Teori Belajar Behavioristik Dan Humanistik

Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh seorang manusia untuk mengembangkan potensi dirinya dan dilakukan secara terus menerus selagi masih hidup. Manusia dilahirkan didunia ini dibekali dengan potensi yaitu rohani (pikiran, rasa, karsa, cipta dan budi nurani) dan jasmani (panca indra dan ketrampilan-ketrampilan), semua potensi tersebut tidak akan berkembang tanpa adanya campur tangan dari manusia yang lain.

Untuk mengembangkan sebuah teori pembelajaran maka seseorang harus mengembangkannya sesuai dengan keadaan dirinya, ini penting karena jika seseorang tidak mampu menangkap dan memahami pembelajaran maka seseorang tersebut tidak akan mampu memecahkan masalah, oleh karena itu teori belajar harus mampu menghubungkan keadaan sekarang dan bagaimana menghasilkan hal tersebut.

 

 

  1. Teori belajar Behavioristik

Teori belajar Behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori behavioristik adalah teori belajar yang berpusat pada guru sebagai subyek sedangkan siswa hanya diposisikan sebagai individu yang pasif, pentingnya teori ini yaitu masukan yang berupa stimulus atau rangsangan dan keluaran yang berupa respon. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143)

Teori belajar behavioristik adalah “ siswa diibaratkan sebagai gelas yang kosong dan harus diisi sebanyak-banyaknya karena siswa tersebut belum tahu apa-apa ”.

 

Analisis Kelebihan:

  • Teori ini sangat mendukung peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan atau arahan dari guru atau orang yang lebih tua dan teori ini juga sangat mendukung untuk membentuk suatu kebiasaan siswa.
  • Mampu membentuk suatu perilaku yang diinginkan, perilaku yang baik atau sesuai mendapat penghargaan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif, yang didasari pada perilaku yang tampak.

 

Analisis Kekurangan:

  • Siswa berperan sebagai pendengar dan kemudian menghafal apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif.
  • Siswa dipandang pasif, perlu motivasi dari luar dan sangat dipengaruhi penguatan yang diberikan oleh guru.
  • Tidak setiap pembelajaran bisa menggunakan metode ini.
  1. Teori belajar Humanistik

Teori belajar Humanistik adalah teori belajar yang mengarah pada peserta didik sebagai subyek dan guru hanya mendampingi saja,dalam teori ini guru membantu mengembangkan potensi dan bakat peserta didik. Fokus utama teori humanistik yaitu mengembangkan aspek individu secara totalitas, baik fisik, intelektual, emosional maupun sosial serta bagaimana seluruh aspek tersebut berinteraksi untuk mempengaruhi balajar serta motivasi belajar siswa dalam mengaktualisasikan diri karena manusia memiliki kekayaan jiwa dengan potensi-potensi yang harus dikembangkan.

Teori belajar humanistik adalah “ siswa bukanlah gelas kosong yang siap diisi oleh apa saja ” ,karena teori ini lebih memanusiakan manusia.

Analisis Kelebihan:

 

  • Teori ini sangat mendukung untuk pembelajaran pembentukan kepribadian yaitu skill atau ketrampilan, hasilnya siswa merasa senang dan berinisiatif dalam belajar.
  • Memperoleh pengetahuan secara meluas, Ada perhatian yang kuat terhadap pertumbuhan pribadi dan perkembangan siswa secara individual.
  • Para siswa bebas menetukan cara mereka sendiri dalam mencapai tujuan mereka sendiri.

 

Analisis Kekurangan:

  • Siswa akan mengalami kekurangan bimbingan atau penjelasan tentang suatu pembelajaran dan bagi siswa yang kurang kreatif akan cenderung malas dalam proses pembelajaran teori ini.
  • Siswa yang tidak mau memahami potensi dirinya akan ketinggalan dalam proses belajar.

 

 

 

Bab III

KESIMPULAN

 

Teori belajar behavioristik: dalam teori ini peserta didik dituntut untuk berfikir efektif dalam pembelajaran karena teori pembelajaran ini berpusat pada guru sebagai subyek. Teori ini kurang memberikan kebebasan kepada peserta didik tetapi teori ini akan mampu membentuk suatu perilaku yang diinginkan oleh guru.

Teori belajar humanistik: dalam teori ini siswa sebagai subyek dan guru hanya mendampingi saja,teori ini mendukung siswa untuk mengembangkan minat dan bakat yang dimilikinya, tetapi siswa yang kurang kreatif akan cenderung malas dan tertinggal.

 

 

 

____________

Disusun Oleh:

Desi Wulandari_1388203039_Pbi B

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s