Cara Meningkatkan Keterampilan Bertanya Saat Pembelajaran

Pembelajaran merupakan kegiatan berlangsungnya proses belajar mengajar yang didalamnya terjadi interaksi antara peserta didik dan seorang guru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Seorang guru dalam proses belajar mengajar bertugas untuk memberikan arahan dan bimbingan agar peserta didik tidak mengalami kesulitan yang bisa menghambat berlangsungnya proses belajar mengajar itu sendiri. Arahan dan bimbingan seorang guru juga bisa membantu peserta didik dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki dengan baik.

Tingkat keberhasilan dalam proses belajar mengajar tidak hanya ditentukan oleh faktor keaktifan peserta didik, kemampuan, fasilitas yang mendukung dan motivasi peserta didik, tetapi juga bergantung pada kemampuan guru dalam mengembangkan keterampilan mengajar yang dimilikinya. Keterampilan dalam mengajar bagi seorang guru sangatlah penting apabila ingin menjadi seorang guru yang profesional, jadi disamping harus menguasai  bidang studi yang diajarkan, keterampilan dasar mengajar juga adalah merupakan keterampilan yang menunjang keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar.

Keterampilan-keterampilan mengajar yang dimaksudkan itu paling tidak meliputi keterampilan menjelaskan, keterampilan bertanya, keterampilan menggunakan variasi, keterampilan memberi penguatan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis akan membahas mengenai keterampi;an dasar mengajar yaitu “Keterampilan Bertanya”.

 

PENGERTIAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR.

Mengajar merupakan kegiatan atau sebuah aktifitas yang dilakukan oleh seorang guru, dosen, atau pengajar dalam mengatur dan mengelolah lingkungan belajar untuk mendorong aktivitas belajar orang lain atau peserta didik. Mengajar dapat diartikan pula sebagai usaha yang dilakukan seorang pengajar dengan materi,metode dan media pembelajaran yang bertujuan untuk mengubah perilaku peserta didik yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

Secara deskriptif mengajar diartikan sebagai proses menyampaikan informasi atau pengetahuan dari seorang guru, dosen, atau pengajar kepada peserta didik. Selain ipengertian diatas, meengajar merupakan proses menyampaikan, atau menyebarluaskan dan memperkaya pengalaman belajar peserta didik ialah menanamkan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Dalam mengajar ada dua kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang guru atau dosen, yaitu:

  1. menguasai materi atau bahan ajar yang diajarkan (what to teach),
  2. menguasai metodelogi atau cara untuk membelajarkannya (how to teach).

Keterampilan dasar mengajar termasuk kedalam aspek nomor 2, yaitu menguasai metodologi. Setiap guru, dosen atau pengajar harus menguasai dan memeiliki keterampilan dasar mengajar, karena mengajar tidak hanya sekedar proses menyampaikan pengetahuan saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti: penanaman sikap, karakter, kebiasaan, nilai-nilai serta pengendalian tingkat emosionalpeserta didik.

Keterampilan dasar mengajar adalah seperangkat kemampuan atau keterampilan yang khusus dan harus dimiliki oleh seorang guru, dosen, atau pengajar agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan professional serta dapat mencapai tujuan yang telah di tetepkan sebelumya.

 

PENGERTIAN KETERAMPILAN BERTANYA.

Bertanya merupakan sesuatu hal yang pasti dan selalu ada dalam proses berkomunikasi, termasuk dalam komunikasi pembelajaran. Bertanya adalah salah satu teknik untuk menarik perhatian para pendengarnya, khususnya menyangkut hal-hal penting yang menuntut perhatian dan perlu dipertanyakan. ( Majid, 2013:234)

Semua orang saaat melihat sesuatu yang baru pasti dibenak mereka terdapat banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Jenis-jenis pertanyaan yang baik (Usman,1995:75-76) sebagai berikut;

 

