Hari-7

Tantangan Dan Masa Depan Ilmuwan

Definisi Ilmu menurut Afanasyef, seorang pemikir Marxist bangsa Rusia yaitu pengetahuan manusia tentang alam, masyarakat, dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, kategori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.

Seiring berkembangnya zaman, makin berkembanglah ilmu-ilmu pengetahuan yang ada. Proses terbentuknya ilmu terjadi secara berkesinambungan. Pada ujung pertengahan kedua abad 20, terjadi kemajuan pesat ilmu pengetahuan yang dicapai manusia, kemajuan ilmu memungkinkan arus informasi menjadi serba cepat tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ideologi , ras, kelas ekonomi, atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.  Ilmu-ilmu tersebut kemudian menjadi lebih terspesialisasi dalam bentuk yang lebih kecil, aplikatif dan terasa manfaatnya bagi kehidupan.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat dan cenderung meniru budaya barat bisa jadi menciptakan sebuah alienasi budaya. Orang merasa asing dengan budayanya sendiri. Kemajuan-kemajuan memungkinkan banyaknya pilihan (multiple options) dan membuka kesempatan tumbuhnya materialisme dan rasionalisme dengan luar biasa. Tuntutan hidup begitu tinggi. Kemakmuran yang dicapai tidak terkendali, gaya hidup menjadi konsumtif dan hedonistik. Manusia pribadi yang menjadi begitu sibuk untuk mempertahankan hidup menyuburkan sosok individualistik. Yang tersisa hanya wajah kehidupan tidak manusiawi dimana bahaya masa depan ialah manusia menjadi robot karena terjadi alienasi diri. Ini merupakan pengaruh negatif dari kemajuan ilmu jika tidak didasari dengan akhlak, norma, moral dan landasan agama yang ada.

Dalam masa depan keilmuan diperlukan peran ilmuan dalam menghadapi tantangan ilmu dan perkembangannya. Manusia yang berpikir filsafati, diharapkan bisa memahami filosofi kehidupan, mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga lebih arif dalam memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang ditekuninya, termasuk pemanfaatannya bagi masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu untuk memahami seberapa besar pengaruh ilmu maupun teknologi yang ada di kehidupan.

 

Gambaran Perkembangan Ilmu di Masa Depan

Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, namun pada kenyataannya teknologi juga menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Saat ini, ilmu pengetahuan sudah merambah ke segala jenis cakupan, mulai ilmu tentang bumi, angkasa dan masih banyak lagi segala sumber untuk memperkaya pengetahuan manusia. Jika dipandang dari ilmu filsafat maka ilomu tersebut terbentuk dari pemikiran manusia tentang dirinya dan sekitarnya serta berusaha untuk berpikir sejauh mungkin. Keilmuan yang tak mengenal batas memang memungkinkan manusia melakuan banyak hal di bumi ini.

Teknologi jelas sangat dibutuhkan oleh manusia untuk mengatasi berbagai masalah, yang ada di kehidupan. Ilmu pengetahuan sebagai alat untuk meningkatkan kebudayaan dan kemajuan bagi umat manusia secara keseluruan. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan telah menjadi suatu sistem yang kompleks, dan manusia terperangkap didalamnya. Sulit dibayangkan manusia bisa hidup layak tanpa ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak lagi membebaskan manusia, tetapi manusia menjadi terperangkap dalam sistem ilmu pengetahuan. Manusia telah menjadi bagian dari sistemnya, manusia juga menjadi objeknya dan bahkan menjadi kelinci percobaan ilmu pengetahuan.

Lahirnya sebuah ilmu membawa dampak positif maupun negatif didalam kehidupan manusia. Sifat manusia yang tidak pernah puas terhadap apa yang telah dicapai, tak jarang manusia tersebut menyalahgunakan ilmu. Pada dasarnya ilmu digunakan untuk meringankan beban hidup manusia dalam kehidupannya. Sedangkan teknologi berpengaruh besar dalam mengatasi berbagai masalah dalam kehidupan.

