Keterampilan Mengadakan Variasi Mengajar, Pentingkah?

Di dalam keterampilan mengajar yang beraneka ragam begitu banyak variasi yang bisa digunakan agar pemahaman siswa bisa terfokus pada pembelajaran. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat variasi dalam pembelajaran diantaranya Variasi Gaya Mengajar, Variasi dalam menggunakan media, Variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa. Hal ini di perlukan agar pembelajaran bisa dilaksanakan secara maksimal karena kebutuhan setiap dalam memahami materi pelajaran tidak sama. Dalam pelaksanaanya variasi harus dimiliki oleh setiap orang yang sedang mengajar karena hal ini betujuan agar anak didik bisa lebih memahami apa yang disampaikan dalam pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Kurniawan dan Saptanto Hari Wibawa, (2014:2) bahwa kegiatan utama dalam mengajar adalah pengalihan dari satu hal dari satu sumber ke satu atau beberapa pihak lainnya. Sumber tersebut idealnya haruslah orang yang memiliki kompetensi yang superior atau diatas dari pihak yang menjadi sasaran transfer ilmu.

Permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pelayanan pendidikan sering muncul dikarenakan minimnya biaya, kualitas guru, sarana dan prasarana, serta berbagai permasalahan yang lain. Keadaan tersebut dapat menimbulkan tidak terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas bahkan belum menimbulkan kelayakan pembelajaran bagi peserta didik. Dalam pembelajaran ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai dan dimilki oleh seorang guru, yakni (1) menguasai substansi materi atau bahan ajar yang akan dibelajarkan (what to teach) dan ( menguasai atau memiliki berbagai keterampilan untuk membelajarkannya (how to teach).

Setiap peserta didik memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak sesuai dengan Undang-Undang, hal ini sudah tentu menjadi suatu tuntutan bagi sistem pendidikan Indonesia untuk memperbaiki seluruh komponen pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Adapun keberhasilan pendidikan ini tak lepas dari banyak faktor utamanya sistem pengajaran yakni kualitas guru sebagai pengajar sekaligus pendidik yang salah satu ketrampilan yang harus dimiliki ada;lah ketrampilan mengadakan variasi pembelajaran. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis akan mencoba membahas tentang keterampilan mengadakan variasi.

 

PENGERTIAN KETRAMPILAN VARIASI

Pengembangan variasi belajar mengajar merupakan upaya yang terencana dan sistematis dalam menggunakan berbagai komponen yang memenuhi kegiatan belajar mengajar (Majid, 2014:261). Variasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan adalah perubahan-perubahan kegiatan pengajar dalam konteks interaksi pembelajaran, yang meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola interaksi dengan peserta didik dan simulasi. Variasi dalam pembelajaran adalah perubahan aktivitas yang sengaja dilakukan guru dengan maksud untuk menghidarkan kemonotonan yang berakibat kebosanan, motivasi belajar yang tidak putus, pemenuhan gaya belajar peserta didik yang beraneka rangam. Menurut Anonim, (2007:49) menyatakan bahwa variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi.

Guru yang sekaligus sebagai seorang pendidik adalah orang-orang yang dalam melaksanakan tugasnya akan berhadapan dan berinterkasi langsung dengan para peserta didiknya dalam suatu proses yang sistematis, terencana dan bertujuan (Ahmadi dan Sofan Amri, 2010:92). Seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran harus memiliki kemampuan mengadakan variasi pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menemukan metode yang tepat untuk diterapkan di kelas tersebut.  Kemampuan guru dalam mengadakan ketrampilan variasi pembelajaran mempunyai hubungan yang erat dengan keberhasilan suatu pembelajaran. Dalam hal ini kreativitas seorang guru sangat diperlukan. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar akan tetapi lebih dari itu sebagai pendidik, fasilitator , motivator dan inspirator. Dalam melakukan variasi pembelajaran, seorang guru tidak serta merta melakukannya tanpa adanya berbagai pertimbangan. Guru mengadakan variasi harus sesuai dengan konteks pembelajaran, penyesuaian dengan materi dan tema yang diajarkan.

