Semakin Tinggi Kualitas Cengkih, Semakin Tinggi Harga Jual

Sabtu (22/08/2015), program kerja wajib bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 3 dusun Brojol, Sosialisasi dan Pelatihan Manajemen Produksi Pasca Panen, kembali dilaksanakan.

Sabtu malam Minggu, bertempat di Masjid Roudhotul Ullum dusun Brojol, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) terlihat mempersiapkan dua kegiatan sosialisasi sekaligus. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengelolaan peternakan yang baik dan benar menjadi pembuka kegiatan. Dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan manajemen produksi pasca panen. Sosialisasi yang dikoordinatori oleh Hadi Suprapto tersebut mengangkat tema mengenai pasca panen cengkih. Ditanyakan mengapa memilih cengkih, berikut alasan lelaki berkulit putih ini.

“Alasan memilih cengkih untuk tema sosialisasi karena memang di sini (Brojol) banyak dan lagi musim cengkih. Walaupun masyarakat sudah handal dalam mengelola panen cengkih tapi insya Allah dengan sosialisasi ini lebih mengerti bagaimana perawatan panen cengkih.” Ujar lelaki yang saat sosialisasi terlihat mengenakan kopyah tersebut.

Saat sosialisasi, Hadi menanyakan bagaimana pemahaman masyarakat mengenai perawatan cengkeh selama ini, jawaban dari peserta yang hadir cukup mencengangkan. “Paham ya dipaham-pahamin Mas. Asal sudah panen gek cepet-cepet dijual, biar cepet dapat uang”. Beranjak dari jawaban tersebut, lelaki jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini melanjutkan sosialisasi dengan memberikan pemahaman mengenai perawatan cengkih dari jamur. Salah satu yang dapat koordinator press release berhasil kutip dari lelaki yang hobi lawak ini sebagai berikut.

“Untuk menghilangkan jamur pada cengkih adalah dengan rendaman air teh yang sebelumnya diseduh dengan air mendidih.” Lelaki yang lahir pada 16 April 1993 tersebut juga menambahkan adanya sebab akibat dari perawatan cengkih serta pepatah orang Jawa yang tidak asing ditelinga kita. “Kualitas cengkih baik, maka harga pun tinggi, istilah orang Jawa Rego Nggowo Rupo.” Yang langsung disambut gelak tawa oleh hadirin. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan pelatihan stek kopi. Kegiatan tersebut sebagai kegiatan tambahan yang dikoordinatori oleh Gus Mairawan. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan manajemen pasca panen tersebut khususnya cengkih dapat memberikan peningkatan signifikan baik kualitas maupun kuantitas cengkih di dusun Brojol, desa Tanjunglor, Kecamatan Ngadirojo, kabupaten Pacitan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s