Jenis pertanyaan menurut maksudnya

  1. Pertanyaan permintaan yaitu pertanyaan yang mengharapkan agar siswa mematuhi perintah yang diucapkan dalam bentuk pertanyaan. Contohnya, bisakah kamu membelikan gula ibu di warung?
  2. Pertanyaan retoris, yaitu pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban, tetapi dijawab sendiri oleh guru. Hal ini merupakan teknik penyampaian informasi kepada peserta didik. Contohnya, mengapa bunglon dapat berubah warna? Sebab untuk melindungi diri dari mangsanya.
  3. Pertanyaan menuntun, yaitu pertanyaan yang diajukan untuk menuntun dalam proses berpikirnya. Hal ini dilakukan apabila guru menghendaki agar siswa memperhatikan dengan saksama bagian tertentu atau inti pelajaran yang dianggap penting. Dari segi yang lain, apabila siswa tidak dapat menjawab atau salah menjawab, guru mengajukan pertanyaan lanjutan yang akan menuntun proses berpikir siswa sehingga pada akhirnya siswa dapat menemukan jawaban bagi pertanyaan pertama tadi.
  4. Pertanyaan menggali (probing question), yaitu pertanyaan lanjutan yang akan mendorong murid untuk lebih mendalami jawabannya terhadap pertanyaan pertama. Dengan pertanyaan menggali ini siswa didorong
    untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jawaban yang diberikan pada

 

Jenis pertanyaan menurut taksonomi bloom.

  1. Pertanyaan pengetahuan atau ingatan dengan menggunakan kata-kata apa, di mana, kapan, siapa dan sebutkan. Contohnya, siapa presiden RI ke-6 ?
  2. Pertanyaan pemahaman, yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban yang bersifat pemahaman dengan kata-kata sendiri. Biasanya diawali dengan kata jelaskan, uraikan dan lainnya. Contohnya, jelaskan cara tumbuhan bernafas ?
  3. Pertanyaan penerapan,yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban untuk menerapkan pengetahuan yang dimilikinya. Contohnya, dari penjelasan narasumber, kesimpulan apa yang kamu dapatkan ?
  4. Pertanyaan sintesis, yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban yang benar, tidak tunggal, tetapi lebih dari satu dan menuntut peserta didik mebuat prediksi. Contohnya,apa yang kamu lakukan jika dilingkunganmu terjadi bencana ?
  5. Pertanyaan evaluasi, yaitu petanyaan yang menghendaki jawaban dengan cara memberikan penilaian atau pendapat terhadap sesuatu. Contohnya, apa pendapatmu tentang wacana benghapusan subsidi BBM ?

Keingintahuan seseorang terkadang juga menimbulkan banyak pertanyaan  yang timbul serta rasa penasaran dengan apa jawaban atas pertanyaan- pertanyaannya dan rasa ingin bertanya kepada orang lain yang dianggap tahu dan menguasai sesuatu hal yang dimaksudkan. Terkadang pertanyaan itu perlu dilontarkan meskipun penanya sudah mengetahui jawabannya. Hal itu dimaksudkan untuk menambah pengetahuan atau pemahaman orang- orang yang ada disekitarnya. Jadi bertanya merupakan stimulus yang efektif untuk mendorong  kemampuan berfikir seseorang.

Dalam proses belajar mengajar,bertanya mempunyai peran yang penting karena pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif.

Keterampilan bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, yang sekaligus merupakan bagian dari keberhasilan dalam pengelolaan instruksional dan pengelolaan kelas. Keterampilan bertanya bagi seorang guru,dosen atau pengajar merupakan hal yang mendasar dan tidak dapat ditinggalkan dalam kegiatan belajar mengajar. Seorang guru,dosen ataupun pengajar diharapkan dapat menguasai dan melaksanakan keterampilan bertanya pada situasi yang tepat, karena pemberian pertanyaan secara efektif dan efisien akan menimbulkanperubahan perilaku yang baik bagi pengajar maupun bagi peserta didik.

