Sumber-sumber Pendidikan Karakter

Pendidikan krakter adalah pendidikan budi pekerti plus yang melibatkan aspek teori pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif, dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Menurut Hill (2002), pendidikan karakter mangajarkan kebiasaan cara berpikir dan perilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja sama sebagai keluarga, masyarakat, dan bernegara dan memebantu mereka untuk memebuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada sisi lain pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikannya dalam kehidupansehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya (Ratna Megawati, 2004:95). Pendidikan karakter memiliki sasaran untuk meluruskan berbagai perilaku seseorang yang negative menjadi positif. pendidikan karakter juga dapat “membentuk watak”, mengandung makna bahwa pendidikan harus di arahkan pada pembentukan watak. pendidikan karakter juga dapat menfasilitasi penguatan dan pengembangan nilai-nilai tertentu sehingga terwujud dalam perilaku anak.

Akan tetapi dampak globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat melupakan pendidikan karakter bagi generasi muda. Padahal, pendidikan karakter merupakan suatu pondasi yang sangat penting dan perlu di tanamkan sejak dini kepada anak-anak. Ada beragai macam sumber-sumber pendidikan karakter yang dapat di jadikan acuan untuk pendidikan karakter bagi masyarakat.

SUMBER-SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER

Berikut adalah sumber-sumber pendidikan karakter yang ditetapkan oleh kementrian pendidikan nasional (kemendiknas, 2010:7-9):

  • Agama
  • Pancasila
  • Budaya
  • Media
  • Pendidikan

Agama

Dalam kehidupan, sudah barang tentu kita mempunyai agama yang sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Agama merupakan kunci utama dalam pembentukan karakter manusia, karna agama merupakan tuntunan untuk kehidupan kita agar kita dapat bersikap, berucap, dan memiliki karakter yang sesuai dengan norma dan etika, oleh karena itu kehidupan individu, masyarakat atau sosial, serta bangsa harus selalu didasari pada ajaran-ajaran agama. Dalam devinisi Islam, nilai yang sangat terkenal dan melekat yang mencerminkan akhlak atau perilaku yang luar biasa tercermin pada Nabi Muhammad Saw, yaitu sidik, amanah, tablig, fatonah. Selain itu Nabi Muhammad Saw juga terkenal dengan karakter kesabaranya, ketangguhanya, dan berbagai karakter lain. Dengan demikian karakter beliau patut kita contoh dan kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka nilai-nilai pendidikan karakter harus di dasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.

Pancasila

Negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945.Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.

Budaya

Sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Budaya ini cenderung pada implentasinya, harus di praktikkan sehingga titk beratnya bukan pada teori.

Media

Media massa berfungsi sebagai penyalur upaya pembangunan karakter yang Perlu pula ditambahkan sebagai suatu kekuatan pembentuk perilaku umum (common opinion) sekaligus saluran informasi yang dalam banyak hal dapat memperluas pendidikan karakter. Tetapi di sisi lain juga dapat menjadi saluran penetrasi budaya asing.

Media masa, baik media cetak maupun elektronik, harus sadar bahwa yang di tampilkan selalu menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, berita yang di tampilkan harus melalui seleksi yang ketat ditinjau dari efek negatif bagi publik. Tayangan televisi dalam bentuk sinetron, hiburan, dan acara lain yang tidak mendidik publik harus dihindari, sehingga tidak berdampak negative bagi pemirsanya terutama kalangan anak anak.

Pedidikan

Pendidikan merupakan medium trasformasi nilai budaya, penguatan ikatan sosial antarmasyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk mengukuhkan peradaban umat manusia. Ranah pendidikan juga merupakan sumber pendidikan karakter yang penting bagi kehidupan manusia. Adapun sumber tersebut dapat kita peroleh melalui pendidikan formal. Salah satu contoh pendidikan formal adalah melalui “Sekolah”. Sekolah merupakan sarana bagi terbentuknya karakter seseorang. Sistem persekolahan adalah salah satu pilar penting yang menjadi tiang penyangga sistem sosial yang lebih besar dalam suatu tatanan kehidupan masyarakat, untuk mewujudkan citacita kolektif. Sekolah adalah miniature masyarakat karena didalamnya ada stuktur, status, fungsi, peran, norma, dan nilai. Sekolah menjadi sarana bagi setiap anak didik untuk belajar memainkan peran dan menjalankan fungsi menurut posisi dan status dalam stuktur sekolah itu. Dalam menjalankan peran dan fungsi, setiap anak didik juga diajarkan mengenai makna tanggung jawab sosial. Untuk kepentingan pendidikan karakter dalam seting sekolah, sekolah perlu mengembangkan sejumlah nilai yang di anggap penting untuk di miliki setiap lulusanya. Dalam perspiktif Lickona (1991:43), nilai yang di anggap penting untuk dikembangkan menjadi karakter ada dua, yaitu respect (hormat) dan responsibility (tanggung jawab). Lickona menganggap kedua nilai tersebut panting untuk pembangunan kesehatan pribadi seseorang, menjaga hubungan interpersonal, sebuah masyarakat yang manusiawi serta demokratis dan dunia yang lebih adil dan damai. Pranata pendidikan, sebetulnya tidak hanya berada di sekolah, tetapi juga di lingkungan atau masyarakat. Lingkungan dapat memberikan pengaruh yang mendidik atau bahkan tidak mendidik. Masyarakat yang “sehat” turut membantu pranata pendidikan karakter dalam mendidik anak-anak dan generasi muda.

Dari kelima sumber itu maka pelaksanaan pendidikan karakter dapat diselenggarakan oleh masyarakat, melalui lembaga agama dan pranata sosial-kebudayaan, serta diselenggarakan oleh pemerintah melalui jalur pendidikan formal.Baik yang diselenggarakan oleh masyarakat maupun pemerintah. keduanya merupakan satu kesatuan yang saling terkait.Sumber-sumber pendidikan karakter itu menunjukkan bahwa setiap elemen berperan sesuai fungsi sosial masing-masing. Yang dibentuk dalam tiap elemen itu adalah manusia atau warga bangsa, sehingga ia dibentuk melalui nilai-nilai partikular baik dalam agama maupun kebudayaan, perlu ada nilai bersama (common value/common platform) sebagai acuan utama pengembangan pendidikan karakter.

DAFTAR PUSTAKA

Muslih, Mansur. 2011. Pendidikan Karakter. Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional.  (Jakarta: Bumi Aksara)

Kesuma, Darma, Triatna, (epi), Permana, Johar. 2011. Pendidikan Karakter. Kajian Teori Dan Praktik Di Sekolah (Bandung: Rosda)

______________

Aniati, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas A. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Character Building tahun akademik 2014/2015 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s