Menumbuhkan Keterampilan Bertanya bagi (Calon) Guru)

Dunia pendidikan merupakan awal dimana suatu manusia memulai kehidupan yang sebenarnya. Seseorang akan menjadi lebih baik, bermutu, berwawasan dan berilmu karena pendidikan. Pendidikan juga dikatakan bermutu apabila mencetak insan-insan yang bener-benar berpendidikan. Untuk mewujudkan suatu pendidikan yang bermutu dan berkelas juga harus diperhatikan dari berbagai unsur yang terlibat dalam proses mendidik tersebut. dari semua unsur yang ada pendidik adalah unsur yang sangat berpengaruh dan berperan penting dalam proses pendidikan tersebut, oleh karena itu perlu adanya pendidik yang benar-benar profesional di bidangnya dan mampu membuat perubahan menjadi lebih baik.

Dalam proses belajar mengajar dibutuhkan pendidik yang benar-benar profesional, tidak hanya dituntut untuk dapat mengajar saja, dan juga menguasai kelas, namun jauh dari itu pendidik harus memiliki ilmu pengetahuan dan skill yang banyak, sehingga dapat menyampaikan ilmu yang diajarkannya kepada peserta didik.

Ada banyak keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik di antaranya adalah kemampuan untuk mengajar, dan keterampilan bertanya. Kemampuan mengajar tentunya harus lebih kreatif agar pengajaran menjadi lebih menarik dan siswapun mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. namun di makalah ini penulis bukan membahas tentang cara pengajaran, namun penulis membahas tentang keterampilan bertanya.

Pertanyaan untuk murid adalah pertanyaan yang diharapkan akan memberi umpan balik positif bagi murid. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pengajar dalam proses pembelajaran diharapkan murid terpacu dan tertarik untuk mengikuti proses belajar mengajar dan tidak hanya itu murid juga tertantang pada suatu pembahasan yang dilaksanakan. Oleh karena itu pendidik haruslah terampil dalam bertanya.

 

PENGERTIAN KETERAMPILAN BERTANYA.

Belajar pada dasarnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingin tahuan setiap individu. Sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir.

       Pengertian dari Ketrampilan bertanya merupakan salah satu ketrampilan dasar pembelajaran yang harus dikuasai guru. Ketrampilan bertanya mengandung makna ketrampilan dalam mengajukan pertanyaan atau bertanya. Bertanya sebagai suatu istilah tidaklah mudah didefinisikan. Brown (dalam Hasibuan dkk, 1988:19) mengartikan bertanya sebagai        “ any statement which tests or creates knowledge in the leaner” (setiap pernyataan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri pembelajar).

Berhubungan dengan pengertian yang di sampaikan oleh ahli di atas, maka ketrampilan bertanya merupakan pernyataan guru yang mendorong siswa untuk berpikir sehingga menemukan atau merumuskan konsep suatu ilmu pengetahuan. Berdasarkan definisi ini, ada dua hal yang dipermasalahkan yaitu pernyataan yang mendorong siswa berpikir dan berpikir untuk menemukan ilmu pengetahuan.

Guru yang efektif dapat menggunakan pertanyaan untuk mampu menginspirasi peserta didik meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. keterampilan bertanya mampu menumbuhkan sikap kritis terhadap suatu masalah yang sedang di hadapi oleh individu tersebut.

Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.

Istilah “pertanyaan” tidak selalu dalam bentuk “kalimat tanya”, melainkan juga dapat dalam bentuk pernyataan, asalkan keduanya menginginkan tanggapan verbal.

JENIS-JENIS KETERAMPILAN BERTANYA

Menurut Albantati (2010), keterampilan bertanya dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu:

