Proses Pembentukan Karakter

Pengertian

  1. Karakter adalah tabiat, sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan watak seseorang yang lain.
  2. Proses pembentukan karakter adalah tahapan untuk membetuk sifat seseorang menjadi lebih baik. Proses tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan hrus bertahap agar apa yang ingin dicapai berjalan secara maksimal sesuai dengan yang diinginkan.

Tahap Proses Pembentukan Karakter

  1. Pengenalan. Pengenalan adalah proses dimana seorang anak mulai mengenal berbagai karakter dari linkungan dan keluarganya. Dalam tahapan ini seorang anak sangat mudah mengingat sesuatu. Perilaku yang dia lihat dari lingkungan sekitarnya akan masuk dalam memorinya.
  2. Pemahaman. Pemahaman adalah proses lanjutan dari proses pengenalan dimana seseorang setelah mengenal karakter baik dengan melihat berulang-ulang, setelah itu akan timbul pertanyaan mengapa. Orantua biasanya ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak akan memberikan jawaban sederhana kepada anak tersebut. Pelan-pelan anak akan mulai paham dengan penjelasan yang sederhana.
  3. Pengulangan atau pembiasaan. Proses ini dibutuhkan kesadaran dari dalam dirinya sendiri, karena bisa jadi apa yang dia dapat di dalam rumah yaitu karakter yang baik tidak diaplikasikan ketika dia berda diluar rumah. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya pengaruh dari teman. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus membiasakan kebiasaan yang baik kepada anak tidak dengan memaksa anak melakukan hal yang baik tetapi juga menumbuhkan motivasi dalam diri mereka. Salah satu caranya adalah dengan mencotohkan hal-hal yang baik tersebut, bukan dengan ucapan melainkan juga perbuatan.
  4. Pembudayaan. Proses ini memerlukan peran masyarat bukan hanya peran keluarga. Msyarakat berperan sebagai kontrol sosial untuk mengingatkan seseorang ketika berada diluar lingkungan keluarga. Dengan begitu seseorang akan merasa tidak nyaman ketika tidak mengikuti aturan yang ditetapkan masyarakat tersebut. Selain itu, hukuman juga diperlukan agar orang yang melangkar aturan menjadi jera dan pelan-pelan merubah kebiasaan buruknya. Bagi pendatang sebaiknya mengikuti aturan yang ada agar menciptakan lingkungan yang berkarakter.
  5. Internalisasi Menjadi Karakter. Sebuah karakter akan menjadi sangat kuat ketika ada dorongan dalam dirinya sendiri. Dalam hal ini seseorang tidak memerlukan kontrol sosial karena adanya kesadaran diri dari dalam dirinya sendiri. Sehingga dimanapun dia berada dia akan tetap melakukan hal yang baik tersebut.

 

Proses pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Perlu proses yang panjang dan tidak bisa dilakukan satu dua kali saja. Melainkan juga harus diterapkan terus menerus. Pembentuka karakter juga harus dilakukan sejak dini agar mudah tertanam dalam memorinya sehingga menjadi kebiasaan. Pembentukan karakter bukan hanya kewajiban keluarga melainkan juga masyarakat harus berperan aktif sebagai kontrol sosial.

 

___________

Disusun Oleh:

Bidaria Murti Fantasi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s