Tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan

Tugas pada mata kuliah Manajemen Pendidikan pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Tingkat III Semester 5 Kelas A, dapat diunduh pada tautan berikut:

Tugas Manajemen Pendidikan_2017

Iklan

3 tanggapan untuk “Tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan”

  1. 1.. Alasan perubahan/penyempurnaan kurikulum adalah Kurikulum yaitu segala sesuatu dipersiapkan oleh pihak sekolah untuk menempuh suatu proses pembelajaran demi kemajuan suatu sekolah. Jadi perubahan kurikulum terjadi karena tuntutan masyarakat serta kondisi kebijakan pemerintah baik jangka panjang maupun jangka menengah yang disebut RPJP /RPJM, kesesuaian dengan perkembangan zaman sehingga perlu adanya perubahan.

    2. Aspek yang mempengaruhi perubahan/ penyempurnaan kurikulum diantaranya:
    1. Politik dan kebijakan
    2. Tuntutan masyarakat
    3. Dunia kerja
    4. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
    5. Historis dan sosiologis
    6. Kebutuhan hidup dan sosiologis
    3.Perkembangan kurikulum di Indonesia
    • 1947, Indonesia menggunakan kurikulum Retjana Peladjaran 1947
    • Kurikulum Retjana Peladjaran 1947 berlaku selama 5 tahun, tahun 1952 Indonesia menggunakan Kurikulum Retjana Peladjaran terurai 1952
    • Kurikulum Retjana Peladjaran terurai 1952 berlaku dalam dunia Pendidikan Indonesia selama 12 tahun, pada tahun 1964 Indonesia menggunakan Kurikulum Retjana Peladjaran 1964
    • Kurikulum Retjana Peladjaran 1964 berlaku selama 24 tahun, kemudian pada tahun 1968 digantikan dengan Kurikulum Berorientasi pada materi
    • Kurikulum Berorientasi pada materi bertahan selama 7 tahun kemudian pada tahun 1975 digantikan dengan Kurikulum Berorientasi Pada Tujuan.
    • Kurikulum Berorientasi Pada Tujuan belaku di Indonesia selam 9 tahun, kemudian pada tahun 1984 digantikan dengan Kurikulum Berbasis Penyempurnaan Kurikulum 1975
    • Kurikulum Berbasis Penyempurnaan Kurikulum 1975 bertahan selama 10 tahun kemudian digantikan dengan Kurikulum Berorientasi pada Aspek Nasional dan Lokal 1994.
    • Kurikulum Berorientasi pada Aspek Nasional dan Lokal 1994 bertahan dalam dunia Pendidkan Indonesia selama 10 tahun, kemudian pada tahun 2004 digantikan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
    • KBK hanya mampu bertahan selama 2 tahun, kemudian pada tahun 2006 digantikan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
    • KTSP 2006 bertahan selama 7 tahun seiring perkembanagan zaman pada tahun 2013 digantikan Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Karakter yang sering disebut K13. K13 sendiri masih menjadi pro kontra dianggap kurang fleksibel bagi sekolah-sekolah yang kurang mampu menerapkan karena faktor SDM dan SDA sekolah akan tetapi tetap diberlakukan dengan penempurnaan mengacu KTSP 2006.
    4. Kurikulum berasal dari Bahasa Latin “CURERE” atau “CURIER”(kurir) yang berarti jarak yang harus ditempuh maksudnya sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh, dan semua yang direncanakan sekolah untuk kegiatan pembelajaran dan dilaksanakan siswa unuk mendapatkan ijazah dalam sekolah formal maka disebut sebagai Kurkulum.
    5. Kurikulum menurut UU No. 20 tahun 2003 tertuang dalam Bab 1 pasal 1 ayat 19, Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
    6. Kurikulum dalam arti luas yaitu semua pengalaman yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada anak didik selama mengikuti pendidikan, contohnya silabus dan k13
    Kurikulum dalam arti sempit yaitu bahan ajara dan mata pelajaran baik teori maupun praktek yang diberikan pada siswa selama mengikuti suatu proses pendidikan tertentu. Contoh mata pelajaran Penjas Orkes baik teori maupun prakteknya.
    7 . Unsur- unsur dalam kurikulum
    • Seperangkat rencana dan pengaturan yaitu rencana atau program yang akan mengatur berbagai kegiatan (experience)
    • Tujuan, maksudnya rumusan keinginan, harapan, kehendak atau sasaran yang harus dicapai oleh setiap jenjang, jalur/ jenis pendidikan.
    • Isi dan Bahan Pelajaran, yaitu meliputi materi atau bahan ajar (cetak dan nocetak) yang harus dipelajari oleh siswa dan dipersiapkan oleh guru dan pihak sekolah.
    • Cara atau Pedoman Penyelenggaran yaitu acuan untuk pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran.
    8 . Prinsip- prinsip pengembangan kurikulum
    1. Relevansi yaitu pengembangan kurikulum baik isi, tujuan dan sistem penyampaian harus sesuai dengna kebutuhana masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa serta sesuai dengan perkembangan IPTEK.
    2. Fleksibelitas yaitu kurikulum harus luwes dan mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan lingkungan setempat, jadi tidak statis dan kaku.
    3. Kontinuitas yaitu kurikulum disusun secara berkesinambungan maksudnya bagian-bagian, aspek-aspek , materi, dan bahan kajian disusun secara beruntutan, tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain saling memiliki hubungan fungsional yang bermakna, sesuai dengan jenjang pendidikan dan tingkat perkembangan siswa
    4. Praktis yaitu kurikulum tidak membuat repot atau menyulitkan siswa maupun guru,didesain secara teratur dan tepat guna sesuai kebutuhan, tidak ribet dan sederhana.
    5. Efisien yaitu Perkembangan kurikulum harus mempertimbangkan segi efisiensi dan dalam penggunaan dana, waktu, tenaga dan sumber-sumber yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal.
    6. Efektif yaitu Perkembangan kurikulum harus mempertimbangkan kaitan antara aspek utama kurikulum seperti tujusn, isi, pengaaman belajar, serta penilaian dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan demi keberhasilan pelaksanaan kurikulum baik secara kuantitas maupun kualitas.

