Latihan Soal: Kepemimpinan dan Kekuasaan

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Apa yang dimaksud dengan kekuasaan?
  2. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan?
  3. Mengapa dibutuhkan pola kepemimpinan dan kekuasaan dalam organisasi?
  4. Jelaskan 3 (tiga) unsur yang membentuk organisasi!
  5. Jelaskan tujuan adanya organisasi!
  6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinannya apabila ia memiliki kekuasaan. Jelaskan maksud pernyataan tersebuit!
  7. Jelaskan perbedaan antara kekuasaan dan kepemimpinan!
  8. Sebut dan jelaskan jenis-jenis kekuasaan!
  9. Sebut dan jelaskan macam-macam kepemimpinan!
  10. Jelaskan ciri-ciri teori kepemimpinan “Great man theory”!
  11. Jelaskan dan disertai dengan contoh, maksud dari teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin!
  12. Jelaskan dan disertai dengan contoh, maksud dari teori kepemimpinan situasional!
  13. Jelaskan dan disertai dengan contoh, maksud dari teori kepemimpinan karismatik!
Iklan

20 thoughts on “Latihan Soal: Kepemimpinan dan Kekuasaan”

  1. 1. Kekuasaan : kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain.

    Contoh : di dalam sekolah, seorang ketua osis mempunyai tugas untuk menjalankan suatu organisasi dan juga mengatur teman-temannya.

    2. Kepemimpinan : kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang agar bersedia mengikuti bimbingan atau ajakan untuk mengambil keputusan tertentu.

    Contoh : Di dalam kepemimpinan kepala sekolah harus dapat memahami, mengatasi, dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkungan sekolah. Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya kepala sekolah harus melakukan pengelolaan dan pembinaan sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen, dan kepemimpinan.

    3. Pola kepemimpinan dan kekuasaan dalam organisasi karena pada dasarnya kekuasaan dan kepemimpinan sangat berkaitan dan mempunyai hubungan timbal balik. Keberhasilan seorang pemimpin dalam melaksanakan fungsinya tidak hanya ditentukan oleh salah satu aspek melainkan perpaduan antara sifat, perilaku, dan kekuasaan saling menentukan sesuai dengan situasi yang mendukung. Kekuasaan mempunyai peranan sebagai daya dorong bagi setiap pemimpin dalam mempengaruhi, menggerakkan, dan mengubah perilaku yang dipimpin ke arah pencapaian tujuan suatu organisasi.

    4. Unsur yang membentuk organisasi :
    ~ Kerjasama : suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
    ~ Dua orang/lebih : orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer.
    ~ Tujuan yang hendak dicapai : Tujuan merupakan arah/sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan apa yang ingin dicapai atau diharapkan.

    5. Tujuan adanya organisasi :
    ~ Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya
    ~ Mencapai tujuan secara efektif dan efisien
    ~ Wadah memanfaatkan sumber daya dan teknologi secara bersama
    ~ Wadah mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki
    ~ Wadah mendapatkan jabatan dan pembagian kerja
    ~ Wadah mengelola lingkungan secara bersama
    ~ Wadah mencari keuntungan bersama
    ~ Wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan
    ~ Wadah mendapatkan penghargaan
    ~ Wadah memenuhi kebutuhan manusia yang semakin kompleks
    ~ Wadah menambah pergaulan
    ~ Wadah memanfaatkan waktu luang

    6. Di dalam sebuah kepemimpinan tidak lepas dari kekuasaan. Apabila kekuasaan tidak ada dalam diri seorang pemimpin, maka kurang utuh wewenang daripada pemimpin yang bersangkutan. Dalam konteks pendidikan adanya kekuasaan sangat diperlukan sebagai daya yang digunakan oleh seorang pemimpin pendidikan untuk kelancaran proses pendidikan agar tercapai tujuan pendidikan itu sendiri secara efektif dan efisien. Selain itu kekuasaan seorang pemimpin sangat berdampak dengan kinerja pengikutnya. Jika pemimpin menggunakan kekuasaan secara bijaksana maka proses pendidikan akan mencapai tujuan.

    7. Perbedaan kekuasaan dan kepemimpinan :
    ~ Kekuasaan : merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya.
    ~ Kepemimpinan : upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.

    8. Jenis-jenis kekuasaan :
    ~ Kekuasaan paksaan (coercive power) : berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberi hukuman
    ~ Kekuasaan koneksi : bersumber pada hubungan yang dijalin pimpinan dengan orang penting dan berpengaruh baik diluar atau dalam organisasi
    ~ Kekuasaan ganjaran (reweard power) : bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain
    ~ Kekuasaan legitimasi (formal) : berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain patuh karena percaya pada legitimasi pemegang kekuasaan
    ~ Kekuasaan informasi : bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya
    ~ Kekuasaan keahlian : berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian. Orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan

    9. Macam-macam kepemimpinan :
    ~ Formal : diangkat dengan surat keputusan resmi
    ~ Informal : diangkat tanpa surat keputusan resmi

    10. Ciri-ciri teori kepemimpinan “Great Man Theory” :
    ~ Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang memiliki sifat-sifat luar biasa
    ~ Dia memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu
    ~ Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinnya
    ~ Di mata pengikutnya dia di anggap sebagai orang besar

    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin :
    Menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang menjamin keberhasilan kepemimpinan

    Contoh : Kemampuan mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri, kemauan keras, ambisius, energetik, pemberani, percaya diri, tanggung jawab, teguh pendirian, loyal, kemampuan bergaul, stamina fisik, kematangan emosional, dan intelektual, keberanian menanggung resiko atas keputusan yang diambil.

    12. Teori kepemimpinan situasional ;
    Gaya kepemimpinan yang bergantung pada kesiapan para pengikutnya melakukan interaksi dengannya dan pada tingkat dimana situasi memberikan kendali dan pengaruh kepada pemimpin.

    Contoh : Gaya direktif lebih cocok diterapkan terhadap bawahan yang tingkat pengetahuannya rendah. Gaya partisipatif cocok diterapkan bilamana pengikutnya telah memiliki kesadaran dalam suatu organisasi

    13. Teori kepemimpinan karismatik :
    Keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya atau atribut kepemimpinan yang didasarkan atas kualitas kepribadian individu.

    Contoh : Seorang pemimpin yang memiliki karakteristik yang khas misalnya, mempunyai daya tarik yang memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang besar dan pengikutnya tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tersebut dikagumi. Karena seorang pemimpin karismatik mempunyai kebutuhan yang tinggi akan kekuasaan, percaya diri, serta pendirian dalam keyakinan dan cita-cita mereka sendiri.

  2. 1. Kekuasaan adalah Daya / kemampuan seseorang yang memiliki hak untuk mengatur sejumlah orang dalam suatu lingkup organisasi. Seorang yang berkuasa memiliki hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggungjawab dapat dilaksanakan dengan baik. Seorang pemimpin bisa menerapkan kekuasaanya apabila ia memiliki kekuasaan, tanpa kekuasaan seseorang tidak memiliki hak untuk mengatur atau mengambil tindakan dalam sebuah organisasi.
    2. Kepemimpinan adalah tindakan seseorang yang dapat mempengaruhi orang banyak untuk mengikuti perintah atau intruksi kita. Sifat dari kepemimpinan adalah kemampuan seseorang membawa sebuah organisasi ke dalam tujuan organiasi. Kepemimpinan bersifat mengajak, mendewasakan dan belajar bersama dalam sebuah proses yang diarahkan dan bertahap.
    3. Dalam sebuah organisasi dibutuhkan pola kepemimpinan dan kekuasaan karena,dalam sebuah organisasi memiliki tujuan yang harus di capai bersama dan tujuan tersebut dapat dicapai jika dalam sebuah organisasi terarah dan terencana baik oleh satu orang yang disebut seorang pemimpin yang memiliki kekuasaan. Sebuah organisasi tidak hanya membutuhkan seorang yang berkuasa tetapi juga memiliki kepemimpinan. Jika kedua pola tersebut berjalan berdampingan maka dapat kita pastika sebuah organisasi tersebut berhasil menghantarkan semua anggota ke dalam tujuan bersama sebuah organisasi.
    4. 3 Unsur yang membentuk organisasi adalah :
    • Kerjasama : Unsur yang utama membentuk sebuah organisasi adalah kerjasama tanpa adanya kerjasama sebuah perkumpulan tidak dapat dikatakan organisasi tetapi individual atau bekerja sendiri. Dengan adanya kerjasama sebuah tugas akan dapat terselesaikan dengan baik.
    • Dua orang atau lebih : Sebuah organisasi akan terbentuk jika didalamnya terdapat dua orang atau lebih (satu sebagai pemimpin/ seorang yang berkuasa dan yang satu atau lainya dapat dikatan sebagai anggota).
    • Tujuan yang hendak dicapai : Jika kedua unsur tersebut sudah terpenuhi selanjutnya unsur penting dalam organisasi adalah menentukan tujuan dari adanya organisasi tersebut. Menentukan tujuan atau pencapaian apa yang kita lakukan didalam organisasi atau membuat target pencapaian dalam sebuah organisasi, tujuan tersebut tentunya difikirkan bersama oleh semua anggota yang berasal dari satu konsep yaitu dari seorang pemimpin yang selanjutnya dikembangkan oleh semua anggota.
    5. Tujuan dari adanya organisasi adalah :
    • Wadah untuk menyalurkan ide
    • Wadah untuk mendapatkan pengalaman tentang kepemimpinan
    • Wadah untuk belajar bersama
    • Sarana untuk mempererat persaudaraan antara satu dengan lainnya
    • Sarana untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya
    • Wadah untuk mengisi waktu luang untuk hal yang bermanfaat
    • Sarana untuk menambah pergaulan dengan bertemu orang – orang baru
    • Wadah untuk belajar menghargai pendapat orang lain dan mengerti berbagai karakter dalam sebuah organisasi.
    6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinannya apabila ia memiliki kekuasaan, artinya seorang bisa mengatur banyak orang untuk mengikuti arahan yang kita buat jika kita memiliki kekuasaan. Dengan kekuasaan kita bisa berbuat apa saja dan memiliki hak penuh untuk mengatur seseorang (anggota) di dalam sebuah organisasi. Diluar organiasi kita tidak berhak untuk mengatur hidup seseorang untuk mengikuti intruksi yang kita buat. Arahan atau intruksi yang kita buat tersebut tentunya memiliki batasan tidak berhak untuk mengatur kehidupan seseorang (Privasi), aturan tersebut hanya aturan dalam organisasi yang sifatnya umum. Seorang pemimpin belum tentu memiliki kekuasan untuk mengatur organisasi tetapi seorang yang memiliki kekuasaan sudah pasti memiliki kepemimpinan untuk mengatur orang – orang dalam sebuah organisasi.
    7. Perbedaan antara kekuasaan dan kepemimpinan, Kekuasaan lebih fokus pada proses pemberian perintah kepada bawahan (anggota) dalam organisasi tanpa adanya proses belajar mendapatkan pengalaman di dalamnya. Tetapi jika kepemimpinan fokus pada proses dalam sebuah organisasi, dilakukan bersama- sama dan pencapaian hasil didapatkan bersama – sama. Kekuasaan bersifat aturan yang mutlak yang harus dipenuhi dari bos ke pada anggota tetapi jika kepemimpinan aturan tersebut di buat bersama dan patuhi bersama oleh semua anggota tanpa terkecuali bos. Kekuasaan lebih didekte oleh bos dan kerja indivudu antar anggotanya tetapi jika kepemimpinan seorang bos sering dianggap seperti rekan sendiri yang turun tangan dalam membantu kesulitan anggota dan kerjasama yang paling mencolok terlihat didalamnya. Kekuasaan adalah sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya tetapi jika kepemimpinan upaya yang dilakukan seseorang untuk mempengaruhi banyak orang, sekelompok orang untuk mencapai sebuah tujuan bersama dalam sebuah organisasi.
    8. Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis kekuasaan :
    • Kekuasaan Paksaan : Kekuasaan ini berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberikan hukuman kepada orang lain (anggota) jika salah satu dari anggota tidak patuh atau tunduk pada aturan yang kita buat. Orang lain tunduk atau patuh pada aturan yang kita buat karna rasa takut (terpaksa).
    • Kekuasaan koneksi : Kekuasaan yang bersumber pada hubungan yang dijalin pimpinan dengan orang penting dan berpengaruh baik diluar atau di dalam organisasi.
    • Kekuasaan ganjaran : Kekuasaan yang bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain. Kekuasaan ini tergantung penuh pada imbalan yang diberikan kepada orang lain, jika tanpa adanya imbalan kemungkinan besar orang lain tidak akan tunduk atau patuh pada perintah yang kita intruksikan.
    • Kekuasaan legitimasi : Kekuasaan yang bepasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain patuh dan tunduk karena mereka percaya pada pemegang kekuasaan.
    • Kekuasaan referen : Kekuasaan yang berbasis pada daya tarik seseorang pada orang lain. Anggota dari kelompok tersebut patuh atau tunduk karena mereka respek dan menyukai pemegang kekuasaan. Hal tersebut dapat terjadi karena beberapa alasan yaitu karena orang lain melihat pemegang kekuasaan berwibawa, ramah dan dekat pada semua anggoata kelompok dalam sebuah organisasi.
    • Kekuasaan informasi : Kekuasaan yang bersumber pada akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya. Orang lain tunduk atau patuh pada pemimpin kekuasaan karena mereka menganggap pemimpin kekuasaan adalah orang yang mengetahui informasi dan mereka percaya hal tersebut (informasi) penting atau berharga.
    • Kekuasaan keahlian : Kekuasaan yang berbasis pada kemapuan atau keahlian seseorang di satu bidang. Orang lain tunduk dan patuhkarena mereka beranggapan pemegang kekuasaan orang yang ahli di bidang tersebut.
    9. Sebutkan dan jelaskan macam – macam kepemimpinan
    • Kepemimpinan formal : Adalah kepemimpinan yang lahir atau ada dari surat keputusan resmi yang diakui banyak orang.
    • Kepemimpinan Informal : Adalah kepemimpinan yang lahir atau ada dari surat keputusan tidak resmi. Misalnya kepemimpinan dalam sebuah organisasi kelas, mereka ada dan terlahir bukan dari surat keputusan resmi yang ditandatangi oleh kepala sekolah dan ketua osis tetapi mereka ada karena diskusi musyawarah bersama di dalam kelas antara satu siswa dengan siswa lainnya.
    10. Ciri – ciri kepemimpinan “ Great Man theory” adalah :
    • Teori ini dilandasi dengan keyakinan bahwa seorang pemimpin memiliki sifat – sifat yang luar biasa, artinya seorang pemimpin haruslah menjadi panutan untuk setiap anggota kelompoknya. Sifat – sifat yang luar biasa tersebut haruslah dimiliki oleh seorang pemimpin karena sifat – sifat tersebut yang nantinya akan dibutuhkan oleh setiap anggota kelompok.
    • Dia memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu. Tentunya kualitas tersebut yang menginspirasi anggota untuk mencontoh pemimpin yang baik.
    • Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya.
    • Di mata pengikutnya dia dianggap sebagai orang besar.
    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin adalah teori yang menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas dari seorang pemimpin yang dapat menjamin keberhasilan dari hal yang ia pimpin sebagai seorang pemimpin. Teori ini fokus pada sifat yang dimiliki seorang pemimpin dalam mengambil tindakan jika dihadapkan suatu permasalahan.
    Contoh dari teori tersebut adalah : Seorang pemimpin akan mengambil tindakan yang menurutnya baik demi kelancaran sebuah organisasi walupun semua anggota menentang ia tetap akan mengambil tindakan tersebut, ia akan bertanggung jawab mengambil resiko dari hal apa yang ia ambil. Hal ini berarti bahawa seorang pemimpin tersebut memiliki jiwa kemauan keras, bertanggung jawab dalam sebuah resiko yang ia ambil, pemberani dan percaya diri walaupun semua menetangnya dan tidak ada satupun yang mendukung.
    12. Teori kepemimpinan situasional adalah teori yang menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi di mana kepemimpinan dilakukan. Teori ini dilakukan seorang pemimpin di mana ia sedang memimpin. Contonya, seorang pemimpin akan menerapkan gaya direktif pada bawahan yang memiliki tingkat pengetahuan rendah, maksud dari gaya direktif tersebut adalah pemimpin cenderung menjelaskan suatu hal secara terarah dengan konsep dan perlahan agar mudah di pahami oleh anggota tersebut. Gaya partisipatif cocok diterapkan dimana pengikitnya telah memiliki kesadaran berorganisasi.
    13. Teori kepemimpinan karismatik adalah teori di mana para pengikut beranggapan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki kemampuan luar biasa. Anggota tersebut mempercayai pemimpin mereka memiliki kemampuan yang dapat membantu mereka dalam kesulitan dan dalam segala permasalahan. Teori kepemimpinan ini beranggapan bahwa kelompoknya lah yang terbaik dengan pemimpin yang luar biasa akan keluar sebagai pemegang dari kelompok lain. Contoh dari teori ini adalah, Dalam suatu organisasi ia selalu mengunggulkan pemimpinnya karena yang ia tau atau ia beranggapan di bawah naungan seorang pemimpin yang cerdas ia akan makmur dan akan terhindar dari segala macam kesulitan yang ada.

