BT (Bisik Tetangga)

Sasaran: SMA

Pokok Bahasan: Mendengarkan (listening)

Selain berbicara (speaking) dan membaca (reading), mendengarkan (listening) juga menjadi hal penting dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Mendengar bahkan menjadi kunci utama dalam belajar Inggris, karena dengan mendengar kita dapat mengetahui tentang maksut dan tujuan si pembicara. Pada umumnya pada proses belajar listening, siswa mengalami kesulitan karena mereka kurang adaptasi. Apalagi jika disuguhkan dengan pembicara yang Englishnya fasih. Mereka mendapati banyak kendala seperti masalah ejaan , pronounciation, tempo, bahkan nada suara. Untuk itu pembiasaan listening harus dilakukan. Dalam metode ini, diharapkan dapat membantu siswa dalam belajar listening, dari hal yang sederhana terlebih dahulu. Dengan dikemas dalam bentuk permainan diharapkan siswa dapat tertarik dan termotivasi untuk belajar.

Langkah-langkah:

Saya akan menjelaskan langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Dalam satu kelas terdapat deretan bangku. Guru membagi beberapa kelompok, yang masing-masing anggota kelompok menempati 1 bangku dengan posisi membelakangi papan tulis, (umumnya 1 meja ada 2 bangku, tetapi masing-masing hanya ditempati 1 bangku). Dari ke belakang disebut 1 kelompok. Masing-masing anggota yang duduk harus menyiapkan selembar kertas dan bolpoin. Perwakilan dari masing-masing kelompok (1 anak) maju menemui guru. Mereka akan diberikan sebuah kalimat yang sama, yang mereka hafalkan. Contoh kalima, misalnya, “Once upon a time there was a beautiful girl named Putri Kemuning, she lived with her mother in a forest
  2. Siapa terlebih dulu sudah berhasil menghafal, ia berlari kebangku deretan kelompoknya masing-masing. Bangku pertama, ia harus membisikan kalimat tadi ke anggota pertamanya, lalu dia kembali maju.
  3. Setelah mendapatkan bisikan kalimat dari perwakilan anggota, siswa bangku pertama menulis kalimat tersebut dikertas dengan ketentuan ia menulis setelah si pembisik kembali ketempatnya.
  4. Setelah menulis, kertas diletakan dimejanya sendiri-sendiri, dan siswa bangku pertama menghampiri siswa di bangku kedua dan membisikan kalimat yang sama, sesuai dengan apa yang dapat dia tangkap. Dan siswa bangku kedua juga harus menulis kalimat tersebut di kertasnya sendiri dengan ketentuan yang sama dengan sebelumnya (si pembisik kembali ketempat semula). Dan demikian seterusnya, hingga siswa bangku terakhir.
  5. Siswa bangku terakhir pun juga harus menulis kalimat yang ia terima, dan setelah menulis siswa berlari membawanya ke depan untuk ditulis di papan tulis. Sedangkan jika semua sudah menulis di papan tulis , guru dan siswa bersama-sama memberikan koreksi, yakni dengan mencocokan kalimat awal yang ia berikan dengan hasil akhir dari siswa. Kertas yang digunakan untuk menulis masing-masing siswa dikoreksi pribadi untuk mengethaui letak salahnya dimana.
  6. Proses belajar ini dapat dilakukan berulang-ulang, tentunya dengan kalimat yang berbeda dengan kalimat awal. Guru dapat menilai dari ketepatan kalimat hingga hasil akhir. Permainan ini dibatasi waktu, misalnya 1 kalimat 3menit, kelompok yang lebih cepat dan kalimatnya benar itulah yang menang, dan boleh mendapatkan kalimat selanjudnya. Guru memberikan skor 1 untuk 1 kalimat benar. Skor kelompok yang paling kecil diminta maju kedepan diberi hukuman misalnya menyanyi , dan lain-lain. Dalam hal ini kekompakan anggota kelompok sangat diutamakan.

Oleh:

Lia Defi Saputri

STKIP Pacitan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s