  1. Keterampilan Bertanya Dasar. Keterampilan bertanya dasar di secara etimologis di uraikan menjadi dua suku kata yaitu “terampil dan tanya”. Menurut kamus bahasa Indonesia “bertanya” berasal dari kata “tanya” yang berarti antara lain permintaan keterangan. Sedangkan kata “terampil” memiliki arti “cakap dalam penyelesaian tugas ataupun mampu dan cekatan”. Dengan demikian keterampilan bertanya secara sederhana dapat diartikan dengan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam meminta keterangan atau penjelasan dari orang lain atau pihak yang menjadi lawan bicara.
    Pertanyaan yang dapat memberikan rangsangan pada verbal anak juga dapat di berikan dalam proses pembelajaran harus menuntut respon siswa. dapat meningkatkan kemampuan berfikir.
  2. Keterampilan Bertanya Lanjut. Pertanyaan lanjut adalah kelanjutan dari pertanyaan pertama (dasar) yait mencari tau atau mengungkapkan kemampuan berfikir yang lebih dalam dan komperehensif dari pihak yang diberi pertanyaan (siswa). Keberhasilan mengembangkan kemampuan berfikir yang dilakukan melalui bertanya lanjut banyak dipengaruhi oleh hasil pembelajaran yang dikembangkan melalui pengggunaan pertanyaan dasar.
    Kemampuan bertanya lanjut sebagai kelanjutan dari bertanya dasar lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berfikir, memperbesar partisipasi dan mendorong lawan bicara agar lebih aktif dan kritis mengembangkan kemampuan berfikirnya.

 

Jenis Pertanyaan berdasarkan maksud tujuan

  1. Pertanyaan permintaan, yakni pertanyaan yang mengandung unsure suruhan dengan harapan agar siswa dapat mematuhi perintah yang diucapkan, oleh karena itu pertanyaan ini tidak mengharapkan jawaban dari siswa, akan tetapi yang diharapkan adalah tindakan siswa.
  2. Pertanyaan retoris, yakni pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban dari siswa, akan tetapi kita sendiri yang menjawabnya.
  3. Pertanyaan mengarahkan atau menuntun, yakni pertanyaan yang ditujukan untuk menuntun proses berpikir siswa, dengan harapan siswa dapat memperbaiki atau menemukan jawaban yang lebih tepat dari jawaban sebelumnya.
  4. Pertanyaan menggali, yakni pertanyaan yang diarahkan untuk mendorong siswa agar dapat menambah kualitas dan kuantitas jawaban.
  5. Jenis pertanyaan menurut tingkat kesulitan jawaban yang diharapkan bisa terdiri dari pertanyaan tingkat rendah dan pertanyaan tingkat tinggi
  6. Pertanyaan pengetahuan, yakni pertanyaan yang memiliki tingkat kesulitan yang paling rendah, karena hanya mengandalkan kemampuan mengingat fakta atau data, oleh sebab itu dinamakan juga pertanyaan yan menghendaki agar siswa dapat mengungkapkan kembali.
  7. Pertanyaan pemahaman, dilihat dari tingkat kesulitan jawaban yang diharapkan, pertanyaan jenis pertama, oleh sebab itu pertanyaan ini tidak hanya sekedar mengharapkan siswa untuk mengungkapkan kembali apa yang diingatkannya, akan tetapi pertanyaan yang mengharapkan kemampuan siswa untuk memperjelas gagasan.
  8. Pertanyaan aplikatif, yakni pertanyaan yang menghendaki jawaban agar siswa dapat menerapkan pengetahuan yang telah dimilikinya.
  9. Pertanyaan analisis, yakni pertanyaan yang menghendaki agar siswa dapat menguraikan suatu konsep tertentu.
  10. Pertanyaan sintesis, pertanyaan  ini menghendaki agar siswa dapat membuat semacam ringkasan melalui bagan dari suatu kajian materi pembelajaran
  11. Pertanyaan evaluasi, yakni pertanyaan yang menghendaki jawaban dengan cara memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap suatu isu.

 

CARA MEMBANGKITKAN MOTIVASI BERTANYA SISWA.

Dalam proses belajar mengajar di dalam kelas tentunya tidak semua siswa mampu bertanya. terkadang menjumpai anak yang kurang antusias mengikuti pembelajaran. Kurangnya akntusias atau minat ini ditandai dengan kurang aktifnya siswa bertanya dalam pembelajaran. maka dari itu ada 4 cara untuk membangkitkan semangat siswa dengan cara.

