Memahami Budaya dan Karakter Bangsa

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan publik, berbagai alternatif penyelesaian diajukan dan banyak dikemukakan untuk mengurangi masalah budaya dan karakter bangsa tersebut. Persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan, perusakan dan lain-lain, untuk itu pendidikan karakter sangat penting untuk mencegah terjadinya hal negatif pada anak bangsa karena pendidikan karakter adalah pendidikan yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak. Selain itu pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifat preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat mengurangi penyebab timbulnya masalah budaya dan karakter bangsa. Memang diakui bahwa hasil dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera, tetapi memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik dimasa depan. Pendidikan juga diartikan sebagai proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa. Pendidikan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia karena pendidikan berlangsung seumur hidup dan tak pernah ditinggalkan, pendidikan juga sangat erat kaitannya dengan budaya dan karakter. Karena pendidikanlah suatu negara dapat berkembang dan mampu menciptakan berbagai hal yang baru, pendidikan juga mampu menjunjung tinggi cita-cita bangsanya dalam mensejahterakan seluruh warganya. Seperti yang tertera dalam UU no.20 tahun 2003 pada bab IV dikatakan bahwa “ setiap warga negara mempunyai hak yakni memperoleh pendidikan yang bermutu ”, yang artinya seluruh warga negara berhak mendapatkan pendidikan untuk kelangsungan hidupnya dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Pendidikan dapat diperoleh secara formal dan non formal, secara formal pendidikan dapat diperoleh dengan mengikuti program-program yang sudah dirancang secara terstruktur oleh sebuah departemen pendidikan. Sedangkan secara informal pendidikan dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari pengalaman diri sendiri atau yang dipelajari dari orang lain.

Budaya adalah keseluruhan sistem berfikir, nilai, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berfikir, nilai, norma, dan keyakinan tersebut hasil dari interaksi manusia dengan lingkungan dan sesamanya yang digunakan dalam kehidupan. Interaksi tersebut menghasilkan sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni dan sebagainya. Budaya merupakan suatu kebiasaan yang tercipta dari manusia yang akhirnya menjadi suatu tradisi, karna itulah budaya dianggap menjadi suatu kepercayaan yang mendarah daging.

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap dan bertindak. Pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu tetapi karena manusia hidup dalam lingkungan sosial budaya tertentu, maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam sosial budaya yang bersangkutan. Artinya, budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkingan sosial, budaya masyarakat, dan budaya bangsa.

Bangsa adalah kelompok manusiayang mempunyai persamaan karakter. Karakteristik tumbuh karena adanya persamaan nasib.Bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama (hasrat bersatu) dengan perasaan setia kawan yang agung.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif.

Tujuan pendidikan karakter bangsa:

  1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa,
  2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius,
  3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerusbangsa,
  4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan, dan
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa:

  1. Pembentukan dan pengembangan potensi: tertuju kepada peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik, memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa.
  2. Perbaikan dan penguatan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat, dan
  3. Penyaringan: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.

Nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter bangsa.

  1. Agama: masyarakat indonesia adalah masyarakat yang beragama dan selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya, karena itu budaya dan karakter bangsa harus didasari pada nilai dan kaidah yang berasal dari agama.
  2. Pacasila: nilai-nilai yang terkandung dalam pacasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya dan seni.
  3. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu, nilai – nilai tersebut dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan interaksi antar anggota.
  4. Tujuan pendidikan nasional: sebagai rumusan kualitas setiap warga negara indonesia yang memuat berbagai nilai kemanusiaan dan menjadi sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Berdasarkan keempat nilai tersebut, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa yaitu,

  1. Nilai religius yaitu sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Nilai jujur yaitu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.
  3. Nilai toleransi yaitu sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Nilai disiplin yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan perlakuan.
  5. Nilai kerja keras yaitu tindakan yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan.
  6. Nilai kreatif yaitu berfikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Nilai mandiri yaitu sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain.
  8. Nilai demokrasi yaitu cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya maupun orang lain.
  9. Nilai rasa ingin tahu yaitu sikap dan tindakanyang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajari.
  10. Nilai semangat kebangsaan yaitu cara berfikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan dirinya dan kelompoknya.
  11. Nilai cinta tanah air yaitu cara berfikir, bertindak dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa.
  12. Nilai menghargai prestasi yaitu sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Nilai komunikatif yaitu tindakan yang memperlihatkan rasa bekerjasama yang tinggi.
  14. Nilai cinta damai yaitu tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang atas kehadirannya.
  15. Nilai gemar membaca yaitu kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan untuk dirinya.
  16. Nilai peduli lingkungan yaitu tindakan yang selalu mencegah keruskan alam dan menjaga kelestarian alam.
  17. Nilai pedulli sosial yaitu tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain.
  18. Nilai tanggung jawab yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugasnya dengan baik terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

_____________

Disusun Oleh:

DESI WULANDARI

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s