Keterampilan Memberi Penguatan pada Kegiatan Belajar Mengajar

Guru atau pendidik yang baik adalah, mereka yang berhasil membawa peserta didik mencapai tujuan dan hasil yang baik sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam suatu pendidikan. Untuk mencapai efektifitas suatu pembelajaran, tentunya dibutuhkan seorang guru profesional yang betul-betul memahami tentang bagaimana melaksanakan suatu pembelajaran dengan baik, serta memiliki ketrampilan (skill) dasar mengajar yang baik sebelum melaksankan tugas sebagai seorang pendidik atau guru.Guru merupakan seseorang yang menjadi teladan bagi para siswa ketika di sekolah. Dalam pembelajaran, seorang guru selain mempunyai kompetensi dalam mengajar, juga harus memiliki banyak ketrampilan.

Ketrampilan berasal dari kata terampil yang berarti cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan. Ketrampilan merupakan kemampuan untuk membuat hasil akhir dengan kepastian yang maksimal, tetapi dengan pengeluaran energi dan waktu yang minimum. Pada hakikatnya manusia sangat membutuhkan ketrampilan dalam kehidupan sehari-hari karena dengan ketrampilan, manusia dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dan dapat mengatasi masalah dalam hidupnya (Saputra, 2000).

Seorang guru dituntut untuk memiliki ketrampilan dalam pembelajaran. Ketrampilan memberikan suatu penguatan misalnya. Secara psikologis seorang setiap siswa mengharapkan adanya penghargaan terhadap suatu usaha yang telah dilakukannya. Melalui penghargaan, siswa akan merasakan bahwa hasil perbuatannya tersrbut dihargai, oleh karena itu akan menjadi pemacu untuk berusaha meningkatkan prestasi atau berbuat baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga.

PENGERTIAN DAN TUJUAN PENGUATAN

Penguatan sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, meskipun banyak yang tidak menyadari bahwa yang dimunculkan tersebut adalah penguatan. Misalnya seorang menciptakan terima kasih setelah menerima sesuatu, seorang anak diberi pujian oleh ibunya setelah mendapatkan nilai yang bagus. Hal tersebut  adalah sebuah penguatan yang dapat membuat orang yang menerima penguatan tersebut merasa senang dan akan meningkatkan perbuatan yang diberi penguatan tersebut.

Penguatan merupakan respon yang diberikan terhadap perilaku atau perbuatan seseorang yang dianggap baik, yang dapat membuat terulangnya atau meningkatnya perilaku atau perbuatan yang dianggap baik tersebut (Winataputra, 2004). Menurut Wartono, penguatan adalah respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali perilaku itu. Dalam rangka pengelolaan kelas, dikenal penguatan positif dan penguatan negatif. Dalam kegiatan pembelajaran, penguatan mempunyai peran penting dalam meningkatkan keefektifan kegiatan pembelajaran. Pujian atau respon positif seorang guru terhadap perilaku siswa yang positif akan membuat siswa merasa senang karena dianggap mempunyai kemampuan. Namun sayangnya, guru sangat jaran memuji perilaku atau perbuatan siswa yang positif. Yang sering terjadi, adalah guru menegur atau member respon negative terhadap perbuatan siswa yang negative. Oleh karena itu, guru perlu melatih diri sehingga terampil dan terbiasa memberikan penguatan.

Dalam kegiatan pembelajaran , tujuan member penguatan adalah sebagai berikut:

  1. meningkatkan perhatian siswa,
  2. membangkitkan dan memelihara motivasi siswa,
  3. memudahkan siswa belajar,
  4. mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa,
  5. memunculkan rasa percaya diri pada siswa,
  6. mendorong perilaku yang positif pada siswa, dan
  7. menjaga kelas yang kondusif.

 

KOMPONEN KETRAMPILAN MEMBERI PENGUATAN

Penguatan pada dasarnya dapat diberikan dalam dua jenis yaitu penguatan verbal dan penguatan nonverbal.

  1. Penguatan Verbal. Penguatan verbal paling mudah digunakan dalam kegitan pembelajaran dalam bentuk komentar, pujian, dukungan, pengakuan, atau dorongan yang diharapkan dapat meningkatkan tingkah laku dan penampilan siswa yang positif. Contoh: 1) Kata-kata: bagus, baik, luarbiasa, yak, betul. 2) Kalimat: Pekerjaanmu rapi sekali; Wah, tulisanmu rapid an bagus; Anak-anak yang lain perlu meniru sikap Dono
  2. Penguatan Non-verbal. Penguatan nonverbal dapat ditunjukkan dengan berbagai cara sebagai berikut:
  • Mimik dan gerakan badan. Mimik dan gerakan badan seperti senyuman, anggukan, tepukan tangan, atau acungan ibu jari dapat mengkomunikasikan kepuasan guru terhadap siswa, yang tentu saja merupakan penguatan yang sangat berarti bagi siswa.
  • Gerak mendekati. Gerak mendekati dapat ditunjukkan guru dengan cara melangkah mendekati siswa, berdiri di samping siswa atau kelompok siswa, bahkan dalam situasi tertentu duduk bersama siswa atau kelompok siswa. Tujuan dari mendekati adalah memberikan perhatian.
  • Sentuhan. Sentuhan seperti menepuk-nepuk bahu, atau pundak siswa, menjabat tangan siswa atau mengangkat tangan siswa yang menang, jika dilakukan dengan tepat, dapat merupakan penguatan yang efektif bagi siswa. Namun, jenis penguatan ini harus dipergunakan dengan penuh kehati-hatian dengan memperhatikan umur, jenis kelamin, serta latar belakang siswa.
  • Kegiatan yang menyenangkan. Pada dasarnya, siswa akan menjadi senang jika diberikan kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang menjadi kegemarannya atau sesuatu yang memungkinkan dia berprestasi. Oleh karena itu, kegiatan yang disenangi siswa dapat digunakan sebagai penguatan.
  • Pemberian simbol atau benda. Simbol dapat berupa tanda cek (V), komentar tertulis pada buku siswa, berbagai tanda dengan warna tertentu misalnya merah, kuning, hijau, atau biru.
  • Penguatan tak penuh. Penguatan tak penuh diberikan untuk jawaban siswa yang hanya sebagian benar, sedangakan bagian lainnya masih perlu diperbaiki oleh siswa yang lain.