Dalam perkembangannya antara ilmu dan pengetahuan memiliki hubungan yang erat dan kompleks. Dimana posisi keduamya sebagai alat untuk meningkatkan kebudayaan bagi umat manusia secara keseluruhan. Pada dasarnya manusia telah terperangkap kedalam sistem ilmu pengetahuan. Ini berarti manusia telah menjadi sistemnya, objeknya dan bahan percobaan dari sebuah ilmu pengetahuan. Adanya ilmu pengetahuan tersebut, terkadang manusia tidak dapat mengontrol dirinya sendiri dan teknologilah yang menjadi sesuatu yang baru didalam kehidupan sekarang ini.

 

Tantangan-Tantangan Yang Dihadapi Oleh Masyarakat Masa Depan

  1. Pendidikan Global

Ini berarti bahwa siswa telah dibekali wawasan global ketika masuk dalam era globalisasi dengan tujuan siswa dapat interaksi dengan baik. Penerapan metode pembelajaran global saat ini diadopsi oleh negara-negara maju. Isu global pendidikan juga terkait dengan wacana intregasi ilmu pengetahuan. Disiplin ilmu seperti Matematika, IPS, IPA, Agama, Sastra dan ilmu lainnya akan terpisah secara sporadis, tetapi akan menjadi satu kesatuan ilmu yang melahirkan produk ilmu pengetahuan yang mana adalah hasil integrasi dari berbagai disiplin ilmu.

  1. Perubahan Global

Pada tahun 1989 The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menerbitkan hasil simposium yang diadakan di Paris dalam bentuk buku yang di beri judul On World or Several. Dalam buku tersebut menyebutkan tujuan masalah besar yang dihadapi manusia masa depan. Ketujuh masalah itu ialah :

  1. Rectivasi dunia secara menyeluruh;
  2. Globalisasi versus regionalisasi;
  3. Pengembangan sumber daya manusia;
  4. Development contract;
  5. Perlu didirikan regiun energi internasioanal menghadapi perubahan lingkungan yang destruktif;
  6. Migrasi internasional;
  7. Memikirkan kembali nasib buruh-buruh negara agraris

Sedangkan negara-negara miskin dihadapkan dengan 3 jenis “buldoser” yang dapat melindas habis negara-negara agraris yakni :

  1. Revolusi bioteknologi
  2. Berbagai imperative ekonomi yang merugikan petani;
  3. Kerusakan lingkungan yang semakin parah.

 

 

  1. Kesenjangan Kemajuan IPTEK dan Prestasi Pendidikan serta HDI

Menurut Anwar et al (1990) tantangan yang dihadapi dalam pengembangan dan penerapan IPTEK, khususnya di Indonesia pada PJPT II adalah :

  1. Jumlah terbesar penduduk usia 10 tahun keatas dan angkatan kerja yang tidak tamat SD sebesar 74,6 juta dan lulusan perguruan tingii 1,61% itupun lulusan eksakta ±28,9% dan sisanya lulusan ilmu sosial;
  2. Bagian terbesar unit usaha berskala kecil dan non-formal ;
  3. Peningkatan penganguran terbuka angkatan kerja lulusan SLTP dan yang lebih tinggi;
  4. Pendidikan menengah dan tinggi relatif rendah;
  5. Kurangnya tenaga ristek;
  6. Rendahnya kesehatan relatif terhadap negara ASEAN;
  7. Industri manufaktur mengarah industri berat;
  8. Urbanisasi menuingkat;
  9. Pemasukan dana luar negara berkurang teknologi meluas dan mendalam.

 

  1. Perubahan Tata Kehidupan

Alvin Toffler (1970) menyebutkan tata kehidupan manusia masa depan terhadap akselerasi perubahan masyarakat di masa depan mencakup:

  1. Masyarakat yang serba membuang;
  2. Kaum nomad baru;
  3. Insan modular.

 

  1. Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Bertambahnya jumlah penduduk merupakan tantangan bagi masyarakat di masa depan. Pertambahan penduduk di Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 250 juta dan pada tahun 2025 mencapai 350 juta jiwa. Rata-rata pertumbuhan jumlah penduduk di Negara Indonesia saat ini sekitar 1,8% pertahun. Dampak dari hal ini adalah menyebabkan banyaknya pengangguran.