  3. 1. Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
    2. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukannya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
    3. Karena jika organisasi ingin miencapai tujuan organisasi yang diinginkan harus ada dibutuhkan adanya kepimpinan yang memiliki kekuasaan yang dapat menghantarkan anggota untuk menggapainya.
    4. 3 unsur yang membentuk sebuah organisasi:
    a) Ada yang berkerja sama
    b) Ada yang mengordinasikan secara sadar oleh minimal 2 orang
    c) Ada anggota organisasi lebih dari 2 orang
    5. Tujuannya adalah sebagai berikut:
    a) Mengatasi terbatasnya kemampuan
    b) Mencapai tujuan yang efektif dan efisien
    c) Wadah sumber daya dan teknologi
    d) Wadah potensi dan spesialisasi
    e) Wadah jabatan dan pembagian kerja
    f) Wadah mengelola lingkungan
    g) Wadah mencari keuntungan
    h) Wadah kekuasaan dan pengawasan
    i) Wadah penghargaan
    j) Wadah memenuhi kebutuhan manusia
    k) Wadah menambah pergaulan
    l) Wadah memanfaatkan waktu luang
    6. Dalam sebuah kepemimpinan tidak lepas dari kekuasaan. Apabila kekuasaan tidak ada dalam diri seorang pemimpin, maka kewenangan. Kekuasaan sangat diperlukan sebagai daya yang digunakan oleh seorang pemimpin pendidikan untuk kelancaran proses tercapai tujuan organisasi. Selain itu, kekuasaan seorang pemimpin sangat berdampak dengan kinerja pengikutnya. Jika pemimpin menggunakan kekuasaan secara bijaksana maka tujuan akan tercapai.
    7. Perbedaan kekuasaan dan kepemimpinan yaitu, kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Sedangkan kepemimpinan merupakan upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8. Jenis-jenis kekuasaan sebagai berikut:
    a) Kekuasaan paksaan, yaitu kekuasaan yang cenderung menggunakan ancaman atau hukuman untuk memengaruhi seseorang untuk bersedia melakukan sesuatu sesuai dengna keinginannya.
    b) Kekuasaan balas jasa, yaitu kekuasaan yang menggunakan Balas Jasa atau Reward untuk memengaruhi seseorang untuk bersedia melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
    c) Kekuasaan legitmasi, yaitu kekuasaan yang berasal dari posisi resmi yang dijabat oleh seseorang, baik itu dalam suatu organisasi, birokrasi ataupun pemerintahan.
    d) Kekuasaan rujukan, yaitu kekuasaan yang diperoleh atas dasar kekaguman, keteladanan, kharisma dan kepribadian dari seorang pemimpin.
    e) Kekuasaan keahlian, yaitu kekuasaan yang muncul karena adanya keahlian ataupun keterampilan yang dimiliki oleh seseorang.
    9. Macam-macam kepimpinan sebagai berikut:
    a) Kharismatik/Non kharismatik. Para pemimpin kharismatik sangat tergantung pada kepribadian mereka, kualitas-kualitas inspirasional (pemberi semangat) serta “aura”nya. Seringkali mereka adalah pemimpin yang visioner, yang memiliki orientasi prestasi, pengamibl resiko yang penuh perhitungan dan juga merupakan komunikator yang baik. Adapun para pemimpin non kharismatik sangat tergantung pada pengetahuan mereka (wewenngnya jatuh kepada orang yang memiliki pengetahuan tersebut), kepercayaan diri serta pendekatan analitis dalam menangani permasalahan.
    b) Otokratis/Demokratis. Para pemimpin otokratis cenderung membuat keputusan sendiri, menggunakan posisinya untuk memaksa karyawan agar melaksanakan perintahnya. Adapun para pemimpin demokratis mendorong karyawan untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan.
    c) Pendorong/Pengawas. Adalah pemimpin yang memiliki sifat mendorong, memberi semangat kepada para karyawan menggunakan visinya dan memberdayakannya untuk mencapai tujuan kelompok. Adapun pmimpin bergaya pengawas memanipulasi karyawan agar patuh.
    d) Transaksional/transformasional. Para pemimpin transaksional memanfaatkan uang, pekerjaan dan keamanan pekerjaan untuk memperoleh kepatuhan dari karyawan. Para pemimpin transformasional memberikan motivasi kepaada karyawan untuk bekerja keras mencapai tujuan yang lebih tinggi.
    10. Ciri-ciri Great Man Theory:
    a) Dilandasi oleh keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa.
    b) Dilahirkan dengan kualitas istimewa yang dibawa sejak lahir.
    c) Ditakdirkan menjadi seorang pemimpin di berbagai macam organisasi.
    d) Memiliki kualitas dapat dikatakan orang yang sukses dan disegani oleh bawahannya serta menjadi pemimpin besar.
    11. Teori sifat kepemimpinan adalah teori yang berfokus pada berbagai sifat dan karakteristik pribadi masing-masing pemimpin. Contohnya ada pemimpin yang memiliki sifat ambisius, berani, percaya diri, bertanggung jawab, kreatifdan inovatif maka jika mengambil sebuah keputusan penting bagi organisasinya dia akan bertanggung jawab hingga akhir.
    12. Teori kepemimpinan situasional adalah teori yang menganjurkan pemimpin untuk memahami perilaku bawahan dan situasi sebelum menggunakan perilaku kepemimpinan tertentu. Contohnya adalah dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi.
    13. Teori kepemimpinan karismatik adalah teori yang menyatakan bahwa pengikut memiliki keyakinan pemimpinnya memiliki kemampuan yang luar biasa, bukan berdasarkan pada tradisi atau otoritas formal tetapi lebih pada persepsi pengikut bahwa pemimpin diberkati dengan bakat supernatural dan kekuatan yang luar biasa.. Contohnya adalah Soekarno, beliau memiliki sebua karisma yang mampu menggerakkan, mempengaruhi, dan berdiplomasi telah menyatukan berbagai suku, agama, golongan menjadi satu kesatuan yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  4. 1. Kekuasaan adalah daya kemampuan atau wewenang yang memiliki hak untuk mengambil tindakan yang yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik. Kekuasaan dapat menjadikan seseorang entah itu pemimpin atau bukan, jika ia memiliki kekuasaan, maka dapat melakukan apa saja sesuai kehendak nyang diinginkannya. Seorang pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengatur bawahannya entah itu kinerja atau tanggung jawab pekerjaannya.
    2. Kepemimpinan adalah upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok unntuk mencapai tujuan.
    3. Kepemimpinan dan kekuasaan adalah dua hal yang saling berkaitan dalam sebuah organisasi karena 2 hl inilah sebuah organisasi itu tercipta dengan baik. Kepemimpinan di dalam organisasi digunakan untuk mengatur kinerja yang terprogram sebagai wujud pengarahan terhadap pelaksanaan program kerja dalam organisasi tersebut. Tanpa adanya kepemimpinan, setiap anggota tidak akan tahu apa peran dan fungsinya dalam organisasi, bagaimana dan kemana ia akan melakukan tugasnya. Begitu juga dengan kekuasaan. Kekuasaan merupakan kapasitas untuk mempengaruhi perilaku dan sikap orang lain ke arah yang diinginkan. Tanpa kekuasaan, kepemimpinan seorang pemimpin tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya karena hakikatnya kepemimpinan tidak lepas dari kemampuan, kewibawaan dan kekuasaan. Dengan status dan tugas yang disandangnya, seorang pemimpin sudah barang tentu memiliki kekuasaan. Maka dari itulah kepemimpinan tanpa kekuasaan tidak mungkin bisa dilakukan, dan organisasi tanpa kepemimpinan, tidak akan berjalan dan mencapai tujuan yang telah direncanakan.
    4. a). Kerjasama: tanpa adanya kerjasama yang baik antara pemimpin dan bawahan atau sesama anggota, sebuah organisasi tidak akan pernah tercipta. jika hanya mengandalkan kemampuan hebat sekalipun yang dimiliki oleh individual, segala sesuatuuntuk menciptakan organisasi tidak bisa tercapai.
    b). Dua orang/lebih: sebuah organisasi tidak akan bisa disebut dengan organisasi jika hanya terdapat satu orang. Bagaimanapun juga butuh struktur keanggotaan yang akan menjadi sumber kekuatan untuk organisasi tersebut. 2 0rang mungkin sudah dapat dikatakan sebagai unsur sebuah organisasi dimana per individualnya menjadi pemimpin dan wakil pemimpin dalam mengelola organisasi tersebut. Namun demikian, masih dibutuhkan lagi banyak orang untuk sebuah organisasi untuk mengembangkan tujuan organisasi serta mewujudkan apa yang hendak di capai sebagaimana tujuan organisasi tersebut dibentuk.
    c). Tujuan yang hendak dicapai: tidak mungkin organisasi diciptakan tanpa adanya sebuah tujuan yang mendasarinya.entah itu hanya untuk sebuah kesenangan atau sebuah kepentingan baik pribadi maupun kepentingan umum. Maka dari itu dibutuhkan penggabungan 2 unsur sebelumnya yakni kerjasama yang dilandasi oleh dua orang atau lebih sebagai anggota dari sebuah organisasi. Dibutuhkan sebuah program atau rancangan kegiatan yang ditujukan untuk penggapaian sebuah tujuan yang sebelumnya telah direncanakan tersebut. Perkara tujuan itu tercapai atau tidak, dibutuhkan sebuah komitmen diantara anggota organisasi. Solid, kompak, dan konsisten sudah pasti harus ada agar apa yang menjadi tujuan dasar organisasi tersebut tercapai seperti apa yang telah direncanakan.
    5. – Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan dan sumber daya: setiap insan di dunia diciptakan memiliki kemampuan yang bervariasi. Namun tidak semua manusia mampu mengoptimalkan kemampuan tersebut karena adanya beberapa faktor. Seperti misalnya sarana dan prasarana untuk menyalurkan kemampuan tersebut, tidak adanya tutor yang membantu mengembangkan kemampuan tersebut dll. Seperti halnya kemampuan, manusia pasti hidup dengan dilengkapi dengan kemauan baik kemauan pribadi maupun kemauan yang didorong oleh pengaruh dari luar. Tak hanya kemampuan, keterbatasan seringkali memangkas sebuah kemauan yang ingin diwujudkan namun terhalang oleh ketidakmampuan dalam mewujudkannya melalui diri sendiri. Melalui organisasi, kemampuan dan kemauan yang terminimalisir tersebut dapat disalurkan karena adanya bantuan dari organisasi atau anggota lain yang sama sama ingin mewujudkan tujuan tersebut. Dengan demikian, kemampuan dan kemauan yang sudah disalurkan tersebut dapat sumber daya dengan didikan dan arahan yang telah diprogramkan oleh organisasi tersebut.
    -Mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Dengan kerjasama dan gotong royong antar sesama anggota, maka tujuan organisasi tersebut akan tercapai dengan baik. Salah satunya adalah membicarakan sebuah persoalan yang menyangkut organisasi dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat. Dengan jalan musyawarah, sesama anggota akan saling mengetahui apa dan bagaimana isi dari permusyawarahan tersebut. Sehingga apapun tujuan yang akan dilaksanakan telah dipahami oleh semua anggota organisasi dan dapat dicapai secara efektif dan efisien.
    6. Sudah jelas jika pemimpin tidak mampu menerapkan kepemimpinannya tanpa sebuah kekuasaan karena pada dasarnya setiap orang yang menjadi pemimpin karena adanya rasa ingin memiliki sebuah kekuasaan untuk melakukan apa yang ingin dikehendakinya.
    7. Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya sedangkan kepemimpinan adalah upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8. *jenis kekuasaan dalam organisasi*
    Kekuasaan balas jasa (reward power) : kekuasaan yang menggunakan balas jasa atau reward untuk mempengaruhi seseorang agar bersedia melakukan sesuatu sesuai keinginannnya. Balas jasa (reward) dapat berupa gaji, upah, bonus promosi, pujian.
    Kekuasaan paksaan (coercive power) : kekuasaan ini lebih cenderung ke penggunaan ancaman atau hukuman untuk mempengaruhi seseorang untuk bersedia melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Contoh: jika seseorang tidak melakukan perintah yang di instruksikan antara lain seperti pemberian surat peringatan, penurunan gaji, penurunan jabatan.
    Kekuasaan rujukan (referent power) : kekuasaan yang diperoleh atas dasar kekaguman, keteladanan, kharisma dan kepribadian seorang pemimpin.
    Kekuasaan sah (legitimate power) : kekuasaan ini berasal dari posisi resmi yang dijabat oleh seseorang, baik itu dalam suatu organisasi, bikorasi atau pemerintahan. Kekuasaan sah adalah kekuasaan yang diperoleh dari konsekuensi hierarki dalam organisasi. Seseorang yang menduduki posisi tertentu dalam organisasi memiliki hak dan wewenang untuk memberikan perintah dan instruksi kepada mereka sebagai bawahan atau tim anggota yang berkewajiban untuk mengikuti instruksi atau perintah tersebut.
    Kekuasaan keahlian (expert power) : kekuasaan keahlian ini muncul karena adanya keahlian ataupun keterampilan yang dimiliki oleh seseorang.
    9. *macam-macam kepemimpinan*
    Kepemimpinan otoriter : tipe kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan ditangan satu orang. Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Tugas dan kedudukan anak buah semata mata hanya sebagai pelaksana keputusan, perintah dan bahkan kehendak pimpinan.
    Kepemimpinan kendali bebas : dalam tipe kepemimpinan ini, pemimpin berkududkan sebagai simbol. Kepemimpinan dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan menurut kehendak dan kepentingan masing masing, baik baik secara perorangan maupun secara kelompok kelompok kecil. Pemimpin hanya memfungsikan dirinya sebagai penasehat.
    Kepemimpinan demokratis : tipe kepemimpinan ini menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam setiap kelompok/ organisasi. Pemimpin memandang orang-orang yang dipimpinnya sebagai subjek yang memiliki kepribadian dengan berbagai aspeknya, seperti dirinya juga.
    10. A). Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat sifat luar biasa. Jika kita ingin memilih dan menentukan pemimpin, maka kita juga harus memiliki keyakinan jika apa yang akan kita pilih mampu memajukan dan mensejahterakan anggotanya. Memilih pemimpin dengan dasar keragu raguan akan menimbulkan rasa ketidak percayaan pada pemimpin sehingga enggan untuk mematuhi apapun yang diperintahkannya bahkan untuk kebaikan dan kemajuan diri sendiri.
    B). Dia selalu memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu
    C). Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya
    D). Di mata pengikutnya dia dianggap sebagai orang besar
    11. Menekankan pada kelebihan sifat sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan kepemimpinan. Sifat sifat tersebut antara lain: kemampuan mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri, kemauan keras, percaya diri tanggung jawab teguh pendirian dan loyal. Dengan beberapa sifat tersebut maka orang orang akan menilai dengan sendirinya bagaimana pemimpin mereka dan mendukung penuh serta selalu menyokong kinerjanya dengan sendirinya pula. Tanpa disadari, para nggota akan memiliki komitmen untuk selalu memilih pemimpin yang memiliki sifat sifat tersebut tanpa harus ditunjukkannya secara langsung
    12. Teori kepemimpinan situasional adalh teori yang dikembangkan oleh Paul Harsley profesor dan penulis buku situational Leader dan Ken Blanchard penulis buku the The One Manager. Harsley dan Blanchard menyatakan bahwa seorang pemimpin harus menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan tahap pengembangan para bawahannya yakni sejauh mana kesiapan dari bawahan tersebut untuk melaksanakan tugas yang akan mencakup didalamnya kebutuhab akan kompetensi dan motivasi. Dari pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan jika teori kepemimpinan situasional adalah tidak ada satu gaya kepemimpinan yang mendasar yakni kepemimpinan itu tidak terpatok oleh sebuah gaya yang bisa dipilih oleh seorang pemimpin. Tetapi kepemimpinan harus berdasarkan kemampuan pemimpin itu sendiri dalam tahap- tahap mengembangkan kepemimpinannya, seberapa jauh kematangan individu dalam mengembangkan ide pemikiran dalam memimpin.
     Contoh : seorang ketua BEM dalam kampus, tidak bisa menirukan gaya kepemimpinan ketua BEM yang sebelumnya atau ketua BEM dari kampus lain karena terlihat begitu baik dan selaras menjalankan program-program kerjanya. Namun dia harus mampu menciptakan gaya kepemimpinannya sendiri berdasarkan kesiapan, kemampuan, dan kematangannya dalam memajukan kampus melalui kerja sama dengan persatuan mahasiswa- mahasiswa melalui program kerja yang tersusun, terencana, dan terlaksana dengan baik.
    13. Karisma berasal dari bahasa Yunani yang berarti “anugrah” kekuatan yang bisa dijelaskan secara logika. Karisma dianggap sebagai kombinasi dari pesona dan daya tarik tarik pribadi yang berkontribusi terhadap kemampuan luar biasa untuk membuat orang lain mendukung visi dan juga mempromosikannya dengan bersemangat (Truskie,2002). Pemimpin karismatik adalah pemimpin pemimpin yang mewujudkan atmosfir motivasi atas dasar komitmen dan identitas emosional pada visi, filosofi, dan gaya mereka dalam diri bawahannya (ivancevich, dkk 2007:2009). Jadi menurut pendapat saya dari pemahaman teori diatas, tanpa harus membuat sesuatu hal yang signifikan agar orang lain mau mengikuti dan menuruti apa yang di inginkan oleh pemimpin tersebut, orang orang sudah dengan sendirinya secara sukarela mengikutinya tanpa pengarih apapun. Karena pada dasarnya, pemimpin karismatik telah membawa pemikiran tersendiri bagi orang lain jika pemimpin tersebut sudah memiliki kemampuan luar biasa yang pantas dijadikan panutan. Orang orang juga telah berpikir jika kemampuan tersebut memang sudah ditakdirkan oleh tuhan yang maha esa selalu mereka selalu beranggapan bahwa pemimpin tersebut mampu melakukan apa saja termasuk melindungi, mengayomi dan menghindarkannya dari ancaman apapun. Salah satu ciri dari pemimpin karismatik adalah memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga pemimpin tersebut mampu menyuntikkan antusiasme pada anggota dan memiliki jiwa motivasional yang tinggi untuk mendorong maju anggotanya. Dan situasi ini akan semakin memberikan kepercayaan dan keyakinan penuh anggota terhadap pemimpin tersebut.
     Contoh: Soekarno, Jendral Sudirman.

