Kekurangan dan Kelebihan Teori Pemrosesan Informasi dan Kinerja Otak

Belajar merupakan salah satu cara siswa untuk mendapatkan pengetahuan/ilmu dari seorang guru. Sebagai seorang guru tentunya memiliki cara penyampaian informasi yang berbeda-beda. Dalam hal penyampaian sebuah materi, terdapat beberapa teori yang akan membantu seorang guru dalam proses pembelajaran dan untuk mendapatkan hasil belajar yang baik. Diantara teori-teori tersebut yaitu teori pemrosesan informasi dan teori kinerja otak. Kedua teori tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan, disini penulis ingin menyampaikan beberapa kekurangan dan kelebihan dari teori -teori tersebut.

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama.

Dalam teori ini terdapat metakognisi yang akan membantu siswa mudah mengingat materi yang didapat dalam bentuk memori jangka pendek, sedang, maupun jangka panjang. Dengan adanya perhatian kepada siswa, persepsi, diharapkan akan mampu menumbuhkan memori jangka panjang. Dalam menumbuhkan memori jangka pendek atau sedang dapat menggunakan metode pengulangan, pengkodean, dan pelacakan yang akan menghasilkan respon bagi siswa. Dan dalam menumbuhkan memori jangka panjang dapat menggunakan cara siklus belajar yaitu pelibatan, explorasi, penjelasan, perluasan, dan evaluasi. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.

 

1. Kelebihan dari Teori Pemrosesan Informasi.

Kelebihan dari teori ini akan membantu keaktifan siswa dalam belajar, karena teori tersebut mengutamakan keaktifan dalam proses pembelajaran. Disini guru dituntut untuk menjadi guru yang kreatif, untuk mendapatkan respon yang baik dari siswa yang berupa keaktifan.

2. Kekurangan dari Teori Pemrosesan Informasi.

Terdapat beberapa kekurangan dari teori tersebut, diantaranya kebosanan siswa dalam belajar. Karena disini, jika guru tidak kreatif dalam penyampaian informasi dalam belajar akan memunculkan kebosanan terhadap siswa. Tidak menarik perhatian siswa, karena apabila dalam proses belajar tidak ada keaktifan, tujuan pembelajaran tidak akan tercapai yang berupa hasil belajar.

 

Belajar dalam teori kinerja otak yaitu pembentukan hubungan-hubungan baru antara neuron-neuron yang terjadi kompleksitas peningkatan cabang-cabang dendrit dalam otak. Teori kognitif tertuju kepada hal-hal yang terjadi didalam kepala kita ketika kita belajar atau pun berpikir. Teori kognitif juga mengambil perspektif bahwa siswa secara aktif memproses informasi dalam pembelajaran berlangsung melalui usaha-usaha siswa ketika siswa mengaturnya, menyimpannya dan kemudian menemukan hubungan-hubungan antara informasi, hubungan baru dengan pengetahuan lama, skema, dan teks, pendekatan kognitif menekankan bagaimana informasi di proses. Kelebihan dan kekurangan dari teori ini yaitu sebagai berikut:

 

 

1. Kelebihan dari Teori Kinerja Otak.

Kelebihan dari teori ini yaitu mampu mengkondusifkan lingkungan sekitar dalam proses pembelajaran berlangsung. Karena informasi yang didapat dari teori ini langsung dicerna oleh otak peserta didik. Sehingga siswa mampu berfikir dan mampu mengolah informasi yang masuk tersebut kedalam otaknya.

2. Kekurangan dari Teori Kinerja Otak.

Kekurangan dari teori ini yaitu kurang mendukung siswa mencapai apa yang diinginkan dalam proses pembelajaran berlangsung. Teori ini tidak menyeluruh untuk semua tingkat pendidikan. Sulit dipraktikkan khususnya ditingkat lanjut. Beberapa prinsip seperti intelegensi sulit dipahami dan pemahamannya masih belum tuntas.

 

Dari beberapa teori-teori yang ada dalam dunia pendidikan, memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan hasil belajar yang baik bagi siswa. Dan diharapkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran dan mampu menempatkan teori-teori yang ada tersebut pada tingkat tertentu. Sehingga terdapat kesingkronan antara pengajar dan peserta didik.

 

______________

Di Susun Oleh:

Tri Wahyuningsih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s