Seorang guru, dosen atau pengajar yang selalu aktif memberikan informasi akan banyak mengundang interaksi peserta didik, sedangkan peserta didik yang sebelumnya pasif setelah mendengarkan banyak informasi yang diberikan guru, atau pengajar akan berubah menjadi lebih banyak berpartisipasi dalam bertanya, menjawab pertanyaan ataupun mengemukakan pendapat dengan demikian akan tercipta pembelajaran yang menerapkan prinsip PAIKEM yaitu pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Melalui keterampilan bertanya juga seorang guru mampu mendeteksi hambatan proses berpikir peserta didik dan sekaligus dapat memperbaiki serta meningkatkan proses belajar peserta didik. Dengan demikian, guru dapat mengembangkan pengelolaan kelas dan sekaligus pengelolaan instruksional menjadi lebih efektif.

Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.

 

Keterampilan Dasar Bertanya

Pertanyaan dasar merupakan pertanyaan pertama dan pembuka yang diajukan oleh seorang guru pada awal pembelajaran. Keterampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen keterampilan bertanya yaitu sebagai berikut;

  1. Penggunaan pertanyaan secara singkat dan jelas. Seorang guru dalam memberikan pertanyaan kepada peserta didik harus jelas dan singkat serta penggunaan bahasa atau kata-kata haruslah dengan bahasa atau kata-kata yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.
  2. Pemberian acuan. Sebelum seorang guru memberikan pertanyaan, sebaiknya seorang guru memberikan acuan kepada peserta didik berupa pertanyaan yang berisi sebuah informasi yang relevan dengan jawaban yang sesuai dari peserta didik, misalnya;

Kita semua pasti tahu bahwa sumber daya alam seperti air tidak dapat diperbarui. Sekarang coba kalian sebutkan cara untuk menghemat air.

  1. Pemindahan giliran. Terkadang ada satu pertanyaan yang perlu dijawab oleh lebih dari satu peserta didik, karena setiap peserta didik memiliki cara berfikir yang berbeda-beda.
  2. Seorang guru sebaiknya tidak membeda-bedakan peserta didik yang satu dengan yang lain. Dalam pemberian pertanyaan guru harus melibatkan peserta didik sebanyak-banyaknya dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus memberiakan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik.
  3. Pemberian waktu berpikir. Setelah mengajukan pertanyaan kepada peserta didik , guru perlu memberikan waktu sejenak kepada peserta didik untuk memberikan kesempatan berpikir sebelum guru tersebut menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawabnya
  4. Pemberian tuntunan. Apabila jawabab dari peserta didik itu salah atau kurang benar, seorang guru harus menuntun peserta didik tersebut agar dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.

Keterampilan Bertanya Lanjutan

Bertanya lanjutan merupakan kelanjutan dari pertanyaan dasar yang mengutamakan usaha mengembangkan keterampilan berfikir, memperbesar partisipasi, dan mendorong agar dapat berinisiatif sendiri. Keterampilan bertanya lanjutan dibentuk atas dasar penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Oleh karena itu, komponen bertanya dasar masih dipakai dalam penerapan keterampilan bertanya lanjutan. Adapun komponen-komponen keterampilan bertanya lanjutan sebagai berikut;

  1. Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang telah diajuakan oleh guru dapat memicu proses mental yang berbeda-beda pada setiap peserta didik. Oleh karena itu, dalam mengajukan pertanyaan hendaknya guru berusaha untuk mengubah tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan dari tingkat menguikat kembali fakta-fakta keberbagai tingkat kognitif lainnya yang lebih tinggi seperti pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.
  2. Pengaturan urutan pertanyaan. Untuk mengembangkan tingkat pengetahuan peserta didik dari yang rendah menuju yang lebih tinggi dan kompleks, sebaiknya seorang guru dapat mengatur urutan pertanyaanyang diajukan kepada peserta didik mulai dari tingkat mengingat, pemahaman dan seturusnya. Hal ini bertujuan agar peserta didik tidak mengalami kebingungan yang dapat mengganggu proses pembelajaran.
  3. Penggunaan pertanyaan pelacak. Penggunaan pertanyaan pelacak dilakukan apabila jawaban dari peserta didik kurang memuaskan. Untuk memperoleh jawaban yang lain guru dapat menunjuk peserta didik yanglainnya untuk menjawab atau menyempurnakan jawaban dari temannya tersebut.
  4. Peningkatan terjadinya interaksi. Apabila seorang guru dalam mengajukan pertanyaan kepada peserta didik dan peserta didik tidak ada yang menjawab hindari pertnyaan itu dijawab oleh guru sendiri. Usahakan untuk memberi informasi yang merujuk pada jawaban. Kemudian apabila peseta didik mengajukan pertanyaan jangan langsung dijawab, tetapi lontorkan kembali kepada peserta didik lainnya.

