“Kristal” Krispi Tapak Liman

Pakis, 11/8 – Minggu ke V peserta KKN-PPM angkatan 25 melaksanakan satu dari program kerja wajib yakni sosialisasi dan pelatihan entrepreneur. Program kerja yang mengangkat tema “Menangkap Dan Menciptakan Peluang Bisnis” ini memanfaatkan tapak liman yang sangat jarang terjamah warga.

Tapak liman dengan segudang manfaatnya menjadi insirasi bagi mahasiswa peserta KKN-PPM Kelompok II yang berada di dusun Pakis. Pasalnya, meskipun berfungsi sebagai tanaman obat keluarga namun tanaman ini sangat jarang dimanfaatkan. Bahkan sering hanya diinjak dan dianggap rumput saja. Tanaman yang berkhasiat obat ini hanya akan dicari saat dibutuhkan dan diolah sesuai dengan resep. Akan sangat disayangkan jika tanaman ini dilewatkan begitu saja padahal jika mau sedikit kreatif tanaman ini bisa memiliki daya jual yang lumayan.

Berlatar belakang hal tersebut, peserta KKN-PPM kelompok II berinisiatif untuk membuat produk yang berbahan dasar tapak liman. Dan tercetuslah ide untuk membuat keripik tapak liman. Camilan ini mirip dengan keripik bayam. Perbedaan yang mendasar terletak pada bahan pokoknya, yakni bayam yang diganti dengan tapak liman. Tujuan memanfaatkan tapak liman ini terkait dengan tema program kerja ini sendiri yakni “Menangkap dan Menciptakan Peluang Bisnis”, maka kegiatan ini tidak hanya sekadar untuk mendayagunakan tapak liman tetapi juga menambah nilai jual pada tapak liman.

Bayam tentu sudah sangat biasa dikonsumsi. Tetapi tapak liman dengan rasanya yang pahit getir tentu akan menarik rasa penasaran konsumen. Agar produk ini mudah dikenal dan mudah diingat oleh konsumen maka produk ini dinamai “KRISTAL” -Krispi Tapak Liman-. Krispi Tapak Liman ini dibuat dengan beberapa varian rasa yakni rasa balado, barbeque, pedas manis, dan rasa pedas serta dikemas dengan apik. Saat produk ini diperkenalkan pada masyarakat saja, produk ini sudah menarik antusias mereka sehingga mereka pun mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Dengan begitu maka produk ini dapat menjadi peluang bisnis bagi para ibu rumah tangga.

Kegiatan ini tidak hanya mengungkan bagi peserta KKN-PPM namun juga bagi para ibu-ibu karena kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan sebagai pengisi materi dalam acara arisan dasawisma. Program kerja ini disasarkan pada para ibu dengan beberapa tujuan. Pertama, untuk memberdayakan para ibu. Kedua, agar para ibu dapat membantu suami dan keluarganya dengan menambah sedikit penghasilan keluarga.

Tak hanya itu, karena kegiatan ini memanfaatkan tapak liman yang merupakan salah satu tanaman obat keluarga (TOGA), maka kegiatan ini pun dapat masuk ranah POKJA III PKK desa Tanjunglor. Bu Yuli –Ketua POKJA III desa Tanjunglor- mengatakan,”Saya mewakili ibu-ibu merasa sangat senang dan sangat berterima kasih sekali lo mbak, mas, dengan kegiatan seperti ini bisa menjadi pengisi untuk acara kami seperti dasawisma ini dan arisan-arisan yang lain.” Beliau pun meawarkan agar produk ini menjadi isian stan dan jika mungkin ditambah dengan produk-produk lain yang inovatif. Kelompok II merasa sangat berterima kasih atas partisipasi dan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap program ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s