agar mudah di pahami oleh peserta. Fasilitator mengarahkan diskusi dengan menggunakan panduan pertanyaan tersebut.
    f. Lama waktu yang dibutuhkan berkisar antara 60 sampai dengan 90 menit. Kegiatan FGD yang pertama biasanya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan FGD selanjutnya. Karena pada FGD pertama sebagian besar informasinya baru.
    g. Lazimnya FGD dilakukan beberapa kali. Jumlahnya tergantung pada tujuan dan kebutuhan serta pertimbangan teknis.
    h. FGD dilaksanakan di suatu ruang atau tempat yang disesuaikan dengan pertimbangan utama bahwa peserta dapat secara bebas dan tidak merasa takut untuk mengeluarkan pendapatnya
    .
    24. Angket atau kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan atau pernyataan secara tertulis dan untuk dijawab juga secara tertulis oleh responden. Definisi lain dari angket ialah suatu kumpulan pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dri responden tentang diri pribadi atau hal – hal yang ia ketahui.

    26. Perbedaan Angket Tertutup dan Angket Terbuka
    a. Angket Tertutup ialah angket yang didalamnya telah terdapat alternatif jawaban yang telah ditentukan. Jawaban tersebut bisa berupa jawaban yes or no atau pilihan ganda sehingga responden tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawabannya sendiri.
    b. Angket terbuka yaitu angket yang sistem menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda atau yes or no. Sehingga responden bisa leluasa memberikan jawaban sesuai dengan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternatif jawaban dari angket tersebut.

    28.Jenis- jenis tes dalam penelitian pendidikan :
    – Dari segi bentuk pelaksanaannya :
    • Tes tertulis, dalam pelaksanaannya menekankan pengguanaan kertas dan pensil sebagai instrumen utama.
    • Tes lisan, dilakukan dengan wawancara tatap muka.
    • Tes perbuatan, mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja.
    – Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya :
    • Tes essay, adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan dengan bahasa sendiri.
    • Tes objektif, adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan altermatif jawabannya yang terdidri dari tes betul-salah, tes pilihan ganda, tes menjodohkan dan tes analisa hubungan.
    – Dari segi tes di sekolah :
    • Tes formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung.
    • Tes sumatif, diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu.
    • Tes penempatan, adalah tes yang diberikan dalam rangka menetukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik.
    • Tes diagnostik, adalah tes yang digunakan untuk mendiagnosis penyebab kesulitan yang dihadapi seorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dll.

    30. Tahap penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian yaitu :
    – Merumuskan atau menentukan tes.
    – Mengidentifikasi hasil belajar yang hendak diukur dengan tes.
    – Menandai hasil belajar yang spesifik dan merupakan tingkah laku atau aktifitas yang bisa diamati dan sesuai dengan TIK.
    – Merinci mata pelajaran atau bahan pelajaran yang akan diukur.
    – Menyiapkan tabel spesifikasi.
    – Menggunakan tabel spesifikasi sebagai dasar penyusunan tes.

  26. 2. Hal-hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian
    Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu, kualitas instrumen penelitian, dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen. Kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Macam-macam teknik pengumpulan data antara lain: (1) interview (wawancara); (2) kuesioner (angket); (3) observasi (pengamatan); (4) dokumentasi; dan (5) Tes.

    4. Sumber data pada sebuah penelitian
    Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
    Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
    Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.

    6. Yang dimaksud dengan observasi
    Pengamatan atau observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar. Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara.

    8. Manfaat dari observasi penelitian
    Menurut Patton dalam Nasution yang dikutip Sugiyono (2006), dinyatakan bahwa manfaat observasi adalah sebagai berikut.
    a) Dengan observasi di lapangan peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial. Jadi akan dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh.
    b) Dengan observasi maka akan diperoleh pangalaman langsung sehingga memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan induktif, jadi tidak dipengarugi oleh konsep atau pandangan sebelumnya. Pendekatan induktif membuka kemungkinan melakukan penemuan atau discovery.
    c) Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang kurang atau tidak diamati orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu, karena telah dianggap “biasa’ dan karena itu tidak akan terungkapkan dalam wawancara.
    d) Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan diungkapkan oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitif atau ingin ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.
    e) Dengan observasi, peneliti dapat menemukan hal-hal yang di luar persepsi responden, sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
    f) Melalui pengamatan di lapangan, peneliti tidak hanya mengumpulkan data yang kaya, tetapi juga memperoleh kesan-kesan pribadi, dan merasakan suasana/ situasi sosial yang teliti.

    10. Objek-objek dalam observasi penelitian
    Objek Observasi adalah segala sesuatu yang akan diobservasi dan dianalisis selama proses observasi. Komponen objek observasi menurut Spadley dalam Satori dan Aan (2011) ada 3 yaitu: 1) Ruang (tempat) yaitu tempat dimana interaksi dalam interaksi sosial sedang berlangsung; 2) Pelaku (aktor) yaitu pelaku atau orang-orang yang sedang memainkan peran tertentu.; dan 3) Kegiatan (aktivitas) yaitu kegiatan yang dilakukan oleh aktor dalam situasi sosial yang sedang berlangsung.
    Objek observasi lainnya yaitu: ruang, pelaku, kegiatan, perbuatan, kejadian, waktu, tujuan, perasaan dan emosi.

    12. Perbedaan observasi partisipan dan observasi nonpartisipan
    Dalam observasi partisipan (Participant Observation), peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
    Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.
    Sedangkan observasi (Non participant Observation) ini berlawanan dengan observasi partisipan, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
    Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.

    14. Wawancara terstruktur dan tidak terstruktur
    – Wawancara Terstruktur. Digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam teknik ini peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannyapun telah dipersiapkan. Dalam wawancara ini setiap responden diberikan pertanyaan yang sama. Alat bantu yang dapat digunakan dalam wawancara antara lain tape recorder, gambar brosur dan sebagainya.
    – Wawancara Tak Terstruktur. Adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data. Pedoman yang digunakan dalam wawancara jenis ini hanyalah berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden.

    16. Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara
    1. Pertanyaan Terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    2. Pertanyaa Hipotik Terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    3. Pertanyaan Langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja.
    4. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada ayng disukai oleh penjawab.
    5. Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang benarm tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab.
    6. Pertanyaan Terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan trpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    7. Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olaj yang bertanya itu bukan dia.
    8. Pertanyaan Penyelidik. Adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering. Dengan menggunakan contoh anggapan.

    18. Alat bantu yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan wawancara yaitu daftar pertanyaan, buku catatan, tape recorder, kamera.

    20. Manfaat dari dokumentasi dalam penelitian pendidikan
    Suatu informasi atau berkas jika didokumentasikan bermanfaaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari informasi berkaitan dengan data tentang kronologis perkembangan akan berguna sebagai rujukan ilmu pengetahuan. Selain itu, dokumentasi mempunyai manfaat sebagai penyedia informasi untuk kebutuhan penelitian. Data atau informasi yang terlampir didalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang tertentu tergantung objek yang diteliti.

    22. Ciri-ciri FGD dalam penelitian
    (1) Jumlah peserta Diskusi terbatas, dengan tujuan agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk berbicara, mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi,
    (2) Peserta diskusi berasal dari satu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen, dengan ciri-ciri yang sama, ditentukan dari tujuan penelitian.

    24. Pengertian angket
    Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dan responden tanpa merasa khawatir bila responden memberi jawaban yang tidaak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan. Disamping itu, responden mengetahui informasi tertentu yang diminta.

    26. Angket tertutup dan angket terbuka.
    Angket terbuka (angket tidak berstruktur) ialah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberi isian sesuai kehendak dan keadaanya. Keuntungan angket terbuka bagi responden, mereka dapat mengisi sesuai keinginan dengan keadaan yang dialaminya. Keuntungan angket terbuka pada responden adalah mereka dapat mengisi sesuai keinginan atau keadaanya. Bagi peneliti keuntungannya adalah mereka akan memperoleh data yang bervariasi.
    Angket tertutup (angket berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karekteristik dirinya dengan cara memberi tanda silang atau tanda checklist.

    28. Jenis-jenis tes dalam penelitian pendidikan
    1. Dari segi bentuk pelaksanaannya
    a) Tes Tertulis ( paper and pencil test)
    Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada penggunaan kertas dan pencil sebagai instrumen utamanya, sehingga tes mengerjakan soal atau jawaban ujian pada kertas ujian secara tertulis, baik dengan tulisan tangan maupun menggunakan komputer.
    b) Tes Lisan ( oral test)
    Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara tatap muka antara guru dan murid.
    c) Tes Perbuatan (performance test)
    Tes perbuatan mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja. Tes perbuatan mengutamakan pelaksanaan perbuatan peserta didik.
    2. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya
    a) Tes Essay (uraian)
    Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes essay ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dalam bahasa sendiri.
    b) Tes Objektif
    Tes objektif adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawabannya. Tes ini terdiri dariberbagai macam bentuk, antara lain ; Tes Betul-Salah (TrueFalse); Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice); Tes Menjodohkan (Matching); Tes Analisa Hubungan (Relationship Analysis)
    3. Dari segi fungsi tes di sekolah
    a) Tes Formatif
    Tes Formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. Manfaat tes formatif bagi peserta didik adalah : Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran. Merupakan penguatan bagi peserta didik; Merupakan usaha perbaikan bagi siswa, karena dengan tes formatif peserta didik mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya; Peserta didik dapat mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasainya.
    b) Tes Summatif
    Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu. Tes sumatif dilaksanakan pada tengah atau akhir semester.
    c) Tes Penempatan
    Tes penempatan adalah tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar.
    d) Tes Diagnostik
    Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis penyebab kesulitan yang dihadapi seseorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dan lain-lain yang mengganggu kegiatan belajarnya.

    30. Tahapan-tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian
    1. Menentukan persiapan dan tujuan mengadakan tes.
    2. Pemilihan materi dan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan.
    3. Menentukan bentuk dan jenis tes.
    4. Merumuskan tujuan instruksional khusus dari tiap bagian bahan.
    5. Menderetkan semua TIK dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah laku terkandung dalam TIK itu. Tabel ini digunakan untuk mengadakan identifikasi terhadap tingkah laku yang dikehendaki, agar tidak terlewati.
    6. Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut. Uraian secara terinci tentang tabel spesifikasi, akan disajikan pada bab berikutnya.
    7. Menentukan jumlah butir tes dan menuliskan butir-butir soal, didasarkan atas TIK-TIK yang sudah dituliskan pada tabel TIK dan aspek tingkah laku yang dicakup.
    8. Menentukan skor.
    9. Membuat kisi-kisi.
    10. Menyusun tes berdasarkan kisi-kisi.

  27. 2. Jelaskan hal-hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian!
    Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya.
    4. Jelaskan siapa saja yang menjadi sumber data pada sebuah penelitian!
    Sumber data dapat berupa benda, manusia, tempat, tumbuhan, hewan, dan sebagainya yang memungkinkan bisa diteliti.
    6. Observasi adalah salah satu teknik dalam pengumpulan data penelitian. Apa yang dimaksud dengan observasi tersebut!
    Menurut Nawawi dan Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur – unsur yang tampak dalam suatu gejala dalam objek penelitian. Dalam penelitian ini observasi dibutuhkan untuk dapat memahami proses terjadinya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteksnya. Observasi yang akan dilakukan adalah observasi terhadap subjek, perilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti dan hal – hal yang dianggap relevan sehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.
    8. Jelaskan manfaat dari observasi penelitian!
    Manfaat observasi yaitu menambah wawasan dan pengetahuan, hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian, deskripsi memberikan gambaran dunia nyata, pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan, dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kualitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya, dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya, mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen, kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut, peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen, observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.
    10. Jelaskan objek-objek dalam observasi penelitian!
    Objek penelitian bisa dibedakan menjadi 2 bagian yaitu objek primer dan sekunder. Sementara untuk pengertian dari objek primer yaitu suatu objek yang diperoleh dengan melalui sumber pertama, sedangkan untuk objek sekunder yaitu objek yang didapatkan dengan melalui sumber kedua. Untuk contohnya yaitu, pada saat melakukan sebuah wawancara, maka objek primernya adalah hasil dari wawancara tersebut, sedangkan untuk objek sekundernya adalah dokumen yang tertulis ataupun berbagai hasil pembicaraan yang berguna untuk mendukung sumber objek serta objek primernya. Sebenarnya objek sekunder masih dibedakan lagi menjadi 2 macam yaitu :
    1. Sumber yang berhubungan dengan masalah utama dari penelitian secara langsung
    2. Sumber umum, layaknya buku-buku serta referensi yang tidak berhubungan secara
    langsung, namun mempunyai relevansi.
    12. Terdapat dua jenis observasi, yakni observasi partisipan dan observasi nonpartisipan. Jelaskan perbedaan keduanya!
    Perbedaan observasi partisipasi dengan non partisipasi adalah observasi partisipan adalah sebuah bentuk dari metode untuk melakukan pengamatan yang dimana dilakukan oleh para observer dengan cara menjadi bagian dari sebuah kehidupan orang yang dimana akan dilakukan sebuah observasi. Biasanya observer akan melakukan tindakan dengan cara yang sungguh-sungguh sehhngga observer akan dapat dianggap sebagai seorang anggota daripada kegiatan observasi itu sendiri. Sedangkan observasi Non Partisipan adalah sebuah bentuk dari paritispasi yang dimaan observer kemudian tidak akan termasuk ke dalam sebuah kehidupan daripada orang yang dilakukan observasi dan juga akan terpisah daripada berkedudukan sebagai seorang pengamat. Tahapan ini observer hanya akan mengamati.
    14. Terdapat dua jenis wawancara, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Jelaskan keduanya!
    Wawancara terstruktur, yaitiu wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertannyan yang telah dipersiapkan. Sedangkan wawancara takterstruktur, yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan. Dari kedua jenis wawancara tersebut, wawancara terstruktur lebih efektif daripada wawancara tak terstruktur. Hal ini disebabkan wawancara terstruktur berpedoman pada daftar pertannyaan, yang berkaitan dengan materi atau subtansi atau isi yang akan digali dari narasumber.
    16. Jelaskan jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara!
    Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
    1. Pertanyaan Terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    2. Pertanyaa Hipotik Terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    3. Pertanyaan Langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja.
    4. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada ayng disukai oleh penjawab.
    5. Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang benarm tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab.
    6. Pertanyaan Terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan terpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    7. Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olah yang bertanya itu bukan dia.
    8. Pertanyaan Penyelidik. Adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering. Dengan menggunakan contoh anggapan.
    18. Alat bantu apa saja yang harus dibutuhkan dalam melakukan kegiatan wawancara!
    Alat-alat wawancara yaitu buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.
    20. Jelaskan manfaat dari dokumentasi dalam penelitian pendidikan!
    Dokumentasi dalam pendidikan bermanfaaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari informasi berkaitan dengan data tentang kronologis perkembangan.
    22. Jelaskan ciri-ciri FGD dalam penelitian!
    Karakteristik Diskusi Kelompok Terarah adalah Pertama, jumlah peserta Diskusi terbatas, dengan tujuan agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk berbicara, mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi. Kedua, Peserta diskusi berasal dari satu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen, dengan ciri-ciri yang sama, ditentukan dari tujuan penelitian.
    24. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dengan melalui angket. Jelaskan pengertian dari angket tersebut!
    Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui.
    26. Terdapat dua jenis angket, yakni angket tertutup dan angket terbuka. Jelaskan perbedaan keduanya!
    1. Angket tertutup
    Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban “yes” or “no”, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.
    2. Angket terbuka
    Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun “yes” or “no” sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternatif jawaban dari angket tersebut.
    28. Jelaskan jenis-jenis tes dalam penelitian pendidikan!
    Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengukuran, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Di dalam dunia pendidikan, tes ini dapat berupa tes tulis, tes lisan, dan tes nontulis (praktek).
    30. Jelaskan tahapan-tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian!
    Urutan langkah yang dilakukan yaitu menentukan persiapan dan tujuan mengadakan tes, pemilihan materi dan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan, menentukan bentuk dan jenis tes, merumuskan tujuan instruksional khusus dari tiap bagian bahan, menderetkan semua TIK dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah laku terkandung dalam TIK itu. Tabel ini digunakan untuk mengadakan identifikasi terhadap tingkah laku yang dikehendaki, agar tidak terlewati, menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut. Uraian secara terinci tentang tabel spesifikasi, akan disajikan pada bab berikutnya, menentukan jumlah butir tes dan menuliskan butir-butir soal, didasarkan atas TIK-TIK yang sudah dituliskan pada tabel TIK dan aspek tingkah laku yang dicakup, menentukan skor, membuat kisi-kisi, menyusun tes berdasarkan kisi-kisi.