 

Dalam proses belajar mengajar keterampilan bertanya berperab sangat penting, karena pertanyaan yang tersusun dengan baik dan tepat akan memberikan dampak positif bagi peserta didik sebagai berikut;

  1. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatn belajar mengajar. Dengan keterampilan bertanya akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dengan adanya tanya jawab antara guru dan peserta didik.
  2. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu peserta didik terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi atau dibicarakan
  3. Mengembangkan pola dan cara belajar aktif dari siswa sebab berpikir itu sendiri sesungguhnya adalah bertanya.
  4. Mendorong peserta didik agar mau mengungkapkan pandangannya
  5. Memusatkan perhatian peserta didik terhadap pokok bahasan.

 

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Keterampilan Bertanya

Dalam keterampilan bertanya ada banyak hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai keinginan yang diharapkan oleh seorang guru. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam keterampilan bertanya sebagai berikut;

 

Kehangatan dan keantusiasan. Untuk memanjing dan meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses belajar mengajar seorang guru harus menunjukkan sikap yang baiksaat mengajukan pertanyaan maupun saat menerima jawaban peserta didik. Semua itu dapat dilihat peserta didik dari gerak tubuh, intonasi suara, ekspresi wajah.

 

Kebiasaan yang perlu dihindari

  1. Jangan mengulang- ulang pertanyaan apabila peserta didik tidak mampu menjawab. Hal itu dapat menurunkan partisipasi dan perhatian peserta didik.
  2. Jangan mengulang-ulang jawaban peserta didik, karena hal tersebut hanya membuang-buang waktu saja. Peserta didik tidak memperhatikan jawaban temannya karena menunggu komentar dari guru.
  3. Jangan menjawab sendiri pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik.
  4. Usahakan agar peserta didik tidak menjawab pertanyaan secara serempak
  5. Jangan memberikan bertanyaan ganda, karena hal itu dapat membuat peserta didik menjadi bingung.
  6. Menentukan peserta didik yang harus menjawab sebelum pertanyaan

dilontarkan.

 

KESIMPULAN.

Dari uraian yang telah disampaikan diatas dapat disimpulkan bahwa keterampilan dasar mengajar adalah seperangkat kemampuan atau keterampilan yang khusus dan harus dimiliki oleh seorang guru, dosen, atau pengajar agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan professional serta dapat mencapai tujuan yang telah di tetepkan sebelumya.

Seorang guru harus menguasai keterampilan dasar mengajar diantaranya adalah keterampilan bertanya. Seorang guru,dosen ataupun pengajar diharapkan dapat menguasai dan melaksanakan keterampilan bertanya pada situasi yang tepat, karena pemberian pertanyaan secara efektif dan efisien akan menimbulkanperubahan perilaku yang baik bagi pengajar maupun bagi peserta didik. Dalam keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan dasar bertanya dan keterampilan bertanya lanjutan.

Serta jenis-jenis pertanyaan yang baik dibedakan atas pertanyaan menurut maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomi bloom. Dalam pengajuan pertanyaan kepada peserta didik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mukminan dkk, 2013, Modul Pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Intruksional ( Pekerti).UNY

Usman, Uzer. 1995. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosdakarya.

Majid,Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran . Bandung: Remaja Rosdakarya.

_______

Disusun Oleh:

Windy Listyanty. Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s