    9. Pengelolaan kurikulum yaitu suatu proses yang mencangkup perencanaan, pengorganisasian , pelaksanaan dan evaluasi untuk memperlancar pencapain tujuan pembelajaran.
    10 . jika kurikulum berubah yang harus dilakukan guru adalah
    • Tahan diri jangan antipati, sebagai oang berpendidikan meskipun tidak menkai tetapi tetap meneriima dan berfikir akan perubahan tersebut
    • Pahami sebab perubahan , meemahami kondisi sosial budaya dan ilmu pengetahua yang terjadi sehingga menyebabkan prubahn, tidak menelan sesuatu mentah- mentah tetapi hayti dan dresapi terlebih dahulu
    • Ikuti sosialisasi dan pelatihan, sebagai pendidik anak bangsa harus memaksimalkan skill dan pengetahuan melalui pelatihan dan sosialisasi guna memahami perubahan kurikulum dan apa yang harus dilakukan
    • Mencoba melaksanakan, yaitu menerapkan sesuatu yang telah dicangangkan mencoba supaya tau sejauh mana kemampuannya, if you keep waiting for just the right time, you may never begin! Begin now (Manin)
    • Bertanya jika kesulitan, jika sudah menerapkan dan masih mengalami kesulitan maka bertanya pada pihak yang ebh tau, tak usah malu,bertanya bkan berarti bodoh justru yang mau bertanya justru yang benar memahami kontek

  2. Latihan soal : Pengelolaan Kurikulum
    1. Jelaskan alasan perubahan/penyempurnaan kurikulum!
    Jawaban : Kurikulum adalah segala hal yang menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Seiring berjalannya waktu maka segala hal tersebut harus berkembang sesuai dengan kemajuan jaman agar tidak ketinggalan. Sama halnya seperti kurikulum yang harus berubah atau disempurnakan untuk menjamin mutu dan kualitas pendidikan dengan tujuan mencerdaskan anak-anak bangsa sesuai dengan tuntutan zaman.