  28. Nama : Yunita Ariangga NIM : 1886206045 Prodi : PGSD B Tingkat / Smt : 2/3 2. Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penYunita Ariangga berkata:

    Nama : Yunita Ariangga
    NIM : 1886206045
    Prodi : PGSD B
    Tingkat / Smt : 2/3

    2. Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya.

    4. Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.
    Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang meresponatau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan.
    Apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau proses tertentu. Contohnya penelitian yang mengamati tumbuhnya jagung, simber ddatanya adalah jagung, sedangkan objek penelitiannya adalah pertumbuhan jagung.

    6. observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Ilmu pengetahuan biologi dan astronomi mempunyai dasar sejarah dalam pengamatan oleh amatir. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara.

    8. Manfaat observasi adalah yang 
    Pertama, menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu gerakan tingkah laku seseorang. Yang dimaksud disini adalah sebelum kita melakukan observasi kita tidak mengetahui tindakan apa yang dilakukan seseorang. Tetapi setelah kita melakukan observasi kita menjadi tahu apa arti tindakan yang dilakukan seseorang.
    Kedua, Hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian. 
    Ketiga, deskripsi memberikan gambaran dunia nyata. 
    Keempat, memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan. 
    Kelima, dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kuwalitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya. 
    Keenam, dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya. 
    Ketujuh, mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen. 
    Kedelapan, kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut. 
    Kesembilan, peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen. 
    Kesepuluh, observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.

    10. Objek-obejk Penelitian dalam Metode Observasi
1. Pelaku atau partisipan, meyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka, dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut.
2. Kegiatan, menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut, dan apa akibat kegiatan tersebut.
3. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, dan gerak tubuh.
4. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung.
5. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati.
6. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat-alat yang dipakai pada saat kegiatan diamati.

    12. perbedaan observasi partisipasi dengan non partisipasi
    Observasi Partisipan
    Observasi partisipan adalah sebuah bentuk dari metode untuk melakukan pengamatan yang dimana dilakukan oleh para observer dengan cara menjadi bagian dari sebuah kehidupan orang yang dimana akan dilakukan sebuah observasi. Biasanya observer akan melakukan tindakan dengan cara yang sungguh-sungguh sehhngga observer akan dapat dianggap sebagai seorang anggota daripada kegiatan observasi itu sendiri
    Observasi Non Partisipan
    Observasi non paritisipan adalh sebuah bentuk dari paritispasi yang dimaan observer kemudian tidak akan termasuk ke dalam sebuah kehidupan daripada orang yang dilakukan observasi dan juga akan terpisah daripada berkedudukan sebagai seorang pengamat. Tahapan ini observer hanya akan mengamati.

    14. Wawancara tersturktur = wawancara dimana peneliti ketika melaksanakan tatap muka dg responden menggunakan pedoman wawancara yg tlh dipersiapkan sebelumnya
    wawancara tdk berstruktur/bebas = wawancara dimana peneliti dalam menyampaikan pertannyan pd responden tidak menggunakan pedoman/pertannyaan,arti kata bertanya scr langsung.

    16. Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
    1.Pertanyaan Terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
     2.Pertanyaa Hipotik Terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara. Contoh : ‘’Tdi saudara jelaskan bahwa saudara tidak tahu menahu tentang penyelewengan yang dilakukan oleh bawahan saudara. Sepengetahuan saya, sistem pengawasan melekat di kantor saudara selam ini sudah ada, Apkah ada hambatan dalam pelaksanaanya ?
     3.Pertanyaan Langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung  mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja. Misal : ‘’Apakah saudara ikut dalam rombingan presiden ke China beberapa waktu lalu ?. Pertanyaan yang hanya menghendaki jawaban ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’ juga bisa disebut pertanyaan BI-POLAR.
     4.Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada ayng disukai oleh penjawab. Misal : ‘’Bagiaman ukuran prusahan yang sedang saudara pimpin sekarang, perusahan besar, menengah, atau kecil ?’’
     5.Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang  benarm tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab. Mial : ‘’Kalau  bendungan yang direncanakan ini gagal, apakah anda akan mengundurkan diri dari Dirjen Perairan ?’’.
     6.Pertanyaan Terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan trpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya. Misal : ‘’Saya melihat di daerah ini banyak sekali industri kecil yang mempunyai semangat kerja tinggi. Bagaimana dalam bentuk apa Anda dapat memberikan bantuan kepada mereka ?
     7.Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olaj yang bertanya itu bukan dia. Misal : ‘’Beberapa pemimpin mahasiswa menginginkan adanya kebebasan berbicara di kampus ini, mnurut mereka, selama Anda menjadi pembantu rektor bidang kemahasiswaan, kebebasan berbicara itu banyak dikekang. Bagaimana tanggapan Anda ?
     
    18. Alat-Alat Wawancara
Supaya hasil wawancara dapat terkam dengan baik, dan peneliti memiliki bukti telah melakukan wawancara kepada informan, maka diperlukan alat bantu yaitu buku catatan, tape recorder, dan kamera.
Menurut Kusumah [2011:77-78], wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek yang diteliti.

    20. Manfaat dari dokumentasi
    Ditinjau dari aspek administrasi, dokumentasi bermanfaat sebagai sebuah catatan, karena berkas tersebut mengandung nilai identitas, tanggal masuk dan keluar serta data akses.
    Ditinjau dari aspek hokum, dokumentasi bermanfaat sebagai alat bukti yang sah, isi sebuah berkas menyangkut adanya jaminan kepastian hokum atas dasar keadilan brlangsung
    Ditinjau dari aspek pendidikan, suatu berkas catatan bermanfaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari berkas dokumentasi menyangkut data atau informasi tentang kronologis perkembangan pelayanan kebidanan yang telah di berikan kepada pasien.
    Ditinjau dari aspek penelitian, dokumentasi bermanfaat sebagai penyedia data untuk keperluan penelitian. Data atau informasi yang tercantum dalam sebuah berkas dapat di pergunakan untuk keperluan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.
    Di tinjau dari aspek ekonomi, suatu berkas bermanfaat untuk mendokumentasikan besarnya dana yang harus di keluarkan, sehingga mengurangi terjadinya pemborosan, isi dari sebuah berkas dapat di jadikan bahan untuk menetapkan pembayaran pelayanan di sebuah institusi pelayanan kesehatan. Tanpa adanya bukti pencatatan sebuah tindakan, maka pembayaran atas tindakan tersebut tidak dapat di pertanggung jawabkan.
    Di tinjau dari aspek managemen catatan yang lengkap dan di simpan dengan baik menunjukkan adanya managemen yang baik pula. Suatu berkas pencatatan merupakan keseluruhan arus data dan informasi dalam system informasi kesehatan. Berkas ini digunakan dalam pelaporan dan penyusunan program sebagai pelaksanaan keputusan pimpinan.

    22. Karakteristik Diskusi Kelompok Terarah adalah (1) Jumlah peserta Diskusi terbatas, dengan tujuan agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk berbicara, mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi, (2) Peserta diskusi berasal dari satu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen, dengan ciri-ciri yang sama, ditentukan dari tujuan penelitian.

    24. Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui.

    26. 1. Angket tertutup
Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban yes or no, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.
2. Angket terbuka
Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.

    28. Jenis Tes Berdasarkan bentuk pelaksanaan
    Bila didasarkan pada bentuk pelaksanaannya maka tes dapat dibedakan menjadi 3, yaitu: (1) tes tulis atau dikenal juga dengan istilah paper and pencil test; (2) tes lisan atau oral test; dan (3) tes perbuatan (performance test). Berikut uraiannya satu per satu:
    Tes tulis (paper and pencil test)
    Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil/pulpen sebagai media utama. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).
    Tes lisan (oral test)
    Tes lisan atau oral test pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites).
    Tes perbuatan (performance test)
    Performance test (tes perbuatan) merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan/kerja. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa.

    30. Langkah-langkah Menyusun Tes
    Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum menyusun sebuah tes, supaya tes yang diberikan tidak berbeda dengan tujuan pelaksanaan tes. Langkah dalam menyusun tes diantaranya sebagai berikut:
1.    Merumuskan atau menentukan tes.
2.    Mengidentifikasi hasil belajar (learning outcomes) yang hendak diukur dengan tes tersebut.
3.    Menandai hasil belajar yang spesifik, yang merupakan tingkah laku atau aktivitas yang bisa diamati dan sesuai dengan TIK.
4.    Merinci mata pelajaran atau bahan pelajaran yang akan diukur.
5.    Menyiapkan tabel spesifikasi.
6.    Menggunakan tabel spesifikasi, sebagai dasar penyususnan tes (Ngalim Purwanto, 2009:30).

  29. 2. Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya.

    4. Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.
    Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang meresponatau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan.
    Apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau proses tertentu. Contohnya penelitian yang mengamati tumbuhnya jagung, simber ddatanya adalah jagung, sedangkan objek penelitiannya adalah pertumbuhan jagung.

    6. observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Ilmu pengetahuan biologi dan astronomi mempunyai dasar sejarah dalam pengamatan oleh amatir. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara.

    8. Manfaat observasi adalah yang 
    Pertama, menambah wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu gerakan tingkah laku seseorang. Yang dimaksud disini adalah sebelum kita melakukan observasi kita tidak mengetahui tindakan apa yang dilakukan seseorang. Tetapi setelah kita melakukan observasi kita menjadi tahu apa arti tindakan yang dilakukan seseorang.
    Kedua, Hasil observasi yang dibuat dapat dikonfirmasikan dengan hasil penelitian. 
    Ketiga, deskripsi memberikan gambaran dunia nyata. 
    Keempat, memungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan dan bagaimana akan diinterpretasikan. 
    Kelima, dapat menjelaskan proses peristiwa berlangsung dan dapat menguji kuwalitas, memperkirakan mengapa sesuatu terjadi dalam seting nyatanya. 
    Keenam, dapat mencatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya. 
    Ketujuh, mencatat situasi yang tidak dapat direplikasikan dalam eksperimen. 
    Kedelapan, kronologi peristiwa dapat dicatat dengan runtut. 
    Kesembilan, peralatan dan teknologi dapat merekam secara permanen. 
    Kesepuluh, observasi dapat dikombinasikan dengan metode lain.

    10. Objek-obejk Penelitian dalam Metode Observasi
1. Pelaku atau partisipan, meyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka, dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut.
2. Kegiatan, menyangkut apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut, dan apa akibat kegiatan tersebut.
3. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka, dan gerak tubuh.
4. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung.
5. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati.
6. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan, dan kegunaan benda atau alat-alat yang dipakai pada saat kegiatan diamati.

    12. perbedaan observasi partisipasi dengan non partisipasi
    Observasi Partisipan
    Observasi partisipan adalah sebuah bentuk dari metode untuk melakukan pengamatan yang dimana dilakukan oleh para observer dengan cara menjadi bagian dari sebuah kehidupan orang yang dimana akan dilakukan sebuah observasi. Biasanya observer akan melakukan tindakan dengan cara yang sungguh-sungguh sehhngga observer akan dapat dianggap sebagai seorang anggota daripada kegiatan observasi itu sendiri
    Observasi Non Partisipan
    Observasi non paritisipan adalh sebuah bentuk dari paritispasi yang dimaan observer kemudian tidak akan termasuk ke dalam sebuah kehidupan daripada orang yang dilakukan observasi dan juga akan terpisah daripada berkedudukan sebagai seorang pengamat. Tahapan ini observer hanya akan mengamati.

    14. Wawancara tersturktur = wawancara dimana peneliti ketika melaksanakan tatap muka dg responden menggunakan pedoman wawancara yg tlh dipersiapkan sebelumnya
    wawancara tdk berstruktur/bebas = wawancara dimana peneliti dalam menyampaikan pertannyan pd responden tidak menggunakan pedoman/pertannyaan,arti kata bertanya scr langsung.