Ketrampilan variasi ini diperlukan guna meningkatkan hasil belajar mengajar secara maksimal, sesuai dengan kriteria ketuntasan pembelajaran yang menjadi penduan dalam pelaksanaan pengajaran dalam suatutingkat pendidikan. Fakta bahwa tiap kelompok atau tiap tingkat memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda antara siswa satu dengan siswa yang lainnya. Tiap-tiap karakter kepribadian dan kemampuan siswa di beda tingkat harus diketahui serta dipahami oleh guru agar mampu memberikan proses pembelajaran yang bermakna. Oleh sebabnya seorang guru juga harus mampu menciptakan variasi yang berbeda disetiap tingkatan yang berbeda pula.

Membimbing  belajar  dalam  satu  mata  pelajaran  atau  lebih, atau beberapa topik yang berbeda dalam satu mata pelajaran. Dalam bimbingan belajar yang diberikan disesuaikan dengan materi pembelajaran serta topik pembelajaran yang akan disampaikan. Materi dan topik pembelajaran harus benar-benar dikuasai oleh guru agar guru mampu menyampaikan pembelajaran dengan baik yang tidak keluar dari konteks pokok pelajaran. Jika guru mampu menguasai ketrampilan mengajar dengan baik maka akan mampu memberikan proses pembelajaran yang berkualitas dan tidak rancu.

Dalam penggunaan variasi pembelajaran banyak hal yang tentu akan menjadi kendala dalam mengaplikasikannya yang pada umumnya kebutuhan waktu yang lama dan pengorganisasian murid yang efektif, sehingga seorang guru dituntut untuk mampu memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya agar tercipta proses pembelajaran yang berkualitas meskipun adanya keterbatasan-keterbatasan yang ada.

 

TUJUAN DAN MANFAAT KETRAMPILAN VARIASI

Menurut Sukarman, (2013:12) menyebutkan bahwa tujuan ketrampilan variasi:

  1. Mengatasi kebosanan peserta didik sehjngga dalam proses pembelajaran peserta didiksenantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme,serta penuh partisipasi
  2. Menjadikan proses pembelajaran lebih hidupdan tebih bermakna
  3. Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta kompetensi yang harus dikuasai.
  4. Memotivasi peserta didik aktif dalam pembelajaran.

 

Sedangkan manfaat dari variasi tersebut menurut Uzer Usman, (2002:71) adalah :

  1. Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar yang relevan.
  2. Untuk memberikan kesempatan bagi perkembangan bakat ingin tahu dan ingin menyelidiki siswa tentang hal-hal baru.
  3. Untuk memupuk dan membentuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang baik.
  4. Guna memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya.

Manfaat variasi gaya mengajar menurut (Menurut JJ Hasibuan 2006: 18)

  1. Memelihara dan meningkatkan perhatian siswa terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aspek belajar.
  2. Meningkatkan kemungkinan  berfungsinya motivasi rasa ingin tahu melalui kegiatan investigasi dan eksplorasi.
  3. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah.
  4. Kemungkinan dilayaninya siswa secara individual sehingga memberi kemudahan belajar.
  5. Mendorong aktivitas belajar dengan cara melibatkan siswa dengan berbagai kegiatan atau pengalaman belajar yang menarik dan berguna dalam berbagai tingkat kognitif.

 

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa secara umum tujuan dan manfaat dari ketrampilan variasi adalan sebagai berikut:

  1. Untuk menimbulkan dan meningkatkan perhatian peserta didik kepada aspek-aspek belajar mengajar yang
  2. Untuk memberikan kesempatan bagi berkembangnya bakat ingin mengetahui dan menyelidiki pada peserta didik tentang hal-hal yang baru.
  3. Untuk memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
  4. Guna member kesempatan kepada peserta didik untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya.

 

PRINSIP DALAM KETRAMPILAN VARIASI

Sebelum melaksanakan pembelajaran, guru telah mempersiapkan diri dan juga perangkat yang diperlukan serta merecanakan variasi yang tercantum dalam RPP. Namun, dalam pelaksanaannya terkadang variasi yang direncanakan tidak berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Oleh karena itu, meskipun variasi pembelajaran sudah tercantum dalam RPP namun terkadang terjadi secara spontan, pengadaannya disesuaikan dengan kondisi siswa, sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada saat itu atau menjadi pelengkap pembelajaran dan tidak menghambat proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Anitah (2008:7.47) yang menjelaskan bahwa agar variasi dapat berfungsi secara efektif guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan, variasi yang dibuat harus mengandung maksud tertentu, terjadi secara wajar, berlangsung secara lancar dan berkesinambungan, serta direncanakan dan dicantumkan dalam rencana pembelajaran.