  5. 1. Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah blaku orang atau kelompok lain.Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya.
    2. Kepemimpinan merupakan upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktifitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan, bisa disebut juga kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang agar bersedia mengikuti bimbingan atau ajakannya untuk mengambil keputusan tertentu.
    3. Karena setiap organisasi butuh pemimpin yang mampu mengantarkan ketercapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Oleh karena itu dibutuhkan pola kepemimpinan dan kekuasan dari seorang pemimpin agar tujuan yang hendak dicapai berjalan sesuai dengan rencana bersama.
    4. a.) kerjasama
    sebuah organisasi tidak akan terbentuk tanpa adanya sebuah kerjasama antar orang perorangan atau team, kerjasama yang baik sangat dibutuhkan untuk terbentuknya suatu organisasi.
    b.) dua orang atau lebih
    suatu kelompok dikatakan suatu organisasi apabila terdiri dari dua orang atau lebih yang terbentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
    c.) tujuan yang hendak dicapai
    suatu kelompok dikatakan sebagai organisasi apabila keanggotaannya terstruktur dan memiliki tujuan yang jelas yang hendak dicapai.
    5. Tujuan dari adanya sebuah organisasi adalah :
    a.) Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya.
    b.) Mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
    c.) Wadah mendapatkan jabatan dan pembagian kerja.
    d.) Wadah mencari keuntungan bersama.
    e.) Wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan.
    f.) Wadah mendapatkan penghargaan.
    6. Jadi seorang pemimpin itu bisa menerapkan kepemimpinannya apabila ia memiliki kekuasaan, tanpa ia memiliki kekuasaan ia tidak mungkin bisa menerapkan kepemimpinannya dengan baik, kebanyakan anggota yang dipimpinnya tidak mungkin patuh dan hormat padanya karena ia tidak memiliki kekuasaan di organisasi tersebut meskipun ia memiiliki jiwa pemimpin tujuan yang diselenggarakannya mungkin tidak bisa tercapai dengan baik.
    7. Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya sedangkan kepemimpinan adalah upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktifitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8. Menurut John Locke kekuasaan dibagi menjadi 3 yaitu :
    a.) Kekuasaan legislative, yaitu kekuasaan untuk membuat atau membentuk undang-undang.
    b.) Kekuasaan eksekutif, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang, termasuk kekuasaan untuk mengadili setiap pelanggaran terhadap undang-undang.
    c.) Kekuasaan federative, yaitu kekuasaan untuk melaksanakan hubungan luar negeri.
    9. a.) kepemimpinan manajerial
    fokus seorang pemimpin adalah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan kompetensinya.
    b.) kepemimpinan interpersonal
    lebih menekankan pada hubungan dengan teman sejawat dan hubungan antar pribadi.
    d.) Kepemimpinan transaksional
    Hubungan antara pemimpin dengan bawahan berdasarkan kesepakatan nilai atau proses pertukaran.
    e.) Kepemimpinan kontingensi
    Berfokus pada situasi dan mengevaluasi bagaimana menyesuaikan perilaku dengan lingkungan.
    f.) Kepemimpinan moral
    Berfokus pada nilai, kepercayaan, etika.
    g.) Kepemimpinan pembelajaran
    Fokus pada bagaimana meningkatkan proses dan hasil pembelajaran.
    10. Ciri-ciri teori kepemimpinan “great man theory” :
    a.) Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa.
    b.) Dia memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu.
    c.) Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya.
    d.) Dimata pengikutnya dia dianggap sebagai orang besar.
    11. Yaitu menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan kepemimpinan, sifat-sifat tersebut meliputi : kemampuan mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri, kemauan keras, ambisius, energetik, pemberani, percaya diri, tanggung jawab, teguh pendirian, loyal, kemampuan bergaul, stamina fisik, kematangan, emosional dan intelektual, keberanian menanggung resiko atas keputusan yang diambil.
    12. Teori ini berusaha menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi dimana kepemimpinan dilakukan; misalnya gaya direktif cocok diterapkan terhadap bawahan yang tingkat pengetahuannya rendah; gaya partisipatif cocok diterapkan bilamana pengikutnya telah memiliki kesadaran berorganisasi.
    13. Kepemimpinan karismatik adalah kepemimpinan dimana para pengikut beranggapan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki kemampuan luar biasa, kemampuan tersebut dimiliki sebagai anugrah atau takdir tuhan, pemimpin mereka memiliki kemampuan trasendental, pengikutnya mempercayai bahwa pemimpin mereka mampu melindungi dirinya dari bahaya yang mengancam, bahwa pemimpin mereka mampu menghadapi krisi yang dihadapi kelompoknya. Contoh cirri kepemimpinan karismatik memiliki : sifat-sifat radikal, visioner, tidak konvensional, keberanian mengambil resiko, selalu melakukan perubahan, memiliki kepercayaan diri yang kuat, pengikut mengagumi kemampuannya.

  6. Nama : Elok Fitria Dewi
    NIM : 1588203018
    LATIHAN SOAL KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN
    1. Apa yang dimaksud dengan kekuasaan?
    Jawaban : Kemampuan seseorang atau suatu pihak yang mempunyai wewenang/hak untuk mengontrol kepatuhan orang lain dalam mengambil tindakan dan menentukan keputusan yang dibutuhkan sehingga tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik.

    2. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan?
    Jawaban : Kemampuan seseorang yang tindakannya/aktifitasnya bertujuan untuk mempengaruhi/memberi contoh dari pemimpin kepada bawahannya/ pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan bersama.

    3. Mengapa dibutuhkan pola kepemimpinan dan kekuasaan dalam organisasi?
    Jawaban : Karena di dalam organisasi dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu mempengaruhi orang lain, memberikan arahan dan kuasa penuh untuk mengarahkan menuju tujuan organisasi.

    4. Jelaskan 3 (tiga) unsur yang membentuk organisasi!
    Jawaban :
    a) Man (orang-orang) : Personel atau pengawal yang bekerja atau yang mengabdi dalam suatu kehidupan organisasi atau ketatalembagaan. Pengawal terdiri dari semua anggota atau warga organisasi yang berdasarkan fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator), manajer dan pekerja (nonmanagement/wokers) yang merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
    b) Kerjasama : Suatu perbuatan bantu membantu/tolong menolong terhadap suatu kegiatan/action/program secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
    c) Tujuan Bersama: Gambaran jangka panjang maupun jangka pendek tentang arah/sasaran yang akan dicapai oleh suatu pihak melalui prosedur, program dan pola (network) yang dirancang/dibentuk. Tujuannya adalah titik akhir/pencapaian akhir tentang apa yang dikerjakan.

    5. Jelaskan tujuan adanya organisasi!
    Jawaban : Gambaran jangka panjang maupun jangka pendek tentang arah/sasaran yang akan dicapai suatu organisasi. Tujuannya ini fokus terhadap titik akhir/pencapaian akhir dan divisi misi organisasi melalui prosedur, program dan pola (network) yang dibentuk oleh orang-orang yang ikut andil dalam sebuah organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
    6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinannya apabila ia memiliki kekuasaan. Jelaskan maksud pernyataan tersebut!
    Jawaban : Karena, kepemimpinan dan kekuasaan sangat berkaitan satu sama lain dalam sebuah organisasi. Keberhasilan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya tidak hanya ditentukan oleh salah satu kemampuan dan pengalamannya semata melainkan perpaduan antara sifat, perilaku dan kekuasaan yang dimilikinya. Perpaduan itu sangat berpengaruh dan saling menentukan sesuai dengan situasi dengan situasi yang mendukungnya. Pengaruh kekuasaan mempunyai peranan sebagai daya dorong bagi setiap pemimpin dalam mempengaruhi, menggerakkan, menjalankan dan mengubah perilaku pengikutnya/bawahannya kearah pencapaian tujuan organisasi.

    7. Jelaskan perbedaan antara kekuasaan dan kepemimpinan!
    Jawaban : Kekuasaan adalah kewenangan/hak yang diperoleh oleh seorang pemimpin untuk mengatur dan mendapatkan kepatuhan dari bawahannya sedangkan kepemimpinan adalah usaha yang dilakukan seseorang untuk mempengaruhi aktifitas/perbuatan individ/kelompok untuk mencapai sebuah tujuan.

    8. Sebut dan jelaskan jenis-jenis kekuasaan!
    Jawaban :
    a) Kekuasaan Paksaan (Coercive Power) : Jenis kekuasaan yang bersumber pada kemampuan seorang (pemimpin) untuk memaksa seorang (bawahannya) agar mau melakukan apa yang diperintahkan dan apabila menolak/hasilnya tidak sesuai dengan perkiraan maka hukuman sebagai sanksinya.
    b) Kekuasaan Koneksi : Jenis kekuasaan yang bersumber pada hubungan kerjasama yang diajalin oleh pimpinan dengan orang lain yang mempunyai pengaruh besar baik di dalam maupun diluar.
    c) Kekuasaan Ganjaran (Reward Power) : Jenis kekuasaan yang bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    d) Kekuasaan Legitimasi (Formal) : Jenis kekuasaan yang bersumber pada posisi formal pemegang kekuasaan orang lain patuh karena percaya pada legitimasi pemegang kekuasaan.
    e) Kekuasaan Referen : Jenis kekuasaan yang bersumber pada daya tarik seseorang pada orang lain. Orang lain tunduk karena respect dan menyukai pemegang kekuasaan.
    f) Kekuasaan Informasi : Jenis kekuasaan yang bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dipandang sangat berharga oleh pengikutnya.
    g) Kekuasaan Keahlian : Jenis kekuasaan yang bersumber pada keahlian seseorang dibeberapa bidang. Orang lain patuh karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.

    9. Sebut dan jelaskan macam-macam kepemimpinan!
    Jawaban :
    • Formal : Seseorang dianggap sebagai pemimpin apabila ia diangkat sebagai seorang pimpinan apabila ia diangkat dengan surat keputusan resmi.
    • Informal : Seseorang dianggap sebagai pemimpin apabila ia diangkat sebagai seorang pemimpinan tanpa surat keputusan resmi.

    a) Kepemimpinan Manajerial (Managerial) : Kefokusan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan kompetensinya.
    b) Kepimpinan Partisipatif (Participative) : Keterlibatan seorang pemimpin dalam pengambilan keputusan secara kelompok untuk menimbulkan sikap demokratis, meningkatkan keefektifan tim dan lembaga serta bertanggung jawab.
    c) Kepemimpinan Transformational (Transformational) : Sifat seorang pemimpin yang cenderung berbuat sewenang-wenang karena kepemimpinan yang kuat, berani berkorban sebagai pahlawan, karismatik dan konsisten dengan teman sejawat dalam berbagai nilai dan kepentingan umum.
    d) Kepemimpinan Interpersonal (Interpersonal) : Sikap seorang pemimpin yang lebih menekankan pada hubungan pribadinya seperti hubungan dengan teman sejawat dan hubungan antar pribadi.
    e) Kepemimpinan Transaksional (Transacsional) : hubungan yang dilakukan antara pemimpin dengan bawahan berdasarkan kesepakatan nilai/proses pertukaran (transaksi uang).
    f) Kepemimpinan Post Modern : Kepemimpinan yang berfokus pada interpretasi individu.
    g) Kepemimpinan Kontingensi (Contingency) : Kepemimpinan yang berfokus pada situasi dan mengevaluasi bagaimana menyesuaikan perilaku dengan lingkungan.
    h) Kepemimpinan Moral (Moral) : Kepemimpinan yang berfokus pada nilai, kepercayaan dan etika.
    i) Kepemimpinan Pembelajaran (Instructional) : Kepemimpinan yang berfokus pada bagaimana meningkatkan proses dan hasil pembelajaran.

    10. Jelaskan ciri-ciri teori kepemimpinan “Great man theory”!
    Jawaban : Teori ini menjelaskan bahwa seorang pemimpin besar (great leader) dilahirkan, bukan dibuat (Leader are born, not made) dan dilandasi oleh sebuah kepercayaan bahwa seorang pemimpin merupakan orang yang memiliki kemampuan berbeda dari orang lain yang dibawa sejak ia lahir. Pemimpin besar muncul sebagai hiroik yang ditakdirkan karena diperlukan.

    11. Jelaskan disertai dengan contoh, maksud dari teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin!
    Jawaban : Teori sifat kepemimpinan adalah kemampuan kepribadian seseorang yang membedakan antara seseorang yang mempunyai jiwa kepemimpinan dengan seseorang yang tidak mempunyai jiwa kepemimpinan dan sifat ini merupakan sifat alami yang dimiliki seseorang yang dibawa sejak lahir karena seorang pemimpin besar itu dilahirkan bukan dibuat. Contoh : X sejak lahir mempunyai jiwa kepemimpinan jadi ia mamapu memimpin organisasinya lain hal nya dengan Y, ia sejak lahir memang tidak mempunyai jiwa kepemimpinan jadi ia sulit untuk mengendalikan dan mengontrol organisasinya.bawahannya karena ia tidak memiliki basic seorang pemimpin.

    12. Jelaskan dan disertai contoh, maksud dari teori kepemimpinan situasional!
    Jawaban : Suatu pendekatan seorang pemimpin yang menganjurkan untuk dapat memahami perilaku bawahannya dan sebuah situasi sebelum menentukan menggunakan perilaku kepemimpinan tertentu secara tepat. Contoh : Dalam sebuah organisasi terdapat sebuah masalah yang besar dan harus segera diselesaikan. Seorang pemimpin diharuskan untuk mengamati dan mengidentifikasi terlebih dahulu masalah apa, kondisi seperti apa dan bagaimana perilaku bawahannya sebelum menentukan gaya kepemimpinan apa atau cara apa yang cocok untuk menyelesaikan masalah dalam organisasi tersebut.

    13. Jelaskan dan disertai dengan contoh, maksud dari teori kepemimpinan karismatik!
    Jawaban : Seorang pemimpin yang memiliki kekuatan energy, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain sehingga ia mempunyai pengikut yang banyak dan dapat dipercaya. Contoh : X adalah seorang pemimpin yang mempunyai kharisma dan pembawaan yang luar biasa sehingga ia mampu mempengaruhi orang lain untuk patuh terhadap perintahnya.

  7. Nama : Linda Suci Romadhoni
    NIM : 1588203004
    Prodi : PBI/V

    1. Kekuasaan adalah kewenangan seseorang yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Jadi seorang pemimpin akan dapat berkuasa jika mempunyai sebuah wewenang yaitu hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggungjawab dapat dilaksanakan dengan baik.

    2. Kepemimpinan adalah upaya atau kemampuan yang dilakukan untuk mempengaruhi individu atau kelompok supaya dapat mengikuti ajakannya dalam pencapaian tujuan organisasi. Hal ini dilakukan oleh seorang pemimpin dengan cara mempengaruhi dan memotivasi anggotanya supaya dapat mewujudkan visi dan misi yang telah direncanakan sebelumnya.

    3. Pola kepemimpinan dan kekuasaan dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan untuk mengatur suatu organisasi demi tercapainya visi dan misi organisasi. Pola tersebut juga digunakan untuk mengkoordinasi setiap anggota organisasi. Suatu tujuan akan tercapai jika seorang pemimpin menerapkan kedua pola tersebut.

    4. 3 unsur yang membentuk organisasi :
    1) Kerjasama yaitu dalam terbentuknya organisasi dibutuhkan sikap saling membantu, mendukung dan menyelesaikan pekerjaan bersama-sama untuk menajalankan dan mewujudkan tujuan organisasi.
    2) Dua orang atau lebih yaitu suatu kelompok dikatakan sebuah organisasi jika memiliki anggota di dalamnya dua orang atau lebih.
    3) Tujuan yang hendak dicapai yaitu dalam terbentuknya suatu organisasi harus memiliki tujuan yang akan dicapai kedepannya oleh organisasi tersebut.

    5. Tujuan dari adanya organisasi adalah untuk merealisasikan keinginan dan cita-cita bersama anggota organisasi. Tujuan organisasi mempunyai pengaruh dalam mengembangkan organisasi baik itu untuk perekrutan anggota, serta pencapaian apa yang ingin dicapai dalam berjalannya organisasi. Tujuan organisasi tersebut antara lain :
    1) Untuk mengatasi terbatasnya kemandirian, kemampuan, serta sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai sebuah tujuan.
    2) Tempat untuk mencapai tujuan dengan efisien serta selektif karena dilakukan secara bersama-sama.
    3) Tempat dalam mendapatkan pembagian kerja dan jabatan.
    4) Tempat untuk mencari keuntungan dan pendapatan bersama-sama.
    5) Tempat untuk mengelola lingkungan secara bersama-sama.
    6) Tempat untuk mendapatkan penghargaan.
    7) Tempat mendapatkan pengawasan dan kekuasaan.

    8) Tempat untuk menambat pergaulan serta memanfaatkan adanya waktu luang.
    6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinanya apabila ia memiliki kekuasaan. Maksudnya yaitu jika seorang pemimpin mempunyai wewenang berupa kekuasaan maka dia dapat mengkoordinasi anggotanya untuk bekerja sama atau membagi struktur kerja mereka untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Sehingga dengan adanya kekuasaan dari seorang pemimpin mampu mempengaruhi anggota untuk dapat mematuhi dan menjalankan apa yang diarahkan oleh pemimimpinnya

    7. Perbedaan antara kekuasaan dan kepemimpinan yaitu :
    Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya sedangkan kepemimpinan yaitu upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.

    8. Jenis-jenis kekuasaan :
    a. Kekuasaan paksaan (coercive power)
    Berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberi hukuman. Orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman.
    b. Kekuasaan koneksi
    Bersumber pada hubungan yang dijalin pimpinan dengan orang penting dan berpengaruh baik diluar/di dalam organisasi.
    c. Kekuasaan ganjaran (reweard power)
    Bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    d. Kekuasaan legitimasi (formal)
    Berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain patuh karena percaya pada legitimasi pemegang kekuasaan.
    e. Kekuasaan referen
    Berbasis pada daya tarik seseorang pada yang lain. Orang lain tunduk karena respek dan menyukai pemegang kekuasaan.
    f. Kekuasaan informasi
    Bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
    g. Kekuasaan keahlian
    Berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian. Orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.

    9. Macam-macam kepemimpinan :
    • Formal yaitu diangkat dengan surat keputusan resmi
    • Informal yaitu diangkat tanpa surat keputusan resmi

    10. Teori kepemimpinan berdasarkan Great man theory :
    • Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa
    • Dia memiliki pembawaa sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu
    • Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya
    • Di mata pengikutnya dia dianggap sebagai orang besar

    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin yaitu menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan kepemimpinan. Contohnya yaitu sifat seorang pemimpin yang berani akan mengambil resiko dan bertanggung jawab atas konsekuensi yang akan diterimanya dalam menjalani organisasi yang dipimpinnya.

