Merenda Masa Depan, dengan Pendidikan di SMPN 5 Ngadirojo

Selasa (17/07/2015), salah satu program kerja yang dirancang oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yaitu Sosialisasi Pentingnya Pendidikan dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Ngadirojo Satu Atap.

Sejak pagi, riuh ramai terdengar jelas di base camp Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Angkatan 25 Tahun 2015. Hal tersebut dikarenakan adanya persiapan mengenai Sosialisasi Pentingnya Pendidikan, persiapan yang dilakukan sejak semalam sebelumnya memang benar-benar dipersiapkan dengan matang. Setelah beberapa jam persiapan, pukul 09.00, rombongan mahasiswa KKN PPM Angkatan 25 Tahun 2015 meluncur ke SMPN 5 Ngadirojo Satu Atap. Rombongan langsung disambut jabat tangan dan salam ramah dari salah satu guru, “Monggo Mas Mbak, langsung ke aula saja”, ujar salah satu pengajar dengan senyum ramahnya, lalu dilanjutkan menuju tempat kegiatan diadakan, yaitu di aula sekolah tersebut.

Kegiatan yang dijadwalkan pukul 09.00 harus ditunda karena pada hari tersebut bertepatan dengan pembagian rapor, jadi ditunda sekitar satu jam. Sembari menunggu dan mempersiapkan kegiatan, tim press release menyempatkan diri untuk berbincang dengan pemateri sekaligus koordinator sosialisasi. “Lumayan membuat gugup, tapi tidak sabar segera bertemu dengan siswa-siswa”, ujar salah satu koordinator kegiatan, Dina Indriani. Perempuan enerjik berkacamata ini tidak sendiri dalam menyampaikan materi, melainkan dengan Nina Dwi Hartanti, dua perempuan yang sama-sama sedang menempuh pendidikan di STKIP PGRI Pacitan ini tampak gugup namun terlihat binar semangat terpancar dari raut wajahnya.

Acara dipandu oleh Dealisa Rurin Wijaya selaku pembawa acara, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini bersama dengan teman satu jurusannya, Hadi Suprapto yang didapuk menjadi moderator. Acara dibagi menjadi dua tahap, pertama materi mengenai pentingnya pendidikan yang disampaikan oleh Nina Dwi Hartanti dan tahap kedua materi mengenai motivasi pendidikan yang disampaikan oleh Dina Indriani. Selama kegiatan tampak antusias siswa terpancar dari senyum tawa bahagia mereka.

Dipertengahan acara, Ketua Kelompok, Apin Andrianto, bergabung ke dalam acara. Pasalnya, Ketua Kelompok dan beberapa anggota yang lain takziah ke salah satu warga di dusun Brojol. Acara yang diadakan semakin meriah, dengan joke yang dikeluarkan oleh Hadi Suprapto, lelaki putih ini mampu mengocok perut yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Pada sesi pertama, materi mengenai pentingnya pendidikan, Nina Dwi Hartanti selaku narasumber memberikan pertanyaan sederhana yang mampu membuat semua siswa terdiam. Perempuan yang beberapa saat lalu sempat mengalami kecelakaan ini, memberikan pertanyaan, “Mengapa kalian sekolah?”, semua siswa terdiam karena bertanya-tanya pada hati kecil mereka masing-masing. Setelah beberapa saat berlalu, acara dikendalikan lagi oleh moderator acara. Suasana kembali semangat ketika siswa bersama menyaksikan video motivasi yang langsung disajikan oleh pemateri kedua, Dina Indriani. Tampak mereka begitu antusias menyimak setiap penjelasan. Disela-sela acara, koordinator press release mendekati salah satu siswa yang menyatakan bahwa tidak berniat melanjutkan pendidikan. “Ndak tahu mau melanjutkan atau tidak.” Ujar salah satu siswa yang mampu membuat semua mahasiswa yang ada di acara tersebut tersentuh dan penasaran.

Setelah acara berakhir, rombongan mahasiswa KKN PPM Angkatan 25 Tahun 2015 masih mendiskusikan hasil kegiatan hari itu. Sebagian besar siswa, niat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi masih rendah. Hal tersebut menjadi tugas yang harus dipecahkan oleh mahasiswa KKN PPM Angkatan 25 Tahun 2015. “Ini menjadi tugas yang harus kita pecahkan bersama, meskipun kita tidak dapat membantu keseluruhan, setidaknya dengan kegiatan hari ini memberikan pencerahan tentang pola pikir mereka.” Ujar salah satu mahasiswa peserta KKN PPM Angkatan 25 Tahun 2015. Dalam acara tersebut ada kata-kata yang diutarakan oleh Dina Indriani yang sarat akan motivasi, “Tidak ada alasan untuk tidak belajar, jangan pernah ragu untuk menciptakan mimpi setinggi-tingginya dan mewujudkannya mulai dari hal yang sederhana”. Tak lupa, dalam kegitan tersebut tercipta sebuah yel-yel “SUKSES! Kita Pasti Bisa!” Seperti kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, kegiatan ini juga tidak berhenti pada hari itu, melainkan akan dilanjutkan dengan sosialisasi door to door demi keefektifan program.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s