Keterampilan Mengadakan Variasi Pembelajaran

Salah satu komponen belajar mengajar adalah ketrampilan dasar mengajar yang termasuk di dalamnya ketrampilan mengadakan variasi yang berguna bagi siswa dan guru untuk mengatasi kejenuhan dan kebosan yang di alami siswa maupun guru dalam proses pembelajaran dan untuk mengatasi kondisi ruangan yang tidak nyaman. Dengan memperbaiki gaya mengajar saja belum dapa mengatasi persoalan yang terjadi, namun dengan harapan bervariasinya proses penbelajaran yang di berikan akan membuat siswa nyaman melaksanakan pembelajaran di kelas dan kelas menjadi lebih kondusif.

 

Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai dengan apa yang diinginkan guru. Guru harus selalu siap dengan segala perubahan mood siswa, mulai rasa jenuh, nagantuk maupun bosan saat jam pembelajaran, siswa ramai sendiri atau tidak fokus saat guru menjelaskan di depan kelas. Oleh karena itu guru harus mempunyai ketrampilan memvariasi jika siswa sudah mulai atau nampak jenuh dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung.

 

Guru di tuntut untuk kreatisf di dalam kelas untuk mengatasi atau mencegah datangnya rasa bosan pada siswa. Kreativitas guru tersebut dapat di tuangkan dalam ketrampilan guru untuk melakukan variasi dalam mengajar. Apa yang harus dilakukan oleh guru dalam hal ini bersifat situasional yang berarti semua mengikuti irama siswa pada saat kegiatan pembelajaran. Tindakan huru dalam membuat variasi mengajar dapat di lakukan secara terencana maupun mendadak sesuai dengan keadaan yang di hadapi.

PENGERTIAN  KETRAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

Variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Ketrampilan mengadakan variasi ini dapat juga dipakai untuk pengunaan ketrampilan mengajar yang lain, seperti dalam mengunakan ketrampilan bertanya memberi pengutan, menjelaskan dan sebagainya(saud,2010:70)

Menurut agung & wibawa,2014 salah satu hal yang mempengaruhi efektifitas kegiatan belajar di kelas adalah rasa bosan yang timbul pada diri siswa., guru dituntut untuk kreatif di dalam kelas untuk mengatasi atau mencegah datangnya rasa bosan pada siawa. Kreativitas guru tersebut dapat di tuangkan dalam ketrampilan guru untuk melakukan variasi dalam mengajar.

Dari pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa Ketrampilan mengadakan variasi dapat di artikan sebagai suatu proses perubahan dalam pembelajaran yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan siswa dalam menerima bahan pengajaran yang di berikan guru serta untuk mengacu dan mengingat perhatian siswa sehingga siswa agar dapat selalu aktif dan terfokus dalam proses pembelajaran.

 

TUJUAN MENGADAKAN VARIASI

Dalam mengadakan variasi dalam sebuah pembelajaran itu guru perlu mengerti dan memahami terlebih dahulu apa sebenarnya tujuan dari mengadakan variasi tersebut. Setelah guru paham maka akhirnya guru akan dengan mudah menerapkan di dalam kelas. Menurut beberapa buku yang telah saya baca ada 3 tujuan pokok dari pengadaan variasi dalam kelas  antara lain           :

  1. Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran
  2. Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
  3. Meningkatkan kadar CBSA dalam proses belajar mengajar dengan melibatkan siswa dengan berbagai tingkat kogniai.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERTAHANKAN DALAM KETRAMPILAN VARIASI

Dalam mengadakan variasi di dalam proses belajar mengajar seorang guru harus memperhatiakan hal-hal sebagai berikut :

  1. Keterampilan mengajar variasi serta hubungannya dengan keterampilan-keterampilan guru profesionnal lainnya, seperti penguasaan berbagai metode mengajar dan keterampilan mengajukan pertanyaan.
  2. Penggunaan berbagai ketrampilan mengajar dengan variasi perlu direncanakan sebelumnya dan sebaliknya dicantumkan dalam satuan pelajaran yang harus disusun sebagai persiapan mengajar.
  3. Penggunaan variasi sangat dianjurkan, tetapi harus luwes dan wajar serta sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Pemakaian variasi yang berlebihan justru akan menimbulkan kebingungan dan mengganggu proses belajar mengajar. Maka guru perlu memperhatikan reaksi siswa, baik reaksi tingkah laku ataupun reaksi perhatian siswa.

KOMPONEN – KOMPONEN KETRAMPILAN MENGAJAR MENGADAKAN VARIASI.

Variasi dalam mengajar dapat dilakukan dengan penggunaan suuara maupun dengan isyarat-isyarat non verbal, seperti pandangan mata, ekspresi roman muka, gerak-gerik tangan atau kepala dan gerak badan. Selain itu masi ada isyarat ekstra verbal yaitu intonasi dan warna serta bunyian. Komponen utama dalam mengadakan variasi adalah :

Variasi dalam gaya mengajar

  • Penggunaan variasi suara. Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat, dari gembira menjadi sedih, atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu.
  • Pemusatan perhatian siswa. Guru dapat memusatkan perhatian siswa pada hal-hal yang dianggap penting dapat dengan gaya bahasa menurut kebutuhan anak.
  • Kesenyapan guru. Adanya kesenyapan, atau “selingan diam” yang tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu, merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa.
  • Mengadakan kontak pandang dan gerak. Apabila guru sedang berbicara atau berinteraksi dengan siswanya, sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata murid-murid untuk menujukkan adanya hubungan yang akrab dengan mereka.
  • Gerakan badan dan mimik. Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, dan gerakan badan adalah aspek yang sangat pentingdalam berkomunikasi. Gunanya untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang di maksudkan.
  • Pergantian posisi guru di dalam kelas. Pergantian guru di dalam kelas dapat di gunakan untuk mempertahankan perhatian siswa. Terutama sekali dalam menyampaikan pelajaran di dalam kelas, gerakan hendaknya bebas,tidak kikuk atau kaku, dan hindari tingkah laku negatif.

