Mengembangkan Keterampilan Menutup Pembelajaran

Guru dituntut untuk memiliki sejumlah keterampilan dalam mengajar peserta didiknya, seperti terampil membuka pelajaran, terampil menutup pelajaran, terampil menjelaskan, terampil variasi gaya mengajar, terampil bertanya dan memberi penguatan, dan terampil membimbing diskusi kelompok kecil. Semua keterampilan itu harus bisa dilakukan oleh seorang guru di dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari tentunya sesuai dengan prosedur minimal (standar proses) yang telah ditetapkan, atau bahkan akan lebih baik bila guru berkreativitas dan berinovasi lebih sesuai tuntutan perkembangan zaman.

Dalam makalah ini, penulis mencoba memberikan informasi mengenai keterampilan mentup pelajaran. Karena keterampilan menutup pelajaran adalah salah satu hal terpenting yang ada dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari maka perlu diperhatikan dengan seksama setiap bagian dari penutup. Seiring berjalannya waktu pasti ada prosedur yang berkembang, walaupun pada dasarnya esensinya adalah sama, namun sebagai guru harus mengikuti aturan yang ada.

PENGERTIAN MENUTUP PELAJARAN

Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Usaha menutup pelajaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Kegiatan menutup pelajaran ini harus dilakukan guru tidak saja pada akhir jam pelajaran tetapi juga pada akhir setiap penggal kegiatan dari inti pelajaran yang diberikan selama jam pelajaran itu.

Melakukan Tinjauan Kembali terhadap Materi yang diajarkan. Dalam hal ini, guru memberikan suatu kesimpulan dari apa yang telah dipelajari siswa saat pembelajaran berlangsung. Point-point penting yang guru rangkum akan memberikan gambaran jelas kepada siswa berkenaan apa saja materi yang telah mereka pelajari selama KBM.

TUJUAN MENUTUP PELAJARAN

  1. Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran
  2. Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar.
  3. Membantu siswa agar mengetahui hubungan antara pengalaman-pengalaman yang telah dikuasainya dengan hal-hal yang baru saja dipelajarinya.
  4. Mengorganisasikan semua kegiatan ataupun pelajaran yang telah dipelajari menjadi satu kebulatan yang bermakna untuk memahami esensi pelajaran itu.
  5. Memberi kesan pertama yang baik dan memikat perhatian siswa karena kesan pertama akan mempengaruhi proses selanjutnya
  6. Menghindarkan susasana tegang dan tekanan sikologi lain pada saat proses pembelajaran.
  7. Memberikan motivasi pada siswa untuk mendapatkan hasil maksimal dari proses yang akan dilalui.
  8. Mempercepat siswa untuk memahami materi pada kegiatan inti pembelajaran.
  9. Membantu guru untuk menentukan apakah akan ada perubahan pada kegiatan inti pembelajaran dari rencana sebelumnya atau tidak.

KOMPONEN – KOMPONEN MENUTUP PELAJARAN

      Menjelang akhir suatu jam pelajaran atau pada akhir setiap penggal kegiatan, guru harus melakukan kegiatan menutup pelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi pelajaran yang dipelajari. mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses interaksi edukasi. Cara-cara yang dapat dilakukan guru dalam menutup pelajaran ini adalah sebagai berikut:

  1. Usaha untuk menarik perhatian siswa atau memotivasi siswa harus sesuai dengan isi dan tujuan pelajaran. Cerita singkat atau lawakan yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran hendaknya dihindarkan.
  2. Berurutan dan berkesinambungan. Kegiatan ini dilakukan oleh guru dalam memperkenalkan atau merangkum kembali pelajaran sebagai bagian dari kesatuan yang utuh. Perwujudan prinsip berurutan dan berkesinambungan ini memerlukan adanya suatu susunan bahan pelajaran yang tepat, sesuai dengan minat siswa, ada kaitan logis antara satu bagian dengan lainnya, sehingga dapat disusun rantai kognisi yang jelas dan tepat.

PRINSIP – PRINSIP MENUTUP PELAJARAN.

Menjelang akhir dari suatu pelajaran atau pada akhir setiap penggal kegiatan, guru harus melakukan kegiatan menutup pelajaran. Hal ini harus dilakukan agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi pelajaran yang telah dipelajari. Cara yang dapat dilakukan guru dalam menutup pelajaran ini adalah sebagai berikut:

Review (melihat/meninjau kembali)

Menjelang akhir suatu jam pelajaran atau pada akhir setiap penggal kegiatan, guru harus meninjau kembali apakah inti pelajaran yang diajarkan itu telah dikuasai siswa. Ada dua cara meninjau kembali penguasaan inti pelajaran itu, yaitu merangkum inti pelajaran dan membuat ringkasan.