    2. Apa saja aspek yang mempengaruhi perubahan/penyempurnaan kurikulum?
    Jawaban : Kurikulum dapat berubah atau disempurnakan karena berbagai macam faktor yang mempengaruhi seperti politik dan kebijakan pemerintah, tuntutan masyarakat, dunia kerja, perkembaagan IPTEK, historis dan sosiologis, kebutuhan hidup dan psikologis. Aspek-aspek ini mempengaruhi perubahan kurikulum menjadi lebih baik dari sebelumnya sesuai dengan zamannya.

    3. Jelaskan perkembangan kurikulum di Indonesia!
    Jawaban :
    a. Rentjana Peladjaran 1947 (1947) : Kurikulum ini mengutamakan pendidikan watak kesadaran bernegara dan bermasyarakat daripada pikiran. Materi pelajaran dihubungkan denga kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.
    b. Rentjana Peladjaran Terurai 1952 (1952) : Kurikulum ini berfokus pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi : moral, kecerdasan, emosional/artistic, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.
    c. Rentjana Peladjaran 1964 (1964) : Kurikulum ini dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004) yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistic, keterampilan dan jasmani.
    d. Berorientasi pada materi (1968): Kurikulum ini menekankan pada pendekatan organisasi materi pelajaran seperti kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar dan kecakapan khusus yang jumlah pelajarannya sebanyak 9 mata pelajaran. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat ,”Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya. Muatan materi bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan factual di lapangan.
    e. Berorientasi pada tujuan (1975) : Kurikulum ini menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Metode ,materi dan tujuaan penagajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal isitilah “Istilah Pelajaran” yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi seperti petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajardan evaluasi.
    f. Penyempurnaan kurikulum 1975 (1984) : Kurikulum ini mengusung process skill approach. Meski mengutamakn pendekan proses namun faktor tujuan lebih penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL).
    g. Berbasis Kompetensi KBK (2004) : Kurikulum ini disebut juga dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasarkan kompetensi apakah yang akan dicapai siswa. Sayangnya, kerancual muncul bila dikaitkan dengan dengan laat ukur kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih bisa berupa pilihan ganda. Bila target kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu menukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.
    h. Tingkat Satuan Pendidikan KTSP (2006) : Kurikulum ini bersifat desentralistik yang artinya segala aturan yang dicantumkan dalam kurikulum yang sebelumnya dirancang dan ditetapkan oleh pemerintahan pusat dalam KTSP sebagai tata aturan diserahkan untuk dikembangkan dan diputuskan oleh pihak sekolah. Meski terdapat kebebasan untuk melakukan pengembangan pada tingkat satuan pendidiakn, namun penegmbangan kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
    i. Berbasis Kompetensi dan Karakter (2013) : Kurikulum ini menekankan pada fenomena alam, sosial, seni dan budaya. Melalui pendekatan ini diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, produktif dan inovatif sehingga mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya.

    4. Jelaskan pengertian kurikulum menurut istilah!
    Jawaban : Secara Etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu carier yang artinya pelari dan curare yang berarti berpacu sehingga sering diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh. Kurikulum adalah hal-hal yang dipersiapkan oleh pihak sekolah untuk menempuh suatu proses demi kemajuan sekolah.

    5. Jelaskan kurikulum menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional!
    Jawaban : Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Seperangkat ini menentukan penyempurnaan dari kurikulum yang sesuai dengan tuntutan zamannya.

    6. Berikan contoh kurikulum dalam arti luas dan kurikulum dalam arti sempit!
    Jawaban :
    1. Kurikulum dalam arti luas artinya semua hal yang berhubungan dengan pengalaman yang didapat oleh siswa saat di sekolah sedangkan contohnya adalah extra kurikuler yang ada di sekolahan (tidak terstruktur).

    2. Kurikulum dalam arti sempit artinya semua hal yang didapat oleh siswa yang berkaitan dengan jadwal pelajaran baik teori maupun praktek yang diberikan kepada siswa selama proses pembelajaran di sekolah contohnya adalah jadwal pelajaran dan proses pembelajaran (terstruktur).

