Tono Yiyi: Metode Knowing, Trying, and Playing)

Sasaran: SMA

Pokok Bahasan: Bahasa Inggris (Grammer dan speaking)

Langkah-langkah:

  1. Memusatkan perhatian siswa. Menciptakan suasana yang FUN. Hilangkan stress dalam fikiran. Memberi sebuah ketertarikan, menciptakan sesuatu yang lucu dari sebuah item pembelajaran. Sehingga siswa terpusat ke perhatian kita.
  2. Setelah perhatian siswa terpusat ke perhatian kita, selanjutnya kembali ke materi yang akan diajarkan yaitu memperkenalkan materi “grammer dan spiking”.
  3. Memberi penjelasan dari pokok materi yang diajarkan.
  4. Mengerti satu persatu bagian-bagian apa saja yang sulit dimengerti pada setiap siswa.
  5. Menjelaskan dengan menggunakan bahasa tubuh untuk memberi motivasi kepada siswa dalam memahami materi.
  6. Memberikan contoh sebanyak-banyaknya dalam menerapkan penjelasan dari materi grammer.
  7. Lebih mengutamakan untuk memperhatikan siswa yang kurang mampu memahami. Karena sebagai pengalaman saya selama sekolah, pada kenyataannya kebanyakan guru lebih memusatkan perhatiannya kepada siswa yang mampu dan menonjol saja. Untuk itu sebuah perhatian sangatlah penting bagi setiap siswa. Karena siswa SMA memiliki pola pikir yang labil.
  8. Dalam hal ini siswa diharapkan mampu mengerti dan memahami, sehingga siswa dapat mencoba sebuah execise. Dan diharapkan exercise dapat membuat siswa lebih memahami bagaimana bahasa inggris digunakan dan diterapkan.
  9. Untuk membangun semangat siswa dan lebih memusatkan perhatian siswa, seorang pendidik memberi sebuah contoh teks, dimana teks tersebut berisi convertiation yang memiliki tema tokoh sesuai dengan pengalaman yang dimiliki siswa. Seperti yang kita tahu, di dalam 1kelas pasti terdapat siswa yang pandai, kurang pandai, rajin, dan malas. Pandai bukan berarti ia rajin. Kurang pandai bukan berarti ia malas. Begitu pula sebaliknya. Itu adalah karakter tokoh yang terdapat dalam teks convertiation. Dan itu juga adalah hal yang harus lebih mampu dipahami oleh seorang pendidik terhadap siswanya. Tema tersebut diharapkan mampu menarik dan memusatkan perhatian siswa, dan juga dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar.
  10. Kemudian, teks convertiation tersebut dapat dimainkan dengan sebuah percakapan di depan kelas dengan memilih siswa yang sesuai dengan karakter tokoh dalam teks convertiation tersebut.. Percakapan tersebut dilakukan dengan penerapan sesuai materi yang diajarkan yaitu speaking. Hal itu melatih siswa untuk mendalami grammer dan speaking.
  11. Semua itu tidak lengkap, atau mungkin mendapat penolakan dari siswa yang malas. Maka semua itu butuh sebuah umpan.
  12. Alangkah baiknya mencari tahu secara sistematis, bagaimana dan apa yang membuat siswa tidak merasa malas. Untuk tingkat SMA mungkin sebuah permainan lagu anak SD tidak lagi membuat mereka tertarik. Jadi ide saya adalah dengan menggunakan teori konstruktivisme, memberikan siswa motivasi bagi masa depan mereka. Sehingga dengan berbagai material motivasi seperti sebuah pemutaran video, permainan siapa berani dia dapat, dan pemanfaatan waktu untuk tukar fikiran dalam suatu kelompok.
  13. Hal ini adalah beberapa cara dalam menerapkan metode yang saya buat. Semoga mampu memberi dan mendapatkan yang terbaik dalam memanfaatkannya.
  14. TERIMAKASIH J J J

Oleh:

Gusis Widirahayu

STKIP Pacitan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s