    12. Teori kepemimpinan situasional yaitu berusaha menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi dimana kepemimpinan dilakukan. Misalnya dalam suatu organisasi terdapat sebuah masalah yang disebabkan oleh anggota organisasi dan dapat memicu konflik, sebagai pemimpin harus mampu memahami bagaimana sifat-sifat bawahannya sehingga dapat menerapkan perilaku yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut.

    13. Teori kepemimpinan kharismatik yaitu kepemimpinan dimana para pengikut beranggapan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki kemampuan luar biasa dan mereka percaya bahwa pemimpinya mereka mampu melindungi dirinya dari bahaya yang mengancam, bahwa pemimpin mereka mampu menghadapi krisis yang dihadapi kelompokknya dan di bawah kepemimpinannya mereka akan keluar sebagai pemenang. Misalnya seorang pemimpin yang mempunyai kewibawaan yang cukup tinggi dengan kecakapan yang dimiliknya dan selalu mengedepankan keberhasilan bersama dalam mencapai tujuan dari organisasinya.

  8. Nama: Purwatiningsih
    NIM : 1588203006
    MANAJEMEN PENDIDIKAN

    1. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa, sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.
    2. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan yang diinginkan pihak lainnya.
    3. Keberhasilan seorang pemimpin dalam melaksanakan fungsinya tidak hanya ditentukan oleh salah satu aspek semata-mata, melainkan perpaduan antara sifat, perilaku, dan kekuasaan-pengaruh saling menentukan sesuai dengan situasi yang mendukungnya. Kekuasaan-pengaruh mempunyai peranan sebagai daya dorong bagi setiap pemimpin dalam mempengaruhi, menggerakkan, dan mengubah perilaku yang dipimpinnya ke arah pencapaian dilakukan oleh tujuan
    Organisasi.
    4.
    • Kerja sama : kerja sama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
    • Man : orang-orang dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personel.
    • Tujuan bersama : tujuan bersama merupakan arah atau sasaran yang akan dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan.

    5.
    • mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya
    • mencapai tujuan secara efektif dan efisien
    • wadah memanfaatkan sumber daya dan teknologi secara bersama
    • wadah mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki
    • wadah mendapatkan jabatan dan pembagian kerja
    • wadah mengelola lingkungan secara bersama
    • wadah mencari keuntungan bersama
    • wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan
    • wadah mendapatkan penghargaan
    • wadah memenuhi kebutuhan manusia yang semakin kompleks
    • wadah mengambah pergaulan
    • wadah memanfaatkan waktu luang
    6. Dalam memimpin seorang pemimpin harus mempunyai wewenang atau kekuasaan, karena seorang pemimpin bisa mengembangkan sepak terjang ke arah mana tujuan yang hendak dicapai.
    7. Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Sedangkan kepemimpinan merupakan upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8.
    o kekuasaan paksaan : berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberi hukuman. Orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman.
    o Kekuasaan koneksi : bersumber pada hubungan yang dijalin pimpinan dengan orang penting da berpengaruh baik diluar didalam organisasi.
    o Kekuasaan ganjaran : bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    o Kekuasan legitimasi : berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan.
    o Kekuasaan referen : berbasis pada daya tarik seseorang pada yang lain tunduk karena respek dan menyukai pemegang kekuasaan.
    o Kekuasaan informasi : bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
    o Kekuasaan keahlian : berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian. Orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.
    9. Kepemimpinan Formal: diangkat dengan surat keputusan resmi
    Kepemimpinan Informal: diangkat tanpa surat keputusan resmi
    10. Ciri-ciri teori kepemimpinan Great man theory :
    • Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa;
    • Dia memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu
    • Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya;
    • Dimata pengikutnya dia dianggap sebagai orang besar
    11. Teori sifat : menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan kepemimpinan. Contohnya mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri, kemauan keras, ambisius, energetik, pemberani, percaya diri, tanggungjawab, teguh pendirian,loyal, kemampuan bergaul, stamina fisik, kematangan emosional dan intelektual, keberanian menanggung resiko atas keputusan yang diambil.
    12. Teori kepemimpinan situasional : menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi di mana kepemimpinan dilakukan. Contohnya, gaya direktif cocok diterapkan terhadap bawahan yang tingkat pengetahuannya rendah.
    13. Teori kepemimpinan charismatik : pengikut beranggapan bahwa pemimpin mereka memiliki kemampuan luar biasa. Contohnya, pemimpin yang mempunyai visioner yang tinggi, tdk konvensional, keberanian mengambil resiko, selalu melakukan perubahan, memiliki kepercayaan diri yang kuat.

  9. Nama : Linda Suci Romadhoni
    NIM : 1588203004
    Prodi : PBI/V

    1. Kekuasaan adalah kewenangan seseorang yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Jadi seorang pemimpin akan dapat berkuasa jika mempunyai sebuah wewenang yaitu hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggungjawab dapat dilaksanakan dengan baik.

    2. Kepemimpinan adalah upaya atau kemampuan yang dilakukan untuk mempengaruhi individu atau kelompok supaya dapat mengikuti ajakannya dalam pencapaian tujuan organisasi. Hal ini dilakukan oleh seorang pemimpin dengan cara mempengaruhi dan memotivasi anggotanya supaya dapat mewujudkan visi dan misi yang telah direncanakan sebelumnya.

    3. Pola kepemimpinan dan kekuasaan dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan untuk mengatur suatu organisasi demi tercapainya visi dan misi organisasi. Pola tersebut juga digunakan untuk mengkoordinasi setiap anggota organisasi. Suatu tujuan akan tercapai jika seorang pemimpin menerapkan kedua pola tersebut.

    4. 3 unsur yang membentuk organisasi :
    1) Kerjasama yaitu dalam terbentuknya organisasi dibutuhkan sikap saling membantu, mendukung dan menyelesaikan pekerjaan bersama-sama untuk menajalankan dan mewujudkan tujuan organisasi.
    2) Dua orang atau lebih yaitu suatu kelompok dikatakan sebuah organisasi jika memiliki anggota di dalamnya dua orang atau lebih.
    3) Tujuan yang hendak dicapai yaitu dalam terbentuknya suatu organisasi harus memiliki tujuan yang akan dicapai kedepannya oleh organisasi tersebut.

    5. Tujuan dari adanya organisasi adalah untuk merealisasikan keinginan dan cita-cita bersama anggota organisasi. Tujuan organisasi mempunyai pengaruh dalam mengembangkan organisasi baik itu untuk perekrutan anggota, serta pencapaian apa yang ingin dicapai dalam berjalannya organisasi. Tujuan organisasi tersebut antara lain :
    1) Untuk mengatasi terbatasnya kemandirian, kemampuan, serta sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai sebuah tujuan.
    2) Tempat untuk mencapai tujuan dengan efisien serta selektif karena dilakukan secara bersama-sama.
    3) Tempat dalam mendapatkan pembagian kerja dan jabatan.
    4) Tempat untuk mencari keuntungan dan pendapatan bersama-sama.
    5) Tempat untuk mengelola lingkungan secara bersama-sama.
    6) Tempat untuk mendapatkan penghargaan.
    7) Tempat mendapatkan pengawasan dan kekuasaan.
    8) Tempat untuk menambah pergaulan serta memanfaatkan adanya waktu luang.

    6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinanya apabila ia memiliki kekuasaan. Maksudnya yaitu jika seorang pemimpin mempunyai wewenang berupa kekuasaan maka dia dapat mengkoordinasi anggotanya untuk bekerja sama atau membagi struktur kerja mereka untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Sehingga dengan adanya kekuasaan dari seorang pemimpin mampu mempengaruhi anggota untuk dapat mematuhi dan menjalankan apa yang diarahkan oleh pemimimpinnya

    7. Perbedaan antara kekuasaan dan kepemimpinan yaitu :
    Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya sedangkan kepemimpinan yaitu upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.

    8. Jenis-jenis kekuasaan :
    a. Kekuasaan paksaan (coercive power)
    Berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberi hukuman. Orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman.
    b. Kekuasaan koneksi
    Bersumber pada hubungan yang dijalin pimpinan dengan orang penting dan berpengaruh baik diluar/di dalam organisasi.
    c. Kekuasaan ganjaran (reweard power)
    Bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    d. Kekuasaan legitimasi (formal)
    Berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain patuh karena percaya pada legitimasi pemegang kekuasaan.
    e. Kekuasaan referen
    Berbasis pada daya tarik seseorang pada yang lain. Orang lain tunduk karena respek dan menyukai pemegang kekuasaan.
    f. Kekuasaan informasi
    Bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
    g. Kekuasaan keahlian
    Berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian. Orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.

    9. Macam-macam kepemimpinan :
    • Formal yaitu diangkat dengan surat keputusan resmi
    • Informal yaitu diangkat tanpa surat keputusan resmi

    10. Teori kepemimpinan berdasarkan Great man theory :
    • Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa
    • Dia memiliki pembawaa sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu
    • Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya
    • Di mata pengikutnya dia dianggap sebagai orang besar

    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin yaitu menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan kepemimpinan. Contohnya yaitu sifat seorang pemimpin yang berani akan mengambil resiko dan bertanggung jawab atas konsekuensi yang akan diterimanya dalam menjalani organisasi yang dipimpinnya.

    12. Teori kepemimpinan situasional yaitu berusaha menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi dimana kepemimpinan dilakukan. Misalnya dalam suatu organisasi terdapat sebuah masalah yang disebabkan oleh anggota organisasi dan dapat memicu konflik, sebagai pemimpin harus mampu memahami bagaimana sifat-sifat bawahannya sehingga dapat menerapkan perilaku yang tepat untuk menyelesaikan konflik tersebut.

    13. Teori kepemimpinan kharismatik yaitu kepemimpinan dimana para pengikut beranggapan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki kemampuan luar biasa dan mereka percaya bahwa pemimpinya mereka mampu melindungi dirinya dari bahaya yang mengancam, bahwa pemimpin mereka mampu menghadapi krisis yang dihadapi kelompokknya dan di bawah kepemimpinannya mereka akan keluar sebagai pemenang. Misalnya seorang pemimpin yang mempunyai kewibawaan yang cukup tinggi dengan kecakapan yang dimiliknya dan selalu mengedepankan keberhasilan bersama dalam mencapai tujuan dari organisasinya.

  10. 1. Kekuasaan adalah kewenangan yang diperoleh seseorang/kelompok untuk menjalankan kewenangan tersebut harus sesuai dengan kewenangan yang diberikan, dan kewenangan tersebut tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh. Kekuasaan bisa diartikan sebagai kemampuan untuk memerintah dan memberi keputusan yang baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mempengaruhi tindakan pihak lainnya.
    2. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang yang diberi kekuasaan dan wewenang untuk mempengaruhi orang lain supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.
    3. Seorang pemimpin harus mempunyai keahlian, kecakapan, dan pengetahuan luas yang diperoleh melalui pengembangan jati diri. Pengembangan jati diri ini menghasilkan sebuah keterampilan-keterampilan yang berbeda setiap orang. Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang baik dalam mengerjakan sesuatu/tidak menegerjakan sesuatu. Jika semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi semakin dituntut pula kemampuan berfikirnya. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi perlu didukung oleh jiwa kepemimpinan dan kekuasaan yang mana keduanya saling berhubungan demi tercapainya tujuan.
    4. Unsur pembentuk organisasi :
    a. Tujuan, merupakan arah/sasaran yang ingin dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan.
    b. Kerjasama, suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama atau gotong royong untuk mencapai tujuan bersama.
    c. Manusia 2 orang atau lebih, dalam sebuah organisasi perlu adanya srana pendukung seperti 2 orang atau lebih untuk menyalurkan ide-ide dan kemampuan yang dimiliki setiap individu.
    5. Tujuan organisasi :
    a. Mengatasi terbatasnya kemampuan
    b. Mencapai tujuan secara efektif dan efisian
    c. Wadah memanfaatkan sumber daya teknologi
    d. Mengembangkan potensi
    e. Mendapat jabatan dan pembagian kerja
    f. Mencari keuntungan
    g. Menggunakan kekuasaan dan pengawasan
    h. Mendapat penghargaan
    i. Memenuhi kebutuhan manusia
    j. Mencambah pergaulan
    k. Memanfaatkan waktu luang
    6. Maksud dari pernyataan tersebut adalah jika sesorang memiliki kedudukan kekuasaan tertinggi maka orang-orang harus tunduk patuh kepada orang tersebut tanpa adanya complain. Seperti contoh seorang Gubernur Anis Baswedan menuntut Hotel Alexis karena berbagai kasus dan hanya satu coretan tanda tangan maka ditutuplah hotel tersebut. Contoh lain yaitu Walikota Surabaya Risma memberi perintah untuk menutup gang Dolli dan dengan tindakan tegas tercapailah penutupan paksa. Maka sangat jelas banyak orang yang menginginkan terjun ke dunia perpolitikan. Mereka menganggap bahwa dengan memiliki kekuasaan merka bisa berbuat apa saja. Namun tugas dan tanggung jawab yang diperoleh sangat berat. Mereka harus jujur, disiplin, bertanggung jawab dan bekerja inovatif untuh merubah aturan lama yang lebih demokratis dan bersifat membangun.
    7. Perbedaan Kekuasaan dan Kepemimpinan :
    Kekuasaan : a.) berfokus pada pengaruh terhadap bawahan, juga berfokus pada pengaruh terhadap atasan maupun kepada sesame teman yang berada pada tingkat yang sama
    b.) tidak membutuhkan kesesuaian tujuan melainkan hanya ketergantungan
    c.) lebih memfokuskan diri pada taktik untuk mendapat kesepakatan
    d.) bukan hanya dimiliki oleh individu tertentu namun juga dimiliki beberapa sekelompok orang
    kepemimpinan : a.) membutuhkan kesesuaian tujuan antara pemimpin dengan orang yang dipimpinnya
    b.) berfokus pada pengaruh atasan/pemimpin terhadap bawahannya dan meminimalkan pentingnya bentuk pengaruh ke samping dank e atas
    c.) lebih menekankan pada cara/gaya kepemimpinan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
    d.) lebih merupakan kekuasaan yang dimilik secara individual
    8. Jenis – jenis kekuasaan :
    a. Kekuasaan Paksaan, berbasis pada kemampuan seseorang untuk member hukuman. Orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman
    b. Kekuasaan Koneksi, hubungan yang dijalin pemimpin dan orang penting dan berpengaruh baik diluar/didalam organisasi
    c. Kekuasaan Legitimasi, berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain patuh karena percaya pada legitimasi pemegang
    d. Kekuasaan Referen, berbasis pada daya tarik sesorang kepada orang lain
    e. Kekuasaan Informasi, adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin
    f. Kekuasaan Keahlian, kecakapan sesorang pada beberapa bidang keahlian
    9. Macam-macam Kepemimpinan :
    a. Kepemimpinan Transaksional, terjadi ketika pola relasi ada yaitu antara pemimpin dengan konstituen yang dilandasi semangat pertukaran kepentingan ekonomi/politik. Misal, menjalin kerjasama antara pengusaha dengan politikus untuk mengembangkan tujuan yang ingin dicapai.
    b. Kepemimimpinan Karismatik, kemaMmpuan lebih untuk menarik orang dan membuat orang lain terpesona dengan cara bicaranya termasuk mampu membangkitkan semangat dan motivasi
    c. Kepemimpinan Visioner, kepemimpinan yang ditujukan untuk memberikan arti pada usaha yang dilakukan bersama-sama dan memberikan arahan bermakna pada usaha atau kerja keras berdasarkan visi yang jelas
    d. Kepemimpinan Demokratis, kemampuan mempengaruhi orang lain agar mau diajak bekerja sama dan mecapa tujuan yang ditetapkan bersama-sama oleh pimpinan dan atasan sebagai satu tujuan bersama
    e. Kepemimpinan Militer, kepemimpinan yang menuntut disiplin kaku, otoriter, formalitas komunikasi berlangsung satu arah dari atasan ke bawahan
    10. Great Man Theory menjelaskan bahwa seorang pemimpin besar itu dilahirkan bukan diciptakan. Maksudnya adalah seorang pemimpin tersebut telah memiliki sifat atau cirri alamiah yang terdiri karismatik, kecerdasan, kebijaksanaan dan mampu menggunakan jabatan kekuasaan yng dimiliki untuk membuat perubahan yang berdampak besar pada peradaban manusia. Jadi seorang pemimpin besar itu akan lahir saat dibutuhkan sehingga para pemimpin ini tidak bisa diciptakan.
    11. teori kepemimpinan berdasar sifat pemimpin menyatakan bahwa suatu keberhasilan seorang pemimpin dipengaruhi oleh sifat-sifat, perangai atau cirri-ciri yang dimiliki oleh pemimpin itu sendiri. Sifat tersebut bisa berupa sifat fisik maupun psikologi. Menurut Sondang P. Siagian (2994 : 75-76) seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas orientasi masa depan, tepat waktu, tegas, dan berani. Seperti contoh, MANTAN Presiden BJ.Habibie yang menciptakan sebuah pesawat terbang buatan orang-orang Indonesia. Dengan kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki beliau mampu mebuat sebuah pesawat terbang yang mana memiliki kedudukan sama dengan buatan Jepang dan Amerika. Dengan sifat-sifat yang dimiliki seperti pengetahuan yang luas, berfikir rasional, obyektif dan berorientasi pada masa depan beliau sukses sebagai pemimpin Indonesia di masanya hingga sekarang
    12. teori Situasional mengarah pada perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organizational yang dihadapi dengan memperhitungkan factor waktu dan ruang. Keefektifan kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi keadaan yang dihadapi dan mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok untuk memenuhi tuntutan situasi tersebut. Seperti contoh, seorang pemimpin perusahaan air mineral dituntut untuk mampu menciptakan produk air mineral yang bersih, sehat, aman untuk dikonsumsi. Seorang pemimpin tersebut awalnya harus mempertimbangkan efek positif maupun negatifnya,
    13. Teori Karismatik adalah kemampuan lebih untuk menarik orang lain terpesona dengan cara bicaranya termasuk mampu membangkitkan semangat dan motivasi. Jadi pemimpin karismatik adalah pemimpin yang mewujudkan atmosfir motivasi atas dasar komitmen dan identitas emosional pada visi, filosofi dan gaya mereka dalam diri bawahannya ( Ivancevich, 2007:209).contohnya, Soekarno merupakan contoh pemimpin karismatik. Kemampuan Soekarno menggerakkan mempengaruhi dan berdiplomasi telah menyatukan berbagai suku, agama, golongan menjadi satu kesatuan yang bernama NKRI.