    7. Sebut dan jelaskan unsur-unsur dalam kurikulum!
    Jawaban :
    a. Seperangkat rencana dan pengaturan : Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan yang disusun untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran.
    b. Tujuan : Tujuan dari kurikulum adalah untuk mencapai keberhasilan dari proses pembelajaran.
    c. Isi dan bahan pelajaran : Kurikulum berisi mater-materi yang akan diajarkan oleh pendidik untuk peserta didik.
    d. Cara atau pedoman penyelenggaraan : Kurikulum berisi cara atau pedoman dan strategi yang berfungsi sebagai pedoman untuk mempermudah pendidik dalam proses pembelajaran.

    8. Sebut dan jelasksan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum!
    Jawaban :
    a. Relevansi : Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan sitem penyampaian harus relevan (sesuai) dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa serta sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    b. Fleksibilitas : Perkembangan kurikulum yang luwes, mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat jadi tidak statis dan kaku.
    c. Kontinuitas : Perkembangan kurikulum yang disusun secara berkesinambungan yang artinya bagian-bagian, aspek-aspek dan bahan kajian disusun secara berurutan, tidak terlepas-lepas melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang saling berkaitan sesuai dengan jenjang pendidikan , struktur dalam satuan pendidikan dan tingkat perkembangan siswa.
    d. Praktis : Perkembangan kurikulum harus praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya murah.
    e. Efisiensi : Perkembangan kurikulum harus mempertimbangkan segi efisiensi dan dalam penggunaan dana, waktu, tenaga dan sumber-sumber yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal.
    f. Efektifitas : Perkembangan kurikulum harus mempertimbangkan kaitan antara aspek utama kurikulum seperti tujusn, isi, pengaaman belajar, serta penilaian dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan demi keberhasilan pelaksanaan kurikulum baik secara kuantitas maupun kualitas.

    9. Apa yang dimaksud dengan pengelolaan kurikulum?
    Jawaban : Semua proses yang mencangkup perencanaan, pengorganisasian, pelaksaan dan evaluasi untuk memperlancar pencapaian tujuan bersama. Dalam proses perencanaan pendidik menyusun tujuan dan sasaran yang akan diraih oleh peserta didik serta merancang strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Pada proses proses pengorganisasian, pendidik mengarahkan/mengorganisasi peserta didik, media pembelajaran dan situasi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan/pencapaian yang akan diraih. Sedangkan dalam proses pelaksanaan, pendidik menggerakkan, memandu peserta didik untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan proses pembelajaran seefektif untuk mewujudkan efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja. Dan yang terakhir proses evaluasi, pada tahap ini pendidik memberikan umpan balik/feedback dan tindak lanjut terhadap hasil yang didapat saat proses pembelajaran.

    10. Jika kurikulum berubah/disempurnakan, apa yang harus dilakukan guru?
    Jawaban :
    a. Tahan diri, jangan antipati : Guru harus menahan diri untuk tidak memprotes dan mengeluh dengan kurikulum yang berubah. Guru harus berusaha menerima dan tidak antipati dengan kurikulum yang baru.
    b. Pahami sebab perubahan : Setiap perubahan pasti ada sebabnya jadi saat kurikulum berubah tentu ada alasannya maka dari itu guru harus mencari tahu penyebab dari alasan perubahan kurikulum tersebut.
    c. Ikut sosialisasi dan pelatihan : Berubahnya suatu kurikulum tentunya merubah seluruh aturan dan system yang ada di sekolah jadi perlu adanya pelatihan dan sosialisasi lagi untuk memahami dan mengetahui peraturan dan system yang ada di kurikulum baru.
    d. Mencoba melaksanakan : Setelah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan tentang kurikulum yang baru maka guru hendaknya mencoba melaksakannya. Apabila mengalami kendala guru harus tetap mencoba dan berusaha dengan sebaik baiknya untuk menyampaikannya pada siswa.
    e. Bertanya jika kesulitan : Apabila dalam pelaksaan kurikulum baru guru mengalami kesulitan hendaknya guru bertanya pada seseorang yang sudah paham atau melalui forum guru-guru demi kesuksesan pelaksaan kurikulum baru.