    16. Jenis-Jenis Pertanyaan dalam Wawancara
    1.Pertanyaan Terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, penjawab bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
     2.Pertanyaa Hipotik Terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara. Contoh : ‘’Tdi saudara jelaskan bahwa saudara tidak tahu menahu tentang penyelewengan yang dilakukan oleh bawahan saudara. Sepengetahuan saya, sistem pengawasan melekat di kantor saudara selam ini sudah ada, Apkah ada hambatan dalam pelaksanaanya ?
     3.Pertanyaan Langsung, dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’. Pertanyaan langsung ini beharga karena dapat langsung  mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban singkat, tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja. Misal : ‘’Apakah saudara ikut dalam rombingan presiden ke China beberapa waktu lalu ?. Pertanyaan yang hanya menghendaki jawaban ‘’Ya’’ atau ‘’Tidak’’ juga bisa disebut pertanyaan BI-POLAR.
     4.Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi warga gerak penjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Penjawab tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban itu. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada ayng disukai oleh penjawab. Misal : ‘’Bagiaman ukuran prusahan yang sedang saudara pimpin sekarang, perusahan besar, menengah, atau kecil ?’’
     5.Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi penjawab. Disebabkan tidak ada jawaban yang  benarm tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional kepada penanya dan penjawab. Mial : ‘’Kalau  bendungan yang direncanakan ini gagal, apakah anda akan mengundurkan diri dari Dirjen Perairan ?’’.
     6.Pertanyaan Terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan trpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya. Misal : ‘’Saya melihat di daerah ini banyak sekali industri kecil yang mempunyai semangat kerja tinggi. Bagaimana dalam bentuk apa Anda dapat memberikan bantuan kepada mereka ?
     7.Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabanpun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olaj yang bertanya itu bukan dia. Misal : ‘’Beberapa pemimpin mahasiswa menginginkan adanya kebebasan berbicara di kampus ini, mnurut mereka, selama Anda menjadi pembantu rektor bidang kemahasiswaan, kebebasan berbicara itu banyak dikekang. Bagaimana tanggapan Anda ?
     
    18. Alat-Alat Wawancara
Supaya hasil wawancara dapat terkam dengan baik, dan peneliti memiliki bukti telah melakukan wawancara kepada informan, maka diperlukan alat bantu yaitu buku catatan, tape recorder, dan kamera.
Menurut Kusumah [2011:77-78], wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek yang diteliti.

    20. Manfaat dari dokumentasi
    Ditinjau dari aspek administrasi, dokumentasi bermanfaat sebagai sebuah catatan, karena berkas tersebut mengandung nilai identitas, tanggal masuk dan keluar serta data akses.
    Ditinjau dari aspek hokum, dokumentasi bermanfaat sebagai alat bukti yang sah, isi sebuah berkas menyangkut adanya jaminan kepastian hokum atas dasar keadilan brlangsung
    Ditinjau dari aspek pendidikan, suatu berkas catatan bermanfaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari berkas dokumentasi menyangkut data atau informasi tentang kronologis perkembangan pelayanan kebidanan yang telah di berikan kepada pasien.
    Ditinjau dari aspek penelitian, dokumentasi bermanfaat sebagai penyedia data untuk keperluan penelitian. Data atau informasi yang tercantum dalam sebuah berkas dapat di pergunakan untuk keperluan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan.
    Di tinjau dari aspek ekonomi, suatu berkas bermanfaat untuk mendokumentasikan besarnya dana yang harus di keluarkan, sehingga mengurangi terjadinya pemborosan, isi dari sebuah berkas dapat di jadikan bahan untuk menetapkan pembayaran pelayanan di sebuah institusi pelayanan kesehatan. Tanpa adanya bukti pencatatan sebuah tindakan, maka pembayaran atas tindakan tersebut tidak dapat di pertanggung jawabkan.
    Di tinjau dari aspek managemen catatan yang lengkap dan di simpan dengan baik menunjukkan adanya managemen yang baik pula. Suatu berkas pencatatan merupakan keseluruhan arus data dan informasi dalam system informasi kesehatan. Berkas ini digunakan dalam pelaporan dan penyusunan program sebagai pelaksanaan keputusan pimpinan.

    22. Karakteristik Diskusi Kelompok Terarah adalah (1) Jumlah peserta Diskusi terbatas, dengan tujuan agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk berbicara, mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi, (2) Peserta diskusi berasal dari satu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen, dengan ciri-ciri yang sama, ditentukan dari tujuan penelitian.

    24. Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau hal-hal yang ia ketahui.

    26. 1. Angket tertutup
Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban yes or no, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.
2. Angket terbuka
Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.

    28. Jenis Tes Berdasarkan bentuk pelaksanaan
    Bila didasarkan pada bentuk pelaksanaannya maka tes dapat dibedakan menjadi 3, yaitu: (1) tes tulis atau dikenal juga dengan istilah paper and pencil test; (2) tes lisan atau oral test; dan (3) tes perbuatan (performance test). Berikut uraiannya satu per satu:
    Tes tulis (paper and pencil test)
    Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil/pulpen sebagai media utama. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).
    Tes lisan (oral test)
    Tes lisan atau oral test pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites).
    Tes perbuatan (performance test)
    Performance test (tes perbuatan) merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan/kerja. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa.

    30. Langkah-langkah Menyusun Tes
    Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum menyusun sebuah tes, supaya tes yang diberikan tidak berbeda dengan tujuan pelaksanaan tes. Langkah dalam menyusun tes diantaranya sebagai berikut:
1.    Merumuskan atau menentukan tes.
2.    Mengidentifikasi hasil belajar (learning outcomes) yang hendak diukur dengan tes tersebut.
3.    Menandai hasil belajar yang spesifik, yang merupakan tingkah laku atau aktivitas yang bisa diamati dan sesuai dengan TIK.
4.    Merinci mata pelajaran atau bahan pelajaran yang akan diukur.
5.    Menyiapkan tabel spesifikasi.
6.    Menggunakan tabel spesifikasi, sebagai dasar penyususnan tes (Ngalim Purwanto, 2009:30).

  30. Rustiya Pangestuti pada 16/10/2019 pukul Nama : Kafaa Bikafiek Muchammad
    NIM : 1886206029
    Prodi : PGSD
    TK / SMT/ Kelas : 2/3/B
    No Genap

    2.Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu, kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya.
    4.Sumber data dalam penelitian adalah sumber subjek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan. Sumber data berupa responden ini dipakai dalam penelitian kuantitatif.
    Sedangkan sumber data dalam penelitian kualitatif, posisi narasumber sangat penting, bukan hanya sekedar memberi respon melainkan juga sebagai pemilik informasi. Karena itu informan (orang yang memberi informasi, sumber informasi, sumber data) atau disebut subjek yang diteliti, karena ia bukan saja sebagai sumber data, melainkan juga aktor yang ikut menentukan berhasil tidaknya suatu penelitian berdasarkan informasi yang diberikan.
    Imam Suprayogo mengemukakan bahwa, Jenis sumber data terutama dalam penelitian kualitatif dapat diklasifikasi sebagai berikut.
    Narasumber (Informan)
    Narasumber dalam hal ini yaitu orang yang bisa memberikan informasi lisan tentang sesuatu yang ingin kita ketahui. Seorang informan bisa saja menyembunyikan informasi penting yang dimiliki oleh karena itu peneliti harus pandai-pandai menggali data dengan cara membangun kepercayaan, keakraban dan kerjasama dengan subjek yang dieteliti di samping tetap kritis dan analitis. Peneliti harus mengenal lebih mendalam informannya, dan memilih informan yang benar-benar bisa diharapkan memberikan informasi yang akurat.
    Peristiwa atau aktifitas
    Data atau informasi juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap peristiwa atau aktifitas yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Dari peristiwa atau aktivitas ini, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung.
    Tempat atau lokasi
    Informasi kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya, baik merupakan tempat maupun linkungannya. Dari pemahaman lokasi dan lingkungan, peneliti bisa secara cermat mengkaji dan secara kritis menarik kemungkinan kesimpulan.
    Dukomen
    Dukumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktifitas tertentu. Ia bisa merupakan rekaman atau dukomen tertulis seprti arsip, database, surat-surat, rekaman, gambar, benda-benda peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa. Banyak peristiwa yang telah lama terjadi bisa diteliti dan dipahami atas dasar dukumen atau arsip.
    6.Secara umum, pengertian observasi adalah suatu aktivitas pengamatan terhadap suatu objek secara cermat dan langsung di lokasi penelitian, serta mencatat secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti.
    8.– Hasil observasi dapat dikonfirmasi dengan hasil penelitian.
    – Deskripsi dalam observasi dapat menjelaskan dan memperkirakan tentang dunia nyata.
    – Memungkinkan orang lain untuk bisa menafsirkan hasil penemuan yang akan diinterpretasikan.
    – Dapat menjelaskan suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya dan dapat menimbulkan spekulasi mengenai peristiwa tersebut di dunia nyata.
    – Dapat mencatat indikasi yang terkadang tidak nyata berlangsungnya.
    – Suatu peristiwa dapat dicatat dengan cara kronologis sehingga berurutan.
    – Observasi dapat dikombinasikan dengan sistem lainnya.
    10.
    a. Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut
    b. Kegiatan, menyangkut hal apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut dan apa akibat dari kegiatan tersebut
    c. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka dan gerak tubuh
    d. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung
    e. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati
    f. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan dan kegunaan benda atau alat yang dipakai ketika pengamatan
    12.a. Observasi partisipan
    Peneliti juga dapat mengambil peran dalam situasi yang berlangsung. Pada jenis ini, peneliti menjadi salah satu orang yang melakukan aktivitas yang diteliti. Dengan demikian, peneliti mendapatkan pengalaman secara langsung dari aktivitas tersebut sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih mendalam. Contohnya, seorang peneliti ikut tinggal bersama suatu suku tertentu untuk mengetahui bagaimana adat dan kebiasaan suku tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
    b. Observasi non-partisipan
    Pada observasi non-partisipan, peneliti mengumpulkan data yang dibutuhkannya tanpa menjadi bagian dari situasi yang terjadi. Peneliti memang hadir secara fisik di tempat kejadian, namun hanya mengamati serta melakukan pencatatan secara sistematis terhadap informasi yang diperolehnya. Observasi jenis ini harus dilakukan dalam suatu periode yang panjang agar seluruh data yang dibutuhkan benar-benar terkumpul secara lengkap, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Contoh dari jenis ini ialah pengamatan peneliti pada aktivitas di suatu perusahaan untuk mencatatkan aktivitas harian para manajer. Peneliti tidak terlibat dalam aktivitas tersebut, namun dapat memperoleh data.
    14.Pada wawancara terstruktur, hal-hal yang akan ditanyakan telah terstruktur, telah ditetapkan sebelumnya secara rinci. Pada wawancara tak terstruktur, hal-hal yang akan ditanyakan belum ditetapkan secara rinci.
    16.Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara
    a. Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, narasumber bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    b. Pertanyaan hipotik terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    c. Pertanyaan langsung. Dalam pertanyaan langsung dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan kata Ya atau Tidak.
    d. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi narasumber dalam menjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Narasumber tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada yang disukai oleh narasumber.
    e. Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi narasumber. Disebabkan tidak ada jawaban yang benar tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional.
    f. Pertanyaan terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan terpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    g. Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawaban pun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olah yang bertanya itu bukan dia.
    h. Pertanyaan penyelidik adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering. Dengan menggunakan contoh anggapan.
    Patton dikutip Melleong (dalam Sugiyono, 2011 : 322-324) menggolongkan 6 jenis pertanyaan, yaitu :
    a. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman
    b. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
    c. Pertanyaan yang berkaitan dengan pertanyaan
    d. Pertanyaan tentang pengetahuan
    e. Pertanyaan yang berkaitan dengan indera
    f. Pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang atau demografi
    18.Alat-alat wawancara yaitu buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.
    20.– Aspek administrasi, bermanfaat untuk mencatat dikarenakan berkas yang didokumentasikan memiliki nilai identitas, tanggal masuk dan keluar serta data akses.
    – Aspek pendidikan, bermanfaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari informasi berakaitan dengan data tentang kronologis perkembangan.
    – Aspek penelitian, bermanfaat sebagai media informasi yang terlampir dalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
    – Aspek manajemen, informasi yang lengkap dan disimpan dengan benar menunjukkan adanya manajemen yang benar.
    22.Ciri-ciri Focus Group Discussion (FGD) ialah:
    a. FGD di ikuti oleh suatu kelompok yang idealnya terdiri dari 7 sampai dengan 11 orang. Kelompok tersebut harus cukup kecil agar memungkinkan setiap individu mendapat kesempatan mengeluarkan pendapatnya, sekaligus agar cukup memperoleh pandangan dari anggota kelompok yang bervariasi. Jumlah kelompok diusahakan ganjil dengan tujuan manakala FGD harus mengambil keputusan yang akhirnya perlu voting, maka dengan jumlah yang ganjil tersebut dapat membantu kelompok dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
    b. Peserta FGD terdiri dari orang-orang yang memiliki ciri yang sama (ciri yang sama misalnya ialah persamaan gender, tingkat pendidikan, pekerjaan atau persamaan lainnya) atau relatif homogen yang ditentukan berdasarkan tujuan dan kebutuhan studi atau proyek.
    c. FGD merupakan sebuah proses pengumpulan data, oleh karena itu yang diutamakan adalah sebuah proses (proses dalam penelitian atau pengumpulan data tersebut).
    d. FGD adalah sebuah metode dan teknik pengumpulan data kualitatif, oleh karena itu di dalam metode FGD digunakan pertanyaan terbuka (open ended) yang memungkinkan peserta dapat memberikan jawaban dengan penjelasannya.
    e. FGD ialah diskusi terarah. Maka topik diskusi harus ditentukan terlebih dahulu dan pertanyaan dikembangkan sesuai dengan topik serta disusun secara berurutan atau teratur alurnya agar mudah di pahami oleh peserta. Fasilitator mengarahkan diskusi dengan menggunakan panduan pertanyaan tersebut.
    f. Lama waktu yang dibutuhkan berkisar antara 60 sampai dengan 90 menit. Kegiatan FGD yang pertama biasanya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan FGD selanjutnya. Karena pada FGD pertama sebagian besar informasinya baru.
    g. Lazimnya FGD dilakukan beberapa kali. Jumlahnya tergantung pada tujuan dan kebutuhan serta pertimbangan teknis.
    h. FGD dilaksanakan di suatu ruang atau tempat yang disesuaikan dengan pertimbangan utama bahwa peserta dapat secara bebas dan tidak merasa takut untuk mengeluarkan pendapatnya.
    24.Angket atau kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan data memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik ini sangat efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Angket cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.
    26. Perbedaan angket tertutup dan terbuka adalah :
    – Angket tertutup adalah angket yang menyajikan pertanyaan dan pilihan jawaban sehingga responden hanya dapat memberikan tanggapan terbatas pada pilihan yang diberikan.
    – Angket terbuka adalah angket yang memberikan kebebasan bagi responden untuk memberikan jawaban atau tanggapan, biasanya diberikan sebuah pertanyaan dan responden dapat menulis sendiri jawabannya berupa uraian.
    28.
    a. Jenis Tes Berdasarkan bentuk pelaksanaan
    – Tes tulis (paper and pencil test) adalah tes yang dalam pelaksanaannya menggunakan kertas dan pensil/pulpen sebagai media utama. Proses koreksi dapat dilakukan secara manual maupun dengan OMR (alat scan lembar jawaban komputer).
    – Tes lisan (oral test) pelaksanaannya dilakukan secara langsung dengan cara berbicara atau wawancara tatap muka secara langsung antara guru (orang yang memberikan tes) dengan siswa (orang yang sedang dites).
    – Tes perbuatan (performance test) merupakan tes yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara mengacu pada penampilan (perbuatan) siswa dalam melakukan suatu unit kegiatan/kerja. Guru melakukan pengamatan secara seksama dengan menggunakan instrumen (tes perbuatan) yang memuat rubrik kualitas performen siswa.
    b. Jenis Tes Berdasarkan bentuk soal dan kemungkinan jawaban
    – Tes non objektif seringkali pula disebut sebagai soal uraian. Tes uraian banyak disukai oleh guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam tes uraian (non-objektif) ini siswa seringkali diminta untuk mengorganisasikan jawaban pertanyaannya dalam bentuk baru atau bahasanya sendiri.
    – Tes objektif adalah tes yang memungkinkan (memberikan kemudahan) kepada pemberi skor atau pengoreksi (dalam hal ini guru) untuk dapat memberi skor secara objektif kepada seluruh peserta tes. Tes objektif memiliki banyak variasi bentuk soal, misalnya: (a) soal Benar – Salah; (b) soal pilihan ganda biasa; (c) soal pilihan ganda bervariasi; (d) soal Sebab – Akibat; (e) isian singkat; dan (f) menjodohkan (matching).
    c. Jenis Tes Berdasarkan Fungsi untuk Sekolah
    – Tes formatif adalah tes yang berfungsi untuk memonitor kemajuan belajar siswa selama/setelah proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. Tes formatif mempunyai manfaat untuk: (a) mengetahui apakah siswa sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran; (b) merupakan penguatan (reinforcement) bagi siswa itu sendiri terhadap materi pelajaran yang telah dibelajarkan kepada mereka; (c) tes formatif juga memungkinkan siswa mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya dengan mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasai.
    – Tes summatif di sekolah-sekolah biasanya berbentuk ulangan tengah semester (UTS), ulangan akhir semester (UAS). Tes summatif berfungsi untuk mengetahui sejauh mana penguasaan atau pencapaian siswa dalam bidang-bidang atau mata pelajaran tertentu.
    -Tes penempatan adalah tes yang berfungsi untuk membantu penentuaan jurusan yang akan dimasuki siswa, atau dapat juga digunakan untuk menentukan pada kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki seorang siswa dalam proses belajar mengajar.
    – Tes diagnostik, berfungsi untuk menemukan/mencari penyebab kesulitan belajar yang dialami siswa, apakah karena faktor intelektual, emosi, fisik dan atau faktor-faktor lainnya yang mengganggu kegiatan belajar, sehingga dapat diberikan solusi untuk memperbaiki kesulitan belajar tersebut.
    d. Jenis Tes Berdasarkan Pengukuran Terhadap Aspek-Aspek Individu
    -Tes prestasi belajar (achievement test) adalah tes yang digunakan untuk memperoleh keterangan tentang hal-hal yang telah dicapai seseorang (prestasi belajar).
    – Tes beracuan konten (content-referenced test) atau tes beracuan kriteria (criterion-referenced test) mengukur pencapaian penguasaan suatu standar tingkah laku (pengetahuan atau keterampilan khusus dalam pelajaran tertentu).
    – Tes beracuan norma (norm-referenced test) merupakan tes yang berfungsi dalam hal membandingkan prestasi kelompok dalam pelajaran tertentu, misalnya antara beberapa daerah atau kota.
    – Tes Bakat (Aptitude Test), digunakan untuk melihat kemungkinan keberhasilan seseorang dalam belajar sesuatu di masa-masa yang akan datang.
    – Tes minat atau dikenal juga dengan istilah skala minat dapat dipergunakan misalnya untuk mengetahui jenis pekerjaan atau subjek yang disenangi oleh seseorang.
    e. Jenis Tes Berdasarkan Ranah Yang Diukur
    Berdasarkan ranah (domain) yang diukur, tes dapat dibedakan menjadi: (1) tes kognitif; (2) tes psikomotor; dan (3) tes afektif.