Tantangan dalam dunia pendidikan pada masa kini dan pada pada masa yang akan datang adalah antara lain sebagai berikut:

  1. Perubahan lingkungan hidup.

Perubahan lingkungan hidup di masa yang akan datang meliputi:

  1. Bertambahnya jumlah penduduk di bumi.
  2. Krisis air bersih untuk keperluan individu dan industri.
  3. Meluasnya lahan krisis.
  4. Berkurangnya luas hutan.
  5. Musnahnya berbagai plasma nuttah di darat dan di air karena ekosistem.
  6. Rusaknya berbagai ekosistem di laut akibat pengurasan hasil laut pencemaran di sungai.
  7. Makin luasnya padang pasir.
  8. Meningkatnya suhu bumi akibat efek rumah kaca.
  9. Makin meningkatnya hujan asam.
  10. Jurang ekonomi antara negara miskin dan negara maju makin lebar.
  11. Degradasi Moral

Tekanan-tekanan sosial akibat berbagai ketimpangan sosial dapat menimbulkan tingkah laku menyimpang dalam masyarakat.

  1. Sains dan Teknologi

Pada abad ini yang merupakan abad sains dan teknologi, negara-negara berkembang keadaannya jauh dibelakang negara-negara maju. Dalam hal penguasaan sains dan teknologi, negara-negara berkembang masih mendapatkan masalah.

  1. Pendidikan Nasional

Tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak yang terkait adalah mengendalikan terjadinya putus sekolah. Untuk mencapai masyarakat industri maju yang bertumpu pada penguasaan teknologi tinggi Indonesia masih menghadapi tantangan Sumber Daya Manusia.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

            Salah satu ciri dari era globalisasi dari masyarakat di masa depan yaitu perkembangan IPTEK yang semakin cepat.Perkembangan IPTEK tersebut dapat berdampak positif ataupun negatif, hal ini tergantung pada kesiapan bangsa dan kondisi sosial budaya dalam menerima informasi atau sebuah teknologi. Menurut Pratiwi Sudarsono (1990:14-15) Menyatakan bahwa segi positif nya antara lain mudahkan untuk mengikuti perkembangan IPTEK yng terjadi di dunia. Sedangkan segi negatifnya akan timbul apabila kondisi sosial budayanya belum siap menerima limpahan itu.

Globalisasi perkembangan IPTEK yanag cepat tersebut adalah peluang dan tantangan dimasa depan. Kita sebagai generasi muda memiliki peluang terbuka untuk mengikuti perkembangan IPTEK tersebut sejak dini dan sebaliknya jika masyarakat belum siap menerimanya maka akan berubah menjadi tantangan.

Tantangan Ilmuwan dalam Pengembangan Ilmu

            Kata Ilmuwan muncul sekitar tahun 1840 dimana fungsinya adalah untuk membedakan mereka dengan para filsuf, kaum terpelajar, cendekiawan dan lain sebagainya. Ilmuwan memiliki beberapa arti, peran, ciri, serta tanggung jawab dalam ilmu atau sebuah hasil penemuannya.Oleh sebuah itu, ilmuwan tidaklah lain orang yang mencari keajengan dalam alam yang bersifat kognitif, rasional, dan teoritis yang nantinya akan menghasilkan sebuah ilmu. Hal ini dikarenakan ilmu yang dikembangkan tersebut bertujaun untuk mencapai kebenaran atau memperoleh sebuah pengetahuan.

Kemajuan dari sebuah ilmu menciptakan suatu bentuk hubungan antara lain sebagai berikut :

  1. Hubungan antara Kemajuan Ilmu dan Krisis Kemanusiaan

Dalam hal ini teknologi berperan sangat penting dimana kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan mempermudah pekerjaan manusia tetapi pada kenyataannya teknologi tersebut malah menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi manusia, contohnya perkembangan rekayasa genetika ternyata mengkhawatirkan para pemerhati hak asasi manusia. Hal ini dikarenakan terbatasnya hak manusia dan ketidakpastian dari segi moral. Sejalan dengan hal ini perlu adanya kesadaran akan bahaya yang begitu besar bagi manusia itu sendiri terutama dalam mengambil sebuah kebijakan. Perlu adanya etika global karena krisis akibat teknologi tidak berdampak hanya untuk negara tertentu melainkan semua negara.

