Bagaimana Teknik Memimpin Diskusi pada Anak Sekolah Dasar?

Dalam lingkungan pendidikan guru merupakan kunci utama dalam membangun pengetahuan peserta didiknya. Guru merupakan tokoh yang setiap tutur katanya akan tertanam dalam benak peserta didik sampai dewasa. Seringkali peserta didik akan lebih percaya dengan apa yang disampaikan guru itu benar dibandingkan dengan apa yang disampaikan oleh orang lain termasuk orang tua. Sebagai seorang guru hendaknya memahami seberapa penting peran mereka di dunia pendidikan khususnya peserta didik. Hal ini dapat didukung dengan kemampuan keterampilan mengajar seorang guru.

Dalam melaksanakan perannya sebagai pendidik dan pengajar, guru dituntut mampu untuk melakukan transfer of knowladge dan juga transfer of value. Peserta didik akan mengalami kejenuhan dan kebosanan apabila guru hanya menerapkan satu model atau metode dalam mengajar yang terus diulang-ulang. Dengan demikian, peran variasi dalam pembelajaran sangat diperlukan. Salah satunya adalah variasi menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran.

Dalam penggunaan metode diskusi guru berperaan memimpin, membimbing, dan mengarahkan proses berjalannya pembelajaran. Ketrampilan guru dalam membimbing diskusi ini berpengaruh dalam ketercapaian tujuan pembelajaran. Sebagian besar, guru belum memahami konsep dasar pelaksanaan metode diskusi, sehingga yang terjadi adalah melebarnya pembahasan dan siswa tidak memahami materi pembelajaran. Melihat pentingnya keterampilan membimbing diskusi yang harus dikuasai guru, hendaknya guru mengasah keterampilan-ketrampilan dasar yang sudah sepantasnya menjadi prioritas kemampuan guru.

 

PENGERTIAN METODE DISKUSI

Diskusi merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar di kelas. Diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada suatu permasalahan (Majid, 2013). Senada dengan itu Sanjaya (2006), Sumantri dan Permana (1999) dalam (Abimanyu dkk, 2008) menyatakan bahwa metode diskusi diartikan sebagai siasat untuk menyampaikan bahan pelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Dari beberapa pendapat ahli diatas, dapat disimpulkan bahma diskusi merupakan salah satu metode mengajar yang melibatkan beberapa peserta didik untuk mencari alternatif pemecahan dalam topik permasalahan yang diberikan.

 

TUJUAN METODE DISKUSI

Tujuan utama dari metode ini menurut Killen (1998) dalam (Majid, 2013) adalah untuk memecahkan suatu masalah, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan peserta didik, serta untuk membuat suatu keputusan. Selain itu, tujuannya antara lain untuk 1) memecahkan materi pembelajaran yang berupa masalah dan sulit diselesaiakan oleh peserta didik perorangan, 2) mengembangkan keberanian peserta didik mengemukakan pendapat, 3) mengembangkan sikap toleran terhadap pendapat yang berbeda, 4) melatih peserta didik mengembangkan sikap demokratis, mengeluarkan pendapat, berkomunikasi,  menafsirkan dan menyimpulkan pendapat, serta 5) melatih dan membentuk kestabilan sosial-emosional (Abimanyu dkk, 2008).

Dalam menggunakan metode ini, guru berperan sebagai pengorganisasi, pengatur, dan bertugas memimpin jalannya proses pembelajaran, seperti diungkapkan Soli Abimanyu dalam bukunya Bahan Ajar Cetak Strategi Pembelajaran bahwa dalam diskusi guru berperan sebagai pemimpin diskusi, atau guru dapat mendelegasikan tugas sebagai pemimpin kepada peserta didik , namun demikian guru tetap mengawasi pelaksanaan diskusi tersebut (Abimanyu dkk, 2008). Dalam pelaksanaannya, secara umum ada dua jenis diskusi yang biasa dilakukan dalam proses pembelajaran, yaitu diskusi kelompok dan diskusi kelompok kecil. Diskusi kelompok disebut juga dengan diskusi kelas, dimana permasalahan dipecahkan oleh satu kelas dan guru sebagai pemegang kendali jalannya diskusi. Sedangakan diskusi kelompok kecil dilakukan dengan membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok untuk menyelesaikan permasalahan yang dipimpin oleh peserta didik dan guru sebagai pemantau dan pendamping (Majid, 2013).

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENGGUNAAN METODE DISKUSI

Penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran tidak lepas dari kelebihan dan kelemahan. Abdul Majid dalam bukunya yang berjudul Strategi Pembelajaran menuturkan bahwa kelebihan metode diskusi adalah sebagai berikut:

  1. Merangsang peserta didik untuk lebih kreatif, khususnya dalam memberikan gagasan dan ide-ide,
  2. Melatih dan membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap masalah,
  3. Melatih peserta didik untuk dapat mengemukakan pendapat atau gagasan secara verbal,
  4. Melatih peserta didik untuk dapat menghargai pendapat orang lain (Majid, 2013).