    30. Langkah menyusun tes:
    a. Menetapkan tujuan penilaian atau tujuan tes. Setiap orang yang akan melakukan kegiatan penilaian harus sadar tujuan akan penilaian tersebut.
    b. Menguraikan materi tes dan kompetensi. Dalam menguraikan isi tes, harus menjaga agar tes yang ditulis itu tidak keluar lingkup materi yang telah ditentukan oleh batasan kawasan ukur tetapi juga menjaga agar tidak ada bagian isi yang penting yang terlewatkan dan tidak tertuang dalam tes. Materi tes haruslah komprehensif dan berisi butir-butir yang relevan. Dalam hal ini yang perlu dilakukan antara lain:
    – Penguraian materi berdasarkan bagian-bagiannnya, yakni penguraian disandarkan pada topic-topik dalam kurikulum atau bab-bab buku acuan pengajaran atau berdasarkan bahasan selama proses pembelajaran.
    – Pemberian bobot tes sesuai dengan kepentingannya. Semakin tinggi bobot bagian suatu materi semakin banyak ia harus dituangkan dalam bentuk itemdan semakin rendah nsuatu bobot maka semakin sedikit ia harus dituangkan dalam bentuk item.
    c. Mengembangkan kisi-kisi. Kisi-kisi adalah matrik atau format yang memuat informasi yang dapat dijadikan pedoman oleh penulis soal untuk menulis soal menjadi tes. Adapun langkah-langkah penyusunan kisi-kisi untuk menentukan proporsi materi dan kompetensi adalah sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi pokok-pokok materi yang akan diujikan dengan memebrikan imbangan bobot untuk masing-masing bahasan, (2) Mengidentifikasi tingkatan ranah kognitif yang termuat dalam rumusan indikator dam memberikan imbangan bobot untuk masing-masing tingkatan ranah, (3) Memasukkan ranah dan pokok-pokok materi yang telah teridentifikasi ke dalam table spesifikasi, (4) Memperinci banyaknya butir soal dalam setiap pokok materi dan ranah yang akan di capai.
    d. Pemilihan bentuk tes. Pimilihan ini didasarkan pada beberapa faktor seperti: tujuan tes, jumlah peserta tes, waktu yang tersedia untuk memeriksa lembar jawaban tes, cakupan materi tes, dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan.
    e. Panjang tes. Yang dimaksudkan dalam hal ini adalah jumlah soal yang akan diujikan dalam suatu ujian. Ada 3 hal utama yang perlu diperhatikan dalam menentukan jumlah soal yang diujikan, yaitu: bobot masing-masing bagian yang telah ditentukan dalam kisi-kisi, keandalan yang diinginkan dan waktu yang tersedia. Analisis rasional adalah menganalisis kembali soal yang telah dirumuskan, ditimbang, baik oleh sendiri maupun orang lain dengan berpedoman pada kisi-kisi dan aturan penulisan soal.

  31. 1. Pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1 sangatlah dibutuhkan untuk sebuah penelitian yang nantinya akan menghasilkan data yang dapat dipercayai dan tepat, contoh nya dalam penelitian penyusunan skripsi dan lain sebagainya.

    3. Sumber data dalam penelitian ialah subjek darimana data dapat diperoleh, atau asal data tersebut dapat dihasilkan.

    5. Ketepatan dalam memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh dalam suatu penelitian, ketika melakukan sebuah penelitian hendaknya sumber data sesuai dengan apa yang akan dijadikan hasil penelitian yang dapat dipercaya dan akurat, dan dengan macam sumber data akan menghasilkan data yang kuat.

    7. Observasi penelitian yang dilakukan dengan sistematis akan memudahkan dalam tahap penelitian yang telah direncanakan dengan tahapan-tahapan dan menghasilkan data yang mudah dipahami

    9. Jenis informasi yang dihasilkan dalam penelitian dapat berupa data kualitatif ataupun data kuantitatif, dan informasi dapat juga sebagai dugaan sementara atau hipotesis, dengan memperoleh informasi informasi dari sumber data makan sebuah penelitian akan menghasilkan hasil yang tepat.

    11. 1.) Mengetahui/memperoleh pengetahuan yang akan diobservasi.
    2.) Menentukan tujuan observasi.
    3.) Membuat tata cara observasi (metode apa, alatnya apa).
    4.) Membatasi dengan tegas hal-hal yang akan diobservasi.
    5.) Melakukan observasi dengan secermat-cermatnya.
    6.) Membuat hasil catatan-catatan/observasi.
    7.) Memahami pencatatan dan penggunaan alat

    13. Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan percakapan antara dua orang atau lebih yang dilakukan oleh narasumber (objek penelitian) dan pewawancara (peneliti) untuk mendapatkan hasil yang tepat dan terpercaya.

    15. Langkah-langkah wawancara:

    Menentukan topik wawancara.
    Menentukan narasumber/ responden.
    Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H).
    Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
    Menulis laporan hasil wawancara.

    17. Tips wawancara
    Pemilihan narasumber, yaitu sesuai dengan yang akan dilakukan observasi/penelitian. Persiapan wawancara, membuat daftar untuk melakukan wawancara, seperti pemilihan tempat waktu hingga daftar pertanyaan yang akan diajukan. Pelaksanaan wawancara, merangkum pembicaraan dengan narasumber. Tindak lanjut dari wawancara.
    Berikut tata urutan melakukan wawancara.

    Pendahuluan: memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan, dan minta ijin jika ingin merekam.
    Pemanasan: pertanyaan awal yang hangat dan mudah
    Bagian utama: ajukan pertanyaan berikutnya secara runtun sesuai dengan skenario yang telah dibuat, akhiri dengan pertanyaan mudah untuk menghilangkan tensi
    Penutup: ucapan terima kasih

    19. Studi dokumen adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:

    a. Dokumen primer

    Dokumen primer adalah dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa, misalnya: autobiografi

    b. Dokumen sekunder

    Dokumen sekunder adalah dokumen yang ditulis berdasarkan oleh laporan/ cerita orang lain, misalnya: biografi.

    21. Teknik Focus Group Discussion (FGD) seringkali digunakan para pembuat keputusan atau peneliti dalam penelitian kualitatif untuk menggali data mengenai persepsi, opini, kepercayaan dan sikap terhadap suatu produk, pelayanan, konsep atau ide, karena relatif lebih mudah dan cepat selesai dibandingkan dengan teknik pengumpulan data kualitatif yang lain.
    Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok

    23. FGD merupakan salah satu metode pengumpulan data yang memiliki tingkat kecermatan yang juga tidak bisa diragukan, memiliki sebuah ciri khas yakni ramah dalam biaya dan memiliki tujuan yakni fokus terhadap penjabaran realitas sosial yang ada pada masyarakat sehingga penelitian yang dilakukan oleh para peneliti memiliki akurasi yang maksimal dan bersifat bebas nilai. Hasil dalam FGD tersebut yang berupa informasi tertulis tersebut akan menjadi fondasi dalam melakukan analisis selanjutnya (Manheim & Rich, 1995: 381). Pada akhirnya, FGD ini memuaskan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya karena dirasa telah mampu menjabarkan pemikiran masyarakat dengan kendala dan permasalahan sosial yang terjadi di dalam internal masyarakat (Manheim & Rich, 1995:371). Penulis beropini bahwa penggunaan FGD tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat yang memiliki pandangan masing-masing. Dengan FGD kita dapat mendengarkan langsung realita vcs yang aktual terjadi pada masyarakat. Namun diperlukan sebuah penjaringan kategori orang-orang yang dapat berbicara dalam FGD. Hal ini bertujuan untuk menghindari subjektivitas dalam penelitian yang menggunakan sumber data FGD. Sehingga dihasilkan penelitian yang lebih dekat pada sifat objektif.

    25. Pertanyaan haruslah mudah dipahami dan tidak menimbulkan tafsiran yang berbeda-beda.
    2. Pertanyaan harus berhubungan dengan topik permasalahan (pendidikan)
    3. Pertanyaan harus menarik sehingga responden merasa senang untuk menjawabnya.
    4. Jawaban responden diusahakan bisa konsisten sejak pertanyaan pertama hingga akhir.
    5. Alternative Jawaban yang diberikan harus beragam (variatif) agar responden tidak kebosanan.
    5. pertanyaan Angket sesuai dengan usia pendidikan

    27. Tes merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti.

    29. Pengertian tes objektif Tes objektif adalah tes yang dilakukan dengan menggunakan ukuran-ukuran yang sudah ditentukan. Contohnya multiple choice (pilihan ganda). Pengertian tes subjektif Tes subjektif adalah tes yang dilakukan dengan ukuran-ukuran berdasarkan kategori. Contohnya tes essay atau uraian

    Nama : Linda Novitasari
    Nim : 1886206009
    Kelas : 3/PGSD/A

  32. Nama : Yoaga triapamungkas
    Nim : 1886206001
    Prodi : PGSD/3A

    1.Jelaskan mengapa dibutuhkan pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1?
    agar penelitian yang di lakukan mendapatkan data yang valid agar dapat teruji kebenarannya dan dapat dipertanggungjawabkan

    3.Hal yang utama dalam penelitian adalah sumber data. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber data tersebut! maksud dari sumber data dalah dari mana seorang peneliti dalam mendapatkan data tersebut, sumber data sangat penting, jika tidak ada sumber data maka tidak akan ada penelitian

    5. Ketepatan memilih dan menetukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian.
    pernyataan tersebut sangat benar, karena jika data yang di dapat kurang tepat maka penelitian kurang memuaskan dan hasilnya nanti tidak bisa di buktikan dengan benar.