PRINSIP PENGUATAN

Agar penguatan yang diberikan guru dapat berfungsi secara efektif, guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip pemberian penguatan sebagai berikut:

  1. Kehangatan dan keantusiaasan. Penguatan yang diberikan guru haruslah disertai dengan kehangatan dan keantusiasan. Kehangatan dan keantusiasan dapat ditunjukkan dengan berbagai cara, misalnya dengan muka/wajah berseri disertai senyuman, suara yang riang penuh perhatian, atau sikap yang member kesan bahwa penguatan yang diberikan memang sungguh-sungguh.
  2. Kebermaknaan. Penguatan yang diberikan guru haruslah bermakna bagi siswa. Artinya, siswa memang merasa terdorong untuk meningkatkan penampilannya.
  3. Menghindari respon negative. Respon negative seperti kata-kata kasar, cercaan, hukuman, atau ejekan dari guru merupakan senjata ampuh untuk menghancurkan iklim kelas yang kondusif maupun kepribadian siswa sendiri. Oleh karena itu, guru hendaknya menghindari segala jenis respon negatif tersebut.

Di samping ketiga prinsip tersebut di atas, dalam memberikan penguatan, guru hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Sasaran penguatan. Sasaran penguatan yang diberikan oleh guru harus jelas. Misalnya, memberikan penguatan kepada siswa tertentu. Setiap penguatan yang diberikan oleh guru harus jelas sasarannya, apakah ditujukan kepada pribadi tertentu, kepada kelompok kecil siswa atau kepada seluruh siswa.
  2. Penguatan harus diberikan segera. Hal ini bertujuan agar dampak positif yang diharapkan tidak menurun bahkan hilang, penguatan haruslah diberikan segera setelah siswa menunjukkan respom yang diharapkan. Dengan perkataan lain, tidak ada waktu tunggu antara respon yang ditunjukkan dengan penguatan yang diberikan.
  3. Variasi dalam penggunaan. Pemberian penguatan haruslah dilakukan dengan variasi yang kaya hingga dampaknya cukup tinggi bagi siswa yang menerimanya. Penguatan verbal dengan kata-kata yang sama, misalnya: bagus, bagus, bagus, akan kehilangan makna, hingga tak berarti apa-apa bagi siswa. Demikian juga penguatan dalam bentuk mimic dan gerakan badan yang diberikan secara terus-menerus akan membosankan dan tidak berdampak apa-apa. Oleh karena itu, guru hendaknya berusaha mencari variasi baru dalam member penguatan.

KESIMPULAN

Penguatan adalah respon yang diberikan oleh guru terhadap perilaku siswa yang baik, yang menyebabkan siswa terdorong untuk mengulangi atau meningkatan perilaku yang baik tersebut. Penguatan diberikan dengan tujuan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, mengontrol dan memotivasi perilaku yang negatif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memelihara iklim kelas yang kondusif.Penguatan dapat dibagi menjadi penguatan dapat dibagi menjadi penguatan verbal dan non-verbal. Penguatan verbal diberikan dalam bentuk kata-kata/kalimat pujian, sentuhan, kegiatan  yang menyenangkan, serta benda atau simbol. Penguatan dapat juga diberikan dalam bentuk penguatan tak penuh, jika respon/perilaku siswa tidak sepenuhnya memenuhi harapan.

Dalam memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip-prinsip berikut:

  1. Kehangatan dan keantusiasan
  2. Kebermaknaan
  3. Hindari respon negatif
  4. Penguatan harus bervariasi
  5. Sasaran penguatan harus jelas
  6. Penguatan harus bervariasi

DAFTAR PUSTAKA

Saputra, A. M. (2000). Perkembangan Gerak dan Belajar Gerak. Jakarta: Depdikbud.

Winataputra, U. S. (2004). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Wartono. 2003.Keterampilan Dasar Mengajar. Malang: Universitas Kanjuruhan

 

__________

Disusun Oleh:

NOFIANA PUTRI UTAMI

Prodi PGSD STKIP PGRI Pacitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s