  3. 1. Alasan perubahan/penyempurnaan kurikulum adalah Kurikulum itu sendiri memiliki makna yaitu suatu hal yang sudah dipersiapkan oleh pihak sekolah untuk menempuh suatu proses pembelajaran demi kemajuan suatu sekolah. Jadi kurikulum perlu ada perubahan supaya kualitas pendidikan tidak kadaluarsa atau ketinggalan zaman. Perubahan kurikulum juga mempunyai tujuan untuk mencerdaskan anak-anak bangsa sesuai dengan tuntutan zaman yang semakin maju.

    2. Aspek yang mempengaruhi penyempurnaan kurikulum :
    • Politik dan kebijaksanaan
    • Tuntutan masyarakat
    • Dunia Kerja
    • Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
    • Historis dan sosiologis
    • Kebutuhan hidup
    • Psikologis

    3. Perkembangan Kurikulum diindonesia
    a. Rentjana Peladjaran 1947 (1947) : Kurikulum ini mengutamakan pendidikan watak kesadaran bernegara dan bermasyarakat daripada pikiran. Materi pelajaran dihubungkan denga kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.
    b. Rentjana Peladjaran Terurai 1952 (1952) : Kurikulum ini berfokus pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi : moral, kecerdasan, emosional/artistic, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis.
    c. Rentjana Peladjaran 1964 (1964) : Kurikulum ini dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004) yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistic, keterampilan dan jasmani.
    d. Berorientasi pada materi (1968): Kurikulum ini menekankan pada pendekatan organisasi materi pelajaran seperti kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar dan kecakapan khusus yang jumlah pelajarannya sebanyak 9 mata pelajaran. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat ,”Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya. Muatan materi bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan factual di lapangan.
    e. Berorientasi pada tujuan (1975) : Kurikulum ini menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. Metode ,materi dan tujuaan penagajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal isitilah “Istilah Pelajaran” yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi seperti petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajardan evaluasi.
    f. Penyempurnaan kurikulum 1975 (1984) : Kurikulum ini mengusung process skill approach. Meski mengutamakn pendekan proses namun faktor tujuan lebih penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning (SAL).
    g. Berbasis Kompetensi KBK (2004) : Kurikulum ini disebut juga dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasarkan kompetensi apakah yang akan dicapai siswa. Sayangnya, kerancual muncul bila dikaitkan dengan dengan laat ukur kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih bisa berupa pilihan ganda. Bila target kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu menukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.
    h. Tingkat Satuan Pendidikan KTSP (2006) : Kurikulum ini bersifat desentralistik yang artinya segala aturan yang dicantumkan dalam kurikulum yang sebelumnya dirancang dan ditetapkan oleh pemerintahan pusat dalam KTSP sebagai tata aturan diserahkan untuk dikembangkan dan diputuskan oleh pihak sekolah. Meski terdapat kebebasan untuk melakukan pengembangan pada tingkat satuan pendidiakn, namun penegmbangan kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
    i. Berbasis Kompetensi dan Karakter (2013) : Kurikulum ini menekankan pada fenomena alam, sosial, seni dan budaya. Melalui pendekatan ini diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, produktif dan inovatif sehingga mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya

    4. Pengertian Kurikulum menurut Istilah adalah secara Etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu carier yang artinya pelari dan curare yang berarti berpacu sehingga sering diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh. Sehingga Kurikulum adalah hal-hal yang dipersiapkan oleh pihak sekolah untuk menempuh suatu proses pembelajaran demi kemajuan sekolah.

    5. Kurikulum menurut UU No.20 Tahun 2003
    “Seperangakat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu” (Bab I Pasal 1 Ayat 19)

    6. Contoh Kurikulum dalam arti luas : Dalam sebuah pembelajaran siswa tidak hanya belajar dan terpacu dalam sebuah teori tetapi siswa juga mampu mempraktekan, melihat dan menggambarkan secara langsung dikehidupan nyata.
    Contoh Kurikulum dalam arti sempit : Siswa SMA bersekolah selama 3 tahun untuk menuntut ilmu dan mempersiapkan kejenjang lebih tinggi. Goal dari perjuangan mereka adalah jika mereka lulus Ujian Nasional. Maka dari itu sekolah menuntut agar para muridnya tuntas dalam semua mata pelajaran yang artinya lulus, dan mereka mendapatkan ijazah. Maka tujuan mereka bersekolah selama tiga tahun yaitu untuk mendapatkan sebuah ijazah yang menentukan masa depan mereka selanjutnya.