Jadi secara umum prinsip dalam melakukan ketrampilan variasi adalah sebagai berikut:

  1. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai.
  2. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian peserta didik dan tidak mengganggu pelajaran.
  3. Direncanakan secara baik, dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelajaran atau satuan pelajaran.

Dalam pembelajaran ada dua kemampuan pokok yang harus dikuasai dan dimilki oleh seorang guru termasuk mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai calon guru, yakni (1) menguasai substansi materi atau bahan ajar yang akan dibelajarkan (what to teach) dan ( menguasai atau memiliki berbagai keterampilan untuk membelajarkannya (how to teach). Keterampilan dasar mengajar (teaching skills) sebagai kemampuan bersifat khusus yang harus dimiliki oleh guru agar dapat melaksanakan tugas mengajar secara efektif, efisien dan professional. Ketarampilan dasar mengajar sebagaimana yang dijelaskan dalam berbagai sumber termasuk yang disebutkan oleh Sukirman, (2013:4) bahwa keterampilan dasar mengajar adalah keterampilan yang bersifat generik/mendasar/umum dan kompleks yang harus dikuasai oleh setiap guru.

 

KOMPONEN-KOMPONEN DALAM KETRAMPILAN VARIASI

Komponen ketrampilan variasi adalah:

  • Menurut Khozin, (2002:15) variasi dalam gaya mengajar, yang meliputi 1) variasi suara, 2) variasi kontak pandang, 3) variasi gerakan badan, 4 pergantian posisi mengajar maupun peserta didik. Pertama, Variasi suara. Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dan tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat.Suarang guru pada saat menjelaskan materi pelajaran hendaknya bervariasi, baik dalam intonasi, volume, nada dan kecepatan. Kedua, Variasi kontak pandang. Ketika proses belajar mengajar berlangsung, jangan sampai guru menunduk terus atau melihat langit-langit dan tidak berani mengadakan kontak mata dengan para siswanya dan jangan sampai pula guru hanya mengadakan kontak pandang dengan satu siswa secara terus menerus tanpa memperhatikan siswa yang lain. sebaliknya bila guru berbicara atau menerangkan hendaknya mengarahkan pandangannya keseluruh kelas atau siswa, sebab menatap atau memandang mata setiap anak disik atau siswa bisa membentuk hubungan yang positif dan menghindari hilangnya kepribadian. Ketiga, Variasi gerakan badan atau anggota badan dan mimik. Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan tangan dan anggota badan lainnya adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi, gunanya adalah untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan untuk memperjelaspenyampaian materi. Orang akan lebih jelas dalam memahami sesuatu menggunakan indera pendengar dan disertai indera penglihatan atau mata, semakin banyak indera yang digunakan hasilnya semakin baik.
  • Pergantian posisi pengajar maupun peserta didik. Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu dalam menarik perhatian anak didik, dapat pula meningkatkan kepribadian guru dan hendaklah selalu diingat oleh guru, bahwa perpindahan posisi itu jangan dilakukan secara berlebihan. Bila dilakukan berlebihan guru akan kelihatan terburu-buru, lakukan saja secara wajar agar siswa bias memperhatikan. Pertama, Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran. Variasi dalam pemanfaatan media pembelajaran antara media yang dapat dilihat (visual) media yang dapat didengar (audio), dan audio-visual, atau kombinasinya dalam bentuk multimedia. Kedua, Variasi pola interaksi. Meningkatkan interaksi antara pengajar dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik, pengajar dengan media, maupun peserta didik dengan media. Ketiga, Variasi stimulasi

 

KENDALA YANG DIALAMI GURU DALAM MENGADAKAN VARIASI PEMBELAJARAN

Dalam melaksanakan variasi pembelajaran banyak kendala yang dialami guru kelas dalam mengadakan variasi pembelajaran yaitu guru mengalami kesulitan untuk mendapatkan media yang lebih bervariasi, guru juga mengalami kendala ilihat dari segi sarana dan prasarana. Dalam memahami karakteristik siswa yang beraneka ragam, guru masih kesulitan. Tak hanya itu, banyaknya materi pelajaran yang dikemas dalam tematema membuat guru tidak bisa terlalu banyak melakukan variasi pembelajaran di kelas awal. Variasi yang dilakukan hanya sebatas variasi pemusatan perhatian siswa. Untuk variasi pembentukan kelompok masih sulit dilakukan di kelas awal.

