Teori Belajar Kognitif Dan Konstruktivistik

Pendidikan merupakan suatu usaha sadar yang di lakukan dalam proses mendidik, yaitu mempengarungi peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dalam lingkungannya dengan cara memberikan pelatihan, pembimbingan, maupun pengajaran kepada peserta didik dengan harapan peserta didik mampu menimbulkan perubahan dalam dirinya. Jadi pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam proses pendidikan, belajar merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Pada dasarnya belajar adalah suatu proses perubahan pola fikir manusia yang awalnya dari tidak tahu menjadi tahu.

  1. Teori Kognitif

Pada hakekatnya teori belajar kognitif adalah sebuah teori pembelajaran yang cenderung melakukan praktek yang mengarah pada kualitas intelektual peserta didik. Teori ini melibatkan proses berfikir secara kompleks dan mementingkan proses belajar. Pengertian belajar menurut teori kognitif yaitu suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam diri manusia yang diakibatkan oleh proses interaksi aktif dengan lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat relatif dan berbekas.

Setiap teori belajar tidak akan pernah sempurna, demikian dengan teori belajar kognitif. Di samping terdapat kelebihan ada pula kelemahannya. Berikut kelebihan maupun kelemahan teori kognitif:

  1. Kelebihan teori belajar kognitif

–          Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri

Dalam teori ini siswa di tuntut lebih kreatif karena mereka tidak hanya menerima dan merespon rangsangan tetapi juga memproses informasi yang di peroleh dan berfikir untuk dapat melakukan ide-ide dan mengembangkan pengetahuannya. Dan yang membuat siswa mandiri contohnya pada saat mengerjakan soal siswa dapat mengerjakan sendiri tanpa bergantung dengan orang lain karena pada saat belajar siswa menggunakan fikirannya untuk mengasah ingatannya.

–          Membantu siswa memahami bahan belajar lebih mudah

Siswa sebagai peserta didik merupakan peserta aktif dalam proses pembelajaran yang berpusat pada cara peserta didik mengingat, memperoleh kembali dan menyimpan informasi dalam ingatannya serta menekankan pada pola fikir peserta didik sehingga bahan ajar yang ada mudah untuk di pahami.

–          Membantu siswa untuk dapat menyelesaikan masalah

Siswa sebagai peserta didik tentunya dalam proses belajar siswa mengalami berbagai permasalahan. Karena dalam teori ini siswa dituntut menggunakan fikirannya untuk belajar maka siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.

–          Guru lebih mudah mengevaluasi siswa yang memahami materi dan yang kurang faham.

 

  1. Kelemahan teori belajar kognitif

–          Teori ini tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan

–          Sulit di praktikkan khususnya di tingkat lanjut

–          Beberapa prinsip seperti intelegensi sulit untuk di pahami dan pemahamannya belum tuntas

–          Guru tidak dapat memprediksi sejauh maana pengetahuan siswa.

–          Guru tidak dapat memprediksi sejauh mana siswa dapat menyelesaikan masalah.

 

  1. Teori Konstruktivistik

 

Teori belajar konstruktivistik didefinisikan sebagai teori pembelajaran yang bersifat generatif yaitu tindakan menciptakan suatu makna dari apa yang dipelajari.teori ini lebih menekankan pada proses dari pada hasilnya.Hasil belajar sebagai tujuan dari belajar dinilai penting, tetapi proses yang melibatkan cara dan strategi dalam belajar juga dinilai penting. Hasil belajar, cara belajar, dan strategi belajar akan mempengaruhi perkembangan tata pikir dan skema berfikir seseorang. Dalam proses belajar siswa harus aktif berfikir, melakukan kegiatan, menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang di pelajari.

Dalam teori konstruktivistik terdapat kelebihan maupun kelemahannya, berikut kelebihan maupun kelemahan teori konstruktivistik:

  1. Kelebihan teori belajar konstruktivistik

–          Berfikir

Dalam proses pembelajaran siswa mendapatkan pengetahuan baru, siswa berfikir untuk menyelesaikan masalah, mengembangkan ide dan membuat keputusan.

–          Faham

Siswa terlibat langsung dalam membina pengetahuan baru, mereka akan lebih memahami dan mengaplikasikan dalam berbagai situasi.

–          Ingat

Oleh karena siswa terlibat langsung dengan aktif, mereka akan lebih lama mengingat semua konsep. Dengan pendekatan ini akan membina sendiri kefahaman siswa dan mereka akan lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.

–          Kemahiran sosial

Kemahiran sosial di peroleh apabila sedang berinteraksi dengan teman-temannya dan guru dalam membina pengetahuan baru.

–          Seronok

Karena siswa terlibat secara terus, mereka faham, ingat, yakin dan berinteraksi dengan orang lain, maka mereka akan berasa seronok belajar dalam membina pengetahuan baru.

–          Siswa dituntun untuk dapat berfikir aktif dalam belajar.

–          Pembelajaran terjadi lebuh kepada ide-ide dari siswa itu sendiri.

  1. Kekurangan teori belajar Konstruktivistik

–          Dalam teori ini peran guru sebagai pendidik kurang begitu mendukung.

–          Apabila ada siswa yang pasif pembelajaran ini tidak cocok untuk siswa yang pasif.

–          Siswa belajar dari konsep dasar tidak dari kreatifitas siswa itu sendiri.

–          Dalam pembelajaran tidak memusatkan pada kurikulum yang ada.

______________

Disusun Oleh:

Nama : Risa leniriyani

Kelas : PBI B / II

NIM : 1388203061

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s