Variasi dalam penggunaan media pembelajaran

Media pembelajaran, apabila di tinjau dari indera yang di gunakan, dapat di golongkan ke dalam tiga bagian,yakni dapat di dengar, dilihat, dan diraba. Pergantian penggunaan jenis yang lain mengharuskan anak menyesuaikan inderanya, sehingga dapat mempertinggi perhatisnya. Hal itu karena setiap mempunyai perbedaan kemampuan dalam menggunakan alat inderanya. Ada anak yang termasuk tipe visual, auditif, atau motorik.

  • Variasi yang dapat dilihat. Media yang termasuk ke dalam jenis ini ialah:grafik, bagan, poster, gambar, film, dan slide.
  • Variasi media yang dapat didengar. Suara guru termasuk di dalam media komunikasi yang utama didalam kelas. Rekaman suara, suara radio, musik, deklamasi, puisi, sosiodrama, telepon, dapat di pakai sebagai penggunaan indera dengan di variasikan dengan indera lainya.
  • Variasi media yang dapat diraba, di manipulasi dan di gerakan. Yang termasuk di dalam hal ini, misalnya peragaan yang di lakukan oleh guru atau siswa, model, patung, topeng, dan boneka yang dapat di gunakan anak untuk di raba, di pergerakan dan di manipulasi.
  • Variasi media yang dapat di dengar. Media yang termasuk ini, misalnya film, televisi,slide projektor yang di iringi penjelasan guru. Tentu saja penggunanyaa sesuai dengan tujuan yang hendak di capai.

Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa

Pola interaksi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar nemiliki corak yang sangat beraneka ragam. Mulai dari kegiatan yang di dominasi oleh guru sampai kegiatan mandiri yang di lakukan oleh siswa. Hal ini bergantung pada ketrampilan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Penggunaan variasi pola interaksi guru-siswa dan siswa-siswa agar kegiatan pembelajaran tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan. Suasana kelas pun menjadi hidup.

PRINSIP-PRINSIP PENGGUNAAN KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

  1. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Penggunaan variasi yang wajar dan beragam dianjurkan dalam prinsip ini. Sedangkan pemakaian yang berlebihan akan menimbulkan kebingungan dan dapat mengganggu proses belajar mengajar.
  2. Variasi harus digunakan dengan lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu proses pembelajaran.
  3. Variasi harus direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.

 

KELEBIHAN KETERAMPILAN DALAM MENGADAKAN VARIASI.

Setiap keterampilan yang digunakan oleh guru tentu memiliki kelebihan-kelebihan sehingga guru menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran, adapun kelebihan dari keterampilan mengadakan variasi diantaranya:

  • Kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan baik bagi guru maupun bagi peserta didik.
  • Peserta didik menjadi semangat, penuh perhatian serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran.
  • Tujuan pembelajaran akan tercapai secara efektif dan efisien.

 

KEKURANGAN KETERAMPILAN DALAM MENGADAKAN VARIASI.

Selain memiliki kelebihan keterampilan mengadakan variasi tentunya  juga memiliki berbagai kekurangan-kekurangan. Kekurangan ini sering terjadi karena guru yang kurang terampil atau kurang mampu menerapkan keterampilan mengadakan variasi, sehingga muncullah permasalahan-permasalahan diantaranya.

  • Apabila guru salah atau keliru dalam mengadakan variasi yang dilakukannya, maka peserta didik juga akan salah penafsirannya dari pesan yang ingin disampaikan oleh guru.
  • Apabila guru berlebih-lebihan dalam mengadakan variasi, maka pelajaran akan tergangu dan tujuan pembelajaran pun tidak dapat tercapai secara efektif dan efisien.
  • Tidak semua siswa dapat menerima variasi yang diberikan oleh guru, sehingga kadang siswa malah binggung dengan adanya variasi.

KESIMPULAN

Keterampilan mengadakan Variasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengubahan dalam pengajaran yangbertujuan untuk menghilangkan kebosanan siswa dan kejenuhan  siswa dalam menerima bahan pengajaran yang diberikan guru serta untuk mengacu dan mengingat perhatian siswa sehingga siswa agar dapat selalu aktif dan terfokus dalam proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTASKA

Suwarna. 2005. Pengajaran Mikro. Jogjakarta: Tiara Wacana.

Saud, udin sysefudin.2009. Pengembangan profesi guru. Bandung: cv. Alfabeta

Marno & Idris. 2008. Strategi & Metode Pengajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Agung b.k dan saptanto hari wibawa. 2014. Pelatihan pengajaran micro teaching. Surakarta. Oase pustaka

 

___________

Oleh : Herman Sugianto

Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s