    7. Observasi penelitian harus dilaksanakan secara teratur atau sistematis agar hasilnya memuaskan dan lebih mudah dipahami agar dapat dipahami oleh pembaca dan dapat dikaji ulang oleh peneliti.

    9.observasi akan menghasilkan Informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian, informasi yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti, informasi ini dapat memudahkan peneliti seperti peristiwa apa, dimana tempat dan waktunya.

    11. Ada 3 tahapan dalam observasi
    yaitu tahapan observasi deskriptif, tahapan observasi terfokus, dan tahapan observasi terseleksi.
    1. Tahapan observasi deskriptif, pada tahap ini peneliti belum menemukan masalah yang akan diteliti, peneliti harus melakukan pendalaman masalah tersebut
    2. Tahapan observasi terfokus, pada tahap ini peneliti difokuskan pada aspek penelitian tertentu.
    3. Tahapan observasi terseleksi, pada tahap ini peneliti telah menjabarkan fokus yang ditemukan, sehingga datanya lebih rinci. dan peneliti dapat menemukan persamaan dan pebedaan.

    13. Wawancara adalah salah satu teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara bertanya jawab dengan narasumber, wawancara dapat dilakukan dengan dua orang atau lebih.

    15. langkah-langkah dalam melakukan wawancara adalah menentukan narasumber, kemudian menyiapkan daftar pertanyaan yang diajukan,
    bahan pembicaraan, membuka wawancara dengan bahasa yang baik, melangsungkan wawancara dengan runtut kemudian memberitau kesimpulan wawancara tersebut dan menuliskan hasil wawancara tersebut dan yang terakhir adalah mengidentifikasi tindak lanjut dari wawancara tersebut.
    .
    17. Tips-tips dalam melakukan wawancara adalah melakukan wawancara dengan terstruktur, menggunakan bahasa yang santun dan mudah di pahami, tidak berbelit-belit dan hanya menanyakan tentang hal yang perlu di tanyakan, tidak perlu bertanya yang lain atau hal yang bersifat pribadi kepada narasumber.

    19. Dokumentasi adalah data yang bersifat sebagai bukti, dapat berupa dokumen, audio, video dan gambar.

    21. FGD (forum grup discusion) adalah salah satu teknik dalam penelitian yang mempunyai suatu kelompok untuk membahas suatu masalah tertentu dengan beranggotakan 8-12 orang dan ada satu moderator yang memimpin, teknik ini digunakan dalam penelitian kualitatif. Irwanto (2006: 1-2) mendefinisikan FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok.

    23. kelebihan dan kekurangan FGD
    kelebihanya yaitu adanya moderator sebagai pempimpin diskusi, efisiensi biaya karena tidak banyak orang, dan mampu menggali keyakinan, kebiasaan, dan penilaian dalam kelompok. kemudian kekurangannya adalah peserta tidak mewakili semua objek penelitian kemudian sulit mengendalikan proses diskusi karena anggota tidak mewakili semua objek yang diteliti dan tidak mampu menghasilkan
    data statistik tentang objek

    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian adalah berupa penyataan atau pertanyaan secara tertulis yang diisi oleh responden secara tidak langsung.

    27. Tes adalah teknik dalam penelitian yang menggunakan pertanyaan yang di berikan kepada responden untuk dijawab atau direspon.

    29. perbedaan tes objektif dan subjektif adalah jika objektif bersifat jawaban pasti atau singkat misalnya benar/salah. jika subjektif jawaban bersifat baik uraian bebas maupun terbatas.

  33. Nama : Rahma Indar Pramesthi
    NIM : 1886206034
    Kelas : 3B
    SOAL GENAP

    2. Terdapat dua hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian, yaitu ;
    kualitas instrumen penelitian. Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian yang berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data yang berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen penelitian kuantitatif dapat berupa test, pedoman wawancara, pedoman observasi dan kuesioner. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu, peneliti sebagai instrumen juga harus divalidasi seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian baik secara akademikmaupun logistiknya.

    4. Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan data, maka sumber data disebut dengan responden. Responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis ataupun lisan. Dan apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau suatu proses tertentu. Sumber data dalam penelitian kualitatif dapat dibedakan menjadi empat, yaitu : 1). Narasumber (responden), yaitu orang yang memberikan tanggapan atau respon terhadap apa yang diminta atau ditentukan oleh peneliti dan orang yang memberikan informasi yang akurat, 2). Peristiwa atau aktivitas. Dari suatu peristiwa atau aktivitas, peneliti bisa mengetahui proses bagaimana sesuatu terjadi secara lebih pasti karena menyaksikan sendiri secara langsung. Dengan mengamati sebuah peristiwa atau aktivitas, peneliti dapat melakukan cross check terhadap informasi verbal yang diberikan oleh subyek yang diteliti, 3). Tempat atau lokasi. Informasi tentang kondisi dari lokasi peristiwa bisa digali melalui sumber lokasinya, baik yang merupakan tempat ataupun lingkungannya, 4). Dokumen atau arsip. Dokumen merupakan bahan tertulis atau benda yang berkaitan dengan suatu peristiwa atau aktivitas. Dokumen atau arsip bisa berupa suatu rekaman atau dokumen tertulis.

    6. Yang dimaksud dari observasi ialah suatu aktivitas pengamatan terhadap suatu objek secara cermat dan langsung di lokasi penelitian, serta mencatat secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Kegiatan observasi ini, merupakan kegiatan yang direncanakan dan dicatat secara sistematis serta dapat dikendalikan keandalannya (reliabilitas) dan kesahihannya (validitas).

    8. Manfaat dari observasi penelitian adalah ;
    a. suatu hasil observasi dapat dikonfirmasi dengan hasil penelitian
    b. deskripsi dalam observasi dapat menjelaskan atau memperkirakan mengenai dunia nyata
    c. memungkinkan orang lain untuk menafsirkan hasil penemuan dan bagaimana akan diinterpretasikan
    d. observasi dapat menjelaskan mengenai suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya, serta menimbulkan spekulasi tentang peristiwa tersebut dalam aturan nyata
    e. observasi dapat mencatat indikasi yang terkadang tidak nyata berlangsungnya
    f. proses observasi dapat mencatat keadaan yang tidak dapat direplikasikan dalam suatu eksperimen
    g. suatu peristiwa dapat dicatat secara kronologis sehingga berurutan
    h. suatu observasi dapat dikombinasikan dengan menggunakan sistem lainnya

    10. Objek-objek observasi penelitian
    a. Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut
    b. Kegiatan, menyangkut hal apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut dan apa akibat dari kegiatan tersebut
    c. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka dan gerak tubuh
    d. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung
    e. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati
    f. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan dan kegunaan benda atau alat yang dipakai ketika pengamatan

    12. a. Observasi Partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi. Observer bertindak sungguh-sungguh seperti anggota dari kelompok yang akan diobservasi.
    b. Observasi Non Partisipan adalah suatu proses pengamatan dimana observer tidak ikut didalam kehidupan orang yang akan diobservasi, dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat. Dalam hal ini, observer hanya bertindak sebagai penonton saja tanpa harus ikut terjun langsung ke lapangan.

    14. a. Wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan. Dalam wawancara terstruktur peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah dipersiapkan. Dalam wawancara ini, responden diberikan pertanyaan yang sama.
    b. Wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan. Tujuannya untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak narasumber diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara ini, pendengar secara teliti dalam mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber.

    16. Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara
    a. Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang menghendaki jawaban yang luas dan bebas. Artinya, narasumber bisa menentukan sendiri bagaimana bentuk jawaban dan sepanjang apa jawaban itu hendak diberikan.
    b. Pertanyaan hipotik terbuka, ini hampir sama gayanya dengan pertanyaan terbuka. Yang membedakan hanya struktur pertanyaan itu sendiri. Pada pertanyaan hipotik terbuka, penanya dapat membuat pertanyaan lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    c. Pertanyaan langsung. Dalam pertanyaan langsung dimaksudkan untuk pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang-kadang dapat dijawab dengan kata Ya atau Tidak.
    d. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang membatasi narasumber dalam menjawab, bahkan kemungkinan jawaban telah tersedia. Narasumber tinggal menentukan salah satu pilihan jawaban. Kekuatan pertanyaan semacam ini, jawaban mudah dipahami dan dapat menghemat waktu. Kelemahannya, pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang telah disediakan tidak ada yang disukai oleh narasumber.
    e. Pertanyaan beban. Adalah pertanyaan yang menimbulkan beban berat bagi narasumber. Disebabkan tidak ada jawaban yang benar tetapi menuntut jaaban emosioanl. Pertanyaan beban semacam ini jarang digunakan, karena akan menimbulkan emosional.
    f. Pertanyaan terpimpin, pertanyaan yang diikuti dengan arahan jawaban. Pertanyaan terpimpin sangat membantu dalam mengetahui sampai sejauh mana penjawab setuju dengan pendapatan atau pandangan penanya.
    g. Pertanyaan orang ketiga. Maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawaban pun sepertinya untuk orang ketiga. Gaya pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olah yang bertanya itu bukan dia.
    h. Pertanyaan penyelidik adalah pertanyaan yang sering kali mengikuti pertanyaan langsung dan pertanyaan tertutup, bahkan telah sering. Dengan menggunakan contoh anggapan.

    18. Alat bantu yang digunakan saat wawancara ialah buku, daftar pertanyaan, alat tulis, alat perekam, dan kamera (kalau diperlukan dokumentasi).

    20. Manfaat dari dokumentasi dalam penelitian sebagai penyedia informasi untuk kebutuhan penelitian. Data atau informasi yang terlampir didalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

    22. FGD (Focus Group Discussion) biasa disebut juga dengan Diskusi Kelompok Terarah adalah suatu metode atau teknik dalam mengumpulkan data kualitatif di mana sekelompok orang berdiskusi tentang suatu fokus masalah atau topik tertentu secara spesifik dan dipandu oleh seorang fasilitator atau moderator.
    Ciri-ciri Focus Group Discussion (FGD) ialah ;
    a. FGD di ikuti oleh suatu kelompok yang idealnya terdiri dari 7 sampai dengan 11 orang. Kelompok tersebut harus cukup kecil agar memungkinkan setiap individu mendapat kesempatan mengeluarkan pendapatnya, sekaligus agar cukup memperoleh pandangan dari anggota kelompok yang bervariasi. Jumlah kelompok diusahakan ganjil dengan tujuan manakala FGD harus mengambil keputusan yang akhirnya perlu voting, maka dengan jumlah yang ganjil tersebut dapat membantu kelompok dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
    b. Peserta FGD terdiri dari orang-orang yang memiliki ciri yang sama (ciri yang sama misalnya ialah persamaan gender, tingkat pendidikan, pekerjaan atau persamaan lainnya) atau relatif homogen yang ditentukan berdasarkan tujuan dan kebutuhan studi atau proyek.
    c. FGD merupakan sebuah proses pengumpulan data, oleh karena itu yang diutamakan adalah sebuah proses (proses dalam penelitian atau pengumpulan data tersebut).
    d. FGD adalah sebuah metode dan teknik pengumpulan data kualitatif, oleh karena itu di dalam metode FGD digunakan pertanyaan terbuka (open ended) yang memungkinkan peserta dapat memberikan jawaban dengan penjelasannya.
    e. FGD ialah diskusi terarah. Maka topik diskusi harus ditentukan terlebih dahulu dan pertanyaan dikembangkan sesuai dengan topik serta disusun secara berurutan atau teratur alurnya agar mudah di pahami oleh peserta. Fasilitator mengarahkan diskusi dengan menggunakan panduan pertanyaan tersebut.
    f. Lama waktu yang dibutuhkan berkisar antara 60 sampai dengan 90 menit. Kegiatan FGD yang pertama biasanya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan FGD selanjutnya. Karena pada FGD pertama sebagian besar informasinya baru.
    g. Lazimnya FGD dilakukan beberapa kali. Jumlahnya tergantung pada tujuan dan kebutuhan serta pertimbangan teknis.
    h. FGD dilaksanakan di suatu ruang atau tempat yang disesuaikan dengan pertimbangan utama bahwa peserta dapat secara bebas dan tidak merasa takut untuk mengeluarkan pendapatnya
    .
    24. Angket atau kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan atau pernyataan secara tertulis dan untuk dijawab juga secara tertulis oleh responden. Definisi lain dari angket ialah suatu kumpulan pertanyaan yang tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dri responden tentang diri pribadi atau hal – hal yang ia ketahui.

    26. Perbedaan Angket Tertutup dan Angket Terbuka
    a. Angket Tertutup ialah angket yang didalamnya telah terdapat alternatif jawaban yang telah ditentukan. Jawaban tersebut bisa berupa jawaban yes or no atau pilihan ganda sehingga responden tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawabannya sendiri.
    b. Angket terbuka yaitu angket yang sistem menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda atau yes or no. Sehingga responden bisa leluasa memberikan jawaban sesuai dengan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternatif jawaban dari angket tersebut.

    28. Jenis – jenis tes dalam penelitian pendidikan
    1. Dari segi bentuk pelaksanaannya
    a. Tes Tertulis (paper and pencil test)
    Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada penggunaan kertas dan pensil sebagai instrumen utamanya.
    b. Tes Lisan (oral test)
    Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara tatap muka antara guru dan siswa (face to face).
    c. Tes Perbuatan (performance test)
    Tes perbuatan mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu.
    2. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya
    a. Tes Essay (uraian)
    Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes essay ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dalam bahasa sendiri.
    b. Tes Objektif
    Tes objektif adalah tes yang telah disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawabannya. Misalnya, tes betul salah (true false), tes pilihan ganda (multiple choice), tes menjodohkan (matching), dan tes analisa hubungan (relationship analysis).
    3. Dari segi fungsi tes di sekolah
    a. Tes Formatif
    Tes Formatif yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran
    b. Tes Summatif
    Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu. Tes sumatif dilaksanakan pada tengah atau akhir semester.
    c. Tes Penempatan
    Tes penempatan adalah tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar.
    d. Tes Diagnostik
    Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis penyebab kesulitan yang dihadapi seseorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dan lain -lain yang mengganggu kegiatan belajarnya.