  1. Merangkum inti pelajaran. Meninjau kembali pelajaran yang telah diberikan dapat dilaksanakan dengan merangkum inti pokok pelajaran. Guru dapat meminta siswa membuat rangkuman baik secara lisan ataupun tulisan. Rangkuman ini dapat dilakukan secara individu atau kelompok, dapat dilakukan oleh guru, guru bersama siswa, atau guru menyuruh siswa (disempurnakan oleh guru).
  2. Membuat ringkasan. Dengan membuat rinkasan, siswa dapat memantapkan penguasaan inti dari pokok-pokok materi pelajaran yang telah dipelajari. Disamping itu, dengan ringkasan, siswa yang tidak memiliki buku sumber telah memiliki bahan untuk dipelajari kembali. Ringkasan dapat dibuat oleh guru, guru bersama siswa secara kelompok, atau siswa sendiri secara individual. Pokok-pokok pelajaran sebaiknya ditulis dipapan tulis secara skematis atau dengan kata-kata kunci supaya ada dukungan visual. Jika ternyata rangkuman yang dibuat itu salah atau kurang lengkap, guru dapat melengkapi atau membetulkan.

Mengevaluasi

Untuk mengetahui apakah siswa memperoleh wawasan yang utuh tentang sesuatu yang sudah diajarkan, guru sebaiknya melakukan penilaian atau evaluasi. Bentuk-bentuk evaluasi itu adalah sebagai berikut:

  1. Mendemonstrasikan keterampilan. Pada akhir satu penggal kegiatan, siswa dapat diminta untuk mendemonstrasikan keterampilannya misalnya, setelah siswa mengarang prosa atau puisi, guru dapat meminta mereka untuk membacakan dan menjelaskan maksud yang terkandung didalamnya atau setelah guru selesai menerangkan konsep matematika guru bisa meminta siswa untuk mengerjakan soal dipapan tulis.
  2. Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain. Misalnya setelah guru menerangkan persamaan kuadrat, lalu siswa disuruh menyelesaikan soal-soal persamaan.
  3. Mengekspresikan pendapat siswa sendiri. Guru dapat meminta siswa untuk memberi komentar tentang keefektifan suatu demonstrasi yang dilakukan guru atau siswa-siswa lain. Misalnya, setelah bermain peran (role-playing) selesai, lalu siswa diminta untuk mengemukakan pendapat  dan perasaan mereka tentang peran yang dimainkannya.
  4. Soal-soal tertulis atau lisan. Guru dapat memberikan soal-soal tertulis untuk dikerjakan siswa. Soal-soal tertulis itu dapat berbentuk uraian, tes objektif, atau melengkapi lembaran kerja.

 

Menyimpulkan

Kesimpulan adalah rumusan pokok-pokok pikiran atau kristalisasi terhadap sesuatu yang dibahas. Dengan mengajukan kesimpulan, maka guru melakukan kegiatan penutupan pembelajaran karena dengan kesimpulan merupakan akhir dari suatu proses penyelesaian masalah sebelum adanya masalah baru.

 

  1. Tindak lanjut. Tindak lanjut merupakan kegiatan yang harus dilakukan siswa setelah pembelajaran dilakukan. Kegiatan tindak lanjut perlu diberikan oleh guru agar terjadi pemantapan pada diri siswa terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. dengan pemberian tugas (PR) atau pengajaran ulang (remedial teaching) untuk lebih memantapkan penguasaan siswa.
  2. Memberi dorongan psikologi atau sosial
  3. Unsur manusiawi dalam interaksi guru-siswa adalah saling menghargai dengan memberikan dorongan psikologis atau sosial yang dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan guru dalam setiap akhir pelajaran dengan kata-kata pujian. Memberikan dorongan psikologis atau sosial dapat dilakukan dengan cara antara lain: 1) Memuji hasil yang dicapai oleh siswa dengan memberikan pujian maupun hadiah. 2) Mendorong untuk lebih semangat belajar mencapai kompetensi yang lebih tinggi dengan menunjukkan pentingnya materi yang dipelajari. 3) Memberikan harapan-harapan positif terhadap kegiatan belajar yang baru saja dilaksanakan. 4) Meyakinkan akan potensi dan kemampuan siswa.

KESIMPULAN

Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Usaha menutup pelajaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Kegiatan menutup pelajaran ini harus dilakukan guru tidak saja pada akhir jam pelajaran tetapi juga pada akhir setiap penggal kegiatan dari inti pelajaran yang diberikan selama jam pelajaran itu. Salah satu tujuannya adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik maupun guru dalam kegiatan belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

Agung Budi Kurniawan & Saptanto Hari Wibawa. 2014. Pelatihan Pengajaran Micro Teaching. Surakarta : Oase Pustaka.

Saputra, Estu. “Makalah Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran”. 27 Desember 2015. http://teknologipembelajarn. blogspot.co.id/2015/12/makalah-keterampilan-membuka-dan.html

________

Disusun Oleh:

Bayuning Dwi Nugroho

Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s