Pengabdian Tanpa Pamrih Pengajar TPA, Demi Masa Depan Generasi Islam

Minggu (30/08/2015), mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan 25 Tahun 2015 Kelompok 3 bertempat di dusun Brojol kembali menyelenggarakan salah satu program kerja dengan basic keagamaan, yaitu Sosialisasi, Pendirian, Pemilihan Kader, dan Pelatihan Kader Pengelola Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dan Pendidikan Keagamaan lainnya.

Semilir angin kian menusuk malam cerah di salah satu tempat di dusun Brojol, tepatnya di masjid Rhoudhotul Ullum. Tampak Yongki Arganata, selaku koordinator program kerja, sibuk mempersiapkan diri. Koordinator press release berkesempatan berbincang sejenak untuk menanyakan persiapan yang dilakukan. “Yang pasti persiapan materi, kebutuhan-kebutuhan yang lainnya.” Ungkap lelaki berlesung pipi ini. lelaki yang saat ini menempuh studi jurusan Pendidikan Matematika STKIP PGRI Pacitan ini tidaklah sendiri dalam mempersiapkan kegiatan yang dijadwalkan setelah salat Isya tersebut. Rosi Nurhayati, Rini Astikha, dan Eko Agus Hari Anto, trio tersebut didapuk dengan tugas masing-masing.

Satu persatu undangan tampak hadir, langsung mengisi daftar hadir sekaligus mendapat kudapan yang telah disiapkan oleh Rosi Nurhayati. Sebanyak enam undangan yang terdiri pengajar Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) telah hadir, seharusnya ada delapan undangan akan tetapi dua diantaranya sedang ada kepentingan sehingga tidak dapat hadir. Acara memang dikonsep santai namun serius, artinya acara malam tersebut seperti diskusi bersama. Keyong sapaan akrab Yongki Arganata memberikan penjelasan mengenai TPA yang baik, tampak undangan yang hadir serius mendengarkan penjelasan. Lelaki yang biasanya dipanggil Ardhan saat mengudara di Grindulu FM ini, juga memberikan penegasan mengenai menjadi pengajar TPA meskipun gaji sedikit bahkan tidak ada namun semua itu pasti dibalas oleh Allah SWT. “Bapak Ibu, meskipun menjadi guru ngaji itu bayarannya kecil bahkan ada yang sukarela namun Insya Allah semua akan dibalas pahala yang berlipat ganda, karena menjadikan anak-anak kita pandai mengaji adalah salah satu modal untuk mendapatkan pintu surga.”

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sharing bersama, ada salah satu pengajar yang menanyakan bagaimana menumbuhkan minat anak agar senang mengaji. “Begini, menjadikan suasana mengaji agar menyenangkan tidak harus dengan mainan atau hal-hal yang membutuhkan modal. Sekali-kali ajak anak-anak di ruang terbuka saat mengaji, ajak menyanyi tema agama, atau mendongeng kisah-kisah teladan.” Jawab lelaki hitam manis kelahiran 18 Desember 1993 tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian buku daftar hadir pada masing-masing pengajar TPA dusun Brojol. “Semoga kegiatan sederhana ini mendapat berkah dan manfaat luar biasa kedepannya.” Harap Yongki sesaat sebelum melakukan foto bersama dengan undangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s