    30. Tahapan – tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian antara lain ;
    a. Mendefinisikan tes, adalah membatasi skup dan tujuannya, serta tahu perbedaan alat ukur yang akan dibuat dengan alat ukur yang ada sebelumnya.
    b. Memilih metode skala. Tujuan tes psikologi adalah penugasan angka-angka kepada jawaban-jawaban tes sehingga jawaban itu bisa dinilai baik atau buruk dari apa yang diukur. Aturan penandaan angka itu disebut dengan metode skala. Pemilihan skala tergantung kepada kecocokan skala itu dengan apa yang diukur, jadi tidak ada istilah “bahwa skala yang satu lebih baik dari skala yang lain”. Dalam skala ini memperlukan pemahaman yang baik bagi penyusun.
    c. Menyusun item. Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan item yaitu:
    1. Apakah item yang ditulis bervariasi atau homogen ?
    2. Berapa rentang tingkat kesulitan yang ingin dicakup ?
    3. Berapa banyak item awal yang ingin dibuat ?
    4. Proses kognitif apa yang ingin dicapai ?
    5. Jenis item seperti apa yang ingin dibuat ?
    d. Menguji item.
    1. Tingkat kesulitan item. Tingkat kesulitan item hanya untuk item dalam tes kognitif.
    2. Reliabilitas item. Reliabilitas item adalah mencari sejauhmana item-item dalam sebuah tes memiliki konsistensi internal yang tinggi. Item-item dalam sebuah tes adalah mengukur perilaku yang sama sehingga item-item tersebut secara logis adalah homogen. Untuk mengetahui homogenitas item adalah dengan mengorelasikan skor item dengan skor total tes. Korelasi yang digunakan adalah korelasi point-biserial untuk item dikotomi dan korelasi product-moment untuk item multikotomi. Item yang dianggap memiliki konsistensi internal dengan tes tersebut adalah yang memiliki korelasi ³ 0,30.
    3. Validitas item
    Kalau relibilitas item adalah dengan mengorelasikan skor item dengan skor total tes itu sendiri, sedangkan validitas item adalah mengorelasikan skor item tersebut dengan skor kriteria. Skor kriteria ini adalah tes lain yang berkaitan dengan tes yang diuji.
    e. Merevisi tes. Tujuan analisis item adalah mengetahui item-item yang tidak produktif sehingga bisa direvisi. Item-item yang direvisi adalah item-item yang masih ditoleransi kesalahannya.
    f. Menerbitkan tes

  34. NAMA : INTAN ECKY PUSPITA
    NIM 1886206028
    PRODI : PGSD 3B

    Tugas Web No Genap
    2. Jelaskan hal hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian
    Kualitas merupakan suatu hal yang dianggap baik karena telah memenuhi standar tertentu. Cara seseorang dalam memperoleh data sangat berpengaruh terhadap kualitas data penelitian. Ada 2 hal yang mempengaruhi kualitas dari data penelitian antara lain,
    a. kualitas instrumen penelitian. kualitas instrumen penelitian yang berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan data yang berkenaan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen penelitian kuantitatif dapat berupa test, pedoman wawancara, pedoman observasi dan kuesioner. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri.
    b. kualitas pengumpulan data, Pengumpulan data merupakan langkah yang strategis atau cocok dalam penelitian, karena pada dasarnya tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data itu sendiri dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber dan cara atau teknik.
    4. Jelaskan siapa saja yang menjadi sumber data pada sebuah penelitian
    Sumber data dari sebuah penelitian merupakan subyek dari mana data yang kita peroleh. Pada penelitian yang menggunakan wawancara, maka sumber datanya di sebut responden atau orang yang merespon ketika kita bertanya dan orang yang menjawab pertanyaan yang kita ajukan. Jika penelitian yang kita lakukan menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya berupa benda/gerakan dari benda yang kita observasi. Contohnya ketika kita sedang meneliti tumbuhan padi, maka sumber datanya adalah padi
    6. Observasi adalah salah satu teknik dalam pengumpulan data penelitian. Apa yang dimasksud dengan observasi tersebut!
    Observasi merupakan salah satu teknik/metode dalam pengumpulan data penelitian yang bersifat alamiah. Observasi merupakan teknik penilitian dengan cara pengamatan atau penglihatan terhadap suatu objek secara langsung di lokasi observasi serta mencatat hasilnya secara sistematis mengenai hal-hal yang didapatkan ketika meneliti. Menurut Sutrisno hadi, pengertian observasi adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks yang terdiri dari berbagai macam proses, baik proses biologis maupun proses psikologis yang lebih mementingkan proses-proses ingatan dan pengamatan.
    8. Jelaskan manfaat dari observasi tersebut
    Manfaat dari observasi tersebut antara lain, hasil data dari observasi tersebut dapat di konfirmasi langsung dengan hasil penelitian , observasi dapat menjelaskan mengenai suatu peristiwa atau kejadian yang dapat di uji kualitasnya, observasi dapat mencatat keadaan yang tidak dapat direplikasikan dalam suatu eksperimen, suatu peristiwa/kejadian yang dialami dapat di catat secara kronologis sehingga berurutan.
    10. Jelaskan objek objek dalam observasi penelitian!
    Objek observasi merupakan segala sesuatu yang akan di observasi dan dianalisis selama proses observasi. Contohnya pada tanaman Padi, objek nya yaitu pertumbuhan padi. Peneliti melakukan pengamatan pada tumbuhan padi mulai dari menanam, merawat hingga padi tersebut menguning dan siap dipanen.
    12. Terdapat 2 jenis observasi, yakni observasi pertisipasi dan observasi nonpartisipasi. Jelaskan perbedaan keduannya!
    Observasi partisipasi merupakan observasi dimana peneliti ikut terlibat langsung dalam kegiatan pengamatan di lapangan. Peneliti bertindak menjadi obsever dan menjadi bagian dari kelompok yang ditelitinya. Kelebihannya adalah peneliti menjadi bagian integral dari berbagai situasi yang dipelajari dilapangan, sehingga kehadiran tidak mempengaruhi situasi di lapangan. Contohnya ketika guru sedang mengamati siswanya, guru hanya sebagai pengamat.
    Sedangkan observasi non-partisipasi merupakan observasi yang pelaksanaannya tidak melibatkan peneliti sebagai observer yang diteliti, penelitian jenis ini banyak digunkan pada masa sekarang, contohnya guru hanya bisa menjadi pengamat dan tidak terlibat langsung dalam aktifitas siswa. Kelemahannya yaitu kehadiran pengamat dikhawatirkan dapat mempengaruhi perilaku atau sikap orang yang amati.
    14. Terdapat 2 jenis wawancara, yakni wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Jelaskan keduannya!
    Wawancara terstruktur merupakan wawancara yang telah dipersiapkan dan yang akan dilaksanakan dengan terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan.
    Sedangkan wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan.
    16. Jelaskan jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara
    Pertanyaan
    18. Alat bantu apa saja yang harus dibutuhkan dalam melakukan kegiatan wawancara?
    Buku catatan, tape recorder, kamera/hp untuk merekam.
    20. Jelaskan manfaat dari dokumentasi dalam penelitian pendidikan
    Manfaat dokumentasi dalam penelitian pendidikan yaitu sebagai penyedia data untuk keperluan penelitian. Data atau informasi yang tercantum dalam sebuah berkas dapat di pergunakan untuk keperluan pengembangan ilmu pengetahuan.
    22. Jelaskan ciri ciri FGD (Focus Group Discussion) dari penelitian
    Peserta memiliki kesamaan ciri, tidak saling mengenal, maksudnya peserta harus memiliki ciri-ciri yang sama atau homogen yang ditentukan oleh tujuanatau topik diskusi dengan tetap menghormati dan memperhatikan perbedaan ras, etnik, bahasa, kemampuan baca tulis, penghasilan dan gender.
    Proses pengumpulan data kualitatif, FGD berjutuan untuk mengumpulkan data mengenai persepsi dan pandangan peserta terhadap sesuatu, tidak berusaha mencari konsensus atau mengambil keputusan mengenai tindakan apa yang akan diambil.
    Menggunkan topik terfokus, topik diskusi ditentukan terlebih dahulu dan diatur secara beurutan. Pertanyaan diatur sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti oleh peserta diskusi.
    24. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dengan melalui angket. Jelaskan pengertian dari angket tersebut!
    Angket merupakan metode dalam penelitian yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang akan diajukan kepada calon responden. Yang tujuannya untuk mendapatkan tanggapan dari responden sesui dengan keadaan yang sebenarnya.
    26. Terdapat 2 jenis angket, yakni angket tertutup dan angket terbuka. Jelaskan perbedaan keduanya!
    Angket terbuka merupakan angket yang dapet memberi kesempatan kepada responden untuk memberi jawaban secara bebas dengan menggunakan kalimatnya sendiri.
    Sedangkan angket tertutup merupakan angket yang jawabannya telah disediakan dan responden hanya tinggal memilih jawaban yang sudah tersedia.
    28. Jelaskan jenis jenis tes dalam penelitian pendidikan
    Dari segi bentuk pelaksanaannya
    Tes tertulis, tes tertulis merupakan tes yang lebih menekankan pada pemberian soal dan memberikan jawabannya pada kertas yang telah disediakan, baik dengan tulis tangan maupun menggunakan komputer
    Tes lisan, tes lisan dilakukan dengan pembicaraan/ wawancara tatap muka antara guru dnegan murid
    Tes perbuatan, tes perbuatanmengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja, tes ini mengutamakan pelaksanaan perbuatan peserta didik.
    Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawaban
    Tes essay (uraian), merupakan tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa memberikan jawaban dengan bahasanya sendiri, tes ini bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan menjelaskan suatu pendapat dalam bahasanya sendiri.
    Tes objektif, merupakan tes yang disusun sedemikian rupa dan telah di sediakan jawabannya
    Dari segi fungsi tes di sekolah
    Tes formatif, merupakan tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung
    Tes summatif, merupakan tes yang diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu.
    Tes penempatan, merupakan tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik.
    Tes diagnostik, merupakan tes yang digunakan untuk mendiagnosis penyebab kesulitan yang dihadapi oleh pesrta didik baik dari segi intelektual, emosi maupun fisik.
    30. tahapan-tahapan dalam penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian
    a. Mendefinisikan tes, adalah membatasi skup dan tujuannya, serta tahu perbedaan alat ukur yang akan dibuat dengan alat ukur yang ada sebelumnya.
    b. Memilih metode skala. Tujuan tes psikologi adalah penugasan angka-angka kepada jawaban-jawaban tes sehingga jawaban itu bisa dinilai baik atau buruk dari apa yang diukur. Aturan penandaan angka itu disebut dengan metode skala. Pemilihan skala tergantung kepada kecocokan skala itu dengan apa yang diukur, jadi tidak ada istilah “bahwa skala yang satu lebih baik dari skala yang lain”.
    c. Menyusun item. Ada lima hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan item yaitu:
    1. Apakah item yang ditulis bervariasi atau homogen ?
    2. Berapa rentang tingkat kesulitan yang ingin dicakup ?
    3. Berapa banyak item awal yang ingin dibuat ?
    4. Proses kognitif apa yang ingin dicapai ?
    5. Jenis item seperti apa yang ingin dibuat ?
    d. Menguji item.
    1. Tingkat kesulitan item. Tingkat kesulitan item hanya untuk item dalam tes kognitif.
    2. Reliabilitas item. Reliabilitas item adalah mencari sejauhmana item-item dalam sebuah tes memiliki konsistensi internal yang tinggi. Item-item dalam sebuah tes adalah mengukur perilaku yang sama sehingga item-item tersebut secara logis adalah homogen. Untuk mengetahui homogenitas item adalah dengan mengorelasikan skor item dengan skor total tes. Korelasi yang digunakan adalah korelasi point-biserial untuk item dikotomi dan korelasi product-moment untuk item multikotomi. Item yang dianggap memiliki konsistensi internal dengan tes tersebut adalah yang memiliki korelasi ³ 0,30.
    3. Validitas item
    Kalau relibilitas item adalah dengan mengorelasikan skor item dengan skor total tes itu sendiri, sedangkan validitas item adalah mengorelasikan skor item tersebut dengan skor kriteria. Skor kriteria ini adalah tes lain yang berkaitan dengan tes yang diuji.
    e. Merevisi tes. Tujuan analisis item adalah mengetahui item-item yang tidak produktif sehingga bisa direvisi. Item-item yang direvisi adalah item-item yang masih ditoleransi kesalahannya.
    f. Menerbitkan tes

  35. NAMA : FITRIA SARI
    NIM : 1886206026
    KELAS : III B
    PRODI :PGSD
    NOMOR GENAP !

    2. Dua hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Yang pertama yaitu kualitas instrumen penelitian yang berkenaan dengan validitas dan realibitas instrumen dan yang kedua yaitu kualitas pengumpulan data yang berkenaan dengan ketepatan atau cara – cara yang digunakan untuk mengumpulkan data

    4. Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.
    Apabila penelitian menggunakan kuisioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang meresponatau menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan.
    Apabila peneliti menggunakan teknik observasi, maka sumber datanya bisa berupa benda, gerak atau proses tertentu. Contohnya penelitian yang mengamati tumbuhnya jagung, simber ddatanya adalah jagung, sedangkan objek penelitiannya adalah pertumbuhan jagung.
    6. .Secara umum, pengertian observasi adalah suatu aktivitas pengamatan terhadap suatu objek secara cermat dan langsung di lokasi penelitian, serta mencatat secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti.

