Masalah Belajar Dan Solusinya

Dunia pendidikan mengartikan diagnosis kesulitan belajar sebagai segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan belajar. Juga mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar serta cara menetapkan dan kemungkinan mengatasinya, baik secara kuratif (penyembuhan) maupun secara preventif (pencegahan) berdasarkan data dan informasi yang seobyektif mungkin. Dengan demikian, semua kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menemukan kesulitan belajar termasuk kegiatan diagnosa.

MASALAH DALAM BELAJAR

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.

Pada dasarnya masalah belajar yang dialami oleh peserta didik dapat terjadi oleh beberapa faktor yang dapat digolongkan atas :

a.    Faktor – Faktor yang Bersumber dari Murid Itu Sendiri

  • Tingkat kecerdasan rendah

Taraf kecerdasan atau kemampuan dasar merupakan salah satu factor penentu keberhasilan belajar. Kemampuan dasar yang tinggi pada seseorang anak memungkinkannya dapat menggunakan pikirannya untuk belajar dan memecahkan persoalan baru dengan tepat, cepat, dan berhasil. Sebaliknya, tingkat kemampuan dasar yang rendah dapat mengakibatkan murid mengalami kesulitan dalam belajar.

 

  • Kesehatan sering terganggu

Belajar tidak hanya melibatkan pikiran, tetapi juga jasmaniah. Badan yang sering sakit – sakitan, kurang gizi dan tidak berdaya, dapat membuat seseorang tidak berdaya, tidak bersemangat dan tidak memiliki kemampuan dalam belajar yang mengakibatkan orang yang bersangkutan tidak dapat mencapai hasil belajar seperti yang diharapkan.

 

  • Alat penglihatan dan pendengaran kurang berfungsi dengan baik

Penglihatan dan pendengaran merupakan alat indera yang terpenting untuk belajar. Apabila mekanisme mata atau telinga kurang berfungsi, maka tanggapan yang disampaikan dari dunia luar tidak mungkin dapat diterima dengan baik dan murid tidak dapat menerima dan memahami bahan – bahan pelajaran, baik yang disampaikan langsung oleh guru maupun buku – buku bacaan.

 

  • Tidak menguasai cara – cara belajar yang baik

Ternyata terdapat hubungan yang berarti antara cara – cara belajar yang diterapkan dengan hasil belajar yang dicapai. Ini berarti bahwa murid yang cara – cara belajarnya lebih baik cenderung memperoleh hasil yang lebih baik pula, dan demikian juga sebaliknya.

 

b.   Faktor – Faktor yang Bersumber dari Lingkungan Keluarga

  • Kemampuan ekonomi orang tua kurang memadai

Hasil belajar yang baik tidak hanya diperoleh dengan mengandalkan keterangan yang diberikan oleh guru namun juga membutuhkan alat – alat yang memadai. Bagi orang tua yang ekonominya kurang memadai tentu tidak dapat memenuhi kebutuhan anaknya secara memuaskan yang akhirnya murid yang bersangkutan akan menanggung risiko – risiko yang tidak diharapkan.

 

  • Anak kurang mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tuanya

Terdapat orang tua yang beranggap bahwa tugas mendidik hanya tugas sekolah saja. Oleh karena itu, para orang tua yang seperti ini selalu sibuk dengan pekerjaan mereka untuk mendapatkan uang sebanyak – banyaknya. Mereka tidak memiliki waktu untuk memperhatikan dan mengawasi anak – anaknya belajar dan/atau bermain.

 

  • Hubungan keluarga tidak harmonis

Orang tua merupakan tumpuan harapan anak – anak. Mereka mengharapkan pendidikan, kasih sayang dari orang tua agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa. Apabila di dalam keluarga tidak terdapat hubungan yang harmonis maka anak akan merasa tidak aman dan tidak dapat memusatkan perhatiannya dalam belajar. Hal ini terjadi karena proses belajar belajar memang menuntut adanya ketenangan dan ketentraman di rumah.

 

c.    Faktor – Faktor yang Bersumber dari Lingungan Sekolah dan Masyarakat

Kondisi – kondisi sekolah yang dapat menimbulkan masalah pada muris antara lain adalah kurikulum kurang sesuai, guru kurang menguasai bahan pelajaran, metode mengajar kurang sesuai, alat – alat dan media pengajaran kurang memadai.