  11. 1. Kekuasaan adalah kewenangan yang diperoleh seseorang atau kelompok untuk menjalankan kewenangan tersebut. Kekuasaan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memerintah dan memberi keputusan yang baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mempengaruhi bawahannya. Kekuasaan juga sebagai suatu kesempatan seseorangan untuk memberikan wewenang kepada orang lain baik secara tindakan maupun bukan .
    2. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang yang diberi kekuasaan dan wewenang untuk mempengaruhi orang lain untuk diarahkan pada tujuan tertentu. Kepemimpinan dapat dibedakan sebagai kedudukan dan proses sosial. Kepemimpinan tercipta dari kemampuan yang dimiliki seseorang dan memperoleh pengakuan masyarakat. Hal tersebut merupakan hasil organisasi sosial yang telah terbentuk atau sebagai hasil dinamika interaksi sosial.
    3. Karena seorang pemimpin harus mempunyai keahlian, kecakapan dan pengetahuan yang luas dan mendalam. Pengembangan ini menghasilkan sebuah keterampilan berbeda setiap orangnya. Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi bawahannya untuk mengerjakan sesuatu maupun tidak mengerjakan sesuatu. Jika semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin tinggi pula tanggung jawabnya untuk membawa kesejahteraan organisasi tersebut dan hal itu harus didukung jiwa kepemimpinannya. Jadi dalam sebuah organisasi perlu didukung oleh jiwa kepemimpinan dan kekuasaan karena hal tersebut hal berhubungan dan berkesinambungan dalam mewujudkan tujuan.
    4. Adanya kerja sama yaitu pola kegiatan yang dilakukan bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan, terdiri dari 2 orang atau lebih yaitu adanya pelaku yang mempunyai posisi sebagai pemimpin dan yang dipimpin guna sebagai pelaksana organisasi, dan ada tujuan yang hendak dicapai yaitu arah atau sasaran yang akan dicapai dari dibentuknya organisasi tersebut.
    5. A. Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan dan sumber daya
    B. Mencapai tujuan secara efektif dan efisien
    C. Wadah memanfaatkan sumber daya dan teknologi secara bersama
    D. Wadah mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki
    E. Wadah mendapatkan jabatan dan pembagian kerja
    F. Wadah mengelola lingkungan secara bersama
    G. Wadah mencari keuntungan bersama serta mendapatkan penghargaan
    H. Wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan
    6. Jika seseorang memiliki kedudukan dan kekuasan tinggi maka semakin besar pula kesempatannya mempengaruhi orang lain dan mendapat kepatuhan dari orang lain . Sebagai contoh wewenang Anis Baswedan menutup Diskotik Alexis karena melanggar hukum memproduksi dan mengedarkan Narkoba, maka dengan tanpa menunggu waktu lama Diskotik tersebut langsung ditutup .
    7. Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Sedangkan kepemimpinan merupakan upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8. Jenis- jenis kekuasaan :
    • Kekuasaan paksaan ( coercive power) yaitu kekuasaan berbasis kemampuan seseorang untuk memberi hukuman dan orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman
    • Kekuasaan koneksi yaitu kekuasaan bersumber pada hubungan yang dijalin pemimpin dengan orang-orang penting yang berpengaruh baik diluar maupun di dalam organisasi.
    • Kekuasaan ganjaran (reward power) yaitu kekuasaan bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan pada oranglain.
    • Kekuasaan legistimasi(formal) yaitu kekuasaan berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan.
    • Kekuasaan referen yaitu kekuasaan berdasarkan daya tarik, rasa tunduk dan respect seseorang kepada penguasa.
    • Kekuasaan informal yaitu kekuasaan bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin dan dinilai sangat berharga bagi pengikutnya.
    • Kekuasaan keahlian yaitu kekuasaan berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian dan orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.
    9. Macam- macam kepemimpinan :
    • Kepemimpinan formal yaitu kepemimpinan seseorang yang diangkat dengan surat keputusan resmi.
    • Kepemimpinan informal yaitu kepemimpinan seseorang yang diangkat tanpa surat keputusan resmi.
    10. Great Man Theory :
    • Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa( profesional, dewasa, berkompeten, jujur dan bijaksana)
    • Pemimpin memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kemampuan yang dimiliki
    • Pemimpin selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya
    • Dimata pengikutnya seorang pemimpin dianggap sebagai orang besar
    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpinnya yaitu teori yang menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan pemimpinnya. Seperti kemampuan seorang pemimpin mengambil keputusan dan keberaniannya menanggung resiko atas keputusan yang diambil, ambisius,percaya diri, loyal , pandai bergaul serta kematang emosional dan intelektual. Contoh : Dalam menghadapi inflasi seorang pemimpin perusahaan mampu mencari solusi alternatif tanpa melakukan PHK dan mengurangi mutu produk.
    12. Kepemimpinan situasional yaitu gaya kepemimpinan dimana pemimpin mampu menempatkan diri serta sikap dimanadia berada dan siapa yang ia pimpin .
    Contoh : Seorang CEO memimpin karyawan dengan sikap partisipatif pada karyawan yang memerlukan dukungan dan bimbingan serta gaya direktif pada karyawan yang berpendidikan rendah dan perlu arahan.
    13. Kepemimpinan karismatik yaitu kepemimpinan dimana para pengikut beranggapan bahwa pemimpinnya diakui memiliki kemampuan luar biasa, transdental, mampu melindung, mampu memecahkan masalah yang dihadapi kelompok serta mampu membawa kemajuan bagi kelompoknya.
    Contoh : Hari Tanusoedibjo sebagai CEO MNC dan ketua partai Perindo mampu memimpin dan memajukan kesejahteraan penduduk dengan perantara partai Perindo sampai pelosok Indonesia.

  12. 1. Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan seseorang guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain. Contohnya komandan patroli mempunyai tugas dan mengatur personilnya di medan perang.
    2. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang – orang agar bersedia mengikuti bimbingan atau ajakannya untuk mengambil keputusan tertentu. Contohnya komandan patroli yang melatih tehnik senjata dalam pertempuran.
    3. Kekuasaan dan kepemimpinan memiliki hubungan yang sangat kuat. Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh jabatannya melainkan juga sifat, perilaku, dan kekuasaan yang saling menentukan sesuai dengan situasi dan kondisi. Kekuasaan mempunyai peranan sebagai daya dorong pemimpin untuk menggerakkan anggota untuk meraih tujuan organisasi.
    4. A. Kerjasama
    Suatu perbuatan yang dilakukan bersama untuk mencapai tujuan bersama.
    B. 2 orang atau lebih
    Orang – orang yang melakukan pekerjaan organisasi, membentuk serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer.
    C. tujuan yang hendak dicapai
    Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai.
    5.
    • Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya.
    • Mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
    • Wadah memanfaatkan sumber daya dan teknologi secara bersama.
    • Wadah mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimulai.
    • Wadah mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki
    • Wadah mendapatkan jabatan dan apembagian kerja.
    • Wadah mengelola lingkungan secara bersama.
    • Wadah mencari keuntungan bersama.
    • Wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan.
    • Wadah mendapatkan penghargaan.
    • Wadah memenuhi kebutuhan manusia yang semakin komplek
    • Wadah menambah pergaulan.
    6. Di dalam sebuah kepemimpinan tidak lepas dari kekuasaan. Apabila kekuasaan tidak ada dalam diri seorang pemimpin, maka kurang utuh wewenang dari pada pemimpin yang bersangkutan. Didalam konteks pendidikan adanya kekuasaan sangat diperlukan agar tercapai tujuan dari pendidikan itu sendiri secara efektif dan efisien. Selain itu kekuasaan seorang pemimpin sangat berdampak pada kinerja anggotanya.
    7. Kekuasaan merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Kepemimpinan merupakan upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8. Jenis – jenis kekuasaan
    a. Kekuasaan paksaan. Berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberikan hukuman.
    b. Kekuasaan koneksi. Bersumber pada hubungan yang dijalin pemimpin dengan orang penting dan berpengaruh baik di luar atau di dalam organisasi.
    c. Kekuasaan ganjaran. Bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    d. Kekuasaan legitimasi. Berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain patuh dan tunduk karena respek menyukai pemegang kekuasaan.
    e. Kekuasaan referen. Berbasis pada daya tarik seseorang pada orang lain. orang lain tunduk karena respek dan menyukain pemegang kekuasaan.
    f. Kekuasaan informasi. Bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
    g. Kekuasaan keahlian. Berbasis pada percakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian. Orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.
    9. Kepemimpinan formal diangkat dengan surat keputusan resmi. Kepemimpinan informal diangkat tanpa surat keputusan resmi.
    10.
    a. Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat – sifat luar biasa.
    b. Memiliki kualitas tertentu.
    c. Dia selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya.
    d. Di mata pengikutnya seperti orang besar.
    11. Menekankan pada kelebihan sifat – sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan pemimpin. Contohnya kemampuan mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri, kemauan keras, ambisius, energetik, pemberani, percaya diri, bertanggung jawab, teguh pendirian, loyal, kemampuan bergaul, stamina fisik, kematangan emosional, dan intelektual, keberanian memegang resiko atas keputusan yang diambil.
    12. Gaya kepemimpinan yang bergantung pada kesiapan para pengikutnya melakukan interaksi dengannya dan pada tingkat dimana situasi memberikan kendali dan pengaruh kepada pemimpin. Contohnya gaya direktif lebih cocok diterapkan terhadap bawahan yang tingkat pengetahuannya rendah. Gaya partisipatif cocok diterapkan bilamana pengikutnya telah memiliki kesadaran dalam suatu organisasi.
    13. Keadaan atau bakat yang dihubungkan dengan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepemimpinan seseorang untuk membangitkan pemujaan dan rasa kagum dari masyarakat terhadap dirinya atau atribut kepemimpinan yang didasarkan atas kualitas kepribadian individu. Contohnya pemimpin perusahaan yang mengapresiasi karyawannya yang bekerja lembur dengan tambahan gaji sesuai apa yang dikerjakan. Serta tidak pernah mengeluhkan amsalah pribadi dalam organisasi perusahaannya. Selalu bijak dalam bersikap dan berfikir dewasa membuat anggota atau karyawannya betah berada di perusahaan.

  13. 1. Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh.
    2. Kepemimpinan adalah suatu aktivitas atau kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Jika seseorang telah mulai berkeinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, maka kegiatan kepemimpinan itu telah dimulai.
    3. Karena jika sebuah organisasi tidak dilandasi dengan pola kekuasaan dan kepemimpinan, maka sebuah organisasi tersebut tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan. Kekuasaan dalam organisasi sangat dibutuhkan karena dengan adanya kekuasaan didalam sebuah organisasi akan sangat membantu proses berjalannya sebuah organisasi karena pemimpin akan memberikan arahan kepada bawahannya tentang kinerja didalam sebuah organisasi sehingga pemimpin akan mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Selain itu bukan hanya kekuasan yang sangat dibutuhkan diorganisasi, keemimpinan juga sangat dibutuhkan karena kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi aktivitas individu atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan. Maksudnya pemimpin akan memberikan sebuah pengarahan atau sebuah pembicaraan yang bisa membuat bawahannya mengikuti apa yang dikatakan pemimpinanya supaya tujuan yang diinginkan dalam sebuah organisasi tersebut dapat tercapai dan terlaksana dengan baik.
    4. – Kerjasama
    Kerjasama merupakan suatu perbuatan bant-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manager, dan pekerja, secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi organisasi.
    – Dua orang atau lebih
    Yaitu orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecah masalah, dan pembentuk gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual.
    – Tujuan yang hendak dicapai
    Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola(network).
    5. Tujuan dari sebuah adanya organisasi adalah mempengaruhi kinerja dari organisasi itu sendiri maupun untuk mencari massa atau anggota baru dalam pengembangan sebuah organisasi dan untuk menjaga kaderisasi anggota. Kaderisasi bertujuan untuk menjaga sebuah organisasi tetap bisa bertahandan eksis dalam jangka waktu yang panjang.
    6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinanya apabila ia memiliki kekuasaan. Maksudnya adalah jika seorang pemimpin sudah mendapat kepatuhan dari bawahannya dalam artian pemimpin sudah dihargai,dipatuhi,ditakuti dan dihormati, maka pemimpin tersebut baru boleh menerapkan kepemimpinanya karena kepemimpinan bertujuan untuk mempengaruhi bawahannya agar tujuan didalam sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik. Jadi jika pemimpin sudah dipatuhi oleh bawahnnya maka pemimpin akan memberi sebuah pengaruh kepada bawahannya supaya kinerja dalam sebuah organisasi berjalan sesuai tujuan.
    7. Perbedaan Kekuasaan dan Kepemimpinan
    Kekuasaan merupakan symber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Sedangkan Kepemimpinan adalah upaya yang dilakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8. Jenis – jenis kekuasaan :
    • Kekuasaan paksaan
    Berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberi hukuman. Orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman.
    • Kekuasaan Koneksi
    Bersumber pada hubungan yang dijalin pimpinan dengan orang penting dan berpengaruh baik diluar atau didalam organisasi.
    • Kekuasaan Ganjaran
    Bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    • Kekuasaan legitimasi
    Berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain patuh karena percaya pada legitimasi pemegang kekuasaan.
    • Kekuasaan Referen
    Berbasis pada daya tarik seseorang pada yang lain. Orang lain tunduk karena respek dan menyukai pemegang kekuasaan.

    • Kekuasaan Informasi
    Bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
    • Kekuasaan keahlian
    Berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian. Orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.
    9. Macam-macam kepemimpinan :
    • Formal
    Diangkat dengan surat keputusan resmi.
    • Informal
    Diangkat tanpa surat keputusan resmi.
    10. Great Man Theory
    Teori ini mengatakan bahwa pemimpin besar (great leader) dilahirkan,bukan dibuat (leader are born, not made), dan dilandasi oleh keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa dan dilahirkan dengan kualitas istimewa yang dibawa`sejak lahir dan ditakdirkan menjadi seorang pemimpin di berbagai macam organisasi
    11. Maksudnya bahwa orang mewarisi sifat dan ciri-ciri tertentu yang membuat mereka lebih cocok untuk menjadi pemimpin. Teori sifat mengidentifikasi mengidentifikasi teori tertentu atau karakteristik perilaku yang sama pada umumnya. Contohnya adalah percaya diri itu bisa dikaitkan dengan pemimpin besar jika seseorang mempunyai sifat percaya diri yang besar maka sosok kepemimpinan sudah ada didalam diri orang tersebut.
    12. Kepemimpinan situasional adalah suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menganjurkan pemimpin untuk memahami perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan perilaku kepemimpinan tertentu. Pendekatan ini menghendaki pemimpin untuk memiliki kemampuan diagnosa dalam hubungan antara manusia. Contohnya pemimpn menerapkan sistem kerja kelompok/team dengan begitu pemimpin bisa mengetahui kinerja bawahannya dari sebuah team tersebut.
    13. Kepemimpinan kharismatik adalah suatu kepemimpinan dimana seorang bawahan atau pengikut beranggapan bahwa pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan paling hebat dan sempurna. Pengikut juga beranggapan bahwa pemimpin adalah seseorang yang paling pintar dalam mengatasi sebuah masalah. Contohnya dalam sebuah organisasi terdapat masalah yang sangat sulit dan masalah tersebut cukup berat untuk diselesaikan oleh bawahan maka bawahan akan melaporkan masalah tersebut kepemimpinnya/ketua organisasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Karena meraka sudah mengklaim dipikiran mereka bahwa pemimpin/ketua organisasi adalah seseorang yang memiliki otak paling cerdas dan mampu menyelesaikan masalah apapun.