  1. Hubungan Antara Agama, Ilmu dan Masa Depan Manusia

Hubungan Agama dan ilmu memiliki perbedaan yaitu agama lebih kepada moralitas yang cenderung ekslusif dan subjektif. Kemudian ilmu tidak terlalu terikat pada etika, progresif dan bersifat inklusif dan objektif yang selalu mencari sesuatu yang baru. Manusia adalah makhluk yang “future-oriented” yang artinya bahwa segala tindakan dan pertimbangan saat ini penting dalam memprediksi segala persoalan masa depan. Didalam pandangan agama, ilmu dan teknologi hal tersebut bukan merupakan aspek kehidupan manusia yang tertinggi, tetapi merupakan kebudayaan serta peradaban umat manusia didalam evolusinya untuk mencapai kesempurnaan hidup. Ilmu pengetahuan dan teknologi menggunakan akal yang tajam,kebudayaan serta peradaban umat manusia didalam evolusinya untuk mencapai kesempurnaan hidup. Ilmu pengetahuan dan teknologi menggunakan akal yang tajam, kerohanian serta kejiwaan agama atau intuisi (wahyu) merupakan sarana untuk membuktikan kebenaran. Ilmu pengetahuan sebagai awal dari kemajuan umat manusia yang secara umum dinyatakan sebagai pembawa berbagai macam ketidakseimbangan dan pencemaran fisik, biologi dan budaya.

  1. Hubungan Antara Etika, Moral, Norma dan Ilmu Pengetahuan

Etika menilai perbuatan manusia, oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa objek formal etika adalah norma-norma kesusilaan manusia dan juga etika mempelajari tingkah laku manusia dari segi baik dan buruk didalam suatu kondisi yang normatif yaitu suatu kondisi yanga melibatkan norma-norma. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai, pengalaman keindahan terhadap fenomena disekeliling manusia.

Objektif atau subjektifnya sebuah nilai sangat tergantung pada pandangan filsafat. Suatu nilai akan menjadi subjektif jika subjeknya berperan penting dalam segala hal dan tolak ukurnya adalah kesadaran manusia itu sendiri. Sedangkan, makna dan validitasnya tergantung pada reaksi subjek yang melakukan sebuah penilaian tanpa mempertimbangkan sifat fisikis atau fisis. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai subjektif senantiasa memperhatikan pandangan seperti akal budi manusia dan hasil nilai subjektif akan mengarah kepada suka atau ketidaksukaan, senang atau ketidaksenangan. Nilai objektif muncul dikarenakan adanya pandangan dalam filsafat tentang objektivisme (tolak ukur suatu gagasan).

 

 

Peran Ilmuan dalam pengembangan Ilmu

            Seorang ilmuan harus memiliki ciri seperti memliki daya kritis tinggi atau, pragmatis, bersikap jujur, memiliki jiwa terbuka, memiliki tekat besar dalam mencari atau menunjukkan kebenaran, bersikapa netral, penghayatan terhadap etika, serta moral ilmu kehidupan dan sekaligus junjungan martabat manusia.
Syarat-syarat yang harus di patuhi seorang Ilmuan.

Seorang ilmuan harus bisa mempopulerkan karya ilmiahnya supaya masyarakat di sekitarnya menerima karya dengan baik. Syarat yang dipenuhi anatara lain sebagai berikut:

–          Prosedur Ilmiah.

–          Metode Ilmiah.

–          Adanya suatu gelar yang berdasar pendidikan formalnya yang ditempuh.

–          Kejujuran Ilmuan

Peran Ilmuan dalam pengembangan Ilmu

Disamping seorang ilmuan harus memiliki ciri, sikap, dan tanggung jawab disisi lain seorang ilmuan juga memiliki peranan atau fungsi. Tiga peranan ilmuan dalam segi kegiatan antara lain:

  1. Sebagai Intelektual, seoranga ilmuan sosial dan tetap mempertahankan dialognya yang kontinyu dengan masyarakat sekitar dan suatu keterlibatan yang intensif dan sensitif.
  2. Sebagai Ilmuan, dia akan berusaha memperluas wawasan teoritis dan keterbukaannya kepada kemungkinan dan penemuan baru dalam bidang keahliannya.
  3. Sebagai Teknikus, dia tetap menjaga keterampilannya memekai instrumen yang tersedia dalam disiplin yang dikuasainya.

______________

Disusun Oleh:

Anggraeni, Eko Agus Harianto, Nindi Nurrohmah,

Siti Nurjanah, Yekti Mulia Sari

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s