Perlunya Memahami Keterampilan Mengelola Kelas

Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa. Kondisi belajar yang optimal dapat dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan mampu mengendalikan dalam situai yang menyenangkan untuk menyampai tujuan pelajaran. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat bagi proses pembelajaran yang efektif.

Keterampilan dasar dalam mengajar siswa sangat diperlukan oleh guru atau pendidik, agar interaksi antara pendidik dan peserta didik bisa berjalan dengan baik dan peserta didik tidak merasa tertekan sehingga proses pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal.

Mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal dan mengembalikan kondisi pembelajaran yang terganggu. Kondisi pembelajaran yang optimal dapat tercapai apabila guru mampu mengarahkan siswa  dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap siswa di kelas dapat mengikuti pembelajaran dengan tertib dan disiplin sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Pengelolaan kelas bertujuan untuk mengantisipasi kondisi kelas yang ricuh atau kacau. Kekacauan dalam kelas dapat mengganggu proses belajar mengajar, biasanya hal tersebut terjadi karena hal-hal yang kecil. Jika kekacauan yang dianggap kecil tersebut berubah menjadfi kekacauan yang besar maka guru akan sulit mengembalikannya dalam keadaan normal. Oleh karena itu guru harus bisa mengkondisikan kelas secara baik.

PENGERTIAN KETERAMPILAN

keterampilan yaitu kemampuan untuk menggunakan akal, fikiran, ide dan kreatifitas dalam mengerjakan, mengubah ataupun membuat sesuatu menjadi lebih bermakna sehingga menghasilkan sebuah nilai dari hasil pekerjaan tersebut. Keterampilan / kemampuan tersebut pada dasarnya akan lebih baik bila terus diasah dan dilatih untuk menaikkan kemampuan sehingga akan menjadi ahli atau menguasai dari salah satu bidang keterampilan yang ada.

 

PENGERTIAN MENGELOLA KELAS

Peran guru sebagai pengelola kelas merupakan peran yang sangat penting. Bagaimanapun dalam pengajaran klasikal, efektifita  belajar mengajar sangat ditentukan oleh keterampilan guru dalam mengatur dan mengarahkan kelas.

Menurut (Usman, 2013) pengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikanyya bila terjadi gangguan dalam  proses belajar-mengajar. Dengan kata lain keegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Yang termasuk kedalam hal ini misalnya penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi ketepatan waktu penyelesaian tugas oleh siswa, atau penetapan normal kelompok yang produktif.

Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru dangan siswa dan siswa dengan siswa merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas.

 

Pengelolaan kelas secara umum adalah penciptaan kondisi yang memungkinkan pengelolaan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Sedangkan pengertian pengelolaan kelas (classroom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977) diklasifikasikan menjadi,tiga,yaitu:

  1. Berdasarkan pendekatan otoriter (authority approach), pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa. Guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat. Otoritas guru tidak sepenuhnya, guru memang mempunyai hak kekuasaan, namun ada pemegang kekuasaan di atas guru misalnya kepala sekolah, dan lain-lain.
  2. Berdasarkan pendekatan permisif (permissive approach), pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru untuk memberi kebebasan kepada siswa dalam melakukan berbagai aktifitas sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Fungsi guru adalah menciptakan kondisi siswa agar merasa aman untuk melakukan aktifitas di dalam kelas.
  3. Berdasarkan pendekatan modifikasi tingkah laku, pengelolaan kelas adalah upaya untuk mengembangkan dan memfasilitasi perubahan perilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki perilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.

 

TUJUAN PENGELOLAAN KELAS
Menurut (Ahmad, 1995), tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:

  1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
  3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta peralatan belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.

 

PRINSIP PENGGUNAAN PENGELOLA KELAS

 

Menurut (Usman,2013) prinsip penggunaan pengelolaan kelas diklasifikasikan menjadi tujuh, yaitu:

  1. kehangatan dan keantusiasan : kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar-mengajar yang optimal.
  2. Tantangan : penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
  3. Bervariasi : penggunaan alat atau media, gaya dan interaksi belajar-mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
  4. Keluwesan : keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar-mengajar yang efektif.
  5. penekanan pada hal-hal yang positif : pada dasarnya, didalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan hal-hal yang positif menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negative.
  6. penanaman disiplin diri : pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Untuk itu guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri, dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pegendalilan diri dan pelaksanaan tanggung jawab.

HAL YANG HARUS DIHINDARI

Menurut (Usman,2013) dalam upaya mengelola kelas secara efektif, ada beberapa hal yang harus dihindari oleh guru, yaitu sebagai berikut:

  1. Campur tangan yang berlebihan (teachers instruction). Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung dengan komentar, pertanyaan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan mengganggu atau terputus. Hal ini akan member kesan kepada siswa bahwa guru tidak memperhatikan keterlibatan dan kebutuhan anak. Ia hanya ingin memuaskan kehendak sendiri.
  2. Kelenyapan (fade away). Hal ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu instruksi, penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan penjelasan atau sajian tanpa alas an yang jelas: juga dapat terjadi dalam bentuk waktu diam yang terlalu lama, kehilangan akal, atau melupakan langkah-langkah dalam pelajaran. Akibatnya ialah membiarkan pokoran siswa mengawang-awang, melantur, dan mengganggu keefektifan serta kelancaran pelajaran.
  3. Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan (stops and starts). Hal ini dapat terjadi bila guru memulai suatu aktivitas tanpa mengakhiri aktivitas sebelumnya menghentikan kegiatan pertama, memulai yang kedua, kemudian kembali kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru tidak dapat mengendalikan situasi kelas dan akhirnya mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
  4. Penyimpangan (digression). Akibat guru terlalu asyik dalam suatu kegiatan atau bahan tertentu memungkinkan ia dapat menyimpang. Penyimpangan tersebut dapat mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
  5. Bertele-tele (overdwelling). Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru bersifat mengulang-ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau penjelasan, mengubah teguran yang sederhana menjadi ocehan atau kupasan yang panjang.

SIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat diperoleh simpulan bahwa keterampilan mengelola kelas ialah suatu pembelajaran yang mampu menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, selama pembelajaran pengelolaan kelas bertujuan untuk : Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin, menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar, menyediakan dan mengatur fasilitas serta peralatan belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas. Sebagai seorang guru memang harus memahami dan mengerti tentang tatacara mengelola kelas yang baik. Keterampilan mengelola kelas memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut : kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, keluwesan, penekanan pada hal-hal yang positif, penanaman disiplin diri. Hal yang harus dihindari dalam mengelola kelas yaitu : campur tangan yang berlebihan, kelenyapan, ketidaktepatan memulai dan mengakhiri pembelajaran, menyimpang, bertele-tele.

DAFTAR PUSTAKA

elinady. (2013, Juni). Keterampilan-mengelola-kelas. Retrieved Maret 27, 2017, from http://elinady.blogspot.co.id/2013/07/keterampilan-mengelola-kelas.html

Majid, A. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Usman, M. (2013). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

_____________

Susi Diansari, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar kelas B. Artikel disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Micro Teaching tahun akademik 2016/2017 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s