  14. 1. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Robert Mac Iver mengatakan bahwa kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yang tersedia. Contoh: Presiden mempunyai kekuasaan untuk mengangkat dan memberhentikan menteri.
    2. Pengertian Kepemimpinan menurut Siagian (2002) adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain (bawahan) sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pimpinan meskipun secara pribadi hal itu mungkin tidak disenangi. Contoh: Gubernur DKI memperbolehkan PKL berjualan di trotoar jalan walaupun ia tahu hal tersebut dapat menggangu pengguna jalan.
    3. Kepemimpinan dan kekuasaan didalam organisasi menghasilkan peran-peran tertentu yang harus dimainkan dan dapat mempersatukan kelompok dalam rangka mencapai tujuan bersama. Contoh: Sebuah organisasi karang taruna akan mengadakan lomba bola volly di gedung gasibu. Maka ketuanya akan membentuk panitia kegiatan dan menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk menggerakkan anak buahnya.
    4. 3 (tiga) unsur yang membentuk organisasi
    a. Adanya Orang/Anggota
    Sebuah organisasi minimal harus memiliki 2 anggota. Setiap anggota dalam organisasi harus mempunyai kedudukan yang jelas dan memiliki struktur-struktur kepengurusan.
    b. Kerjasama
    Ketika menjalankan organisasi sangat dibutuhkan sekali kerjasama sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
    c. Tujuan bersama
    Pembentukan organisasi pastilah memiliki tujuan atau sasaran klimaks yang ingin dicapai. Dengan dicapainya tujuan tersebut maka bisa mensejahterakan setiap angggotanya.
    5. Tujuan adanya organisasi
    a. Untuk mengatasi terbatasnya kemandirian, kemampuan, serta sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai sebuah tujuan
    b. Tempat untuk mencapai tujuan dengan efisien serta selektif karena dilakukan secara bersama-sama
    c. Tempat dalam mendapatkan pembagian kerja dan jabatan
    d. Tempat untuk mencari keuntungan dan pendapatan bersama-sama
    e. Tempat untuk mengelola lingkungan secara bersama-sama
    f. Tempat untuk mendapatkan penghargaan
    g. Tempat mendapatkan pengawasan dan kekuasaan
    h. Tempat untuk menambat pergaulan serta memanfaatkan adanya waktu luang
    6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinannya abila ia memiliki kekuasaan karena kekuasaan memberi otoritas atau wewenang (authority) kepada seorang pemimpin untuk memberi perintah yang harus didengar dan dipatuhi oleh anak buahnya. Kepemimpinan dikatakan efektif apabila pemimpin dapat mempengaruhi anak buahnya demi tercapainya tujuan bersama.
    7. Kekuasaan adalah kewenangan untuk memerintah atau mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. Kekuasaan dapat berarti kekuasaan golongan, kekuasaan raja, kekuasaan pejabat negara. Sedangkan kepemimpinan erat kaitannya dengan kekuasaan. Memimpin berarti mempunyai kuasa untuk mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan.
    8. Jenis-jenis kekuasaan
    a. Kekuasaan Balas Jasa (Reward Power): Kekuasaan yang menggunakan balas jasa untuk memengaruhi seseorang agar bersedia melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
    b. Kekuasaan Paksaan (Coercive Power): Kekuasaan Paksaan lebih cenderung ke penggunaan ancaman atau hukuman untuk memengaruhi seseorang untuk bersedia melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya.
    c. Kekuasaan Rujukan (Referent Power): Kekuasaan Rujukan merupakan kekuasaan yang diperoleh atas dasar kekaguman, keteladanan, kharisma dan kepribadian dari seorang pemimpin.
    d. Kekuasaan Sah (Legitimate Power): Kekuasaan Sah berasal dari posisi resmi yang dijabat oleh seseorang, baik itu dalam suatu organisasi, birokrasi ataupun pemerintahan. Kekuasaan sah adalah kekuasaan yang diperoleh dari konsekuensi hirarki dalam organisasi.
    e. Kekuasaan Keahlian (Expert Power): Kekuasaan Keahlian muncul karena adanya keahlian ataupun keterampilan yang dimiliki oleh seseorang. Seringkali seseorang yang memiliki pengalaman dan keahlian tertentu memiliki kekuasaan ahli dalam suatu organisasi meskipun orang tersebut bukanlah Manajer ataupun Pemimpin.
    9. Macam-macam kepemimpinan
    a. Kepemimpinan Otoriter: Tipe kepemimpinan yang menempatkan kekuasaan ditangan satu orang. Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Kedudukan dan tugas anak buah semata-mata hanya sebagai pelaksana keputusan, perintah dan bahkan kehendak pimpinan.
    b. Kepemimpinan Kendali Bebas: Tipe kepemimpinan yang menempatkan pemimpin sebagai simbol. Kepemimpinan dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang yang dipimpin atau anak buah dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan. Pemimpin hanya memfungsikan dirinya sebagai penasihat.
    c. Kepemimpinan Demokratis: Tipe kepemimpinan yang dalam pengambilan keputusan sangat mementingkan musyawarah. Segala kemauan, kehendak, buah pikiran, pendapat, kreatifitas dan inisiatif dari anak buah dihargai dan disalurkan secara wajar.
    d. Kepemimpinan Karismatis: Tipe kepemimpinan ini memiliki kekuatan energi, daya-tarik dan pembawa yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang biasa dipercaya.
    e. Kepemimpinan Paternalistis: tipe kepemimpinan yang kebapakan, dengan sifat- sifat antara lain menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/ belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, overly protective, jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri.
    f. Kepemimpinan Militeristis: Tipe ini sifatnya mirip sekali dengan tipe kepemimpinan otoriter. Sering banyak menggunakan sistem perintah/komando terhadap bawahannya dan seringkali kurang bijaksana, tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya.
    g. Kepemimpinan Otokratis: mendasari diri pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak yang harus dipatuhi. Pemimpinnya selalu mau berperan sebagai pemain tunggal pada a one-man show. Setiap perintah dan kebijakan ditetapkan tanpa berkonsultasi dengan bawahannya. Pemimpin otokritas itu senantiasa ingin berkuasa obsolut, tunggal, dan merajai keadaan.
    h. Kepemimpinan Laissez Faire: tipe kepemimpinan ini sang pemimpin praktis tidak memimpin. Dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semau sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikitpun dalam kegiatan kelompoknya. Semua perkerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahan sendiri.
    i. Kepemimpinan Populistis: kepemimpinan populistis dapat membangunkan solidaritas rakyat misalnya Soekarno dengan ideologi marhaenisme, yang menekankan masalah kesatuan nasional, nasionalisme, dan sikap yang berhati- hati terhadap kolonialisme dan penindasan- penghisapan serta penguasaan oleh kekuatan- kekuatan asing.
    10. Ciri-ciri teori kepemimpinan menurut “Great Man Theory”
    Menurut teori kepemimpinan ini seorang pemimpin besar terlahir sebagai pemimpin yang yang memiliki ciri-ciri yang istimewa yang mencakup karisma, kecerdasan, kebijaksanaan dan dapat menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk membuat berbagai keputusan yang memberi dampak besar bagi sejarah manusia.
    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin
    a. Great Man Theory
    Teori kepemimpinan ini bersandar pada pendapat yang dikemukakan oleh Thomas Carlyle di abad 19. Menurutnya, seorang pemimpin besar akan lahir saat dibutuhkan sehingga para pemimpin ini tidak bisa diciptakan. Ciri-cirinya mencakup karisma, kecerdasan, kebijaksanaan dan dapat menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk membuat berbagai keputusan.
    b. Trait Theory
    Teori kepemimpinan ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari Great Man Theory yang mengatakan bahwa para pemimpin dilahirkan dan bukan diciptakan (leader are born and not made). Karakteristik pemimpin menurut Trait Theory yaitu: kecerdasan, pengetahuan & keahlian, dominasi, percaya diri, energi yang tinggi, toleran terhadap stress, integritas & kejujuran, kematangan.
    c. Behavioral Styles Theory
    Selama perang dunia II studi mengenai teori kepemimpinan mengalami perubahan arah yang signifikan dari mempelajari ciri-ciri individu menjadi pola perilaku pemimpin yang disebut dengan leadership styles. Dengan demikian maka fokus beralih dari “siapa pemimpin itu” menjadi “bagaimana seorang pemimpin berperilaku atau menjalankan gaya kepemimpinan”
    d. Situational Theory
    Para peneliti yang menganut aliran teori kepemimpinan ini mengatakan bahwa efektivitas gaya kepemimpinan sangat tergantung kepada situasi yang melingkupinya. Oleh karena itu, mereka mempunyai asumsi bahwa kepemimpinan yang berhasil akan terjadi apabila gaya kepemimpinan yang digunakan sesuai dengan situasi.
    e. Transactional Leadership Theory
    Menurut teori kepemimpinan ini, karyawan akan termotivasi oleh imbalan maupun hukuman. Seorang pemimpin akan dapat menjalankan kepemimpinannya dengan efektif apabila ia mampu mengembangkan struktur kerja yang jelas.
    f. Transformational Leadership Theory
    Teori kepemimpinan ini didasari oleh hasil penelitian mengenai perilaku kepemimpinan yang memberikan inspirasi kepada yang lain dalam organisasi untuk mencapai sesuatu yang melebihi apa yang telah direncanakan organisasi. Ia juga seorang pemimpin yang visioner yang mengajak orang lain bergerak untuk mengikuti visinya.
    12. Kepemimpinan Situational
    Pada teori kepemimpinan ini mengatakan bahwa efektivitas gaya kepemimpinan sangat tergantung kepada situasi yang melingkupinya. Kepemimpinan yang berhasil akan terjadi apabila gaya kepemimpinan yang digunakan sesuai dengan situasi. Contoh: pemimpin yang task motivated cenderung berhasil pada situasi yang ekstrem. Sedangkan relationship motivated cenderung berhasil pada situasi yang moderat.
    13. Kepemimpinan Kharismatik
    Pemimpin karismatik adalah seorang pemimpin yang memiliki daya tarik personalitas yang luar biasa yang mampu mengendalikan pikiran, kemauan, jiwa, dan raga dari para pengikutnya. Kepemimpinan karismatik tidak mengandalkan otoritas dan eksternal power tetapi menggunakan daya tarik personalitas. Contoh: kepemimpinan pada era Soekarno-Hatta.

  15. Nama : Sumarti
    NIM : 1588203015
    Study : Management Pendidikan

    1. Kekuasaan yaitu kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang di berikan. Kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kemampuan seseorang atau kelompok.
    2. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi orang-orang agar bersedia mengikuti bimbingan atau untuk mengambil keputusan tertentu.
    3. Karena, kepemimpinan dan kekuasaan merupakan fondasi utama untuk membentuk suatu organisasi. Di mana organisasi di dalamnya terbentuk sebuah pemimpin dan anggota. Kepemimpinan mempunyai peranan yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja anggotanya. Pemimpin memusatkan perhatiannya pada kegiatan dan masalah kemanusiaan yang dihadapi baik bagi dirinya maupun kinerja nya. Sedangkan kekuasaan adalah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin guna memengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinan nya bila ia memiliki kekuasaan.
    4. 3 unsur organisasi :
    • Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama merupakan interaksi yang paling penting karena pada hakikatnya manusia tidaklah bisa hidup sendiri tanpa orang lain ia senantiasa membutuhkan orang lain.
    • Dua orang lain atau lebih yaitu sebuah organisasi harus dilakukan antara dua orang atau lebih yang di dalamnya terdiri pemimpin dan anggota yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Suatu sistem aktivitas yang di koordinasi kan secara sadar oleh dua orang atau lebih. Proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
    • Tujuan yang hendak dicapai :
    ~ mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya
    ~ Mencapai tujuan secara efektif dan efisien
    ~ Wadah memanfaatkan sumber daya dan teknologi secara bersama
    ~Wadah mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki
    ~ Wadah mendapatkan jabatan dan pembagian kerja
    ~ Wadah mengelola lingkungan secara bersama
    ~ Wadah mencari keuntungan bersama
    ~ Wadah menggunakan kekuasaan dan pengawasan
    ~ Wadah memanfaatkan waktu luang

    5. Tujuan organisasi untuk memperoleh keefektifan dan efisiensi secara bersama-sama. Mengatasi terbatasnya kemampuan, kemauan, dan sumber daya. Merupakan wadah untuk mengembangkan potensi dan spesialisasi yang dimiliki mendapatkan jabatan dan pembagian kerja, mengelola lingkungan secara bersama, mencari keuntungan bersama, menggunakan kekuasaan dan pengawasan, mendapatkan penghargaan, memenuhi kebutuhan manusia yang semakin kompleks, menambah pergaulan, dan memanfaatkan waktu luang.
    6. Seorang pemimpin sudah pasti mendapatkan kepercayaan dari anggotanya, karena seorang pemimpin berkuasa untuk menjalankan tugas dan mampu memberi pengarahan terhadap anggota-anggotanya untuk mendapatkan kemajuan dan sukses bersama.
    7. Kekuasaan: merupakan sumber daya yang memungkinkan kepatuhan dari bawahannya.
    Kepemimpinan: upaya yang dilakukan untuk memengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.
    8. ~ Kekuasaan paksaan (coersive power)
    Berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberi hukuman. Orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman.
    ~ kekuasaan koneksi
    Bersumber pada hubungan yang dijalin pimpinan dengan orang penting dan berpengaruh baik di luar atau di dalam organisasi.
    ~ kekuasaan ganjaran (reweard power)
    Bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    ~ Kekuasaan Legitimasi (formal)
    Berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan. Orang lain tunduk karena respek dan menyukai pemegang kekuasaan.
    ~ kekuasaan referen
    Berbasis pada daya tarik seseorang pada yang lain. Orang lain patuh karena respek dan menyukai pemegang kekuasaan .
    ~ kekuasaan informasi
    bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
    ~ kekuasaan keahlian
    Berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang kahlian. Orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.
    9. Macam-macam kepemimpinan
    • Formal yaitu diangkat dengan surat keputusan
    • Informal yaitu di angkat tanpa surat keputusan resmi
    10. Ciri-ciri teori kepemimpinan “Great Man Theory”
    • Dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa.
    • Dia memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu
    • Di mata pengikutnya dia dianggap sebagai orang besar.
    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin yaitu menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan kepemimpinan.
    Contoh : kemampuan mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri, kemauan keras, ambisius, energetik, pemberani, percaya diri, tanggung jawab, teguh pendirian, loyal, kemampuan bergaul, stamina fisik, kematangan emosional dan intelektual, keberanian menanggung risiko atau keputusan yang diambil.
    12. Teori kepemimpinan situasional teori ini berusaha menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi di mana kepemimpinan dilakukan.
    Contoh : gaya direktif cocok diterapkan terhadap bawahan yang tingkat pengetahuannya rendah, gaya partisipatif cocok diterapkan bilamana pengikutnya telah memiliki kesadaran berorganisasi.
    • Empan papan, angon mongso, dugo prayoga, mulat saliro.
    • Hangroso wani = berani bertindak
    13. Teori kepemimpinan charismatik
    • kepemimpinan di mana para pengikut beranggapan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki kemampuan luar biasa
    • kemampuan tersebut dimiliki sebagai anugerah atau takdir tuhan
    • pemimpin mereka memiliki kemampuan transendental
    • pengikutnya mempercayai bahwa pemimpin mereka mampu melindungi dirinya dari bahaya yang mengancam, bahwa pemimpin mereka mampu menghadapi krisis yang dihadapi kelompok
    • para pengikutnya percaya bahwa di bawah kepemimpinan nya mereka akan keluar sebagai pemenang.
    Contoh :
     Ki Hadjar dewantara
     Ir. Soekarno
     Mohammad hatta

  16. 1. Kekuasaan
    Kemampuan seseorang atau suatu pihak yang mempunyai wewenang/hak untuk mengontrol kepatuhan orang lain dalam mengambil tindakan dan menentukan keputusan yang dibutuhkan sehingga tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik. Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan berpendapat bahwa kekuasaan ialah suatu hubungan diantara seseorang ataupun sekelompok orang yang bisa menentukan merupakan sebuah tindakan seseorang atau juga kelompok yang lainnya ke suatu arah tujuan dari pihak yang pertama

    2. Kepemimpinan
    Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin. Kepemiminan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk memengaruhi orang-orang untuk bekerja mencapai tujuan dan sasaran.

    3. Pola kepemimpinan dan kekuasaan dalam sebuah organisasi.
    Dalam sebuah organisasi dibutuhkan pola kepempinan dan kekuasaan.Kepemimpinan dan kekuasaan di dalam sebuah organisasi mempunyai peran yang sangat penting karena di dalam organisasi pasti terdiri dari beberapa orang yang bergabung untuk mencapai tujuan yang sama. Dibutuhkan sebuah pola kekuasaan dan kepempinan yang baik untuk mengatur dan mempermudah sekumpulan orang tersebut untuk mencapai tujuan organisasi yang direncanakan sejak awal.

    4.Unsur pembentuk organisasi :
    a. Tujuan, merupakan arah/sasaran yang ingin dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan.
    b. Kerjasama, suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama atau gotong royong untuk mencapai tujuan bersama.
    c. Manusia dua orang atau lebih, dalam sebuah organisasi perlu adanya srana pendukung seperti dua orang atau lebih untuk menyalurkan ide-ide dan kemampuan yang dimiliki setiap individu.

    5. Tujuan organisasi :
    a. Mengatasi terbatasnya kemampuan
    b. Mencapai tujuan secara efektif dan efisian
    c. Wadah memanfaatkan sumber daya teknologi
    d. Mengembangkan potensi
    e. Mendapat jabatan dan pembagian kerja
    f. Mencari keuntungan
    g. Menggunakan kekuasaan dan pengawasan
    h. Mendapat penghargaan
    i. Memenuhi kebutuhan manusia
    j. Mencambah pergaulan
    k. Memanfaatkan waktu luang

    6. Seorang pemimpin harus mempunyai kekuasaan dalam menjalankan kepemimpinannya untuk membedakan posisinya sebagai pemimpin dengan orang yang dipimpin.Semakin besar kekuasaan yang dipegang oleh seorang pemimpin maka semakin besar pula pengaruhnya untuk mengatur orang lain dan kepatuhan yang ia dapatkan.Sebagai contoh,jika Presiden RI sebagai Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia memerintahkan prajurit TNI untuk menyerang musuh negara maka prajurit TNI tersebut akan mematuhinya tanpa membantah.

    7. Perbedaan Kekuasaan dan Kepemimpinan :
    Kekuasaan :
    a.) berfokus pada pengaruh terhadap bawahan, juga berfokus pada pengaruh terhadap atasan maupun kepada sesame teman yang berada pada tingkat yang sama
    b.) tidak membutuhkan kesesuaian tujuan melainkan hanya ketergantungan
    c.) lebih memfokuskan diri pada taktik untuk mendapat kesepakatan
    Kepemimpinan :
    a.) membutuhkan kesesuaian tujuan antara pemimpin dengan orang yang dipimpinnya
    b.) berfokus pada pengaruh atasan/pemimpin terhadap bawahannya dan meminimalkan pentingnya bentuk pengaruh ke samping dan ke atas
    c.) lebih menekankan pada cara atau gaya kepemimpinan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan

    8.• Kekuasaan paksaan ( coercive power) yaitu kekuasaan berbasis kemampuan seseorang untuk memberi hukuman dan orang lain tunduk karena takut terhadap hukuman
    • Kekuasaan koneksi yaitu kekuasaan bersumber pada hubungan yang dijalin pemimpin dengan orang-orang penting yang berpengaruh baik diluar maupun di dalam organisasi.
    • Kekuasaan ganjaran (reward power) yaitu kekuasaan bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan pada oranglain.
    • Kekuasaan legistimasi(formal) yaitu kekuasaan berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan.
    • Kekuasaan referen yaitu kekuasaan berdasarkan daya tarik, rasa tunduk dan respect seseorang kepada penguasa.
    • Kekuasaan informal yaitu kekuasaan bersumber pada adanya akses informasi yang dimiliki pemimpin dan dinilai sangat berharga bagi pengikutnya.
    • Kekuasaan keahlian yaitu kekuasaan berbasis pada kecakapan seseorang pada beberapa bidang keahlian dan orang lain tunduk karena percaya pada pengetahuan pemegang kekuasaan.