Senada dengan pendapat di atas, Soli Abimanyu (2008) menyatakan bahwa kelebihan metode diskusi adalah:

  1. Peserta didik dapat menguasai materi pelajaran secara bersama-sama,
  2. Merangsang peserta didik untuk lebih kretaif menyumbangkan gagasan dan ide-ide,
  3. Melatih peserta didik untuk membiasakan diri bertukar pikiran dalam mengatasi setiap permasalahan,
  4. Melatih peserta didik mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain,
  5. Menyajikan materi yang tidak bisa disajikan oleh metode lain.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kelebihan penggunaan metode diskusi dalam proses pembelajaran adalah melatih peserta didik untuk mengembangkan sikap kerjasama dalam menyelesaikan permasalahan. Melatih berkomunikasi dengan lawan tutur, berpikir kreatif dalam menemukan solusi permasalahan, mengungkapkan gagasan atau ide, dan menghargai pendapat dari orang lain. Selain itu, dengan menggunakan metode diskusi, memungkinkan peserta didik dapat menguasai materi pelajaran tidak hanya dari guru, tetapi dari teman.

Selain memiliki kelebihan, penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran juga memiliki kelemahan yaitu:

  1. Diskusi sering dikuasai oleh peserta didik yang pandai berbicara saja,
  2. Pembahasan dalam diskusi cenderung meluas sehingga hasilnya kabur dan kurang jelas,
  3. Diskusi memerlukan waktu yang panjang, sehingga tidak sesuai dengan jadwal yang ada,
  4. Dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional sehingga menimbulkan ketersinggungan antarpeserta didik yang menyebabkan terganggunya iklim pembelajaran,
  5. Kadang-kadang guru kurang menguasai cara penyelenggaraan diskusi sehingga cenderung menjadi tanya jawab (Abimanyu dkk, 2008).

 

CARA MENGATASI KELEMAHAN METODE DISKUSI

Dalam metode diskusi, guru bepreran sebagai pemimpin, pengorganisasi, serta pengatur. Guru hendaknya menyiapkan kondisi awal kelas, peserta didik, dan materi yang akan digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, hal-hal yang harus dilakukan oleh guru untuk mengaplikasikan diskusi dengan maksimal di dalam kelas antara lain:

  1. Guru dapat memusatkan perhatian secara berimbang dan menyeluruh kepada semua peserta didik dan materi,
  2. Memperluas materi bahan diskusi,
  3. Memotivasi peserta didik yang kurang aktif dalam kegiatan diskusi,
  4. Mempertajam sudut pandang peserta didik dalam diskusi,
  5. Memberi kesempatan yang sama kepada semua peserta didik untuk berpartisipasi dalam diskusi,
  6. Dapat menganalisa sudut pandang peserta didik sehingga guru dapat mengoreksi dan meluruskan serta menyampaikan dengan baik terhadap peserta didik yang keliru,
  7. Merangkum materi dan kegiatan diskusi sebagai bahan evaluasi untuk pembelajaran selanjutnya,
  8. Menutup diskusi dengan memberikan kesimpulan dan kesan yang baik kepada peserta didik (Wibawa, 2014).

Sedangkan dalam (Abimanyu dkk, 2008) menuturkan bahwa untuk mengatasi kelemahan dalam penggunaan metode diskusi, guru dapat melakukan hal sebagai berikut:

  1. Masalah yang didiskusikan harus dapat menarik perhatian peserta didik karena berkaitan dengan kehidupan mereka,
  2. Guru harus menempatkan dirinya sebagai pemimpin diskusi, dan dapat membagi pertnyaan dan memberi petunjuk tentang jalannya diskusi,
  3. Tempat duduk harus diatur melingkar atau berbentuk tapal kuda supaya peserta diskusi dapat saling berhadapan sehingga terjadi komunikasi yang lancar,
  4. Setiap peserta didik harus memahami masalah yang harus didiskusikan, sehingga guru sebagai pemimpin diskusi terlebih dahulu menjelaskan masalah yang akan didiskusikan dan tujuan yang akan dicapai.

 

PENGERTIAN DISKUSI KELOMPOK KECIL

Diskusi kelompok kecil adalah bagian dari metode diskusi, diskusi kelompok dikatakan sebagai suatu proses yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka untuk mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah (Mulyasa, 2013). Sehingga ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil ialah ketrampilan melaksanakan kegiatan membimbing peserta didik agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil dengan efektif (Suwarna, 2005).

Sedangkan diskusi kelompok kecil dapat dipahami sebagai penggunaan metode diskusi dalam proses pembelajaran dimana guru membagi peserta didiknya dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang dalam proses menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Mulyasa (2013) menuturkan bahwa karakteristik diskusi kelompok kecil adalah: 1) melibatkan tiga sampai lima orang peserta dalam setiap kelompok, 2) berlangsung secara informal sehingga terjadi komunikasi langsung antarpeserta, 3) memiliki tujuan yang ingin dicapai dengan kerjasama, dan 4) berlangsung secara sistematis.

