Sosialisasi Program Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga

Tanjunglor, (8/6/2015) ¾ Peserta KKN-PPM angkatan ke 25 STKIP PGRI PACITAN tahun 2015 yang bermuara di dusun Krajan, Desa Tanjunglor telah berhasil melaksanakan beberapa program yang telah di ditetapkan oleh LPPM STKIP PGRI Pacitan, salah satunya yaitu program kerja sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan tanaman obat keluarga di sekitar rumah. Mentari yang agaknya enggan menampakkan sinar terangnya tak menyurutkan antusias warga dusun Krajan pagi itu, khususnya ibu-ibu rt. 3 rw. 1. Tepat pukul 08.00 waktu setempat, usai melaksanakan senam lansia di salah satu rumah warga, segera tim kelompok 1 yang disambut hangat oleh ibu Purwani selaku ibu Ketua RT, berhamburan membagi tugas dan memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga. Anak-anak pun tak mau kalah saing, mereka turut berbaur dan ikut serta menanam tanaman dengan senyum kebanggaannya. Daerah yang dikenal dengan sebutan Ceni ini belum sepenuhnya memberdayakan tanaman obat di sekitar pekarangan rumah, hal ini disebabkan oleh beberpa faktor salah satunya pengairan dan perubahan musim yang tak bersahabat. “dulu sudah pernah mbak tiap-tiap rumah, tapi nggeh toyane niku sing sulit, nopo maneh pas wayah ketigo”, ungkap Ibu Tino.

Sedianya, ada sekitar 29 kepala keluarga yang dibagikan polibek sebagai media tanam yang praktis dan mudah untuk dipindahkan. Melalui segenap usaha dan kerjasama kru kelompok 1, hari itu beberapa tanaman seperti jahe, kunyit, dan kencur berhasil dihidupkan kembali di tiap-tiap rumah warga khususnya daerah Ceni. Adanya tanaman obat di lingkungan rumah dapat memberikan manfaat besar khususnya untuk mengobati penyakit dengan menggunakan obat tradisional dan sebagai pemenuhan upaya preventive (pencegahan), promotif (peningkatan derajat kesehatan) dan kuratif (pengobatan). Akhirnya program yang memakan waktu sekitar 2 jam tersebut usai sudah dilaksanakan. Salah satu warga mengaku senang dengan adanya program ini karena bisa menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan kesehatan. “kami khususnya warga Ceni mengucapkan terima kasih dengan adanya program ini, karena bisa kembali membudidayakan tanaman obat keluarga kembali”, ungkap ibu Purwani. Sebagai tindak lanjut, kru kelompok 1 akan selalu memantau perkembangan dari tanaman obat keluarga agar mampu memberikan manfaat yang maksimal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s