    9. Macam-macam Kepemimpinan :
    a. Kepemimpinan Transaksional, terjadi ketika pola relasi ada yaitu antara pemimpin dengan konstituen yang dilandasi semangat pertukaran kepentingan ekonomi/politik. Misal, menjalin kerjasama antara pengusaha dengan politikus untuk mengembangkan tujuan yang ingin dicapai.
    b. Kepemimimpinan Karismatik, kemaMmpuan lebih untuk menarik orang dan membuat orang lain terpesona dengan cara bicaranya termasuk mampu membangkitkan semangat dan motivasi
    c. Kepemimpinan Visioner, kepemimpinan yang ditujukan untuk memberikan arti pada usaha yang dilakukan bersama-sama dan memberikan arahan bermakna pada usaha atau kerja keras berdasarkan visi yang jelas
    d. Kepemimpinan Demokratis, kemampuan mempengaruhi orang lain agar mau diajak bekerja sama dan mecapa tujuan yang ditetapkan bersama-sama oleh pimpinan dan atasan sebagai satu tujuan bersama
    e. Kepemimpinan Militer, kepemimpinan yang menuntut disiplin kaku, otoriter, formalitas komunikasi berlangsung satu arah dari atasan ke bawahan

    10.Great Man Theory.Teori ini dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa ,matang/dewasa, berkompeten, jujur dan bijaksana.Leader is born,not made atau pemimpin tersebut ditakdirkan untuk lahir sebagai pemimpin,bukan dibuat untuk menjadi pemimpin.Pemimpin memiliki pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kemampuan yang dimiliki pemimpin selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinannya

    11.Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpinnya yaitu teori yang menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan pemimpinnya. Seperti kemampuan seorang pemimpin mengambil keputusan dan keberaniannya menanggung resiko atas keputusan yang diambil, ambisius,percaya diri, loyal , pandai bergaul serta kematang emosional dan intelektual.

    12. Teori kepemimpinan situasional yaitu berusaha menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi dimana kepemimpinan dilakukan. Kepemimpinan situasional merupakan gaya pemimpin yang mempertimbangkan situasi yang dihadapi sebuah organisasi atau lembaga yang dipimpinnya. Baik dalam proses pengambilan keputusan terhadap sebuah masalah maupun dengan mengarahkan para pengikutnya.Contohnya ialah seorang kepala sipir penjara yang notabene berwatak galak dan garang yang juga merangkap menjadi seorang ayah harus dapat menjadi pemimpin yang lembut dan mengayomi didalam sebuah keluarga berbeda dengan saat bertugas sebagai kepala sipir penjara.

    13.Konsep kharismatik (charismatic) atau kharisma (charisma) menurut Weber lebih ditekankan kepada kemampuan pemimpin yang memiliki kekuatan luar biasa dan mistis. Menurutnya, ada lima faktor yang muncul bersamaan dengan kekuasaan yang kharismatik, yaitu : Adanya seseorang yang memiliki bakat yang luar biasa, adanya krisis sosial, adanya sejumlah ide yang radikal untuk memecahkan krisis tersebut, adanya sejumlah pengikut yang percaya bahwa seseorang itu memiliki kemampuan luarbiasa yang bersifat transendental dan supranatural, serta adanya bukti yang berulang bahwa apa yang dilakukan itu mengalami kesuksesan. Contojnya ialah John F. Kennedy. John F Keneddy adalah seorang pemimpin yang demokratis dan juga yang paling karismatik Amerika Serikat. John F. Kennedy berasal dari keluarga yang kuat, dan diberkati dengan penampilan yang baik di samping kharisma pribadinya.Karena pasangan karismatik dan bergaya, John dan Jackie, Kennedy Gedung Putih dikenal sebagai Camelot.

  17. 1. Kekuasaan merupakan alat berupa wewenang yang dimanfaatkan oleh individu dwalam mempengaruhi orang lain untuk menuruti perintah nya. Weber berpendapat bahwa “kekuasaan sering dikaitkan terhadap kemampuan kita untuk membuat orang lain melakukan sesuatu yang kita inginkan, tidak perduli dari keinginan ataupun ketertarikan mereka sendiri.” (1946). Dengan kekuasaan, pemimpin memiliki hak untuk memerintah dan dipatuhi oleh bawahannya.

    2. Handoko menyatakan kepemimpinan adalah, “kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran”. (2003:294) Dari pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan atau keahlian individu dalam mempengaruhi, menginspirasi, serta mengarahkan anggota kelompok untuk merealisasikan tujuan dan kepentingan bersama.

    3. Karena kepemimpinan dan kekuasaan merupakan posisi sentral untuk membuat aktivitas organisasi dapat berjalan dengan efektif dan tujuan organisasi dapat tercapai. Priyono berpendapat, bahwa “kesuksesan suatu perusahaan akan sangat ditentukan pada peranan pemimpin dalam mengelola sumber daya organisasi dan menjalankan aktivitas organisasi secara optimal.” (2007:46) Sebuah organisasi membutuhkan pola kepemimpinan yang baik yakni seseorang (pemimpin) yang dapat memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya dalam mempengaruhi dan mengembangkan sumber daya manusia di dalam organisasi tersebut. Kekuasaan di butuhkan untuk mengatur sistem kerja di dalam organisasi.

    4. Unsur unsur terbentuknya organisasi:
    a. Kerjasama
    Schermrhorn berpendapat bahwa organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerja sama dalam suatu devisi untuk mencapai tujuan bersama. (Schermerhorn, dkk, 1997:9) Untuk memaksimalkan pencapaian dari organisasi, dibutuhkan kerjasama dari anggota anggota di dalamnya. Anggota organisasi perlu dibagi ke beberapa divisi pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Dibutuhkan pemahaman akan peran dan tugasnya masing masing, sehingga proses kerjasama dapat berjalan dengan baik.
    b. Terdiri dari 2 orang atau lebih
    Organisasi terbentuk dengan adanya kesadaran individu sebagai mahluk sosial untuk berkumpul dengan individu yang lain dalam memecahkan permasalahan yang ada. Ini sesuai dengan pernyataan Chester Barnard “Sebuah organisasi adalah suatu sistem aktivitas berupa saling bekerjasama antara dua orang atau lebih. Dalam menjalankan aktivitas didalamnya, perlu komunikasi yang searah guna mencapai tujuan bersama.”. (1938) Ini artinya individu memiliki kecenderungan untuk berusaha mewujudkan tujuan yang diinginkan, tetapi tujuan mereka terbatasi oleh tenaga dan kemampuan mereka. Sehingga individu membentuk sekumpulan manusia dengan sistem kerja didalamnya untuk saling bahu membahu menyelesaikan permasalahan.
    c. Tujuan yang hendak dicapai
    Tujuan menggambarkan sasaran/target yang harus dicapai oleh organisasi. Pada awalnya individu memiliki keinginan yang berbeda namun saling berkaitan. Berdasarkan hal ini, muncullah keinginan yang memotivasi individu untuk membentuk organisasi, karena dengan berorganisasi kesempatan untuk mencapai tujuan akan lebih besar.

    5. Tujuan awal terbentuknya organisasi yakni mewujudkan keinginan orang banyak dengan cara menyatukan pendapat dan saling bekerjasama.
    Berikut tujuan terbentuknya organisasi:
    1) Mengoptimalkan usaha untuk mencapai sebuah tujuan.
    2) Bekerjasama mengolah sumber daya untuk mencapai tujuan.
    3) Memperoleh efisiensi kerja dengan membagi peran dan tugas.
    4) Meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan bersama.
    5) Menyatukan pendapat dan pemikiran.

    6. Dalam memimpin dan mempengaruhi anak buah suatu instansi atau organisasi, seorang pemimpin membutuhkan kekuasaan. Kepemimpinan dapat di katakan efektif, apabila pemimpin dapat mempengaruhi. John Maxwell menyatakan, “Leadership is influence, nothing more, nothing less.” Ini artinya, kekuasaan sangat dibutuhkan bagi pemimpin untuk mempengaruhi orang lain demi efektifnya kepemimpinan.

    7. Kekuasaan yakni memimpin berdasarkan hak dan sumber daya yang dimiliki. Hal ini akan menimbulkan rasa takut anggota terhadap atasan, sehingga membuat anggota tersebut harus mematuhi perintah dari sanata. Sedangkan kepemimpinan yakni karakter dari seseorang yang berupa sekumpulan perilaku/tindakan untuk memimpin suatu organisasi. Hal ini membuat anggota aktif, karena mereka menghormati pemimpinnya.

    8. Menurut French dan Raven (1959) ada lima tipe kekuasaan, yaitu :
    1). Reward power (kekuasaan imbalan)
    Pemimpin menggunakan kekuasaan ini untuk mendapatkan ketaatan dari bawahan, dengan memberikan ganjaran atau imbalan terhadap hasil kerja.
    2). Coercive power (kekuasaan paksaan)
    Pemimpin dengan kekuasaan ini cenderung memaksa bawahannya untuk mematuhhinya. Dengan menekankan pada aspek hukuman berat bagi bawahan yang tidak bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan. Ini akan menciptakan rasa takut dan mau tidak mau bawahan harus mematuhi pemimpin.
    3). Referent power (kekuasaan referen)
    Kekuasaan ini dapat diterapkan apabila pemimpin memiliki daya tarik terhadap pandangan bawahannya. Bawahan cenderung akan mematuhi pemimpin, karena mereka mengagumi dan ingin menjadi seperti pemimpinnya.
    4). Expert power (kekuasaan ahli)
    Dengan kekuasaan ini, pemimpin akan mendapatkan kepatuhan dari bawahan apabila memimpin suatu organisasi/instansi dibidang yang dikuasai. Pemimpin yang telah mengetahui seluk beluk dan telah ahli akan dihormati bawahan dalam bekerja.
    5). Legitimate power (kekuasaan legitimasi)
    Kekuasaan ini terjadi apabila seseorang terpilih menjadi pemimpin yang sah dan telah mendapat persetujuan dari seluruh anggota organisasi. Anggota organisasi sependapat dan memberikan hak kepada pemimpin untuk memipin dan mengatur organisasi.

    9 . Menurut Max Weber (1958) tipe tipe kepemimpinan dibedakan menjadi 3, yakni:
    Traditional authority
    Tipe kepemimpinan ini mengharuskan pemimpin untuk melestarikan adat istiadat daerahnya. Pemimpin tidak harus memiliki kecakapan akan pengetahuan politik, namun memiliki pemahaman akan budaya daerah tersebut. Kepemimpinan juga akan diturunkan terus menerus kepada keluarga sang pemimpin.
    Rational-legal authority
    Tipe kepemimpinan ini bersandar pada kepercayaan bahwa pemimpin diangkat berdasar legal dan rasional. Rasional dimaksudkan pemimpin harus memiliki kecakapan dalam berpolitik, memiliki pengalaman dalam memimpin dan berpendidikan tinggi. Legal dimaksudkan pemimpin harus diangkat sesuai dengan hukum Dan peraturan yang berlaku.
    Charismatic authority
    Kepemimpinan yang didapat apabila seseorang dipercaya memiliki ilmu gaib yang dapat memberikan kebaikan dan perlindungan untuk pengikutnya. Atas dasar itu muncullah presepsi karisma dari orang itu, dan dipercayakan untuk pemimpin suatu daerah.

    10. Great man theory merupakan pendapat dari Thomas Charlyle di 1840. Konsep dari teori ini adalah pemimpin hebat tidak diciptakan, tetapi dilahirkan dengan karakter yang unik.
    Ciri ciri karakter itu yakni:
    a. Kharisma: Merupakan daya tarik yang dimiliki seseorang. Dengan kharisma, seseoranh mampu membuat orang lain secara tidak sadar mau mengikuti perintahnya.
    b. Kecerdasan: Cepat dalam memahami dan mempelajari sesuatu. Seseorang akan dengan mudah memahami permasalahan yang dialami oranglain.
    c. Kebijaksanaan: Seseorang dengan kebijaksanaan, akan mampu mengelola sumber daya yang ada.

    Teori ini dilandasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang memiliki sifat-sifat luar biasa
    • Pembawaan sebagai pemimpin dengan sejumlah kualitas tertentu
    • Sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinnya
    • Di mata pengikutnya dia di anggap sebagai orang besar

    11. Teori kepemimpinan berdasarkan sifat pemimpin artinya pemimpin memanfaatkan sifat yang ada pada dirinya dan menjadikan sifat sifatnya itu sebagai kekuatan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin suatu organisasi.
    Contoh: pemimpin memiliki sifat bijaksana, ketika terjadi konflik antar anggota di dalam organisasinya dia akan mencari jalan keluar dengan mempertimbangkan kebaikan dari pihak yang terkait. Karena pemimpin itu sadar, untuk meraih tujuan perlu adanya kerjasama yang baik antar anggota.

    12. Teori kepemimpinan situasional adalah teori yang menjelaskan bahwa perlunya pemilihan gaya kepemimpinan berdasar situasi dan kesiapan dari anggotanya.
    Contoh pemimpin di suatu organisasi menggunakan gaya participating-supporting, karena anggota di organisasinya kurang akan motivasi kerja walaupun sudah memiliki cukup pengetahuan.

    13. Teori kepemimpinan karismatik adalah teori tentang gaya pemimpinan dimana Seseorang menggunakan kepercayaan diri, kemampuan Dan pesonanya untuk membuat anggota mau mematuhinya.
    Contoh terdapat pemimpin suatu perusahaan dibidang fashion. Karyawan sangat menghormati dan antusias dalam bekerja, karena sang pemimpin adalah seorang model terkenal.

  18. 1. Kekuasaan merupakan suatu instrumen yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan wewenang tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan,kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh, kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. Ramlan Surbakti berpendapat bahwa kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi.

    2. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Pemimpin harus..
    * Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan prosedur-prosedur kerja.
    *Pemimpim membantu kelompok untuk mengorganisasi diri.
    *Pemimpin bertanggung jawab dalam mengambil keputusan sama dengan kelompok.
    *Pemimpin memberi kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari pengalaman.

    3. Karena kepemimpinan dan kekuasaan sebagai alat dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.Kepemimpinan dan kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu.

    4. Unsur-unsur terbentuknya Organisasi:
    1.Man
    Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personel. Pegawai atau personel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
    2. Kerjasama
    Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.
    3.Tujuan Bersama
    Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan.

    5. Tujuan organisasi menurut pandangan Richard Scott adalah suatu kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus, yang sedikit banyak didasarkan pada asas kelangsungan.|
    Tujuan organisasi secara umum
     Tujuan organisasi adalah untuk merealisasikan keinginan dan cita cita bersama anggota organisasi.
     Tujuan organisasi yang kedua ialah hasil akhir yang diinginkan di waktu yang akan datang.
    Fungsi organisasi secara umum
     Fungsi organisasi yang pertama adalah untuk memberikan arahan dan pemusatan kegiatan organisasi, mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh organisasi.
     Fungsi organisasi yang kedua yaitu dapat meningkatkan kemampuan anggota organsasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan masyarakat.
     Fungsi organisasi yang berikutnya adalah dapat memberikan pengetahuan yang baru kepada anggotanya.

    6. Dalam memimpin harus menjadi inti dari tendensi dan dilain pihak seorang pemimpin membutuhkan kekuasaan pemimpinan harus menggunakan kekuasaan dengan efektif, sehingga mampu menumbuhkan motivasi bawahan untuk bekerja dan melaksanakan tugas dengan lebih baik. Namun, sebagian pimpinan lainnya tidak mampu memakai kekuasaan dengan efektif, sehingga aktivitas untuk melaksanakan pekerjaan dan tugas tidak dapat dilakukan dengan baik.

    7. Kekuasaan merupakan suatu instrumen yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan wewenang tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan sedangkan Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

    8. 1). Reward power (kekuasaan imbalan)
    Hal ini memusatkan pada ganjaran atau imbalan atas pekerjaan atau tugas yang dilakukan orang lain. Kekuasaan ini akan terwujud melalui suatu kejadian atau situasi yang memungkinkan orang lain menemukan klimaknya.
    2). Coercive power (kekuasaan paksaan)
    Hal ini lebih memusatkan pandangan kemampuan untuk memberi hukuman kepada orang lain.Dan pemimpin dengan kekuasaan ini cenderung memaksa bawahanya untuk menuruti dan menekan pada hukuman yang berat kepada bawahan.

    3). Referent power (kekuasaan referen)
    Ini didasarkan pada satu hubungan ‘kesukaan’ atau liking, dalam arti ketika seseorang mengidentifikasi orang lain yang mempunyai kualitas atau persyaratan seperti yang diinginkannya.
    4). Expert power (kekuasaan ahli)
    Hal in memfokuskan diri pada suatu keyakinan bahwa seseorang yang mempunyai kekuasaan, pastilah ia memiliki pengetahuan, keahlian dan informasi yang lebih banyak dalam suatu persoalan.
    5). Legitimate power (kekuasaan legitimasi)
    kesepakatan diberi hak untuk mengatur dan menentukan perilaku orang lain dalam suatu organisasi.kekuasaan ini dapat dikatan sah atau kekuasaan yang sebenarnya bila sudah mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota organisasi.

    9. Menurut Siagian (1997) Kepemimpinan dibagi menjadi 3 yaitu :
    1. Kepemimpinan otoriter/Authoritarian
    Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang pemimpin yang otoriter, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
    2. Kepemimpinan demokratis/ democratic
    Adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawaan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawaansebagai suatu tim yang utuh. Dalal gaya kepemimpinan demokratis pemimpin banyak memberikan informasi tentang tugas dan tanggung jawab para bawahannya.
    3. Kepemimpinan bebas/Laissez Faire
    Adalah pemimpin yang terlibat dalam kuantitas yang kecil dimana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yyang dihadapi.

    10. Menurut teori ini, seorang pemimpin besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan,kecerdasan dan ketrampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang melekat. Pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena situasi dan kondisi sudah membutuhkan.