    7. Unsur-unsur dalam Kurikulum :
    a. Seperangkat rencana dan pengaturan : Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan yang disusun untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran.
    b. Tujuan : Tujuan dari kurikulum adalah untuk mencapai keberhasilan dari proses pembelajaran
    c. Isi dan bahan pelajaran : Kurikulum berisi mater-materi yang akan diajarkan oleh pendidik untuk peserta didik
    d. Cara atau pedoman penyelenggaraan : Kurikulum berisi cara atau pedoman penyelengaraan yang berfungsi sebagai pedoman untuk mempermudah pendidik dalam proses pembelajaran.

    8. Prinsip-prinsip pengembangan Kurikulum :
    • Prinsip Berorientasi Pada Tujuan
    Pengembangan kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu, yang bertitik tolak dari tujuan pendidikan Nasional. Tujuan kurikulum merupakan penjabaran dan upaya untuk mencapai tujuan satuan dan jenjang pendidikan tertentu.
    • Prinsip Relevasi (Kesesuaian)
    Pengembangan kurikulum yang meliputi tujuan, isi dan system penyampaian harus relevan (sesuai) dengan kebutuhan dan keadaan masyarakat, tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa, serta serasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    • Prinsip Efisiensidan Efektifitas
    Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan segi efisien, waktu, tenaga dan sumber-sumber yang tersedia agar dapat mencapai hasil yang optimal.
    • Prinsip Fleksibilitas
    • Kurikulum yang luwes mudah disesuaikan, diubah, dilengkapi atau dikurangi berdasarkan tuntutan dan keadaan ekosistem dan kemampuan setempat, jadi tidak statis.
    • Prinsip Kontinuitas
    Kurikulum disusun secara berkesinambungan, artinya bagian-bagian, aspek-aspek, materi dan bahan kajian disusun secara berurutan, tidak terlepas-lepas, melainkan satu sama lain memiliki hubungan fungsional yang bermakna.
    • Prinsip Keseimbangan
    Penyusunan kurikulum memperhatikan keseimbangan secara proposional dan fungsional antara berbagai program dan sub-program, antara semua mata ajaran, dan antara aspek-aspek perilaku yang ingin dikembangkan.
    • Prinsip Keterpaduan
    Kurikulum dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prinsip keterpaduan, perencanaan terpadu beritik tolak dari masalah atau topik dan konsistensi antara unsur-unsurnya.
    • Prinsip Mutu
    Perkembangan kurikulum berorientasi pada pendidikan mutu, yang berarti bahwa pelaksanaan pembelajaran yang bermutu ditentukan oleh derajat mutu guru, kegiatan belajar mengajar, media yang bermutu.

    9. Pengelolaan Kurikulum adalah semua proses yang mencangkup perencanaan, pengorganisasian, pelaksaan dan evaluasi untuk memperlancar pencapaian tujuan bersama. Dalam proses perencanaan pendidik menyusun tujuan dan sasaran yang akan diraih oleh peserta didik serta merancang strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Pada proses proses pengorganisasian, pendidik mengarahkan/mengorganisasi peserta didik, media pembelajaran dan situasi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan/pencapaian yang akan diraih. Sedangkan dalam proses pelaksanaan, pendidik menggerakkan, memandu peserta didik untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan proses pembelajaran seefektif untuk mewujudkan efisiensi proses dan efektivitas hasil kerja.

    10. Jika kurikulum berubah, yang harus dilakukan oleh guru yaitu :
    • Tahan diri, jangan antipati
    • Pahami sebab perubahan
    • Ikut sosialisasi dan pelatihan
    • Mencoba melaksanakan
    • Bertanya jika kesulitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s