Mengisi Kemerdekaan dengan Usaha Rumahan ala Ibu PKK Dusun Brojol

Sabtu (15/08/2015), di tengah gegap gempita menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-70, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan 25 Tahun 2015 STKIP PGRI Pacitan kembali melaksanakan salah satu program wajib tentang Sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Siang terik kala itu, tidak menyurutkan semangat mahasiswa peserta KKN-PPM kelompok 3 dusun Brojol untuk menyambangi salah satu rumah warga yang terletak di daerah Balong, dusun Brojol. Pertemuan yang telah dijanjikan dirangkaikan dengan kegiatan rutin warga sekitar. Kegiatan bertajuk pengelolaan industri rumah tangga mulai pembuatan hingga pengemasan produk ini, tidak hanya sekedar sosialisasi, melainkan dirangkaikan dengan pelatihan pengemasan produk sale anggur hingga pelatihan membuat abon jantung pisang. Dalam acara tersebut turut hadir istri Kepala Dusun Brojol, Ibu Sartini. Perempuan dengan senyum khas ini, memberikan sambutan hangat seperti biasa. Tak lupa, ucapan terimakasih juga mengalir deras baik dari ibu Kepala Dusun maupun dari tuan rumah selaku ketua RT. “Terimakasih Mas Mbak, harapan kami semoga kebaikan yang kalian lakukan mendapat balasan dari Allah dengan menjadikan Mas Mbak orang-orang sukses.” Harap ibu dua putri tersebut dengan tulus.

Melihat antusias dan sambutan tersebut, semangat yang sebelumnya mengendur akibat cuaca panas terkurangi. Acara dimulai dengan sambutan-sambutan. Koordinator sosialisasi Siti Nurjanah dan Rosi Nurhayati tampak gugup namun tetap semangat. “Lumayan deg-degan tapi harus semangat. Masa kalah dengan ibu-ibu. Hehehe…” ujar perempuan yang saat ini masih menempuh studi di STKIP PGRI Pacitan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini. Tak mau kalah, Mbak Rosi, panggilan akrab Rosi Nurhayati juga ikut nimbrung saat Siti Nurjanah diwawancarai oleh koordinator press release. “Deg-degan, tapi Bismillah, semua lancar dan bermanfaat.” Ujar perempuan yang hobi tertawa ini dengan berbisik mengingat acara sudah dimulai.

Kegiatan dimulai dengan pemberian penjelasan mengenai UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), meski LCD sempat mengalami error namun dengan ketangkasan dan kekompakan mahasiswa lain dalam menangani dapat terselesaikan dengan baik. Setelah mendengar penjelasan dengan baik, ibu-ibu yang hadir dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama dengan Asmyati Yuanita, yakni cara pengemasan sale anggur, kelompok dua dengan Astriana Wikanti. Perempuan kelahiran Tegalombo, Pacitan ini. Memberikan pelatihan cara membuat abon jantung pisang, kelompok terakhir, digawangi oleh Rosi Nurhayati dan Siti Nurjanah mengenai pengemasan sale dan keripik pisang. Di tengah-tengah acara, joke dari Wahyu Andrianto dan Hadi Suprapto turut memberikan angin segar dan menambah semarak acara hari itu.

“Tak ada yang tidak bisa, selagi kita belajar.” Tutur ibu Kepala Dusun di tengah menyusun sale anggur kepada koordinator press release. Kegiatan siang itu begitu memberikan pencerahan bagi warga masyarakat, bahkan salah satu warga menginginkan produk-produk yang baru saja dilatihkan tersebut digunakan untuk mengisi stand untuk rangkaian acara menyambut HUT Kmerdekaan Republik Indonesia ke-70. Acara sosialisasi memang telah berakhir, namun itu semua merupakan salah satu cara mengisi kemeredekaan melalui usaha mikro, kecil, dan menengah. Menjadi ibu rumah tangga buka suatu alasan untuk menggapai kesuksesan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s