    8.– Hasil observasi dapat dikonfirmasi dengan hasil penelitian.
    – Deskripsi dalam observasi dapat menjelaskan dan memperkirakan tentang dunia nyata.
    – Memungkinkan orang lain untuk bisa menafsirkan hasil penemuan yang akan diinterpretasikan.
    – Dapat menjelaskan suatu peristiwa dan dapat diuji kualitasnya dan dapat menimbulkan spekulasi mengenai peristiwa tersebut di dunia nyata.
    – Dapat mencatat indikasi yang terkadang tidak nyata berlangsungnya.
    – Suatu peristiwa dapat dicatat dengan cara kronologis sehingga berurutan.
    – Observasi dapat dikombinasikan dengan sistem lainnya.

    10.
    a. Pelaku atau partisipan, menyangkut siapa saja yang terlibat dalam kegiatan yang diamati, status mereka dan hubungan mereka dengan kegiatan tersebut
    b. Kegiatan, menyangkut hal apa yang dilakukan oleh partisipan, apa yang mendorong mereka melakukannya, untuk siapa mereka melakukannya, bagaimana mereka melakukannya, bagaimana bentuk kegiatan tersebut dan apa akibat dari kegiatan tersebut
    c. Tujuan, menyangkut apa yang diharapkan partisipan, baik dalam bentuk tindakan, ucapan, ekspresi muka dan gerak tubuh
    d. Ruang atau tempat, menyangkut lokasi peristiwa yang diamati berlangsung
    e. Waktu, menyangkut jangka waktu kegiatan yang diamati
    f. Benda atau alat, menyangkut jenis, bentuk, bahan dan kegunaan benda atau alat yang dipakai ketika pengamatan

    12.a. Observasi partisipan
    Peneliti juga dapat mengambil peran dalam situasi yang berlangsung. Pada jenis ini, peneliti menjadi salah satu orang yang melakukan aktivitas yang diteliti. Dengan demikian, peneliti mendapatkan pengalaman secara langsung dari aktivitas tersebut sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih mendalam. Contohnya, seorang peneliti ikut tinggal bersama suatu suku tertentu untuk mengetahui bagaimana adat dan kebiasaan suku tersebut dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
    b. Observasi non-partisipan
    Pada observasi non-partisipan, peneliti mengumpulkan data yang dibutuhkannya tanpa menjadi bagian dari situasi yang terjadi. Peneliti memang hadir secara fisik di tempat kejadian, namun hanya mengamati serta melakukan pencatatan secara sistematis terhadap informasi yang diperolehnya. Observasi jenis ini harus dilakukan dalam suatu periode yang panjang agar seluruh data yang dibutuhkan benar-benar terkumpul secara lengkap, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Contoh dari jenis ini ialah pengamatan peneliti pada aktivitas di suatu perusahaan untuk mencatatkan aktivitas harian para manajer. Peneliti tidak terlibat dalam aktivitas tersebut, namun dapat memperoleh data.

    14. a. Wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan. Dalam wawancara terstruktur peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah dipersiapkan. Dalam wawancara ini, responden diberikan pertanyaan yang sama.
    b. Wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan. Tujuannya untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak narasumber diminta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara ini, pendengar secara teliti dalam mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber.

    16. Berikut adalah jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara :
    a. Pertanyaan terbuka, yaitu sebuah pertanyaan yang menghendaki sebuah jawaban yang lebih luas dan bebas. Yang artinya, seorang narasumber bisa menentukan sendiri bagaimana mereka menjawab dan sepanjang apa jawaban itu diberikan.
    b. Pertanyaan hipotik terbuka, sebenarnya hampir sama dengan jenis pertanyaan terbuka tetapi yang membedakan hanya pada struktur pertanyaannya. Pada pertanyaan hipotik terbuka seorang penanya dapat membuat pertanyaan yang lebih luas dengan memberikan beberapa keterangan untuk menyesuaikan dengan situasi wawancara.
    c. Pertanyaan langsung, pertanyaan yang menghendaki jawaban singkat dan kadang dapat dijawab ” ya” ataupun “tidak”. Pertanyaan langsung sangat berharga karena dapat langsung mengembalikan penjawab untuk memikirkan jawaban secara singkat, akan tetapi kelemahannya adalah pertanyaan semacam ini hanya mengungkapkan hal sedikit saja.
    d. Pertanyaan tertutup,merupakan pertanyaan yang membatasi jawaban seorang narasumber, dan kemungkinan jawaban narasumber telah tersedia dan narasumber tinggal menentukan pilihan jawaban yang sudah ada. Kekuatan dari pertanyaan ini adalah jawaban sangat mudah dipahami dan sangat menghemat waktu. Kelemahannya sendiri adalah pertanyaan semacam ini akan menjadi gangguan bila pilihan jawaban yang disediakan tidak ada yang disukai oleh narasumber.
    e. Pertanyaan beban, adalah pertanyaan yang akan menimbulkan beban berat bagi seorang narasumber. Karena tidak ada jawaban yang benar tetapi menuntut jawaban yang emosional. Pertanyaan beban ini jarang digunakan karena akan menimbulkan emosional pada pewawancara dan narasumber.
    f. Pertanyaan terpimpin, sebuah pertanyaan yang diskusi dengan arahan jawaban. Pertanyaan terpimpin ini sangat membantu dalam mengetahui sejauh mana narasumber setuju dengan pendapat dan pandangan penanya.
    g. Pertanyaan orang ketiga, maksudnya isi pertanyaan yang diajukan seolah-olah dari orang ketiga dan jawabannya pun sepertinya untuk orang ketiga. Pertanyaan semacam ini dibuat agar penanya terlepas dari rasa terganggu secara emosional sehingga perlu dialihkan seolah-olah yang bertanya itu bukan dia.
    h. Pertanyaan penyelidik,adalah pertanyaan yang sering mengikuti pertanyaan langsung dan tertutup. Dengan menggunakan contoh anggapan

    18. Alat bantu yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan wawancara yaitu buku catatan, tape recorder, kamera. Hasil wawancara segera harus dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.

    20. Manfaat dari dokumentasi dalam penelitian pendidikan sebagai penyedia informasi untuk kebutuhan penelitian. Data maupun informasi yang ada di dalam sebuah berkas bisa digunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

    22. Ciri-ciri FGD yaitu :
    a. Jumlah kelompok terbatas. Hanya terdiri 7 sampai 11 orang.
    b. Anggota kelompok terdiri dari orang yang memiliki ciri yang sama. Persamaan gender, persamaan tingkat pendidikan, persamaan tingkat pekerjaan dan sebagainnya.
    c. Mengutamakan proses pengumpulan data.
    d. Menggunakan pertanyaan terbuka dalam pengumpulan data.
    e. FGD merupakan diskusi terarah yang harus menentukan topik terlebih dahulu.
    f. Lama waktu yang dibutuhkan terbatas 60-90 menit.
    g. Dilakukan beberapa kali.
    h. Dilakukan di suatu ruang atau tempat yang disesuaikan dengan pertimbangan bahwa peserta dapat secara bebas dalam mengeluarkan pendapat.

    24. Angket atau kuesioner merupakan instrumen penelitian yang berupa daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden. Angket dapat disebut sebagai wawancara tertulis karena isi kuesioner merupakan satu rangkaian pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden dan diisi sendiri oleh responden.

    26. Angket tertutup merupakan angket yang di dalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pembuat angket. Jawaban tersebut bisa berupa jawaban ya ataupun tidak, ataupun pilihan ganda narasumber (responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri. Sedangkan angket terbuka merupakan angket yang sistem menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun ya ataupun tidak sehingga responden bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.
    28. Jenis- jenis tes dalam penelitian pendidikan :
    Dari segi bentuk pelaksanaannya :
    • Tes tertulis, dalam pelaksanaannya menekankan pengguanaan kertas dan pensil sebagai instrumen utama.
    • Tes lisan, dilakukan dengan wawancara tatap muka.
    • Tes perbuatan, mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja.
    Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya :
    • Tes essay, adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan dengan bahasa sendiri.
    • Tes objektif, adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan altermatif jawabannya yang terdidri dari tes betul-salah, tes pilihan ganda, tes menjodohkan dan tes analisa hubungan.
    Dari segi tes di sekolah :
    • Tes formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung.
    • Tes sumatif, diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu.
    • Tes penempatan, adalah tes yang diberikan dalam rangka menetukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik.
    • Tes diagnostik, adalah tes yang digunakan untuk mendiagnosis penyebab kesulitan yang dihadapi seorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dll.
    30. Tahap penyusunan tes pada sebuah pengumpulan data penelitian yaitu :
    a. Merumuskan atau menentukan tes.
    b. Mengidentifikasi hasil belajar yang hendak diukur dengan tes.
    c. Menandai hasil belajar yang spesifik dan merupakan tingkah laku atau aktifitas yang bisa diamati dan sesuai dengan TIK.
    d. Merinci mata pelajaran atau bahan pelajaran yang akan diukur.
    e. Menyiapkan tabel spesifikasi.
    f. Menggunakan tabel spesifikasi sebagai dasar penyusunan tes.

  36. 2. Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian yaitu. Kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan ketepatan cara cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data vaild atau reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Untuk mengetahui bagaimana teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif.
    4. Sumber data itu dibagi menjadi dua yaitu sumber data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh penelitian secara langsung, sementara data sekunder adalah data yang diperoleh penelitian dari sumber yang ada. Contoh data primer : dieproleh dari responden melalui kuisioner, kelompok, fokus, dan panel atau juga data dari hasil wawancara penelitiandengan narasumber.
    Cotoh data sekunder : catatan atau dokumen perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah data yang diperoleh dari majalah atau lain sebagainnya.

    6. Observasi adalah metode pengumpulan data yang kompeleks karena melibatkan berbgai faktor dalam pelaksanaannya. Metoe observasi tidak hanya mrngukur sikap dari respomden, namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai venomena yang terjadi.
    8. A. Membawa wawasan dan pengetahuan yang sebelumnya kita belum tahu menjadi tahu.
    B. Hasil observsi yang dibuat dapat dikonformasikan dengan hasil penelitian.
    C. Diakripsi memberikan gambaran yang nyata.
    D. Menungkinkan pembaca memiliki penafsiran sendiri terhadap temuan.
    E. Dapat menjelaksan proses peristiwa berlangsungd and apat menguji kualitas.
    F. Memcatat gejala yang kadang tidak jelas berlangsungnya.
    G. Mencatat situasi yang tidak diprediksi
    H. Kronologi peristiwa dapan dicatatd engan runtut.
    I. Peralatan dan teknologi dapat merekam secafa permanen.
    J. Dapat berkombinasi dengan metode lain.
    10. Misalnya kita melakukan peneitian dengan fokus utama tentang masyarakat yang menolak pendirian bandara baru didaerahnya. Objek oenelitian kita tentunya melibatkan masyarakat. Namun obje penelitian adalah permasalahn. Maka deskripsi yang tepat untuk objek penelitian adalah penolakan masyarakat terhadap rencana pembangunan bandara baru.
    12. Observasi partisipan : bentuk dari metode untuk melakukan pengamatan yang dimana dilakukan oleh para observer dengan menjadi bagian dari sebuah kehidupan orang yang dimana akan dilkaukan sebuah observasi.
    Observasi non partisipan : bentuk dari partisipasi yang dimana observer tidak akan masuk dalam sebuah kehidupan dari orang yang dilakukan observasi dan juga akan terpisah dari kedudukan sebagai pengamat.
    14. Wawancara terstrukur : digunakan sebagai teknik pengugumpulan data bila penelitian telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang dipeorleh. Pewawancara telah emnyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan.
    Wawancara tidak berstruktur : terbuka sering digunakan dalam penelitian pendahuluan atau masalah untuk penelitian yang lebih mendalam tentang subjek yang diteliti
    16. A. Pertanyaan terbuka
    B. Pertanyaan hipotik terbuka
    C. Pertanyaan langsunh
    D. Pertanayan tertutup
    E. Pertanyaan beban
    F. Pertanyaan terpimpin
    G. Pertanyaan orang ketiga
    H. Pertanyaan penyidik
    18. Buku, pulpen, alat perekam
    20. Aspek administrasi : untuk mencatat
    Aspek hukum : alat bukti yang sah.
    Aspek pendidikan : suatu informasi atau berkas jika didokumentasikan bermanfaat untuk mendukung kegiatan pembelajaran, isi dari informasi berkaitan degan data tetang kronologis perkembangan pelayanna kebidanna yang sudah diberikan apda siswa.
    Aspek penelitian : informasi yang terlampir
    Aspek ekonomi : mendokumentasi besarnya yang harus dikeluarkan.
    Aspek menejemen : melaporkan dan manyusun program pelaksanaan keputusan o
    Pimenpin.
    22. 1. Jumlah peserta didik terbatas, dengan tujuan agar setiap peserta mendapat kesemaptan untuk berbicara, mengemukakan pendapatan dan terlibat aktif dalam diskusi.
    2. Peserta diskusi berasal dari suatu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen dengan cii ciri yg sama.
    24. Angket merupakan pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Angket merupakan kumpulan pertanyaan pertanyaan yang tertulis.
    26. Angket tertutup : angket yang didalamnya telah terdapat alternativ jawaban yang telah ditetukan oleh si pemuat angket. Jawaban tersebut bsia berupa jawaban yes or no. Atau pilihan ganda sehingga narasumber tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.
    Angket terbuka : angket yang sistem menjawabnya tidka menggukan pilihan ganda maulu yes or no sehingga responden bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan mendaat mereka sendiri.
    28. Tes tulis, tes lisan, ter perbuatan
    30. 1. Menentukan persiapan dan tujuan mengadakan tes.
    2. Pemilihan materi
    3. Menentukan bentuk dan jenis tes
    4. Merumuskan tujuan intruksional
    5. Menderetka semua tik dalam tabel persiapan
    6. Menyusun tabel
    7. Menentukan jumlah butir dan menuliskan butir soal
    8. Menentukan skor
    9. Membaut kisi kisi
    10. Menyusu tes berdasarkan kisi kisi

  37. Nama: Mohammad Khoirul Anam
    Nim: 1886206003
    Prodi: PGSD/A/3

    1.Jelaskan mengapa dibutuhkan pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1?
    agar penelitian yang di lakukan mendapatkan data yang valid agar dapat teruji kebenarannya dan dapat dipertanggungjawabkan

    3.Hal yang utama dalam penelitian adalah sumber data. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber data tersebut! maksud dari sumber data dalah dari mana seorang peneliti dalam mendapatkan data tersebut, sumber data sangat penting, jika tidak ada sumber data maka tidak akan ada penelitian

    5. Ketepatan memilih dan menetukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian.
    pernyataan tersebut sangat benar, karena jika data yang di dapat kurang tepat maka penelitian kurang memuaskan dan hasilnya nanti tidak bisa di buktikan dengan benar.