 

TUJUAN DISKUSI KELOMPOK KECIL

Penggunaan diskusi kelompok kecil dalam pembelajaran, memiliki beberapa tujuan antara lain:

  1. Peserta didik dapat memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasanbaru atau masalah yang harus dipecahkan oleh mereka,
  2. Peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berfikir dan berkomunikasi,
  3. Peserta didik terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan (Saud, 2009).

Sedangkan Mulyasa (2013) mengatakan bahwa melalui diskusi kelompok kecil dalam pembelajaran, memungkinkan peserta didik untuk dapat:

  1. Berbagi informasi dan pengalaman dalam pemecahan suatu masalah,
  2. Meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang penting dalam pembelajaran,
  3. Meningkatkan keterlibatan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,
  4. Mengembangkan kemampuan berfikir dan berkomunikasi,
  5. Membina kerjasama yang sehat dalam kelompok yang kohensif dan bertanggung jawab.

 

KOMPONEN KETRAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI KELOMPOK KECIL

Untuk menyukseskan jalannya diskusi kelompok kecil, terdapat beberapa ketrampilan yang harus dimiliki oleh guru sebagai pemimpin diskusi, yaitu:

  1. Memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topik diskusi,
  2. Memperjelas masalah maupun usulan atau pendapat,
  3. Menganalisis pandangan atau pendapat peserta didik
  4. Meningkatkan usulan peserta didik,
  5. Menyebarluaskan kesempatan berpartisipasi,
  6. Menutup diskusi(Saud, 2009).

Senada dengan pendapat diatas, Mulyasa (2013) menjabarkan cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengaplikasikan ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil ketika pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Memusatkan perhatian, dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan diskusi secara jelas, merumuskan masalah kembali ketika terjadi penyimpangan, dan menandai hal-hal yang tidak relevan dengan topik diskusi.
  2. Memperjelas masalah atau urunan pendapat melalui menguraikan kembali atau merangkum pendapat peserta dan mengajukan pertanyaan kepada seluruh anggota klompok tentang pendapat setiap anggota.
  3. Menganalisis gagasan atau pendapat dilakukan dengan meneliti dasar atau alasan pendapat yang diutaran anggota diskusi mempunyai dasar atau tidak dan menjelaskan hal-hal yang disepakati ataupun yang tidak disepakati.
  4. Meningkatkan urunan peserta didik dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kunci yang menantang, memberi contoh secara tepat, menghangatkan suasana dengan pertanyaan yang memancing perbedaan pendapat, memberikan waktu berfikir, dan mendengarkan pendapat dengan seksama.
  5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi dilalukan melalui memancing pendapat peserta didik yang kurang berpartisipasi, memberikan kesempatan pertama kepada peserta didik yang kurag berpartisipasi, mencegah terjadinya monopoli pembicaraan, dan mendorong peserta didik untuk mengomentari pendapat temannya.
  6. Menutup kegiatan diskusi dapat dilakukan dengan merangkum hasil diskusi, melakukan tindak lanjut, dan menilai proses yang telah dilakukan.

 

KESIMPULAN

Diskusi merupakan salah satu bentuk variasi dalam pembelajaran, merupakan metode yang dapat digunakan untuk membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam penggunaan metode ini, guru berperan sebagai pemimpin diskusi dan mempunyai peran penting dalam membimbing dan mengarahkan peserta didik supaya dapat melaksanakan diskusi sesuai dengan prosedur yang ada.

Metode diskusi mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah adanya upaya untuk melatih kooperatif siswa yang berkaitan dengan kerjasama dalam menyelesaikan permasalahan dan keterampilan berkomunikasi. Namun demikian, metode ini tetap memiliki kelemahan yaitu sering melebarnya pembahasan topik diskusi sehingga tidak selesai tepat waktu, selain itu kecenderungannya hanya dikuasai oleh beberapa siswa yang aktif dan pandai berbicara saja.

Oleh karena itu, perlunya peran guru dalam menguasai keterampilan dalam membimbing diskusi, baik diskusi kelompok maupun diskusi kelompok kecil. Komponen yang harus dimiliki oleh guru antara lain adalah guru dapat memusatkan perhatian peserta didik pada tujuan dan topik diskusi, memperjelas masalah maupun usulan atau pendapat, menganalisis pandangan atau pendapat peserta didik, meningkatkan usulan peserta didik, menyebarluaskan kesempatan berpartisipasi, dan menutup diskusi.

DAFTAR PUSTAKA

Abimanyu dkk, Soli. 2008. Bahan Ajar Cetak Strategi Pembelajaran. Jakarta : Direktorat Pendidikan Tinggi Depdiknas.

Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. 2013. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Saud, Udin Syaefudin. 2009. Pengembangan Profesi Guru. Bandung : Alfabeta.

Suwarna. 2005. Pengajaran Mikro. Yogyakarta : Tiara Wacana.

Wibawa, Agung Budi Kurniawan dan Saptanto Hari. 2014. Pelatihan Pengajaran Micro Teaching. Surakarta : Oase Pustaka.

 

_______________

Disusun Oleh: Sofwa Zahrotul Humaira

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

STKIP PGRI Pacitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s