    11. Teori kepemimpinan menurut Ngalim Purwanto (1991 : 26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpin agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin serta merasa tidak terpaksa.
    Contoh : Pemimpin harus memiliki kepercayaan diri dan keyakinan terhadap diri sendiri yang didukung oleh kemampuan untuk menganalisis potensi, kekuatan, kelemahan dan yang dimiliki dalam dirinya untuk mengantisipasi kekurangan yang dimiliki.

    12. Menurut teori ini Kepemimpinan situasional adalah gaya kepemimpinan seorang pemimpin yang bergantung pada tingkat kesiapan para pengikutnya dan bisa berubah- ubah. Kepemimpinan yang efektif bergantung pada relevansi tugas dan semua pemimpin yang sukses adalah yang mampu beradaptasi pada gaya kepemimpinan tertentu yang tepat sesuai situasi yang ada. Efektivitas kepemimpinan ini bergantung pada tugas, pekerjaan atau fungsi yang dibutuhkan secara keseluruhan.
    Contoh : Pemimpin akan berhasil apabila dia kebetulan meimpin organisasi yang pada awalnya sudah berhasil dan memiliki name besar bukan karena prestasi dia sebagai pemimpin di organisasi tersebut.

    13. Sebuah teori kepemimpinan karismatik menjelaskan bahwa kepemimpinan karismatik adalah sekumpulan usulan yang dapat diuji melibatkan proses yang dapat diamati. Teori itu mengenai bagaimana para pemimpin karismatik berperilaku, ciri, dan keterampilan mereka, dan kondisi dimana mereka paling mungkin muncul. Sebuah keterbatasan teori awal adalah ambiguitas tentang proses pengaruh. Dan Yukl berpendapat bahwa para pemimpin karismatik cenderung membuat keputusan yang berisiko dan dapat mengakibatkan kegagalan serius, pemujaan dari pengikut dapat menciptakan khayalan bahwa pemimpin tidak pernah berbuat salah, keyakinan dan optimisme berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata, ketergantungan kepada pemimpin yang menghambat perkembangan penerus yang kompeten.
    Contoh : John F. Kennedy adalah seoranng pemimpin yang demokratis dan paling karismatik di amerika serikat. Berasal dari keluarga yang kuat dan diberkati dengan penampilan yang baik disamping karisma pribadinya.

  19. Tugas Manajemen Pendidikan
    1. Kekuasaan adalah sumber daya dan kemampuan seorang pemimpin yang memungkinkan untuk mendapatkan kepatuhan dari bawahannya. Kekuasaan memiliki wewenang yaitu hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggungjawab dapat dilaksanakan dengan baik.

    2. Kepemimpinan adalah kemampuan dalam suatu kegiatan atau proses untuk mempengaruhi orang-orang agar bersedia mengikuti ajakannya untuk mengambil keputusan atau pencapaian tujuan organisasi atau bersama. Di dalam kepemimpinan mengandung konsep pengaruh, dalam arti pengikutnya akan taat dan mengikuti apa yang dikehendaki pemimpinnya.

    3. Karena tanpa kepemimpinan dan kekuasaan, setiap organisasi mustahil mampu mengantarkan ketercapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, kepemimpinan maupun kekuasaan sangat berperan penting dalam pencapaian tujuan organisasi, dimana kepemimpinan yaitu suatu kemampuan untuk menghantarkan sebuah organisasi mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Sedangkan kekuasaan dalam organisasi yaitu sumber daya sesesorang untuk mendapatkan kepatuhan dari anggotanya. Antara kepemimpinan dan kekuasaan itu sendiri saling memiliki keterkaitan. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinannya apabila ia memiliki kekuasaan.

    4. Unsur organisasi:
    a) Kerjasama yaitu sebuah hal yang meliputi pola pikir dan pekerjaan setiap anggota dalam sebuah organisasi yang dilakukan secara bersama-sama dalam mencapai tujuan tertentu dalam sebuah organisasi.
    b) Dua orang atau lebih yaitu anggota atau pelaku dalam sebuah organisasi.
    c) Tujuan yang hendak dicapai yaitu unsur yang paling penting dalam organisasi yang menentukan arah organisasi.

    5. Tujuan adanya organisasi yaitu sebagai wadah atau alat oleh sekelompok orang yang mempunyai sistem aktivitas yang di koordinasikan sehingga sebuah ide/ tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien . Sehingga dalam keterbatasan, kemauan , dan sumber daya untuk mengembangkan potensi dapat di kelola dengan tepat.

    6. Seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimpinannya ketika memiliki kekuasaan maksudnya yaitu bahwa didalam suatu kekuasaan segala tindakan/ wewenang yang akan di ambil dan di perlukan dalam sebuah tugas, tanggung jawab dapat di laksanakan dengan baik dan mendapatkan kepatuhan dari bawahan. Sehingga dengan begitu kekuasaan dapat memberikan kemudahan kepada seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya.

    7. Kekuasaan yaitu merupakan sumber daya yang memungkinkan pemimpin mendapatkan kepatuhan dari bawahanya. Sedangkan kepemimpinan adalah upaya yang di lakukan untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok untuk mencapai tujuan.

    8. Jenis-jenis kekuasaan

    a. Kekuasaan paksaan yaitu berbasis pada kemampuan seseorang untuk memberi hukuman kepada bawahan sehingga bawahan tunduk karena takut akan hukuman.
    b. Kekuasaan koneksi yaitu bersumber pada hubungan yang di jalin pemimpin dengan orang penting dan berpengaruh baik di luar atau di dalam organisasi.
    c. Kekuasaan ganjaran yaitu bersumber pada kemampuan seseorang untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
    d. Kekuasaa legitimasi yaitu berbasis pada posisi formal pemegang kekuasaan . orang lain patuh karena percaya pada legitimasi pemegang kekuasaan.
    e. Kekuasaan referen yaitu berbasis pada daya tarik orang lain/ respek.
    f. Kekuasaan informal bersumber adanya akses informasi yang di miliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya.
    g. Kekuasaan keahlian yaitu kecakapan seseorang pada beberapa hal / bidang keahlian / pengetahuan.

    9. Macam macam kepemimpian
    a. Kepemimpinan formal yaitu kepemimpinan yang di angkat dengan surat keputusan.
    b. Kepemimpinan informal yaitu di angkat tanpa surat resmi.

    10. Ciri ciri teori kepemimpinan “great man teori”.
    a. Di landasi keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat sifat luar biasa maksudnya mempunyai kelebihan yang tidak di duga oleh orang lain atau bawahanya.
    b. Memiliki sejumlah kualitas tertetu dalam artian mampu menyelesaikan segala hal dengan baik.
    c. Selalu sukses dalam menjalankan fungsi kepemimpinan .
    d. Dimata pengikutnya dianggap sebagai orang yang besar.

    11. Teori dan contoh kepemimpinan berdasarkan sifat.
    Menekankan pada kelebihan sifat-sifat yang menggambarkan kualitas tertentu yang dapat menjamin keberhasilan kepemimpinan, mampu mengambil keputusan atas pertimbangannya sendiri, kemauan keras, ambisius, energetik, pemberani, percaya diri, tanggung jawab, teguh pendirian, loyal, kemampuan bergaul, stamina pisik, kematangan emosional dan inteletual, keberanian menanggung resiko atas keputusan yang diambil.
    Contoh; seorang pemimpin disebuah lembaga pemerintahan maupun masyarakat mempunyai pribadi yang disebutkan diatas seperti pemberani, percaya diri, tanggung jawab, dan lain sebagainya dalam menerapkan kepemimpinannya untuk mencapai tujuan kepemimpinannya.

    12. Teori kepemimpinan situasional yaitu teori yang berusaha menerapkan gaya kepemimpinan dengan situasi di mana kepemimpinan dilakukan. Misalnya gaya direktif cocok diterapkan terhadap bawahan yang tingkat pengetahuannya rendah, gaya partisipatif cocok diterapkan bilamana pengikutnya telah memiliki kesadaran berorganisasi.
    Contoh: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan dan hasil apa yang akan dicapai.

    13. Teori kepemimpinan karismatik adalah di mana para pengikut beranggapan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki kemampuan luar biasa yang mampu menghadapi segala hal yang di hadapi sehingga mereka akan keluar sebagai pemenang.
    Contoh: seseorang yang dianggap mempunyai kemampuan luar biasa dan tidak dapat diprediksi oleh orang lain. Dalam menerapkan kepemimpinannya dia selalu mampu menyelesaikan segala masalah dengan baik.

  20. NAMA: RIZAL FRANA RAMADHAN
    NIM: 15588203011
    “KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN”
    1.Kekuasaan adalah: Wewenang yang di miliki oleh seorang pemimpin. Wewenang ini bertujuan untuk mempengaruhi orang lain ataupun memberikan perintah kepada orang lain agar sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh seorang pemimpin. Dengan kata lain seorang pemimpin memiliki wewenang untuk memerintah bawahan sesuai tujuan seorang pemimpin.
    Contoh: dalam sebuah instansi keuangan (BANK) seorang yang memiliki jabatan tinggi akan memberikan perintah kepada bawahannya untuk melaksankan tugas dan kewajiban sesuai dengan peraturan dari sebuah perusahaan tersebut dan sesuai dengan keinginan pemimpin.
    2.Kepemimpinan adalah: Kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain dengan menyamakan visi dan misi bersama dari sebuah kelompok untuk mencapai tujuan bersama dan bukan tujuan perorangan. Kepemimpinan lebih mengutamakan perkembangan yang berkesinambungan dan menitikberatkan pada keefektifan dan keefisien untuk menuju kearah yang lebih baik.
    Contoh: Koperasi Desa, Koperasi desa memiliki tujuan bersama yakni untuk mensejahterakan anggota. Koperasi ini mengedapankan tujuan bersama untuk kesejahteraan bersama.
    3.Pola Kepemimpinan dan kekusaan: Pola ini di butuhkan sebagai pertimbangan dari berbagai hal yang akan muncul dalam perkembangan pencapaian tujuan suatu organisasi. Pertimbangan yang di perlukan adalah kemampuan seorang pemimpin itu sendiri dalam menjalankan roda organisasi. Pemimpin juga harus bisa membaca situasi dan kondisi lingkungannya. Seorang pemimpin harus memahami kompetisi yang semakin cepat dan mampu menyikapi dengan baik pikiran kritis seorang karyawan.
    4. @. Kerjasama: Sikap dan perbuatan yang di lakukan oleh seseorang untuk saling membantu satu sama lain. Berusaha menyamakan visi dan misi demi tercapainya tujuan bersama. Pemimpin dan bawahan saling berusaha memberikan dukungan untuk tercapainya tujuan bersama
    @. 2 Orang atau lebih: Salah satu bentuk interaksi social yang di lakukan oleh seseorang yang bertujuan untuk menjalin komunikasi. Interaksi social yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih ini berfungsi untuk menyamakan visi dan misi, bertukar ide, pendapat, masukan, kritik dan saran
    @. Tujuan bersama yang akan di capai: Sasaran atau hal yang ingin dicapai oleh suatu organisasi. Tujuan adalah titik akhir tentang apa yang harus di kerjakan. Tujuan dapat tercapai melalui beberapa tahapan yakni : Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan.
    5. Tujuan Organisasi adalah menghimpun kelompok orang untuk menyamakan visi dan misi guna mencapai tujuan bersama demi tercapainya kesejahteraan, ketentraman dan kedamaian hidup. Di samping itu Tujuan Organisasi untuk mewujudkan kerjasama dalam memecahkan sebuah masalah, Memberikan tanggung jawab kepada masing masing anggota organisasi, dan Menjaga Kaderisasi anggota agar tetap eksis.
    6. Seorang pemimpin akan menggunakan kekuasaannya untuk mengatur dan memberi arahan kepada bawahannya. Seorang pemimpin harus menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan bersama guna mencapai tujuan bersama. Pemimpin yang tidak bijak dalam menggunaka kekuasaannya maka hanya akan menimbulkan ketidaseimbangan jalannya roda organisasi. Seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya dan tidak membeda-bedakan sehinnga akan tercapainya hubungan yang sinergis anatara pemimpin dan bawahannya.
    7. @. Kesesuaian visi, misi dan tujuan :
    Dalam kekuasaan tidak di perlukan visi, misi untuk menciptakan kesesuaian sebuah tujuan. Akan tetapi dalam kepemimpinan seorang pemimpin membutuhkan kesesuaian tujuan antara pemimpin dan yang dipimpin
    @. Cara Implementasinya
    Kekuasaan lebih menekankan pada taktik untuk mendapatkan kesepakatan dari seseorang yang dipimpin. Kepemimpinan mengutamakan persamaan visi dan misi untuk menentukan gaya kepemimpinan yang tepat untuk mencapai tujuan
    @. Kepemilikan wewenang
    Kekuasaan wewenangnya dapat dimiliki oleh siapapun. Kepemimpinan wewenangnya hanya dimiliki oleh seorang individu
    8.A.Kekuasaan Balas Jasa:
    Kekuasaan yang dilakukan oleh seorang pemimpin melalui pemberian gaji, upah, bonus, promosi, pujian, penempatan tugas. Kekuasaan ini timbul karena posisi/ jabatan seseorang yang memungkinkan untuk memberikan penghargaan.
    B.Kekuasaan Paksaan:
    Kekuasaan ini memberikan ancaman dan hukuman yang bertujuan untuk mempengaruhi seseorang agar bersedia melakukan hal sesuai dengan keinginan pemilik kekuasaan.
    C.Kekuasaan Rujukan:
    Kekuasaan ini diperoleh atas dasar kekaguman, keteladanan, kepribadian seorang pemimpin. contoh: Reza memimpin banyak karyawan karena kepribadiannya menjadi seorang pemimpin.
    D.Kekuasaan Sah:
    Pemimpin memiliki hak dan wewenang untuk member perintah dan intruksi kepada bawahannya, dan bawahannya harus mengikuti intruksi tersebut.
    E.Kekuasaan Keahlian:
    Adanya keahlian dan Ketrampilan yang menjadikan seseorang menjadi pemimpin.
    9. Macam-Macam Kepemimpinan:
    1. Demokratis: Seorang pemimpin memberikan wewenang secara luas kepada bawahnnya. Seorang pemimpin memberikan tugas dan tanggung jawab kepada bawahanya dengan hak-hak istimewa yang tidak dimiliki oleh semua bawahannya.
    2. Otokratis: Pembagian tugas dan tanggung jawab di lakukan oleh seorang pemimpin. Pemimpin memegang kekuasaan penuh untuk membagi tugas dan tanggung jawab kepada masing-masing bawahannya.
    3. Partisipatif: Memotivasi bawahannya melalui pelibatan dalam pengambilan keputusan. Pemimpin Menerima dengan lapang dada setiap masukan, Kritik, dan saran yang deberikan oleh bawahannya dalam sebuah musyawarah. Pemimpin Berharap bahwa bawahannya akan saling kerjasama dalam mencapai sebuiah tujuan
    4. Birokratif: Patuh Terhadap Peraturan yang ada. Suatu sistem adalah hal yang mutlak di jaga. Pearuran yang telah di buat menjadi peraturan tertinggi yang harus di patuhu dan apabaila di langgar akan mendapatkan sanksi/hukuman.
    5. Permisif: Pemimpin akan selalu berusaha untuk memfungsikan bawahannya sebaik mungkin.
    6. Bebas: Anggota Organisasi mampu mandiri. Seorang pemimpin telah memahami kemapuan anggotanya.
    10. Pemimpin merupakan orang yang dianggap memiliki sifat sifats eorang pemimpin dengan kualitas yang istemewa dan sifat yang luar biasa yang di bawa sejak dia lahir. Seorang pemimpin mampu menjadi orang yang memiliki kualitas dan selalu sukses dalam menjalankan fungsi pimpinan. Seorang pemimpin harus memiliki intelegensi, Kharisma, dan Kebijaksanaan khusus untuk menjadikan dirinya istimewa di bandingkan dengan lainnya. Seorang Pemimpin melalui kemampuannya mampu membawa perubahan sosial kearah yang lebih baik.
    11.Teori Sifat: Teori ini menjelaskan bahwa kualitas pemimpin yang menjamin keberhasilan. Dalam teori sifat, Kemampuan pribadi seorang pemimpin sangat di butuhkan. Contoh: seorang pemimpih harus berpengetahuan luas, fleksibilitas, mudah beradaptasi.
    Teori Perilaku: Sikap yang dilakukan oleh seseorang untuk memberikan pengaruh kepada seseorang. Perilaku pemimpin yang cenderung mementingkan bawahannya. Contoh: Ketika seorang pemimpin bersikap ramah, tamah dapat diajak berkonsultasi, menerima usul, mendukung, membela, mendengarkan, memikirkan kesejahteraan.
    Teori Situasional: Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh tuntutan situasi. Contoh: Seorang pemimpin harus bisa memahami dinamika situasi dan menyesuaikan kemampuannya dengan dinamika situasi yang ada

    12.Teori Situasional: Teori ini di kembangkan oleh Paul Hersey. Teori Situasional Ini menjadikan seorang pemimpin agar sesuai dengan situasi dan kondisi kelompok yang dipimpinnya. Kepemimpinan yang efektif adalah bergantung pada relevansi tugas. Seorang pemimpin harus mampu menyesuaikan gayanya terhadap tuntutan situasi yang berubah-ubah. Contoh: Seorang pemimpin yang menggunakan cara berkomunikasi dua arah, dan mulai lebih banyak member semngat kerja terhadap bawahnnya.
    13. Teori Kharismatik: Teori ini terjadi ketika situasi yang baru(krisis), yang berbeda dengan dengan situasi sebelumnya. Seorang pemimpin muncul dengan sebuah visi radikal yang menawarkan solusi untuk krisis ini. Pemimpin yang kharismatik di pengaruhi oleh bakat yang luar biasa, adanya krisis sosial, adanya sejumlah ide radikal, adanya pengikut yang percaya bahwa seorang pemimpin itu memiliki kemampuan transendental, ada bukti yang berulang bahwa apa yang di lakukan itu mengalami kesuksesan Contoh: Seorang pemimpin yang selalu optimis meghadapi situasi krisis. Seorang pemimpin harus mampu menarik orang lain dengan cara menciptakan ikatan yang menginspirasi orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s