Cerdas Kelola Sampah, Gaya Berkelas, dengan Gelas Bekas

Kamis (13/08/2015), kembali Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP PGRI Pacitan meluncurkan salah satu program kerja yang wajib dilaksansakan bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan 25 Tahun 2015, Pelatihan dan Pengelolaan Sampah.

Kegiatan yang sebelumnya didahului oleh Sosialisasi dan Pelatihan Enterpreneurship (Kewirausahaan) ini tak kalah meriah dan antusias dari acara sebelumnya. Acara yang bertajuk pelatihan dan pengelolaan sampah ini direncanakan akan dirangkaian dengan pelatihan membuat tas dari gelas bekas air mineral. Kegiatan yang digawangi oleh duo mahasiswa dari Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Pacitan, Asmiyati Yuanita dan Tutut Novitasari ini, diawali dengan membedakan antara sampah organik dan anorganik oleh Aas, sapaan akrab perempuan yang hobi olahraga ini.

“Sampah itu dibedakan menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan lain sebagainya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk seperti plastik, wadah pembungkus makanan, botol, kaleng, besi, dan lain sebagainya.” Tutur anak pertama dari dua bersaudara ini.

Acara yang dimulai pukul 14.00 ini langsung dilanjtkan dengan pemberian materi oleh koordinator kedua, Tutut Novitasari, putri dari pasangan Tugiyat dan Mujiati ini, memberikan pengertian mengenai aspek-aspek dalam mengelola sampah.

“Aspek manajemen pengelolaan sampah ada 5, yaitu aspek organisasi, aspek pembiayaan, aspek pengaturan, aspek peran serta masyarakat, dan aspek teknik operasional.” Ungkap perempuan yang hobi dengan berbagai kerajinan menyangkut tentang flanel ini.

Duo perempuan cantik ini, juga memberikan gambaran bagaimana pengelolaan sampah di lingkungan sekitar rumah. Acara rehat sejenak untuk undangan menikmati kudapan, kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh koordinator press release untuk menghampiri duo koordinator.

“Alhamdulillah undangan masih antusias, dan senang mendengar penyampaian materi dari kami.” Ungkap perempuan yang saat ini masih menempuh studi tingkat akhir di STKIP PGRI Pacitan ini.

Setelah rehat, acara dilanjutkan dengan pelatihan membuat tas dari gelas bekas air mineral. Kegiatan pelatihan tersebut dihadiri oleh Ega Dewi Setianingsih, selaku pemateri untuk pelatihan pembuatan tas dari gelas bekas air mineral. Perempuan manis ini dengan telaten memberi pengarahan pada undangan mengenai cara merangkai satu persatu gelas bekas tersebut. Tampak riuh canda gurau mewarnai kegiatan siang menjelang sore tersebut, antusias itu juga dirasakan oleh koordinator dokumentasi, Eko Agus Hari Anto, entah terbawa suasana atau bagaimana, yang jelas, laki-laki hitam manis ini tak henti-hentinya tersenyum melihat semangat ibu-ibu yang hadir di masjid Roudhotul Ullum tersebut. Tidak ingin melewatkan hal itu, koordinator press release mengajak berbincang sejenak dengan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Nggak tahu kenapa, aku seneng lihat ibu-ibu merangkai gelas, ada yang bingung, bahkan manggil-manggil mahasiswa suruh membantu. Pokoknya lucu deh.”

Di sela-sela keriuhan tersebut, koordinator press release, juga berkesempatan untuk berbincang sebentar dengan Ibu Sartini, selaku istri dari Kepala Dusun Brojol.

“Ternyata semua bisa jadi uang, tinggal telaten atau tidak. Terimakasih Mas dan Mbak KKN yang mau berbagi ilmu secara gratis, sangat bermanfaat, membuka wawasan baru.” Ungkap Ibu dari Rina Mardikawati ini dengan senyum sarat terimakasihnya. Pada saat itu, ada juga celetukan yang cukup mengocok perut saat salah satu warga menggoda Ibu Sartini. “Nanti kalau Bu Kasun ada hajat, kita serbu gelas Aquanya dan kita buat tas cantik.” Langsung disahut oleh Asmiyati, “Nanti tidak jadi rewang malah sibuk mencari sampah.” Langsung disambut tawa oleh yang lainnya. Hal kocak selanjutnya, saat Ega, memberikan contoh tas yang sudah jadi untuk diperagakan oleh perwakilan dari undangan, setiap perwakilan berpose bak model profesional yang tentu saja mengundang tawa, apalagi ditambah joke dari Wahyu dan Hadi.

Acara yang berakhir sekitar pukul 16.00 ini ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa dan undangan. Tampak dalam foto semua tersenyum bahagia. Semoga kegiatan serupa atau yang lainnya tetap mengundang kebaikan yang membawa manfaat bagi semua. “Semoga semua tetap kompak, karena kita bukan lagi teman KKN yang bersatu karena kewajiban kampus tapi kita sudah menjadi keluarga besar yang mengetahui baik buruk masing-masing.” Ungkap Apin Andrianto, selaku Ketua Kelompok 3 Dusun Brojol, KKN-PPM Angkatan 25 Tahun 25

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s