 

  1. Guru memberikan reward (poin) bagi setiap siswa yang bertanya, satu poin untuk pertanyaan yang tidak sesuai dengan materi pembelajaran, dan dua poin untuk pertanyaan yang sesuai dengan materi pembelajaran. poin tersebut dapat berupa tambahan nilai ulangan harian atau sekedar ucapan, misalnya “pertanyaan yang bagus”.
  2. Guru memberi pertanyaan pada siswa yang pasif untuk di jawab. Beri satu poin jika jawaban salah, dan beri dua poin jika jawaban benar. Ketika jawabannya kurang tepat guru dapat meminta siswa tersebut untuk mencari bantuan temannya guna menjawab pertanyaan tersebut dengan benar.
  3. Menyebut nama siswa tertentu yang relatif aktif atau antusias dalam mengikuti pembelajaran. Misalnya, di sela-sela penjelasan diikuti dengan penyebutan “ si A juga kalau belajar keras bisa jadi juara”. Hal ini di maksud untuk menjalin hubungan emosional guru-siswa secara hangat.
  4. Menggunakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa untuk bertanya, seperti strategi pembelajaran “every one is a teacher here”.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM BERTANYA

Beberapa keuntungan dan kelemahan dalam proses keterampilan bertanya seorangguru di dalam kelas dalam proses belajar mengajar.

Kelebihan :

  1. Seberapa jauh mata pelajaran dapat diterima atau dipahami oleh siswa
  2. Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun sedangribut atau yang mengantuk kembali tegar dan akan hilang.
  3. Sikap siswa terhadap beberapa aspek yan sedang dipelajari.
  4. Mempererat hubungan keilmuan antara guru dan siswa.
  5. Mengembangkan keberanian dan ketempilan siswa dalam menjawab danmengemukakan pendapat.
  6. Mempererat hubungan keilmuan antara guru dan siswa.
  7. Melatih anak-anak mengeluarkan pendapatnya secara merdeka, sehingga pelajaran akan lebih menarik.
  8. Menghilangkan verbalisme, individualisme dan intelektaulisma (Munsyi (1981:70) dalam Albantati, 2010).

Kelemahan:

  1. Waktu sering banyak terbuang terutama apabila siswa tidak dapat menjawab.
  2. Siswa merasa takut menjawab dan berpendapat, apalagi jika guru kurang mendorong siswa untuk berani menjawab dan suasana dalam keadaan yangtegang.
  3. Mudah menjurus kepada hal yang tidak dibahas.
  4. Bila guru kurang waspada pedebatan beralih kepada sentiment pribadi.
  5. Tidak semua anak mengerti dan dapat mengajukan pendapat (Munsyi (1981:70) dalam Albantati, 2010).

 

KESIMPULAN

Keterampilan bertanya adalah keterampilan yang wajib di miliki oleh setiap guru. keterampilan bertanya merupakan kemampuan seorang guru dalam bentuk ucapan atau pertanyaan sebagai stimulus untuk memunculkan atau menumbuhkan keaktifan respon dari peserta didik. Keterampilan bertanya mempunyai beberapa teknik- tenik. keterampilan bertanya berguna untuk : 1)Menggali informasi , 2) Mengecek pemahaman siswa, 3) Membangkitkan respons para siswa, 4) Mengetahui sejauhmana keingintahuan siswa, 5) Mengetahuihal hal yang sudah diketahui siswa, 6) Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatuyang dikehendaki guru, 7) Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa,8) Menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Selain itu keterampilan bertanya di bagi menjadi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut.

Untuk meningkatkan kemampuan bertanya pada siswa perlu guru yang aktif dan pembelajaran yang efektif sehingga siswa mampu berfikir lebih baik dan mampu mengembangkan ilmu yang di milikinya.

DAFTAR PUSTAKA

Suyadi. 2013. Strategi Pemebelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya. hal 28.

Albantati, Fadlie. 2010. Keterampilan Bertanya, (online), (http://keterampilan-bertanya-fadli_files/navbar.htm, diakses 28 Maret 2017).

Syaiful Bahri, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta : PT Rineka cipta,2000) hlm 158

Bukhari Alma, dkk, Guru Professional (Bandung : Alfabeta, 2009) hlm 24

Asril, Zainal. 2010. Micro Teaching. Jakarta: Raja Grafindo Persada

 

________________

Disusun Oleh:

Melandhi. Mahasiswa Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s