SOLUSI DALAM MENGATASI MASALAH BELAJAR

Dengan masalah-masalah yang dihadapi murid dalam belajar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru, antara lain melaksanakan pengajaran perbaikan, pengajaran pengayaan, pembinaan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, dan peningkatan motivasi belajar.

 

1.   Pengajaran Perbaikan

Pengajaran perbaikan merupakan bentuk khusus dari pengajaran yang diberikan kepada seseorang atau beberapa orang murid yang mengalami kesulitan dalam belajar.

Oleh karena itu, guru tidak perlu lagi banyak menggunakan metoda ceramah atau metoda diskusi dalam menyajikan bahan pelajaran kepada murid. Guru juga tidak perlu lagi mengulang mengajarkan semua bahan pelajaran yang sudah disampaikan. Pengajaran dipusatkan pada bahan-bahan pelajaran yang belum dikuasai dengan baik oleh murid, dengan jalan memberikan penjelasan seperlunya, mengadakan Tanya-jawab, demonstrasi, latihan, pemberian tugas dan evaluasi.

 

2.   Pengajaran Pengayaan

Pengajaran pengayaan adalah suatu bentuk pengajaran yang khusus diberikan kepada murid-murid yang sangat cepat dalam belajar. Melalui pengajaran pengayaan murid memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang yang dipelajarinya,dengan cara membaca pokok/sub pokok bahasan yang lain yang bersifat perluasan atau pendalaman dari pokok/sub pokok bahasan yang sedang dipelajari, melaksanakan kerja praktek atau percobaan-percobaan, dan  mengerjakan soal-soal latihan.

 

 

3. Pembinaan Sikap dan Kebiasaan Belajar yang baik

Sikap dan kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar. Ini berarti bahwa murid yang mempunyai sikap dan kebiasaan belajar yang baik    cenderung memperoleh hasil belajar yang baik, dan demikian pula sebaliknya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dari murid adalah membantu murid menyusun rencana belajar yang baik, membantu murid mengikuti kegiatan belajar-mengajar didalam kelas, sebagian besar kegiatan belajar-mengajar berlangsung di dalam kelas. Melatih murid membaca cepat.

Dengan membaca cepat,murid dapat memperoleh banyak informasi atau ilmu pengetahuan dari buku sumber yang dibacanya. Melatih murid untuk dapat mempelajari buku pelajaran secara efisien dan efektif. Membantu murid mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian, yang meliputi persiapan mental, penguasaan bahan pelajaran, cara-cara menjawab soal ujian, dan segi-segi administratf penyelenggaraan ujian.

Meningkatkan Motivasi Murid untuk Belajar. Dalam belajar, motivasi memegang peranan yang sangat penting dan menentukan pencapaian tujuan belajar. Di sekolah sering ditemukan murid – murid yang malas dalam belajar. Murid seperti ini tidak sewajarnya dibiarkan begitu saja, karena akan dapat mengurangi efektivitas belajar murid itu sendiri yang pada akhirnya murid itu tidak dapat mencapai tujuan pengajaran sesuai dengan yang diharapkan. Meningkatkan motivasi ini berarti menggerakkan murid untuk ingin belajar.

 

PENUTUP

 

Masalah belajar adalah suatu kondisi kondisi tertentu yang dialami oleh siswa dan menghambat kelancaran proses belajar, bisa berkenaan dengan keadaan diri siswa itu sendiri  ataupun berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan.Masalah-masalah dalam belajar yang dialami siswa dapat dipengarhi oleh faktor internal yang berasal dari siswa itu sendiri dan faktor eksternal berupa pengaruh lingkungan sekolah, keluarga, maupn lingkngan sosial. Guru hendaknya mampu mengetahui dan membantu siswa dalam mengatasi masalah dan kesulitan belajar yang dialami.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Udin S. Winataputra, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Pusat Penerbitan UniversitasTerbuka
W. Gulo. 2005. Strategi Belajar Mengajar Jakarta : Grasindo.

 

 

__________

Fajar Syarifudin, penulis adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kelas B. Makalah disusun guna memenuhi sebagian tugas individu pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran tahun akademik 2013/2014 dengan dosen pengampu Afid Burhanuddin, M.Pd.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s