    7. Observasi penelitian harus dilaksanakan secara teratur atau sistematis agar hasilnya memuaskan dan lebih mudah dipahami agar dapat dipahami oleh pembaca dan dapat dikaji ulang oleh peneliti.

    9.observasi akan menghasilkan Informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian, informasi yang berkaitan dengan hal yang akan diteliti, informasi ini dapat memudahkan peneliti seperti peristiwa apa, dimana tempat dan waktunya.

    11. Ada 3 tahapan dalam observasi
    yaitu tahapan observasi deskriptif, tahapan observasi terfokus, dan tahapan observasi terseleksi.
    1. Tahapan observasi deskriptif, pada tahap ini peneliti belum menemukan masalah yang akan diteliti, peneliti harus melakukan pendalaman masalah tersebut
    2. Tahapan observasi terfokus, pada tahap ini peneliti difokuskan pada aspek penelitian tertentu.
    3. Tahapan observasi terseleksi, pada tahap ini peneliti telah menjabarkan fokus yang ditemukan, sehingga datanya lebih rinci. dan peneliti dapat menemukan persamaan dan pebedaan.

    13. Wawancara adalah salah satu teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara bertanya jawab dengan narasumber, wawancara dapat dilakukan dengan dua orang atau lebih.

    15. langkah-langkah dalam melakukan wawancara adalah menentukan narasumber, kemudian menyiapkan daftar pertanyaan yang diajukan,
    bahan pembicaraan, membuka wawancara dengan bahasa yang baik, melangsungkan wawancara dengan runtut kemudian memberitau kesimpulan wawancara tersebut dan menuliskan hasil wawancara tersebut dan yang terakhir adalah mengidentifikasi tindak lanjut dari wawancara tersebut.
    .
    17. Tips-tips dalam melakukan wawancara adalah melakukan wawancara dengan terstruktur, menggunakan bahasa yang santun dan mudah di pahami, tidak berbelit-belit dan hanya menanyakan tentang hal yang perlu di tanyakan, tidak perlu bertanya yang lain atau hal yang bersifat pribadi kepada narasumber.

    19. Dokumentasi adalah data yang bersifat sebagai bukti, dapat berupa dokumen, audio, video dan gambar.

    21. FGD (forum grup discusion) adalah salah satu teknik dalam penelitian yang mempunyai suatu kelompok untuk membahas suatu masalah tertentu dengan beranggotakan 8-12 orang dan ada satu moderator yang memimpin, teknik ini digunakan dalam penelitian kualitatif. Irwanto (2006: 1-2) mendefinisikan FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok.

    23. kelebihan dan kekurangan FGD
    kelebihanya yaitu adanya moderator sebagai pempimpin diskusi, efisiensi biaya karena tidak banyak orang, dan mampu menggali keyakinan, kebiasaan, dan penilaian dalam kelompok. kemudian kekurangannya adalah peserta tidak mewakili semua objek penelitian kemudian sulit mengendalikan proses diskusi karena anggota tidak mewakili semua objek yang diteliti dan tidak mampu menghasilkan
    data statistik tentang objek

    25. Ciri-ciri angket dalam penelitian adalah berupa penyataan atau pertanyaan secara tertulis yang diisi oleh responden secara tidak langsung.

    27. Tes adalah teknik dalam penelitian yang menggunakan pertanyaan yang di berikan kepada responden untuk dijawab atau direspon.

    29. perbedaan tes objektif dan subjektif adalah jika objektif bersifat jawaban pasti atau singkat misalnya benar/salah. jika subjektif jawaban bersifat baik uraian bebas maupun terbatas.

  38. Nama : Poin Agus Pangestu
    NIM : 1886206002
    Prodi : PGSD
    TK / SMT/ Kelas : 2/3/A
    No Ganjil

    1. Jelaskan mengapa dibutuhkan pemahaman sumber data dan teknik pengumpulan data bagi mahasiswa S1?
    Agar nanti hasil dari pengumpulan data selesai hasilnya dapat dipercaya dan tidak menjadi rancu atau membingungkan

    3. Hal yang utama dalam penelitian adalah sumber data. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber data tersebut!

    Yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.

    5. Ketepatan memilih dan menentukan jenis sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian. Jelaskan pernyataan tersebut!
    Ketepatan dalam memilih dan menentukan sumber data akan menentukan kekayaan data yang diperoleh pada suatu penelitian.. dalam hal ini memang ketepatan dalam memilih dan menentukna sumber data sangatlah penting.. karena apabila pemilihan tidak tepat, maka penelitian tidak akan berhasil atau data yang diperoleh kurang benar

    7. Mengapa observasi penelitian harus dilaksanakan secara sistematis. Jelaskan

    Karena penelitian yg sistematis atau berurut dan jelas dapat membantu pembaca lebih memahami hasil penelitiannya

    9. Observasi akan diperoleh informasi-informasi yang bermanfaat untuk sebuah penelitian. Jelaskan jenis informasi-informasi apa saja yang dimaksud dalam pernyataan tersebut!

    Informasi tentang data data atau segala hal yang berhubungan dengan sebuah penelitian

    11. Jelaskan tahapan-tahapan dalam observasi penelitian!

    Menentukan tujuan observasi.
    Menentukan perilaku yang akan diobservasi,
    Mendefinisikan perilaku yang akan diamati,
    Menjabarkan pengertian perilaku
    Menentukan metode observasi yang akan digunakan
    Menentukan situasi atau setting observasi
    Menentukan jumlah observer
    Menentukan teknik pencatatan
    Menyusun panduan observasi,
    Membuat format pencatatan,
    Mengadakan pengarahan pada para observer
    Mengestimasi reliabilitas dan validitas observasi.
    Menginterpretasikan hasil observasi dan menyusun laporan observasi.

    13. Salah satu teknik pengumpulan data adalah wawancara. Jelaskan apa yang dimaksud dengan wawancara tersebut!

    Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara peneliti dan narasumber. Seiring perkembangan teknologi, metode wawancara dapat pula dilakukan melalui media-media tertentu, misalnya telepon, email, atau skype.

    15. Jelaskan langkah-langkah dalam melakukan wawancara!

    Langkah-langkah wawancara:

    Menentukan topik wawancara.
    Menentukan narasumber/ responden.
    Menyusun daftar pertanyaan (dengan memperhatikan kelengkapan isi (5W + 1H).
    Melakukan wawancara dengan bahasa yang santun, baik, dan benar.
    Mencatat pokok-pokok informasi berdasarkan jawaban narasumber. (Dapat menggunakan alat perekam sebagai alat bantu).
    Menulis laporan hasil wawancara.

    17. Jelaskan tips-tips dalam melakukan wawancara!

    1. Menghubungi orang yang akan diwawancara, baik langsung maupun tidak langsung dan pastikan kesediaannya untuk diwawancarai.
    2. Persiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok-pokok masalah yang akan ditanyakan dalam wawancara. Persiapkan daftar pertanyaan secara baik dengan memperhatikan 6 unsur berita, yaitu 5W + 1H. Pada saat kegiatan wawancara berlangsung usahakan tidak terlalu bergantung pada pertanyaan yang telah disusun.
    3. Berikan kesan yang baik, misalnya datang tepat waktu sesuai perjanjian.
    4. Perhatikan cara berpakaian, gaya bicara, dan sikap agar menimbulkan kesan yang simpatik.

    19. Salah satu teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. Jelaskan pengertian dari dokumentasi tersebut!

    adalah metode pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung kepada subjek penelitian. Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna untuk bahan analisis. Dokumen yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yakni:

    21. Jelaskan pengertian dari Focus Group Discussion (FGD) dalam sebuah pengumpulan penelitian!

    Pengertian FGD FGD secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu diskusi yang dilakukan secara sistematis dan terarah mengenai suatu isu atau masalah tertentu. Irwanto (2006: 1-2) mendefinisikan FGD adalah suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. a. Diskusi (bukan wawancara atau obrolan); b. Kelompok (bukan individual); c. Terfokus/Terarah (bukan bebas). Artinya, walaupun hakikatnya adalah sebuah diskusi, FGD tidak sama dengan wawancara, rapat, atau obrolan beberapa orang di kafe-kafe. FGD bukan pula sekadar kumpul-kumpul beberapa orang untuk membicarakan suatu hal. Banyak orang berpendapat bahwa FGD dilakukan untuk mencari solusi atau menyelesaikan masalah. Artinya, diskusi yang dilakukan ditujukan untuk mencapai kesepakatan tertentu mengenai suatu permasalahan yang dihadapi oleh para peserta, padahal aktivitas tersebut bukanlah FGD, melainkan rapat biasa. FGD berbeda dengan arena yang semata-mata digelar untuk mencari konsensus. Sebagai alat penelitian, FGD dapat digunakan sebagai metode primer maupun sekunder. FGD berfungsi sebagai metode primer jika digunakan sebagai satu-satunya metode penelitian atau metode utama (selain metode lainnya) pengumpulan data dalam suatu penelitian. FGD sebagai metode penelitian sekunder umumnya digunakan untuk melengkapi riset yang bersifat kuantitatif dan atau sebagai salah satu teknik triangulasi. Dalam kaitan ini, baik berkedudukan sebagai metode primer atau sekunder, data yang diperoleh dari FGD adalah data kualitatif.

    23. Jelaskan kelebihan dan kekurangan FGD dalam pengumpulan data penelitian!

    Not as In Depth
    Dibandingkan dengan wawancara individual, Focus group tidak seefisien dalam mencakup kedalaman maksimum pada masalah tertentu. Kerugian tertentu dari Focus group adalah kemungkinan bahwa anggota mungkin tidak mengungkapkan pendapat jujur dan pribadi mereka tentang topik yang ada. Mereka mungkin ragu mengekspresikan pemikiran mereka, terutama saat pikiran mereka bertentangan dengan pandangan peserta lain.

    Moderator Bias
    Moderator dapat sangat mempengaruhi hasil diskusi kelompok. Mereka mungkin dengan sengaja atau tidak sengaja, menyuntikkan bias pribadi mereka ke dalam pertukaran gagasan para peserta. Ini dapat mengakibatkan hasil yang tidak akurat. Moderator juga dapat memimpin peserta focus group untuk mencapai asumsi atau kesimpulan tertentu tentang sebuah gagasan atau produk. Karena takut menentang pendapat moderator, atau bahkan karena takut mengecewakan moderator, peserta mungkin tidak mengungkapkan pendapat mereka yang sebenarnya dan jujur.

    25. Jelaskan ciri-ciri angket dalam penelitian pendidikan!
    1. Angket tertutup

    Angket tertutup yaitu angket yang didalamnya telah terdapat alternative jawaban yang telah ditentukan oleh si pemuat angket. Jawaban tertsebut bisa berupa jawaban yes or no, atau pilihan ganda sehingga narasumber (read : Responden) tidak berkesempatan untuk mengisi dengan jawaban sendiri.

    2. Angket terbuka

    Angket terbuka yaitu angket yang system menjawabnya tidak menggunakan pilihan ganda maupun yes or no sehingga responden (narasumber) bisa leluasa mengisi pertanyaan dalam angket tersebut dengan jawaban dan pendapat mereka sendiri tanpa dibatasi oleh alternative jawaban dari angket tersebut.

    3. Kombinasi angket terbuka dan angket tertutup

    Jenis angket ini yaitu gabungan dari kedua jenis angket sebelumnya, maksudnya dalam angket ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan alternative jawabannya, namun terdapat pula pilihan alternative bagi responden (narasumber) untuk membuat jawabannya sendiri untuk mengemukakan pendapatnya apa bila didalam pilihan jawaban yang disediakan oleh pembuat angket tersebut tidak terdapat jawaban seperti yang responden inginkan.

    4. Angket langsung

    Angket langsung yaitu angket yang berisi daftar pertanyaan yang berhubungan dengan respondens (jawaban tentang diri responden, missal jumlah anak, jumlah penghasilan,dll)

    5. Angket tidak langsung

    Angket tidak langsung yaitu angket yang berisi daftar pertanyaan tentang orang lain dan diisi oleh responden yang mengetahui tentang orang tersebut (dimana responden menjawab pertanyaan tentang orang lain

    27. Salah satu teknik pengumpulan data adalah tes. Jelaskan pengertian dari tes tersebut!

    Tes umumnya bersifat mengukur, walaupun beberapa bentuk tes psikologis
    terutama tes kepribadian banyak yang bersifat deskriptif, tetapi deskripsinya
    mengarah kepada karakteristik atau kualifikasi tertentu sehingga mirip
    dengan interpretasi dari hasil pengukuran. Tes yang digunakan dalam
    pendidikan biasa dibedakan antara tes hasil belajar (achievement tests) dan
    tes psikologi (psychological tests). Dalam penelitian ini akan
    menggunakan tes hasil belajar yang mengukur hasil belajar yang dicapai
    siswa.

    29. . Bentuk-bentuk tes terbagi menjadi dua, yakni tes objektif dan tes subjektif. Jelaskan perbedaan keduanya!

    – Tes objektif Tes objektif adalah tes yang dilakukan dengan menggunakan ukuran-ukuran yang sudah ditentukan. Contohnya multiple choice (pilihan ganda).

     Dalam tes objektif ini siswa tinggal memilih beberapa opsi sesuai dengan pertanyaan yang disediakan. Dari opsi tersebut ada jawaban breaker, satu jawaban yang mirip dengan jawaban yang benar.

     -Tes subjektif adalah tes yang dilakukan dengan ukuran-ukuran berdasarkan kategori. Contohnya tes essay atau uraian.

     Tes uraian menuntut siswa untuk menjawab soal dengan kemampuan yang ia miliki. Tidak masalah apakah ia menjawab panjang atau pendek. Penilaian tes subjektif dilakukan berdasarkan kategori yang ditentukan oleh pembuat soal. Walaupun jawabannya panjang tapi tidak sesuai dengan kategori yang ditentukan pembuat soal, maka skornya belum tentu tinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s