Dalam proses pembelajaran, masih banyak guru yang hanya melakukan tugas sebatas mentransfer ilmu tanpa tahu bagaimana mengemas pembelajaran menjadi menarik perhatian siswa, sehingga banyak ditemui siswa yang kurang memiliki motivasi untuk lebih giat belajar di sekolah. Penggunaan sumber belajar yang kurang maksimal. Biarpun pembelajaran dilakukan secara klasikal, guru lebih sering menggunakan ceramah tanpa memperhatikan minat lain yang dimiliki oleh siswa seperti penggunaan media (alat peraga) untuk siswa yang visual, adanya diskusi, eksperimen, demonstrasi, dan praktik untuk siswa yang kinestetik. Penggunaan model yang kurang bervariasi atau inovatif, hal itu dibuktikan dengan guru tidak mau keluar dari zona nyaman. Apabila tidak ada variasi dalam kegiatan pembelajaran maka siswa akan mengalami kebosanan dan kejenuhan karena pembelajaran yang monoton yang mengakibatkan siswa kurang antusias dan partisipatif dalam kegiatan pembelajaran. Kejenuhan ini akan berdampak buruk bagi daya tangkap siswa terhadap materi yang akan disampaikan oleh guru, karena apabila siswa sudah merasa bosan atau jenuh maka mereka tentunya tidak akan semangat dalam menyimak pelajaran dan cenderung akan mengalihkan perhatian mereka pada hal lain seperti berbicara dengan teman sebangku.

Hal ini di dukung pendapat Sanjaya (2012:52-60) menyatakan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembelajaran dan komponen pembelajaran meliputi (1) guru, (2) siswa, (3) sarana dan prasarana, dan (4) lingkungan, sedangkan komponen pembelajaran meliputi (1) siswa, (2) tujuan, (3) isi/materi, (4) metode, (5) media, dan (6) evaluasi/hasil belajar.

 

 

 

PENUTUP

Variasi adalah keanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasai dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan yang sengaja diciptakan/dibuat untuk memberi kesan yang unik. Misalnya dua model baju yang sama tetapi berbeda hiasannya akan menimbulkan kesan unik bagi masing-masing model tersebut.  Media dan alat pengajaran, bila ditinjau dari indera yang digunakan, dapat digolongkan kedalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba.

Pergantian penggunaan jenis media yang satu kepada jenis yang lain mengharuskan anak menyesuaikan alat setiap anak mempunyai perbedaan kemampuan dalam menggunakan alat inderanya. Alat yang termasuk tipe visual, auditif, dan motorik. Penggunaan alat yang multimedia dan relevan dengan tujuan pengajaran dapat meningkatkan hasil belajar sehingga lebih bermakna dan tahan lama.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi dan Sofan Amri. 2010. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Dalam Kelas Metode Landasan Teoritis-Praktis dan Penerapannya. Jakarta: PT Prestasi Pustaka.

Anitah W, Sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Anonim. (2007). Panduan Pengajaran Mikro. Yogyakarta: UPPL – UNY.

Hasibuan. JJ. 2006. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Khozin, Mahfud. 2002. Ketrampilan Mengadakan Variasi. Tersedia di http://mahfudkhozin.blogspot.com. Diakses pada tanggal  27 Maret 2017 pukul  02.45WIB

Kurniawan, Agung Budi dan Saptanto Hari Wibawa. 2014. Pelatihan Pengajaran Micro Teaching. Surakarta: Oase Pustaka.

Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Moh. Uzer, Usman. 2002. Menjadi guru professional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sanjaya, Wina. 2012. Perencanaan dan desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sukarman, Dadang. 2013. Keterampilan Dasar Mengajar. Tersedia di http://pujakesumaputrasurya. blogspot.com/2013/09/8-keterampilan-dasar-mengajar-yang. Diakses pada tanggal 27 Maret 2017 pukul  02.30 WIB

____________

Disusun oleh:

Yuliana Safiah. Mahasiswa Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s